Kukar Rawan Pelecehan Seksual

April 7, 2022 by  
Filed under Kutai Kartanegara

Hero Suprayetno

TENGGARONG – Beberapa pekan terakhir masyarakat terkejut dengan informasi terkait pelecehan seksual di daerah ini. Masyarakat juga dibuat bingung karena pelaku yang seharusnya menjadi contoh dan bertindak sebagai pelindung justru tega melakukan tindakan di luar norma.

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DP3A) Kutai Kartanegara Hero Suprayetno mengaku prihatin atas adanya tindakan pelecehan seksual tersebut. Diakui, jumlah tingkatan pelecehan seksual ini juga terjadi akibat dari keberanian masyarakat atau korban pelecehan untuk melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.

“Sampai dengan triwulan 2 jumlah laporan di DP3A saja sudah masuk sekitar 25 laporan terkait pelecehan seksual. Ini harus ada perhatian khusus untuk ini,” ungkap Hero yang juga pernah menjadi dosen unikarta ini, Kamis (7/4/2022).

Menurutnya, banyak faktor yang mempengaruhi hingga terjadinya peristiwa ini. Bahkan pelaku seringkali berasal dari orang-orang terdekat. Sering kali ditemukan kasus pelecehan terjadi pada kelompok keluarga miskin. Umumnya tidak memiliki kemampuan ekonomi serta pendidik yang baik sehingga memunculkan rasa takut untuk melaporkan kejadian tersebut.

Dikatakan Hero, kejadian terkait pelecehan seksual ini memang harus ada tindakan perlindungan dalam kaitannya pendampingan psikologis maupun hukum bagi para korban.  DP3A Kukar  telah memiliki program KIDUNG (Kukar Siap Mendampingi dan Melindungi).  Namun terkendala terkait dengan  anggaran, jumlah Konselor dan psikologis klisnis yang bersertifikat  saat  ini sifatnya hanya relawan dan hanya 1 orang yang berstatus PNS.

“Harus ada pendampingan bagi para korban,psikolog yang mumpuni didukung dengan sertifikat yang paham agar korban bisa segera sembuh dari trauma kejadian yang dialami,” katanya.

Menurutnya perlu penanganan yang komperhensif yang melibatkan tenaga profesional dan dinas serta istansi terkait untuk korban agar segera pulih dari trauma psikologis serta dapat menjalani proses penegakan hukum bagi para pelaku tindak kejahatan ini.

Hal ini memerlukan gerakan bersama seluruh pemegang kebijakan dalam meminimalisir peristiwa atau tindak kekerasan bagi perempuan dan anak melalui berbagai pendekatan baik preventif maupun represif.  Seluruh jajaran pemerintah terkait mulai tingkat kabupaten,  kecamatan hingga tingkat desa dan terutama d ilingkungan keluarga  dapat memulai  dari kegiatan edukasi kepada kelompok rentan berdasarkan analisis faktor-faktor  determinan yang menjadikan  penyebab  tindakan penyimpangan tersebut. Sosialisasi,  advokasi dan peningkatan kehidupan ekonomi dilakukan kepada warga miskin serta mengimbau partisipasi aktif dalam pencegahan dan penanganannya bagi mayarakat di lingkungan terdekat.

Disampaikan Hero, sosialisasi dilakukan  pemerintah, masyarakat serta dukungan dari pihak terkait kepada masyarakat agar memahami pentingnya edukasi seksual. Dengan adanya regulasi, komitmen, SDM, partisipasi, metode dan inovasi yang pas maka akan tercipta kondisi lingkungan yang baik bagi mental masyarakat khususnya Kutai Kartanegara yang juga akan menjadi bagian ibukota baru.

“Kompleksitas permasalahan akan semakin bertambah ketika Kukar ditetapkan menjadi salah satu daerah penyangga IKN sehingga langkah-langkah  strategis dan inovatif yang mampu mencegah dan minimalisir ini mesti menjadi prioritas dan perhatian bersama semua pihak,” ujarnya.  (Ria)

Punya Warna dan Grafis Baru, Yamaha Lexi Kini Tampil Lebih Modern dan Elegan

April 7, 2022 by  
Filed under Gaya Hidup

JAKARTA – PT Yamaha Indonesia Motor Mfg. terus melakukan pembaruan pada jajaran skutik Maxi Yamaha dalam rangka mendukung kebutuhan berkendara bagi sang penggunanya. Sentuhan pembaruan tersebut tidak hanya menyasar pada segi desain, teknologi fitur, maupun performa mesin, namun juga melalui kehadiran warna-warna baru yang membuat tampilan motor menjadi semakin menarik dan stylish.

