SPI Jalin Kerja Sama Dengan Kuala Lumpur Business School

July 8, 2022 by  
Filed under Serba-Serbi

BATU– President Of Kuala Lumpur Business School Malaysia Dato’ Professor DR.Sudin Haron memberikan kuliah umum dihadapan Civitas Academika,  pelajar dan Mahasiswa Selamat Pagi Indonesia (SPI)   dengan judul ” Entrepeneurship is Easy ” dipusatkan di Transformer Centre SPI Batu, Kamis ( 7/7/2022).

Professor Sudin Haron menyebutkan visi yang ada Sekolah Tinggi Kewirausahaan yang dikembangkan SPI sama dengan yang diajarkan Sudin Haron di Malaysia.

Haron ingin membekali mahasiswanya  dengan bisnis, dan entrepreneur yang pada akhirnya menjadikan mahasiswa seorang praktisi bukan sekedar belajar dari knowledge yang diterima dari Professor, melainkan menjadi seorang bisnisman.

Disebutkan, selama ini Professor Sudin Haron sudah menghasilkan 3 buku tentang kewirausaha seperti  bagaimana menjadi wirausaha yang dipercaya seperti dalam mengatasi masalah modal dan bagaimana untuk mengolah skill juga bagaimana menjadi wirausaha yang baik, yang berjaya, dan how to shop.

“Sebab my background  sebagai banker kemudian saya sebagai Professor dan menjadi regulator dengan pengalaman saya sebagai profesor, dunia atau negara dan wilayah akan membangun lebih cepat jika ada wirausaha yang benar – benar mempunyai pemikiran wirausaha, dan bekerja untuk membangun ekonomi,” tutur dia.

Dikatakan dalam  “Top 50″  di Indonesia atau dunia yang paling kaya adalah wirausaha. Oleh karena itu dia tertarik datang ke SPI Batu – Indonesia, karena ada sekolahnya mengajarkan kewirausaha.

” Saya mendengar ada sekolah Selamat Pagi Indonesia yang fokus pada wirausaha dan saya berkeinginan datang ke tempat ini untuk bertukar pikiran. Inilah sekolah di mana pelajar – pelajarnya diajar secara intreprenuer yang betul ” lanjutnya.

Dato’ Sudin Haron mengungkapkan  walaupun banyak di Indonesia atau Malaysia sekolah yang mengajarkan wirausaha. Tetapi di sini (SPI) lebih bagus, teratur dan sistemetik, semua yang menjalankan usaha yang ada di SPI adalah  pelajar dan mahasiswa.

“Karena itulah saya datang ke SPI ini. Pelajar di sini dilatih bekerja berwirausaha dengan cara sendiri, tim kerja dan bermitra. Dengan harapan di Kota Batu ini ke depannya banyak toko dan warung makan yang dikendalikan oleh pelajar di sini. Dan mungkin sepuluh atau duapuluh tahun ke depan pelajar di sini akan menjadi tonggaknya,” tambahnya.

Wakil Ketua Tiga  Sekolah Tinggi Kewirausahan SPI bidang kemahasiswaan Didik Trihanggono menyebutkan kedatangan President Of Kuala Lumpur Business School Malaysia Dato’ Professor DR.Sudin Haron ke SPI Batu tidak hanya memberikan kuliah umum semata, namun melakukan penandatanganan kerjasama ( MOU) antara SPI dengan Kuala Lumpur Business School dalam pengembangan pendidikan kewirausahaan.

Menurut Didik kedatangan Dato’ Sudin Haron  seorang profesor dari salah satu institusi di Malaysia datang ke SPI dan memberikan ilmu dalam kuliah umum, merupakan hal yang luar biasa. Apalagi penilaiannya terhadap SPI memberikan mitivasi baginya untuk terus bekerja dalam memajukan pendidikan di SPI demi kemajuan tanah air.

“Sharing profesor ini luar biasa sekali tentang ide – ide bagaimana untuk memulai sebuah bisnis yang sukses,” lanjut didik.

Wakil ketua tiga bidang kemahasiswaan ini mengungkapkan keinginannya untuk lebih banyak lagi menjalin kemitraan dan kerjasama dengan institusi dan lembaga pendidikan luar negeri, guna meningkatkan wawsan dan pengembangan pendidikan di SPI. (buang supeno)

Danom Layong, Wisata Air Panas Alam Perlu Perhatian Pemkab Paser

July 7, 2022 by  
Filed under Wisata

Paser – Objek wisata Danom Layong di Kecamatan Longkali, Kabupaten Paser, memberikan pesona air panas alami dan juga pemandangan tumpukan batu besar yang terlihat indah di sekitar lokasi.

