Isran Jadi Saksi Nikah

October 29, 2022 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Gubernur Isran Noor ketika menjadi saksi nikah yang menggegerkan penghulu dan mempelai

MINGGU ini ada dua hal yang viral dari Gubernur Isran Noor. Pertama, soal dia jadi saksi nikah. Kedua, ditetapkannya dia sebagai ketua umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia atau APPSI, meneruskan jabatan Anies Baswedan, yang purnatugas sebagai gubernur DKI Jakarta.

Ada yang bilang dengan terpilihnya Isran sebagai ketuanya gubernur se-Indonesia, menjadi pintu baik buat Isran untuk mewujudkan semangatnya menjadi calon presiden atau wakil presiden. Isran bisa datang ke daerah-daerah seluruh Indonesia seperti dilakukannya pada saat menjadi ketua umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi).

Hampir di semua grup WA  memosting video unik ketika Isran menjadi saksi nikah. Saya tidak tahu persis kapan acara itu berlangsung. Rasanya baru saja dia jadi saksi nikah di Samarinda. Ketika sang mempelai pria lancar mengucapkan akad nikah..”mas kawinnya 500 ribu rupiah dibayar tuuuuunai…”, Isran langsung memukul meja cukup keras sambil berucap “sah!!!!”.

Semua orang kaget termasuk sang penghulu. “He he takipik penghulunya,” kata Kepala KUA, yang memimpin upacara ritual itu. Undangan lainnya tertawa, ada juga yang bertepuk tangan. “Mantap saksinya Pak Gub,” kata seorang keluarga.

Beragam komenter muncul dari warga net. Ada yang setuju dan senang gaya Pak Isran, ada juga yang protes. “Rasanya kurang pas karena suasananya sangat sakral,” begitu salah satu komentar.

Tapi ada juga berkomentar lucu. “Lain kali jangan coba-cobalah maundang Pak Isran jadi saksi.  Selain bayarannya larang, pengantennya bisa masuk ICU, karena takajut-kajut jantungnya.”

“Gubernur Kaltim Isran Noor idola kita semua. Memang nang ini kedada obatnya. Semoga kita selalu diberi kesehatan dan jangan lupa tertawa..he..he,” kata warga net lainnya.

Soal urusan yang nyeleneh, Isran memang jagonya. Di depan Presiden Jokowi sekali pun dia berani bicara lepas. Menghibur, sehingga kita tak bosan mendengar pidatonya.  Ada saja yang diplesetkannya, soal tinggi badannya yang cenderung stunting sampai matanya yang rabun kalau lihat nenek-nenek. “Ya suka-suka saya,” katanya memberi alasan sekenanya soal ucapannya.

Isran juga cerdik mengakhiri pidatonya. Habis dia ngomong kencang dan orang merasa belum selesai menyimak pidatonya, tiba-tiba dia langsung mengucapkan: “Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakaatuh” sebagai pertanda berakhirnya sambutan.

Ibarat orang lagi makan, lagi enak-enaknya menyantap, tiba-tiba makanannya sudah habis. Tentu membuat orang jadi  penasaran. Ini strategi untuk melawan istilah “hukum Gossen” agar orang tidak jenuh.

Hukum Gossen itu adalah kaidah dalam ilmu ekonomi, yang diintrodusir oleh ahli ekonomi Jerman, Hermann Heinrich Gossen (1810-1858). Dia bilang kalau kita terus menerus mengonsumsi sesuatu, maka kenikmatannya akan terus menerus berkurang sampai akhirnya mencapai suatu kejenuhan.

Agar hukum Gossen tidak berlaku atau bisa kita patahkan, ya caranya berhenti sebelum waktunya. Sepertinya itu yang dilakukan Isran jika berpidato atau memberi sambutan dalam berbagai kesempatan. Lucu, serius dan stop ketika orang lagi asyik-asyiknya mendengar. Bagian dari ilmu public speaking juga, agar pesan yang disampaikan mengena.

“TIGA ISTRI”

Ketika menerima pataka APPSI dari Anies Baswedan di acara Pra-Rapat Kerja Nasional  APPSI sebagai tanda serah terima jabatan ketua umum APPSI, Isran juga banyak melepas joke. Misalnya soal menyebut satu istri tiga anak, dia bilang “Satu anak, tiga istri.”

Gubernur Isran Noor bersalaman dengan Anies Baswedan setelah setelah serah terima jabatan ketua umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Balikpapan.

Acara APPSI itu berlangsung di Hotel Novotel Balikpapan, Rabu (26/10) malam. Setelah menerima pataka, Isran diminta membuka langsung acara didampingi sejumlah gubernur dan Ketua Dewan Pakar APPSI, Prof Ryaas Rasyid. “Pak Ryaas ini menteri negara Otonomi Daerah Indonesia pertama dan terakhir,” kata Isran.

