Perempuan Miliki Hak yang Sama Duduk di Legislatif

August 8, 2022 by  
Filed under Kutai Timur

Fitriyani

SANGATTA– Anggota DPRD Kutim Hj Fitriyani mengajak kaum perempuan di daerah ini, untuk tidak takut terjun di politik praktis. Sebab, sekarang kaum hawa juga memiliki hak yang sama untuk duduk di parlemen.

Kemudian Fitriyani menyebutkan UU No 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilu mengatur agar komposisi penyelenggara Pemilu memperhatikan keterwakilan perempuan minimal 30 peren.

“Intinya perempuan itu tidak boleh takut berpolitik. Yang penting niat kita dulu,” ujarnya, Senin (8/8/2022).

Dia juga mengapresiasi dilaksnakannya sosialisasi peningkatan partisipasi perempuan bidang politik, yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA), Kamis (4/8/2022) lalu di kantor Bupati, Sangatta. Dia sendiri juga menjadi salah satu nara sumber acara tersbut bersama sejumlah kaum perempuan yang terjun di dunia politik, seperti Asti Mazar serta Anggota DPD RI Dapil Kaltim Aji Mirni Mawarni.

Pada kesempatan itu, dia bercerita awal terjun ke dunai politik yang dimulai dari keaktifanya mengikuti berbagai kegiatan kepartaian yang menaunginya hingga saat ini yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

“Basic saya awalnya wirausaha. Karena sering ikut kegiatan partai jadi merasa terpanggil berbuat sesuatu untuk Kutim, khusunya memperjuangkan hak-hak kaum perempuan,” terang Fitri, panggila akrabnya.

Selain itu, niat yang tulus untuk berbuat sesuatu bagi masyarakat juga menjadi salah satu alasan dirinya untuk terjun dan aktif di kancah perpolitikan. Harapannya bisa menjadi jembatan memperjuangkan  hak-hak masyarakat khususnya kaum perempuan yang ada di Kutim. Rendahnya angka keterwakilan perempuan di parlemen sedikit banyak berpengaruh terhadap isu kebijakan terkait kesetaraan gender dan belum mampu merespon masalah utama yang dihadapi oleh perempuan.

“Harapan saya kouta 30 persen keterlibatan perempuan di parlemen bisa terpenuhi, khususnya di DPRD Kutim,” ucap Fitriyani yang juga ketua Pansus Perda Perlindungan Perempuan ini.

Untuk itu dirinya mengajak semua perempuan yang ingin  berpartisipasi dan terlibat dalam upaya memperjuangkan hak-hak perempuan serta dapat meningkatkan keterwakilan perempuan dalam partisipasi politiknya. Peningkatan kualitas perempuan untuk berperan serta dalam pengambilan keputusan politik di parlemen guna mempercepat terwujudnya kesejahteraan yang berkeadilan gender.

“Saya melihat di Kutim banyak kaum perempuan yang memiliki potensi yang bisa mewujudkan cita-cita bersama memberikan akses perempuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan,” kata Fitriyani.(adv)

Bubur Asyura Anti-Inflasi

August 8, 2022 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Saya bersama tim pemasak bubur asyura Masjid Agung At Taqwa

SETIAP makan tinutuan atau bubur manado, saya selalu teringat bubur asyura. Soalnya bahan dan olahannya hampir sama. Yang beda bubur asyura hanya ada pada perayaan bulan Muharram, Tahun Baru Islam. Terutama dilakukan umat Islam di Kalimantan, Sumatera, dan Pulau Jawa.

Perayaan memasak bubur asyura biasanya dilakukan pada hari ke-10 bulan Muharram dalam kalender Hijriyah. Asyura itu artinya kesepuluh.  Ada yang mengawali dengan puasa sunah. Puasa  asyura, yang memang dianjurkan Nabi Muhammad SAW.

“Puasa yang paling afdol setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu bulan Al-Muharram,” begitu sabda Nabi yang diriwayatkan Muslim.

