Jejak Letusan Semeru Dalam Prangko

January 9, 2022 by  
Filed under Opini

Oleh : Eko Wahyuanto  *)

Gunung Semeru

Gunung Semeru di Lumajang Jawa Timur, merupakan puncak gunung berapi tertinggi di Jawa,  memuntahkan lahar panas di siang menjelang sore, pada 4 Desember 2021. Sontak langit diatas Lumajang dan sekitarnya gelap gulita disertai hujan lebat diberbagai tempat.

Letusannya menghempaskan ribuan ton abu vulkanik, melelehkan lava pijar cair dan panas guguran, serta hujan abu. Erupsi Semeru dibarengi arus air bah deras dan kencang, menerjang pemukiman warga dan mengalirkan material vulkanik dari lereng bagian  atas, hingga mematahkan kaki jembatan Glagah Perak, memutus jalur vital transportasi kedua kecamatan di area tersebut.

“Ketika malam tiba, situasi masih mencekam, gelap karena aliran listrik putus. Sebagian orang yang tidak sempat menyelamatkan diri dan memilih bertahan dirumah terus dicekam ketakutan. Mereka tidak punya pilihan untuk menyelamatkan diri ke tempat yang aman agar terhindar dari bencana susulan, yang tidak dapat diprediksi karena kondisi tidak memungkinkan. Hanya terdengar suara teriakan beberapa relawan yang berhasil menerobos kelokasi terdampak, sesekali memanggil-manggil warga yang diduga masih terjebak didalam rumah, untuk dievakuasi”.

Erupsi gunung berapi merupakan petaka bagi umat manusia, menghancurkan lingkungan, merusak infrastruktur, dan bahkan menghilangkan puluhan sampai ribuan nyawa. Oleh karena itu dalam upaya melakukan mitigasi dan tindakan dini terhadap terjadinya bencana alam, pemerintah mencanangkan program bertajuk Indonesia Tanggap Bencana.

Eko Wahyuanto

Rangkaian cerita pilu dan menyedihkan dari erupsi Mahameru, usaha pemerintah menanggulangi dampak bencana serta pengabdian para pegiat bencana dalam melakukan pertolongan pertama pada para korban, akan digambarkan dalam sebuah seri prangko yang akan diterbitkan pemerintah dalam waktu dekat.

Melalui program penerbitan prangko  Direktorat Pos Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kominfo, sesuai diatur dalam UU No 38 tahun 2009 dan Permen Kominfo No 21 Tahun 2012 tentang Prangko, mengangkat subyek letusan Gunung Semeru dalam tema Indonesia Tanggap Bencana. Dalam rapat Pokja Nasional Prangko,  Kominfo bersama Kementerian Sosial di Jakarta baru-baru ini, telah dibahas usulan Prangko Letusan Semeru tersebut sekaligus akan menjadi terbitan perdana di 2022.

Seperti di ketahui, melalui carik kertas kecil bernama prangko, berukuran antara 2 X 3 cm, dicetak secara security printing, masyarakat dapat memaknai setiap peristiwa penting seperti bencana, sebagai sarana untuk pembelajaran, sekaligus mengingatkan pentingnya mitigasi bencana dilakukan sejak dini bagi masyarakat.

Selain sebagai media pembelajaran, prangko letusan Semeru akan menjadi dokumen penting bagi bangsa Indonesia sebagai negara dengan barisan gunung berapi terpanjang di dunia, untuk menunjukkan pada dunia bahwa keindahan wisata gunung merupakan daya pikat luar biasa. Prangko letusan gunung Semeru menjadi sarana promosi wisata ke dunia internasional karena setiap penerbitan perangko akan dicatatkan pada organisasi pos dunia, Universal Postal Union (UPU). Kedepan, prangko tersebut dapat dikoleksi sebagai benda collectable bernilai tinggi karena menyimpan cerita dan dokumen sejarah bagi Indonesia.

