Catatan Perjalanan Mengantarkan Donasi Korban Banjir di Kalimantan Selatan (3)

February 2, 2021 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

Warga Kasiau Jamu Relawan, Montirpun Tak Mau Dibayar

SELEPAS mobil Panther Pickup bisa jalan kembali, perjalanan Tim Relawan Peduli Banjir Kalsel garapan PWI Kaltim – MTB Car Rental & Travel, Bambong Elite Community, IKWI Kaltim, RPG Rescue, CV. Maju Jaya Rent Car melanjutkan perjalanan melewati Perbatasan Kaltim-Kalsel dan memasuki wilayah Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan.

Kondisi jalan mulus, namun ada beberapa lubang-lubang ditengah jalan yang sulit untuk dihindari karena kecepatan kendaraan dan beban muat kendaraan yang cukup berat, sehingga akan tidak mungkin untuk mengerem mendadak menghindari lubang.

Perjalanan melintasi Kecamatan Jaro dan Muara Uya masih lancar, namun perjalanan mulai tersendat kembali manakala sampai di Kecamatan Murung Pudak, roda depan Mobil Pickup Panther sebelah kanan menabrak lubang, sehingga menyebabkan kemudi tidak dapat dikendalikan. “Alhamdulillah kecepatan tidak terlalu tinggi, jadi masih bisa direm untuk dipinggirkan, begitu kami cek ternyata bearing roda depan kanan pecah, sehingga membuat roda kocak sulit untuk dikndalikan dan tidak bisa bergerak”, jelas Wahid sang driver yang mengemudikan Panther Pickup.

Wahid, pengemudi Panther dibantu Riyadi berusaha membuka roda, namun tidak berhasil karena keterbatasan alat.

Alhasil semua Tim Relawan berhenti, dan ada dua kendaraan yang melanjutkan perjalanan ke arah Tanjung berusaha mencari bantuan mekanik dan membeli bearing ke toko spearpart kendaraan yang jaraknya lumayan jauh dari titik berhentinya kendaraan.

Cukup lama tim menunggu, Setelah lebih dua jam menunggu akhirnya ada seorang Mekanik datang menggunakan sepeda motor, disusul mobil everest Tim Relawan yang membawa spearpart bearing.

Saat menunggu mekanik, warga setempat dengan ramah menghampiri Tim Relawan yang masih pada tiduran di pinggir jalan. “Jika tidak keberatan ayo istirahat ke rumah saya,” ucap warga tersebut yang belakangan baru tahu bernama Haji Saefuddin sambil mengajak setengah memaksa.

Akhirnya begitu mekanik mulai mengerjakan perbaikan roda, kami mengikuti langkah Haji Saefuddin yang mengajak singgah di kediamannya.

Disuguhi Makan Siang

Rumah H. Saefuddin petani penderes Karet berada di jalan raya Trans Kalimantan, tepatnya di Desa Kasiau Kecamatan Murung Pudak. Rumah yang sangat sederhana, terbuat dari papan kayu ini, mencerminkan kebahagiaan rumah tangga H. Saefuddin.

Karena ajakan yang begitu berharap, maka Tim Relawan dengan agak segan pelan-pelan mengikuti langkah Tuan Rumah memasuki rumah sederhana tanpa cat itu, tampak di ruang tamu tanpa ada kursi, hanya berlapir karpet plastik yang sangat sederhana ini yang bersebelahan dengan dapur.

Kesibukan tampak Istri H. Saefuddin menyiapkan hidatangan di dapur. Tak makan waktu lama minuman Teh Es dalam muk kecil diatas nampan sudah tersaji di hadapan kami dibawa oleh anak laki-laki beliau yang baru datang dari Pesantren di Martapura. Tak lama menyusul Sop Ayam kampung yang sudah tersaji ditata di piring hadir di hadapan Tim Relawan yang memang sudah kelaparan, karena jam sudah menunjukkan pukul 13.30 wite.

Tim relawan saat menikmati jamuan keluarga H. Saefuddin

Ditengah-tengah kami menikmati hidangan Haji Saefudin menuturkan bahwa pernah tinggal di Kota Samarinda, tepatnya di Sungai Kunjang saat bekerja di Perusahaan kayu PT. Marina. “Dulu yang sekarang jadi Big Mal adalah tempat kerja saya, PT Marina namanya. Di Samarinda sejak tahun 1986 dan hijrah ke Banjarmasin tahun 1996. Dan akhirnya sudah berjalan lebih tiga tahun lebih menetap di Desa Kasiau ini bertani Karet. Hari-hari sejak habis subuh kegiatan saya menderes karet, di kebun punya adik ipar”, terang Saefuddin menjelaskan kepada Tim Relawan.

