Tujuh Tahun GMSS-SKM Mengawal Sungai Karang Mumus

September 25, 2022 by  
Filed under Lingkungan Hidup

SAMARINDA – Kurun waktu tujuh tahun bukanlah waktu yang lama, sepertinya baru kemarin saja, bergabungnya rekan-rekan wartawan dari  Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Timur yang perduli akan lingkungan, terutama keberadaan sungai Karang Mumus, yang bisa diibaratkan sungai dijadikan bak sampah raksasa, tempat membuang sampah warga Samarinda.

Dimotori seorang wartawan bernama Misman, didukung para aktivis pecinta lingkungan maka tahun 2015 berdiri Gerakan Memungut Sehelai Sampah Sungai Karang Mumus atau disingkat GMSS-SKM. Kini mulai menampakan hasil, jarang terlihat sampah larut di Sungai Karang Mumus Samarinda.

Disampaikan M. Ghofar wartawan LKBN Antara yang didaulat sebagai sekretaris GMSS-SKM, keberadaan GMSS-SKM tidak bisa dilepaskan dari figur Misman, dibantu Kainan, Hermanto, Kifyatul Akhyar, Iyau Tupang, dan rekan-rekan Jurnalis PWI Kaltim.

“Saat ini paling tidak kita sudah melihat hasilnya, masyarakat sudah mulai segan membuang Sungai ke badan Sungai Karang Mumus,” ucapnya saat menyampaikan perjuangan awal pembentukan GMSS-SKM dalam rangka HUT ke-7 GMSS-SKM yang diselenggarakan di Pangkalan Pungut, jalan Muso Salim, samping jembatan Kehewanan Samarinda.

Sementara itu Wakil Walikota Samarinda Rusmadi Wongso saat menyampaikan sambutan pada HUT ke-7 GMSS-SKM menyampaikan bahwa bicara soal sungai adalah bicara soal kehidupan.

“Bagaimanapun peranan sungai sangat penting dan sebagai sumber kehidupan. Tidak ada kota Samarinda jika tidak ada Karang Mumus. Ini adalah berkah Allah, dan sudah menjadi kewajiban bagi kita yang tinggal berdampingan dengan Karang Mumus ini agar tetap terjaga dan mengalir,” ucap Rusmadi.

Menurut Rusmadi sungai Karang Mumus wajib kita pelihara dan urusi, bagaimanapun sungai Karang Mumus yang lebih dari dua pertiga wilayah mengaliir di wilayah Samarinda, jika tidak diurus dengan baik akan memberikan dampak yang sangat luar biasa, antara lain dampak banjir yang sering dirasakan warga Samarinda.

“Kita patut bersyukur karena perhatian pemerintah, bukan hanya saja pemerintah kota, tetapi juga pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk memastikan sungai Karang Mumus bisa berfungsi dengan baik. Ini satu kolaborasi yang sangat luar biasa, ditambah dukungan dan kerja kerja kawan-kawan GMSS-SKM, pemerhati lingkungan untuk mewujudkan sungai Karang Mumus sebagai sumber kehidupan makhluk Allah,” kata Rusmadi, yang pada saat masih menjabat Sekda Provinsi Kaltim menyumbangkan satu buah perahu untuk dimanfaatkan relawan GMSS-SKM memungut sampah di sungai Karang Mumus.

Misman, sebagai penggagas GMSS-SKM mengungkapkan bahwa sungai Karang Mumus saat ini sudah terjaga dengan baik. “Sungai itu sebagai sarana pengairan sumber kehidupan dan sebagai pencegah banjir. Alhamdulillah kita di Samarinda sudah sepakat bahwa dibagian hilir ditata secara modern dengan adanya turap, pemanfaatan sungai untuk kepentingan ekonomi, dan dibagian ulu tetap terjaga secara alami, memberikan ruang penghidupan bagi biota sungai dan menjaga sungai tetap alami,” jelas Misman yang dalam kondisi kurang fit berjuang melawan penyakit Batu Empedu yang dideritanya, namun tetap hadir dalam acara syukuran HUT ke-7 GMSS-SKM.