Kolam air panas tersebut dijadikan objek wisata oleh pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser, sehingga dibangun sarana pendukung lainnya demi kenyamanan pengunjung. Adapun sarana yang dibangun seperti, mushala, gazebo, toilet, dan juga panggung.

Pada awalnya, Danom Layong hanya memiliki satu kolam air panas yang cukup luas dengan bangunan semen cor dipinggirannya, ditambah bangunan jembatan kayu mengelilingi kolam. Pada tahun 2014 digali kolam kedua, yang juga terdapat sumber panasnya, dengan bangunan cukup menarik, layaknya seperti kolam renang modern, dengan bangunan cor dilapisi keramik dipinggiran kolam.

“Panggung juga ada dibangun, sebagai hiburan pengunjung, karena diwaktu tertentu diadakan acara konser music,” tutur Heri, pengelola wisata Danom Layong,  seperti dilansir agresifnews.co – group vivaborneo.com Kamis (7/7/2022).

Danom Layong berasal dari bahasa suku Paser yang artinya air panas itu buka sejak tahun 2009, ribuan wisatawan lokal hingga manca negara mengunjungi objek wisata Air Panas di Kecamatan Longkali, Kabupaten Paser.

“Pengunjung sempat membeludak ditahun 2010, sampai laku 3000 tiket masuk, pengunjung juga banyak dari luar daerah, bahkan turis asing juga sempat berkunjung,” ucap heri.

Selain keindahan alam yang masih terbilang alami, banyak juga yang datang dengan kebutuhan berobat. Air panas yang mengandung belerang itu, dipercaya dapat mengobati penyakit kulit.

Meski sempat ramai dikunjungi wisatawan, hal itu tak berlangsung lama. Kini pengunjung mulai berkurang, terdapat faktor yang menyebabkan, diantaranya akses jalan yang telah rusak sehingga sulit dilewati dan bangunan pendukung seperti jembatan juga mulai rusak.

“Memang wisata Danom Layong sejak dibuka tahun 2009 selalu ramai, sampai 5 tahun berturut-turut, kini mulai berkurung, selain akses jalan yang telah rusak, juga tidak ada perawatan untuk bangunan pendukung yang ada, karena sudah banyak yang rusak,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Longkali, Pujiono mengatakan, demi menunjang kemajuan wisata, perlu dukungan dari berbagai pihak, diantaranya perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Kabupaten Paser.

“Sebenarnya perlu dukungan dari seluruh pihak terutama para investor yang beroperasi di Kecamatan Long Kali,” Kata Pujiono saat dihubungi via seluler.

Sehingga, dengan adanya dukungan berupa bantuan yang diberikan untuk perawatan, akan berdampak semakin majunya potensi wisata yang ada di Kecamatan longkali.(*/red)

Pekerja Migran Kalimantan Timur Rentan Alami Kekerasan

July 7, 2022 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA – Berdasarkan data dari Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menyebutkan bahwa sumbangsih pekerja migran Indonesia (PMI) terhadap devisa negara terbilang cukup besar yaitu kurang lebih Rp 100 Milyar pada tahun 2021. Namun, PMI juga dihadapkan berbagai permasalahan yang beragam.

Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim Noryani Sorayalita melalui Kepala Bidang Perlidungan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Junainah mengatakan, data Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) pada bulan Mei 2022, terdapat 5.168 orang PMI laki-laki dan 7.436 orang PMI Perempuan, dan PMI Provinsi Kalimantan Timur terdapat sebanyak 20 orang.

“Data ini menunjukkan bahwa mayoritas PMI adalah perempuan,” ujarnya pada kegiatan Advokasi Pembentukan Bina Keluarga Pekerja Migran Indonesia (BK-PMI), berlangsung di Hotel Mercure Samarinda, Kamis (7/7/2022).

Ana sapaan akrabnya mengungkapkan, ketika berbicara tentang PMI, berbagai permasalahan yang dihadapi oleh PMI sangatlah beragam. Misalnya gaji tidak dibayar, PMI gagal berangkat, pekerjaan tidak sesuai perjanjian kerja, tindak kekerasan dari majikan, depresi/sakit hingga perdagangan orang.

