Sepanjang Tahun 2021, Simfoni Kaltim Catat 450 Kasus Kekerasan

June 17, 2022 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

BALIKPAPAN –  Sepanjang tahun 2021, terdata sebanyak 450 kasus yang telah terlaporkan dalam aplikasi Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) dengan korban sebanyak 513 orang.

“Pada tahun 2022 ini berpotensi terjadi peningkatan kasus, karena sampai dengan 1 Juni 2022 telah dilaporkan sebanyak 316 kasus dengan korban sebanyak 335 kasus, dengan komposisi korban dewasa sebanyak 55% dan korban anak sebanyak 45%,” ujar Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim, Noryani Sorayalita pada kegiatan Pelatihan Sistem Pendataan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak melalui Aplikasi Simfoni PPA, berlangsung di Hotel Gran Senyiur Balikpapan, Kamis (16/6/2022).

Soraya menyebutkan, beberapa faktor yang mempengaruhi penurunan atau kenaikan kasus yang dilaporkan ke Simfoni PPA diantaranya, tergantung SDM pengelola data dan berdasarkan laporan masyarakat. Jika penyebabnya berkaitan keaktifan petugas/operator, maka perlu meningkatkan pengawasan.

“Jika berkaitan dengan kuantitas, maka sedapat mungkin tidak memutasi pengelola data atau melakukan rekruitmen pegawai. Jika berkaitan dengan kualitas, maka pengelola data perlu diberikan pelatihan keterampilan,” imbuh Soraya.

Sementara jika berdasarkan laporan masyarakat, minimnya informasi berkaitan sarana dan mekanisme pelaporan atau keengganan masyarakat untuk melaporkan karena khawatir namanya tercemar atau mendapat ancaman dari pelaku tindak kekerasan.

“Sehingga masyarakat perlu mendapatkan edukasi terkait pelaporan jika melihat atau mengalami kekerasan,” katanya.

Selain itu, dalam rangka meningkatkan kapasitas pengelola data, perlu dilakukan pelatihan, dengan harapan dapat meningkatkan pengetahuan sehingga dapat mensosialisasikan sistem pencatatan, mengevaluasi kinerja dan menginput data korban kekerasan perempuan dan anak.

Sementara, untuk mendapatkan data yang akurat dan akuntabel, perlu membangun sinergitas antar lembaga dalam penanganan dan pendampingan kasus kekerasan baik pada perempuan dan anak serta mendokumentasikan data kasus yang diterima dengan baik.

“Ketersediaan data kekerasan perempuan dan anak dapat membantu dalam pengambilan keputusan dan kebijakan baik di tingkat daerah maupun nasional,” tutup Soraya. (dell/adv/diskominfo kaltim)

Arfan Hadiri Syukuran HUT ke 17 Desa Tepian Indah

June 16, 2022 by  
Filed under Kutai Timur

Wakil Ketua DPRD Kutim Arfan ketika menghadiri HUT ke-17 Desa Tepian Indah, kecamatan Bengalon bersama Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dan Wabup Kasmidi Bulang serta Sekretaris Daerah Rizali Hadi. (wahyu)

SANGATTA – Wakil Ketua Dua DPRD Kutai Timur (Kutim) Arfan didampingi anggota DPRD Masdari Kidang dan Fitirani menghadiri syukuran HUT ke 17 Desa Tepian Indah di lapangan voli, kawasan kantor Desa Tepian Indah, Jalan Poros Bengalon – Muara Wahau KM 110, Kamis (16/6/2022).

“Selamat kepada warga desa Tepian Indah. Semoga desanya semakin makmur dan warganya sejahtera,” ucap Arfan.

Pada kesempatan tersebut, Arfan dan Masdari Kidang membagikan doorprize melalui pencabutan kupon bagi para peserta parade seni dan budaya yang beruntung. Ia juga mengapresiasi perkembangan masyarakat desa yang hetrogen dan menjadi desa yang aman serta kondusif.

“Mudah-mudahn desa ini terus berkembang dan menjadi desa maju,” harapnya.