Ryaas yang sudah berusia 72 tahun itu menjadi menteri otonomi daerah pada masa Presiden Gus Dur, 1999. Masa jabatannya tidak sampai setahun sudah lengser. Setelah itu tak ada lagi menteri otonomi. “Kita doakan beliau tetap sehat dan terus mendampingi kita,” kata Isran.

Ketika menyapa Anies Baswedan, Isran sempat menyebutnya sebagai calon presiden. Undangan sempat bertepuk tangan. “Iya ‘kan baru beliau yang secara resmi dicalonkan partai sebagai bakal calon presiden? Yang lain ‘kan belum,” jelasnya.

Di tengah ucapannya yang setengah bercanda, ada tiga isu penting yang dilempar Isran menjadi perjuangannya di APPSI mendatang. Yaitu soal penghapusan tenaga honorer yang ingin dilakukan pemerintah pusat, soal tudingan pusat kepada daerah soal dana menganggur dan perubahan postur APBN, yang lebih berpihak kepada daerah.

Dia menegaskan bahwa dia tidak sependapat dengan program penghapusan tenaga honor karena akan membuat penderitaan yang besar. Isran menyebut tidak kurang ada 4 jutaan tenaga honor. Bisa jadi melebihi jumlah PNS.  Kalau itu menghidupi tiga anak dan satu istri (yang sempat diplesetkan Isran jadi “satu anak tiga istri”), maka ada 16 juta orang yang terkena dampaknya.

Menurut Isran, tidak ada alasan bahwa kita tidak memiliki kemampuan keuangan sehingga harus menghapus tenaga honorer. “Itu urusan negara. Negara perlu menciptakan lapangan kerja. Bukan membuat orang jadi menganggur. Apalagi tenaganya memang kita butuhkan,” kata gubernur yang disambut applaus undangan.

Berkaitan soal tudingan pusat seakan-akan daerah lambat membelanjakan dana APBD-nya, Isran juga membantah. “Nggak ada daerah yang mau menahan-nahan dananya. Untungnya apa?” katanya. Ia menjelaskan, kerap ada dua hal kenapa dana daerah masih mengendap. Pertama soal aturan yang terlalu njlimet dan kedua, biasanya dana pihak kontraktor yang belum dicairkan.

Gubernur Isran juga mengajak gubernur se-Indonesia membuka paradigma baru soal postur APBN, yang selama ini banyak dikelola pusat. Seharusnya dana tersebut lebih banyak disalurkan kepada daerah, mengingat Pusat hanya berkewajiban menangani 5 bidang pemerintahan saja. “Jadi seyogianya dana APBN banyak ke daerah, misalnya 30 sampai 40 persen saja di Pusat dan sisanya dibagikan kepada daerah. Itu baru betul,” katanya mendapat sambutan meriah.

Apakah Isran berhasil memperjuangkan tiga isu penting ini ke Pusat? Menurut beberapa peserta Pra-Rakernas APPSI, isu ini sangat penting digaungkan demi kepentingan daerah di masa depan. “Saya kira bisa lebih cepat terealisir kalau Pak Isran jadi presiden atau wapres. Karena itu, tak ada salahnya jika kita mendukung  beliau,” kata mereka bersemangat.(*)

*) Rizal Effendi

– Wartawan Senior Kalimantan Timur

– Wali Kota Balikpapan dua periode (2011-2021)

POLNES Sosialisasikan Penggunaan Cat Rumah Bagi Anggota Dasawisma Lily Harapan Baru

October 29, 2022 by  
Filed under Serba-Serbi

Vivaborneo.com, Samarinda — Untuk mempercantik rumah, salah satu yang berperan penting adalah penggunaan cat warna  yang diaplikasikan pada rumah secara tepat dan benar.

 Untuk menambah pengetahuan dan wawasan bagi masyarakat, jurusan Teknik Sipil Politeknik Politeknik Negeri Samarinda  mengadakan sosialisasi penggunaan cat kepada para ibu rumah tangga, anggota Dasawisma Lily di RT 25 Kelurahan Harapan Baru,  Kecamatan Loa Janan Ilir,  Samarinda.

Sosialisasi yang dilaksanakan disambut antusias oleh anggota Dasawisma Lily. “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami.  Yang sebelumnya kami belum tahu cara mempercantik rumah dengan cat, sekarang jadi tahu bagaimana mempercantik rumah tersebut,” ujar ibu Yuli peserta sosialisasi ini, pada  Jumat (14/10/2022).

Menurut Ketua Pelaksana,  Garini Widosari, S.Si.,M.Sc ,  kegiatan ini merupakan salah satu Tri Dharma Perguraun Tinggi yang dilakukan oleh dosen yaitu pengabdian kepada masyarakat.  Sedangkan Tri Dharma yang lain adalah berupa pengajaran dan penelitian. 