Untuk membedakan puasa asyura dengan puasanya orang Yahudi, maka Nabi Muhammad SAW menambahkan hari berpuasanya pada 9 Muharram atau yang disebut dengan puasa tasu’a. Keutamaan dari puasa tasu’a dan asyura diampuni dosanya selama setahun yang lalu.

Sungguh saya merindukan makan bubur asyura. Waktu saya tinggal di Jalan Banjar, dekat jembatan Kehewanan, tak jauh dari rumah Guru Udin di Samarinda, tahun 70-an,  tradisi memasak bubur asyura sering dilaksanakan di Langgar Al Misbah.

Masing-masing warga membawa bahannya. Mulai beras, santan, labu kuning, ubi, bayam, jagung, kangkung,  kacang panjang, kacang tanah, pucuk daun  labu,   bawang merah, bawang putih, garam, kemiri, ketumbar, kunyit, jahe, daun salam, lengkuas, daun sereh, sampai telur dan ikan asin. Katanya sampai 41 macam bahan  sebagai syarat.

Lalu dimasaknya beramai-ramai dalam kuali besar. Yang mengaduk-ngaduk tugasnya bapak-bapak. Sedang ibu-ibu menyiapkan bumbu dan memotong sayur, membuat sambal dan menggoreng ikan asin. Jadi suasananya benar-benar penuh kebersamaan.

Harapan saya makan bubur asyura terpenuhi, Minggu kemarin. Acaranya di Masjid Agung At Taqwa.  Saya yang usul selaku ketua masjid.  Acara 10 Muharram yang dipadukan dengan perayaan menyambut HUT ke-77 Kemerdekaan RI. Sejumlah anak-anak berkumpul mengikuti lomba azan, cerdas cermat, dan membaca puisi. Siangnya selesai salat zuhur, makan bubur asyura bersama-sama setelah dibacakan doa oleh Ustaz Muslih Umar, sekretaris MUI.

Ketua RT 24 Pak Zamzam, yang mendapat tugas  memimpin pembuatan bubur asyura. Dia mengerahkan sejumlah ibu-ibu di lingkungan masjid, yang memasak. Diawali dengan membeli bahan di Pasar Klandasan, menyiangi dan memotong-motong sampai mengaduknya di 3 kuali besar. Alhamdulillah, sebelum zuhur, bubur asyura sudah siap disantap. Ada 750 mangkok disiapkan panitia.

Anak-anak senang, Plt Lurah Klandasan Ulu  Djogeh bersama Babinsa Serka Hery Suyetno  dan Babinkabtibmas Aiptu Parman bisa hadir. Sekaligus ikut membagikan hadiah bagi pemenang lomba bersama panitia pelaksana, Pak Slamet Junaidi, Ustaz Hari Supriono, dan Ustaz Gazali.

Pada malam 1 Muharram, mengambil tempat di halaman Masjid At Taqwa dilaksanakan juga pawai obor yang digagas pengurus GP Ansor Balikpapan. Pawai berlangsung semarak. Pesertanya dari sekolah Islam dan pesantren serta Fatayat NU. “Alhamdulillah kita sudah bisa seperti ini lagi,” kata beberapa peserta bahagia.

BUBUR PERANG BADAR

Tradisi memasak bubur asyura kaya dengan makna Islami. Ini menunjukkan semangat  umat Islam dalam  membangun semangat kebersamaan dan sikap berbagi. Terutama dalam situasi sulit. Sekaligus mengikuti sunah Nabi.

Pada waktu Perang Badar, jumlah prajurit Islam cukup banyak. Ketika seorang sahabat memasak bubur terasa tidak cukup. Lalu Nabi Muhammad SAW memerintahkan para sahabat untuk mengumpulkan bahan apa saja yang tersedia. Lalu dicampurkan ke dalam bubur, sehingga bisa memenuhi makan untuk semua prajurit.