Dalam acara yang dibuka Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman didamping Wabup Kasmidi Bulang itu, turut hadir Seskab Rizali Hadi, Kepala DPMDes Yuriansyah, Camat Bengalon Surharman dan undangan lainnya. (adv)

Telaga Hantu

June 16, 2022 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SAYA takut hantu itu bukan hoaks. Sungguh, sejak dulu saya memang takut sekali dengan jenis makhluk yang satu ini. Mungkin sudah masuk kategori phasmophobia. Ketakutan yang berlebihan. Ini menurun ke cucu saya, Defa dan Dafin. Biar siang hari mereka tidak  berani di kamar sendirian.

Ketika saya ke Samboja, Kutai Kartanegara, Minggu lalu, saya menyempatkan diri meninjau telaga minyak di Desa Sungai Merdeka, di mana saya pernah bermukim di sana  tahun 60-an akhir. Ini ada kaitannya dengan ketakutan saya dengan hantu.

Di telaga minyak itu ada yang namanya pompa angguk atau pumpjack atau rod pump. Pompa angguk merupakan alat yang dipakai untuk menyedot naik minyak bumi dari dalam tanah atau sumur ke permukaan tanah. Metode ini biasanya dipakai untuk sumur-sumur tua, yang sudah tidak memiliki tekanan yang cukup untuk menaikkan minyak ke permukaan.

Pergerakan pompa angguk hampir mirip seperti piston pada kendaraan bermotor. Pompa dihubungkan pada motor listrik atau gas dan engkol (shaft). Pergerakan motor dan pergerakan engkol akan menghasilkan gerakan naik turun (upstroke dan downstroke). Umumnya pompa angguk menghasilkan 5 sampai 40 liter minyak setiap kali kayuhan atau pergerakan.

Di Samboja, pompa angguk cukup banyak. Di tahun 60-an saja sudah ada di beberapa lokasi. Kalau malam hari suara gerakan pompa angguk itu jadi suara yang menyeramkan. Ada suara nyit nyit. Apalagi waktu dulu  di sekitar telaga hampir tidak ada bangunan dan penghuni sama sekali. Hutan melulu. Ditambah suara binatang malam dan cahaya kunang-kunang yang kelap-kelip, saya langsung membayangkan seperti film drakula. Sangat seram.

Kalau malam hari saya melewati lokasi pompa angguk, saya pasti berlari kencang. Pokoknya sekencang-kencangnya. Tanpa berani menoleh kiri-kanan. Maklum saya selalu teringat dengan cerita sepasang suami-istri berboncengan naik sepeda. Sang suami kaget sekali ketika sampai di rumah, istrinya tidak ada lagi di boncengan. Apalagi itu malam Jumat.

Awalnya sang suami curiga istrinya terjatuh karena mengantuk atau penyebab lain. Maka dia telusuri kembali jalan yang dilewati.  Betapa kagetnya dia karena istrinya ditemukan lagi duduk di samping pompa angguk dengan tatapan mata yang dingin dan hampa. Orang menyebutnya sang istri habis ditangkap atau disandera hantu. Wajahnya pucat pasi seperti mayat.

Sejak itu saya ketakutan jika melewati lokasi pompa angguk. Baik siang apalagi malam. Takut kalau sampai ditangkap hantu dan ditaruhnya di pompa angguk. Apalagi kalau ditaruh hantu di ujung kepala pompa angguk yang dinamakan mirip kepala kuda  (horse head). Saya membayangkan pasti saya semaput.

Lokasi pompa angguk sekarang sebagian sudah di tengah permukiman. Pompanya juga sudah diperbaharui. Mereknya Bukaka. Pasti itu hasil pabrikan dari perusahaan milik mantan wakil presiden Jusuf Kalla atau JK. Padahal dulu di zaman Belanda di akhir 1800 dibuat sederhana dan masih ada bagian pompa menggunakan kayu ulin.

Sumur-sumur minyak tua di Samboja sekarang di bawah  operasi Pertamina Unit Bisnis, Eksplorasi, dan Produksi (UBEP) Sangasanga dan Tarakan setelah diambil alih dari Tesoro dan Medco. Tapi awalnya sumur ini dibangun oleh perusahaan minyak Belanda, Nederlandch-Indische Industrie en Handel Maatschappij (NIHM) dan dilanjutkan oleh BPM (Batavia Petroleum Maatschappij).

