Ibu Suka Warna Pink

May 25, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Ibu Norbaiti mengenakan baju pink me-launching Program Gizi Keluarga

SALAH seorang tokoh wanita yang sangat berduka dengan kepergian Ibu Hajjah Norbaiti Isran Noor adalah Dr Meiliana, mantan Plt Sekprov Kaltim yang sekarang sebagai ketua Percepatan Pengembangan Pulau Maratua. “Saya tak bisa melupakan Ibu karena saya kenal  beliau sejak masih bujang,” katanya semalam.

Tentu tidak sekadar kenal, tapi Mei juga sering bersama-sama. Tidak saja dalam acara formal, tetapi juga di waktu santai. “Ibu suka makan dan bekesahan, cocok jadinya dengan aku,” katanya mengenang almarhumah.

Kalau lagi menjenguk Ibu Norbaiti di Jakarta, Mei sering membawakan roti pisang samarinda kesukaan almarhumah “Kami asyik bekesahan. Saya tidak boleh pulang kalau belum makan siang,” ujarnya.

Seperti kita ketahui, Ibu Norbaiti dilaporkan meninggal dunia Rabu (25/5) malam sekitar pukul 20.23 WIB di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) Jakarta setelah menjalani penanganan intensif dari tim dokter di sana. Ia sudah lama mengidap kanker di bagian otak, sehingga harus menjalani kemoterapi berkali-kali.

Gubernur Isran Noor yang tengah berada di Yogyakarta membatalkan kegiatannya di kampus Universitas Gajah Mada (UGM). Dia langsung terbang ke Jakarta menemani istrinya di masa kritis bersama anak dan keluarganya. “Saya kehilangan seorang istri dan ibu yang baik. Dia selalu menemani saya dalam suka dan duka,” kata Isran dalam suasana berkabung.

Isran menemani jenazah istrinya dari RS PON sampai diterbangkan dengan pesawat Garuda ke Balikpapan. Selanjutnya dibawa ke rumah duka di Jl Adipura No 21 Samarinda untuk dimakamkan. Ribuan ucapan duka cita disampaikan warga Kaltim baik melalui media sosial maupun mengirimkan karangan bunga.

Bersama tim PKK, panen lombok besar

Menurut Mei, banyak hal yang diceritakan Bu Norbaiti jika mereka bertemu. Mulai soal dua cucunya yang lucu, soal makanan sampai masalah yang berat dan berbau politik. Maklum wanita kelahiran Loa Janan 54 tahun lalu itu, pernah  menjadi anggota DPR RI dan pernah menjadi calon bupati Kutai Timur.

Itu menunjukkan di balik penampilan Ibu Norbaiti yang tenang dan humanis, tersimpan semangat dia memajukan bangsa dan negara termasuk ketika dia menemani Isran dalam berbagai perjuangan khususnya  mulai menjadi bupati Kutai Timur sampai menjadi gubernur Kaltim.

Sebagai wakil rakyat, dia pernah duduk di Komisi VI yang membidangi masalah energi sumber daya mineral, riset dan teknologi serta lingkungan hidup. Ini membutuhkan wawasan yang luas, mengingat Indonesia termasuk Kaltim sangat mengandalkan potensi sumber daya mineralnya dan mempunyai dampak yang luas terhadap lingkungan.

Ternyata kehadiran Ibu Norbaiti di Komisi tersebut sangat berarti dan banyak memberi andil pemikiran untuk menjadi kebijakan Pemerintah. “Beliau sangat inspiratif dan menjadi salah satu idola aku,” kata Mei, yang saat ini menjadi bakal calon anggota DPRD Kaltim dapil Samarinda. Ini langkah pertama Mei memasuki dunia legislatif. Dia dicalonkan oleh Partai Golkar sebagai wakil perempuan yang dinilai sangat potensial.

Mei mengaku warga Kaltim sangat kehilangan wanita yang sangat bersahaja tersebut. “Ibu Norbaiti juga suka mengenakan busana warna pink, yang menggambarkan wanita yang penuh kepedulian, serta menampakkan aura kelemahlembutan,” kenangnya.

Selamat jalan Ibu Norbaiti binti Amlan. Jasa dan pengabdianmu selalu kami kenang. Senyummu menjadi penyejuk kehidupan. Insya Allah husnul khatimah.(*)

Polres Kubar Berlakukan Kembali Tilang Manual

May 25, 2023 by  
Filed under Kutai Barat

Kasatlantas Polres Kutai Barat Kasatlantas AKP. Rudi Witikno

SENDAWAR – Satlantas Polres Kutai Barat (Kubar) kembali memberlakukan tilang manual. Hal ini akan dilakukan satuan Polisi Lalu Lintas (Polantas) di jalan jalan umum mengunakan kendaraan patroli roda dua maupun roda empat serta  di pos-pos maupun penjagaan di persimpangan.

