PD IAI Kaltim Peringati World Pharmacist Day 2022

September 26, 2022 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Pengurus Daerah (PD) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kalimantan Timur tak mau ketinggalan memperingati World Pharmacist Day (WPD) alias Hari Apoteker se-Dunia 2022. Berbagai kegiatan digelar tidak hanya oleh IAI Kaltim, tapi juga pengurus IAI dari berbagai kabupaten dan kota di Kaltim.

Ketua PD IAI Kaltim M Nasruddin menyampaikan, momentum peringatan Hari Apoteker Sedunia tidak hanya sekedar sebuah gebyar selebrasi yang hanya bergema sebentar. “Tapi kemudian pudar kehilangan makna, dan terasa hambar karena hanya perhatian dunia yang dikejar,” tutur Nasruddin, Minggu (25/9/2022)

Ia berharap, dalam peringatan World Pharmacist Day (WPD), semua apoteker lebih memaknai sebagai suatu  pernyataan atau ikrar yang merupakan kebulatan tekad para apoteker.

“Ini penting untuk menguatkan peran dalam memperkokoh pilar-pilar pembangunan kesehatan bagi masyarakat,” sambungnya. Sebab menurutnya, apoteker harus siap berkontribusi, berkolaborasi, dan menjaga marwah luhur profesi.

Kegiatan ini, menurut Nasruddin, sesuai dengan arahan pengurus pusat IAI yang mengajak semua anggotanya berkolaborasi melalui kegiatan branding, edukasi dan kompetisi untuk memperlihatkan kiprah apoteker Indonesia dalam mewujudkan dunia yang lebih sehat.

Ketua IAI Samarinda Eka Siswanto Syamsul menambahkan, WPD 2022 mengambil tema Apoteker Bersatu dalam Aksi Menuju Dunia yang Lebih Sehat. Sengaja dilakukan kegiatan kampanye tuberculosis dan diabetes mellitus pada masyarakat sebagai bentuk pengabdian pada masyarakat untuk mewujudkan Indonesia sehat.

Sementara itu, menurut Ketua Panitia Novyar Dharmindra, serangkaian kegiatan WPD 2022 sudah diselenggarakan sejak 21 Agustus 2022 sampai 31 Oktober 2022 mendatang.

Puncak kegiatan WPD 2022 untuk tingkat Kaltim ini dipusatkan di Stadion Kadrie Oening Sempaja Samarinda, Minggu (25/9). Event WPD 2022 cukup semarak dengan berbagai kegiatan seperti jalan sehat dan kampanye serta edukasi kepada masyarakat terkait tuberculosis dan diabetes mellitus. Tak kurang dari 400 apoteker Samarinda yang memeriahkan kegiatan ini. Kegiatan ini juga dipantau pengurus pusat IAI melalui live streaming.

Hadir dalam kegiatan tersebut Subkoord Substansi Subbagian Umum Balai Besar POM Samarinda, Danang T.A, S.Farm., Apt. Ada pula Ketua IAI Samarinda apt. Eka Siswanto Syamsul, S.Farm, M.Sc, serta Ketua Panitia apt. Novyar Dharmindra, S.Far. Selain itu ada sejumlah tamu undangan, seperti Fauzi perwakilan dari Dinas Kesehatan Kota, hingga Manajer Apotek Kimia Farma Samarinda, Ricky Marpaung.

Selain di Samarinda, berbagai kegiatan juga dilakukan daerah lain. Seperti IAI Balikpapan melakukan edukasi melalui podcast tentang tuberculosis dan diabetes mellitus, serta vaksinasi covid. IAI Paser juga melaksanakan edukasi melalui podcast tentang tuberculosis dan diabetes mellitus. Sementara IAI Penajam Paser Utara, selain podcast tentang tuberculosis dan diabetes mellitus, juga memberikan layanan cek gula darah gratis.

Sedangkan IAI Kutai Kartanegara menggelar kegiatan screening kesehatan bersama Dinas Kesehatan Kutai Kartanegara, hingga pembagian leaflet edukasi tentang tuberculosis dan diabetes mellitus. Selanjutnya untuk IAI Kutai Barat menggelar senam sehat bersama Persani Kutai Barat, disertai kegiatan konsultasi kesehatan, cek gula darah dan tekanan darah.

