Perpustakaan MAN 2 Samarinda Sediakan Ruang Untuk Belajar dan Mengajar

August 1, 2023 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Perpustakaan MAN 2 Samarinda menyediakan berbagai fasilitas untuk menarik minat siswanya. Salah satu sarana yang sering digunakan yaitu ruangan yang juga dapat digunakan untuk kegiatan belajar dan mengajar.

Staff Perpustakaan MAN 2 Samarinda Nova Situngkir mengatakan ruang itu kerap dijadikan sebagai tempat belajar karena terdapat proyektor LCD.

“Disini sering dijadikan tempat  belajar, karena ada layar yang bisa digunakan untuk presentasi itu,” terangnya ketika ditemui, Senin (31/7/2023).

Selain itu, ruangan tersebut juga kerap digunakan untuk membaca dan meminjam berbagai buku yang tersedia.  Rata-rata ada 10 kunjungan siswa dalam sehari. Kendati demikian, minimnya kunjungan di perpustakaan tersebut, literasi para pelajar sekolah tersebut masih terbilang tinggi.

“Hal ini dapat dilihat dari tingkat prestasi yang banyak ditorehkan oleh siswa kami. Itu kan juga dipengaruhi oleh literasi,” tuturnya.

Untuk kembali menunjang gairah siswa ke perpustakaan,

Novia berharap fasilitas di perpustakaan dapat ditambah untuk menunjang gairah siswa ke perpustakaan. Saat ini fasilitas yang perlu ditambah antara penyejuk ruangan agar suasana lebih nyaman. (yer)

Perpustakaan MAN 2 Samarinda Berupaya Penuhi Kebutuhan Buku

August 1, 2023 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Perpustakaan MAN 2 Samarinda terus berupaya memenuhi kebutuhan buku sebagai salah satu unit yang menyediakan sumber belajar dan mengajar bagi siswa.

Staff Perpustakaan , Novia Situngkir menjelaskan , ketersediaan buku paket dan buku penunjang masih memadai. Meski demikian, buku lain selain buku pelajaran masih kurang tersedia. Penyebab utamanya adalah pergantian kurikulum yang sering terjadi setiap tahun, yang menyebabkan anggaran buku harus dialokasikan untuk pembelian buku paket baru.

“Kami lebih fokus pada penyediaan buku paket mengingat pergantian kurikulum yang rutin terjadi,” ungkap Novia ketika ditemui di Kantornya, Senin (31/7/2023).

Sedangkan untuk buku paket lama yang tidak terpakai biasanya disimpan di gudang sebagai langkah pengelolaan koleksi.

Perpustakaan berharap dapat mendapatkan dukungan dari berbagai pihak untuk menambah koleksi bahan bacaan, terutama untuk buku-buku penunjang lainnya guna memberikan variasi dan kelengkapan bahan bacaan bagi siswa.

“Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, kami berharap dapat terus meningkatkan kualitas dan ketersediaan buku sebagai sarana pembelajaran yang lebih lengkap dan bermanfaat bagi anak-anak,” tutup Novia. (yer)

“Rektor Bonek” untuk ITK

August 1, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Rektor ITK Prof Dr rer nat Agus Rubiyanto, M.Eng.Sc

AYA baru sekali bertemu, tapi saya mendapat kesan dia cocok menjadi rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK). Dia adalah Prof Dr rer nat Agus Rubiyanto, M.Eng.Sc (58) yang dilantik menjadi rektor ke-3 ITK di  Kemendikbud Jakarta, 21 Desember 2022 menggantikan Prof Dr Budi Santoso, Ph.D.

ITK satu saudara dengan Institut Teknologi Sumatera (ITERA) di Lampung. Didirikan pada tahun 2014 sebagai bagian dari program strategis MP3EI Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menginginkan ada institut teknologi di Kalimantan dan Sumatera yang diharapkan kelak berkembang seperti ITB dan ITS. Itu sebabnya ITS ditetapkan sebagai bapak asuhnya ITK dan ITB mengasuh ITERA.

Kampus ITK di Km 15 Balikpapan. Penetapan lokasi itu terbilang spontan ketika Menteri Pendidikan Prof Muhammad Nuh meresmikan status negeri bagi Politeknik Balikpapan (Poltekba), 9 September 2011. Dia langsung melempar ide pendirian ITK, yang dengan sigap disambar Gubernur Kaltim Dr Awang Faroek Ishak. Saat itu saya masih menjadi wali Kota Balikpapan.