Kapolres Kubar AKBP Heri Rusyaman melalui Kasatlantas AKP. Rudi Witikno menyampaikan, saat ini  tilang menggunakan kamera etle masih dalam tahap pengadaan belum ada yangg datang. Satlantas Polres Kubar masih memberlakukan tilang manual menggunakan kendaraan patroli sepeda motor maupun mobil dan melakukan penindakan di tempat.

“Tilang di tempat ini sudah kami berlakukan sejak sebulan yang lalu,” kata Rudi Witikno kepada awak media di ruangannya Selasa (23/5/2023).

Ia mengatakan, tujuan dari tilang di tempat ini ada tujuh sasaran yang rawan menimbulkan kecelakaan lalu lintas, diantaranya mengendarai kendaraan mobil maupun motor di bawah umur, berboncengan sepeda motor lebih dari dua, menggunakan telepon, menerobos lampu merah, melawan arus lalu lintas, kebut kebutan atau balapan liar, berkendara di bawah pengaruh alkohol, serta kendaraan yg tidak dilengkapi dengan sepion, lampu reting, kenalpot blong, bola lampunya mati dan sebagainya.

Selain itu, mobil pickup tidak boleh bermuatan orang di bak belakang, begitu juga dengan truk disamping tidak boleh bermuatan orang dan bermuatan barang yang melebihi kapasitas muatan bisa di tliang juga.

“Kendaraan tidak memiliki plat nomor atau plat nomor palsu juga akan ditilang,” katanya.

Dijelaskannya, saat ini Satlantas akan selalu melakukan patroli menggunakan motor atau mobil, dan apabila ada yang melanggar seperti katagori diatas ini akan dilakukan tilang di tempat.

“Selain itu kalo ada Polantas yang berjaga di perempatan maupun di pos pos jaga,  apabila melihat ada pelanggaran mereka akan menyetop dan melakukan tilang di tempat,”tuturnya.

Rudi Witikno mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk selalu mengunakan kendaraan yang standar, lengkapi surat surat kendaraan serta APD jangan sampai lupa, jaga keselamatan diri anda kaluarga anda maupun orang lain. (arf)

Berpulangnya Hj. Norbaiti Isran Noor, Kaltim Kehilangan Sosok Ibu dan Pejuang Kaltim

May 24, 2023 by  
Filed under Berita

Hj. Norbaiti Isran Noor saat bersama Hj. Hetifah Sjaifudian Anggota DPR-RI dari Partai Golongan Karya Dapil Kaltim

JAKARTA – Berpulangnya Hj. Norbaiti binti Amlan bin Tasin istri dari Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor dalam usia 54 Tahun terdengar mendadak. Warga Kaltim sangat berduka, demikian juga dengan Hetifah Sjaifudian Anggota DPR-RI dari Partai Golongan Karya Dapil Kaltim.

“Saya dan warga Kaltim merasa sangat kehilangan sosok seorang perempuan dan Ibu, sekaligus pejuang Kaltim. Kami dekat saat Ibu Norbaiti menjadi anggota DPR. Beliau adalah anggota DPR yang penuh perhatian dan berdedikasi untuk Kaltim. Kebaikan hati, sikap ramah, dan senyuman yang hangat telah meninggalkan jejak yang tak terlupakan,”ungkap Hetifah.

Dalam setiap kesempatan, Hetifah  berinteraksi dengan Hj. Norbaiti Isran Noor, kami merasa diperhatikan dan didengarkan sepenuh hati. Ibu Norbaiti selalu berusaha menjembatani segala permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat.

“Kami melihat sendiri betapa besar kepedulian Ibu terhadap isu-isu pendidikan, kesehatan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kaltim. Ibu adalah sosok yang tidak kenal lelah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya,” kenangnya.

Hetifah juga tidak akan pernah melupakan ketulusan dan kebaikan hati Norbaiti. Menurutnya, almarhumah memberikan contoh yang luar biasa tentang menjadi perempuan yang peduli dan mengutamakan kepentingan orang lain. Semangat dan dedikasi Norbaiti memberikan inspirasi untuk terus berjuang membangun Kaltim yang lebih baik.

Ia pun mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas segala pengorbanan dan dedikasi Norbaiti Isran Noor dalam melayani masyarakat Kaltim.

“Kenangan sepak terjang Ibu akan selalu kami simpan dalam hati dan kami berharap Ibu mendapatkan tempat terindah di sisiNya,” sebut Hetifah.