Kegiatan donor darah dan cek kesehatan gratis, menjadi pilihan IAI Kutai Timur dalam memeriahkan WPD 2022. Sementara IAI Berau menggelar kegiatan edukasi obat tuberculosis dan diabetes mellitus, serta melaksanakan senam dagusibu. (*)

Mantan Bupati Paser Wafat

September 26, 2022 by  
Filed under Paser

TANA PASER– H. M. Ridwan Suwidi Bupati Paser yang menjabat selama 2 periode mulai pada periode 2005–2010 dan 2010–2015. Sosok yang juga pernah menjabat sebagai Anggota DPRD Kalimantan Timur Fraksi PPP dan menjabat 4 periode tersebut telah tutup usia.

Dikabarkan pada Minggu (25/9/2022) sekira pukul 17.00 WITA Bapak Pembangunan Paser tersebut wafat di usia 91 Tahun. Berbagai ucapan duka tersebar secara luas melalui media sosial. Bahkan dirumah duka berbondong-bondong warga datang. Bahkan Wakil Bupati Paser Hj. Syatifah Masitah Assegaf juga mendatangi rumah duka di Jalan Kapten Piere Tandean Desa Tapis.

Putri Almarhum Hj. Ridhawati Suryana menyampaikan, almarhum menjelang akhir hayatnya tidak mengeluhkan sakit. Hasil pemeriksaan Laboratorium menyatakan bahwa darah dan organ tubuh dalam kondisi baik.

“Kami tidak merasakan abah mengeluhkan sakit. Tapi memang tadi sempat muntah. Sekira jam 5 sore tadi kami mendapatkan kabar abah sudah berpulang,” ucap Hj. Ridhawati Suryana. Minggu (25/9/2022).

Semasa hidup almarhum, dikenal dengan sosok yang penuh perhatian dan tidak pernah memaksakan kehendak setiap putra putrinya.

“Satu pesan abah yang selalu kami ingat yakni, positif thinking kepada setiap orang,” pungkasnya.

Selama masa kepemimpinan H. M. Ridwan Suwidi perubahan besar terjadi di wilayah Kabupaten Paser. Oembangunan hingga percepatan pembangunan dirasakan hampir merata di seluruh wilayah Kabupaten Paser. (yun)

Peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional dan Outdoor Camping

September 26, 2022 by  
Filed under Serba-Serbi

BATU – Memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional, Shining Tuli menyelenggarakan peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional dan Outdoor Camping di Area Modal Konservasi dan Edukasi (AMKE) Kelompok Tani Hutan (KTH) Panderman, Oro-Oro Ombo – Batu, Minggu (25/9/2022).

“Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan agar dapat memberi kesempatan dan memenuhi hak penyandang disabilitas. Mudah-mudahan anak-anak shining tuli bisa terus bersemangat, bisa terus belajar setinggi-tingginya dan mencapai cita-cita dan menjadi yang diinginkan,” kata Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko yang hadir di acara pagi hari tersebut dan mengikuti senam bersama.

Tuli, melalui organisasi Shining Tuli turut serta membangun jaringan pergerakan untuk mengawal peran aktif tuli dan pemenuhan hak penyandang disabilitas sebagai warga negara.

Ketua Shining Tuli Kota Batu, Khoirun Rizky mengatakan fokus pergerakan saat ini diantaranya adalah persoalan aksesibilitas pendidikan, ketenagakerjaan dan Bahasa isyarat Indonesia (Bisindo). Komunitas tuli ini secara intens mengadakan pertemuan dengan walikota dan DPRD serta bekerjas ama dengan beberapa organisasi kemasyarakatan.

“Gerakan mengawal aksesibilitas difabel di kota wisata Batu secara inklusif memerlukan dukungan semua pihak, ” kata Rizky

Dikatakan Roy, tanggal 23 September diperingati setiap tahun di seluruh dunia sebagai pelestarian bahasa isyarat bagi kalangan tuna rungu atau tuli guna mewujudkan hak asasi mereka.

Mengutip laman Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peringatan ini mengacu pada hari pembentukan World Federation of The Deaf, yakni perserikatan dari 135 asosiasi tuna rungu atau tuli. Federasi yang dibentuk pada 23 September 1951 ini mewakili 70 juta hak asasi tuna rungu atau tuli di seluruh dunia.