Syarat pemerintah tentang pengadaan lahan seluas 300 hektare disanggupi Gubernur, meski sampai sekarang belum semuanya terpenuhi. “Pak Rektor harus rajin mengingatkan Pemkot Balikpapan dan Pemprov Kaltim masih ada ‘utang’ lahan,” kata saya kepada sang rektor.

Gubernur Awang Faroek sangat bersemangat menyambut kehadiran ITK. Bayangkan, meski kampusnya belum jadi, dia sudah mengirim dan menitipkan 100 mahasiswa ITK di kampus ITS Surabaya. Semua dibiayai melalui beasiswa yang disediakan Pemprov Kaltim.

Prof Agus Rubiyanto adalah  asli arek Surabaya. Lahir 19 Juni 1965. Akrab dipanggil Prof Rubi.  Ketika bertemu saya dia mengeluarkan kartu anggota pendukung alias suporter Persebaya. Wah, dia ternyata anggota bonek, bondo nekat, cocok dengan kebutuhan ITK, yang memang perlu punya pemimpin bergaya bonek. Biar kemajuan ITK bisa diakselerasi selekasnya.

Agak tak lazim juga gelar Dr rer nat, yang tersemat di depan namanya. Ternyata itu gelar bagi mereka yang berhasil menempuh pendidikan S3 di Jerman. Dr rer nat adalah kependekan dari Doctor rerum naturalium, yang artinya Doktor Ilmu Sains atau gelar berbasis riset di ilmu alam. Gelar Dr rer nat diraih Rubi ketika menempuh studi applied physycs di University of Paderborn, di negara bagian North Rhine-Westphalia, Jerman.

Agus Rubiyanto tak sekadar kuliah di Negeri Panzer. Dia juga cukup lama bertugas di KBRI Berlin. Mulai menjadi Asisten Atase Pendidikan dan Kebudayaan  (2006-2009) sampai akhirnya dipromosikan menjadi Atase Pendidikan dan Kebudayaan (2012-2016).

Dengan tugasnya  di kedutaan itu, dia banyak memfasilitasi kerjasama perguruan tinggi di Indonesia termasuk ITK dengan universitas dan berbagai lembaga di Jerman. Karena itu, sedikit banyaknya dia sudah mengenal ITK, institut teknologi negeri pertama di Kalimantan.

Sebelum bertugas di Balikpapan, guru besar Departemen Fisika, Fakultas Sains dan Analitika Data (FSAD) ITS ini, sempat menjadi dekan Fakultas Sains ITS (2017-2019) dan kepala Program Studi Magister  Fisika ITS pada tahun 2022.

Ayah 3 anak hasil perkawinannya dengan wanita bernama Halimah Siwihadi ini pernah menerima penghargaan  sebagai Ilmuwan Kontributor Fisika Terbaik 2012 dan Paper Internasional Terbaik di Italia pada tahun 1999.

BELUM BANYAK DIKENAL

Saya bilang kepada Rektor Rubi, meski sudah berusia 9 tahun, ITK belum banyak dikenal di Kaltim. Di Samarinda, orang tahunya hanya ada Unmul atau Untag. Di Balikpapan, ya Uniba atau Universitas Mulia, dan Untri. Bahkan Gubernur Isran Noor rasanya belum pernah singgah ke kampus ITK. Padahal saat ini Isran sering belusukan ke berbagai kampus di Indonesia menjelaskan pembangunan Kaltim dikaitkan dengan kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Saya sudah menghadap Pak Gubernur, meski agak dimarahi saya cuek aja. Yang penting ITK bisa didukung Pemprov Kaltim. Saya siap berkolaborasi apa saja demi kemajuan ITK,” kata Rektor dengan gaya boneknya.

Menurut Rubi, sebenarnya dia sudah mengenal Pak Isran ketika berkunjung ke Jerman. Isran sempat singgah ke Kedutaan dan bertemu sejumlah mahasiswa.

“Saya mengapresiasi dan respek terhadap beliau, bahasa Jermannya cukup baik,” tambahnya.