Jutaan tahun lalu, pulau Jawa termasuk Jawa Timur sering dilanda bencana gunung meletus. Sebagai wilayah ring of fire di Asia Pasifik kisah runtuhnya beberapa kerajaan di Jawa juga terkait bencana alam ini. Tidak heran jika sejak ratusan tahun lalu masyarakat telah akrab dengan kisah cerita rakyat terkait meletusnya gunung berapi.

Prangko Indonesia yang mengangkat kisah dalam tema gunung berapi diantaranya; Gunung Bromo terbit tahun 1987, 2017, cerita rakyat Tengger terbit tahun 1998., Letusan Tambora terbit dalam SS tahun 2015. Disamping itu ada seri gunung 2003 bentuk trapesium ada 5 gunung, yaitu G. Kerinci, G. Merapi, G, Tambora, G. Krakatau, G. Raung. Tangkuban prahu terbit tahun 1961. 100 Tahun Meletusnya Krakatau terbit tahun 1983.

Di Jawa Timur, kisah suku Tengger misalnya, merupakan salah satu cerita rakyat lereng Bromo, disampaikan secara turun-temurun hingga kini. Pemerintah sudah menerbitkan Prangko tentang cerita seputar kawah Bromo dan peristiwa Kasodo tahun 1987 dengan total produksi 2 juta keping dalam seri pariwisata Indonesia.

Sedangkan untuk upacara Kasodo termasuk dalam seri cerita rakyat yang terbit tahun 1998 sebanyak 5 buah gambar dan Sampul Hari Pertama – SHP dan souvenir sheet.

Jadi prangko selain sebagai alat bayar juga sarana edukasi bagi generasi melenial.

Sejarah lain yang dipotret dalam prangko diantaranya, prangko bertemakan Gunung Tambora dalam tajuk Tambora Menyapa Dunia tahun 2015, yakni bertepatan dengan 200 tahun terjadinya erupsi gunung Tambora tepatnya tahun1915 hingga menenggelamkan satu kota, dan membuat langit dihampir seluruh belahan dunia gelap. Prangko ini dihiasi gambar berlatar belakang gugusan bukit Gunung Tambora, beberapa perempuan yang menggunakan rimpu, yaitu kain sarung yang digunakan menutupi kepala yang hanya menampakkan wajah.

Seri prangko yang terkait dengan peduli bencana alam antara lain seri Merapi tahun 1954, Tsunami Aceh tahun 2005, 200 Tahun Meletusnya G. Tambora tahun 2015, 100 Tahun Meletusnya Krakatau tahun 1983, Bencana Alam Meletusnya Gunung Agung tahun 1963, bencana tsunami di Flores tahun 1961 (cetak tindih), bencana alam 1953 (meletusnya G. Sangeang Api NTB dan banjir di Aceh), seri bencana alam tahun 1967 dan seri bencana alam meletusnya G. Kelud tahun 1966.

Kisah dalam bencana seperti diatas layak dimasukan pada bagiaan diskripsi penerbitan prangko, sehingga prangko mencatat jejak sejarah dan menjadi sarana pembelajaran. Masih banyak cerita tentang erupsi gunung berapi yang lebih mengerikan, mencekan dan menelan banyak korban, baik didalam maupun diluar negeri. Kisah-kisah nyata itu selain dibukukan dalam sejarah kegunungapian juga dapat dipotret dalam bingkai kecil prangko. Sekali lagi melalui prangko kita dapat melihat setiap jejak suatu momentum dimasa tertentu. Semoga penerbitan prangko seri Letusan Semeru tahun 2022 ini berjalan lancar dan dapat terbit sesuai jadwal yang ditetapkan.

*) Analis Kebijakan Ahli Madya Kominfo

MAXstream Rilis “Merindu Cahaya de Amstel”

January 8, 2022 by  
Filed under Gaya Hidup

JAKARTA – Telkomsel melalui platform marketplace konten video on-demand (VoD) terdepan dan berkualitas MAXstream menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan konten hiburan digital yang berkualitas dan inspiratif bagi seluruh kalangan di setiap fase kehidupan. Komitmen tersebut diwujudkan MAXstream yang mengawali tahun 2022 dengan merilis film orisinal berjudul “Merindu Cahaya de Amstel”. Film orisinal tersebut akan tayang perdana di bioskop Tanah Air pada 20 Januari 2022.

