Satlantas Polres Batu Dorong Mobil Mogok

May 8, 2022 by  
Filed under Serba-Serbi

BATU – Kepadatan arus lalu lintas menuju ke kota wisata Batu, berdampak kemacetan pada hari ke enam liburan lebaran idhul fitri 1443 H, Sabtu(7/5/2022).

Kemacetan yang panjang membuahkan banyaknya  kendaraan mogok. Demi kelancaran arus lalulintas, tim pengurai Satlantas Polres Batu harus turun lapangan dengan ikut mendorong kendaraan yang mogok.

Kapolres Batu AKBP I Nyoman Yogi Hermawan melalui Kasat lantas AKP Indah Citra Fitriani mengungkapkan operasi ketupat Semeru 2022 berupaya memperlancar pengaturan lalu lintas. Mengingat lonjakan arus balik para wisatawan yang akan berkunjung ke jawa timur park 3 diperkirakan terus meningkat.

AKP Indah Citra Fitriani menyebutkan kepadatan  volume kendaraan yang  masuk dan keluar obyek wisata jawa timur park(Jatim Park) 3 mengalami peningkatan . belum lagi akibat arus balik yang terjadi di hari Raya H+6 ini.

“Polres Batu akan mengantisipasi dalam pengaturan lalu lintas yang keluar masuk jawa timur park 3 supaya tidak mengganggu ruas jalan protokol yang tepat berada di depan jawa timur park 3 sehingga vomlume kendaraan bisa terurai,” ungkapnya.

Kasat Lantas juga menegaskan langkah mengantisipasi kemacetan dengan memasang pembatas di tengah garis marka tepat di depan Jatim Park 3.

Selain itu juga anggota Polres Batu juga sempat membantu mendorong kendaraan roda empat yang sedang mengalami mogok di tengah jalan IR Soekarno, diketahui mereka wisatawan berasal dari pasuruan yang akan menuju ke kota wisata batu.

“Kami sarankan agar mengecek kondisi kendaraan baik roda dua atau roda 4 sebelum berangkat ke kota batu .sehingga tidak terjadi mogok yang akan menimbulkan kemacetan, “lanjut indah Citra Fitriani.

Langkah yang dilakukan dalam membantu mendorong kendaraan R4 yang mogok di tengah jalan IR. Soekarno milik wisatawan pasuruan yang menuju Kota Wisata Batu, sebagai bentuk pelayanan dan kepedulian Polres Batu terhadap masyakat. (buang Supeno)

Libur Lebaran, Wisatawan ke Batu Naik 50 Persen

May 7, 2022 by  
Filed under Wisata

BATU –  Liburan Lebaran Idhul Fitri 1443 Hijriah, 2 hingga 6 Mei 2022 bagai hujan emas bagi pelaku wisata di Kota Batu. Betapa tidak, dibukanya kran kemudahan bagi wisatawan ke obyek wisata seakan obat dahaga setelah 2 tahun menahan diri dan sepi aktivitas karena pandemi covid-19.

Dampaknya, masyarakat langsung meluapkan kehausannya dengan menyerbu destinasi wisata kesayangannya, seperti di Kota Batu. Hal ini menyebabkan timbul kemacetan luar biasa. Apalagi  bersamaan dengan warga lokal Kota Batu yang melakukan tradisi berhalalbihalal ke rumah sanak saudaranya di waktu yang bersamaan.

Pakar Pariwisata dari Universitas Brawijaya Malang A. Faidhal Rachman menyampaikan, Kota Batu merupakan destinasi pariwisata yang selalu memikat bagi wisatawan untuk berkunjung. Sebab di Jawa Timur, hanya pariwisata Kota Batu yang sesuai dengan selera dan hasrat wisatawan nusantara.

A. Faidhal Rachman

Dikatakannya, selama libur lebaran prediksi 1 juta pengunjung yang datang ke Kota Batu sangat bisa tercapai bahkan jumlahnya bisa saja melebihi karena Kota Batu telah dikenal menjadi tujuan utama bagi pengunjung/wisatawan. Kalau di Kota Batu terjadi  kemacetan jalan raya, karena memang volume pengunjung yang datang tahun ini sangat bertambah.

“Sebab pergerakan pengunjung tidak dibatasi, ” ungkapnya yang dihubungi melalui sambungan telpon, Jumat (6/5/2022)

“Jika situasi pandemi covid-19 terus menurun, semoga tempat-tempat pariwisata akan kembali normal, karena berwisata saat ini tidak hanya menjadi kebutuhan tetapi sudah menjadi sebuah gaya hidup (life style), “pungkasnya.