Saat ini diketahui ada kurang lebih 300 bahasa isyarat berbeda di seluruh dunia.  Di Indonesia, terdapat dua jenis bahasa isyarat yang paling umum digunakan untuk berkomunikasi, yakni Sistem Bahasa Isyarat Indonesia (SIBI) dan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo). (Buang Supeno)

Kementerian PPPA dan Anggota DPR RI Sosialisasikan Pencegahan Kekerasan dan Perlindungan Anak

September 26, 2022 by  
Filed under Serba-Serbi

BONDOWOSO –  Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI (Kemen PPPA) bersama Anggota DPR RI Komisi 8 Achmad Fadil Muzakki melakukan sosialisasi pencegahan dan pelayanan perlindungan khusus korban kekerasan terhadap Anak  di Aula STAI Pesantren Syalafiyah Al-Ustmani, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Sabtu (24/9/2022).

Achmad Fadil Muza menegaskan  masih tingginya kasus kekerasan terhadap anak di lembaga pendidikan, sangat memerlukan sosialisasi pencegahan dan pelayanan perlindungan khusus korban kekerasan terhadap Anak.

“Langkah sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran seluruh insan pendidikan terkait perlindungan anak dari segala bentuk kekerasan,” kata Achmad Fadil Muza.

Dikatakan  Fadil Muzakki, kasus kekerasan terhadap Anak, jangan sampai menimbulkan stigma negatif terhadap seluruh pesantren padahal hanya dilakukan salah satu oknum di pondok pesantren.

“Jangan biarkan stigma negatif terhadap pesantren berkembang di masyarakat karena kasus kekerasan terhadap anak. Pencegahan harus terus dilakukan agar kasus-kasus serupa tidak terulang lagi dan melindungi anak dari segala kekerasan di pesantren,” kata Fadil.

Asisten Deputi Pelayanan Anak Yang Memerlukan Perlindungan Khusus Anak (PAMPK) KemenPPPA, Robert Parlindungan Sitinjak menegaskan, kekerasan pada anak di Indonesia masih tinggi. Ia mengajak   seluruh lapisan masyarakat melakukan upaya bersama untuk menurunkan kekerasan bagi anak, termasuk perempuan.

Disebutkan kekerasan itu meliputi kekerasan fisik, psikis, kejahatan seksual, penelantaran, eksploitasi ekonomi, penculikan dan perdagangan anak, pornografi, perlakuan salah dan penelantaran, berhadapan dengan hukum. Disamping penyalahgunaan napza (narkotika, psikotropika dan zat adiktif), korban pornografi, penyandang disabilitas, korban stigmatisasi dari pelabelan terkait dengan kondisi orang tuanya.

Robert menyebutkan ada 15 kategori Anak yang memerlukan Perlindungan Khusus (AMPK), sesuai Pasal 59 ayat 2 UU No. 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Pelaku yang berusia anak melakukan tindak pidana, maka mendapat perlindungan dan penanganan hukum, khususnya Anak yang belum berusia 14 tahun hanya dikenai tindakan saja, sesuai Pasal 69 UU Nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA). Anak yang belum berusia 12 tahun diserahkan kembali kepada orangtua/ wali, atau ke LPKS (Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial) Kementerian Sosial di pusat atau daerah paling lama 6 bulan (Pasal 21), termasuk penempatan ABH (Anak Berhadapan Hukum) di LPKS, atau LPAS (Lembaga Penempatan Anak Sementara) selama penanganan perkara, atau LPKA (Lembaga Pembinaan Khusus Anak) jika perkara sudah ada putusan Hakim yang tetap.

Robert juga menegaskan, anak korban kekerasan yang memerlukan perlindungan khusus harus mendapatkan penanganan, perlindungan, dan rehabilitasi untuk pemulihan mental (healing), perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi, dengan memastikan pemenuhan hak anak, antara lain pemenuhan hak pendidikannya, kesehatan, hak sipil, pemberdayaan ekonomi pelatihan keterampilan, dan lainnya.

 

“Ketika anak korban kekerasan tidak tertangani, tentu mengalami depresi, mengalami trauma yang berkepanjangan selama hidupnya, sehingga perlu dilaporkan ke pengaduan kontak center di Nomor 129, atau dapat kirim pesan ke Whatsapp 08-111-129-129 untuk dilakukan penanganan, perlindungan dan rehabilitasi terhadap korban dan menangkap terduga pelaku kekerasan agar tidak bebas berkeliaran mencari korban lainnya,” ujarnya.