Hj. Norbaiti juga Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Timur itu menghembuskan nafas terakhir Pukul 20:23.17 wib, Rabu, 24 Mei 2023 saat dalam perawatan Di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (PON) Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono di Jalan Letjen M.T. Haryono No.Kav.11, RT.1/RW.6, Cawang, Kec. Kramat Jati, Jakarta Timur. Rencana jenazah akan diterbang besok pagi ke Balikpapan lanjut perjalanan darat ke Samarinda.(mun)

 

Norbaiti Isran Noor, Istri Gubernur Kaltim Wafat

May 24, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Gubernur Isran Noor dan istri, Hj Norbaiti

INNALILLAHI WA INNALILLAHI ROJIUN. Kabar duka datang dari Jakarta. Istri Gubernur  Kaltim, Hajjah Norbaiti Isran Noor, AMd, SH telah tiada. Dia meninggal dunia Rabu (24/5), malam tadi pukul 20.23 WIB di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON).

Berita duka ini  baru mulai ramai di media sosial sekitar pukul 22.00 malam. Semua saling mengecek kebenarannya. Di WA Group Wartawan Legend, kepastian berita tersebut setelah wartawan Charles Siahaan memosting ucapan duka cita dari Kadis Kominfo Pemprov Kaltim HM Faisal.

Semua terkejut seraya mengucapkan bela sungkawa dan mendoakan agar semua kebaikan almarhumah diterima Allah SWT. “Ya saya mendapat kabar duka beliau sudah tiada,” ujar Dr Meiliana terisak-isak, yang kerap menyapa almarhumah dalam berbagai kesempatan.

Beberapa hari lalu saya sudah mendapat kabar Norbaiti kritis. Gubernur Isran Noor yang tengah berada di Yogyakarta mendadak membatalkan kehadirannya dalam diskusi IKN di kampus Fisipol Universitas Gajah Mada (UGM). Ia langsung terbang menuju Jakarta untuk menemui istrinya, yang tengah menjalani operasi.

Penanganan intensif sudah dilakukan tim dokter, tapi nyawanya akhirnya tak bisa diselamatkan. Ia dinyatakan meninggal dunia. Isran bersama anak dan keluarga luruh dalam kesedihan. Mereka tak mengira wanita berusia 54 tahun itu, yang mereka sayangi akhirnya pergi untuk selama-lamanya.

Norbaiti sudah hampir setahun berada di Jakarta untuk mendapatkan penanganan yang intensif atas penyakitnya. Di antaranya menjalani kemoterapi. Dia sempat pulang di antaranya pada HUT ke-66 Provinsi Kalimantan Timur, 9 Januari 2023. Meski dengan korsi roda, dia sempat hadir pada upacara di Gelora HM Kadrie Oening. Bahkan menerima penghargaan dari Pemerintah Provinsi Kaltim atas pengabdiannya yang luar biasa di bidang kesehatan masyarakat.

Di saat dia merayakan ultahnya ke-54, 30 Januari 2023 lalu, Norbaiti berada dalam perawatan di rumah sakit. Kue ultahnya  dipotongnya di atas tempat tidur. Tapi wajahnya kelihatan sangat bahagia didampingi sang suami dan ketiga anaknya.

Dia kembali ke Samarinda untuk mendampingi putri bungsunya Siti Annisa Isran yang melangsungkan pernikahan dengan Sayid Muhammad Fajar di Plenary Hall, GOR Kadrie Oening, Sabtu,  25 Februari lalu.

Saya sempat datang dan sempat menyalami kedua mempelai termasuk Pak Isran dan Ibu Norbaiti. “Terima kasih yang Pak, salam untuk Ibu Arita,” kata Ibu Norbaiti tersenyum. Kebetulan istri saya tak bisa hadir.

Jenazah Norbaiti diterbangkan ke Balikpapan, Kamis pagi ini dengan pesawat Garuda pertama. Selanjutnya melalui jalan darat menuju rumah duka  di Jl Adipura No 21 Samarinda. Diperkirakan jenazah tiba sekitar pukul 11.00. “Rencana dikebumikan di pemakaman Sungai Kunjang,” kata Kukuh, ADC Gubernur Isran Noor.

JUGA POLITIKUS

Norbaiti lahir di Loa Janan, 30 Januari 1969. Orang tuanya Amlan bin Tasin dan Mastika sudah tiada. Dia anak pertama dari empat bersaudara, yang menyelesaikan pendidikannya di Universitas Mulawarman.

Buah pernikahannya dengan Isran Noor, mereka dikarunia 3 orang anak. M Rahman Isran, Siti Rahmawati Isran dan Siti Annisa Isran.

