Wartawan FKJB Batu Bagikan Takjil Kepada Warga

April 24, 2022 by  
Filed under Serba-Serbi

MALANG– Forum Kerukunan Jurnalis Kota Batu (FKJKB) membagikan takjil kepada masyarakat di Ngantang  bersama Polsek Ngantang dan Mimo Cafe, Sabtu (23/4/2022) sore.

Ketua FKJKB Eko Sabdianto mengatakan takjil yang dibagikan berupa piscok, boba, capcin serta kue basah dan makanan lainnya, yang dilakukan di depan Mimo Cafe, Pasar Ngantang.

“Kegiatan bagi-bagi takjil ini merupakan bentuk kepedulian umat muslim yang tengah menunaikan ibadah puasa Ramadhan,”katanya.

Takjil yang dibagikan jelang berbuka puasa berjumlah 1.000 bungkus. Dengan harapan bisa membantu masyarakat  meskipun hanya sekadar  makanan untuk berbuka puasa.

“Kami berinisiatif membagikan takjil secara gratis  sekaligus mengajak berbuka puasa bersama, agar mereka ikut bergembira bersama,” tukas Dian.

Kapolsek Ngantang AKP Hanis Siswanto, SH menghimbau agar warga yang ingin mengambil takjil selalu menerapkan protokol kesehatan agar tidak terjadi penyebaran Covid-19.

“Semoga kegiatan ini bisa menginspirasi rekan-rekan jurnalis lainnya  yang berada di wilayah Malang Raya, untuk ikut melakukan hal yang serupa,” kata AKP Hanis.

Owner Caffe Mimo Kiromin Baroroh menyebutkan  moment bulan suci Ramadhan 1443 H merupakan ladang yang tepat  untuk berbuat kebaikan, seperti halnya melakukan kegiatan bhakti sosial kepada masyarakat.

“Salah satunya dengan membagikan takjil atau makanan untuk berbuka puasa secara gratis,”katanya.

Ia menambahkan pihaknya ingin memberikan contoh bahwa anak-anak muda atau kaum millenial juga bisa berbagi dan peduli kepada sesama dengan bersedekah.

Kegiatan bagi takjil sempat menimbulkan kemacetan lalu lintas, namun berkat kesigapan anggota Polsek Ngantang lalu lintas terurai lancar dan terkendali. (buang supeno)

Terbang Perdana, Super Air Jet Bawa 180 Penumpang

April 24, 2022 by  
Filed under Berita

SAMARINDA –Maskapai Super Air Jet terbang perdana dari Surabaya menuju Samarinda, Jumat (22/4) tadi. Penerbangan dari Surabaya, tepatnya dari Bandara Juanda, Sidoarjo, bertolak tepat pukul 06.07 WIB. Dari Bandara Juanda, penumpang diberangkatkan dari Terminal 1 bandara ini, tepatnya di gate 13.

Setelah terbang selama 1 jam 25 menit, pesawat Airbus 320 yang digunakan Super Air Jet mendarat di Bandara APT Pranoto Samarinda tepat pukul 08.31 Wita. Pesawat dengan register PK SAT itu membawa penumpang dari Surabaya 63 orang.

Sebelum mendarat di Bandara APT Pranoto Samarinda, pesawat ini sempat satu kali berputar di atas wilayah Tenggarong, Kutai Kartanegara. Ini karena kondisi cuaca sedang hujan dan berkabut. Namun, pesawat ini akhirnya bisa mendarat dengan mulus.

Begitu mendarat dan menuju apron, pesawat ini mendapat sambutan water salute alias semprotan air dari dua pemadam kebakaran bandara ini. Prosesi ini sebagai tanda pesawat baru mendarat pertama kali di Samarinda.

Super Air Jet kembali bertolak ke Surabaya dengan membawa 180 penumpang. Tentu saja, momen ini juga menjadi penerbangan perdana dari Samarinda menuju Surabaya. Sempat dilakukan prosesi foto bersama, sebelum penumpang diberangkatkan ke Surabaya.

