Sambut MotoGP Mandalika, Pasukan Tim Biru Ramaikan Jalanan Kota Surabaya

March 7, 2022 by  
Filed under Gaya Hidup

SURABAYA – Setelah sukses berlangsung di Kota Jakarta, Bandung dan Semarang, kegiatan “bLU cRU Fun Riding Road to Mandalika” kini mulai memasuki wilayah Jawa Timur tepatnya di Kota Pahlawan Surabaya pada Sabtu (5/3). Sama seperti di kota-kota sebelumnya, kegiatan tersebut akan kembali mengajak para bLU cRU Rider dan bLU cRU Fans untuk menikmati aktivitas berkendara bersama All New R15 Connected series dalam rangka menyambut kemeriahan ajang balap kelas dunia MotoGP seri Mandalika di Indonesia.

Kegiatan touring yang melibatkan konsumen YZF-R15 dan para awak media lokal setempat, akan mengambil rute lintas kota dari Surabaya menuju Pandaan. Titik keberangkatan dimulai dari Yamaha Land yang berlokasi di pusat kota Surabaya, kemudian mengarah ke berbagai destinasi landmark kota yang terkenal hingga berujung finish di Resto D’Gunungan Garden, Pandaan.

Bukan tanpa alasan rute touring kali ini diarahkan menuju daerah Pandaan yang notabene merupakan wilayah dataran tinggi yang banyak menyajikan jalanan menanjak dan tikungan-tikungan tajam. Pasalnya, para peserta memang sengaja diajak untuk merasakan performa generasi terbaru YZF-R15 secara lebih maksimal dan menantang.

Kegiatan bLU cRU Fun Riding Road to Mandalika chapter Surabaya ini, adalah bentuk apresiasi Yamaha kepada para bLU cRU Rider dan bLU cRU Fans yang ada di wilayah Jawa Timur, sehingga mereka bisa saling terkoneksi dan menjadi bagian dari sejarah dalam menyambut gelaran akbar MotoGP di Indonesia.

“Selain itu, kegaitan ini juga memberikan kesempatan bagi mereka untuk merasakan impresi berkendara produk terbaru All New R15 Connected series, terutama dalam hal menjajal berbagai fitur superior khas motor sport seperti Quick Shifter, Traction Control System dan juga Dual Channel ABS dalam menaklukan daerah perbukitan Pandaan yang terkenal menantang di kalangan biker Jawa Timur,” ungkap Paulus Paul Himawan W., Chief Yamaha Area Jawa Timur – Nusa Tenggara Timur (NTB).

Terbaik di Kelasnya

Berbagai keunggulan All New R15 Connected series yang datang melalui fitur-fitur baru ternyata sukses membuat motor tersebut menjadi yang terbaik di kelasnya. Hal ini setidaknya dibuktikan oleh Majid (34), salah seorang peserta bLU cRU Fun Riding Road to Mandalika chapter Surabaya yang menjajal langsung impresi berkendara motor tersebut saat bermobilisasi dari Surabaya menuju Pandaan.

Majid mebeberkan bahwa keberadaan fitur Quick Shifter dan Assist Slipper Clutch yang dipadukan dengan mesin 155cc berteknologi Variable Valve Actuation (VVA) serta suspensi Up Side Down pada generasi terbaru YZF-R15, ternyata secara signifikan mampu mendongkrak akselerasi dan handling berkendara motor. Ditambah lagi dengan keberadaan dua fitur anyar, yaitu Traction Control System dan Dual Channel ABS dinilai juga mampu memberikan kontrol dan traksi ban yang lebih maksimal ketika melintasi jalanan rusak dan saat melakukan pengereman secara mendadak (hard braking).

“Harus diakui bahwa All New R15 Connected series saat ini merupakan motor sport fairing terbaik di kelas 150-155cc yang ada di Indonesia. Baik dari segi desain, fitur berkendara maupun performa mesin jauh unggul disbanding kompetitor sejenisnya. Dan keunggulan ini telah saya buktikan langsung saat riding di daerah pandaan. Fitur Quick Shifter dan teknologi VVA pada mesin benar-benar sangat membantu dalam meningkatkan akselerasi berkendara. Handling dan agility motor juga sangat baik, nyaman sekali untuk cornering. Motor ini benar-benar memberikan pengalaman berkendara baru dan lengkap bagi konsumen pecinta motor sport,” ungkapnya.