Hal tersebut seperti yang dilakukan pada salah satu model di jajaran skutik Maxi Yamaha yang telah dinobatkan sebagai Best Medium Skutik 125cc di ajang Otomotif Award 2022, yaitu Yamaha Lexi yang di awal bulan April ini hadir dengan pilihan warna baru. Warna baru tersebut adalah Matte Green pada varian Lexi Standard yang sebelumnya telah lebih dulu diaplikasikan pada model Maxi Yamaha lainnya, yakni XMAX dan All New NMAX 155 Connected series.

Selain pilihan warna baru, varian Yamaha Lexi Standard juga mendapat sentuhan penyegaran melalui penyematan grafis anyar dengan desain minimalis berkelir emas. Kehadirannya yang menjadi aksen pemanis di bagian body cover depan, samping dan belakang, tentunya semakin memberikan kesan mewah dan elegan pada motor.

Kebutuhan berkendara serta karakter konsumen yang beragam, mendorong Yamaha untuk terus berusaha memenuhi harapan dan ekspektasi para pecinta skutik premium melalui kehadiran warna-warna baru di jajaran skutik Maxi Yamaha.

“Selain memperkaya pilihan konsumen, warna Matte Green dan grafis baru yang menyertainya juga memberikan nilai tambah dalam hal tren gaya hidup, karena warna tersebut merupakan warna spesial yang dirancang khusus untuk meningkatkan kesan premium dan stylish dalam meningkatkan kebanggaan ketika sedang berkendara,” ungkap Antonius Widiantoro, Manager Public Relation, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Mfg.

Tidak hanya varian Standard, update warna juga turut dilakukan pada varian Yamaha Lexi S. Disini warna Prestige Silver dibuat menjadi lebih terang dan berkilau sehingga semakin maksimal dalam mengekspos siluet lekukan body motor Yamaha Lexi yang terkenal padat dan seksi.

Sementara untuk Matte Blue serta Matte Black, kedua warna tersebut kini dibuat menjadi lebih solid untuk menggambarkan karakter motor yang modern dan energik secara lebih tegas. Khusus untuk Matte Black, kelir bagian velg dan sub-tank suspension juga ikut dirombak menjadi bronze dari sebelumnya berwarna emas. Hal ini pun turut berlaku untuk warna Matte Black yang ada pada varian Yamaha Lexi S ABS.

Selain warna dan grafis baru, Yamaha Lexi juga memiliki banyak keunggulan yang sangat mendukung kegiatan berkendara konsumen. Dari segi desain, selain memiliki tampilan Maxi DNA yang stylish dan kompak, motor ini juga menyajikan riding position yang nyaman melalui area pijakan kaki luas serta jok panjang dan lebar.

Sementara untuk fitur, skutik Maxi Yamaha ini menawarkan banyak hal. Mulai dari kunci berteknologi Smart Key System (SKS)* yang dilengkapi dengan immobilizer dan remot answer back untuk memudahkan konsumen mencari motornya saat di parkiran. Lalu ada Electric Power Socket untuk mengisi daya smartphone, Stop & Start System (SSS)* untuk mengurangi konsumsi bahan bakar yang tidak perlu saat motor berhenti, Anti-Lock Braking System** untuk mencegah roda ban terkunci saat pengendara melakukan pengereman secara mendadak, hingga sistem pencahayaan LED yang terang dan Speedometer full digital yang sangat informatif. Tidak ketinggalan, Yamaha Lexi juga menawarkan kenyamanan ekstra melalui penggunaan tabung suspensi belakang untuk peredaman yang lebih baik saat motor melintasi jalan bergelombang.

Terkait jantung pacu motor, Yamaha Lexi mengusung mesin Blue Core 125cc dengan teknologi Variable Valve Actuation (VVA) yang tidak hanya bertenaga di setiap putaran mesin, namun juga efisien dalam hal konsumsi bahan bakar. Penyematan teknologi Smart Motor Generator (SMG) juga memberikan sensasi suara mesin yang lebih halus saat motor tengah dinyalakan.