Dalam acara yang di gelar penuh dengan keakraban ditandai dengan pemotongan kue ulang tahun oleh Ketua GMSS-SKM Misman diserahkan kepada Wakil Walikota Samarinda Rusmadi Wongso, dan pemotongan tumpeng dilakukan oleh Wakil Walikota Samarinda Rusmadi Wongso diserahkan kepada Misman, dan Kainan, disaksikan undang yang hadir antara lain Kepala Dispora Kaltim Agus Tianur, Camat Samarinda Kota Anis Siswantini, aktivis Lingkungan, BEM Unmul. (mun)

Telkomsel  Dukung Kelestarian Ekosistem Balai Taman Nasional Kutai

September 25, 2022 by  
Filed under Kalimantan Timur

BONTANG – Telkomsel sebagai leading digital telco terus berupaya membuka peluang kolaborasi lebih luas bagi bangsa dan negara, termasuk mendukung kelestarian ekosistem di Balai Taman Nasional Kutai Kalimantan Timur bersama Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) salah satunya melalui kegiatan penanaman 20.000 bibit mangrove atau seluas 2 hektar di Bontang Mangrove Park Salebba Balai Taman Nasional Kutai Kalimantan Timur, Sabtu (24/9/2022)

General Manager Network Service Assurance Telkomsel Kalimantan Awang Suryanto mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian Telkomsel terhadap kelestarian lingkungan di Indonesia khususnya di Kalimantan Timur terdapat kawasan yang menjadi lokasi Taman Nasional Kutai. Kehadiran Telkomsel diharapkan mampu semakin menghidupkan pariwisata lokal sekaligus meningkatkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kelestarian alam di Indonesia”.

Lebih lanjut Awang mengungkapkan, dalam mendukung pengelolaan ekosistem di Balai Taman Nasional Kutai selain melakukan penanaman 20 ribu bibit Mangrove, Telkomsel juga memberikan dukungan terkait kegiatan perlindungan dan pengamanan kawasan, serta pelestarian fungsi kawasan.

Kepala Balai Taman Nasional Kutai Persada Agussetia Sitepu menucapkan terimakasih terhadap dukungan Telkomsel selain kehadiran jaringan broadband namun juga turut menjaga kelestarian ekosistem di Taman Nasional Kutai. Ia berharap dukungan ini terus memberikan dampak yang positif. Taman Nasional Kutai ditargetkan penanaman mangrove seluas 40 ribu hektar hingga tahun 2030

“Kegiatan penanaman mangrove ini bertujuan agar emisi karbon seimbang dengan penyerapan,” katanya.

Balai Taman Nasional Kutai merupakan salah satu perwakilan hutan hujan tropis dataran rendah yang terletak di Provinsi Kalimantan Timur. Kawasan ini memiliki ciri yang khas berupa vegetasi hutan ulin meranti kapur campuran dengan flag species nya adalah orangutan. Balai Taman Nasional Kutai juga menyajikan tujuan wisata bagi masyarakat Bontang dan sekitarnya yang menyajikan potensi ala berupa hamparan ekosistem mangrove dengan keanekaragaman jenis vegetasi dan satwa di dalamnya, yaitu Bontang Mangrove Park.

Untuk mendukung pengembangan daya tarik objek wisata di Bontang Mangrove Park, disamping kehadiran aksebilitas jaringan broadband 4G Telkomsel seiring perilaku komunikasi wisatawan sudah bergeser dmana penggunaan layanan data untuk mengunggah foto dan video di lokasi wisata lebih dominan dibanding penggunaan layanan sms dan  suara, Telkomsel juga mendukung pengembangan daya tarik objek wisata di kawasan Balai Taman Nasional Kutai.

“Lebih dari 9.000 BTS telah hadir melayani wilayah Kalimantan Timur termasuk menjangkau wilayah Balai Taman Nasional Kutai. Telkomsel terus #BukaSemuaPeluang melalui jaringan broadband dan layanan produk yang dihadirkan, termasuk mendukung pariwisata di wilayah Balai Taman Nasional Kutai,” tutup Awang. (*/adv)

Cegah Stunting, MUI dan FKUB Kaltim Gelar Talkshow

September 24, 2022 by  
Filed under Berita

SAMARINDA – Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga (KPRK) MUI Kaltim bekerjasama dengan Perempuan Lintas Agama (PERLITA)  Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kaltim menggelar acara talkshow “Mencegah Stunting Menuju Generasi Kuat dan Cerdas” yang berlangsung di ruang serbaguna Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim Jalan Gajah Mada Samarinda, Sabtu (24/9/2022).