Wilayah Area Pamasuka (Papua Maluku Sulawesi Kalimantan) Telkomsel menggelar Meet and Greet film “Merindu Cahaya de Amstel” yang berlangsung secara virtual dan dapat disaksikan juga melalui channel 4U MAXStream pada hari Jumat 7 Januari 2021. Momen spesial bagi pelanggan Telkomsel yang mengikuti acara ini dapat berinteraksi bersama para pemeran diantaranya Rachel Amanda, Bryan Domani, Ridwan Remin, dan Brisia Jodie.

General Manager DLS and Direct Sales Area Pamasuka Muhammad Asrullah mengatakan, mengawali tahun 2022, Telkomsel menjadi perusahaan telekomunikasi digital terdepan yang berupaya menemani setiap aktivitas digital masyarakat, termasuk dalam mengakses hiburan digital berkualitas. Hadirnya film orisinal “Merindu Cahaya de Amstel” di platform VoD terdepan MAXstream maupun di bioskop ini juga menjadi bagian dari upaya Telkomsel dalam mendukung seluruh sektor industri kreatif di Indonesia karena film tersebut diadaptasi dari novel romansa populer karya Arumi E. yang terinspirasi dari kisah nyata seorang mualaf.

“Mengangkat isu mengenai cinta dan religi yang tak ada habis-habisnya untuk diulas, film ini diharapkan dapat memberikan pandangan berbeda dalam memaknai kedua isu tersebut dan mampu menyentuh seluruh lapisan masyarakat Indonesia,” kata Asrullah.

Film “Merindu Cahaya de Amstel” yang semula merupakan sebuah karya novel mampu dihadirkan ke dalam bentuk karya audio visual berkat kolaborasi yang terjalin antara MAXstream dengan rumah produksi Unlimited Production. Disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu, film bergenre drama romansa ini berkisah tentang cinta segitiga yang dialami oleh Khadijah Venhoveen (Amanda Rawles), seorang mualaf yang tinggal di Amsterdam dengan Mala (Rachel Amanda) dan Nicolaas Van Dijk (Bryan Domani). Tak hanya mengisahkan sisi romansa Khadijah, film ini juga mengisahkan cerita perjuangan Khadijah sebelum menemukan Islam.

Turut dibintangi oleh Maudy Koesnaedi, Ridwan Remin, Oki Setiana Dewi, dan Rita Nurmaliza, film “Merindu Cahaya de Amstel” ini merupakan kisah nyata yang dikemas secara menarik dan menjadi tontonan yang layak untuk ditunggu baik di bioskop maupun aplikasi MAXstream. Kehadiran film ini turut memperkaya daftar pilihan konten hiburan orisinal berkualitas di aplikasi MAXstream, yang dapat dinikmati kapan pun dan di mana pun oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia, terutama pelanggan Telkomsel.

“Kami berharap penayangan “Merindu Cahaya de Amstel” ini dapat memberikan tontonan yang tidak hanya menghibur, tapi juga mampu memberikan pandangan-pandangan baru hingga nilai-nilai positif bagi siapa pun yang menontonnya. Ke depan, sebagai upaya mempertegas komitmen sebagai ‘The Home of Entertainment’, Telkomsel akan terus mengoptimalkan peran MAXstream dalam menjalin kolaborasi dengan lebih banyak lagi sineas lokal sehingga mampu menghadirkan konten orisinal yang lebih variatif bagi seluruh masyarakat sekaligus untuk memajukan industri perfilman Tanah Air,” tutup Asrullah. (*/adv)

Konvensi Media Siber dan Wartawan Legend Bedapatan Akan Digelar Di Samarinda Kaltim

January 7, 2022 by  
Filed under Serba-Serbi

Rapat Persiapan Panitia Pelaksana Konvensi Media Siber dan wartawan Legend Bedapatan

SAMARINDA – Ratusan wartawan se-Kaltim akan hadiri acara  Konvensi Media Siber dan Wartawan Legend Bedapatan , Sabtu (8/1/2022) di Hotel Swiss Bell Samarinda, kegiatan yang digelar Insan Pers Kaltim ini akan menghadirkan Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Dewan Pers, M Agung Dharmajaya.