Istri Saefuddin yang duduk di pintu dapur mengatakan, beberapa saat setelah terdengar adanya bencana banjir bandang di Berabai, saya meminta kepada bapaknya untuk menyediakan bawang merah dan bawang putih, pasti saudara-saudara kita dari Kaltim akan datangan menjenguk saudaranya yang tertimpa musibah. “Saya hanya meminta abahnya untuk menyediakan bawang mewah dan bawang putih, kalau yang lainnya seperti sayur-sayuran, cebai kami tanam sendiri. Ayam kami ternak sendiri. Hanya ini lah yang bisa kami lakukan, karena kami tidak bisa berbuat banyak membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah”, jelas Istri Saefuddin.

Saefuddin sendiri menuturkan merasa terenyuh. “Kami bisanya hanya memandang, mobil-mobil hilir mudik membawa bantuan, sedangkan kami yang satu provinsi tidak bisa berbuat apa-apa. Jadi apa yang bisa kami lakukan ala kadarnya seperti menjamu tamu inilah bisanya kami”, ucap Saefuddin.

Montir Tak Mau DIbayar

Tidak sampai satu jam Tim Relawan berada di rumah Haji Saefuddin, karena perbaikan kendaraan selesai, maka Tim Relawan pun pamit dengan tuan rumah yang telah membuat kenyang.

Sesampai di kendaraan yang terparkir di pinggir jalan, montir yang bernama rudi, sama sekali tidak mau menerima upah yang kami beri. Langsung pergi menuju motornya meninggalkan kami yang masih terheran-heran.

Foto bersama Mekanik yang tak mau dibayar di depan Bengkel Rudi miliknya.

“Jarang mekanik datang cukup jauh jaraknya membantu perbaikan kendaraan, kemudian tidak mau dibayar. Yang sering kalau dipanggil pasti memasang tarif tinggi”, ucap Kurnia salah satu anggota tim Relawan.

Setelah siap semua, tim dengan konvoi melanjutkan perjalanan, dan berusaha mencari dimana tempat Montir tadi berada. Sekitar 5 km jarak dari titik mobil mogok tadi, Tim menemukan bengkel sebelah kiri jalan, bernama Bengkel Rudi, dan benar saja sang mekanik tadi masih dibawah kolong kendaraan memperbaiki kendaraan.

Kami pun berusaha memberi haknya tadi, namun kembali di tolak, dan hanya ucapan terima kasih kami dari Tim Relawan yang bisa disampaikan. “Saya tidak bisa berbuat banyak, hanya membantu memperbaiki kerusakan kecil kendaraan saja, sementara saudara-saudara datang jauh-jauh dari Kaltim membawa bantuan untuk saudara-saudara kami yang terkena musibah banjir bandang dengan segala resiko perjalanan”, ucap Montir tersebut yang belakangan diketahui bernama Rudi.

Selepas foto bareng dengan Rudi, sang Mekanik yang dengan ikhlas membantu, sekaligus pemilik Bengkel Rudi ini, Tim Relawan pun melanjutkan perjalanan menuju Berabai, dan tiba di desa Mahang Baru Kecamatan Labuan Amas Selatan untuk singgah istirahat dan berdiskusi dengan tim relawan desa Mahang Baru yang akan membantu penyaluran bantuan tersebut ke korban banjir bandang keseesokan harinya. (munanto/bersambung)

Wali Kota Samarinda Resmikan IPA Makroman

February 1, 2021 by  
Filed under PDAM Samarinda

SAMARINDA- Walikota Samarinda Syaharie Jaang didampingi Wakil Walikota M Barkati meresmikan IPA Makroman dengan kapasitas produksi 50 liter/detik , Senin (1/2/2021)

Hadir dalam peresmian Danrem 091/Aji Suryanata Kesuma Brigjen TNI Cahyo Suryo Putro, Dandim 0901/Samarinda Kolonel Inf Oni Kristianto, Wakapolresta Samarinda AKBP Eko Budiarto, Sekretaris Kota Sugeng Chaerudin, Asisten II Nina Endang Rahayu, Ketua Dewan Pengawas Aji Syarif Hidayatullah, Anggota Dewan Pengawas Abdullah dan Hargono.