Sementara itu Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Republik Indonesia ( PHRI ) kota Batu Sujud Hariadi merasa senang melihat perkembangan peningkatan jumlah wisatawan ke kota Batu.

Ia bersyukur jumlah wisatawan jauh lebih baik dari tahun lalu. Pelonggaran untuk pelaku perjalanan dan tempat wisata seiring dengan semakin terkendalinya pandemi, membuat tingkat kunjungan wisatawan meningkat lebih dari 50 persen dari libur lebaran tahun lalu,

Sujud  berharap hari ini (sabtu) akan menjadi puncak liburan lebaran tahun ini dan bisa benar- benar bisa menutup perekonomian yang anjlok selama pandemi.

” Semoga hari ini, Sabtu 7 Mei ini bisa menjadi puncak libur lebaran tahun ini dan menjadi titik kunjungan tertinggi hari ini,” katanya.

Sujud menyebutkan wisatawan ke Batu tahun ini meningkat lebih dari 50 persen dibanding  tahun lalu. Sebagai gambaran jika tahun lalu tertinggi 3.900 wisatawan liburan tahun ini 2022 bisa menembus 6.500 wisatawan

“Jadi kisaran 50 persen atau lebih, ini prospek baik bagi industri kepariwisataan di Batu,” tambahnya.

Hunian hotel hasil laporan tim menyebutkan adanya peningkatan. “Tingkat okupansi rata-rata di atas 70 persen untuk hotel di kota Batu ” pungkas Sujud Hariadi yang juga direktur Taman rekreasi Selecta Batu. (buang Supeno)

IKN Ramai Lagi

May 7, 2022 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

ADA beberapa catatan menarik tentang Ibu Kota Nusantara (IKN) di tengah-tengah kita merayakan Lebaran sekarang ini. Tak disangka, lokasi IKN di Sepaku menjadi tujuan wisata baru masyarakat yang lagi menikmati liburan Idulfitri. Orang tidak melulu ke mall, pantai atau ke tempat lain, tapi juga berduyun-duyun datang ke lokasi IKN, di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Saya dilapori Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Sepaku, Adi Kustaman, lokasi IKN sempat ditutup menjelang Lebaran. Tapi mulai tanggal 4 Mei 2022 sudah dibuka dan masyarakat langsung datang berduyun-duyun. Ada ratusan kendaraan tumplek-blek di sana. Ada yang datang dari Bontang, Sangatta, Samarinda, Tenggarong, Balikpapan, PPU, dan Paser. “Ada juga dari Jawa, Sulawesi, dan mahasiswa yang lagi pulang mudik,” katanya.

Ramsi, mahasiswa Balikpapan yang lagi kuliah di Jogya mengaku sangat penting datang ke lokasi IKN. “Malu saya kalau ditanya teman-teman nggak tahu lokasi IKN sesungguhnya,” kata mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) ini.

Sebagai bukti sudah pernah ke lokasi IKN, Ramsi tak cuma merekam aksinya di Titik Nol  dengan HP genggamnya saja. Tapi diam-diam dia membawa segumpal tanah dari tempat itu. “Nanti tanah ini saya taruh di kotak kaca sebagai bukti bahwa ini tanah lokasi IKN yang sangat bersejarah,” katanya bangga.

Berdasarkan catatan di Pos Penjagaan IKN,  sekitar 1.700 orang yang datang ke lokasi IKN pada hari kedua Lebaran. Sehari kemudian naik lagi sampai 3.000-an orang. Arus pengunjung diperkirakan terus bertambah sampai Minggu lusa, hari terakhir libur Lebaran. Mereka semua datang menggunakan mobil pribadi dan bus umum. Tapi ada juga ada anak muda menggunakan sepeda motor.

Jalan ke lokasi IKN terbilang mulus, jadi tak ada hambatan bagi warga yang datang ke sana. Baik dari Samarinda maupun Balikpapan jarak tempuhnya sekitar dua jam sampai ke lokasi. Dari jalan masuk di Km 38, yang naik motor perlu hati-hati karena ada lokasi hutan di kiri kanan jalan yang banyak dipenuhi kawanan primata terutama dari habitat monyet di kawasan tersebut.

Ada tiga titik yang dikunjungi masyarakat ketika sampai ke lokasi inti IKN seluas 56 ribu hektare. Ke menara api, ke lokasi tempat berkemahnya Presiden Jokowi dan puncaknya ke  Titik Nol, tempat Presiden menyatukan tanah dan air yang dibawa 34 gubernur se-Indonesia, medio bulan Maret lalu.

