Yamaha Apresiasi Para Bikers XSR 155, Kumpul Bersama di Munas XSR Brotherhood Indonesia

February 21, 2023 by  
Filed under Gaya Hidup

Yamaha selalu berkomitmen untuk mendukung aktivitas yang dijalani bikers yang tergabung dalam komunitas di berbagai wilayah Indonesia. Hal itu turut menguatkan hubungan dengan komunitas yang aktif berkreasi mengekspresikan kecintaannya terhadap motor Yamaha. Ikatan kuat itu diwujudkan dalam kebersamaan seperti yang terealisasikan pada event Musyawarah Nasional (Munas) ke-2 komunitas XSR Brotherhood Indonesia (XBI) bertemakan “Jabat Erat, Melesat Hebat”, akhir pekan 11-12 Februari 2023 di Bandungan, Kabupaten Semarang.

Yamaha turut hadir dalam event para pecinta motor XSR 155 itu, yang berlangsung meriah dan semua peserta menghabiskan waktu dengan kegembiraan. Ratusan peserta datang dari berbagai area, mereka terlebih dahulu melakukan touring dari masing-masing titik kumpul. Lalu bergabung di Yamaha Flagship Shop Semarang untuk mengikuti seminar safety riding yang digelar oleh Yamaha sebagai bekal berkendara motor kesayangan di jalanan. Setelah itu, rombongan melakukan fun riding ke 4 landmark kota Semarang lalu menuju lokasi acara untuk mengikuti agenda event.

”Kami selalu mengapresiasi keberadaan komunitas Yamaha dan aktivitas yang mereka lakukan sebagai bentuk kecintaan terhadap motor Yamaha. Semangat dan kebersamaan yang ditunjukkan oleh komunitas juga menunjukkan mereka menikmati keunggulan motor Yamaha yang mendukung aktivitas harian dan hobi. Bersama dengan Yamaha, langkah komunitas terus maju serta saling menginspirasi dan memotivasi dalam kesatuan yang melekat kuat,” ungkap Paul Himawan, Chief Yamaha DDS 3 (Jawa Tengah & Yogyakarta).

Keunggulan Yamaha XSR 155 teruji baik mengantarkan semua peserta Munas ini ke pusat acara, sekaligus kembali ke tempat tinggal masing-masing. Itupun dialami oleh Achmad Maulana, yang riding jarak jauh dari Jakarta ke Semarang. Dia memacu motor partner berkendaranya ini bersama member XBI lainnya start pada 9 Februari mengambil rute dari Kalimalang Jakarta Timur lalu menuju Indramayu, Cirebon, Tegal, Pemalang hingga tiba di Semarang.

”Saya sangat menikmati rangkaian event Munas ke-2 XBI ini. Mulai dari touring bersama member XBI lainnya dari Jakarta ke Semarang. Kami melewati rute jalanan perkotaan yang nyaman dilewati dengan motor XSR 155 karena didukung suspensi USD (Up Side Down). Juga ada fitur Assist clutch membuat kopling lebih ringan sedangkan Slipper clutch membuat perpindahan gigi lebih halus dan akselerasi lebih cepat. Motor XSR 155 saya model tracker, sangat cocok buat touring. Saya memang hobi touring, suka motor custom dan klasik serta berkomunitas. Jadi pas pilih XSR 155 dan gabung XBI. Tampilan motor ini juga gahar dan ganteng bikin percaya diri saat di jalanan. Saya juga pakai XSR 155 sebagai kendaraan harian. Sebelumnya mau beli motor lain tapi beralih karena ada XSR 155 dan pilihan saya pas banget, memuaskan,” tutur Achmad Maulana. (*)

Adam Kepala Suku Bugis

February 21, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Adam Sinte menerima bendera KKSS dari Ketua BPW KKSS Kaltim H Alimuddin Latief.

DI TENGAH acara karnaval HUT ke-126 Kota Balikpapan, Minggu (19/2) kemarin, ribuan warga Bugis Makassar dan Toraja tumplek blek di BSCC Dome. Mereka semua mengenakan baju adat. Meriah penuh warna warni. Terutama kaum wanitanya dengan mengenakan baju bodo. Maklum mereka menghadiri pelantikan “kepala sukunya,” Ir Muhammad Adam, MT (60) sebagai ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Balikpapan periode 2022-2027.