Peresmian juga dirangkai dengan penyerahan piagam ucapan terima kasih dari Pemerintah Kota Samarinda melalui Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda kepada pemilik tanah yang sekarang sudah dibangun IPA Makroman.

Dirertur Utama Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana, Wahid Hasyim mengucapkan terimakasih kepada Kartimin, Ketua RT 14 Mingin serta tokoh masyarakat yang terus mendukung pembangunan IPA Makroman hingga selesai.

Wahid Hasyim juga menyampaikan terimakasih kepada . Pemerintah Kota dan Propinsi serta Pusat yang terus mendukung pembangunan Intake dan IPA Sungai Kapih, IPA Kalhold dan IPA Gunung Lingai yang masih berjalan proses pembangunannya.

“Masih ada 3 IPA baru lagi yang masih proses pembangunan semoga juga bisa selesai dan diresmikan kedepannya untuk di operasiobalkan pemanfaatannya melayani air bersih untuk warga kota Samarinda,” tambah Wahid.

Sementara itu Syaharie Jaang mengapresiasi kepada pemilik tanah Kartimin yang telah menjual tanahnya untuk dibangun IPA Makroman. Haraie Jaang berharap warga lain di sekitar lokasi jika menjual tanah di sekitar lokasi bisa menawarkan ke Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda.

“Jangan dijual mahal, kita tahu dan salut padaPpak Kartimin semoga pahalanya terus mengalir bagai aliran air. Pasti Perumdam Tirta Kencana akan mencari tanah lagi untuk bangunan rumah Operator dan Petugas yang bekerja di IPA Makroman nanti,” kata Syaharie Jaang.

Syaharie Jaang bersyukur, pada akhir masa jabatan sudah terpenuhi kebutuhan air bersih untuk melayani Kantor Denzipur milik TNI AD dan warga Makroman.

“Mohon maaf pak Danrem, baru bisa terpenuhi kali ini dan semoga bisa dipergunakan dengan baik sarana air bersih dari IPA Makroman yang di kelola Perumdam Tirta Kencana melayani Denzipur serta Warga Makroman bisa mendapatkan layanan air bersih seperti warga di kota,” tandas jaang.

Danrem 091/ Aji Suryanata Kusuma Brigjen TNI Cahyo Suryo Putro mengucapkan terima kasih atas hadiah besar dari Walikota Samarinda adanya air bersih yang sudah di resmikan dan di salurkan ke wilayah kerja di Denzipur.

“Atas nama jajaran TNI mengucapkan terima kasih kepada Walikota di akhir masa jabatannya atas hadiah besar sarana air bersih merupakan suatu ibadah yang nilainya terus mengalirnya air yang digunakan manusia khususnya anggota Denzipur dan warga Makroman,” kata Cahyo.

Sebelumnya, kebutuhan air menggunakan air tanah. Namun masih kurang layak.

“Dengan adanya air bersih ini sangat luar biasa dan bisa langsung digunakan oleh anggota kami.sebagai kebutuhan sehari hari,” tutur Cahyo Suryo Putro. (*)

Andi Muhammad Rizal Pimpin PWI Tarakan

February 1, 2021 by  
Filed under Serba-Serbi

Tarakan – Andi Muhammad Rizal (RRI Tarakan) terpilih sebagai Ketua PWI Kota Tarakan masa bakti 2020-2023 dalam pelaksanaan konfrensi PWI Kota Tarakan yang digelar di ruang gedung serba guna Kantor Walikota Tarakan, Sabtu (30/1/2021)

Pemilihan dilakukan dengan melakukan pemungutan suara anggota. Perolehan suara cukup ketat dan sempat dilakukan pemungutan suara ulang karena dua kandidat yakni Eliazar Simon dan Andi Muhammad Rizal atau Ichal masing-masing meraih 11 suara. Pemilihan pun dilakukan ulang dengan hasil Eliazar 9 suara dan Ichal 13 suara.

Andi Muhammad Rizal

“Kami berterimakasih kepada seluruh rekan media yang telah mendukung konferensi ini dengan luar biasa. Kedepan kami berkomitmen untuk membawa PWI menjadi lebih baik,” ujar Ichal.

Selanjutnya, Ichal akan melakukan rapat koordinasi penyusunan pengurus PWI Tarakan dengan target dalam waktu dekat ini.

“Kita akan rapat secepatnya untuk membawa nama PWI Tarakan menjadi lebih besar,” tukasnya.

Ical mencermati perlunya Uji Kompetensi Wartawan (UKW) bagi wartawan yang belum mengikuti UKW, hal itu didasari semakin banyaknya wartawan baru terus bermunculan sehingga perlu diuji dan bersertifikasi dari Dewan Pers.

