Sembilan Nama Lolos Seleksi Administasi Calon Dewas Perumda Air Minum Kutim

September 10, 2021 by  
Filed under Kutai Timur

SANGATTA – Panitia Seleksi Calon anggota Dewan Pengawas (Dewas) Perusahaan Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Tuah Benua Kutai Timur (Kutim) periode 2021-2025 meloloskan sembilan nama dalam seleksi administrasi guna mengikuti tahapan seleksi selanjutnya.

Ketua Pansel calon anggota Dewas Perumda Air Minum Tirta Tuah Benua Kutim Irawansyah dalam pengumumannya mengatakan sembilan nama tersebut dinyatakan memenuhi syarat dan berhak mengikuti seleksi tahap berikutnya.

“Berdasarkan pengumuman panitia seleksi bakal calon anggota dewan pengawas Perumda Air Minum Tirta Tuah Benua Kutim Nomor: 003/PANSEL-DEWAS-PERUMDA/IX/2021 tanggal 6 September 2021, dengan ini diberitahukan bahwa hasil seleksi administrasi yang memenuhi persyaratan (9 orang),”tulisnya dalam pengumuman tersebut, Kamis (9/9/2021).

Sembilan nama yang lolos itu dari unsur non pemerintah adalah Drs H Arjohansyah M.Si, Eka Ayu Rachmawati SE, Agri S.Pd, Andi Adly Ashari SE, Miswan Prima Putra S.Sos, Dr. Ir. Rusmiyati MP, Hariyadi SP dan Akhmad Warsip Setiyono ST. Sementara itu dari unsur pemerintah ialah Suroto SE M.Si.

Kesembilan orang tersebut akan mengikuti seleksi tahap selanjutnya yaitu seleksi Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK). Proses seleksi UKK berlangsung dari tanggal 13 sampai dengan 16 September ini di Kantor BKPP Kutim. (hms7)

Dispar Kaltim Angkat Kearifan Lokal melalui Festival Tiga Danau

September 10, 2021 by  
Filed under Wisata

Vivaborneo.com, Samarinda — Pandemi Covid-19 diperkirakan masih akan berlangsung lama. Tidak ada satu orang pun yang mengetahui kapan pendemi ini akan berakhir.

Namun, hal ini tidak menjadi halangan bagi Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur untuk mengembangkan kreatifitas dan inovasi.

Setelah sebelumnya sukses menyelenggarakan beberapa kegiatan secara virtual , kini Dinas Pariwisata Kaltim pada tanggal 17-19 September juga akan menyelenggarakan live event “Festival Tiga Danau 2021”. Tiga danau besar di Kaltim dipilih sebagai tema tahun ini, yaitu Danau Semayang (13.000 ha), Danau Melintang (11.000 ha) dan Danau Jempang (15.000 ha).

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni mengatakan dipilihnya nama “Festival Tiga Danau”, karena tiga danau besar ini masuk dalam Program Pemprov Kaltim, yang ingin meningkatkan sektor ekonomi masyarakat melalui berbagai program kegiatan.

“Pemilihan nama Festival Tiga Danau ini sesuai dengan program unggulan Gubernur Kaltim yang diproyeksikan tiga danau tersebut sebagai pusat pertumbuhan ekonomi Kaltim dengan potensi pariwista, perikanan dan potensi konservasi,” ujar Sri Wahyuni, dalam konferensi pers bersama awak media di atas Kapal Wisata Bentong pada Kamis sore, (9/9/2021).

Saat ini , tegas Sri, orang luar Kaltim hanya memandang provinsi kaya ini dengan hutan. Padahal, Kaltim memiliki potensi lainnya, khususnya wisata yaitu tiga danau besar yang masuk dalam 10 danau-danau besar di Indonesia.

“Masih banyak danau-danau yang ada di Kaltim. Tetapi kita fokuskan pada tiga danau besar ini sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. Bagaimana peningkatan pendapatan masyarakat, adanya kajian-kajian ilmiah dan peningkatan capacity building,” ujarnya.