Ini masa bakti kedua bagi Adam, yang saat ini juga menjadi anggota DPRD Kaltim dari Partai Hanura. “Karena ini amanah dan kehormatan tanah leluhur, saya siap melaksanakan tugas dan kewajiban bersama pengurus lainnya,” katanya bersemangat.

Adam Sinte terpilih kembali sebagai ketua KKSS secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) VI KKSS Balikpapan di Hotel Blue Sky, Sabtu (15/10) tahun 2022 lalu. Semua pilar mengarahkan suaranya kepada putra kelahiran Enrekang ini, sehingga tak perlu dilakukan voting.

Ada 200-an anggota pengurus yang dilantik. “Memang besar, karena mewakili semua pilar,” kata Adam. KKSS membawahkan 18 pilar dan 3 organisasi otonom. Adam didampingi 31 wakil ketua di antaranya H Abdul Hakim Rauf,  Faisal Tola SH, H Sabaruddin Panrecalle, H Jumiati Machmud, Drs H Hapni Kanappe dan Hj Martini  Zubair. Sedang sekretaris ditetapkan Andi Ahmad Yani SE dan bendahara Hj Yusdiana Hakim.

Selain itu Irjen (Purn) Drs H Safaruddin, anggota DPR RI dapil Kaltim didaulat sebagai ketua Dewan Kehormatan. Termasuk nama saya dicantumkan sebagai anggotanya. Saya orang Banjar tetapi tetap dianggap anggota KKSS, karena dua menantu saya berdarah Bugis dan kebetulan saya pernah KKN di Desa Kassa, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang.

Tokoh KKSS Balikpapan Barat H Jamal Noor SH sebagai ketua Dewan Pembina, Rektor Uniba Dr Isradi Zainal  sebagai ketua Dewan Pakar serta Andi Burhanuddin Solong dan Ir Ahmad Basir sebagai ketua dan sekretaris Dewan Penasihat.

Pelantikan dilakukan oleh Ketua BPW KKSS Kaltim H Alimuddin Latief. Ditandai dengan pengucapan ikrar dan penyerahan bendera KKSS. “Saya siap mengibarkan bendera KKSS di seluruh wilayah Balikpapan,” kata Adam lantang.

Sejumlah tokoh dari Sulsel datang, di antaranya Wakil Bupati Toraja Utara Ir Frederik Viktor Limbong, Wakil Wali Kota Parepare Andi Pangerang Rahim, Wakil Bupati Sinjai  Hj Andi Kartini Ottong SP, M.Sp dan Wakil Ketua DPRD Sinjai Mappahakkang serta Ketua DPRD Bone Irwandi  Burhan SE, MM.

Wali Kota H Rahmad Mas’ud datang mendadak. Sepertinya pawai budaya HUT Kota berlangsung lebih cepat. Ia mengaku memahami tim budaya KKSS tidak bisa ikut berpartisipasi karena ada pelantikan. “Tapi yang terpenting bagaimana kita menjaga kota ini agar terus berkembang maju,” katanya sambil berpantun.

Selain Wali Kota, Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Vincentius  Thirdy Hadmiarso, Kejari Ardiansyah SH bersama yang mewakili anggota Forkopimda lainnya juga hadir. Belakangan datang juga Ketua DPRD Abdulloh S.Sos mengenakan jaket Laskar Merah Putih (LMP). Abdulloh adalah ketua LMP Kaltim. Kebetulan Ketua Umum LMP Pusat HM Arsyad Cannu juga datang membawa artis. “Saya tetap mencintai Balikpapan,” katanya bangga.

Adam meminta pengurus dan warga KKSS  menjaga persatuan dan ikut memajukan kota Balikpapan. Hal yang sama juga menjadi pesan Ketua KKSS Kaltim Alimuddin Latief. “KKSS Balikpapan menjadi salah contoh terbaik dalam melaksanakan organisasi,” jelasnya.

Sementara itu, sebagai Ketua Dewan Kehormatan, Safaruddin memuji sikap keberanian orang Bugis, yang menjadi modal kuat dalam menjalankan tugas dan perannya. “Tapi ada juga yang bermasalah, itu juga harus menjadi perhatian,” katanya.

Dia juga minta pengurus dan warga KKSS mendukung program pembangunan yang dilaksanakan pemerintah kota. “Saya harus sebut yang terhormat wali kota, nanti kita tidak boleh tinggal di sini,” katanya setengah bercanda.

