Prof. Nyoman Nurjaya : Rumah Restorative Justice Model Hukum Pancasila

April 5, 2022 by  
Filed under Serba-Serbi

BATU – Prof. Dr. I. Nyoman Nurjaya, S.H. M.H.  Guru Besar Ahli Antropologi dan Sosiologi Hukum di Universitas Brawijaya Malang mengungkapkan  kehadiran Rumah  Restorative Justice di beberapa Kejaksaan Negeri yang telah dilaunching Jaksa Agung RI Burhanuddin pada hari Rabu 16 Maret 2022 lalu, merupakan ide cemerlang dalam memecahkan permasalahan di masyarakat.

Prof. Dr. I. Nyoman Nurjaya, S.H. M.H

Nyoman Nurjaya dalam menilai pembentukan Rumah Restorative Justice sebagai satu gagasan penggabungan/elaborasi hukum yang hidup (living law) dengan hukum yang diberlakukan (positive law) dimana pemecahan segala permasalahan hukum di masyarakat dapat dengan kearifan lokal (local genius) sebagai filterisasi perkara yang masuk ke pengadilan.

“Rumah Restorative Justice yang digagas Jaksa Agung, mampu menggabungkan hukum yang hidup ditengah masyarakat dengan hukum positif, sehingga permasalahan  hukum di masyarakat dengan kearifan lokal dapat terselesaikan dengan baik” ungkapkapnya dikantornya, Senin ( 4/4/2022).

Menurut Nyoman Nurjaya,pandangan ini sesuai dengan cita-cita hukum nasional yang berlandaskan hukum Pancasila yakni semangat musyawarah dan gotong royong dalam mewujudkan persatuan dan keadilan.

“Ini peneterapan hukum Pancasila ” tegasnya.

Di beberapa negara maju, hal ini sudah lama dilaksanakan dalam rangka melibatkan korban dalam menyelesaikan masalah yang pada kenyataan yang terjadi, korban sering hanya sebatas saksi di persidangan tanpa mendapatkan hak-hak ganti rugi, rehabilitasi dan kompensasi dengan jalan damai.

“Sehingga saya memandang rumah Rumah Restorative Justice ke depan harus ada regulasi yang memadai dan ada pendanaan secara berkala sehingga eksistensinya dapat terjaga, karena dalam implementasinya pasti melibatkan berbagai pihak membutuhkan operasional yang memadai baik sarana dan prasarana keterlibatan pemerintah daerah sangat diperlukan,” lanjutnya.

Selanjutnya, perlu dipikirkan ke depan pembentukan rumah restorative justice ini tidak cukup dengan 1 (satu) Kejaksaan Negeri memiliki 1 (satu) Rumah Restorative Justice, tetapi secara bertahap mulai dari setiap kecamatan selanjutnya desa masing-masing memiliki satu rumah restorative justice.Ssehingga sesuai dengan semangat Rumah Restorative Justice mendekatkan nilai-nilai keadilan, musyawarah, persatuan di dalam masyarakat dan kemanfaatan hukum serta kepastian hukum untuk keharmonisan dan kedamaian dapat diwujudkan.

Rumah Restorative Justice sebagai ladang baru bagi akademisi sebagai sarana penelitian dan edukasi tentang bagaimana keberadaannya dapat mengubah perilaku masyarakat dalam rangka meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.

Namun yang paling terpenting dari semua itu adalah aparatur Kejaksaan menjaga konsistensi, integritas dan profesionalisme dalam pelaksanaan operasional Rumah Restorative Justice.

Kasi Intel  sekaligus humas  Kejari  Batu Edy Sutomo menyebutkan untuk sementara  rumah Restorative Justice di Batu masih satu yakni di Desa Dadaprejo Kecamatan Bumiaji. (Buang Supeno)

Kominfo Kaltim Gelar Literasi Digital Antihoaks

April 5, 2022 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Dinas Kominfo Kalimantan Timur menggelar Literasi Digital Antihoaks menggandeng organisasi Gerakan Antihoaks Jurnalis Kaltim. Pekan tadi (30 dan 31 Maret 2022) dua acara digelar, dengan audiens siswa-siswi SMK Negeri 18 Lempake Samarinda dan SMA Negeri 13 Samarinda.

“Tahun ini tema kita menangkal hoaks menjelang 2024. Kita mengantisipasi menjelang tahun politik tahun 2024 akan lebih banyak hoaks bertebaran dan membanjiri media-media sosial kita,” kata HM Faisal, Kepala Dinas Kominfo Kaltim, Senin (4/4/2022).

Menurut Faisal, perang terhadap hoaks harus dari hulunya. Yaitu dengan mencerdaskan pengguna internet disemua lapisan. Upaya pencerdasan bermain media sosial itu dapat dilakukan dengan memperbanyak kegiatan literasi digital antihoaks.

