Peringatan HPN Ke-76 Tahun 2022, PWI Malang Raya Gelar Syukuran dan Khatam Quran

February 9, 2022 by  
Filed under Serba-Serbi

MALANG  – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya memperingati Hari Pers Nasional (HPN) ke-76, tahun 2022 dengan menggelar tasyakuran dan khataman Al-Qur’an di kantor PWI Malang Raya yang baru kompleks Pertokoan Istana Dinoyo Jalan MT. Haryono Kota Malang, Rabu ( 9/2/2022 ).

Acara dikemas santai lesehan, dihadiri seluruh anggota PWI Malang Raya, organisasi Profesi wartawan yang disahkan Dewan Pers antara lain  AJI dan IJTVI juga para wartawan senior dan mantan wartawan termasuk Gatot Soekardi Mantan Ketua PWI era Walikota Malang Soegiono ( ayah Edi Rumpoko mantan Walikota Batu ).

Di Kesempatan tersebut, Gatot menyampaikan, PWI Malang Raya saat ini sudah berbeda dengan era 1983 silam, kini kemajuan dalam berorganisasi luar biasa.

“Saya sudah 60 tahun menjadi Wartawan, jadi saya tidak pernah bekerja kemanapun, hanya wartawan, saya lihat PWI sekarang ini lebih solid,” ucapnya.

Gatot berpesan berpesan kepada para wartawan untuk selalu menjalin komunikasi baik dengan berbagai pihak selama menjalankan kerja kejurnalistikan.

“Saya berpesan kepada adik-adik wartawan anggota PWI Malang Raya, untuk selalu menjaga komunikasi dengan sejumlah pihak yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, wartawan ini punya banyak kuping dan mata untuk terus berbagi dengan sekitarnya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PWI Malang Raya, Cahyono menegaskan , dalam peringatan HPN 2022, ke-76 ini, PWI Malang Raya memfokuskan pada kegiatan sosial, ziarah ke makam sejumlah jurnalis senior yang sudah meninggal dunia.

“Selain ziarah, kami juga menyalurkan paket sembako bagi mantan wartawan, dan ke sejumlah panti asuhan dan pondok pesantren,” katanya.

Disebutkan Cahyono, PWI Malang Raya bulan depan mengadakan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang akan digelar pada 18 Maret hingga 20 Maret 2022. Secara Gratis. Dilaksanakan dalam 6 kelas dengan jumlah peserta 36 orang. Quota sesuai dengan ketentuan Nasional. Yang sudah mendaftar seluruh Wilayah Jawa Timur, Bogor, Kalimantan selatan dan Kalimantan tengah.

“Kami menyesuaikan kuota Nasional, yang menyatakan diri untuk ikut dan sudah mendaftar yaitu Bogor, Kalsel, Kalteng dan seluruh Jawa Timur, ikut semuanya. Banyak yang mempertanyakan kok bisa Gratis ya?,“ ujarnya.

PWI Malang Raya tahun ini pula akan menjadi tuan event Nasional yakni Pekan Olahraga Wartawan Nasional ( Porwanas )yang akan diikuti seluruh wartawan se- Indonesia. Direncanakan ada 10 Cabang Olahraga dengan jumlah atlet sekitar 2 ribu orang.

“Oleh karena itu terus terang PWI Malang raya tidak berdiri sendiri, tentu akan melibatkan semua pihak termasuk teman se profesi AJI, IJTV serta Pemda Kota, Kabupaten Malang serta Kota Batu, “ ungkapnya.

Porwanas merupakan event yang tepat sebagai sarana promosi. Mengingat yang hadir para Jurnalis se-Indonesia. Tentu mereka akan mengabadikan moment dan kegiatan yang ada di Malang Raya dan di Publis ke media nya masing-masing.  Sehingga moment ini layak dimanfaatkan sebagai sarana silaturahmi dan promosi, tambah Cahyono.

