Siswa di Kubar Sudah Mulai Pembelajaran Tatap Muka

September 15, 2021 by  
Filed under Daerah

SENDAWAR – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas sudah dilaksanakan di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) sejak Selasa 14 September 2021.

Pelaksanaan PTM Terbatas ini berdasarkan Surat Edaran Bupati Kubar, FX Yapan SH, Nomor : 965/SEK.726/STG-KBR/IX/2021 perihal rencana PTM Terbatas di masa pandemi Covid-19 di wilayah Kubar.

Sebelumnya telah dikeluarkan surat Kepala Disdikbud Kubar, Silvanus Ngampun, Nomor : 420/6721/UM-PPD/VI/2021 perihal petunjuk teknis pemberdayaan PTM di masa pandemi Covid-19, dan hasil rapat koordinasi antara Disdikbud Kubar dengan Tim Satgas Covid-19 Kubar, tanggal 31 Agustus 2021.

Pada pelaksanaan PTM terbatas ini jumlah siswa SMP hanya maksimal 30 orang, dan SD hanya 15 murid per ruang kelas. Sementara pelaksanaan sekolah ada yang menerapkan 3 hari dalam sepekan dan ada yang membagi waktu 1 hari dibuat menjadi 2 bergiliran. Pembagian waktu ini menjadi kebijakan kepala sekolah dan guru kelas.

“Setelah saya datang langsung meninjau dua sekolah sebagai percontohan pelaksanaan PTM di Kubar, dari segi kesiapan guru dan siswanya sudah menerapkan dan mengikuti protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 dengan baik,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Kubar, Ayonius ketika meninjau dua sekolah sebagai percontohan PTM Terbatas di Kubar. Yaitu SDN 01 Busur di Kelurahan Barong Tongkok, dan SMPN I di Kelurahan Simpang Raya, Sendawar, Selasa (14/9/2021) pagi.

Dikatakan Ayonius, Pemkab Kubar berharap PTM Terbatas itu bisa berjalan dengan baik serta pandemi Covid-19 bisa semakin berkurang dan PTM bisa berjalan penuh. Pemkab juga mengapresiasi Disdikbud Kubar yang telah menjalin kerja sama yang baik dengan tenaga kesehatan dan puskesmas.

“Kami sarankan agar Disdikbud, kepala sekolah dan guru, agar mengevaluasi perkembangan PTM terbatas ini setiap hari,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kubar, Silvanus Ngampun menjelaskan, Disdikbud Kubar sudah melakukan persiapan pelaksanaan PTM sejak tahun lalu. Sekolah se-Kubar sudah diimbau untuk mempersiapkan segala sesuatu untuk pelaksanaan PTM sesuai daftar periksa.

“Baik fasilitas fisik maupun non fisik sekolah. Juga edukasi kepada pelajar dan siswa, orang tua/wali murid/siswa, penyiapan ruangan kelas, juga peralatan yang diperlukan dalam PTM,” katanya, didampingi Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar (Kabid PPD) Disdikbud Kubar, Yakobus Yamon.

Agar sekolah bisa disetujui melaksanakan PTM Terbatas, Disdikbud Kubar telah minta tim gugus kecamatan dan kampung/kelurahan untuk memeriksa persyaratan sesuai Surat Edaran Bupati Kubar.

“Jika sudah ada rekomendasi dari kampung/kelurahan bahwa sekolah sudah memenuhi prokes antisipasi Covid-19, maka bisa melaksanakan PTM Terbatas,” ujarnya.

Silvanus Ngampun menuturkan, PTM Terbatas yang telah dimulai di Kubar, akan terus dipantau oleh Disdikbud dan seluruh tim gugus tugas kampung dan kecamatan. Bahkan juga berharap partisipasi orang tua murid/siswa, serta masyarakat.

Silvanus menuturkan, sistem belajar dalam PTM Terbatas itu bisa dianggap sebagai simulasi alias uji coba belajar tatap muka. Untuk waktu belajar dan jumlah siswa dibatasi. Jumlah siswa dalam PTM Terbatas hanya setengah dari jumlah total yang seharusnya. (*)

Kaltim Masuk Sasaran Pengembangan Amenitas Wisata

September 14, 2021 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Provinsi Kaltim menjadi salah satu daerah sasaran pelaksanaan pengembangan amenitas wisata dalam mendukung destinasi super prioritas 2021. Ini merupakan program kerjasama yang dilaksanakan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Transmigrasi (Kemendes PDTT) melalui Dirjen Pembangunan Desa dan Perdesaan dengan desa sasaran di 19 provinsi dan 39 kabupaten se Indonesia.

“Desa Sangkima, Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur menjadi desa sasaran. Nantinya akan melakukan penandatanganan kerjasama untuk pengembangan amenitas wisata 2021,”ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim M Syirajudin didampingi Kabid Pembangunan Desa dan Kawasan Perdesaan Sri Wartini saat mengikuti Sosialiasi dan Penandatangan Kerjasama Pengembangan Amenitas Wisata 2021 secara virtual, Selasa (14/9/2021).