Yamaha Lexi saat ini ditawarkan dalam 3 varian, yaitu Yamaha Lexi Standard seharga Rp 23.998.000 Yamaha Lexi S seharga Rp 27.179.000 dan Yamaha Lexi S ABS seharga Rp 29.829.000. Seluruh harga yang terlampir merupakan On The Road (OTR) Balikpapan.  Sedangkan On The Road (OTR) Samarinda & Tenggarong Yamaha Lexi Standard seharga Rp 24.198.000 Yamaha Lexi S seharga Rp 27.379.000 dan Yamaha Lexi S ABS seharga Rp 30.029.000. Untuk informasi lebih lanjut terkait produk, kunjungi website resmi Yamaha Indonesia di https://www.yamaha-motor.co.id/ (adv)

*Tersedia pada varian Yamaha Lexi S dan Lexi S ABS

**Hanya tersedia pada varian Lexi S ABS

Ketua Baznas Kaltim Pantau Pasar Ramadan di Samarinda Seberang

April 7, 2022 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kaltim H Ahmad Nabhan mengunjungi stan Pasar Ramadan Baznas di Jalan Bung Tomo Samarinda Seberang. Kunjungan ini dimaksudkan untu k melihat langsung kondisi Pasar Ramadan yang disiapkan khusus untuk 42 pelaku UMKM binaan Baznas di seputaran Samarinda Seberang. Program ini merupakan kegiatan awal Baznas pada Ramadan tahun ini.

“Kondisi secara umum baik. Mereka terlihat tetap bersemangat meski kondisi pengunjung belum sesuai harapan,” kata Ahmad Nabhan, Rabu (6/4/2022).

Salah satu pelaku UMKM menyampaikan pengunjung ramai pada hari pertama. Selanjutnya tidak seramai hari pertama. Mereka menduga karena faktor hujan yang sempat mengguyur Samarinda Seberang menjelang sore kemarin.

Ketua Baznas Kaltim H Ahmad Nabhan  memberi nasihat agar para pelaku UMKM tetap bersabar.

“Yang penting semua dicatat. Berapa modal, berapa keuntungannya. Kalau ada yang tersisa, sedekahkan ke masjid untuk buka puasa atau berikan ke tetangga sekitar. Insyaallah Allah akan menggantikan lebih dari itu,” kata Nabhan kepada para ibu UMKM binaan Baznas.

Ahmad Nabhan  pun menghampiri satu per satu stan untuk bertanya dan memberi semangat mereka. Terdapat tiga stan tidak terisi. Kabarnya mereka mengundurkan diri.

“Untuk yang mengundurkan diri, bantuan akan kami tarik dan akan diserahkan kepada yang berhak. Selanjutnya, kami juga akan evaluasi,” kata Nabhan di area Pasar Ramadan Baznas di Samarinda Seberang.

Peninjauan juga dilakukan oleh Anggota Dewan Pengawas Baznas Kaltim H Elto. Dia katakan, pihaknya ingin memastikan apakah penyaluran dana zakat  ini sudah tepat sasaran dan manfaat.

“Secara umum tadi kita lihat semua bersemangat dan bermanfaat bantuannya. Kita doakan usaha mereka lancar,” harap Elto.

Ikut hadir dalam pemantauan lapangan itu Wakil Ketua  I Baznas Kaltim Miswan Thahadi dan Direktur Pelaksana Baznas Kaltim Harir Mutamam. (sam)

Sudah Sejuta Suntikan

April 7, 2022 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

TIADA hari tanpa vaksinasi, termasuk dalam bulan Ramadan ini. Itu yang dilakukan Pemerintah  saat ini di seluruh pelosok Tanah Air, termasuk di Kaltim dan Balikpapan. Apalagi Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan fatwa yang menegaskan bahwa menjalanivaksinasi meski berpuasa tidaklah termasuk kategori yang membatalkan. Termasuk juga bagi mereka yang dicolok hidung atau mulutnya  untuk kepentingan deteksi  Covid-19 melalui rapid test atau  SWAB.

Yang penting, kata MUI, tidak menyebabkan bahaya atau dharar. Karena itu vaksinasi bisa juga dilakukan pada malam hari jika pelaksanaan vaksinasi pada siang hari saat berpuasa dikhawatirkan menyebabkan bahaya akibat lemahnya kondisi fisik sang penerima vaksin.

Beberapa hari lalu tim Dokkes (Seksi Kedokteran dan Kesehatan) Polda Kaltim dipimpin dr Albari dan dr Yulia melakukan vaksinasi di halaman Masjid At Taqwa Balikpapan di sela-sela pelaksanaan tarawih. Selain jamaah, ratusan warga di sekitar masjid berdatangan.

“Alhamdulillah, kita bisa ikut vaksin,” kata beberapa pengurus masjid.

“Tolong sampaikan terimakasih kami kepada Bapak Kapolda Kaltim Irjen Pol Imam Sugianto,” kata seorang ketua RT mewakili warganya. Sementara itu tim Puskesmas rencananya juga akan membuka kesempatan vaksinasi di Masjid At Taqwa dalam waktu dekat ini.