Dalam keterangan resminya, Direktur Safety, Security, and Quality (SSQ) Super Air Jet, Dodi Arifin, menyatakan animo masyarakat sangat tinggi untuk ikut dalam penerbangan perdana Super Air Jet rute Samarinda-Surabaya karena bertepatan menjelang hari raya Idul Fitri 2022. Dodi menjelaskan, penerbangan perdana atau pembukaan rute baru bukan hanya di Samarinda. Hal serupa juga dilakukan di rute tujuan Semarang dan Banjarmasin.

“Sebelumnya Super Air Jet telah menerbangi lima belas kota, yakni Kota Medan, Batam, Padang, Pekanbaru, Palembang, Jambi, Bandar Lampung, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Lombok, Pontianak, Balikpapan, dan Makassar,” ucap Dodi.

Super Air Jet memiliki 21 armada airbus A320 – 200 dengan kapasitas 180 tempat duduk kelas ekonomi. Jumlah armada akan terus bertambah sampai akhir 2022 dengan target 60 armada pesawat merujuk pada strategis bisnis perusahaan.

Rencana selanjutnya dalam waktu dekat, kata Dodi, Super Air Jet akan menambah rute-rute penerbangan baru yaitu ke kota-kota lainnya di timur Indonesia dan tahun-tahun berikutnya berencana menerbangi rute – rute regional dan internasional. “Yaitu rute tujuan Singapura, Malaysia, Cina, Mekkah, dan Madinah untuk penerbangan haji dan umrah.”

Sementara itu, Kepala Unit Pengelola Bandar Udara Kelas I Aji Pangeran Tumenggung Pranoto Samarinda, Agung Pracayanto berharap Super Air Jet juga melirik rute lainnya.

“Masyarakat juga menunggu Super Jet Air membuka rute seperti Semarang, Makassar Denpasar, Banjarmasin dan Yogyakarta. Mohon bisa dimanfaatkan dan masyarakat menunggu,” kata Agung.

Agung menilai hadirnya maskapai Super Air Jet bakal turut mendorong kebangkitan perekonomian, khususnya di Kalimantan Timur. Selain itu, adanya penambahan maskapai, akan membuat masyarakat Samarinda dan sekitarnya punya banyak opsi untuk memilih maskapai yang ingin mereka gunakan. (*)

Tidar Samarinda Gelar Aksi Sosial

April 24, 2022 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA – Setelah disahkan susunan pengurus belum lama ini, Tunas Indonesia Raya (Tidar) Samarinda langsung tancap gas. Organisasi sayap kepemudaan Partai Gerindra ini langsung melakukan berbagai kegiatan. Salah satunya adalah kegiatan sosial keagamaan dengan buka bersama ini di Panti Asuhan Ruhama Samarinda.

Panti asuhan menjadi pilihan karena Tidar Samarinda ingin meningkatkan rasa syukur terhadap sesama dan menyampaikan kepada masyarakat, khususnya anak muda, bahwa Tidar hadir di tengah masyarakat.

“Selain buka puasa bersama, kegiatan dalam kegiatan itu juga memberikan bantuan berupa sembako agar dapat bermanfaat bagi anak yatim piatu. tegas Garin Yudha Primaditya, ketua Tidar Samarinda, Rabu (20/4/2022).

Dikatakan Garin, berbagai kegiatan ini juga akan untuk menjadi tonggak kemajuan pemuda di kota Samarinda. Dengan tema “Bergerak & Berani Berubah“, Tidar Samarinda berharap menjadi spirit untuk anak muda di Samarinda.

“Saya sangat ingin menggencarkan aksi dan kreativitas anak muda untuk disalurkan lewat organisasi ini,” tegasnya. Harapannya, Tidar Samarinda bisa menjadi wadah inkubasi dan tempat menyalurkan aspirasi anak muda di Samarinda.