“Ini merupakan kegiatan yang dikoordinasi oleh P3M Polnes.  Harapannya masyarakat bisa bertambah pengetahuan jenis – jenis cat. Sehingga pada saat melakukan pengecatan untuk mempercantik rumah tidak salah untuk menentukan cat yang tepat,” harap Garini.

Sementara itu, Ir. Kukuh Prihatin,ST.,MT sebagai pemateri yang merupakan dosen jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Samarinda  menambahkan, dengan kegiatan ini, diharapkan kedepannya peserta dapat mempercantik rumah dengan menerapkan ilmu yang diperoleh pada kegiatan ini.

Sosialisasi yang dilaksanakan mulai pukul 16.00 sampai pukul 17.30 Wita ini dihadiri oleh 15 anggota Dasawisma Lily, berisi materi tentang jenis – jenis cat dan metode pelaksanaan pengecatan pada bangunan gedung. Selain itu juga penanganan cat pada bangunan gedung serta trik dan tip pemilihan warna yang menarik.(adv/*)

 

 

 

Empat Sekolah SMK di Bontang Dapatkan Pelatihan Bahasa Inggris Dasar Akuntansi

October 29, 2022 by  
Filed under Serba-Serbi

Vivaborneo.com, Bontang — Salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Pada pengabdian kali ini, kembali tim dosen Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Samarinda melaksanakan sosialisasi dan pelatihan.

Materi yang diberikan yaitu Sosialisasi dan Pelatihan Peningkatan Kemampuan Bahasa Inggris kepada pelajar bertempat di  SMK Putra Bangsa,  Jurusan Akuntansi dan Keuangan Lembaga.

Pelatihan Peningkatan Kemampuan Bahasa Inggris ini telah diikuti 26 peserta dari SMK yang berasal dari empat  SMK berada di kota  Bontang, yaitu SMK Putra Bangsa, SMK Muhammadiyah, SMK Cendikia dan SMK YKKP.

Kegiatan ini menjadi menarik karena awalnya hanya diikuti  oleh  siswa-siswi SMK  Putra Bangsa  pada kelas 10 di semester pertama, ternyata Pelatihan Peningkatan Kemampuan Bahasa Inggris  juga diikuti oleh siswa-siswi dari SMK Muhammadiyah SMK Cendikia dan SMK YKKP Bontang.

“Hal ini menjadi sangat menarik karena keikutsertaan tiga SMK di Bontang  ini menjadi penanda bahwa ketertarikan siswa-siswi dalam belajar bahasa Inggris perlu diberikan apresiasi,” jelas Rahmawati Fitriana pada 29 Agustus 2022.

Dalam acara ini, Rahmawati Fitriana, S.Pd., M.Pd BI dan Drs. Noor Fachman Tjetje,MTM  bertindak selaku instruktur dalam pelatihan ini bersama dengan  Wulan Nur dan Cici Justri Mangape sebagai  tim pendamping dari mahasiswa.

Dijelaskan Rahmawati, tujuan dari sosialisasi  dan pelatihan ini adalah untuk memperkenalkan  bahasa Inggris  yang berkaitan dengan istilah bahasa Inggris secara teknis. Karena  para siswa-siswi  SMK ini masih  berada  di kelas awal.

“Maka ada baiknya diperkenalkan dulu istilah-istilah Bahasa Inggris seperti misalnya bahasa Inggris Akuntansi. Bahasa Inggris dasar dalam pola kalimat yang sederhana,” ujarnya.

Sedangkan  konsentrasi  peserta adalah dari Akuntansi dan Keuangan Lembaga, Teknik Jaringan (TKJ) dan Perbankan  yang  terbagi dari beberapa peserta dalam pelatihan ini.

Ke dua instruktur  berpendapat bahwa, semakin cepat siswa diperkenalkan dengan pola kalimat Bahasa Inggris dalam istilah  pada masing masing konsentrasi bidang studi, maka akan mudah kedepannya jika  siswa sudah berada di kelas selanjutnya. Diharapkan jika siswa telah lulus dapat terserap di perguruan tinggi sesuai konsentrasi dan mereka sudah mengenal dengan benar istilah-istilah tersebut.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Putra  Bangsa  Muslimin,S.Ag, menyambut baik atas kegiatan tersebut dan berterima kasih kepada Ketua Jurusan Akuntansi POLNES dan Tim PKM karena pelatihan tersebut sangat bermanfaat dalam pengembangan  dan peningkatan kemampuan bahasa Inggris  siswa-siswi.

Peserta pelatihan juga sangat mengharapkan  agar kegiatan serupa bisa dilakukan lagi  di waktu mendatang dengan bidang dan materi pelatihan lainnya.