Di lokasi itu, semua orang asyik  ber-selfie ria. Ada yang  cuma foto, ada juga yang bikin konten tik-tok dan sebagainya. Mereka juga kaget melihat ratusan ribu bahkan jutaan pohon Eucalyptus di lokasi IKN, yang ditanam PT ITCI Hutani Manunggal (IHM) milik pengusaha Sukanto Tanoto untuk bahan baku pabrik kertasnya di Riau. “Saya kira di sini hutan alam yang dipenuhi pohon meranti dan ulin, eh tahunya sudah jadi lokasi hutan tanaman industri,” kata seorang pengunjung.

Tapi pengunjung lain ada juga yang baru melihat pohon Eucalyptus, yang daunnya hanya rimbun di atas tapi lapang di bawah. Memang sangat beda dengan hutan alam, yang penuh sesak dengan pepohonan dan semak.

Yang sangat terasa di kawasan hutan industri hampir tak ada kehidupan binatang di sana. Beda dengan hutan alam, apalagi hutan Kalimantan yang dikenal sebagai hutan tropis, selain kaya dengan kayu bernilai komersial termasuk juga pasak bumi, juga banyak dihuni binatang langka seperti orangutan, bekantan, dan beruang madu, yang menjadi maskot Kota Balikpapan.

TIM TRANSISI IKN

Titik Nol IKN tidak saja diramaikan dengan ribuan masyarakat yang ingin melihat lokasi pada hari libur Lebaran,  tetapi juga dengan terbitnya 4 Peraturan Presiden (Perpres), 1 Peraturan Pemerintah (PP) dan 1 keputusan Mensesneg yang berkaitan dengan pelaksanaan pembangunan IKN ke depan.

Ada Perpres No 62 Tahun 2022 tentang Otorita Ibu Kota Nusantara,  Perpres No 63 Tahun 2022 tentang Perincian Rencana Induk Ibu Kota Nusantara,  Perpres No 64 Tahun 2022 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional Ibu Kota Nusantara Tahun 2022 – 2024, Perpres No 65 Tahun 2022 tentang Perolehan Tanah dan Pengelolaan Pertanahan di Ibu Kota Nusantara,  PP No 17 Tahun 2022 tentang Pendanaan dan Pengelolaan Anggaran Dalam Rangka Persiapan, Pembangunan dan Pemindahan Ibu Kota Negara serta Penyelenggaraan  Pemerintahan Daerah Khusus Ibu Kota Nusantara serta Keputusan Menteri Sekretaris Negara No 105 Tahun 2022 tentang Tim Transisi Pendukung Persiapan, Pembangunan, dan Pemindahan Ibu Kota Nusantara.

Dari enam keputusan itu, yang banyak menarik perhatian elite di Kaltim adalah soal Tim Transisi. Meskipun ini hanya keputusan Mensesneg. Maklum menyangkut nama dan kepentingan pemerintah dan masyarakat di daerah ini. Karena itu muncul beragam sikap dan pendapat karena hanya ada dua nama orang daerah yang masuk dalam Tim Transisi.

Nama pertama yang masuk  adalah Rektor Unmul Prof Dr H Masjaya, MSi. Dia ditempatkan sebagai tim ahli yang diketuai Dr Ir Wicaksono Sarosa. Di situ juga ada nama Sofian Sibarani, ST, Irfan Ahadi Tachrir, SH dan Yose Rizal, ST.  Nama-nama ini sebenarnya tidak terlalu dikenal termasuk keahliannya.

Kedua, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemprov Kaltim. Dalam Tim Transisi tidak disebut nama tapi hanya jabatan. Kadis LH ini ditempatkan sebagai wakil ketua Bidang Koordinasi Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Perubahan Iklim. Sementara koordinator di bidang ini ditunjuk Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Ketua Umum Aliansi Pimpinan Ormas (AORDA) Kaltim Mohamad Djaelani mengaku tidak terlalu puas hanya dua nama yang masuk. “Saya berharap seharusnya dalam Tim Transisi ada nama Gubernur Kaltim Dr Isran Noor, Pak Irianto Lambrie, Pak Rizal Effendi, dan Pak Syaharie Ja’ang untuk ikut mempersiapkan suprastruktur yang permanen,”  ujarnya.