Dijelaskan Garin, Tidar Samarinda tetap menggaungkan tagline 5 cinta. Yaitu cinta belajar, cinta Indonesia, cinta diri sendiri, cinta kesantunan, dan cinta sesama, Semangat itu menjadi spirit untuk bisa lebih masif melakukan berbagai kegiatan. (*)

Polres Paser Bekuk Pria Penyalahgunaan Sabu di Long Ikis

April 23, 2022 by  
Filed under Serba-Serbi

barang bukti yang berhasil diamankan

TANA PASER – Kasat Reskoba Polres Paser meringkus pria berinisial B (32),  bekerja sebagai buruh harian lepas warga Desa Krayan Jaya, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser, Jumat (22/4/2022)

Kapolres Paser AKBP Kade Budiyarta melalui Kasat Reskoba Polres Paser AKP Yulianto Eka Wibawa mengatakan, pengungkapan kasus berawal dari informasi warga yang melaporkan rumah tersebut sering terjadi transaksi narkotika jenis sabu.

Berdasarkan informasi tersebut, anggota Satreskoba melakukan penggerebekan di TKP yang dimaksud  dan menangkap tersangka B. Polisi menggeledah badan tersangka dan ditemukan satu paket plastik klip yang berisi sisa serbuk kristal warna putih bening yang diduga narkotika jenis shabu dengan berat 0,26 gram, sebuah pipet kaca yang di dalamnya masih terdapat narkotika jenis shabu dengan berat 3,88 gram, satu buah plastik klip kosong, satu buah korek api gas, satu HP merek VIVO warna biru metallic, serta uang tunai sebesar Rp 1.600.000.

“Saat ini, tersangka dan barang bukti sudah diamankan ke Mapolres Paser untuk proses hukum lebih lanjut. Tersangka terjerat pasal 114 subsider pasal 112 tentang narkotika dengan ancaman penjara 5 sampai 10 tahun,”tutupnya (fi).

Salat di Masjid Suwarna dan Awang

April 23, 2022 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Bersama Ketua Masjid Baitul Muttaqien Awang Dharma Bakti (ketiga dari kiri)

KAMIS kemarin saya bermalam di Samarinda.  Tujuan utamanya ingin salat di dua masjid yang pernah dibangun oleh dua gubernur Kaltim pada zamannya. Salat tarawihnya di Masjid Nurul Mu’minin yang dibangun Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak pada tahun 2018 dan salat Jumatnya di Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Kaltim, yang dibangun Gubernur H Suwarna Abdul Fatah pada tahun 2001. Sekalian sambil belajar dalam urusan memakmurkan masjid. Maklum saya sekarang menjadi ketua umum Masjid Agung At Taqwa Balikpapan.

Saya menikmati bisa salat di kedua masjid tersebut. Selain masjidnya sangat megah, juga mengingatkan saya kepada kedua tokoh  yang berjasa besar bagi pembangunan Kaltim itu. Pak Awang Faroek, walaupun kondisinya tidak sesegar dulu, toh tetap bersemangat mengabdi sebagai wakil rakyat, anggota DPR RI dari Partai Nasdem. Sementara Pak Suwarna sekarang menikmati masa tuanya di kediamannya yang sangat luas di kawasan Tapos Bogor, Jawa Barat.

Saya banyak bergaul dan bahkan banyak dibimbing oleh kedua gubernur tersebut. Saya mengenal Pak Awang sejak beliau menjadi dosen saya di Universitas Mulawarman (Unmul) tahun 80-an. Pak Awang jadi dosen Kewiraan dan juga pembantu rektor (Purek) III/Kemahasiswaan. Pernah menjadi ketua DPD KNPI dan PGRI Kaltim. Sampai menjadi anggota DPR RI, bupati Kutai Timur, gubernur Kaltim, dan kembali lagi jadi anggota DPR RI.  Pak Awang menjadi contoh generasi milenial betapa hebatnya perjalanan pengabdian Pak Awang dalam kondisi apa pun demi kepentingan masyarakat.