“Kami berharap dukungan dari seluruh pihak. Baik dari internal anggota PWI, dan rekan-rekan lintas organisasi profesi yang ada di Malang Raya untuk turut mensukseskan serangkaian acara yang kedepan bakal digelar oleh PWI Malang Raya,” pungkasnya. (bs)

 

Pejabat Kubar Jadi Tersangka Tipikor, Bupati Yapan : Kita Prihatin, Pegawai Jangan Takut Bekerja

February 9, 2022 by  
Filed under Daerah

Dari kanan, Kabag Humas FX. Sumardi, Bupati FX Yapan, sekdakab Ayonius, Kabag hukum Adrianus Joni

SENDAWAR – Ditetapkannya YY – Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Barat (Kubar) sebagai tersangka Kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) oleh Kejaksaan Negeri Kubar, membuat keprihatinan Bupati Kutai Barat (Kubar) FX.Yapan.

Bupati FX.Yapan kepada awak media di ruang eksekutif lantai tiga kantor Bupati Kubar, Rabu (9/2/2022) mengaku prihatin atas kasus yang menimpa bawahannya.

“Saya secara pribadi, keluarga dan atas nama pemerintah kabupaten Kutai Barat, saya sangat prihatin dengan masalah ini,” ungkap FX Yapan didampingi Sekda Kubar Ayonius, Kabag Humas Pemkab Kubar, FX Sumardi serta Kabag Hukum Adrianus Joni.

Yapan menjelaskan, dirinya tidak mengintervensi proses hukum yang tengah dialami anak buahnya. Sebab semua orang sama di mata hukum. Sebagai negara hukum maka semua pihak harus patuh dan menghormati proses hukum yang tengah berjalan.

Ia berharap proses di Kejaksaan ini berjalan dengan baik sesuai aturan sehingga segera diserahkan ke pengadilan serta segera ada keputusan pengadilan

“Kita semua berdoa dan menyerahkan proses hukum karena negara kita negara hukum, kita harus patuh terhadap hukum,” ujarnya.

Mantan ketua DPRD Kubar itu menilai, YY dan BAM (kontraktor pengadaan) masih berstatus tersangka. Sehingga ia meminta masyarakat mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Bupati Kutai Barat – FX.Yapan

“Ini baru (tersangka) kita masih memakai praduga tak bersalah. Memang prosesnya ya begitu. Nanti pada keputusan tetap baru kita lihat. Kalau memang ada salah ya pasti ada sanksi, kalau tidak salah berarti lepas dari sanksi hukum,”  sambungnya

Bupati juga mengimbau seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kubar tetap bekerja seperti biasa dan jangan takut. Pasalnya menurut bupati, banyak pegawai yang takut terjerat hukum.

“Saya menghimbau juga kepada seluruh pelaksana anggaran, aparat pemerintah jangan takut bekerja, karena mereka ini ketakutan,” katanya.

Bupati Yapan sudah sering mengingatkan, agar aparat pemerintahan bekerja sesuai dengan aturan yang ada. Jangan takut tapi jangan juga terlalu berani. Semua sudah ada ketentuan-ketentuan, ada tahapan-tahapan yang harus diikuti.

Ketua DPC PDI Perjuangan itu menegaskan, dirinya sudah berulang kali meminta seluruh ASN bekerja sesuai aturan. Jika sudah sesuai regulasi, maka tidak perlu takut dijerat hukum.

“Jadi kita harus berbuat sesuai. Harapan saya teman-teman yang ada di OPD masing-masing, bekerjalah sesuai aturan dan tidak usah takut,”tegas Yapan.

Aparat pemerintahan sudah diberikan tugas, tanggungjawab, diberikan jabatan, amanah oleh rakyat dan juga ini oleh Tuhan, maka lakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku, mekanisme, proses yang berlaku.

Seperti diketahui, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kutai Barat (Kubar) menetapkan sekaligus menahan tersangka YY dan BAM atas kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pengadaan seragam sekolah di Dinas Pendidikan (Disdik) Kubar Tahun Anggaran 2018, Senin (07/2/2022).