Selain kegiatan touring, untuk memeriahkan jalannya acara Yamaha juga turut mengadakan kompetisi digital dalam bentuk lomba pembuatan konten foto dan video dengan tema “Share your moment with Yamaha R15”. Berbagai hadiah menarik juga telah disiapkan bagi para peserta yan nantinya keluar sebagai pemenang.

Kemeriahan bLU cRU Fun Riding Road to Mandalika selanjutnya akan hadir di Pulau Dewata Bali pada Sabtu, 12 Maret 2022 dengan berbagai aktivitas yang tak kalah menariknya dan melibatkan para bLU cRU Rider dan bLU cRU Fans di wilayah setempat. Ayo ikuti terus keseruannya. (*)

Perumdam Tirta Kencana Gelar Community Trofeo

March 7, 2022 by  
Filed under Sepakbola

Perumdam Tirta Kencana Gelar Community Trofeo 2022.

Vivaborneo.com, Samarinda — Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana Samarinda memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke 48 dengan  beberapa rangkaian kegiatan,  salah satunya dengan menggelar turnamen sepak bola internal antar pegawai.

Turnamen bertajuk “Perumdam Community Trofeo” ini dipusatkan di Stadion Segiri yang dibuka  Direktur Utama Perumdam Tirta Kencana Samarinda, Nor Wahid Hasyim didampingi Direktur Umum,  Yusfian Noor, Ketua Dewan Pengawas, Aji Syarif Hidayatullah beserta Anggota Dewan Pengawas H. Abdullah, Hargono, Sabtu,  (5/3/2022).

Nor Wahid Hasyim menyampaikan,  selain rangkaian memperingati HUT, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama pegawai yang ada di lingkungan Perumdam Tirta Kencana Samarinda.

“Ajang olah raga tahunan ini diadakan agar tali silaturahmi antar pegawai Perumdam Tirta Kencana Samarinda bisa tetap terjalin dan terjaga serta mampu memberikan nilai positif bagi kinerja pegawai,  agar pelayanan air bersih  kepada pelanggan semangkin baik dan tanggung jawab kerja semangkin meningkat,” ungkapnya.

Ketua Bapor Perumdam Tirta Kecana Samarinda, Chamdany mengatakan, olah raga merupakan bagian dari upaya  meningkatkan imun dan kesehatan tubuh.  Apalagi di masa sekarang  dalam upaya keras mempercepat penanganan covid-19. “Mari kita bersama-sama meningkatkan olahraga agar kita selalu kuat dan juga sehat” katanya.

Chamdany juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran direksi Perumdam Tirta Kencana, jajaran Dewan Pengawas, seluruh peserta dan semua pihak yang telah membantu sehingga kegiatan turnamen sepak bola Perumdam Comunity Trapeo ini bisa terlaksana dengan lancar.

“Terimakasih  kepada seluruh pihak yang telah membantu kegiatan ini dari awal hingga akhir, tetap junjung tinggi sportivitas dan semangat olahraga dalam meraih prestasi,  sampai jumpa di event mendatang,” pungkas Chamdany didampingi ketua pelaksana,  Cepi Wahyudi dan Ahmad Husen.

Turnamen yang berlangsung selama satu hari ini dimulai dari pukul 14.00 Wita, diikuti sebanyak empat kesebelasan yang terdiri dari, Tim Hijau, Merah, Biru Putih serta Tim Kuning.

Tim Merah yang diperkuat pemain legendaris, Abdullah berhasil menjadi juara turnamen kali ini. Pemain terbaik berhasil diraih oleh Masuri dari Tim Kuning,  Sedangkan  pencetak gol terbanyak diraih oleh Dana dari Tim Kuning. Sedangkan  untuk penjaga gawang terbaik diberikan kepada Ferdy Sodik dari Tim Merah. (vb/*)

Gowes Keliling Kota, Jersey Kedua Bike Hati Resmi Dilaunching

March 6, 2022 by  
Filed under Gaya Hidup

Vivaborneo.com, Balikpapan — Jersey kedua komunitas sepeda “Bike Hati” resmi dilaunching. Diawali dengan kegiatan gowes bersama keliling kota Balikpapan, komunitas yang dikomandoi oleh Muhammad Suharno melaunching jersey kedua Bike Hati di restaurant Tip Top dan Hitam Manis Monumen, Balikpapan.