Dari data yang pernah dirilis, Pertamina UBEP Sangasanga memiliki 1.500-an sumur di daratan. Tetapi yang beroperasi hanya seratusan saja. Sumur-sumur itu memiliki kedalaman tidak tanggung-tanggung. Rata-rata di atas 1 km. Sumur di Samboja ada yang dalamnya mencapai 1.700 meter.

Mungkin karena banyaknya sumur tua yang sudah tidak dioperasikan lagi, sehingga ada kelompok masyarakat   di Samboja yang mendapat izin untuk mengelolanya melalui koperasi.

MENGANTAR JENAZAH

Karena saya takut hantu, maka hal-hal yang menyeramkan atau horor  dalam pikiran saya selalu berhubungan dengan hal yang menakutkan. Itu sebabnya saya sering dikerjain para wartawan ketika saya masih aktif di Kaltim Post di akhir tahun 1900-an.

Wartawan senior Bambang Janu Isnoto pernah membuat saya ketakutan. Buntutnya saya mengumpat dia habis-habisan. Gara-garanya dia memasukkan foto jasad korban pembunuhan ke dalam saku jaket saya. Beberapa hari saya tak berani mengenakan jaket tersebut. Padahal pulang dari kantor sekitar pukul 02.00 atau 03.00 dinihari. Cuacanya cukup dingin.

Saya pernah mengantar jenazah pemimpin umum ManuntunG Drs Widodo, yang juga pejabat Pemkot Balikpapan. Beliau meninggal dunia setelah makan siang karena serangan jantung. Keluarga meminta jenazah dikuburkan di makam keluarga, di kampung halamannya dekat Semarang, Jawa Tengah.

Saya dan Pak Zainal Muttaqin (ZAM) bersama keluarga menerbangkan jenazah dari Balikpapan ke Surabaya.  Kami tiba di Juanda selepas Maghrib. Perasaan saya mulai tidak enak saat melihat mobil yang disiapkan cuma dua. Satu mobil keluarga dan satunya mobil jenazah. Dan benar dugaan saya, mobil tidak cukup sehingga saya dan Pak ZAM  ikut di mobil jenazah dan duduk di samping peti jenazah.

Saya mau menolak sudah tidak bisa. Anda bayangkan situasi saya selama enam jam lebih di perjalanan. Apalagi kalau mobil melewati tikungan. Peti jenazah bergeser. Hati saya benar-benar tidak keruan. Segala ayat saya baca  untuk menguatkan hati saya. Sementara Pak ZAM saya lihat tenang-tenang saja duduk di bagian kepala. Lebih seru lagi si kernet. Pukul 22.00 dia sudah ngorok di samping peti jenazah.

Ada teman menyarankan sebaiknya saya konsultasi ke psikolog atau psikiater. Orang yang fobia hantu perlu terapi khusus agar tidak merugikan fisik dan mental. Selain juga bisa melakukan beberapa hal. Mulai mengubah cara pandang soal hantu, hindari dulu tempat gelap, banyak beraktivitas malam di luar, perbanyak agenda berkumpul dan juga yakini bahwa manusia itu adalah makhluk yang paling sempurna.

Seorang ustaz menyarankan kepada saya membaca doa yang diajarkan Rasulullah jika lagi ketakutan dengan hantu atau setan. Bacaannya:  Allahuma inna naj’aluka fi nuhurihim wa na’udzubika min syururihim. (Ya Allah, sesungguhnya aku menjadikan Engkau di leher mereka – agar kekuatan pada orang jahat itu tidak berdaya saat berhadapan dengan kami – dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan mereka.)

Sebagai orang Banjar saya pernah diceritakan hikayat 41 macam wadai (kue) banjar yang harus disediakan ketika ada acara hajatan. Tradisi itu bermula dari masyarakat Hindu pada masa Kerajaan Dipa di Hujung Tanah, kini Kalsel. Wadai 41 macam itu adalah sesaji untuk para roh penghuni alam agar tidak mengganggu kehidupan manusia.

Ke-41 macam wadai banjar itu sebagian kue kesukaan saya. Seperti bingka, kararaban, wajik, apam, untuk-untuk, ilat sapi, hintalu keruang, pais waluh, amparan tatak pisang, lupis, sari muka, serabi, putri salat, patah sampai pundut nasi.