Dalam Festival Tiga Danau yang mengangkat tema “Pesona Ekowisata Danau di Timur Borneo” akan disiarkan secara virtual melalui Instagram, Facebook dan kanal Youtube, “Paradise of the East Dinas Pariwisata Kaltim”pada pukul 16.00-18.00 Wita.

Untuk menikmati sungai dan danau, ujar Sri, pengunjung haruslah melakukan susur sungai. Moda transportasi darat nantinya akan terkoneksi dengan moda transportasi air. Bahkan tahun depan, ujar Sri, dipersiapkan sebuah kapal wisata mewah untuk menyusuri danau-danau tersebut.

Dispar Kaltim pada Festival Tiga Danau ini juga mengajak beberapa orang influencer untuk mempromosikan potensi dan keindahan tiga danau ini. Sri Wahyuni berharap dengan bergabungnya influencer dan generasi milenial untuk promosi wisata diharapkan generasi muda melihat potret wisata yang selama ini belum banyak dikenal.

“Mereka tidak hanya diajak untuk mempromosikan saja tetapi kita juga perlu mendengat testimoni mereka , masukan-masukan mereka, apa yang harus kami lakukan, yan gmungkin selama ini terabaikan oleh kita,” harapnya.(Vb/Yul)

Kepemilikan Akta Kematian Sangat Penting

September 9, 2021 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

BALIKPAPAN – Saat ini, kepedulian masyarakat melaporkan peristiwa kematian dan membuat akta masih sangat rendah.Padahal, akta kematian merupakan bukti sah mengenai status kematian seseorang. Akta ini diperlukan sebagai dasar pembagian hak waris, penetapan status janda atau duda pasangan yang ditinggalkan, pengurusan asuransi, pensiun serta perbankan.

Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim, Noryani Sorayalita mengatakan, Peristiwa kematian wajib dilaporkan selambat-lambatnya 30 hari sejak tanggal kematian. Namun berdasarkan laporan terakhir dari Kabupaten/Kota per tanggal 28 Juni 2021 bahwa Akta Kematian yang diterbitkan baru berjumlah 248.482 lembar.

Soraya berharap, dengan tertib dan meningkatnya kepemilikan akta kematian berdampak sangat besar dan luas untuk kepentingan perencanaan pembangunan melalui keakurasian data dan pembangunan demokrasi khususnya dalam rangka menetapkan Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) sehingga tidak ditemukan lagi penduduk yang sudah meninggal tetapi namanya masih ada dalam data pemilih.

“Saat ini Kabupaten/Kota di Kalimantan Timur yang telah menerapkan Buku Pokok Kematian adalah Kabupaten Penajam Paser Utara,” imbuh Soraya dalam kegiatan Bimbingan Teknis Pencatatan Sipil Provinsi dan Kabupaten/Kota Se Kalimantan Timur Tahun 2021, berlangsung di Hotel Swiss-Belhotel Balikpapan, Kamis (9/9/2021).

Noryani Sorayalita, menegaskan pemerintah terus berupaya meningkatkan layanan administrasi kependudukan (Adminduk) bagi semua level masyarakat agar makin mudah, akurat dan cepat.

Perpres Nomor 96 Tahun 2018 sudah memangkas prosedur dan persyaratan pengurusan dokumen adminduk dengan berbasis customer base. Pengurusan dokumen kependudukan yang memerlukan pengantar Ketua RT/RW dan Kepala Desa/Kelurahan hanya dalam pelayanan pencatatan biodata penduduk. Sedangkan pelayanan Adminduk sama sekali tak memerlukan pengantar RT/RW/Desa/Kelurahan.

Pengantar RT/RW tidak dibutuhkan karena database pemerintah telah sangat baik merekap identitas seluruh penduduk.

“Sementara RT/RW sendiri tidak memiliki data yang sebaik itu. Pengantar itu (RT/RW) masih dibutuhkan kalau ada orang lahir di rumah, meninggal di rumah, orang yang mau masuk ke KK untuk pertama kali, tapi ketika data dan dokumennya sudah lengkap di Dukcapil tidak perlu pengantar itu,” ujar Soraya.