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis, yang ditandai dengan tubuh pendek. Umumnya penderita rentan terhadap penyakit, kecerdasan di bawah normal, serta produktivitas rendah. Menurut standar WHO suatu wilayah dianggap kronis jika prevelansinya diatas 20 persen.

Talkshow mencegah stunting menghadirkan empat orang narasumber yakni Dr. Dr. Nataniel Tandirogang, M.Si – Dosen Universitas Mulawarman, Hj. Noryani Sorayalita, SE, MMT – Kepala Dinas KPPPA Kaltim, Dr. Hj. Siti Shogirah, M.Ag – KPRK MUI Kaltim dan Dr. Sonja Verra T Lumowa, M.Kes – Perlita FKUB Kaltim.

dr. H. Jaya Mualimin, Sp.KJ, M. Kes, MARS – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim

Talkshow dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim dr. H. Jaya Mualimin, Sp.KJ, M. Kes, MARS mewakili Gubernur Kaltim Dr. Ir. H. Isran Noor, M.Si. Dalam sambutannya Gubernur Kaltim menyambut baik digelarnya kegiatan talkshow cegah stunting garapan MUI dan FKUB Kaltim.

Ia pun berharap talkshow ini dapat dijadikan sebagai momentum bagi kita semua untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kaltim yang sehat, kuat dan sejahtera. Serta mendukung pelaksanaan pembangunan di Provinsi Kalimantan Timur khususnya Pelaksanaan Program Bangga Kencana di Provinsi Kalimantan Timur.

Lebih lanjut dijelaskan Angka Stunting di Kaltim sudah berkurang hingga 6 persen. Menurut Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 angka prevalensi stunting di Kaltim berada di bawah rata-rata Nasional.

“Angka prevalensi Stunting pada tahun 2021 lalu berdasarkan data SSGI telah mencapai 22,8%, lebih rendah dari nasional 24,4%,” ujarnya.

Pemprov Kaltim telah menargetkan kepada Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kaltim agar mampu menurunkan prevalensi stunting menjadi 12,83% pada tahun 2024 nanti.

“Ini tentu menjadi perhatian serius dan diperlukan kerja keras secara bersama-sama untuk mencapai target tersebut,”harapnya.

Sebelumnya Ketua MUI Kaltim KH. Muhammad Rasyid, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukurnya atas terlaksananya kegiatan talkshow ini, tidak lupa ia menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pemprov Kaltim, pihak sponsor dan narasumber atas dukungannya sehingga acara terlaksana dengan lancar.

Foto dari kiri ke kanan : Prof. Dr. Drh. Hj. Gina Saptiani, M.Si, KH. Muhammad Rasyid dan Dr. Hj. Aminah Djafar Sabran, M.Pd

Lebih lanjut disampaikan, talkshow ini dihadiri  lebih dari 200 orang, melebihi target sebanyak 150 orang peserta, yang berasal dari perguruan tinggi, sekolah, majelis taklim, organisasi perempuan, ormas keagamaan, pondok pesantren, dan PAUD/TK di Kaltim.

Menurutnya tema yang diangkat yakni mencegah stunting menjadi tema yang selalu hangat didiskusikan, dan menjadi hal yang serius untuk dituntaskan, “bahkan menjadi salah satu bahan debat calon presiden RI pada tahun 2019,” ujarnya.

Ketua MUI Kaltim ini menjelaskan, Ilmu Syariah dalam Islam ada dalam 5 kelompok, salah satunya adalah memelihara generasi penerus selanjutnya, termasuk pernikahan. Perkawinan berpengaruh pada generasi selanjutnya. Dalam Al Quran Surah Annisa ayat 9 mengingatkan agar keturunannya jangan sampai lemah. Yang berpengaruh pada masa depan generasi penerus.termasuk praktek pernikahan dini.

“Kultur Kawin usia dini, bisa berdampak pada pelemahan generasi penerus,” kata Rasyid.

Hal senada disampaikan Ketua Panitia Prof. Dr. Drh. Hj. Gina Saptiani, M.Si, yang menuturkan latar belakang digelarnya talkshow “Cegah Stunting Menuju Generasi Kuat dan Cerdas”. Selama ini kami menggelar secara umum tidak hanya stunting, tapi edukasi bagi ibu, anak dan perempuan pada umumnya.