Sedang Pak Suwarna yang mendorong saya terjun ke wilayah politik. Dari wartawan akhirnya saya menjadi anggota MPR RI Utusan Daerah, kemudian wakil wali kota dan Wali Kota Balikpapan dua periode. Jika lagi datang ke Kaltim, niscaya Pak Suwarna selalu singgah di Balikpapan mengajak makan bersama. “Maju terus selama sehat,” katanya memotivasi saya.

Pembangunan Masjid Nurul Mu’minin di belakang kompleks gubernuran, Lamin Etam itu,  benar-benar menyita perhatian warga kota Samarinda dan bahkan DPRD Kaltim. Ketika akan dibangun dengan biaya APBD sebesar Rp 83 miliar, ada sebagian warga mendukung, tapi sebagian lagi menolak keras sampai berbuntut aksi unjuk rasa dan serangan ke Gubernur Awang. Mereka bukan menolak masjidnya, akan tetapi lokasinya yang dinilai kurang tepat, karena Lapangan Kinibalu bersejarah dari sisi perjuangan rakyat Kaltim dan bersejarah dari sisi perkembangan olahraga terutama sepakbola. Karena itu harus tetap dipertahankan seperti apa adanya.

Dari cerita sejarah perjuangan rakyat di daerah ini, disebutkan pada tanggal 23 Januari 1950 atas desakan para pejuang Kaltim akhirnya Sultan Kutai Kartanegara Aji Muhammad Parikesit mengumumkan tiga sikapnya terhadap pemerintah Indonesia. Pertama, menyetujui bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kedua, setuju bahwa Pancasila adalah dasar pemerintahan. Dan yang ketiga, meminta Pasal 45 UUD RI Serikat, yaitu pemerintahan yang demokratis secepatnya dilaksanakan. Tempat pengumuman Sultan itu di lapanganterbuka, yang belakangan dikenal sebagai Lapangan Kinibalu.

Pada saat itu juga sempat tampil berorasi Abdoel Moeis Hassan sebagai ketua Front Nasional, tokoh utama pergerakan kaum Republiken. Moeis yang akhirnya sempat menjadi gubernur Kaltim tahun 1962–1966 menuntut pemerintahan swapraja atau kesultanan dibubarkan. “Rakyat akan berterima kasih bila Sultan dan kaum bangsawan bisa menyesuaikan diri,” kata Moeis ditulis dalam bukunya IkutMengukir Sejarah.

Belakangan Lapangan Kinibalu banyak digunakan oleh warga sebagai lapangan sepakbola dan fasilitas bermain lainnya. Di situ lahir pemain-pemain terbaik Persisam Samarinda terutama dari keluarga Alex, mulai Aji Sofyan Alex, Mursandi Alex, Deki Alex sampai Adji Surya Dharma Alex. Bahkan Gubernur HM Ardans SH (1988-1998)sewaktu muda sempat berlatih sepakbola di sana. “Pak Ardans bermain di Lapangan Kinibalu saat persiapan menghadapi  Pekan Pemuda di Surabaya tahun 1957,” kata Sofyan Alex, yang sempat berkarier di pemerintahan dan anggota DPRD Kaltim.

Menurut pelatih senior Eddy Simon Badawi, dari Lapangan Kinibalu juga lahir pemain sepakbola berbakat  Aji Ridwan Mas, yang pernah memperkuat tim nasional Garuda tahun 1980-an. Juga di luar keluarga Alex, ada pemain yang juga namanyaterkenal yaitu Ahmad Saibe. “Karena itu kita bangga dan ingin mempertahakan sejarah Lapangan Kinibalu,” tambahnya.

Saya sendiri punya kenangan di Lapangan Kinibalu. Di lapangan itu saya pertama kali bisa nonton sirkus di tahun 70-an. Saya ingat betul saat itu rombongan sirkus dari India (the Great RoyalCircus of India) yang datang. Saya sangat menikmati dan terkagum-kagum karena pertama kali bisa melihat langsung hewan gajah, harimau, dan singa. Dan bisa melihat atraksi ketangkasan akrobatik  para pemain sirkus mulai naik sepeda sampai meloncat-loncat di udara seperti Tarzan. Saya sempat nonton dua kali;satu kali membeli karcis, dan satunya masuk dengan nyerobot supaya gratis. Hehehe.