Selain itu, 10 Muharram juga bertepatan dengan peristiwa penting dalam sejarah Islam. Yakni perang di Karbala, di mana Husain, cucu Nabi Muhammad terbunuh.

Sementara itu, tradisi warga Kudus, Jawa Tengah membuat bubur asyura merujuk apa yang dialami Nabi Nuh AS. Ketika itu  perahu Nabi Nuh  sedang berlabuh di hari ‘asyuro. Lalu dia memerintahkan pengikutnya mengambil kacang fuul (semacam kacang kedelai), sekepal ‘adas (biji-bijian), gandum dan jelai (sejenis tumbuhan yang bijinya keras dibuat tasbih). Kemudian Nabi Nuh berkata : “Masaklah semua itu oleh kalian. Niscaya kalian akan senang dalam keadaan selamat.”

Kabarnya, peristiwa ini merupakan praktik memasak yang pertama kali terjadi di muka bumi, yang terus berkembang sampai sekarang.

Memasak bubur asyura juga dilakukan warga di Pulau Penyengat,  Riau. Bubur asyuranya tidak dimasak di langgar atau surau. Tapi di lingkungan masing-masing. Baru kemudian dibawa  ke surau atau masjid. Setelah terkumpul baru dimakan bersama dan sebagian dibagi-bagi lagi untuk dibawa pulang.

Pada saat itu mereka mengenakan busana khas Melayu. Kaum perempuannya menggunakan  kebaya labuh (panjang) dengan padanan kerudung dan jilbab. Sedang laki-lakinya mengenakan baju teluk belanga  dan kain songket yang dilipat dua dan dililitkan ke pinggang.

Tradisi memasak bubur asyura juga masih berlangsung di  Desa Stabat  Lama Barat, Dusun Pantai Luas, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat. Warga desa ini masih terus menjaga tradisi ini agar tidak punah.

Di Kalimantan Selatan, hampir di semua pelosok daerah melaksanakan tradisi bubur asyura.  Bahan-bahannya harus dicukupi 41 macam. Mulai aneka sayur, kacang-kacangan sampai daging.  Salah satu ciri khas bubur asyura banjar ada ceker ayamnya. Tentu rasanya sangat nikmat dan nyaman.

Tahun 60-an, keluarga di Indonesia banyak yang memasak bubur sayur semacam bubur asyura. Maklum waktu itu beras susah. Malah saya dan keluarga, yang saat itu tinggal di Samboja sempat makan bulgur. Agar anggota keluarga bisa makan nasi, maka pilihannya memasak bubur. Berasnya tidak banyak, karena ditambah campuran lain mulai singkong, ubi, sampai sayur-sayuran. Bahan-bahan itu juga tidak beli, sebab ditanam di pekarangan rumah.

Resep seperti ini sebenarnya bisa juga kita terapkan di zaman sekarang. Di saat harga pangan di pasar lagi meningkat tajam. Maka pemanfaatan pekarangan rumah untuk kebutuhan dapur dan ekonomi keluarga yang dikembangkan PKK sangat pas. Kita buat bubur asyura anti-resesi dan inflasi. Pasti sedap dan berkah. Apalagi penuh dengan doa.(*)

PGI Jatim Bulatkan Tekad Raih Emas di PON Aceh

August 7, 2022 by  
Filed under Olahraga Lain

PASURUAN -Ketua PGI Jawa Timur  Dedy Suhayadi membuka rakerda persatuan Golf Jawa Timur di Finna Golf Pandaan Kabupaten Pasuruan, Sabtu (6/8/2022)

Rakerda sehari di Finna Golf Pandaan, didahului main golf bersama diikuti 50 pengurus dari 7 cabang PGI Malang, Gresik, Pasuruan, Kediri, Jember, Madiun dan PGI cabang Surabaya.

Dedy Suhayadi yang juga Waketum Koni Jawa Timur menjelaskan rakerda sehari sebagai persiapan Munas dan Musda PGI.