Berdasarkan surat penetapan tersangka Nomor : B-209/0.4.19/Fd.2/02/2022 tanggal 07 Februari  2022 atas nama inisial YY sebagai Pejabat pembuat Komitmen (PPK), dan surat penetapan tersangka Nomor : B- 208/0.4..19/Fd.2/02/2022 tanggal 07 Februari 2022 atas nama BAM (kontraktor pengadaan), kedua tersangka langsung dilakukan penahanan di rumah tahanan Polres Kubar selama 20 hari terhitung sejak tanggal 07 Februari 2022 sampai dengan tanggal 26 Februari 2022. (arf)

Konvensi Media Massa HPN 2022 Rekomendasikan Model Media Massa yang Berkelanjutan

February 8, 2022 by  
Filed under Serba-Serbi

Chelsia Chan – moderator (kiri), Dian Gemiano – Ketua Indonesia Digital Association (tengah) dan Janoe Arijanto – CEO Dentsu One (kanan)

KENDARI – Pelaksanaan Konvensi Nasional Media Massa dalam rangka hari pers nasional (HPN) tahun 2022 yang berlangsung di Hotel Claro Kendari berlangsung selama dua hari, 7-8 Februari 2020 dan berakhir, Selasa sore, 8 Februari 2022,  menghasilkan kesimpulan dan rekomendasi yang dibacakan oleh moderator sesi ke-3 Chelsia chan.

Konvensi Dengan tema Membangun Kedaulatan Nasional di Tengah Gelombang Digitalisasi Global dan Membangun Model Media Massa yang Berkelanjutan, mempertemukan berbagai stakeholder dari kalangan media, pemerintah, pelaku usaha di bidang digital maupun pengamat, yang pada hakikatnya bertujuan memetakan persoalan, sekaligus mendiskusikan jalan keluar yang dihadapi bangsa Indonesia secara keseluruhan maupun khususnya komunitas media.

Konvensi Nasional Media Massa diharapkan mengubah tantangan yang dihadirkan oleh disrupsi digital menjadi peluang yang menguntungkan bangsa dan mempertahankan kelangsungan media sebagai pilar penting demokrasi kita.

Chelsia Chan salah satu tim perumus dan memoderatori Sesi ke-3 tampil para pembicara Janoe Arijanto (CEO Dentsu One), dan Dian Gemiano (Ketua Indonesia Digital Association) di ruang Konvensi Hotel Claro Kendari, sedangkan pembicara lain Ronny W. Sugiandha (Tadex/SVP Digital Advertising & Banking Telkomsel), Thomas Diong (Chief Product & Data Officer Kumparan), dan Anthony Wonsono (CEO Berita Satu) membacakan hasil kesimpulan dan rekomendasi Konvensi Nasional Media Massa dengan lugas.

“Rekomendasi yang berhasil dikeluarkan adalah Terkait Membangun Kedaulatan Nasional di Tengah Gelombang Digitalisasi Global, Pertama, Konvensi Nasional Media Massa HPN 2022 menegaskan bahwa transformasi digital yang terjadi di berbagai bidang, yakni media, fiskal, pajak, perbankan dan lain-lain telah membawa banyak manfaat dan kesempatan baru,” ucap Chelsia Chan.

Tim Perumus kesimpulan dan rekomendasi konvensi terdiri dari 8 orang, diketuai Agus Sudibyo, dengan anggota Eduard Depari, Kemal Effendi Gani, Frans Surdiasis, Neil Tobing, Wenseslaus Manggut, Candi Sinaga dan Christina Chelsea ini menghasilkan rumusan yang sangat bermanfaat bagi dunia pers saat ini.

Chelsia Chan menyampaikan di saat yang sama, kita melihat sejumlah permasalahan yang juga dihadirkan transformasi itu, seperti berkembangnya hoax dan ujaran kebencian di ruang publik, potensi capital outflow dari surplus ekonomi digital, hilangnya potensi pajak dari ekonomi digital, problem ketidaksetaraan hukum dalam industri media dan teknologi, hingga lahirnya pengangguran jenis baru. Situasi ini menuntut dilakukannya telaah yang mendalam tentang kemandirian. Kedaulatan digital mesti menjadi gerakan dan kesadaran bersama.