ADA BARONGKO

Bersama istri, Bunda Arita, saya ikut mengenakan baju adat Bugis. Istri saya menggunakan baju bodo dan saya mengenakan baju jas tutu atau tutup.  Pakaian ini terdiri bawahan paroci atau celana serta  kain sarung dan tutup kepala berupa songkok emas. Atasannya jas lengan panjang dihiasi dengan kancing emas. Juga ada ikat pinggang berwarna emas.

Untuk memperkuat kesan kebangsawanannya, saya menggunakan bros rantai baju taqwo. Bandulnya gambar beruang madu, yang menjadi maskot Balikpapan. Sudah dua tahun tidak pernah saya pakai, sejak saya mengakhiri masa tugas sebagai wali kota, 31 Mei 2021. Saya tak punya badik, seperti dikenakan Ketua KKSS.

Sebagai “orang Bugis,” sudah cukup lama saya menyukai makanan dan kue bugis. Mulai coto makassar, konro, barongko sampai songkolo atau sokko, yang belakangan sering disajikan Ketua KKSS Adam Sinte. Sokko adalah makanan yang terbuat dari beras ketan putih atau ketan hitam, yang dikukus hingga masak. Lalu dimakannya dengan ikan asin atau opor ayam.

Sambil makan barongko, saya sempat menyaksikan penampilan tarian adat Toraja, Pagellu. Sebelumnya ada tarian paduppa dan  ditutup tari kreasi Borneo in Celebes. Banyak juga yang ikut tari pagellu sambil memberi saweran.

Ketika artis dari Jakarta, Diana Dee Starlight dan Ratna Lida 2021 dari Makassar tampil, saya sudah bergeser menghadiri dua undangan resepsi pernikahan di Gedung Kesenian dan Bestari Coffee, dekat jalan MT Haryono yang lagi ditutup. Saya dan istri masih mengenakan baju adat, karena tak sempat pulang.

Banyak undangan yang mengajak foto bersama. Saya jadi tak enak dengan pengantin. Seolah ingin menyaingi mereka. Nanti dikira sengaja nampang seperti foto prewedding. “Selamat Daeng Rizal jadi warga kehormatan KKSS,” kata teman-teman di grup wartawan.(*)

Mampukah SDM Kaltim Bersaing Dalam Menyambut IKN 2024 dan Indonesia Emas 2045

February 21, 2023 by  
Filed under Opini

Oleh : Dr.M.Lukman, ST.,MT

Ketua APTISI XI B Kaltim

“Non scholae sed vitae discimus”, manusia belajar bukan mengejar nilai tetapi mempersiapkan hidup yang lebih baik. Hal ini sejalan dengan pemikiran Theodore Meyer Greene “Pendidikan merupakan upaya menyiapkan SDM untuk meraih kehidupan yang bermakna”. Dalam konteks kemajuan Indonesia dan menghadapi tantangan masa depan, manusia harus dipandang sebagai human capital yang dipersiapkan dengan sistem pendidikan yang baik untuk membangun karakter dan transfer knowledge.

Dr.M.Lukman, ST.,MT

Membangun karakter manusia Indonesia sangat penting. Manusia Indonesia harus mempunyai karakter yang berakar pada nilai luhur bangsa, berjiwa nasionalis, berintegritas dan pribadi yang tangguh. Konsep inilah yang ditanamkan oleh Ki Hajar Dewantara sebagai Bapak Pendidikan Indonesia, “Pendidikan dan pengajaran di dalam Republik Indonesia harus berdasarkan kebudayaan dan kemasyarakatan bangsa Indonesia, menuju ke arah kebahagiaan batin serta keselamatan hidup lahir.”

Dukungan APBN terhadap Pendidikan Nasional

Visi Indonesia tahun 2045 adalah Indonesia Maju. Pada saat itu, Indonesia diperkirakan menjadi kekuatan ekonomi ke-4 terbesar di dunia. Untuk mencapai visi tersebut, salah satu pilar yang harus dicapai adalah terciptanya SDM yang unggul. Menyadari hal itu, sejak 2019 salah satu fokus utama APBN adalah pembangunan SDM.

Sudah Siapkah Kalimantan Timur ?