Meski dibangun zaman Pak Awang, Masjid Nurul Mu’minin yang arsitekturnya terinspirasi masjid di Dubai, Uni Emirat Arab, diresmikan padamasa Gubernur Isran Noor dan peresmiannya tepat pada hari Jumat 24 Juli 2020 bersamaan dengan perayaan Tahun Baru Islam 1442 Hijriah. Salat Jumat pertama itulangsung Wagub Hadi Mulyadi bertindak sebagai khatib.

Awalnya masjid yang dibangun di atas lahan seluas 16 ribu meter persegi ini dengan biaya Rp 83 miliar akan diberi nama Masjid Al Faroek, tapi akhirnya ditetapkan dengan nama lain Nurul Mu’minin. Luas bangunan masjid berlantai tiga ini 5 ribu meter persegi dan diperkirakan bisa menampung jamaah sebanyak 3.500 orang.

Suasana di dalam masjid terasa sejuk. Karpetnya berwarna hijau sama dengan karpet di Masjid Agung At Taqwa. Soundsystem-nya juga jernih. Kotak selawatan ditempeliQR Code Bankaltimtara, sehingga yang bersedekah bisa tempel HP-nya jika tak mau uang tunai. Karena malam Jumat, meski salat tarawihnya 11 rakaat termasuk witir 3 rakaat, masih ditambah lagi ada salat tasbih 4 rakaat. Malam itu sebagai penceramah KH Drs Tasrifin Karim, tokoh Gerakan Baca Alquran dari Kalsel, yang juga mengisi acara Khotmil Quran di Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center. Kiai Tasrifin mengajak umat Islam terus menggelorakan semangat baca Alquran. “Mudah-mudahan hanya sementara kebijakan Kemenag menghentikan izin baru pendirian PAUD Alquran dan Rumah Tahfidz Alquran,” katanya.

TERBESAR KETIGA

Setiap orang datang ke Samarinda pasti terkagum-kagum melihat kemegahan Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Kaltimdi Telok Lerong.Apalagi letaknya di tepi Sungai Mahakam. Karena itu tak jarang tamu dari berbagai daerah berkunjung ke tempat ini untuk melaksanakan wisata rohani. Dari jembatan Mahakam orang sudah bisa melihat ketinggian 7 menara masjid,  di mana menara utamanya menjulang setinggi 99 meter menggambarkan asmaul husna atau 99 nama-nama Allah SWT. Di waktu malam tambah semarak dengan cahaya lampu hiasnya yang penuh nuansa keagungan dan artistik. Kalau kita melangkah dari lantai dasar ke lantai utama, jumlah anak tangganya ada 33 menggambarkan sepertiga jumlah biji tasbih. Sedang 6 menara lainnya simbol rukun iman ada enam.

“Ini niatnya Bapak Gubernur Suwarna yang sangat luar biasa. Beliau terinspirasiketika salat di Masjid Nabawi saat melaksanakan  ibadah umrah ke Tanah Suci,” kata Ketua Masjid Baitul Muttaqien, Awang Dharma Bhakti (ADB). Waktu pembangunan masjid, ADB sebagai kepala Dinas Pekerjaan Umum Kaltim. Dia ditugasi memimpin langsung pembangunan Masjid Baitul Muttaqien yang menelan biaya APBD tidak tanggung-tanggung sebesar Rp 500 miliar bahkan terakhir mencapai Rp 650 miliar. Kontraktor utamanya dipercayakan kepada Total Bangun Persada dengan 4 perusahaan perencana.  Sebelumnya mereka melakukan studi banding ke Malaysia, Turki, dan Arab Saudi.