Konvensi Nasional Media Massa HPN 2022 mendorong negara untuk secara sistematis dan berjangka panjang merumuskan kebijakan yang mengarah pada terbangunnya kedaulatan nasional di bidang digital. Hal ini bersifat mendesak, untuk melindungi kepentingan Indonesia di tengah derasnya transformasi digital yang terjadi di semua bidang. Dalam arti kepentingan ekonomi, kepentingan politik maupun kepentingan alih teknologi.

Kedua, dalam konteks kedaulatan nasional guna membangun ruang publik yang sehat, Konvensi Nasional Media Massa HPN 2022 merekomendasikan agar Pemerintah dan/atau Dewan Perwakilan Rakyat mempercepat kehadiran regulasi Publisher Right maupun regulasi lain yang memiliki tujuan membangun kemandirian atau kedaulatan digital.

Regulasi semacam ini merupakan upaya melindungi kepentingan nasional Indonesia menghadapi dominasi platform global dan pada saat yang sama mewujudkan kedaulatan nasional dalam membentuk ekosistem media yang mampu menjalankan peran demokratisnya secara lebih baik.

Namun perlu ditegaskan, perlu kehati-hatian agar Publisher Right dan regulasi semacamnya tidak mereduksi sisi-sisi positif digitalisasi. Pada prinsipnya, perlu dihindari regulasi berlebihan (over regulation) yang justru menghalangi optimalisasi segi-segi demokratis, deliberatif, produktif dan kreatif dari transformasi digital.

Ronny W. Sugiandha (Tadex/SVP Digital Advertising & Banking Telkomsel) (kiri atas), Thomas Diong (Chief Product & Data Officer Kumparan) (Kanan atas), dan Anthony Wonsono (CEO Berita Satu) (bawah)

Terkait Membangun Model Media Massa Yang Berkelanjutan, Konvensi Nasional Media Massa 2022 tiba pada keyakinan bahwa keberlanjutan dalam jangka panjang media massa perlu dibangun di atas kemandirian yang kuat.

Untuk itu perlu mendorong komunitas pers nasional Indonesia dan pihak yang terkait mulai mengupayakan berbagai inisiatif ke arah terbangunnya kemandirian tersebut.

Pertama, pers Indonesia mesti menyeimbangkan antara model bisnis yang bertumpu pada pendapatan iklan programatik dengan model bisnis yang bertumpu pada pendapatan iklan langsung (direct sale).

Keseimbangan ini diperlukan guna menghindari ketergantungan berlebihan terhadap platform global sehingga diharapkan pers nasional bertumbuh dalam kapasitas ekonominya sendiri. Sebagaimana diketahui, terlepas dari manfaatnya dalam menambah pendapatan media, periklanan programatik membuat media menjadi sangat tergantung pada pihak eksternal dalam mengembangkan model bisnisnya.

Model bisnis yang bertopang pada periklanan programatik juga mendorong media untuk menjalankan praktik jurnalisme yang terlalu berorientasi pada shareability, kepada kuantitas berita, dan cenderung mengabaian persoalan kualitas dan kepantasan jurnalistik. Periklanan programatik juga bisa berdampak negatif terhadap brand recognition perusahaan media di mata pengiklan.

Kedua, pers Indonesia mesti menyeimbangkan akses langsung pengguna ke website media dengan akses tidak langsung pengguna yang difasilitasi platform media sosial, mesin pencari atau agregator berita. Akses langsung ke media bagaimanapun menggambarkan kekuatan brand media dan kekuatan brand inilah yang perlu dibangun guna menopang kapasitas bisnis jangka panjang media massa.

Akses pengguna melalui perantaraan platform media sosial, mesin pencari atau agregator berita memang diperlukan untuk menaikkan trafik atau leverage website media. Namun, ketergantungan berlebihan terhadap platform digital ini membuat website media sangat rentan terhadap dampak negatif perubahan sistem algoritma yang selalu t secara tiba-tiba dan tanpa pemberitahuan dilakukan platform digital.

Ketergantungan terhadap platform digital dalam mendistribusikan konten dalam jangka panjang juga dapat membuat media mengalami krisis brand recognition di hadapan khalayaknya, serta kehilangan peluang terbaik untuk mengumpulkan dan mengelola data pengguna secara mandiri dan prospektif untuk mode periklanan yang lebih efektif.