Undang-Undang Republik Indonesia No 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota negara, adalah Undang-Undang yang menunjuk Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai menjadi Calon Ibu Kota Nusantara tepatnya di daerah Penajam Paser Utara, dengan terpilihnya Kaltim sebagai Calon Ibu Kota Nusantara, menjadikan Kaltim menjadi daya magnit bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk berlomba-lomba datang ke Kaltim mencari peluang bekerja.

Bertambahnya Sumber Daya Manusia dari luar Kaltim, akan menjadikan persaingan SDM di Kaltim semakin tinggi, hal ini perlu diperhatikan permintah propinsi dan daerah serta para akademisi untuk bisa menciptakan SDM yang unggul agar dapat bersaing.

Untuk menjawab tantangan SDM Kalimantan perlu sinergitas antara pemerintah dan akademisi untuk menentukan apa kekekuatan dan kelemahan SDM Kaltim, setelah mengetahui kekuatan dan kelemahan SDM Kaltim dilanjutkan dengan memikirkan dan merencanakan peta jalan (road map) pendidikan Kaltim sehingga dihasilkan SDM Kaltim yang unggul dan siap menyongson IKN tahun 2024 dan Indonesia Emas tahun 2045.

Jumlah Perguruan Tinggi di Kaltim

Saat ini jumlah perguruan tinggi di Kalimantan Timur terdiri dari 7 Perguruan Tinggi Negeri dan 60 Perguruan Tinggi Swasta, dari 7 perguruan tinggi negeri yang berada di Kaltim (Samarinda 5 Perguruan Tinggi dan Balikpapan 2 Perguruan Tinggi) tidak semua program studinya yang memiliki akreditasi unggul dan baik sekali, demikian juga dengan Perguruan Tinggi Swasta yang jumlahnya terbanyak dan tersebar di 10 (sepuluh) kabupatan kota di Kaltim, tidak semua program studinya terakreditas unggul dan baik sekali, lebih dominan keakreditasi C atau Baik.

Menyikapi Pengumuman Kepala Otorita

Mensikapi Pengumuman dari Otorita Ibu Kota Nusantara Nomor P.005/Otorita Ikn/Ii/2023 tentang Seleksi Terbuka Penerimaan Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (Ppnpn) di Lingkungan Otorita Ibu Kota Nusantara dengan salah satu persyaratan pada point 2 yang menyebutkan Memiliki kualifikasi pendidikan paling rendah Sarjana (Strata 1) dari Perguruan Tinggi yang terkareditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan persyaratan IPK minimal 3,0 (tiga koma nol) pada skala 4 dan Perguruan Tinggi yang terakreditas Sangat Baik dan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan persyaratan IPK minimal 3,2 (tiga koma dua) serta point 7 yang menyebutkan Mampu mengoperasikan media teknologi informasi dan berbahasa inggri secara lisan maupun tulisan yang dapat dibuktikan dengan sertifikasi dari institusi terakreditas nasional.

Persyaratan yang diberikan point 2 dan 7 akan menjadi persyaratan yang cukup berat bagi SDM Kaltim, sebab masih banyaknya Perguruan Tinggi di Kaltim yang memiliki program studi dengan terakreditasi C atau Baik.

Berdasarkan data dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT), di Kalimantan terdapat 558 Program Studi dan yang telah terakreditasi Unggul hanya 1 (satu) program studi, sedangkan yang memiliki status akreditasi Baik Sekali sebanyak 66 program studi.

Dengan kondisi banyaknya program studi yang memiliki nilai akreditasi C ataupun Baik, menjadikan SDM Kaltim tidak memiliki peluang untuk mengikuti seleksi Seleksi Terbuka Penerimaan Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (Ppnpn) di Lingkungan Otorita Ibu Kota Nusantara.

Agar SDM Kaltim dapat berperan dalam pembangunan IKN dan persiapan menyongsong Indonesia Emas tahun 2045, untuk point 2 terkait dengan akreditasi Unggul dan Baik Sekali, dikhususkan untuk SDM Kaltim agar dapat diberikan pengecualian ataupun kebijakan memperboleh program studi yang terakreditasi C atau Baik dapat serta diberikan kesempatan untuk mengikuti seleksi.

Sedangkan untuk point 7 dapat diberikan pengecualian atupun kebijakan setelah memenuhi seleksi dan dinyatakan lulus, dapat diberikan waktu untuk mendapatkan sertifikasi dari institusi terakreditasi.