Tapi dia juga bersyukur karena masih ada nama Prof Masjaya di sana. “Alhamdulillah, setidaknya ada sosok yang kita kenal. Bisa untuk komunikasi dan konsultasi,” kata Djaelani. “Masih banyak ruang di luar itu untuk kita berkiprah dalam menyampaikan pemikiran,” tambahnya.

Rektor Universitas Balikpapan (Uniba) Dr Isradi Zainal juga punya perasaan yang sama. “Saya lihat proporsi tokoh Kaltim masih kurang di Tim Transisi. Mestinya ditambah sekitar 5 orang lagi yang memang akan fokus, termasuk membangun dan menata sumber daya manusia (SDM) Kaltim. Saya setuju nama-nama yang disebut Pak Djaelani seperti Pak Rizal,” jelasnya.

Menurut Isradi, dari proporsi nama-nama di Tim Transisi, terlihat sekitar 90 persen hanya akan datang menjenguk. Padahal diperlukan tim yang memang sebagian tinggal di Kaltim dan cinta Kaltim. “Malah saya lihat ada sejumlah nama yang tidak mengikuti perkembangan sejak awal,” tambahnya.

Dengan komposisi seperti itu, kata Isradi, ada kesan pelibatan masyarakat lokal sepertinya masih setengah hati dan terkesan sebagai pelengkap saja. “Kita perlu mengingatkan, kalau penataan awalnya saja tidak beres, maka akan terjadi kecenderungan salah langkah untuk seterusnya,” kata rektor Uniba ini menegaskan.

Seorang tokoh daerah berpendapat dari 7 bidang di Tim Transisi, seyogianya ada 4 bidang di mana tokoh daerah terlibat. Selain Bidang Lingkungan Hidup, juga di Bidang Koordinasi Perencanaan, Bidang Koordinasi Pengendalian Pembangunan, Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Pertanahan serta Bidang Koordinasi Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat.

Menurut dia, tugas Tim Transisi sangat strategis tidak saja dalam persiapan pembangunan IKN, tetapi juga bagi Kaltim seperti berkurangnya luas wilayah Kaltim khususnya Kabupaten PPU dan Kutai Kartanegara berikut sejumlah masalah pertanahan, nasib Kecamatan Sepaku berikut penduduknya terutama dalam Pemilu 2024, pembangunan kota-kota penyangga serta soal kewenangan dan pendapatan daerah yang berkurang. “Itu pentingnya banyak tokoh Kaltim di Tim Transisi untuk membahas masalah itu,” tandasnya

Dalam PP No 17 Tahun 2022, ada sejumlah pendapatan daerah  yang hilang. Sebab Otorita Ibu Kota Nusantara diberikan  kewenangan  memungut pajak khusus IKN, yang sementara ini jumlahnya ada 13 jenis pungutan. Mulai Pajak Kendaraan Bermotor, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, Pajak Alat Berat, Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, Pajak Air Permukaan, Pajak Rokok, Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan, Pajak Barang dan Kesenian dan Hiburan, Pajak Reklame, Pajak Air Tanah, Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan sampai Pajak Sarang Burung Walet.

Sementara itu, tindak lanjut Perpres No 62 Tahun 2022 tentang Otorita Ibu Kota Nusantara juga sangat ditunggu orang Kaltim. Karena di situ tercantum klausul yang menyebutkan paling sedikit 2 jabatan Deputi diutamakan dari unsur masyarakat lokal di Kaltim. Dalam Perpres tidak disebutkan berapa jumlah deputi, tapi dalam pembahasan dikabarkan ada 5. Tiap Deputi dibantu 3 direktur, yang  penunjukannya sama dengan Deputi atas keputusan Kepala Badan Otorita.

Saya lihat teman-teman di grup WA Wartawan Legend membahas masalah ini. Mereka men-stressing  kembali usulan yang pernah disampaikan ke Sekneg soal nama saya  sebagai salah satu calon dari daerah. Ada yang mengusulkan tim pengusul baru. “Ketuanya Sofyan Maskur saja,” kata wartawan Haris Samtah. Di situ ada juga Ketua PWI Kaltim Endro S Effendi, Syafril Teha Noer, Charles Siahaan, Suryatman, Minhayudin, Andik Riyanto, Rusdiansyah Aras, Ahim Hasibuan, Hamdani, Suryatman, Wiwid M Wijaya dan lainnya. Saya sengaja tidak ikut nimbrung, biar tetap objektif.@

IKAL Kaltim Silaturahmi Sesepuh Alumni Lemhannas

May 6, 2022 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Memanfaatkan momen Idulfitri 2022 ini, pengurus Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) Kaltim melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman sesepuh alumni Lemhannas yakni Awang Faroek Ishak. Mantan gubernur Kaltim yang kini menjabat sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kaltim itu juga tercatat sebagai Ketua Dewan Penasihat IKAL Kaltim.