“Iya. Pak Agung sudah mengkonfirmasi ke Samarinda pagi hari, memenuhi undangan panitia menjadi narasumber dalam konvensi media siber,” ucap ketua panitia, Charles Siahaan, Kamis (6/1/2022).

Konvensi Media Siber merupakan salah satu kegiatan dari acara “Outlook Pers Kaltim 2022”. Selain konvensi, diadakan pula pertemuan tokoh-tokoh pers lintas generasi dengan tajuk; “Wartawan Legend Bedapatan”.

Saat acara “Wartawan Legend Bedapatan” diisi dengan acara Haul mendoakan Wartawan Kaltim yang sudah meninggal dunia. Kemudian ada juga acara deklarasi kalangan pers agar salah seorang tokoh pers Kaltim, yakni Almarhum Oemar Dachlan dicalonkan sebagai Pahlawan Nasional.

“Pada malam puncak itu nanti ada pemberian penghargaan kepada Kapolda Kaltim dari PWI. Ini penghargaan karena selama tahun 2021 lalu Polda dan jajarannya di seluruh Kaltim konsisten menegakkan undang-undanga nomor 40 tahun 1999 tentang pers, jika terjadi sengketa pers,” ucap Uchok, panggilan dari Charles Siahaan.

KONVENSI MEDIA SIBER

Ide menggelar konvensi media siber muncul setelah melihat dinamika pertumbuhan media siber di Kaltim yang saat ini diperkirakan telah mencapai 170 media. Sebagian media-media online itu belum bergabung dalam organisasi pers seperti Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) atau AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

Dari sekitar 170 media online di Kaltim umumnya juga belum terverifikasi oleh Dewan Pers. Bahkan baru beberapa media saja.

“Uniknya. Meski media-media siber ini belum memenuhi syarat undang-undang pers maupun aturan dewan pers, mereka bisa menyedot APBD melalui kontrak-kontrak kerjasama pulbikasi,” ujar Charles.

Dari fenomena pertumbuhan pers itu acara Konvensi Media Siber mengambil tema; Standard Perusahaan Pers. Selain menghadirkan narasumber penting dari Dewan Pers, panitia juga mengundang Kepala Dinas Kominfo Kaltim HM Faisal dan Sekretaris DPRD Kaltim M Ramadhan.

Narasumber lain adalah para ketua organisasi perusahaan media siber di Kaltim, yaitu M Sukri (Ketua JMSI Kaltim), Rahman Amin (Ketua SMSI Kaltim) dan Sumarsono (Ketua AMSI Kaltim).

Sedangkan peserta acara konvensi media siber panitia mengundang seluruh kepala dinas Kominfo kabupaten/kota se Kalimantan Timur dan seluruh Sekretaris DPRD kabupaten/ kota se Kaltim.

“Para pemred media online, cetak dan televisi. Termasuk para wartawannya, silakan hadir,” ucap Charles. (*/hd)

Dir Binmas Polda Kaltim Sambangi PWI Kaltim

January 7, 2022 by  
Filed under Kalimantan Timur

Dir Binmas Polda Kaltim Komisaris Besar Polisi (KBP) Anggie Yulianto Putro, SH, SIK (tengah0 diapit Ketua PWI Kaltim Endro S. Efendi (kiri) dan Sekretaris PWI Kaltim Wiwid Marhaendra Wijaya (kanan)

SAMARINDA – Direktur Pembinaan Masyarakat (Binmas)  Komisaris Besar Polisi (KBP) Anggie Yulianto Putro, SH, SIK, mendadak ke Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim di Jalan Biola Samarinda.

Pria yang baru dilantik 5 Januari 2022 tadi, sengaja mampir ke markas organisasi profesi wartawan di Kaltim itu, untuk silaturahmi.