Istimewanya pembangunan masjid ini melibatkan tiga presiden. Pencanangannya tahun 2000 oleh Presiden Abdurrahman Wahid ketika berkunjung ke Bontang. Sedang pemancangan tiang pertama dilakukan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada tanggal 5 Juli 2001.  Tujuh tahun kemudian baru rampung dan diresmikan oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada tanggal 16 Juni 2008.

Semula nama masjid hanya dikenal sebagai Masjid Islamic Center Kaltim. Baru enam  tahun kemudian, tepatnya pada tahun 2014 diberi nama Masjid Baitul Muttaqien, yang peresmian namanya dilakukan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin.

Dengan luas bangunan utama 43.500 meter persegi, Baitul Muttaqien mampu menampung sampai 45 ribu jamaah. Karena itu masjid ini termasuk terbesar ketiga di Asia Tenggara setelah Masjid Istiqlal Jakarta dan Masjid Agung Surabaya.Baitul Muttaqien juga termasuk dalam seribu masjid terindah dari 7.000 masjid yang ada di Indonesia.

Baitul Muttaqien dibangun di atas lahan yang sangat luas, 120 ribu meter persegi. Tadinya tanah ini adalah lokasi penggergajian kayu, kantor, dan kompleks perumahan karyawan PT Inhutani I. Berkat kegigihan Gubernur Suwarna ditambah lagi tujuan utama sangat mulia untuk lokasi Islamic Center, PT Inhutani I akhirnya ikhlas menghibahkan.

Masjid ini memiliki gaya khas masjid-masjid di Turki yang dikombinasikan dengan gaya bangunan Eropa, Timur Tengah, dan Melayu. Perpaduan aneka gaya arsitektur itu dapat dilihat dari bentuk kubahnya yang mengadopsi model kubah Masjid Haghia Sophia di Turki. Menaranya mengadopsi Masjid Nabawi dan selasar masjid yang terdapat tujuh gerbang mengadopsi Masjid Putrajaya, Malaysia.

Di area lantai dasar masjid terdapat sebuah beduk dari kayu asli Kalimantan, Bengkirai (Shorea laevis) berdiameter 180 cm. Bentuk beduknya agak unik karena mengikuti bentuk batang kayu aslinya. Kayu bengkirai dikenal masyarakat mirip kayu ulin, yang biasanya digunakan untuk kusen rumah atau bangunan lainnya. “Itu sumbangan pribadi dari keluarga Pak Suwarna,” kata ADB.

Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Kaltim dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Ada perpustakaan yang luas, ruang serbaguna untuk pertemuan termasuk resepsi pernikahan, taman kanak-kanak, klinik bersalin, asrama, dan kantin. Jalan masuknya juga dilengkapi dengan fasilitas untuk penyandang disabilitas.

Ketika saya temui seusai salat Jumat kemarin, ADB sempat kaget. Saya langsung diperkenalkan dengan pengurus masjid lainnya. “Setelah pensiun saya banyak di sini, mendapat amanah memakmurkan masjid ini,” katanya bersemangat.

Dalam pengumpulan dana jamaah, pengurus amat gigih. Di pagar masuk sudah ada petugas yang memegang kantong infak parkir. Di tangga menuju ruang salat juga ada sejumlaremaja yang bertugas. Di dalam masjid selain kotak amal yang diedarkan, masih ada sejumlah anak-anak remaja masjid yang membawa kantong infak. Kotak amalnya juga ditempeli QR Code Bankaltimtara.

Ketika saya akan meninggalkan masjid, Samarinda diguyur hujan. “Sepertinya hujan berkah karena Bapak salat di masjid ini,” kata seorang jamaah yang mengenal saya sambil minta berselfie ria. Alhamdulillah, kita masih bisa menikmati Ramadan yang agung.(*)

 

 

 

 

 

 

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1189234
    Users Today : 4933
    Users Yesterday : 5952
    This Year : 125744
    Total Users : 1189234
    Total views : 11301974
    Who's Online : 62
    Your IP Address : 216.73.216.159
    Server Time : 2026-01-23