“Rakerda kali ini fokus konsolidasi organisasi dan menyempurnakan susunan pengurus PGI Jatim, semoga Rakerda Persatuan Golf Indonesia Jawa Timur berjalan lancar dan kondusif penuh kekeluargaan,” harap Dedy.

Rakerda ini juga dimaksudkan untuk persiapan puslatda dalam menghadapi PON 2025 di Aceh -Sumut. Edy Suhayadi menargetkan dalam PON XXI Aceh-Sumut , pegolf Jatim harus mampu menyumbangkan minimal 3 emas.

Ada 5 Event 2022 yang dibahas dalam rakerda diantaranya Junior Open Turnamen, Gubernur Cup, Kejurda Provinsi, Kadin Cup di Bandung dan Eksebisi Porprov ke VIII.

“Dalam PON 19 di Jawa Barat, Jawa Timur menjadi juara umum meraih 5 medali emas, maka di PON XXI di Aceh- Sumut minimal bisa 3 atau menyamai PON Jawa Barat, ” tegasnya. (Buang Supeno)

Pemkab Jalin Kerja Sama Dengan Perusahaan Bangun Kutai Barat

August 7, 2022 by  
Filed under Serba-Serbi

Jembatan Tumenggung Singa Yuda, Kecamatan Damai

SENDAWAR – Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ini Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) menjalin kerja sama dengan pihak ketiga atau perusahaan membangun daerah.

Keberhasilan pembangunan yang di bangun melalui dana dari swasta atau pihak ketiga ini aadalah keberhasilan pemerintah daerah dalam menjalin hubungan baik dengan perusahaan, sehingga terbangun proyek yang nilainya milliaran rupiah.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Sahadi saat ditemui media ini menyampaikan, pembangunan jembatan Tumenggung Singa Yuda yang berada di Kecamatan Damai dibangun PT. Keruing. Selain itu ada juga pembagunan Lamin atau Lou Adat di Kecamatan Bentian Besar serta bantuan alat kesehatan dalam penanganan covid 19 di RSUD HIS oleh PT.Trubaindo Coal Mining (TCM) yang nilainya milliaran rupiah.

“Sebenarnya pemerintah sudah lama pingin membangun jembatan tersebut, karena jembatan itu sangat penting sekali untuk akses yang menghubungkan beberapa kampung dan kecamatan serta perusahaan yang berada disebrang Sungai Kedang Pahu.” kata Sahadi.

Kepala BKAD Kubar, Sahadi

Disampaikan Sahadi, pemerintah memiliki dana terbatas untuk membangun jembatan sehingga pemerintah berkoordinasi dengan pihak perusahaan kelapa sawit milik PT. Keruing.  Perusahaan pun menyambut baik agar hasil panennya bisa melewati jembatan tersebut menuju pelabuhan,  sehingga terbangun Jembatan Tumenggung Singa Yuda tersebut.

Dijelaskan Sahadi, pembungunan jembatan tersebut sepenuhnya ditanggung perusahaan. Sedangkan untuk ganti rugi lahannya ditanggung pemerintah daerah.

“Inil salah satu upaya keberhasilan  pemerintah daerah dalam melakukan kerjasama soal pembangunan infrastruktur dengan pihak swasta,” kata Sahadi.

Kerja sama lainnya dengan pihak swasta yaitu pembangunan Lamin atau Lou Adat Bentian yang dibangun PT. TCM di Kampung Dilang Puti Kecamatan Bentian Besar dengan dana milliaran rupiah.

“Itu semua murni dana dari PT. TCM meski penyelesaiannya bertahap,”tuturnya.

Selain itu, bantuan alat kesehatan untuk penanganan Covid 19, yang berikan oleh PT. TCM kepada RSUD HIS yang juga nilainya milliaran rupiah. Hal tersebut  hasil hubungan baik pemerintah daerah dengan pihak ketiga atau perusahaan yang ada di daerah.