Selaku ketua masjid, saya minta semua petugas harus sudah menerima vaksin sampai vaksin ketiga atau booster. Karena petugas masjid setiap hari berhadapan dengan ratusan jamaah apalagi di bulan Ramadan sehingga bisa saja terpapar. Di masjid agung ini, protokol kesehatan (prokes) tetap diterapkan ketat.  Jamaah yang datang tetap diukur suhu badannya. Yang tidak membawa masker petugas langsung memberikan masker gratis.

Ini sejalan dengan surat seruan Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI)  yang ditandatangani ketuanya HM Jusuf Kalla, mantan wakil presiden. Semua masjid yang dimakmurkan dengan ibadah Ramadan harus tetap menerapkan prokes, menggunakan masker, membawa alat ibadah sendiri, memelihara kebersihan lingkungan, dan menjamin terjaganya kesehatan seluruh jamaah.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan dr Andi Sri Juliarty atau dr Dio, pelaksanaan vaksinasi memang terus digencarkan meski pada bulan Ramadan. Karena Indonesia termasuk Balikpapan harus mencapai kekebalan kelompok atau  herd immunity  dalam menghadapi serangan virus Covid-19. Karena itu tim DKK  bersama tim Kesehatan Polda Kaltim, Kodam VI/Mulawarman, dan Badan Intelijen Nasional (BIN) Daerah terus  bergerak. Apalagi berdasarkan data, ada kecenderungan masih banyak warga   yang belum melakukan booster.

Syukurlah, menjelang Ramadan Pemerintah mengeluarkan kebijakan baru. Mudik Lebaran sudah diperbolehkan, tapi syaratnya harus sudah melaksanakan vaksin ketiga atau booster.  Yang kemudian terjadi, ribuan warga berebut booster. “Wah, disiapkan seribu vaksin, yang mendaftar tiga ribu,” kata Pak Rachman, ketua RT  17 Kelurahan Sepinggan Baru, yang ikut mengurusi vaksinasi di Dome.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan ada 80 juta warga yang akan mudik. Ledakan mudik sudah pasti terjadi karena sudah dua tahun masyarakat dilarang pulang kampung waktu Lebaran. Padahal itu sudah menjadi tradisi bertahun-tahun. “Karena itu kita sedang berkoordinasi dengan Satgas Covid agar mudik tidak membawa boom Covid lagi di kemudian hari,” kata juru bicara Kemenhub Adita Irawati.

Kalau dilihat data vaksinasi di Balikpapan, dari setengah juta warga yang menjadi sasaran vaksin atau tepatnya 526.953 orang, tercatat dosis 1 sudah mencapai 116,57 persen, dosis 2 mencapai 105,33 persen, akan  tetapi dosis 3-nya baru sekitar 23,59  persen. “Ya, dosis tiganya memang masih harus dipacu,” kata dr Dio.

Pada masyarakat rentan dan umum, masih ada 14,50 persen yang belum divaksin di dosis 1   dan 24,58 persen yang belum divaksin di dosis 2. Padahal kelompok masyarakat rentan dan umum jumlahnya paling banyak mencapai 361.428 orang.

Pada kelompok anak-anak usia 6-11 tahun, dosis 2 masih tersisa 11 persen yang belum divaksin dari 67.065 sasaran. Sementara di kelompok remaja tinggal 1,05 persen yang belum divaksin pada dosis kedua, akan tetapi masih sangat rendah  pada vaksin dosis 3, yang  baru mencapai 1,99 persen. Masalahnya berkaitan dengan sistem aplikasi, padahal jumlah remaja yang menjadi sasaran cukup banyak, yakni 68.176 orang.

Total vaksin dari berbagai jenis  seperti Sinovac, AsraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer dan lainnya lagi, yang disuntikkan kepada warga Balikpapan untuk dosis 1, 2, dan 3 sudah mencapai satu juta lebih atau tepatnya 1.293.606 terhitung sejak vaksin pertama disuntikkan, 29 Januari 2021. Sementara itu petugas vaksinator atau petugas terlatih yang melakukan penyuntikan  di bawah kendali DKK tercatat 240 orang dengan profesi bidan, dokter, dan perawat.  Bila dipukul rata, itu berarti setiap vaksinator telah menyuntik tidak kurang dari 5.000 orang sampai saat ini.

PERLU DARAH JUGA

Yang mengejar target sepanjang bulan Ramadan ini tidak saja program vaksinasi, tetapi juga pengumpulan darah donor untuk kebutuhan pelayanan di rumah sakit. “Kami harus kerja keras karena ada kecenderungan persediaan darah menurun,” kata Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Balikpapan drg Dyah Muryani.