Selain itu, Soraya mengimbau agar Dinas Dukcapil dapat mengimplementasikan layanan terintegrasi di daerah secara optimal melalui layanan 2 in 1, 3 in 1, 4 in 1, sampai dengan 7 in 1.

Contohnya dalam penerbitan akta perkawinan maka masyarakat mendapatkan 7 dokumen kependudukan yaitu Akta Perkawinan Suami, Akta Perkawinan Isteri, KK Suami Isteri, KK Orang Tua Suami, KK Orang Tua Isteri, KTP Suami dan KTP Istri.

“Semoga dengan adanya Bimtek Pencatatan Sipil ini akan menambah wawasan petugas pencatatan sipil dalam meningkatkan kualitas layanan administrasi kependudukan di daerah dengan tidak menambah persyaratan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” tutu Soraya.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 40 peserta teridiri dari Dinas Dukcapil Provinsi dan Kabupaten/Kota Se Kaltim. Hadir menjadi Narasumber Kepala Sub Direktorat Fasilitasi Pencatatan Kelahiran dan Kematian Ditjen Dukcapil Kemendagri, Sakaria,Analis Kebijakan Ahli Madya Ditjen Dukcapil, Shanti dan Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Penajam Paser Utara, Suyanto. (dell)

UINSI Gandeng PWI Kaltim Tingkatkan Kompetensi Tambahan Mahasiswa

September 9, 2021 by  
Filed under Berita

SAMARINDA – Institut Agama Islam Nasional (IAIN) Samarinda akan bermetamorfosis menjadi Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) menggelar workshop re-orientasi kurikulum pasca sarjana. Workshop ini tak hanya diikuti internal kampus, namun juga melibatkan praktisi-praktisi di luar lembaga.

“Dengan kolaborasi ini, kami ingin menyesuaikan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan zaman,” ucap Direktur Pasca Sarjana IAIN Samarinda Dr HM Tahir.

Salah satu pihak eksternal yang diajak berkolaborasi ada Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim, yang akan dilibatkan dalam program studi (prodi) Komunikasi Penyiaran Islam (KPI). Pelibatan organisasi wartawan ini merupakan salah satu syarat menaikkan akreditasi kampus saat ini adalah bentuk kerjasama dengan lembaga eksternal, sebagai bagian peningkatan kompetensi mahasiswa. Selaras dengan semangat Kampus Merdeka.

“MoU dengan PWI ini nanti akan kita perluas. Semoga saja ini bukan hanya bermanfaat bagi kedua pihak, tapi juga untuk seluruh masyarakat,” harap Tahir ketika melakukan penandatanganan kerjasama antara UINSI dan PWI bersamaan dengan pembukaan workshop di Hotel Grand Sawit Samarinda, Kamis, (9/9/2021).

Tahir berharap kerjasama ini bisa terus ditingkatkan, bukan hanya di bidang pendidikan, tapi juga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Sementara itu Ketua PWI Kaltim Endro S Efendi menyambut baik kerjasama ini. Menurutnya, rencana ini sudah lama ingin dilakukan. Mengingat bahwa adanya kemitraan ini akan menambah kompetensi tambahan bagi mahasiswa, khususnya di program pasca sarjana KPI. Apalagi untuk mendapat sertifikasi kompetensi ini dibutuhkan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) dari eksternal kampus. Endro juga berharap, kerjasama ini tak hanya terbatas pada mahasiswa pasca sarjana, tapi juga nanti bisa diterapkan ke jenjang S1.

Dikatakan Endro, MoU ini bersifat mutualisme, karena dari sisi praktek, seorang jurnalis lebih tahu, tapi tidak di sisi teorinya. Sehingga dampaknya tentu memberikan nilai positif pada kedua belah pihak, baik wartawan maupun mahasiswa itu sendiri.