Kerjasama dimaksud dalam rangka pelaksanaan kegiatan pembangunan sarana dan prasarana desa dan perdesaan melalui pengembangan infrastruktur amenitas. Tujuan khususnya untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan kewirausahaan lokal di desa, menumbuhkan keterlibatan masyarakat dalam pengembangan destiniasi wisata, meningkatkan perekonomian desa, dan mendorong peningkatan pendapatan asli desa.

Bantuan yang diberikan dalam bentuk untuk pembangunan stopping point atau shelter, pembangunan amphitheater atau panggung kesenian, dan pembangunan/rehabilitasu homestay. Pembangunan dilakukan secara swakelola oleh Tim Pengelola Kegiatan di desa dengan memanfaatkan tenaga kerja masyarakat setempat.

“Sasarannya tersedianya sarana dan prasarana pendukung untuk mempercepat pengembangan destinasi wisata daerah tertingal,”jelasnya.(Arief)

Gandeng BPKP Kaltim, Perumdam Tirta Kencana Gelar Workshop Manajemen Risiko

September 14, 2021 by  
Filed under PDAM Samarinda

SAMARINDA – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana Samarinda menggelar Workshop Manajemen Resiko bekerja sama dengan BPKP Propinsi Kalimantan Timur. Kegiatan yang berlangsung selama tanggl 14 hingga 16 September 2021 ini diikuti 22 pejabat Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda setingkat Manager dan Asisten Manager di Gedung Training Center Komplek Perumahan Cendana.

Kepala BPKP Perwakilan Propinsi Kaltim Supriyadi menyampaikan, kegiatan Workshop Manajemen Risiko ini sudah menjadi kewajiban dan keharusan yang sangat dibutuhkan untuk peningkatan pelayanan dan kemajuan Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda.

“Sebagai perusahaan pelayanan air bersih tentunya manajemen yang dikelolanua penuh dan akan ditemukan risiko baik kualitas air bersih hasil produksi maupun resiko pengelolaan keuangan,” terang Supriyadi.

Dalam worksop Manajemen resiko ini peserta akan diajarkan Overview Manajemen Risiko, praktik penerapan Manajemen Resiko di BUMD, pembentukan Kerangka Majemen Risiko, Prinsip Manajemen Resiko, Prosen Manajemen Risiko, Penilaian Risiko, Pembuatan Risk Register, Simulasi dan diskusi penilaian Manajemen Risiko.

Sementara itu mewakili Ketua Dewan Pengawas H Abdullah mengharapkan seluruh peaeeta Workshop dan mengapresisi kepada peserta yang sudah ikut dalam workshop Manajemen resiko.Sebagai Perusahaan Publik wajib ada peningkatann dan perubahan seeta inovasi .

“Mari kita ciptakan dan tanamkan dengan berikan pelayanan yang terbaij dan bermanfaat bagi masyarakat. Inilah pengabdian kita tugas utama dalam keseharian dan mendapatkan ilmu yang bisa bermanfaat bagi semua,” harap Abdullah.

Direktur Utama Nor Wahid Hasyim mengharapkan kepada peserta bisa memahami dan menerapkan ilmu yang diperolehnya selama pelatihan dalam kinerja untuk kemajuan dan meminimalisir Manajemen Risiko di Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda .

“Semoga ilmu yang diperolehnya bisa diterapkan dalam bekerja sehari hari untuk kemajuan dan meminimalisir resiko dalam bekerja demi peningkatan dan kemajuan Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinsa,” tutur Nor Wahid Hasyim sekaligus membuka kegiatan Workshop Manajemen Rsiko yang akan berlangsung selama 3 hari kedepan. (*/lk)

Kadispar Sri Wahtyuni : Destinasi Wisata Memungkinkan Dibuka dengan Prokes Ketat dan Ijin Satgas Covid-19

September 13, 2021 by  
Filed under Kalimantan Timur

Peserta HLM Regional Investor Relation Unit Provinsi Kaltim tahun 2021, di Ballroom Hotel Mercure Samarinda

SAMARINDA – Sektor pariwisata menjadi sektor penghasil devisa bagi sebuah propinsi yang kaya akan destinasi wisata seperti propinsi Kaltim. Namun seiring dengan pandemic covid-19 sektor pariwisata adalah sektor yang paling telak dihamtam pandemi covid-19. Semua obyek wisata ditutup, PHK bagi pekerja wisata pun tidak terelakkan.

Satu setengah tahun pandemi telah menyelimuti sektor pariwisata, kini saatnya sektor pariwisata sebagai penghasil devisa kembali bangun dari tidur panjang. Memang tidak mudah. Namun dengan dukungan pemerintah dan stakeholder kepariwisataan, bukan lah hal yang sulit untuk kembali menghidupkan sektor pariwisata.

Pembukaan obyek wisatapun kembali digalakkan pemerintah propinsi Kaltim. Namun menurut Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Sri Wahyuni dimasa pandemi Covid-19 ini para para pengelola daya tarik wisata harus bisa menyesuaikan dengan penerapan level PPKM dan juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat serts harus mendapat izin dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 di kabupaten/kota.