“Tugas utama UKW setiap tahun karena minim sekali, wartawan baru terus bermunculan,” ungkap Ical.

Selain itu, agenda pengurus PWI Tarakan periode sebelumnya pun seperti mengupayakan sekretariat PWI Tarakan akan diteruskan Ical jika terpilih.

“Penting ya kita punya sekretariat sendiri agar bisa menaungi semua anggota PWI dan tempat kita berkreasi, berinovasi, dan berkegiatan,” pungkasnya.

Sebelumnya. Walikota Tarakan Khairul saat membuka konfrensi mengatakan pers itu sebagai kontrol sosial pada legislatif dan eksekutif,karena tanpa adanya kontrol ,pemerintah itu tak akan berjalan dengan baik pun juga legislatif.

“Kita butuh pers yang mendidik dan butuh kelestarian bangsa dan negara. Tugas pers lah yang menjembataninya sehingga terciptalah pembangunan yg adil dan merata dalam segala bidang,” kata Khairul.

Menurut Khairul,seharusnya pers merekomendasikan pemerintah daerah ke pemerintah pusat agar mendapat perhatian kekurangan kekurangan yang ada di daerah.

“Ini tugas wartawanlah yang menjembataninya” ujar Khairul. (*/wal)

Perempuan Rentan Jadi Korban Kekerasan Berbasis Gender Online

February 1, 2021 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

Samarinda – Perempuan menjadi kelompok yang paling rentan menjadi korban kekerasan berbasis gender online (KBGO). Berdasarkan bentuk dan jenisnya, ada beberapa macam aktivitas yang dapat dikategorikan sebagai KBGO, antara lain, pelanggaran privasi, pengawasan dan pemantauan, Perusakan reputasi/kredibilitas, pelecehan, ancaman dan kekerasan langsung, serta serangan yang ditargetkan ke komunitas tertentu.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim Eka Wahyuni ketika membuka Webinar Dengan Tema “Perempuan Aman Internetan : #Kenali Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO)” yang diinisiasi Rumah Bekesah Samarinda, Minggu (31/1/2021).

Dikatakan Eka, masing-masing korban atau penyintas KBGO mengalami dampak yang berbeda-beda seperti kerugian psikologis, keterasingan sosial, kerugian ekonomi, mobilitas terbatas, dan sensor diri terjadi karena hilangnya kepercayaan diri terhadap keamanan dalam menggunakan teknologi digital.

“Upaya menyelamatkan diri dari KBGO dapat dilakukan dengan dokumentasikan hal-hal yang terjadi, hubungi pusat bantuan, lapor dan blokir pelaku serta mari kita gunakan internet secara bijak,” imbuhnya.

Berdasarkan aduan yang masuk kepada Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet), sepanjang Maret-Juni 2020 kekerasan terhadap perempuan mencapai 169 kasus. Hal ini meningkat nyaris 400 persen jika dibandingkan pada 2019 (45 kasus).

Sementara berdasarkan Sistem Infomasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPPA) kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak pada tahun 2018 sebanyak 500 kasus, tahun 2019 sebanyak 629 kasus dan tahun 2020 sebanyak 566 kasus.

“Terjadi penurunan kasus dari tahun 2019 ke tahun 2020 sebesar 63 kasus. Sementara untuk total korban kekerasan tahun 2020 adalah 610 korban yang terdiri dari 347 korban anak (57%) dan 263 korban dewasa (43%),” ujar Eka.

Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi masalah tersebut, diantaranya menginisiasi Gerakan Bersama Jaga Keluarga Kita (BERJARAK) untuk memastikan terpenuhinya hak-hak dasar perempuan dan anak dalam situasi pandemi Covid-19.

“Selain itu mempublikasikan protokol dan pedoman perlindungan perempuan dalam penanganan kekerasan terhadap perempuan selama pandemi Covid-19, menghimpun data kekerasan pada Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA), dan layanan konsultasi gratis pada Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Ruhui Rahayu Kaltim,” terang Eka.