“Alhamdulillah, kami hari ini menggelar kegiatan yang lebih spesifik terkait tema stunting dengan narasumber yang ahli dibidangnya, mereka akan menyuguhkan informasi aktual terkait pencegahan stunting,” kata Gina.

Sementara itu, Dr. Hj. Aminah Djafar Sabran, M.Pd Ketua Perempuan Lintas Agama (PERLITA)  Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kaltim menyampaikan apresiasi kepada panitia yang telah bekerja keras dan tentunya dengan dana yang terbatas mengingat belum turunnya anggaran dari pemerintah.

“Walaupun anggaran dari pemerintah belum turun beberapa kegiatan telah dilaksanakan, termasuk kegiatan hari ini talkshow mencegah stunting hari ini,” kata Aminah.

Ia pun mengucapkan banyak terimakasih atas dukungan sponsor yang telah sukarela mengihlaskan dana membantu demi terlaksananya kegiatan ini.

Saat talkshow,  pemateri pertama, Dr. Dr. Nataniel Tandirogang, M.Si – Dosen Universitas Mulawarman menjelaskan pengaruh stunting pada pertumbuhan dan kecerdasan otak anak.

Pemateri kedua, Hj. Noryani Sorayalita, SE, MMT – Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Provinsi Kalimantan Timur, menyampaikan materi hubungan pernikahan dini dan dampaknya pada kasus stunting.

Pemateri ketiga,  Dr. Hj. Siti Shogirah, M.Ag  dari Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga (KPRK) MUI Kaltim menyampaikan kajian dari perspektif Islam, berikut dalil-dalil dalam Quran dan Hadist yang mencerahkan terkait stunting.

Terakhir pemateri keempat, menampilkan Dr. Sonja Verra T Lumowa, M.Kes dari  Perempuan Lintas Agama (PERLITA)  Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kaltim, yang juga seorang peneliti/dosen dari Universitas Mulawarman yang menyampaikan hasil penelitian terkait sumberdaya lokal Kaltim yang sangat banyak murah, bergizi dan bisa menjadi solusi penyelesaian masalah stunting.(hel)

Wali Kota Samarinda Lantik Dirut BPR kota Samarinda

September 24, 2022 by  
Filed under Samarinda

SAMARINDA – Wali Kota Samarinda Andi Harun melantik Direktur Utama (Dirut) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Samarinda Tony Noviandi. Pelantikan dilaksanakan di Anjungan Karang Mumus, Balai Kota Samarinda pada Jumat Siang, (23/09/2022).

Andi Harun menuturkan, sebagai perusahaan daerah, BPR memiliki peran ganda. Yakni, sebagai institusi yang berorientasi sosial untuk memberikan layanan publik dan juga berorientasi pada ekonomi. Yakni mendapatkan keuntungan yang bisa mendorong peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

Andi Harun meminta Tony Noviandi selaku dirut segera melakukan pembenahan internal maupun eksternal. Kinerja BPR juga mutlak harus ditingkatkan sehingga mampu mengimbangi akselerasi pembangunan Samarinda menuju Kota Pusat Peradaban.

Disampaikan Andi Harun, pembenahan internal sebagai langkah awal yang harus dilakukan adalah konsolidasi BPR Samarinda dengan seluruh karyawan.  Tentunya, pembenahan eksternal juga mesti dibenahi. Termasuk dengan stakeholder terkait. Artinya, BPR harus mampu menunjukkan prestasi melalui inovasi program unggulan yang kreatif, out of the box, dan mendatangkan profit.

Andi Harun berharap direktur utama mampu memimpin dan mengoptimalkan kinerja seluruh elemen dalam organisasi sesuai kapasitasnya masing-masing. Sehingga, permasalahan yang dihadapi mampu bertranformasi menjadi peluang untuk mengembangkan perusahaan yang dikelola.

“Seluruh sumber daya BPR Samarinda harus bersatu melangkah dan bergerak bersama menatap masa depan yang lebih baik,” ucapnya. (*/adv)

 

Dari Sepinggan ke Krakow – Catatan Rizal Effendi

September 24, 2022 by  
Filed under Opini

GM Bandara SAMS Balikpapan Rika Danakusuma (baju kuning) menerima penghargaan dunia ASQ Award 2021 di Krakow, Polandia

PERNAH ke Krakow? Dengar namanya saja baru, apalagi ke sana. Krakow merupakan kota yang terletak di sebelah selatan Polandia. Jadi ibu kota Provinsi Polandia Kecil. Kota tertua dan terbesar di Polandia dan pernah menjadi ibu kota Polandia pada era kerajaan.