“Alhamdulillah, kita sudah launching jersey Bike Hati yang kedua,” ujar Suharno, di sela-sela launching pada Minggu (6/3/2022).

Menurut Suharno, Bike Hati yang lahir pada 25 Juli 2021 ini diawali dengan seringnya mereka berkumpul sesama pecinta sepeda di Balikpapan.

“Dari seringnya berkumpul itu lah, karena di Balikpapan ini banyak klub komunitas sepeda tapi yang khusus roadbike yang usianya 40 tahun ke atas belum ada, karena itulah komunitas Bike Hati ini lahir, dengan peserta yang usianya di atas 40 tahun,” terang Suharno.

Suharno yang juga didampingi wakil ketua Bike Hati, Efendy Ariadi, penasehat Bike Hati, Yono Suherman, serta anggota yang juga ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Balikpapan, dr. Natsir Akil SPPD-KR menuturkan jika jersey Baik Hati kali ini seiring dengan bertambahnya jumlah anggota.

“Karena semakin banyaknya anggoat baru otomatis mereka bertanya soal jersey, karena itu agar anggota baru juga memiliki jersey, kami sekaligus launching jersey kedua Bike Hati ini,” terangnya.

“Soal warna sebelumnya warna hijau, sekarang warna biru karena agar lebih cerah dan mewah, dan identiknya lagi didesign ada karikatur kota Balikpapan. Sehingga saat ada teman-teman pindah kota tetap ada kenang-kenangan dengan jersey ini,” sambungnya.

Sementara itu Yono Suherman selaku penasehat Bike Hati menerangkan, komunitas ini dibentuk dengan identitas tersendri yakni mereka yang boelh bergabung adala mereka yang berusia 40 tahun ke atas.

“Siapa pun masyarakat Balikpapan pecinta olahraga sepeda yang mau bergabung di Bike Hati silakan bergabung. Tapi Syaratnya mereka yang berusia khusus 40 tahun ke atas. Kecuali anggota perempuan,” ujar Yono Suherman.

Mengapa harus usia 40 tahun,  kata Yono Suherman di Baik Hati ini pesertanya dimindset agar baik hati. Karena itu dengan umur 40 tahun ke atas diharapkan seluruh anggota akan bersikap lebih baik, lebih ramah dan bisa merangkul semua teman-teman.

“Dengan umur 40 ini kita bisa menjalin kekeluargaan dan silaturahmi yang lebih baik lagi. Dan Insya Allah kita akan buat jersey lagi untuk persiapan tour ke Jogjakarta,” tegas pengusaha Balikpapan ini.

Menanggapi eksistensi Bike Hati ini, selaku Ketua IDI Cabang Balikpapan dr. Natsir Akil menerangkan, jika IDI memiliki program yang bisa dikatakan bersinergi dengan olahraga.

“Nah dengan adanya Bike Hati ini sebagai salah satu komunitas sepeda yang eksis di Balikpapan, selain program ilmiah IDI Balikpapan memiliki program yang sejalan dengan Bike Hati, seperti gowes bersama, olahraga, kumpul bersama, ini juga untuk meningkatkan kesehatan fisik dan stamina tentu akhirnya akan meningkatkan drajat kesehatan kita bersama masyarakat Balikpapan, kedepannya aktivitas Bike Hati ini tidak hanya kegiatan di lokal saja namun hingga ke luar daerah,” jelas  ketua IDI Balikpapan periode 2021-2024 ini. (vb/*)

Sosialisasi Perda Penyandang Disabilitas, Agus Aras Ingatkan Kewajiban Pemda dan Perusahaan Swasta Rekrut Penyandang Disabilitas

March 6, 2022 by  
Filed under DPRD Kaltim

H. Agus Aras SM, MAP, anggota komisi III DPRD Kaltim, saat menggelar sosialisasi Perda Kaltim Nomor 1 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas

SANGATTA – Peraturan Daerah  tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas penting disosialisasikan karena menyangkut hak-hak penyandang disabilitas atau dulunya disebut penyandang cacat.  Mengingat masih banyak warga Kaltim yang belum mengetahui bahwa Undang-Undang RI nomor 8 tahun 2016 dan Perda Kaltim nomor 1 tahun 2018 menjamin kesamaan hak  dan kesamaan kesempatan pada penyandang disabilitas termasuk dalam kesamaan hak untuk mendapatkan pendidikan dan pekerjaan.