Menurut data dari Survey Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) 2021 menunjukkan bahwa 4 dari 10 anak perempuan dan 3 dari 10 anak laki-laki berusia 13-17 tahun, pernah mengalami kekerasan dalam bentuk apapun di sepanjang hidupnya.

Selain itu, data dari Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) periode Januari – September 2022 menunjukkan bahwa terdapat sekitar 11.104 anak yang menjadi korban kekerasan dan perlakuan salah lainnya. (Buang Supeno)

Dua Mahasiswa S2 KPI UINSI, Jadi Penguji UKW di Palangkaraya

September 25, 2022 by  
Filed under Serba-Serbi

 

Endro S Effendi (kiri) dan Achmad Shahab (kanan) saat menjadi penguji dalam Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Palangkaraya, Kalimantan Tengah

SAMARINDA – Dua mahasiswa Pascasarjana Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, masing-masing Endro S Efendi dan Achmad Shahab, menjadi penguji dalam Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. UKW tersebut digelar oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Tengah.

Kedua mahasiswa S-2 KPI UINSI Samarinda ini memang tercatat sebagai wartawan aktif dan tergabung dalam organisasi PWI Kalimantan Timur. Endro S Efendi saat ini tercatat sebagai ketua PWI Kaltim sementara Achmad Shahab sebagai wakil ketua Bidang Kesejahteraan Wartawan PWI Kaltim.

Ketua Program Studi Pasca Sarjana KPI UINSI Samarinda, Dr Hj Sy. Nurul Syobah, M.Si menyebutkan, aktivitas mahasiswa S2 KPI ini merupakan wujud kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai civitas akademika Komunikasi dan Penyiaran Islam Pascasarjana UINSI Samarinda.

“Semoga mampu mendorong kemajuan KPI UINSI Samarinda agar semakin dikenal,” sebutnya.

Sementara itu, Endro S. Efendi menyampaikan, seharusnya, ada tiga mahasiswa S2 KPI UINSI yang akan menguji di Palangkaraya. “Namun, satu rekan kami, Abdurrahman Amin, terpaksa tidak bisa ikut serta karena alasan kesehatan,” sebut Endro.

Dikatakan, untuk menuju ke Palangkaraya tersebut, para mahasiswa beserta pengurus PWI lainnya menggunakan transportasi darat. Perjalanan melintasi Banjarmasin, kemudian istirahat dan dilanjutkan menuju ke Palangkaraya. Total waktu perjalanan yang harus ditempuh dari Samarinda menuju Palangkaraya selama 19 jam.

UKW Angkatan XVIII yang digelar PWI Kalimantan Tengah itu berlangsung di Hotel Aurila, Palangkaraya selama dua hari yakni Sabtu dan Minggu, 24 dan 25 September 2022. Dalam UKW tersebut, kedua mahasiswa UINSI Samarinda, masing-masing menjadi penguji dan penguji magang untuk jenjang wartawan utama. Untuk jenjang wartawan utama diikuti 5 wartawan dari Kota Palangkaraya serta dari Sampit, Kota Waringin Timur. Hasilnya, dalam UKW tersebut, kelima peserta dinyatakan kompeten dan berhak memegang sertifikat kompetensi wartawan utama.

Pada UKW tersebut, total ada 5 kelas. Masing-masing 1 kelas untuk jenjang utama serta jenjang madya. Sedangkan untuk jenjang wartawan muda diikuti 3 kelas.

“Secara keseluruhan, yang terdaftar mengikuti UKW sebanyak 29 orang. Namun yang hadir mengikuti ujian hanya 25 peserta,” kata Endro, saat penutupan UKW tersebut.

Dari 25 peserta yang hadir itu, yang belum dinyatakan kompeten ada 2 peserta. Sehingga total yang kompeten dalam UKW kali ini sebanyak 23 orang. Masing-masing 5 wartawan jenjang utama, 6 wartawan jenjang madya, sisanya 12 wartawan jenjang muda.

“Alhamdulillah, semua berjalan lancar. Semoga wartawan yang dinyatakan kompeten bisa menjaga kualitasnya, sementara yang belum bisa kembali belajar lebih maksimal untuk meningkatkan kapasitasnya,” pungkas Endro. (end)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1091391
    Users Today : 4269
    Users Yesterday : 5223
    This Year : 27901
    Total Users : 1091391
    Total views : 10694268
    Who's Online : 74
    Your IP Address : 216.73.216.88
    Server Time : 2026-01-06