“Kita mengajak semua pihak yang punya kepedulian menjaga media sosial dari penyebaran hoaks untuk aktif dalam literasi digital antihoaks,” ujar Faisal. Dia bersyukur dalam hal literasi digital, Kaltim termasuk tiga besar terbaik secara nasional pada tahun 2021 lalu.

Acara Literasi Digital Antihoaks di dua sekolah juga menghadirkan narasumber anggota DPRD Kaltim Rusman Ya’qub yang juga anggota Komisi IV membidangi pendidikan. Rusman menyampaikan materi terkait peran politik generasi muda dan ancaman terhadap negara akibat penyebaran hoaks.

Narasumber lainnya Charles Siahaan, Ketua Antihoaks Jurnalis Kaltim dan Tri Wahyuni, Ketua Forum Jurnalis Perempuan Kaltim. Umumnya siswa-siswi menyambut antusias dan banyak di antaranya baru menyadari bahaya dan ancaman terhadap warga jika memproduksi dan menyebarkan hoaks.

Rusman Ya’qub mengingatkan para siswa tentang kondisi masyarakat pengguna internet yang aktif di media sosial. Saat ini, menurutnya masih ada polarisasi dua kubu berbeda yang selalu saling menghujat dan berlawanan. Dua kubu itu yang dulu dikenal dengan istilah kubu cebong dan kubu kampret. Pembentukan kubu-kubu ini sebagai buah dari persaingan politik Pemilihan Presiden yang telah berlangsung sejak erah tahun 2014 silam.

“Kubu cebong itu pendukung Pak Jokowi dan kubu kampret itu pendukung Pak Prabowo. Ini sampai sekarang masih berkelahi di media sosial. Gak ada habis-habisnya. Padahal, yang bersaing dalam Pilpres sudah berdamai. Pak Prabowo menjadi menterinya Pak Jokowi,” cerita Rusman.

Setelah Prabowo Subianto bergabung dalam kabinet Presiden Joko Widodo, istilah kampret berubah menjadi kadrun. Kubu-kubu ini yang berkelahi ini kemudian saling serang menyerang dan diantaranya menggunakan narasi-narasi hoaks. Bahkan kuat dugaan ada yang menunggangi untuk mengambil kesempatan kelompok tertentu untuk kepentingan kelompoknya.

Rusman Ya’qub mengajak para pelajar untuk jeli-jeli saat menerima pesan di berbagai platform media sosial. Jika menemukan judul-judul berita yang provokatif, sebaiknya menahan diri untuk tidak menyebarkannya lagi ke orang lain. Dia mengajak para pelajar untuk disipilin melakukan konfirmasi atau tabayun, jika menemukan pesan-pesan berupa teks, foto maupun video di berbagai media sosial.

Sementara Tri Wahyuni mengajak para pelajar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Pelajar harus mengetahui bahwa jejak digital dalam internet itu tidak bisa dihapus. Karena sewaktu-waktu jika memang ada yang membutuhkan bisa dilacak kembali, meski secara pandangan mata sudah dihapus dari dinding akun medsos.

Beberapa perguruan tinggi dan juga perusahaan besar, menurut Tri Wahyuni, sudah ada yang menyertakan persyaratan pencantuman akun media sosial sebelum diterima masuk kuliah atau kerja. Dari media sosial itu tim seleksi mempelajari karakter orang tersebut sehingga akan berpengaruh pada diterima atau tidaknya masuk perguruan tinggi atau kerja.

“Jadi, waspada dengan jejak digital ini,” ucap Tri Wahyuni.

Narasumber lainnya, Charles Siahaan memberikan materi mengenai sejarah hoaks yang beredar di seluruh dunia. Menurut Charles yang juga Pemred media siber Beritakaltim itu, hoaks sudah ada sepanjang peradaban. Bahkan sejak zaman nabi Adam dan Hawa, di mana datangnya rayuan untuk memakan buah khuldi. Saat itulah hoaks diproduksi pertama oleh iblis.

Charles memberikan gambaran tentang ancaman yang harus diterima para produsen dan penyebar hoaks. Selain karena menyebarkan hoaks adalah perbuatan iblis yang pasti membuat orang berdosa, perbuatan itu juga mengakibatkan seseorang bisa masuk penjara.

“Sebab ada undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang ITE atau informasi dan transaksi elektronik,” ucap Charles.

Hal lainnya dari penyebaran hoaks, menurut Charles, merugikan diri sendiri karena baik menerima / mendownload maupun menyebarkan pesan hoaks, menghabiskan kuota internet.

“Jadi, untuk apa menyebarkan hoaks. Selain dosa dan terancam masuk penjara, juga menghabiskan kuota,” ujarnya.