Ketiga, menyambungkan poin kedua dan ketiga di atas, dapat ditegaskan penting media massa Indonesia mempertahankan atau meningkatkan hubungan langsung (direct relation) dengan kalangan pengiklan dan khalayak pengguna. Media massa harus menjadi pihak yang kredibel, mandiri, dekat dan terpercaya di mata pengiklan dan khalayak.

Keempat, komunitas media massa di Indonesia mesti secara bersama-sama mempertimbangkan inisiatif-inisiatif kolaborasi antar media. Kolaborasi pendistribusian dan monetisasi konten terkurasi, kolaborasi penambangan dan pengelolaan data pengguna secara integratif, serta kolaborasi untuk mengendalikan arus disinformasi dan hoax yang meresahkan masyarakat atau memecah-belah bangsa. Kolaborasi ini sangat penting untuk mereservasi jurnalisme berkualitas di era epidemi disinformasi, serta untuk bersama-sama membangun model bermedia yang berkelanjutan.

Kelima, pada akhirnya, komunitas pers nasional Indonesia harus kembali kepada khittah sebagai kekuatan keempat demokrasi dan ruang publik yang beradab. Untuk itu, berpegang teguh kepada jurnalisme berkualitas atau jurnalisme publik adalah mutlak harus dilakukan. Untuk menghindari tekanan disrupsi, media massa harus bisa menghadirkan sesuatu yang sulit ditemukan publik di jagat media baru.

Di jagat media baru, kebaikan dan keburukan informatif bercampur-baur, berita yang benar dan kabar bohong berkelindan sedemikian rupa. Hal yang sulit diperoleh publik dari jagat media baru itu adalah, kebaikan yang telah dipisahkan dari keburukan, kebenaran yang telah dilepaskan dari kabar bohong. Jurnalisme berkualitas jelas menjadi solusi di sini. Media massa profesional memiliki kemampuan lebih besar untuk mewujudkannya dibandingkan dengan media baru.

Dengan demikian, dapat ditegaskan bahwa kembali kepada khittah jurnalisme berkualitas bukan hanya soal idealisme pers, tetapi juga soal bagaimana menyelamatkan diri dari gelombang disrupsi.

“Semoga ikhtiar bersama untuk mewujudkan rekomendasi ini membawa manfaat bagi kelangsungan media nasional serta kedaulatan nasional di bidang digital.” tutup  Chelsia Chan sekaligus menutup Konvensi sesi ke-3.(vb-01)

 

HPN 2022;  Sinergi Pers, Pemerintah dan Perusahaan dalam Peningkatan Ketahanan Pangan Nasional

February 8, 2022 by  
Filed under Berita

Syahrul Yasin Limpo – Menteri Pertanian RI saat menjadi keynote speaker Seminar Ketahanan Pangan HPN 2022

KENDARI – Masih dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2022 yang di gelar di Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara. Dewan Pers, panitia HPN bekerjasama dengan Forum Wartawan Spesialis menggelar seminar secara hybrid (online dan offline) dengan mengangkat tema Sinergi Pers, Pemerintah dan Perusahaan dalam Mendukung Produktivitas Pertanian Terpadu untuk Peningkatan Ketahanan Pangan Nasional, Senin (7/2/2022).

Ketua Dewan Pers Muhammad Nuh dalam sambutannya menyampaikan adanya pandangan sejak jaman VOC yang namanya monopoli atau dikuasai kelompok tertentu. kemudian tahun 70 an sampai awal reformasi dikenal dengan nama kompetisi, yang menjadi jargon penting, hingga disebut daya saing nasional. Sehingga terjadi kalah menang dalam berusaha.

“Sekarang jamannya sinergi, yaitu zaman semua menang, tidak ada yang kalah. Maka sinergi akan didapatkan dengan adanya kerjasama intersection,” ujar Muhammad Nuh

Muhammad Nuh – Ketua Dewan Pers

Sinergi antara Pers, badan usaha, pemerintah bertujuan untuk ketahanan pangan, mengingat menurutnya, tidak ada yang kuat tidak makan. Maka ia menilai sangat penting ketahanan pangan ini untuk terus disinergikan.