Saya bilang Rektor ITK harus banyak roadshow ke semua wilayah Kaltim. Datang ke Samarinda, Kukar, Kubar, Mahulu, Bontang, Kutim, dan Berau. Selain juga di Balikpapan, PPU, dan Paser. Upayakan Rektor bisa hadir dalam berbagai pertemuan dan juga membuat diskusi dan kajian-kajian teknologi di daerah ini terutama dengan pihak swasta.

Berkaitan dengan kehadiran IKN,  saya bilang ini peluang besar bagi ITK. Pertama, lulusan ITK bisa terserap karena menjadi kampus paling dekat dengan lokasi IKN. Kedua, kesempatan mengajukan ITK sebagai proyek strategis nasional kepada Presiden, sehingga pembangunan kampus dan pengadaan dosen serta fasilitas lainnya bisa lebih besar dan prioritas melalui APBN.

Kedua peluang itu sangat mungkin terwujud sepanjang ITK dan rektornya mau bekerja keras dan berani melakukan berbagai terobosan. Serta didukung penuh Pemprov Kaltim. Karena ITK seperti juga Unmul, boleh dibilang anak kandung Kaltim. “Saya sudah siap berjuang, ini memang tantangan buat kami, buat sivitas akademika ITK,” kata Rubi.

Ketika mengikuti uji kompetensi rektor ITK, Rubi memaparkan visi misinya jika terpilih. Dia mengenalkan program unggulan 4I+E. Yaitu meliputi internal enhancement, innovation action, international collaboration, ibadah dan environmental insight. “Dengan demikian diharapkan ITK akan memiliki transformasi di sisi digital dan spiritual. Itu program saya untuk ITK Mapan, Maju, dan Terdepan,” tandasnya.

Rubi bertekad dan siap menjadi pendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Kaltim. Apalagi ini menjadi tantangan buat Kaltim untuk mengantisipasi dan memanfaatkan berkah IKN. Tema besarnya jangan sampai jadi penonton.  “Saya ingin masyarakat Kaltim bangga dan mempunyai rasa memiliki terhadap ITK,” katanya.

Saya bertemu Prof Rubi dan timnya di restoran kepiting Dandito milik Pak Rudy di Gunung Bakaran. Dia sengaja memilih tempat di sana bukan di kampus ITK. Hadir juga Wakil Rektor Bidang Akademik Prof Erma Suyani, ST, MT, Ph.D dan Wakil Rektor Bidang Non-Akademik Ir. Khakim Ghozali, M.MT. Mungkin maksudnya, biar ITK ke depan bisa lebih kuat “menyapitnya.” Oke saja kalau begitu.(*)

*) Rizal Effendi

– Wartawan Senior Kalimantan Timur

– Wali Kota Balikpapan dua periode (2011-2024).

Aparat Keamanan Pastikan Kawal Bantuan Korban Kekeringan Meski Ada Ancaman KST Papua

August 1, 2023 by  
Filed under Opini

Oleh : Alvaro Hukubun )*

Aparat keamanan memastikan akan mengawal seluruh bantuan untuk para korban kekeringan di Kabupaten Puncak, Papua Tengah meskipun ancaman KST Papua masih ada. Hal tersebut sama sekali tidak meredam bagaimana semangat yang dimiliki oleh seluruh jajaran aparat keamanan demi memastikan seluruh masyarakat Bumi Cenderawasih hidup dengan aman dan nyaman.

Seperti yang diketahui, beberapa daerah di Papua, khususnya Kabupaten Puncak, Papua Tengah mengalami bencana kekeringan dalam satu pekan terakhir. Kekeringan yang melanda Papua ini menyebabkan warga setempat turut mengalami beberapa penyakit bahkan dilaporkan ada enam orang yang meninggal dunia.

Pemerintah RI telah menyalurkan bantuan untuk warga setempat, namun memang akses disana dikatakan cukup sulit ditengah-tengah ancaman Kelompok Separatis Teroris (KST) Papua yang masih berkeliaran. Sehingga membuat bantuan tidak bisa langsung menggunakan pesawat terbang, melainkan dijangkau dengan berjalan kaki dari Distrik Sinak menuju distrik yang lainnya.