Kegiatan Literasi Digital Antihoaks sebelumnya juga digelar dalam acara talkshow yang berlangsung di arena pameran Kaltim Fair di hall Bigmal Samarinda. Pembicara menghadirkan anggota DPRD Kaltim Rusman Ya’qub, Charles Siahaan, Tri Wahyuni serta Kepala Dinas Kominfo Kaltim dan seorang akademisi dari Unmul Silviana Purwanti. (*)

Mbah Min Mendapatkan Keluarga Baru

April 4, 2022 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA – Rasa ngilu dan sakit yang dialami Mbah Rusmin atau yang akrab dipanggil Mbah Min (63) akibat kecelakaan berakhir tersenyum, pasalnya Mbah Min yang tadinya belum punya e-KTP kini telah memilikinya, bahkan tidak perlu antri foto ke kecamatan ataupun ke kantor dukcapil, petugasnya yang langsung mendatangkan Mbah Min di gubugnya yang berlokasi di dalam bengkel Las Rajeg Wesi Jalan PM Noor Sempaja.

“Seneng ati kulo, maturnuwun bu Menteri Risma engkang peduli kaleh kulo, sampun ngutus utusan kangge urusi kulo,” ucap Mbah Min dalam bahasa Jawa sesaat setelah menerima fisik e-ktp, buku tabungan mandiri, dan kartu BPJS secara simbolik.

Terbitnya e-KTP Mbah Min atas bantuan dari Tim Kemensos dari Direktorat Lansia di Jakarta yang turun langsung ke Samarinda melihat komisi Mbah Min, bersama tim dari Sentra Soeharso Surakarta yang menangani terapi untuk Mbah Min.

“Terima kasih kepada dinas sosial, dukcapil, BPJS, Bank Mandiri, tim relawan, TKSK, PWI Kaltim peduli yang telah membantu Mbah Min selama ini. Kini Mbah Min telah punya keluarga baru, satu kartu kepala keluarga dengan bapak Madrozi dan ibu Marsiati,” ucap Feri Aprianto sesaat setelah penyerahan e-KTP, buku tabungan dan kartu BPJSK secara simbolik bertempat di depan gubug Mbah Min, Senin, 4 April 2022 siang.

Proses kepengurusan e-KTP dibantu TKSK, LKS Harapan Borneo yang terus mendampingi tim kemensos baik ke kantor Dinas Sosial baik tingkat provinsi Kaltim maupun Dinsos Kota Samarinda, Ke Dinas Kependudukan dan pencatatan sipil (dukcapil) kota Samarinda, sementara ke kantor BPJS tim Kemensos didampingi Kepala Dinas Sosial kota Samarinda Isfihani.

Mulai Senin pagi tarik ulur, antara apakah perekaman e-KTP Mbah Min kita bawa ke kantor Dukcapil atau petugasnya yang datang, demikian juga dengan perbankan. “Makanya kami minta ambulance PWI Kaltim Peduli untuk standby, sehingga sewaktu-waktu bisa membawa Mbah Min,” Ucap Feri.

Namun berkat lobby pihak tim kemensos akhirnya Mbah Min tidak perlu dibawa, cukup menunggu petugasnya yang datang.

Penyerahan e-KTP diserahkan Sri Hardani dari Dinas Dukcapil Kota Samarinda langsung diterima Mbah Rusmin didampingi keluarga barunya Madrozi dan Marsiati, sedangkan penyerahan

Penyerahan buku tabungan bank mandiri dari Kemensos diserahkan Danang dari tim Kemensos RI langsung diterima Mbah Rusmin, saldo tertera di  buku tabungan bantuan dari Kemensos sebesar Rp750.000, dan penyerahan kartu BPJS secara simbolik diserahkan oleh Kadis Sosial pemkot Samarinda Isfihani.

“Kartu BPJS yang asli masih proses, sebulan baru jadi, ini simbolik dulu. Mbah Min tidak perlu bayar iuran karena iuran ditanggung dinas sosial kota Samarinda,” jelas Isfihani saat menyerah kartu BPJS secara simbolik yang diterima Mbah Rusmin. (mun)

Mbah Min Akhirnya Miliki e-KTP, Kartu BPJS dan Buku Tabungan

April 4, 2022 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA – Respon cepat yang diberikan Menteri Sosial Tri Rismaharini terhadap kondisi Rusmin (63) atau lebih akrab di panggil Mbah Min, lansia yang numpang tinggal di bengkel Las Rajeg Wesi beberapa waktu lalu mengalami kecelakaan ditabrak kendaraan roda dua, Sabtu, 26 Maret 2022 lalu selepas maghrib setelah dilakukan tindakan medis di RS AWS Samarinda terpaksa pulang karena tidak memiliki kartu BPJS dan ketiadaan biaya, yang diangkat beberapa media online di Samarinda, diantaranya vivaborneo.com, mediakaltim.com, dan berandaindonesia.id.