“Sengaja mampir dadakan, mumpung ada kesempatan,” sebut Anggie yang sebelumnya bertugas sebagai Kepala Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Kalteng itu.

Anggie menyebutkan, ke Samarinda mewakili Kapolda Kaltim, menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kaltim bertepatan dengan HUT ke-65 Pemprov Kaltim.

“Nah sebelum pulang ke Balikpapan, mampir dulu ke sini,” sebutnya.

Kedatangan Dir Binmas Polda Kaltim ini disambut Ketua PWI Kaltim Endro S. Efendi juga Sekretaris PWI Kaltim Wiwid Marhaendra Wijaya.

Tak ada agenda khusus, kunjungan silaturahmi itu hanya berisi diskusi ringan, sekaligus penjelasan dari Anggie terkait tugasnya di Binmas Polda Kaltim.

“Tugas utama fokus penciptaan keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya. Di antaranya pembinaan ketertiban sosial, pengaturan masyarakat, pemuda, anak-anak dan wanita.

Termasuk pembinaan terhadap polisi masyarakat, organisasi masyarakat dan komunitas masyarakat. Tak ketinggalan, juga memberikan pembinaan terhadap Satuan Pengamanan (Satpam) hingga polisi khusus.

“Salah satu tugas Binmas memberikan pelatihan kepada satpam. Termasuk melakukan pengawasan terhadap jasa pengamanan,” sambungnya.

Sementara di garda terdepan, personel yang turun langsung ke masyarakat adalah para polisi Babinkamtibmas, yang bermitra dengan kepala desa dan Babinsa.

Dikatakan Anggie, Kaltim akan menjadi ibu kota negara. “Tentunya kita mendukung agar rencana itu bisa diwujudkan. Salah satunya dengan menciptakan suasana kondusif,” ujarnya.

Polri, kata dia, mengharapkan dukungan semua pihak, baik pemerintah maupun swasta dan masyarakat agar kaltim selalu aman.

“Karena itu, jika ada persoalan, diutamakan bagaimana melakukan pencegahan, bahkan bila perlu diantisipasi sejak awal, sebelum berpotensi terjadi gangguan Kamtibmas,” imbuhnya.

Terakhir, Anggie juga berharap, sistem keamanan lingkungan (Siskamling) juga patut kembali digalakkan. “Itu juga yang dilakukan di Jepang. Tak peduli status sosial, mereka dengan senang hati ikut menjaga lingkungan masing-masing,” urainya.

Ketua PWI Kaltim, Endro S. Efendi menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi atas kedatangan Dir Binmas Polda Kaltim.

“Sebuah kehormatan bagi kami dikunjungi. Mudah-mudahan kerja sama ini terus berlanjut,” sebut Endro.

Endro pun menyampaikan ucapan terima kasih karena selama ini Polda Kaltim selalu berkomunikasi intens jika ada kasus yang melibatkan insan pers.

Atas alasan itu pula, PWI Kaltim memberikan penghargaan kepada Kapolda Kaltim, dalam acara Outlook Pers Kaltim 2022 yang akan digelar Sabtu (8/1) nanti di Swissbell Hotel Samarinda. Melalui Dir Binmas tersebut, Endro berharap, Kapolda Kaltim bisa hadir dalam penyerahan penghargaan itu. (*)

Transformasi Prangko Digital dan Prangko  Crypto

January 7, 2022 by  
Filed under Opini

Oleh : Eko Wahyuanto *)

Eko Wahyuanto

Derasnya arus perubahan di semua lini yang terjadi saat ini, telah mengubah cara dan kebiasaan setiap orang dalam perilaku dan tatanan dunia baru. Seluruh aspek kehidupan manusia telah memasuki era digital. Menjelang berakhirnya abad ke-20 perkembangan teknologi telematika yang sedemikian pesat dan terus menerus mendisrupsi berbagai bidang kehidupan, termasuk bidang penyelenggaraan pos nasional, terutama pada piranti alat tukar pembayaran yakni prangko.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika – Kominfo salah satu tugasnya menerbitkan prangko, sebagaimana diamanahkan UU No 38 tahun 2009 tentang Pos.