“Selain peningkatan kemampuan bahasa Inggris secara personal juga akan berdampak juga pada kompetensi siswa-siswi   itu sendiri untuk menjadi lulusan siap   kerja. Lebih lanjut,” harap Muslimin.

Tim pelaksana PKM juga terbuka bagi rekan guru, dosen dan pelaku UMKM serta lembaga lainnya yang ingin bekerjasama dengan Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Samarinda dalam  memberikan pelatihan. Tidak hanya dalam bidang Bahasa Inggris tetapi juga pada konsentrasi bidang lainya yang tercakup di Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Samarinda.(*/adv)

 

Empat Kepala Keluarga di Tanjung Laong Kehilangan Tempat Berteduh

October 29, 2022 by  
Filed under Serba-Serbi

MUARA PAHU – Sebanyak empat kepala keluarga (KK) dan sembilan jiwa RT 5 Kampung Tanjung Laong, Kecamatan Muara Pahu, Kutai Barat (Kubar) harus kehilangan tempat berteduh ketika rumah yang mereka tempati ludes terbakar, Sabtu (29/10/2022).

Meski tidak ada korban jiwa, namun kebakaran  yang  terjadi pada pukul 00.30 WITA dinihari ini menghanguskan 2 rumah tempat tinggal, 1 unit sewaan bangsalan 2 pintu, 1 unit bangunan walet yang menyatu dengan rumah dan 1 gedung Pos Yandu. Kerugian ditaksir ratusan juta rupiah.

“Satu unit sepeda motor NMEX ikut terbakar karena tidak sempat diselamatkan,” kata Camat Muara Pahu Asrin Surianto didampingi Sekretaris Camat Muara Pahu Abdul Fattah.

Dikatakan, kejadian ini sempat membingungkan warga karena di kawasan rumah rumah yang padat penduduk itu, warga sudah banyak yang tertidur. Saat terjadi kebakaran warga berupaya memadamkan api sekaligus menyelamatkan penghuninya. Karena rumah yang terbakar berbahan kayu, sehingga api sangat sulit memadamkannya.

“Pemadaman api dilakukan masyarakat melalui pemadam RT di Kampung Tanjung Laong dibantu kampung sekitarnya yakni Kampung Teluk Tempudau, Muara Baroh, Sebelang, sejumlah warga Tanjung Pagar, dan Laskar Kebangkitan Kutai Muara Pahu.

Abdul Fattah menyampaikan, pasca kebakaran pihak korban untuk sementara berteduh di rumah keluarga terdekat. Selanjutnya menunggu koordinasi pemerintah kecamatan dan pemerintah kampung serta pihak terkait kabupaten.

“Harapannya agar para korban dapat membangun kembali rumah yang sudah terbakar tersebut,” sebutnya.

Sekadar informasi, ibu kota Kecamatan Muara Pahu yang meliputi Kampung Tanjung Laong, Teluk Tempudau, Muara Baroh, dan Sebelang sudah beberapa kali terjadi kebakaran. Tahun 2021 lalu terjadi dua kali musibah kebakaran di Kampung Tepian Ulaq. Kemudian di Kampung Tanjung Laong 2 kali terjadi kebakaran di wilayah RT 5, selama 2022. (*)

Wakil Wali Kota Samarinda Jabarkan Pentingnya Nilai Pancasila Bagi Pelajar

October 29, 2022 by  
Filed under Samarinda

SAMARINDA – Wakil Wali Kota Samarinda Rusmadi mengatakan kenapa pentingnya membumikan nilai Pancasila bagi pelajar. Karena menurut data, generasi milenial dan generasi Z,  85 persen mereka ini sangat rentan terpapar radikalisme. Hal tadi tak lepas dari kemajuan dan perkembangan tekhnologi informasi yang bisa diakses melalui smartphone.

Rusmadi menyampaikanhal tersebut ketika tampil sebagai keynote speaker dalam webinar secara virtual memperingati hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kota Samarinda.

Webinar sekolah berwawasan Pancasila dengan melibatkan para kepala sekolah, guru hingga pelajar Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se kota Samarinda, Jumat (28/10/2022)

Dimana, tema yang diangkat Wawali, yakni pentingnya menanamkan  nilai-nilai Pancasila bagi kaum

Dikatakan Rusmadi, pentingnya nilai-nilai Pancasila ditanamkan dan harus diimplementasikan bagi kalangan pelajar di sekolah, karena untuk memperkuat pendidikan kewarganegaraan dengan menanamkan pemahaman yang mendalam terhadap empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila. (kf/adv)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1488264
    Users Today : 3338
    Users Yesterday : 4417
    This Year : 424774
    Total Users : 1488264
    Total views : 13110538
    Who's Online : 60
    Your IP Address : 216.73.216.33
    Server Time : 2026-03-17