“Perda Kaltim Nomor 1 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas, pada pasal 13 mewajibkan pihak pemerintah daerah untuk mempekerjakan sedikitnya 2 persen dan untuk perusahaan swasta paling sedikit 1 persen penyandang disabilitas dari jumlah pegawi atau karyawannya,” tegas H. Agus Aras SM, MAP, anggota komisi III DPRD Kaltim, saat menggelar sosialisasi Perda Kaltim Nomor 1 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas kepada ratusan warga Jalan APT Pranoto, Desa Sangatta Utara, Sangatta Kabupaten Kutai Timur, Sabtu (5/3/2022).

Menurut Agus Aras, Peraturan Daerah ini penting disosialisasikan karena menyangkut hak-hak penyandang disabilitas atau dulunya disebut penyandang cacat, mengingat masih banyak warga Kaltim yang belum mengetahui bahwa Undang-Undang RI nomor 8 tahun 2016 dan Perda Kaltim nomor 1 tahun 2018 menjamin kesamaan hak  dan kesamaan kesempatan pada penyandang disabilitas termasuk dalam kesamaan hak untuk mendapatkan pendidikan dan pekerjaan.

Hal senada disampaikan, Dr. H. Ernata Hadi Sujito – Kepala Bidang Rehabilitasi Dinas Sosial Kabupaten Kutim yang menjadi narasumber memaparkan pengertian penyandang disabilitas. Berdasarkan Undang-Undang RI nomor 8 tahun 2016 dan Perda Kaltim nomor 1 tahun 2018 disebutkan Penyandang Disabilitas adalah setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan/atau sensorik dalam jangka waktu lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dapat mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan warga negara lainnya berdasarkan kesamaan hak.

Dikatakan, Kesamaan Kesempatan adalah keadaan yang memberikan peluang dan/atau menyediakan akses kepada Penyandang Disabilitas untuk menyalurkan potensi dalam segala aspek penyelenggaraan negara dan masyarakat. Diskriminasi adalah setiap perbedaan, pengecualian pembatasan, pelecehan, atau pengucilan atas dasar disabilitas yang bermaksud atau berdampak pada pembatasan atau peniadaan pengakuan, penikmatan, atau pelaksanaan hak Penyandang Disabilitas.

“Pada Perda nomor 1 tahun 2018 penyandang disabilitas memiliki hak  dan dijamin oleh pemerintah daerah, diantaranya hak hidup, bebas dari stigma, privasi, keadilan dan perlindungan hukum, pendidikan, pekerjaan, kewirausahaan, koperasi, kesehatan dan hak politik,” ujar Ernata.

Foto Bersama H. Agus Aras (Batik Hitam – duduk di tengah), nara sumber dan peserta sosialisasi Perda Disabilitas di Sangatta

Terkait dengan program kerja Dinas Sosial Kutai Timur, disebutkan Pemkab Kutim telah melakukan roadmap pendataan untuk penyandang disabilitas hingga tahun 2022 sebanyak 616 orang. Dinsos Kutim telah melaksanakan beberapa kegiatan diantaranya  berupaya meingkatkan keilmuannya mendapatkan pendidikan dan keterampilan agar mereka juga memiliki kemampuan keterampilan yang setara dengan warga lainnya.

“Kami telah memberikan bantuan sesuai apa yang mereka  butuhkan seperti Kursi roda, Tangan palsu dan Kaki palsu,” tutur Ernata.

Selain itu upaya Dinas Sosial Kutim  untuk pengawalan masyarakat penyandang disabilitas untuk mendapatkan pekerjaan adalah dengan cara melakukan pembinaan khusus, dan  pihaknya mengaku telah komunikasikan dengan Disnakertrans untuk memberikan kesempatan saudara saudara kita penyandang disabilitas untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.

“Jangan ada pengucilan kepada warga penyandang disabilitas, karena mereka juga memiliki hak yang sama,” tegasnya.

Sementara itu, Muhammad Heldiyanur – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim yang hadir pada Sosialisasi Perda ini mengapresiasi kegiatan sosialisasi Perda Kaltim Nomor 1 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas yang dilaksanakan anggota DPRD Kaltim dari fraksi Demokrat H. Agus Aras.