Kementerian Komunikasi dan Informatika yang menjalankan sebagian tugas pemerintahan di bidang informasi dan teknologi informatika, dalam tatanan baru transformasi digital, salah satunya ditandai dengan penggunaan barcode / QR code dan telah menjadi trend baru dalam ekosistem penyelenggaraan pos ditanah air.

Hal ini sejalan dengan perkembangan dunia digital yang semakin maju, dengan ditandai munculnya sarana telekomunikasi modern, yang secara alami menuntut perkembangan fungsi dari prangko. Prangko yang pada awalnya dipergunakan hanya untuk memenuhi kebutuhan pelunasan tarif pos telah mengalami perubahan seiring dengan perkembangan jaman.

Prangko yang hanya merupakan label atau carik kertas, atau teraan di atas kertas dengan bentuk dan ukuran tertentu, baik bergambar maupun tidak bergambar, yang memuat nama negara penerbit atau tanda gambar yang merupakan ciri khas negara penerbit, dan mempunyai nilai nominal tertentu berupa angka dan/atau huruf.

Permenkominfo RI No 21 Tahun 2012 Bab 1: Ketentuan Umum Pasal 1 ayat 1)disebutkan bahwa fungsi utama prangko adalah sebagai biaya pengiriman pos, selain itu berfungsi sebagai collected items (fillatelis), alat edukasi masyarakat seperti kebudayaan suatu bangsa, sejarah dunia, media komunikasi dan promosi pariwisata serta momentum sejarah

Secara fisik prangko dicetak menggunakan material sekuriti berupa kertas, tinta, foil dan teknik cetak sekuriti (bisa berupa Teknik cetak Offset, rotogravure, intaglio, hot stamping, screen print, perforasi, dan digital numbering.

Digital Stamp; Tahun 2022 ini telah dicanangkam sebagai uji coba penerbitkan prangko digital atau prangko yang dikemas secara Hybrid. Yaitu prangko  convensional yang dilengkapi fitur digital baik berupa barcode atau QRcode. Barcode atau QR code ini bisa menampilkan deskripsi prangko dan atau sebagai alat track and trace kiriman yang menggunakan prangko, sehingga pengguna jasa pengiriman pos dapat melacak dimana posisi barang kirimannya.

Tentu saja penambahan fitur pada prangko akan sangat berpengaruh pada ongkos produksi prangko, sehingga untuk tahun anggaran 2022, fitur ini belum dapat diterapkan ke seluruh terbitan prangko, dan sekali lagi sifatnya masih ujicoba. Oleh sebab itu barcode/QRcode yang ditambahkan hanya untuk mendeskripsikan prangko tersebut agar penentuan seri prangko yang dipilih dapat dilakukan pada awal tahun, segera setelah SK penerbitan prangko diterbitkan. Sehingga memiliki waktu persiapan yang cukup.

Jika fitur Barcode akan digunakan sebagai alat track and trace kiriman, maka fitur ini harus diterapkan pada seluruh terbitan prangko, karena adanya kalangan tertentu yang memilih prangko jenis tertentu sebagai alat bayar kirimannya. Untuk hal ini perlu kiranya menerbitkan prangko definitif yang digunakan khusus untuk pemrangkoan yang memuat barcode/QRcode yang dapat berfungsi untuk track and trace.

Perkembangan teknologi digital (barcode dan QR code) dalam proses track and trace pengiriman surat. Kemudahan masyarakat untuk mendapatkan informasi secara cepat dan tepat serta kebutuhan pemerintah untuk tetap menyebarluaskan informasi melalui gambar yang ada di dalam prangko, dapat dikembangkan dengan penggunaan QR code dan teknologi Augmented Realty.