Kerentanan yang dialami tidak hanya ditempat kerja, berbagai kerentanan juga akan dialami oleh keluarga yang ditinggalkan. Kerentanan yang dimaksud meliputi masalah pengasuhan bagi anak yang dtinggalkan, ketidakharmonisan keluarga dan juga masalah pengelolaan remitansi.

Dari beberapa penelitian yang dilakukan bahwa sebanyak 40% anak PMI memiliki perkembangan psikososial yang kurang baik, seperti prestasi anak mengalami penurunan atau perkembangan yang tidak jauh meningkat dan lainnya. Sementara itu laporan UNICEF menunjukkan bahwa anak usia remaja yang ditinggal orang tuanya bekerja di luar negeri lebih beresiko untuk melakukan penyimpangan sosial dan terlibat dalam tindakan kejahatan seperti membolos sekolah, penyelahgunaan obat-obatan, alkohol dan sebagainya. Banyaknya penelitian juga menunjukkan efek negatif yang ditimbulkan akibat kurangnya peran orang tua yang menjadi PMI, sehingga ini perlu mendapatkan perhatian khusus.

Sementara terkait remitansi, akan berdampak pada kesejahteraan bangsa. Sehingga isu kerentanan keluarga PMI bukan hanya isu individu semata.

“Sementara pengasuhan anak PMI, rentang usia yang paling banyak ada pada 0-9 tahun. Usia ini merupakan usia emas anak-anak sehingga harus berada dengan orang tuanya,” imbuh Ana.

Saat ini pemerintah tengah menyusun strategi dengan melibatkan desa/kampung yaitu dengan membangun pengasuhan ditingkat desa dan memastikan anak-anak berada dalam lingkungan dan keluarga pengganti yang nyaman atau di kenal dengan Bina Keluarga Pekerja Migran Indonesia (BK-PMI). Kerjasama dari seluruh stakeholder itu manjadi sangat penting.

Bina Keluarga Pekerja Migran Indonesia (BK-PMI) merupakan upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah dan masyarakat dengan memberdayakan ekonomi, menjaga keharmonisan dan melindungi anak PMI untuk mewujudkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga.

Sebagai informasi, berdasarkan data BP2MI, untuk data penempatan PMI Kaltim pada tahun 2019 sebanyak 100 orang, tahun 2020 sebanyak 37 orang dan tahun 2022 sebanyak 37 orang. Sementara data pengaduan pada tahun 2019 sebanyak 7 orang, tahun 2020 sebanyak 5 orang dan tahun 2022 sebanyak 2 orang.

Berdasarkan Data Sistem Informasi onlinepPerlindungan perempuan dan anak (Simfoni PPA), data kekerasan di tempat kerja di Kaltim pada tahun 2017 sebanyak 8 kasus dengan 8 korban, tahun 2018 sebanyak 5 kasus dengan 5 korban, tahun 2019 sebanyak 9 kasus dengan 9 korban, tahun 2020 sebanyak 8 kasus dengan 8 korban dan tahun 2021 sebanyak 6 kasus dengan 6 korban.

Sedangkan korban berdasarkan kelompok usia yaitu 69% korban perempuan dewasa, 25% perempuan anak dan 6% laki-laki dewasa. Selanjutnya data kasus dan korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kaltim yaitu pada tahun 2017 sebanyak 2 kasus dengan 3 korban, tahun 2018 sebanyak 4 kasus dengan 5 korban, tahun 2019 sebanyak 4 kasus dengan 5 korban, tahun 2020 sebanyak 13 kasus dengan 23 korban dan tahun 2021 sebanyak 2 kasus dan 2 korban. Jumlah korban TPPO berdasarkan jenis kelamin dan kelompok usia yaitu 68% perempuan anak, 28% perempuan dewasa, 4% anak. (dell)

Reses, Seno Aji Terima Aspirasi Warga Sumber Sari

July 7, 2022 by  
Filed under DPRD Kaltim

LOA KULU – Reses anggota DPRD Kaltim masa sidang II Tahun 2022 dimanfaatkan wakil Ketua DPRD Kaltim Seno Aji melakukan pertemuan dengan warga Desa Sumber Sari Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara di Balai Pertemuan Umum, Rabu (6/7/2022).