Sejak masa pandemi Covid, PMI harus berjuang keras mengumpulkan darah. Maklum banyak pendonor agak enggan melakukan pendonoran darah karena khawatir terpapar Covid. Begitu juga pada bulan Ramadan, meski dibolehkan melaksanakan donor pada siang hari,  dikhawatirkan kondisi pendonor tidak memenuhi syarat.

“Itu sebabnya kami gencar  melaksanakan donor darah di antaranya melalui masjid ke masjid di sela-sela tarawih. Setelah Masjid At Taqwa, kemarin PMI juga melaksanakan donor di Masjid Madinatul Iman Islamic Center,” kata drg Dyah.

Kebutuhan darah di Balikpapan setiap bulannya mencapai 200 kantong. Sementara pendonornya bisa turun sampai 50 persen di bulan Ramadan. Darah itu disuplai ke rumah sakit untuk kepentingan sanak keluarga kita yang membutuhkan di antaranya untuk kepentingan operasi, melahirkan, dan mereka yang mengidap penyakit tertentu. PMI Balikpapan juga harus menyuplai untuk kepentingan 40 anak yang mengidap kelainan darah (thalassemia) di Rumah Sakit Kanujoso (RSKD). “Yang paling banyak butuh darah sampai 20-an kantong kalau ada operasi jantung,” kata drg Dyah.

Kondisi yang sama juga dihadapi oleh PMI Samarinda dan daerah lain. Kekurangan stok sudah terjadi sejak masa pandemik. Terpaksa mereka lebih banyak mengandalkan mobil unit di luar gedung dan melakukan pendekatan secara internal dengan berbagai lembaga terutama  Korem dan Polres. Para prajurit lebih mudah digerakkan sebagai pendonor sepanjang perintah komandan. Apalagi kondisi mereka rata-rata sangat sehat dan fit.

Menurut drg Dyah, PMI perlu dukungan berbagai pihak agar warga yang sehat mau menjadi pendonor. Saat ini Balikpapan punya 500 pendonor tetap. Ada yang baru beberapa kali menyumbangkan darahnya, ada juga yang sudah puluhan bahkan ratusan kali. “Mudah-mudahan ada yang mau menjadi sponsor. Biasanya di bulan Ramadan pendonor kita beri paket. Ini ada paket sembako, tidak banyak isinya termasuk satu liter minyak goreng,” kata mantan Kepala DKK ini. @@

Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Beri Bantuan Sosial Korban Tanah Longsor

April 7, 2022 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

Pangdivif 2 Kostrad didampingi Walikota Malang Sutiaji memberi bantuan kepada korban tanah longsor

MALANG – Panglima Divisi Infanteri (Pangdif) 2 Kostrad Mayjen TNI Dwi Wahyu Winarto, S.I.P., M.M., M. Tr. (Han) bersama Satkowil, Polri dan Pemda Kota Malang memberi bantuan sosial ke korban terdampak tanah longsor di kawasan Jalan Muharto, Gang VB, RT 05/06, Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (05/04/2022).

Kegiatan bantuan sosial yang dilaksanakan merupakan suatu wujud pengabdian TNI peduli kemanusiaan terhadap masyarakat yang sedang mengalami kesusahan dan terkena dampak dari bencana.

Peristiwa ini terjadi setelah Kota Malang diguyur hujan deras  dan mengakibatkan 6 rumah warga yang berada diatas plensengan Sungai Brantas  ambrol. Sementara 2 rumah diantaranya rusak parah, tetapi tidak menimbulkan korban jiwa

Warga sekitar tempat kejadian menjelaskan, kurang lebih selama dua minggu yang lalu sudah terjadi tanda-tanda keretakan termasuk di dalam rumah. Retakan skala kecil ditemukan pada rumah-rumah warga yang berada di bantaran sungai tersebut.

Dalam kurun waktu dua hari terakhir retakan tersebut semakin melebar akibat gerusan arus sungai dan selama dua hari itu warga masih berupaya untuk menambal retakan pada bagian dasar bangunan tersebut.

Pangdivif 2 Kostrad berharap agar warga yang tertimpah bencana bersabar dalam menerima cobaan ini.

Dwi Wahyu berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban yang dialami masyarakat yang terdampak bencana dan untuk tetap sabar dan saling bergotong royong.

“Semoga bencana yang melanda saudara-saudara kita dapat segera selesai sehingga masyarakat bisa kembali beraktifitas seperti sedia kala,” pungkas Dwi Wahyu. (buang supeno)

« Previous PageNext Page »

  • vb