Luasnya sekitar 326,8 km2 dengan penduduk 757.500 jiwa. Dari segi luas, Krakow lebih kecil dari Balikpapan, yang mempunyai luas 503 km2. Populasi penduduknya hampir sama.

Di kota inilah General Manager Bandara  Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan (SAMS) Balikpapan, Rika Danakusuma menerima penghargaan bandara terbaik di dunia, 15 September lalu.  “Sangat luar biasa, meski kami harus menempuh rute penerbangan sangat panjang dan melelahkan,” katanya.

Bayangkan, kata Rika. Dari Balikpapan mereka harus  ke  Denpasar dulu. Baru dari Bandara Ngurah Rai Denpasar terbang ke Dubai selama 8 jam 50 menit. Transit di Bandara Internadional Dubai 7 jam. Tidak gampang setengah hari duduk dan kelayapan di bandara megah itu, meski suasana dan pemandangan di bandara  yang jadi markas maskapai penerbangan Emirates (Tayaraan AlImarat) itu menyenangkan. Selanjutnya terbang ke Warsawa, ibu kota Polandia selama 6 jam 15 menit. Dan terakhir dari Warsawa naik kereta menuju Krakow selama 3,5 jam. Total lebih satu hari satu malam perjalanannya.

St. Florian’s Gate, salah satu sudut kota Krakow yang menarik

Tapi kelelahan datang ke kota tua ini terbayar dengan kebanggaan yang diterima. Bandara SAMS PT Angkasa Pura I memperoleh dua anugerah sekaligus pada penghargaan Airport Service Quality (ASQ) Award 2021, yang dilaksanakan oleh Airport Council International (ACI) di Krakow.

ACI merupakan organisasi kebandarudaraan dunia yang berbasis di Montreal, Kanada. Anggotanya 717, yang mengelola 1.950 bandara, yang tersebar di 185 negara di dunia.

Setelah dilakukan pengukuran secara periodik selama satu tahun, maka Bandara SAMS berhak menerima predikat “Best Airport in AsiaPasific by Size and Region: 5 to 15 Million Passengers per Year in AsiaPacific.”

Selain itu, juga menerima  “The Airport Council General’s Roll of Excellence in Airport Service Quality,” yang hanya diberikan kepada bandara yang telah menerima penghargaan ASQ Award 5 kali selama 5 tahun secara berturut-turut.

Dengan predikat ini, kata Rika,  maka SAMS merupakan satu-satunya bandara di Indonesia yang mampu secara konsisten memperoleh dan mempertahankan gelar tersebut selama lima tahun. “Bangga banget dilihat GM-GM bandara sedunia,” kata Rika, yang sebelumnya bertugas di Denpasar. Dia ke Balikpapan menggantikan Barata Singgih Riwahono, yang bergeser ke Surabaya.

Pada pemberian penghargaan di Polandia itu, PT Angkasa Pura I menjadi penerima award terbanyak di Indonesia dengan memperoleh 6 penghargaan dari lima bandara yang dikelola.

Selain SAMS Balikpapan, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, dan Bandara Internasional Yogyakarta menerima penghargaan untuk kategori “Best Airport by Size and Region: 5 to 15 Million Passengers per Year in Asia-Pacific; Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang dan Bandara Adi Soemarmo Surakarta untuk kategori “Best Airport by Size and Region: 2 to 5 Million Passengers per Year in Asia-Pacific; Serta Bandara Pattimura Ambon untuk kategori “Best Airport by Size dan Region: Under 2 Million Passengers per Year in Asia-Pacific.”

Suasana penumpang di Bandara SAMS yang mulai ramai

Mengutip rilis resmi, ACI World Director General Luis Felipe de Oliveira menyampaikan rasa bangganya atas keteguhan para pengelola bandara sedunia dalam menghadapi pandemi Covid-19 selama dua tahun, yang menyebabkan bandara tutup di mana-mana dan hampir tidak ada pesawat dan penumpang, yang bergerak.