Kunjungan Seno Aji tersebut dimanfaatkan warga menyampaikan keluhan dan aspirasi terkait pembangunan infrastruktur, pertanian serta pertambangan.

Kepala Desa Sumber Sari, Sutarno menyampaikan rasa bangganya karena kunjungan anggota DPRD Provinsi ini merupakan yang pertama kali.

“Ini secercah harapan karena kami dapat menyampaikan apa yang sudah seharusnya disampaikan kepada wakil rakyat yang duduk di DPRD Kaltim,” kata Sutarno.

Ia berharap kehadiran Seno Aji memberikan warna dan nuansa baru dengan menjadikan Desa Sumber Sari mendapatkan perhatian serius.

Keluhkan adanya kegiatan penambangan di tempat wisata juga disampaikan kepada Seno Aji. Padahal wilayah tersebut telah resmi ditetapkan sebagai destinasi wisata oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara beberapa waktu lalu.

Selain itu, disampaikan juga sarana dan prasarana tempat wisata puncak yang belum tercukupi seperti  bantuan kabel sepanjang 800 meter dan lampu untuk penerangan perkemahan serta bantuan pembangunan parit.

Sementara warga lainnya yang tergabung dalam kelompok pertanian meminta bantuan agar dibangunkan embung serta adanya bantuan alsintan. Kelompok tani juga mengusulkan agar adanya peningkatan jalan usaha tani serta peningkatan jalan poros.

Menanggapi hal tersbut, Seno Aji  telah menyerap berbagai macam keluhan dan aspirasi konstituennya dan berjanji akan disampaikan pada rapat paripurna DPRD Kaltim usai kegiatan reses.

Seno Aji juga mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Desa Sumber Sari yang telah begitu antusias mengikuti kegiatan reses.

“Terkait usulan warga agar dibantu kabel dan lampu untuk penerangan tempat wisata yang di dalamnya ada bumi perkemahannya sudah didiskusikan dengan Kades dan akan dikomunikasikan dengan instansi terkait,” kata Seno Aji.

Sementara untuk penerangan, Seno Aji mengatakan akan dibantu dengan menggunakan solar cell karena dianggap lebih praktis.

Sedangkan mengenai bantuan alsintan dan peningkatan jalan serta pembangunan parit, Seno Aji berjanji akan kita melakukan koordinasi dengan pihak terkait agar segera ditindaklanjuti.

“Semua usulan masyarakat akan kita perjuangkan dan kawal sampai terwujud meskipun nantinya secara bertahap,”pungkasnya. (*/adv)

 

Syafranuddin Imbau Masyarakat Kaltim Sadar Arsip

July 7, 2022 by  
Filed under Kalimantan Timur

Syafranuddin

SAMARINDA – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DKPD) Provinsi Kalimantan Timur M. Syafranuddin mengimbau masyarakat untuk peduli dengan arsip. Arsip menjadi bagian dari sejarah daerah dalam penunjang aktivitas administrasi. Kurangnya pemahaman pentingnya arsip oleh masyarakat menjadi tantangan tersendiri bagi DPKD Kaltim.

“Dalam upaya pengembangan DKPD baik program kerja maupun kegiatan lainnya, kami masih mengalami banyak kendala,” kata Syafranuddin saat acara Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di  Swiss Belhotel Borneo Samarinda, Senin (4/7/2022)

“Saat ini kondisi gedung terutama atap yang bocor harus menjadi perhatian,” ungkap mantan Kabiro Adpim Setprov Kaltim.

Kondisi bangunan perpustakaan yang terletak di Jalan Juanda dan Kantor Kearsipan yang terletak di Jalan Bung Tomo Samarinda Seberang membuat khawatir Kadis DPKD Kaltim. Kondisi saat ini dapat membuat kerusakan dokumen berupa buku maupun berkas administrasi lainnya.

Syafranuddin mengatakan, bentuk keberhasilan DPKD dalam menjaga arsip daerah seperti  beberapa kasus yang  berhasil diselesaikan karena arsip masih tersimpan dengan baik. Dicontohkan, kasus tanah yang sudah masuk di pengadilan bisa terbantu karena arsip yang dibutuhkan masih terjaga.

“Itulah kenapa saya mengimbau masyarakat khususnya Kaltim dapat menjaga arsip dengan baik,” pungkasnya. (ria)

« Previous PageNext Page »

  • vb