“Pembukaan destinasi wisata maupun pusat perdagangan, ruang publik yang ada di masing-masing daerah menjadi kewenangan Satgas Penanganan Covid-19 di daerah. Tentu melihat situasi pandeminya yang berbeda-beda. Kalau masuk PPKM level II maupun III, kemungkinan bisa dibuka dengan persetujuan Satgasnya, dengan syarat protokol kesehatan ketat pula,” kata Sri Wahyuni saat HLM Regional Investor Relation Unit Provinsi Kaltim tahun 2021, di Ballroom Hotel Mercure Samarinda, Kamis (9/9/2021).

Bahkan Menurut Sri Wahyuni, beberapa obyek wisata di pulau Jawa sudah mulai menerapkan pemanfaatan aplikasi Peduli Lindungi, dan Kaltim segera menyusul.

Karena itu, diminta para pengelola destinasi wisata bersabar. Terpenting, vaksin untuk para pelaku industri wisata bisa tercapai guna menyambut pembukaan destinasi wisata di daerah,

“Dari beberapa daerah sudah ada yang membuka destinasi wisatanya. Tentu Satgas Covidnya sudah memberikan izin, termasuk berkoordinasi dengan stakeholder di setempat melihat kondisi penyebaran kasus Covid-19, dibarengi pemberlakuan prokes ketat,” tandasnya.

Untuk Dinas Pariwisata, lanjut Wahyuni sifatnya hanya supervisi dan mengingatkan harus lebih ketat melaksanakan protokol kesehatan. Diharapkan industri pariwisata memiliki sertifikat CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment) yang memenuhi standar protokol kesehatan.

“Kita harapkan para pelaku industri pariwasata memiliki sertifikat CHSE diprioritaskan membuka destinasi wisata, tapi dengan pengawasan supervisi penerapan protokol kesehatan yang ketat. Dan, CHSE itu tidak hanya diterapkan pada saat penilaian, tapi selama beroperasi,” harap Sri Wahyuni yang juga Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kaltim ini. (*/hel)

Satgas Covid-19 Gelar Peningkatan Kapasitas Relawan Covid-19 Kaltim

September 13, 2021 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Pandemi Covid-19 di Kaltim belum usai, hingga Senin 13 September 2021 Propinsi yang kaya dengan sumberdaya alam ini masih menerapkan PPKM level 4 (sebelumnya disebut PPKM Darurat). Perhatian Pemerintah Pusat melalui Satgas Covid-19 pun terus ditujukan ke Kaltim, salah satunya adalah Kegiatan Penggalangan dan Peningkatan Kapasitas Relawan Covid-19 Kaltim.

Kegiatan Satgas Covid-19 yang dilaksanakan pada 13-17 September ditujukan untuk relawan Covid-19 Samarinda dan Kutai Kartanegara berlangsung di hotel Mercure Jalan Mulawarman Samarinda dihadiri oleh Ketua Bidang Koordinasi Relawan Satgas Covid-19 Nasional Andre Rahadian dan dibuka secara resmi oleh Waki Gubernur Kaltim H. Hadi Mulyadi.

Andre Rahadian menyampaikan, kegiatan ini bertujuan mendukung kesiapan relawan dalam menghadapi gelombang kenaikan susulan.

Ia pun berharap agar relawan aktif mengkampanyekan protocol kesehatan sehingga warga tetap disiplin dalam melaksanakan Prokes , mulai menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi mobilitas dan menjauhi kerumunan.

Sementara itu Wakil Gubernur Kaltim H. Hadi Mulyadi yang didampingi Kepala BPBD Kaltim Yudha Pranoto, Kabag Materi dan Komunikasi Pimpinan Biro Adpim Setdaprov Kaltim Andik Riyanto dan Ketua Kwarda Pramuka Kaltim H Hatta Zainal, mengatakan meskipun di Kaltim beberapa hari ini mengalami penurunan kasus terkonfirmasi positif namun kewaspadaan dan antisipasi yang baik harus terus dijaga.

“Pemprov mengapresiasi penggalangan dan peningkatan kapasitas relawan Covid-19 di Samarinda. Meski saat ini melandai, tetapi relawan tetap waspada,” pesan Hadi.

Menurut Hadi, kegiatan ini bukan menganggap kerja relawan tidak baik. Tapi melalui kegiatan ini mampu meningkatkan kerja relawan, agar lebih efektif, efisien dan lebih cepat bekerja.

Pasalnya, lanjut Hadi, Kaltim sudah mengalami gelombang kenaikan tiga kali, sehingga diperlukan kesigapan yang sangat tinggi oleh para relawan.

“Kita tidak berharap ada gelombang kenaikan lagi. Tetap, alangkah baiknya jika kewaspadaan harus tetap dijaga dan dilakukan, sehingga, ketika terjadi sudah bisa mengantisipasi,” jelasnya.

Mantan anggota DPR RI ini pun tidak bosan-bosannya mengingatkan pentingnya protokol kesehatan 5 M, seperti menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas serta mengikuti program vasinasi covid-19. (hel)

« Previous PageNext Page »

  • vb