Pemkab PPU Terima Penghargaan Adipura Tahun 2023

March 5, 2024 by  
Filed under PPU

JAKARTA– Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menerima penghargaan Adipura Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia. Penyerahan penghargaan piala Adipura Kategori Kota Kecil diterima Penjabat (Pj) Bupati PPU, Makmur Marbun bertepatan pada peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang digelar di Gedung Manggala Wanabakti KLHK Jakarta. Selasa, (5/03/2024).

Usai menerima penghargaan, Marbun menyampaikan rasa syukur atas prestasi daerah Kabupaten PPU dalam bidang lingkungan apalagi momen ini bertepatan dengan peringatan HUT PPU ke- 22 yang sebentar lagi kita rayakan.

“Penghargaan ini menjadi kado istimewa untuk ulang tahun ke-22 Kabupaten PPU,  yang kini menjadi serambinya IKN Nusantara. Mudah-mudahan dengan penghargaan ini semakin membangkitkan semangat untuk tetap kita bekerja lebih baik,” ucap Marbun

Makmur Marbun juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan seluruh perangkat daerah yang sudah bahu membahu untuk mewujudkan kabupaten kita menjadi kabupaten yang bersih dan ramah.

Marbun berharap dengan diterimanya Adipura ini dapat semakin meningkatkan kerjasama antara masyarakat dengan pemerintah yang selama ini sudah terjalin dengan baik dapat terus terjaga. Sehingga Piala Adipura ini bisa dipertahankan bahkan bisa kita tingkatkan lagi ke jenjang yang lebih tinggi.

“Kepada sahabat saya yang bekerja setiap pagi di Dinas Lingkungan Hidup di jalanan serta seluruh partisipasi masyarakat kiranya tetap menjaga apa yang sudah kita lakukan bersama khususnya dalam bidang lingkungan hidup sehingga kabupaten kita menjadi bersih, dan asri lingkungannya,”  harapnya

Makmur Marbun berharap masyarakat tetap bisa menjaga lingkungan dan meningkatkan prestasi ini dalam bidang lingkungan hidup ditahun-tahun mendatang.   (HumasPPU)

 PKK PPU Tanam 200 Pohon Cabai Serentak

March 5, 2024 by  
Filed under PPU

PENAJAM– Ketua TP PKK, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Linda Romauli Siregar memimpin gerakan tanam cabai serentak secara nasional di Kabupaten PPU  yang dipusatkan di Sekretariat PKK, kilometer 09 Nipah- nipah, Kabupaten PPU, Senin, (4/3/2024).

Gerakan tanam cabai serentak ini diikuti sejumlah Organisasi Peringkat Daerah (OPD) terkait dan Gabungan Organisasi Wanita  (GOW) di tingkat kabupaten, kecamatan, kelurahan hingga desa di kabupaten PPU.

Linda Romauli Siregar mengatakan, gerakan tanam cabai secara nasional bagian dari kegiatan peringan Hari Kesatuan Gerak ( HKG ) PKK ke-52 tahun 2024, dengan tema bergerak bersama  PKK mewujudkan  keluarga sejahtera menuju Indonesia maju. Acara ini di buka secara simbolis oleh Ibu Negara Republik Indonesia dan Ketua TP PKK Pusat di Kota Bogor. Gerakan tanam cabai serentak seluruh Indonesia diawali dengan pemukulan kentongan yang menandakan gerakan tanam cabai di mulai  dan di laksanakan serentak di seluruh indonesia,

“Tim Penggerak PKK kabupaten PPU bekerjasama dengan dinas pertanian kabupaten PPU mengikuti kegiatan ini yang di pusatkan di halaman Sekretariat TP PKK  Nipah-Nipah, PPU,” kata Linda Romauli Siregar.

Kegiatan tersebut  sebagai wujud partisipasi pemerintah daerah mengingat pentingnya pemanfaatan pekarangan melalui gerakan menanam cabai sebagai upaya pemenuhan kebutuhan rumah tangga, pengurangan pengeluaran rumah tangga dan peningkatan pendapatan keluarga.

Menurut nya, penanaman cabai tidak terbatas pada lahan yang luas. Tetapi juga bisa di lakukan di pekarangan bahkan apabila ada keterbatasan pekarangan maka  juga bisa dengan pot, yang akan menambah estetika halaman.

“Saat ini kita menanam simbolis 200 pohon batang cabai yang 3 diperkirakan  bulan ke depan kita bisa menikmati hasilnya,” jelas Linda.