Lamin Lou Adat Bentian, Kecamatan Dilangputi

Sahadi menuturkan, kegiatan dari CSR perusahaan sebenarnya banyak sekali yang belum diketahui karena belum terdata secara administrasi oleh kampung-kampung binaanya maupun yang di luar binaanya. Sahadi menyarankan kepada kepala kampung serta camat yang ada di Kubar agar mendata kegiatan CSR yang ada di kampung atau kecamatan masing masing dan dilaporkan ke bagian aset di daerah, sehingga kegiatan CSR perusahaan bisa diketahui semua.

“Selama ini kita tidak tahu kegiatan CSR dari perusahaan tambang ,” ujar Sahadi.

Dijelaskan Sahadi, setelah nanti terdata semua maka akan diketahui jumlah bantuan CSR yang ada.

“Kita akan berkoordinasi dengan para petinggi dan juga camat untuk mendata semua bantuan CSR perusahaan,” tuturnya. (arf)

Andi Harun Diberi Gelar Kehormatan Warga Dayak

August 7, 2022 by  
Filed under Samarinda

SAMARINDA – Wali Kota Samarinda Andi Harun mendapat nama kehormatan warga masyarakat adat Dayak yang diberikan Dewan Adat Dayak (DAD) Samarinda . Nama kehormatan Andi Harun yaitu Amai (ayah) Beluluq Lingau disematkan dalam rangkaian pengukuhan pengurus Dewan Adat Dayak Kota Samarinda tahun 2022-2027 di Hotel Midtown Samarinda, Sabtu (6/8/2022).

itu Andi Harun juga didaulat sebagai Dewan Kehormatan DAD Kota Samarinda. Selain dirinya, beberapa tokoh juga didaulat menjadi anggota Dewan Kehormatan DAD Samarinda antara lain Wakil Wali Kota Samarinda Rusmadi, bersama para tokoh adat Dayak lainnya yakni, Syaharie Ja’ang, Laden Mering, Yakobus Bayaulung, dan Martinus.

Andi Harun mengapresiasi pemberian gelar kehormatan tersebut dan berjanji akan menjaga nama baik.

Wali Kota Andi Harun menyambut baik Pengkuhan ketua dan anggota DAD Kota Samarinda. Wali Kota Andi Harun menaruh harapan besar kepada Dewan Adat Dayak Kota Samarinda agar mampu menjadi wadah bersama untuk menjaga kerukunan antar saudara satu suku, melestarikan kearifan lokal suku dayak, serta menjadikan dayak lebih dikenal dengan keunikan adat dan budayanya sebagai suku asli dari pulau Kalimantan.

Andi Harun berharap, DAD kota Samarinda bisa terus bersinergi dengan pemerintah terlebih Pemkot Samarinda dan menjadi mitra pemerintah terutama mendukung pembangunan.

“Dengan dilantiknya pengurus baru DAD Kota Samarinda ini kami berharap bertambah lagi pemersatu kita, bertambah lagi kekuatan penggerak dan pendukung pembangunan kita. Karena semakin kuat elemen masyarakat di sekitar Pemerintah maka semakin cepat tersampaikannya hasil dan dukungan itu kepada masyarakat,” ujar Wali Kota Andi Harun.

Wali Kota Andi Harun juga mengingatkan kepada Dewan Adat Dayak Kota Samarinda untuk siap bersinergi, berkolaborasi, dan bekerjasama dengan seluruh elemen masyarakat lainnya, menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, harmoni, dan lestari.

Hingga saat ini, perhatian Pemkot Samarinda kepada masyarakat adat Dayak telah terbukti pun sebaliknya dukungan masyarakat adat Dayak telah banyak di Kota Tepian.

Perhatian Pemkot Samarinda kepada warga adat Dayak dibuktikan Pimpinan Ibu Kota Provinsi Kalimantan Timur tersebut dengan mendirikan pasar Adat Dayak di wilayah PM Noor dan rehabilitasi kampung budaya Pampang. (*/adv)

« Previous PageNext Page »

  • vb