Dikatakan,  saat sekarang bertambah dengan istilah ekosistem pangan Indonesia, sehingga semua harus berkontribusi terhadap ketahanan pangan. Masa depan tidak tergantung dengan salah satu pihak atau pihak lainnya.

“Jika selalu tergantung, maka akan  akan terjajah secara ekonomi, tidak berdaulat,” tegasnya.

Sementara itu Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo akrab disapa SYL  yang menjadi keynote speaker di seminar ini menegaskan pers memiliki peran penting dalam mendukung upaya penguatan sektor pertanian khususnya penyediaan pangan di tengah tantangan dampak perubahan iklim dan pandemi Covid-19.

Peran Pers sangat dibutuhkan untuk menyampaikan prestasi pangan kepada masyarakat dan membangun citra positif yang dapat menggairahkan semua pihak khususnya petani untuk melakukan terobosan baru peningkatan produksi hingga ekspor.

“Peran Pers sangat dibutuhkan untuk menyampaikan kepada masyarakat. Melalui Peringatan Hari Pers Nasional 2022 di Kendari ini, tentunya akan dipenuhi dengan berbagai kegiatan produktif untuk pengembangan media serta wartawan utamanya dalam mendukung program pemerintah, termasuk program pembangunan pertanian,” ujar mantan Gubernur Sulsel ini.

Dipaparkannya, berdasarkan data BPS, PDB Sektor Pertanian konsisten tumbuh positif sejak 2020 dan berlanjut 2021. Pada Triwulan (TW) II 2020, PDB Sektor Pertanian tumbuh positif 16,24% (q to q). Pada tahun 2021 PDB Sektor Pertanian tetap konsisten tumbuh positif, seperti pada Triwulan (TW) I tumbuh positif 2,95% (y-on-y) dibandingkan periode sama tahun 2020.

“Nilai ekspor produk pertanian juga menunjukkan kinerja menggembirakan. Nilai ekspor kumulatif Januari-Desember 2021 mencapai Rp 625,04 triliun atau meningkat 38,69% dibandingkan tahun 2020 yang nilainya sebesar Rp 451,77 triliun,” ungkapnya.

Ditambahkan, negara kita yang masih diselimuti pandemi Covid-19, sehingga perlu peran berbagai pihak, termasuk peran Pers Nasional kita. Dalam masa pandemi ini, peran pers menjadi sangat efektif dalam memutus penyebaran virus berbahaya tersebut, karena bisa mempengaruhi pola pikir masyarakat terhadap pencegahan Covid-19.

“Dukungan pers pun juga berperan memberikan informasi kepada masyarakat agar tetap menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi sumber makanan yang sehat dan bergizi yang dihasilkan dari sektor pertanian,” tutur SYL.

Sunari – Direktur Penghimpunan Dana Perkebunan Kelapa Sawit – Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dalam paparannya menyampaikan hingga tahun 2021 total Luas Lahan perkebunan sawit sebanyak  ± 16,38 Juta Ha, dimana total 2,6 Juta Petani dan  4,3 Juta Pekerja Perkebunan. Rata-Rata Pendapatan Petani Swadaya Rp 4 Juta.

Sunari – Direktur Penghimpunan Dana Perkebunan Kelapa Sawit – Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS)

Produktivitas petani sawit Indonesia rendah, hanya berkisar 2-3 Ton/Ha/Tahun (tanaman tua dan kebun yang menggunakan bibit illegal bahkan palsu, jauh di bawah Perkebunan Swasta yang berkisar 5-6 ton/Ha/tahun.

Industri sawit menghadapi berbagai permasalahan dari sektor hulu sampai dengan hilir. Untuk itu, Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan keberlanjutan industri sawit, salah satunya dengan mendirikan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Solusi yang dilakukan oleh BPDPKS adalah melalui program dana bantuan peremajaan untuk pekebun, dengan menggunakan dana pungutan ekspor sawit.