Hadir menjadi narasumber pada kegiatan ini Co-Founder Rumah Bekesah Nurul Fatimah Khasbullah, perwakilan Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet) Ellen Kusuma, dan Penulis dan Penggiat Isu Gender Kalis Mardiasih. (dell)

Catatan Perjalanan Mengantarkan Donasi Korban Banjir di Kalimantan Selatan (2)

February 1, 2021 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

Suka Duka Tim Relawan Mengantarkan Donasi, – Menikmati Nasi Gandul, hingga Mobil Mogok

WAKIL Ketua Bidang Kesejahteraan PWI Provinsi Kaltim Achmad Shahab, tepat pukul 22.00 wite melepas Tim Relawan Peduli Banjir Kalsel garapan PWI Kaltim – MTB Car Rental & Travel, Bambong Elite Community, IKWI Kaltim, RPG Rescue, CV. Maju Jaya Rent Car berangkat menuju Kalsel star dari Islamic Center Samarinda. Dengan ditandai berdoa bersama. “Kami pilih melepas di Islamic, karena disini pusat agar tim mudah berkumpul, mengingat tim ini ada yang dari Sempaja, Air Putih, Loa Bakung”, jelas Achmad Shahab.

Tim Relawan istirahat di warung Asni di km 54 jalan Samarinda-Balikpapan Tahura Bukit Soeharto atau yang dikenal dengan istilah warung panjang sekitar pukul 23.30, Setelah beristirahat lebih dari 30 menit, Tim Relawan langsung melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan Ferry Karingau Balikpapan. Iring-iringan mobil terdiri, pickup panther, L300 Box, APV, Innova dan Everest memasuki loket penyeberangan Ferry Karingau. Dengan membayar Rp1.015.000 untuk lima kendaraan, langsung menuju Kapal Ferry di dermaga 1 yang sudah siap. “Alhamdulillah mendapat potongan harga untuk rombongan kendaraan pembawa bantuan korban banjir bandang di Kalsel”, jelas Mahendra yang membayar ongkos penyeberangan tersebut.

“Kesepakatan awal, masing-masing kendaraan dari organisasi masing-masing yang menanggung, baik BBM, ongkos penyeberangan, maupun konsumsi para relawan. Namun dalam perjalanan pihak MTB Car Rent & Travel menanggung biaya konsumsi dan penyeberangan ferry”, ucap Mahendra.

Dikatakan Riyadi, owner dari MTB Car Rent & Travel bahwa donasi dari para donator yang berupa dana kita belanjakan semuanya untuk sembako, Sedangkan biaya operasional pengantaran organisasi masing-masing yang menanggung, termasuk untuk konsumsi relawan yang berangkat membawanya.

Sementara itu Achmad Shahab dari PWI Kaltim menyatakan bahwa operasional pengantaran donasi ini PWI Kaltim dibantu Bapak Jauhar Efendi, Asisten III Sekprov Kaltim, Bapak H. Lukman Humas PDAM, dan dari saya sendiri. “Bantuan dari para donator seutuhnya kami sumbangkan, sedangkan untuk operasional pengantaran kami upayakan tersendiri”, jelas Shahab yang juga wartawan Samarinda Pos.

Pelayaran pun berjalan hingga merapat di pelabuhan Ferry Penajam sekitar pukul 02.30 an, dan

menjelang waktu subuh Rombongan Tim Relawan istirahat di masjid Al Hijrah Long Ikis, untuk sholat subuh berjamaah.

Tim relawan ketika sarapan pagi di warung Nasi Gandul Kuaro Kabupaten Pasir.

Nasi Gandul

Selepas sholat subuh rombongan kembali melanjutkan perjalanan, sekitar pukul 07.00 rombongan tiba di simpang Kuaro dan mampir istirahat untuk Sarapan menikmati Nasi Gandul masakan khas Pati yang ada di Kuaro.

“Baru kali ini saya makan nasi gandul, enak rasanya”, ucap Gusty

“Iya enak rasanya”, sambung Kurnia dan Imam.

Namun beda yang dinikmati Wahid, sang driver Pick Up Panther, memilih menu sayur asam. “Saya pilih sayur asam saja, yang sudah tahu rasanya”, ucap Wahid kepada pelayanan nasi gandung.

Setelah sarapan perjalanan pun dilanjutkan, sekitar 30 menit tiba di Gunung Rambutan dan Istirahat sejenak di Air Terjun Gunung Rambutan. Tak lama istirahat perjalanan pun dilanjutkan. Namun menjelang perbatasan Provinsi Kaltim-Kalsel mobil Pick Up Panther tidak kuat naik gunung. Menurut Wahid sang driver, kurang ambil ancang-ancang, gunungnya tinggi betul, dan mesin mati karena kemungkinan masuk angin. Akhirnya saluran Solor yang ke pompa mesin pun dibongkar dibersihkan. (munanto/ (bersambung)

« Previous Page

  • vb