Selama bulan Ramadan kemarin, hampir tiap hari saya makan semua wadai itu di saat buka puasa. Tapi anehnya sampai sekarang saya masih takut hantu. Kalau subuh mau ke masjid sengaja saya bangunkan mbak ART di rumah. Saya bilang tutup pintu rumah sekalian nemanin saya sampai ke mobil. Takut ada hantu bermalam di mobil.@@@@@

Gowesata Batu Gelar Bike Festival Pertama di Indonesia

June 16, 2022 by  
Filed under Wisata

BATU – Gowesata berkolaborasi dengan Gekrafs Jawa Timur dan Jatimpark Group menyelenggarakan event “Gowesata Bike Festival”.

Menurut Ketua Gowesata Batu Hendry wijaya, gowesata bike festival merupakan event yang pertama di indonesia, merupakan perpaduan antara kegiatan olahraga dengan pariwisata.

“Kegiatan Gowesata ide dan gagasan Menteri ekonomi, kreatif dan pariwisata untuk menggairahkan kegiatan olahraga, menumbuhkan perekonomian dan pariwisata ” ungkap Hendry di hadapan media di Wahana Dino Park dalam kawasan Jatim Park, Kamis (16/6/2022).

Disebutkan Gowesata bike festival  bertempat di dalam obyek Jatim Park , diikuti 750 peserta dari seluruh Indonesia. Event sepedaan ini akan menyuguhkan 3 sub event di dalamnya yakni BMX Gangster (Freestyle BMX), Sky Walker Balance Bike (Push Bike), dan Gowesata Fun Racing (Urban MTB).

Peserta yang ditargetkan untuk Freestyle BMX sebanyak 150 peserta, untuk Push Bike 300 peserta, dan untuk Urban MTB sebanyak 300 peserta.

“Ada beberapa kategori yang akan diperlombakan di setiap sub eventnya. Untuk sub event Freestyle BMX akan ada 2 kategori yaitu BMX Street Open dan BMX Beginner. Untuk sub event Push Bike akan ada 11 kategori dari beberapa kalangan usia. Dan untuk sub event Urban MTB akan ada 9 kategori,” lanjutnya.

Kejuaraan diawali dengan lomba BMX Gangster (BMX Freestyle), 23 Juli 2022 di Gangster Town Museum Angkut, selanjutnya Skywalker Balance Bike (Push Bike),24 Juli 2022 di Runway 27 Museum Angkut, dan  ditutup dengan Gowesata Fun Racing (Urban MTB), 31 Juli 2022 di Dino Park Jatim Park 3.

Titik S.Arianto marketing and public relation manager  Jatim Park Group sangat mengapresiasi dengan adanya event olahraga bersepeda tingkat Nasional ini. Mengingat hampir  selama kurang lebih 2 tahun ini sudah meruntuhkan  sektor pariwisata bahkan terjun bebas dikarenakan pandemi.

Sport Tourism ini bertujuan untuk menggerakan sektor pariwisata agar terus hidup saat dan setelah adanya pandemi.

“Semoga dengan adanya sport tourism ini mampu menggairahkan iklim dunia pariwisata ” tandas Titik.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Arief Assidiq menyebutkan selama 4 bulan semenjak kondisi covid mulai redah Januari 2022,  jumlah wisatawan ke Batu mencapai 2,6 Juta orang.

Arief sangat mendukung dengan adanya event olahraga bersepeda dengan melibatkan objek wisata. Kolaborasi ini, semoga menjadi pola baru dalam pengembangan pariwisata.

“Adanya gowesata bike festival ini, peserta dan penonton selain menikmati olahraga juga bisa berlibur di obyek wisata. Sehingga saling menguntungkan,” tandas Arief.

Ketua gerkrafs Jawa Timur Rian Maulana mengatakan data yang ada  Kemenparekraf, di sepanjang tahun 2020  wisatawan mancanegara yang masuk ke Indonesia hanya sekitar 4.052 juta orang. Angka tersebut terlihat sangat memprihatinkan karena dari total tersebut hanya sekitar 25% dari jumlah wisatawan yang masuk ke Indonesia pada 2019.

Hal ini membuat Kemenparekraf mengajak penggiat wisata dan teman-teman di bidang tourism untuk mengikuti kampanye yang digalangkan, yaitu “Sport Tourism”.