Indonesia juga sudah mulai menerbitkan prangko dengan identifikasi digital QR code, atau setidaknya prangko dengan varian berbagai fitur seperti seri peringatan Peruri Emas 50 Tahun. Beberapa negara juga sudah menerbitkan prangko yang dibubuhi identifikasi digital seperti barcode dan QR code seperti Yunani, Amerika Serikat, Thailand, Prancis, China, Inggris, dan lain-lain.

Perkembangan teknologi digital (barcode dan QR code) dalam proses track and trace pengiriman surat tersebut, memberi kemudahan masyarakat untuk mendapatkan informasi secara cepat dan tepat serta kebutuhan pemerintah untuk tetap menyebarluaskan informasi melalui gambar yang ada di dalam prangko. Ini semua dapat dikembangkan dengan penggunaan QR code dan teknologi Augmented Realty.

Perkembangan teknologi digital tidak hanya berakhir pada penerapan Augmented Realty, Barcode, QR code saja, melainkan sekarang sudah bergeser menuju ke teknologi crypto yang menggunakan basis blockchain dalam aplikasinya.

Crypto Stamp; Baik digital stamp maupum crypto stamp, keduanya merupakan aset digital milik RI, meskipun secara infrastruktur dapat dikatakan  belum memadai, mengingat dari segi peralatan dan biaya produksi cukup mahal, tetapi paling Indonesia sudah menjemput masa depan format prangko berbasis Crypto

Dalam mengembangkan model Crypto Stamp (NFT), diharapkan Peruri sudah mulai menyusun proses bisnis penerbitan crypto stamp (NFT), mulai dari erencanaan, design, sistem, dan business process, serta pola distribusi hingga ke pembeli.Termasuk besaran biaya produksi dan maintenance agar pemerintah punya gambaran yang jelas untuk menentukan tarif atau harga jual prangko crypto.

 

Sebagai menandai ujicoba terbitnya crypto stamp,  prangko yang diterbitkan bisa saja merupakan prangko yang pernah diterbitkan secara konvensional. Sebagai contoh seri Kepala Negara RI, atau prangko Covid 19, karena kedua prangko tersebut punya magnitude atau daya tarik yang luar biasa.

Untuk tahap ini, Indonesia belum mempunyai kesiapan dari peraturan dasar mengenai penggunaan teknologi crypto di dalam kehidupan kita sehari hari.

Crypto Stamp diramalkan akan menjadi trend baru dalam penggunaan teknologi NFT (Non Fungible Token). Dibeberap negara seperti Austria, Brasil dan Amerika jenis prangko dengan teknologi

NFT baru juga diujicobakan. Ini merupakan aset digital yang tidak dapat direplikasi atau diduplikasi, dan bukan merupakan alat tukar, namun bisa diperjual belikan. NFT berjalan diatas teknologi blockchain, sehingga yang bisa mengetahui penerbit NFT, hanya pembeli pertama, dan pemilik saat ini;

NFT diimplementasikan pada karya seni digital seperti gambar, musik, salah satu NFT yang sangat  terkenal saat ini adalah CryptoKitties. Dalam hal di Indonesia diperlukan ekosistem blockchain yang secara pengelolaan menjadi aset digital RI, meskipun secara infrastruktur dapat dikatakan  belum memadai, mengingat dari segi peralatan dan biaya produksi cukup mahal, tetapi paling kita sudah menjemput masa depan format prangko berbasis Crypto.

Sebagai upaya mempersiapkan kedua prangko tersebut yakni digital stamp dan crypto stamp, kominfo melalui Direktorat Pos terus melakukan telaah dan kajian, bersama kalangan pegiat prangko, budayawan, akedemisi, PT pos Indonesia dan Peruri. Dimasa datang akan dikembangkan bola bensmarking ke negara-negara yang telah terlebih dahulu menerbitkan Prangko Digital dan Crypto Stamp.

 

*) Penulis adalah Analis Kebijakan Ahli Madya-Kominfo

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1726719
    Users Today : 4391
    Users Yesterday : 4756
    This Year : 663228
    Total Users : 1726719
    Total views : 14606858
    Who's Online : 59
    Your IP Address : 216.73.217.101
    Server Time : 2026-04-29