Terkait Peran pers, Sunari menyampaikan pers dapat turut serta menyampaikan informasi yang membangun sektor perkebunan sawit dengan bersama-sama melawan kampanye negatif baik pada pasar dalam maupun luar negeri yang selalu diserang dengan isu kesehatan dan lingkungan

Program BPDPKS sesuai Perpres 61 Tahun 2015 Jo. Perpres 66 Tahun 2018 diantaranya ; Pengembangan Sumber Daya Manusia; Penelitian dan Pengembangan; Promosi; Peremajaan; Sarana dan Prasarana; Pemenuhan Kebutuhan Pangan; Hilirisasi Industri Perkebunan Kelapa Sawit; Penyediaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati. (hd)

 

 

 

Puting Beliung Terjang Kampung Bumi Jaya Talisayan Berau  

February 8, 2022 by  
Filed under Berau, Daerah

Tampak kondisi rumah warga Talisayan Berau usai dihajar puting beliung Senin (7/2/2022)

TALISAYAN – Awan hitam bergelayut dilangit Kecamatan Talisayan Kabupaten Berau Senin siang  (7/2/2022), sejurus kemudian tiba-tiba angin berputar menerjang kencang, menerbangkan debu jalan, daun dan ranting pohon pun ikut berterbangan diikuti siraman air dari langit yang deras seperti air bah ditumpahkan ke bumi Talisayan.

Suasana semakin mencekam tatkala atap rumah warga yang terbuat dari seng terlepas dari kasau rumah, terbang berputar tak tentu arah. Rumah bangunan semi permanen yang umumnya dari kayu pun roboh. Pot bunga di teras rumah pun ikut tergeser terserak tak beraturan.

Angin puting beliung yang disertai hujan deras terus menghantam kampung Bumi Jaya RT 7 Kecamatan Talisayan Berau sekitar pukul 12.30 Wita membuat warga semakin panik.

Tak ayal lagi,  warga yang tadinya berdiam diri dalam rumah,  kontan berhamburan lari ke luar rumah untuk menyelamatkan diri. Ini setelah melihat atap rumah dan benda apapun yang diterjang puting beliung  dan berhamburan tak beraturan.

“Kejadiannya mendadak,  hujan deras dan tiba-tiba pot bunga depan rumah bergerak dan berhamburan di jalan. Lalu beberapa detik kemudian atap rumah-rumah tetangga terlepas dan berterbangan,” kata H Ahmad Dera menuturkan kronologis angin puting beliung yang menerjang kampungnya.

Melihat kejadian itu, ia bersama keluarganya yang berada dalam rumah panik.  Tambah panik setelah melihat warga berlarian menyelamatkan diri sambil berteriak ‘Angin puting beliung, angin puting beliung’.  Seiring dengan itu,  atap-atap beberapa rumah di seberang jalan terlihat terbang berputar ke atas dan jatuh berhamburan.

Rumah warga paling parah terdampak akibat terjangan puting beliung ini adalah milik Iming (47), warga RT 7 Bumi Jaya.  Seluruh atap dan bangunan rumah Iming habis diporak porandakan angin dan jatuh berserakan beberapa meter dari tempatnya semula.

“Saya lihat atap seng rumah tetangga di seberang jalan terbang ke atas,  berputar seperti kertas ditiup angin,” kata Ahmad Dera.

Data yang berhasil dikumpulkan media ini sedikitnya  5 rumah warga yang rusak. Kerusakan didominasi atap rumah  yang lepas dan perabotan lainnya.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dari musibah tersebut.  Warga gotong royong melakukan perbaikan rumah  rusak,” ujarnya.

Kepala Kampung Sumber  Agung, Kecamatan Batu Putih,  Berau,  Edy Santaso mengimbau kepada warga agar tetap berhati-hati dan waspada menghadapi musim hujan disertai angin kencang belakangan ini.

“Cuaca akhir-akhir ini sering tidak menentu,  terkadang cuaca panas, namun tiba-tiba hujan lebat berkepanjangan dan angin kencang,” pesan Edy Santoso. (yoi)

« Previous PageNext Page »

  • vb