“Dari KPI saya juga baru tahu kalau wartawan itu merupakan profesi kenabian. Karena sama-sama bertugas menyampaikan pesan. Hal ini kan kita sebagai reporter tidak pernah sadar,” urai Endro.

Sebagai realisasinya, direncanakan dalam waktu dekat akan digelar seminar daring, dengan mengundang pembicara dari luar. Dengan adanya pengetahuan baru yang didapat kedua pihak, output yang diharapkan akhirnya akan menumbuhkan kesadaran bersama, untuk memberikan informasi yang clear dan akurat, tanpa menimbulkan keresahan di masyarakat.

Dalam prosesnya, Endro memastikan tetap ada assesment yang dilakukan pihaknya, sehingga nanti ada sertifikat yang dikeluarkan bersama UINSI dan PWI. Lalu juga akan dibentuk lembaga-lembaga pengkajian, karena PWI menginginkan UINSI akan memiliki lembaga sertifikasi komunikasi sendiri.

Bahkan Endro juga berharap, UINSI ke depannya bisa menjadi salah satu Tempat Ujian Kompetensi (TUK) untuk profesi wartawan. Tentu dengan terlebih dahulu memenuhi syarat-syarat verifikasi yang diatur oleh dewan pers.

“Kalau selama ini kita tahu Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) hanya bisa dilakukan di PWI atau asosiasi jurnalistik lainnya. Jika UINSI bisa menjadi salah satu lembaga uji, tentu memudahkan wartawan atau mahasiswa yang menjadi wartawan di daerah ini melakukan uji kompetensi,” pungkas Endro mengakhiri. (ar)

TP PKK Gelar Vaksin Covid-19 Untuk Ibu Hamil dan Masyarakat

September 8, 2021 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA -TP PKK Kaltim menggelar vaksinasi Covid-19 yang ditargetkan untuk ibu hamil, ibu nifas, lansia dan masyarakat umum. Vaksinasi digelar di Ruang Vanda TP PKK Kaltim di Jalan M Yamin Samarinda., Rabu (8/9/2021).

Ketua TP PKK Kaltim Hj Norbaiti Isran Noor mengaku sangat gembira melihat antusias masyarakat dan ibu hamil yang sangat tinggi untuk mengikuti vaksinasi Covid-19.

“Beberapa hari lalu ketika kami buka pendaftaran online, 15 menit saja langsung penuh,” kata Norbaiti.

Hal ini menandakan bahwa antusias masyarakat sangat tinggi untuk mengikuti vaksinasi Covid-19.

“Risiko terpapar Covid-19 itu sama. Tapi bila sudah terpapar, risiko ibu hamil itu akan lebih berat. Apalagi ada dua nyawa yang harus kita selamatkan di sana,” tambah istri Gubernur Kaltim H Isran Noor itu.

Vaksinasi yang digelar TP PKK Kaltim bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kaltim dan Dinas Kesehatan Samarinda itu diberikan kepada 500 penerima vaksin. Rencananya, Kamis besok vaksinasi kembali disiapkan 600 dosis lagi.
Sementara Ketua Perkumpulan Obsetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Kaltim Kaltara dr Handi Wiradarma yang juga hadir dalam vaksinasi tersebut mengungkapkan dari penelitian di seluruh dunia, vaksinasi untuk ibu hamil sangat aman.

Dijelaskan Handi, saat kehamilan umumnya daya tahan tubuh menurun. Maka kondisinya akan semakin berat jika ibu hamil terpapar Covid-19. Karena itu POGI menyarankan agar ibu hamil mengikuti vaksinasi Covid-19 agar memiliki kekebalan terhadap kemungkinan serangan virus ini. Namun demikian, minimal usia kandungan sekitar 3 bulan untuk bisa mengikuti vaksinasi tersebut.

“Karena itu penting bagi pemerintah untuk terus mengedukasi masyarakat, termasuk ibu hamil agar mau mengikuti vaksinasi Covid-19 ini. Insyaallah aman bagi ibu hamil,” tandas Handi. (samsul)

« Previous PageNext Page »

  • vb