Hidup mendampingi Isran, membuat Norbaiti juga tumbuh menjadi politisi perempuan yang andal. Dia pernah menjadi wakil rakyat dari Partai Demokrat tahun 2013. Dia masuk Senayan melalui pergantian antar waktu (PAW), menyusul terpilihnya Yusran Aspar menjadi bupati Penajam Paser Utara (PPU).

Di pileg 2014-2019, Norbaiti terpilih kembali menjadi anggota DPR RI dengan meraih suara terbanyak. Dia duduk di Komisi VI yang membidangi masalah energi sumber daya mineral, riset dan teknologi serta lingkungan hidup.

Setahun di sana,  Norbaiti maju sebagai calon bupati Kutai Timur periode 2016-2021, menyusul berakhirnya masa tugas Isran sebagai bupati Kutim. Dia diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Partai Keadilan Persatuan Indonesia (PKPI). Tapi yang terpilih sebagai bupati adalah Ismunandar.

Sebagai istri gubernur, dia aktif sebagai Ketua PKK, Bunda PAUD dan Ketua Dekranasda serta Ketua Kwarda Pramuka Kaltim. Tapi dia juga terlibat dalam berbagai organisasi kesehatan. Pernah menjadi Ketua Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis, Ketua Yayasan Jantung Sehat dan Ketua Yayasan Kanker Indonesia.

“Ibu Norbaiti memang aktif di berbagai organisasi. Beliau sangat baik dan mengayomi kita semua di daerah-daerah. Selamat jalan Ibu, semoga husnul khotimah,” kata istri saya, Bunda Arita.(*)

Perpustakaan Daerah Fasilitasi Workshop Revitalisasi Bahasa Paser

May 24, 2023 by  
Filed under Paser

TANAH GROGOT – Perpustakaan Daerah Paser workshop Revitalisasi Bahasa Paser yang diinisiasi oleh Kantor Bahasa Kaltim, Rabu (24/5/2023).

Worlshop dihadiri sebanyak 80 guru utama yang didatangkan dari Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara.

Ada dua Tokoh Adat Paser yang didapuk sebagai pemateri di workshop tersebut. Ialah Swisantoso dan H Lukman. Saat dikunjungi Swara Kaltim keduanya diwaktu yang sama mengajar di tempat terpisah.

Swisantoso di Ruang Baca Perpustakaan tampak mengajar syair atau pantun khas Paser yang dikenal dengan Betoreh. Di ruangan lain H Lukman mengajarkan Pidato berbahasa Paser kepada para guru.

Ketua Panitia Kegiatan, Yudianti Herawati mengatakan bahwa nantinya para guru akan mengajarkan ilmu tersebut kepada anak didiknya yang kemudian nanti akan dikompetisikan dari level kecamatan hingga nasional.

“Kami nanti akan melaksanakan lomba, lomba-lomba terhadap anak-anak Didik, inilah disebut nanti Tunas bahasa Ibu. Nah anak-anak yang kita lombakan ini nanti akan mendapat ini sebagai pewarisan bahasa dan kelestarian bahasanya,” katanya.

Diharapkan bahasa yang ada di Kabupaten Paser ini tidak terhenti dan akan terus dilestarikan oleh generasi mudanya.

Diketahui, tidak hanya Bahasa Paser, tapi ada 3 bahasa lainnya di Kalimantan Timur yang juga masuk ke dalam program revitalisasi Bahasa daerah. Diantaranya Bahasa Kutai, Kenyah dan Bulungan.

Saat ini ada 16 bahasa di Kaltim, dan 11 bahasa di Kaltara. Sehingga jumlah bahasa Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara ada 27 bahasa.

Yudianti mengatakan bahwa alasan pemilihan 4 bahasa tersebut untuk direvitalisasi adalah karena dinilai kental dan penduduk aslinya.

“Namun pada peta bahasa pendataan bahasa kami menemukan bahasa yang betul-betul kental dengan penduduk aslinya adalah 3 bahasa tersebut yaitu Bahasa Kutai, Bahasa Paser dan Bahasa Kenyah,” katanya.

Ia juga menuturkan bahwa secara bertahap tidak menutup kemungkinan seluruh bahasa daerah di Kaltim akan direvitalisasi.

“Tidak menutup kemungkinan semua bahasa 16 ini kami revitalisasi tapi ini sifatnya bertahap. Kan kami revitalisasi ini sifatnya bertahap, tahun kemarin hanya tiga bahasa sekarang tambah satu bahasa lagi jadi 4,” ucapnya.(adv-dpk kaltim)

« Previous PageNext Page »

  • vb