Kalimantan Timur merupakan Propinsi dengan Sumber Daya Alam yang sangat banyak dan sebagai penyumbang APBN terbesar di Indonesia sudah seharusnya mendapatkan perhatian dan prioritas dari Pemerintah dalam hal ini Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, tertinggalnya pendidikan di Propinsi Kaltim dari Propinsi lain di Indonesia terutama dari Jawa, seharusnya menjadi pertimbangan untuk dapat diberikannya pengecualian ataupun kebijakan dari Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara.

Daftar Pustaka

Percepatan Pendidikan Kalimantan Timur menuju Indonesia Maju 2045, Prof. Dr. H. Dwi Nugroho Hidayanto, M.Pd. Guru Besar Ilmu Pendidikan di FKIP Universitas Mulawarman

Badan Akreditas Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT)

Artikel DJKN (Kakanwil DJKN, Kemenkeu Kalbar, Edward Nainggolan)

Kembangkan Industri Ekraf khususnya Kriya dan Wastra, Dispar Kaltim Gelar Workshop

February 21, 2023 by  
Filed under Berita

BONTANG – Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim menggelar kegiatan Workshop Kemitraan SDM Dalam Pengembangan Industri Ekonomi Kreatif subsektor Kriya dan Wastra, di Hotel Tiara Surya, Bontang.

Kegiatan berlangsung selama 2 hari (20-21/2/2023). Dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Ahmad Hermansyah, Anggota DPRD Kaltim Agus Aras, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Bontang Ahmad Aznem.

Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Ahmad Hermansyah dalam sambutannya menyampaikan, Kriya dan Wastra bagi pemula adalah kreatifitas murni dalam rangka melestarikan budaya membatik yang merupakan kearifan lokal.

“Ciri khas kearifan lokal Bontang yang diangkat seperti motif pesisir di Kaltim. Mudah-mudahan 2024 nanti, seiring dengan keberadaan IKN, perkembangan fashion juga terjadi di Kaltim sehingga kreativitas perlu terus dikembangkan,” katanya.

Menurutnya, Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam pengembangan ekonomi kreatif Kriya dan Wasta adalah kegiatan workshop yang digelar Dispar Kaltim ini, dan ditindaklanjuti dengan kunjungan ke sentra ekonomi kreatif subsektor Kriya dan Wastra.

“Insya Allah juga akan terus meningkat kapasitas SDM dengan melakukan kunjungan ke industri batik yang ada di Solo,” sambungnya.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Bontang Ahmad Aznem,  ia mengapresiasi atas terlaksananya kegiatan workshop dalam rangka mendukung pengembangan pembangunan ekonomi kreatif di Bontang oleh Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim.

Workshop ini menurutnya adalah ajang silaturahmi pelaku ekonomi kreatif di Bontang dan yang utama berbagi ilmu agar usaha pelaku ekonomi kreatif semakin maju berkembang.

“Workshop sebagai wadah berbagi ilmu yang bermanfaat dan ditularkan pada orang lain, semoga APBD kita akan mendapatkan berkah,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Aznem juga menyampaikan terima kasihnya kepada Anggota DPRD Kaltim Dapil Bontang, Kutim Berau – H. Agus Aras.

“Terima kasih pak Agus atas Pokirnya di Dinas Pariwisata Bontang. Bontang Jaya akan mengangkat kemajuan ekraf Kaltim,” katanya.

Dikatakan, perkembangan ekonomi kreatif, sejak awal Pemkot Bontang telah menyiapkan SDM agar ekraf dapat berkembang. Untuk itu, dirinya berharap, kegiatan serupa akan rutin dilaksanakan.

“Kita berharap kegiatan seperti ini terus terjadi di Bontang dan dengan IKN kita bisa bermitra. Ke depan, pariwisata IKN akan bisa dilakukan di Bontang, Kutim dan Berau,” harapnya.

Peserta workshop Kemitraan SDM Dalam Pengembangan Industri Ekonomi Kreatif subsektor Kriya dan Wastra, di Hotel Tiara Surya, Bontang

Sementara itu Anggota DPRD Kaltim H. Agus Aras yang didaulat sebagai narasumber workshop mengungkapkan peran DPRD Kaltim, dalam mengawal pengembangan sektor pariwisata Kaltim.