Tidak bisa dipungkiri bahwa potensi gangguan keamanan dari KST Papua itu memang ada faktor-faktor ancaman yang datang dari Kelompok Separatis Teroris (KST) Papua pimpinan Egianus Kogoya, namun aparat keamanan akan memastikan bahwa mereka mengawal bantuan agar sampai ke para korban dan tidak ada bantuan yang diambil oleh oknum-oknum yang tak bertanggung jawab.

Bantuan yang datang tersebut berupa bahan-bahan pokok yang didistribusikan ke Distrik Sinak sebagai posko utama, kemudian disalurkan ke Distrik Lambewi dan Distrik Agandugume dengan berjalan kaki. Pasalnya, menurut Kapolda Papua Irjen Mathius Fakhri menyebutkan bahwa distrik tersebut tergolong rawan, karena keduanya merupakan perlintasan Kelompok Separatis Teroris (KST) Papua. Oleh karenanya, agar tidak terjadi gangguan keamanan lebih lanjut, pengantaran bantuan disalurkan dengan berjalan kaki.

Sementara itu, menurut Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Kav Herman Taryaman, pemerintah daerah dan aparat keamanan setempat terpaksa meminta warga yang terdampak kekeringan untuk mengambil bantuan ke Sinak. Sebelumnya, Bupati Puncak, Willem Wandik menyatakan kekeringan tersebut telah memakan korban kelaparan hingga meninggal dunia. Korban-korban yang meninggal dunia diantaranya yakni Yenis Telenggen (38), Yemina Murib (42), Ater Tabuni (46), Tenus Murib (46), Tera Murib (39), dan bayi yang bernama Ila Telenggen.

Sebagai informasi, kekeringan yang melanda Papua ini dipicu oleh cuaca yang ekstrem dengan temperatur suhu rendah, bahkan tanpa hujan yang menerpa di Papua Tengah. Sehingga, kondisi tersebutlah yang membuat tanah-tanah di Papua kering sejak bulan Mei 2023 lalu. Para petani ubi dan keladi mengalami gagal panen dan warga setempat akhirnya kurang pasokan makanan sampai kelaparan. Mereka terpaksa mengonsumsi tanaman umbi-umbian yang telah busuk akibat gagal panen, akibatnya lagi mereka terkena penyakit-penyakit seperti diare, panas dalam, sariawan, dan sakit kepala.

Sebenarnya, sesaat setelah terjadi musibah bencana kekeringan yang melanda warga masyarakat di Kabupaten Puncak Papua itu, Pemerintah Republik Indonesia (RI) juga langsung bergerak dengan sangat cepat tanggap. Melalui Kementerian Sosial (Kemensos RI) dan TNI, penyaluran bantuan berupa bahan makanan langsung dilakukan ke lokasi bencana.

Akan tetapi memang karena serangkaian ulah dan tindak keji yang terus dilakukan oleh gerombolan separatis Papua itu, membuat eksekusi dari penyaluran bantuan menjadi sempat terhambat karena menimbang adanya faktor keamanan. Sampai saat ini bantuan dikirimkan hingga ke Dstrik Sinak.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua, Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Mathius D Fakhiri mengungkapkan bahwa terdapat 2 (dua) distrik di Bumi Cenderawasih yang menjadi titik sangat rawan karena disana biasanya memang tergolong masuk ke dalam wilayah perlintasan KST Papua biasanya di 3 (tiga) kabupaten, yakni di Puncak, Puncak Jaya serta Lanny Jaya.

Tentunya dengan mengetahui kondisi titik lokasi yang sangat rawan tersebut, kemudian pihak Kepolisian sangat menginginkan agar supaya proses pengantaran bantuan kepada para korban bencana kekeringan tidak sampai terganggu akan proses keamanannya yang justru mampu menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

Terlebih, untuk bisa mencapai ke titik lokasi itu hanya bisa dicapai dengan berjalan kaki saja atau menggunakan pesawat kecil. Namun pihak aparat keamanan berkomitmen

Penuh untuk memberikan bantuan dan bisa memastikan seluruh penyaluran kepada korban kekeringan berjalan dengan lancar. Solusi yang ditawarkan adalah dengan melakukan mobilisasi masyarakat untuk datang ke Sinak.

Penjagaan keamanan juga tentunya pasti akan sangat diperketat agar masyarakat yang mengambil bahan bantuan dari Pemerintah RI tersebut tidak terganggu oleh keberadaan dan ulah dari KST Papua sehingga mereka pun bisa mendapatkan hak mereka dengan maksimal.