Dalam kesempatan itu, Ketua IKAL Kaltim Prof Dwi Nugroho, menyampaikan perkembangan kepengurusan organisasi IKAL di Kaltim serta berbagai program yang sudah dan akan dijalankan. Mantan orang nomor satu di Kaltim itu pun menyimak sekaligus sesekali memberikan arahan atas penjelasan tersebut.

“Kepengurusan IKAL Kaltim juga beberapa kali ada perubahan, karena ada penambahan warga Kaltim yang baru selesai mengikuti pendidikan Lemhannas,” sebut Dwi Nugroho.

Banyak hal yang dibahas, meski silaturahmi itu berjalan dengan santai. Awang Faroek pun memberikan perhatian besar terkait pemindahan ibu kota negara ke Kaltim. Ia berharap, proses pemindahan ibu kota itu bisa berjalan dengan baik. Alumni Lemhannas, diharapkan berperan dalam berbagai kajian serta ikut mengawal proses pemindahan ibu kota negara itu.

Beberapa pengurus IKAL Kaltim yang ikut dalam silaturahmi di kediaman Awang Faroek Ishak di Samarinda ini antara lain Sekretaris IKAL Kaltim, DR Rahmawati, serta Sayid Irwan yang juga Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kaltim. Hadir pula AFF Sembiring yang juga kepala Dinas Perhubungan Kaltim, serta Hajaturamsyah, komisioner di Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kaltim. Ada pula Stevani Endah Purwarini, guru di KPS Balikpapan serta Endro S. Efendi yang juga ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim. (*)

Pemprov Kaltim Siap Kelola Pelabuhan Feri Kariangau

May 6, 2022 by  
Filed under Berita

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) siap mengelola Pelabuhan Feri Penyeberangan Kariangau. Selama ini,pelabuhan feri ini dikelola pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan. Padahal, sesuai dengan UU Pemerintah Daerah, pengelolaan feri penyeberangan ini bisa dilakukan oleh Pemprov Kaltim.

“Di daerah lain, nyatanya feri penyeberangan dikelola oleh pemerintah daerah. Sementara di Kaltim, sudah bertahun-tahun ditangani pemerintah pusat. Karena itu, kami akan mengajukan untuk diserahkan ke daerah,” sebut Kepala Dinas Perhubungan Kaltim AFF Sembiring kepada media ini, Jumat (6/5/2022).

Dikatakan, pihaknya sedang menyusun rencana untuk optimalisasi peran Dinas Perhubungan Kaltim dalam pengelolaan penyeberangan antar kota dalam provinsi tersebut sesuai UU pemerintah daerah.

“Dalam beberapa bulan ini kami sedang berupaya melakukan optimalisasi itu,” sebutnya.

Diakui, ada potensi pendapatan asli daerah yang bisa dihasilkan di pelabuhan tersebut. Selama pandemi saja, Pelabuhan Kariangau bisa menghasilkan Rp 5 miliar per tahun. “Sebelum pandemi potensinya Rp 10 miliar per tahun,” sebutnya.

Ia juga mengakui, Jembatan Pulau Balang juga siap digunakan, untuk penyeberangan Balikpapan ke Penajam. Namun, ia tetap mengakui ada peluang memperoleh pendapatan asli daerah dari sektor feri penyeberangan ini.

“Kami masih menyusun regulasi ini, agar kehadiran Dinas Perhubungan Kaltim bisa melakukan kegiatan di Pelabuhan Kariangau, sesuai undang-undang,” sebutnya.

Sembiring mengakui, saat ini hampir tidak ada kewenangan yang dimiliki Pemprov Kaltim terkait perhubungan. Bandara Samarinda misalnya, dikelola pemerintah pusat. Bandara  Balikpapan oleh Angkasa Pura. Pelabuhan juga dikelola pemerintah pusat.

“Selama ini Dinas Perhubungan Kaltim hanya mengurusi kapal Samarinda ke Melak,” beber Sembiring.

Itu sebabnya, ia berharap pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan bisa menyerahkan kewenangan pengelolaan Pelabuhan Penyeberangan Kariangau sesuai ketentuan UU pemerintahan daerah. (*/adv/kominfo kaltim)

« Previous PageNext Page »

  • vb