Menurut Heldi hal ini sejalan dengan program PWI Kaltim yakni turut mencerdaskan kehidupan bangsa dengan menjunjung harkat dan martabat manusia dalam penghormatan terhadap hak asasi manusia bagi penyandang disabilitas di Kaltim.

“Kesamaan hak mendapatkan akses layanan informasi dan demokratisasi bagi penyandang disabilitas akan terus PWI kawal bersama pemangku kepentingan termasuk pemerintah dan DPRD Kaltim,” tutup Heldi yang menjabat Bendahara PWI Kaltim ini. (hd)

 

Tingkatkan Kewaspadaan, BNPT Uraikan Ciri Penceramah Radikal

March 6, 2022 by  
Filed under Hukum & Kriminal

Vivaborneo.com, Jakarta — Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigadir Jenderal Pol. Ahmad Nurwakhid menguraikan tentang penceramah radikal yang disampaikan sebagai peringatan kuat untuk meningkatkan kewaspadaan nasional.

Tanggapan ini berdasarkan pernyataan Presiden RI Joko Widodo untuk meningkatkan kewaspadaan nasional soal penceramah yang berciri radikal. Hal ini dinyatakan Presiden Joko Widodo pada Rapat Pimpinan TNI – Polri di Mabes TNI, Jakarta, Selasa, (1/3/2022).

“Sejak awal kami di BNPT sudah menegaskan bahwa persoalan radikalisme harus menjadi perhatian sejak dini karena sejatinya radikalisme adalah paham yang menjiwai aksi terorisme.  Radikalisme merupakan sebuah proses tahapan menuju terorisme yang selalu memanipulasi dan mempolitisasi agama,” tegas Nurwakhid saat dihubungi, Sabtu, (5/3/2022).

Sementara itu, untuk mengetahui penceramah radikal, Nurwakhid, menguraikan beberapa indikator yang bisa dilihat dari isi materi yang disampaikan,  bukan pada tampilan penceramah.

Setidaknya, ujar Nurwakhid, ada lima indikator yang disampaikannya. Pertama, mengajarkan ajaran yang anti Pancasila dan pro ideologi khilafah trans nasional. Kedua, mengajarkan paham takfiri yang mengkafirkan pihak lain yang berbeda paham maupun berbeda agama.

Ketiga, menanamkan sikap anti pemimpin atau pemerintahan yang sah, dengan sikap membenci dan membangun ketidakpercayaan (distrust) masyarakat terhadap pemerintahan maupun negara melalui propaganda fitnah, adu domba, hate speech, dan sebaran hoaks.

Keempat, memiliki sikap eksklusif terhadap lingkungan maupun perubahan serta intoleransi terhadap perbedaan maupun keragaman (plurlitas).Kelima, biasanya memiliki pandangan anti budaya ataupun anti kearifaan local keagamaan.

“Mengenali ciri-ciri penceramah jangan terjebak pada tampilan, tetapi isi ceramah dan cara pandang mereka dalam melihat persoalan keagamaan yang selalu dibenturkan dengan wawasan kebangsaan, kebudayaan dan keragaman,” tuturnya.

Sejalan dengan itu, Nurwakhid juga menegaskan strategi kelompok radikalisme memang bertujuan untuk menghancurkan Indonesia melalui berbagai strategi yang menanamkan doktrin dan narasi ketengah masyarakat.

“Ada tiga strategi yang dilakukan oleh kelompok radikalisme. Pertama, mengaburkan, menghilang bahkan menyesatkan sejarah bangsa. Kedua, menghancurkan budaya dan kearifan local bangsa Indonesia. Ketiga, mengadu domba di antara anak bangsa dengan pandangan intoleransi dan isu SARA,” urai Nurwakhid.

Strategi ini dilakukan dengan mempolitisasi agama yang digunakan untuk membenturkan agama dengan nasionalisme dan agama dengan kebudayaan luhur bangsa. Proses penanamanya dilakukan secara massif di berbagai sector kehidupan masyarakat, termasuk melalui penceramah radikal tersebut.

“Inilah yang harus menjadi kewaspadaan kita bersama dan sejak awal untuk memutus penyebaran infiltrasi radikalisme ini salah satunya adalah jangan asal pilih undang penceramah radikal ke ruang-ruang edukasi keagamaan masyarakat,” tegasnya. (vb/*)

« Previous PageNext Page »

  • vb