Kemensos menurunkan tim 1 orang dari Kemensos dan 2 orang dari Sentra Soeharso Surakarta, yang tiba hari Sabtu sore, 2 April 2022 yang langsung mengunjungi gubug Mbah Min yang ada di lokasi bengkel las Rajeg Wesi jalan PM Noor Sempaja Samarinda untuk melihat langsung kondisi Mbah Min.

Gunawan dari Sentra Soeharso Surakarta, salah satu dari tim Kemensos langsung melakukan terapi terhadap Mbah Min, dan hasilnya membuat Mbah Min bisa duduk dan berdiri, yang tadinya paska kecelakaan hanya bisa terbaring.

Feri Afrianto, dari Direktorat Lansia Kementerian Sosial pusat mengatakan setelah melakukan koordinasi dengan dinas sosial Provinsi Kaltim dan dinas sosial Kota Samarinda langsung melakukan pertemuan dengan Kadis Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Samarinda, Senin, 4 April 2022 langsung Mbah Min bisa kita buatkan KTP.

Ummu Kalsum dari Atensi Asistensi Sosial Rehabilitasi mengatakan Mbah Min memiliki KTP terakhir di Kutai Timur, jadi harus di urus pindahnya dulu.

“Saat menjenguk Mbah Min, dan membereskan tempat tidurnya terlihat ada KTP Kutai Timur, dan ini dasar terakhir untuk pendataan KTP, jadi informasi dari Dukcapil harus cabut berkas dulu dari Kutim baru proses penerbitan KTP,” jelas Ummu Kalsum.

Setelah melakukan koordinasi, Tim Kemensos pusat, Dinas Sosial Provinsi dan Dinas Sosial Kota Samarinda langsung munuju Kantor Dukcapil Kota Samarinda untuk melaksanakan koordinasi dengan Kepala Dinas Dukcapil dan akhirnya perekaman E-KTP Mbah Min diputuskan dilaksanakan di tempat Mbah Min tinggal.

Pelaksanaan perekaman E-KTP yang langsung disaksikan Feri Afrianto, Danang dan Gunawan anggota Tim Kemensos juga di Saksikan Kadis Sosial Kota Samarinda Isfihani berlangsung di depan gubug Mbah Min yang ada di dalam lokasi bengkel Las Rajeg Wesi.

“Setelah E-KTP keluar, kita langsung uruskan BPJS dan buka rekening tabungan,” ucap Feri. (mun)

PWI Kaltim Peduli Bantu Sembako untuk Mbah Min

April 4, 2022 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA – Rusmin (63) atau lebih akrab di panggil Mbah Min, lansia yang tinggal di bengkel Las Rajeg Wesi Mbah Min di jalan PM. Noor Samarinda, beberapa waktu lalu mengalami kecelakaan keadaannya semakin membaik, setelah diberikan terapi oleh Gunawan dari Sentra Soeharso Surakarta yang turun bersama tim Kemensos.

“Kondisi Mbah Min alhamdulillah sudah semakin membaik, sudah bisa berdiri, berjalan dan duduk, walaupun belum bisa lama,” jelas Yuliawan Andrianto dari PWI Kaltim Peduli saat bersilaturahmi di kediaman Mbah Min.

Kehadiran PWI Kaltim Peduli untuk menyerahkan bantuan sembako sebagai bentuk kepedulian rekan-rekan wartawan didampingi Tim Ambulance PWI Kaltim Peduli Usamah Bima Shafa, dan Suriyatman, Ahad Sore, 3 April 2022.

Menurut Yuliawan, pihak PWI Kaltim Peduli turut prihatin atas kecelakaan yang menimpa Mbah Min, lansia yang hidup sendiri tanpa ada keluarga di Samarinda.

“Kami berharap dengan perhatian bu Menteri Sosial yang langsung turunkan tim untuk membantu Mbah Min bisa segera mendapatkan jaminan kesehatan,” jelas Yuliawan.

Paling tidak mbah Min bisa memiliki E-KTP dan kartu BPJS (gratis) dari pemerintah, sehingga sewaktu-waktu dibutuhkan tidak ada lagi istilah ditolak oleh rumah sakit.

Mbah Min yang mengalami kecelakaan ditabrak kendaraan roda dua, Sabtu, 26 Maret 2022 lalu selepas maghrib setelah ditangani medis di RS AWS Samarinda terpaksa pulang karena tidak memiliki kartu BPJS dan ketiadaan biaya.(mun)

« Previous PageNext Page »

  • vb