“Saya bangga atas kepemimpinan yang luar biasa dari para pengelola bandara. Pemenang ASQ Awards tahun ini cerminan dari kepemimpinan yang hebat dalam sejarah industri penerbangan di dunia,” kata Luis.

HEBAT

Ketika saya mendarat di Bandara SAMS, Kamis (23/9) sore, dari perjalanan Batam-Jakarta-Balikpapan, saya tidak langsung pulang. Saya janjian bertemu  Pak Dahlan Iskan, bos saya yang pernah menjadi menteri BUMN era Presiden SBY di gerai Straats Mantau di ruang tunggu bandara, milik pengusaha muda Mas Arul.

Saya tak menyangka di sana ada GM Bandara SAMS Rika Danakusuma dengan sejumlah staf termasuk Airport Operation Services and Security Senior Manager Arief Sirajudin . Rika sempat mendapatkan ucapan selamat dari Dahlan. “Hebat prestasinya,” katanya memuji Rika. Hal yang sama dia ucapkan juga kepada Arul, yang sudah berhasil membangun 4 gerai di Balikpapan.

Owner Straat Mantau Arul (kedua dari kiri) bersama Dahlan Iskan, GM SAMS Rika Danakusuma dan Manajer Operasi Arief Sirajudin

Menurut Rika, apa yang diraih Bandara SAMS bukan karya dia sendiri. Tapi ini hasil kerja sama dan kerja keras dari semua entitas. Mulai dari GM-GM sebelumnya sampai para staf dan petugas, perusahaan penerbangan dan juga pengguna jasa udara. “Saya sangat berterima kasih,” tambahnya.

Bandara SAMS sudah ada sejak zaman Belanda. Soalnya dipergunakan untuk mengangkut para ekspatriat perusahaan minyak Belanda yang beroperasi di Kalimantan. Kemudian beberapa kali direnovasi sampai akhirnya diresmikan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono, 15 September 2014.

Menjelang peresmian sempat ramai urusan penggantian nama. Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak saat itu ngotot dengan nama baru Sultan Aji Muhammad Sulaiman, sultan ke-17 Kutai Kartanegara. Akhirnya disepakati dengan nama baru yang digabungkan, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan atau SAMS.

Bandara SAMS yang mampu melayani 15 juta penumpang sempat  menurun penumpangnya setelah Bandara Internasional Aji Pangeran Tumenggung Pranoto Samarinda mulai beroperasi, 24 Mei 2018. Kondisi paling buruk tentu saja terjadi pada masa pandemi Covid, tahun 2020 dan 2021. Semua anjlok di mana-mana.

Tahun 2022 ini dianggap sebagai awal kebangkitan baru menyusul Covid mulai reda. Sayangnya ada beberapa tantangan baru muncul. Kenaikan tarif tiket akibat kenaikan harga BBM dan terbatasnya jumlah pesawat yang dimiliki maskapai penerbangan di antaranya Garuda dan Lion. “Rencana penerbangan untuk jamaah umrah langsung dari Balikpapan dari Lion juga belum berjalan,” kata Arief.

Saya belum pernah ke Polandia apalagi ke Krakow. Kotanya penuh bangunan tua bersejarah. Konon wanitanya cantik-cantik. Bandaranya, kata Rika, tak sebagus SAMS.  Yang saya ingat dengan Polandia bendera kebangsaannya mirip Sangsaka Merah Putih. Hanya Polandia, putihnya yang di atas. Benderanya lebih dulu ada sejak 1 Agustus 1919.

Selain itu, juga tim sepakbolanya termasuk kuat di Benua Eropa dan  Piala Dunia. Sekarang ini ada pemain asal Polandia yang sangat popular, Robert Lewandowski. Dia  menjadi penyerang Barcelona yang haus gol. Dia hebat, sayangnya saya telanjur dan terlalu jatuh cinta dengan Manchester United. Jadi saya tetap cinta Ronaldo, meski mulai tua. Setua-tuanya pemain “Setan Merah” tetap memukau seperti Krakow.(*)

*) Rizal Effendi

– Wartawan Senior Kalimantan Timur

– Wali Kota Balikpapan dua periode (2011-2021)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1095286
    Users Today : 205
    Users Yesterday : 3662
    This Year : 31796
    Total Users : 1095286
    Total views : 10730959
    Who's Online : 79
    Your IP Address : 216.73.216.135
    Server Time : 2026-01-08