Sport Tourism ini dikemas dengan mengawinkan wisata dan kegiatan olahraga. Dikarenakan menurut United Nations World Tourism Organization’s (UNWTO), Sport Tourism adalah sektor wisata yang pertumbuhannya paling cepat, karena semakin banyak wisatawan yang tertarik pada aktivitas olahraga.

“Gowesata Bike Festival ini nantinya akan menyasar di setiap kalangan usia yang interest di beberapa jenis sepeda,” ungkap rian.

Gowesata juga akan membuka kesempatan bagi para local partner yang ingin menampilkan produk mereka kepada para peserta. Hal ini bisa menjadi wadah bagi para penggiat usaha tourism. Seperti hotel, restaurant, cafe, tour and travel, pusat oleh-oleh, dan sebagainya. Untuk bisa memperkenalkan produk mereka secara lebih luas kepada para peserta di event Gowesata.

“Kita akan menghadap ke pak sandiaga uno untuk bisa hadir  diantara 3 tanggal kegiatan yang sudah ditetapkan panitia gowesata bika festival, di Jatim Park Batu,” pungkasnya. (buang supeno)

Tim ‘Talisayan Muda  Siap Bersaing di KNPI Cup Berau

June 16, 2022 by  
Filed under Sepakbola

TALISAYAN – Setelah menjalani rangkaian seleksi diikuti sebanyak 40 pemain atlet sepak bola, yang akan diterjunkan di piala Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)  Cup Berau Juli 2022 mendatang. Akhirnya, ditetapkan 20 pemain dinyatakan lolos seleksi, Rabu (15/6/2022).

Selama seleksi pemain berlangsung, DPK KNPI Talisayan, menugaskan langsung 5 orang pelatih yang dianggap berpengalaman, diantaranya Hasanuddin,  Irvan,  Imet,  Harno dan Akhmadi.

Ketua DPK KNPI Talisayan Syahri Siam kepada media  ini mengatakan,  program ini wujud dari kesiapan Kecamatan Talisayan  mengikuti turnamen sepakbola yang digelar DPD KNPI Berau Juli mendatang.

“Seleksi pemain telah dilaksanakan dan telah berakhir.  Semua hasilnya kami percayakan kepada tim pelatih di lapangan, apapun itu kami mendukung penuh,” tegas Syahri Siam yang didampingi anggota DPK KNPI lainnya,  Radinal M,  Muhammad Rusly dan Hamzah.

Ditambahkan Syahri Siam lagi, usai seleksi dan seluruh keperluan yang menjadi kebutuhan tim ‘Talisayan Muda’ akan segera dilengkapi. Seperti jersey  pemain,  bola dan penunjang program latihan lainnya.

“Saat ini kami juga masih mencoba berkoordinasi  ke beberapa perusahaan swasta dan lainnya,  supaya bisa terlibat langsung, minimal mendukung dari segi sponsor tim. Intinya Talisayan Muda siap bersaing,  memberikan yang terbaik. ” tegas Syahri Siam.

Sementara itu salah satu pelatih Talisayan Muda,  Hasanuddin mengatakan, pemain yang ‘definitif’ alias terpilih itu melalui seleksi ketat. Disepakati pelatih,  bahwa pemain harus memiliki beberapa aspek diantaranya fisik bagus,  teknik,  taktik, kecepatan dan mental bermain.

Sedangkan pemain yang tak masuk daftar definitif,  dijadikan pemain berstatus tim bayangan.

“Tim bayangan ini suatu waktu bisa dipanggil menggantikan pemain definitif jika ada yang tidak bisa hadir atau dicoret dari tim. Tergantung kebutuhan tim. Selain itu persiapan ini juga dilakukan menghadapi beberapa turnamen yang siap digelar tahun ini,” kata Hasanuddin.

Adapun pemain Talisayan Muda yang siap diterjunkan di turnamen KNPI Cup Berau 2022 ini,  (Penjaga gawang) Indra dan Karta. (Belakang) Harry,  Aldy Pratama,  Safaruddin,  Vicktor, Issak, Ardi.  (Tengah)  Rusman,  Hairullah,  Dayat,  Fikri,  Oscar,  Alfian,  Romario. ( Depan) Ferry Istiawan, Baso Arfan,  Iyas, Suparman.(yoi)

« Previous PageNext Page »

  • vb