“Tugas DPRD adalah membentuk Peraturan Daerah, termasuk pariwisata, fungsi budgeting atau penganggaran. Terakhir melakukan pengawasan realisasinya,” terangnya.

Sektor pariwisata Kaltim, lanjut politisi dari partai Demokrat ini, sangat tidak terbatas, sehingga DPRD Kaltim memberikan perhatian serius.

“Proses penganggaran melalui Dewan, bukan hanya pelatihan tapi juga sarana dan prasarana. ada alokasi dari saya Rp 1,3 miliar untuk pengembangan pariwisata di Dinas Pariwisata Kaltim,” kata Agus Aras yang juga Ketua Dewan Etik Pramuwisata Kaltim ini.

Terkait kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kaltim, Agus Aras menyampaikan komitmen DPRD Kaltim dalam mendorong pengembangan industri pariwisata ekonomi kreatif yang berujung pada pertumbuhan ekonomi.

“Kami berkomitmen, tentu dengan IKN tidak boleh berdiam diri. Tapi harus memanfaatkan peluang dengan persiapan SDM. Pun dalam hal penganggaran, infrastruktur pariwisata perlu dibenahi, sehingga ekonomi masyarakat bisa terangkat dengan kreatifitas,” sambung Agus Aras.

DPRD Kaltim, kata dia, telah membuat Perda Nomor 5 tahun 2022 yang mengatur rencana induk pengembangan pariwisata di Kaltim. Diharapkan, nantinya akan menambah pendapatan ekonomi Kaltim.

Sementara itu, Dahlia – Kepala Bidang Pengembangan SDM Parekraf Dinas Pariwisata Kaltim yang juga Ketua Panitia Workshop mengatakan tujuan dilaksanakan workshop adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pelaku UKM seni lokal Kriya Wastra.

“Jumlah peserta ada 20 orang Pokdarwis UMK Kreatif se-kota Bontang dan narasumber sebanyak 4 orang. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Pemkot dan Dinas Pariwisata Bontang yang telah mewujudkan terlaksananya workshop ini,” ujarnya.(he/eha)

Minat Baca Siswa SMP PGRI 4 Balikpapan Menurun

February 20, 2023 by  
Filed under Kalimantan Timur

BALIKPAPAN – Minat baca di SMP PGRI 4 Kota Balikpapan mengalami penurunan, hal itu disebabkan siswa banyak memilih bermain ponsel sebagai sarana hiburan untuk menghilangkan kejenuhan setelah mengerjakan mata pelajaran di sekolah.

Kepala Perpustakaan SMP PGRI 4 Kota Balikpapan Malaysiawati mengatakan,  selama siswa mengenal ponsel  minat baca di perpustakaan mengalami penurunan. Biasanya sehari itu mencapai 60 siswa, meski berkurang namun pengunjung di perpustakaan masih ada walau tidak terlalu banyak seperti dulu.

“Ada saja yang membaca empat, lima siswa setiap harinya. Pada saat pelajaran agama Islam, siswa yang beragama nasrani (kristen) akan ke perpustakaan untuk membaca,” kata Malaysiawati, Senin (20/2/2023).

Ia menjelaskan, pihaknya berencana  membuat program literasi membaca. Salah satunya dengan menjadwalkan kegiatan untuk membaca buku sebelum masuk atau saat jam istirahat sekolah.   “Padahal kita sudah menyediakan pojok baca di setiap kelas di sekolah. Tapi tidak tahu kenapa minat baca siswa mulai menurun selama ada ponsel,” akunya.

Meski demikian, lanjutnya, pihaknya telah membuat program membaca buku bahasa Indonesia selama 1 jam untuk setiap siswa satu kelas, secara bergantian. Kelas tujuh, delapan dan sembilan. Selain, itu disini juga ada Jumat Berkah, dimana siswa yang beragama Islam wajib membaca Alquran.

“Kami berharap dengan adanya program literasi membaca, diharapkan siswa mau kembali membaca. Sebab membaca merupakan jendela ilmu, dengan membaca kita akan mendapatkan pengetahuan yang luas,” harapnya. (adv dpk kaltim)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1616933
    Users Today : 4000
    Users Yesterday : 7733
    This Year : 553443
    Total Users : 1616933
    Total views : 13856141
    Who's Online : 43
    Your IP Address : 216.73.216.54
    Server Time : 2026-04-07