Meski terdapat ancaman yang sangat serius dari pihak KST Papua, namun kerja keras dari seluruh jajaran aparat keamanan personel gabungan patut untuk mendapatkan apresiasi yang sangat tinggi karena sama sekali tidak mengenal lelah untuk bisa menyalurkan seluruh bantuan bagi warga masyarakat terdampak korban bencana kekeringan di Kabupaten Puncak.

)* Penulis adalah Mahasiswa Papua Tinggal di Jakarta

Alumni dan Akademisi Kampus Ternama Dukung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024

August 1, 2023 by  
Filed under Serba-Serbi

Tegal – Para alumni dan akademisi kampus ternama mendukung calon presiden Ganjar Pranowo yang memiliki perhatian serius di dunia pendidikan.

Perwakilan Pena Mas Ganjar, Reza mengatakan kebijakan Ganjar Pranowo di dunia pendidikan yang melarang adanya pungutan liar (pungli) didukung oleh sukarelawan alumni dan para akademisi kampus ternama,

Dalam sebuah kesempatan, sukarelawan yang disebut dengan Pena Mas Ganjar itu menggelar diskusi bersama dengan orang tua mengenai kebijakan dunia pendidikan Ganjar Pranowo.

“Kami mulai dari kebijakan Ganjar Pranowo terkait dunia pendidikan di SD, SMP, dan SMA. Salah satunya, Bapak Ganjar secara tegas melarang adanya pungutan liar di dunia pendidikan, sumbangan dalam bentuk apa pun,” jelas Reza.

Pihak pendukung Ganjar Pranowo itupun juga meminta orang tua turut berpartisipasi dalam memberantas pungli agar segera melaporkan kepada pihak yang berwenang.

“Kami memberikan pencerdasan kepada masyarakat bahwa ada beasiswa pendidikan untuk anak dari pemerintah. Kami juga berharap wali murid dan masyarakat bisa memahami bahwa tidak diperbolehkan adanya pungli dalam dunia pendidikan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Reza mengungkapkan sosialisasi Program Indonesia Pintar (PIP) atau beasisawa yang diperuntukkan kepada masyarakat kurang mampu di Jawa Tengah.

Dengan adanya diskusi tersebut, terlihat antusias dari wali murid, salah satunya Kurniawati yang merasa bahwa acara bertajuk ‘Ngobrol Bareng Wali Murid’ ini sangat bernilai positif.

“Pelajaran untuk mendidik anak ke depannya. Kemudian, bisa bersosialisasi dengan wali murid lain,” katanya.

Menanggapi program PIP, menurut Kurniawati beasiswa tersebut dapat membantu masyarakat yang kurang mampu untuk bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Membantu masyarakat yang kurang mampu jadi bisa melanjutkan sekolah yang lebih tinggi karena ada beasiswa ini,” pungkasnya.

Reza berharap masyarakat Tegal tidak ada alasan membiarkan anak-anak putus sekolah lantaran terkendala oleh biaya. Mereka bisa menggunakan Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau Program Indonesia Pintar (PIP).

Sementara itu, dalam kesempatan lain, calon presiden Ganjar Pranowo mengatakan dirinya siap melanjutkan program hilirisasi Presiden Joko Widodo.

“Tadi Pak Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa proyek hilirisasi harus dilanjutkan. Bukan hanya satu produk, tapi hilirisasi banyak produk yang kita miliki,” ucapnya.

Bahkan, Gubernur Jawa Tengah itu mendukung hilirisasi dan siap meneruskannya, agar bisa merambah ke banyak sektor untuk memunculkan ekonomi kreatif.

“Kalau perlu industri digital kita hilirisasikan. Dengan begitu, maka ekonomi kreatif bisa muncul,” jelasnya.

Siap meningkatkan hilirisasi, Ganjar Pranowo berharap nantinya negara Indonesia menjadi bangsa yang mandiri di sektor perekonomian.

“Jadi ayo kita tingkatkan hilirisasi pada produk yang lain, agar kita menjadi bangsa yang mandiri di bidang ekonomi,” pungkasnya. (*/adv)

« Previous PageNext Page »

  • vb