Hasil dari pemanfaatan pekarangan ini bisa digunakan untuk  menerapkan isi piringku, sebagai implementasi dari pola konsumsi Beragam Bergizi Seimbang dan Aman ( B2SA) dan memenuhi angka kecukupan energi bagi keluarga.

Kedepan pihaknya akan melaksanakan gerakan tanam cabai serentak di Kabupaten PPU bekerja sama dengan Dinas Pertanian sebagai upaya pemerintah dalam pengendalian inflasi, dimana komoditas cebai bagian dari penyumbang inflasi.

Gerakan ini untuk selalu di laksanakan secara masif sebagai kampanye gerakan tanam cabai di Kabupaten PPU, sekaligus menjawab tantangan kebutuhan  pangan yang semakin meningkat seiring dengan akan berpindahnya ASN ke ibukota negara Nusantara sebanyak 12.000 jiwa pada bulan juni nanti.

” Ini bagian dari peluang bagi kita semua untuk memepersiapkan dan menangkap setiap potensi, tak lepas dari peran organisasi wanita yang selalu giat dalam mendukung ketahanan keluarga,” tutupnya.

(HumasPPU)

KPP Bea Cukai Sangatta Musnahkan Jutaan Batang Rokok

March 5, 2024 by  
Filed under Serba-Serbi

SANGATTA– Sebanyak 1.124.500 batang hasil tembakau (rokok) berbagai merek serta dan 221 botol 110,98 liter yang menjadi Barang Milik Negara (BMN), barang hasil penindakan di Bidang Cukai periode 2023 dimusnahkan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) C Sangatta, Selasa (5/3/2024).

Kepala KPPBC TMP C Sangatta Wahyu Anggara melalui konferensi pers menjelaskan, kegiatan pemusnahan BMN ini merupakan bentuk sosialisasi kepada masyarakat mengenai ketentuan di bidang cukai. Sebagai wujud komitmen Bea Cukai dalam memberantas peredaran BKC tanpa dilekati pita cukai (polos) maupun dilekati pita cukai palsu atau bekas yang sangat merugikan penerimaan negara.

“Sedangkan kegiatan penindakan yang dilakukan oleh Bea Cukai merupakan salah satu bentuk pengejawantahan dari pelaksanaan tugas dan fungsinya sebagai Industrial Assistance dan Community Protector. Hal ini dalam rangka mendukung industri dalam negeri. Sehingga tercapai keunggulan kompetitif (persaingan sehat) serta melindungi masyarakat dari konsumsi BKC llegal,” jelasnya didampingi Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Kalimantan Bagian Timur Kusuma Santi Wahyuningsih, Asisten Pemkesra Seskab Kutim Poniso Suryo Renggono serta unsur Forkopimda dan pejabat kepabeanan lainnya.

Kepada para wartawan, Wahyu kembali memaparkan data bahwa peredaran rokok ilegal masih marak terjadi. Tak heran, selama tahun 2023, dari 141 kali penindakan terhadap rokok ilegal, Bea dan Cukai Sangatta berhasil mengamankan 1.124.500 batang rokok ilegal. Modus pelanggaran yang umum dilakukan terhadap ketentuan yang berlaku dibidang cukai. Yaitu tidak dilekati pita cukai (polos) dan dilekati pita cukai palsu atau bekas.

Selain rokok ilegal, terdapat pula BKC ilegal lainnya yang berhasil diamankan oleh Bea dan Cukai Sangatta. Antara lain Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) dalam negeri Golongan B (kadar Etil Alkohol lebih dari 5 persen sampai 20 persen) dan Golongan C (kadar Etil Alkohol lebih dari 20 persen), dengan modus pelanggaran tidak dilekati pita cukai.

BKC llegal tersebut ditindak di wilayah pengawasan KPPBC TMP C Sangatta di Kabupaten Kutim. Terdiri dari 18 kecamatan dengan kondisi geografis yang sangat luas dan sulit dijangkau.

Total nilai barang yang dimusnahkan sebesar Rp1,42 miliar dan potensi kerugian negara yang ditimbulkan akibat pelanggaran tersebut sebesar Rp 973,49 juta. Dari beberapa hasil penindakan rokok ilegal tersebut dikenakan sanksi administrasi berupa denda sebesar Rp 102,299 juta dan telah disetorkan ke rekening kas penerimaan negara. Pemusnahan terhadap BKC llegal ini dilakukan agar masyarakat tidak terlibat dalam peredaran BKC llegal.

Wahyu menambahkan, pihaknya terus membutuhkan dukungan masyarakat. Sebab minimnya pengetahuan masyarakat terkait BKC ilegal, menjadi kesulitan tersendiri dalam pemberantasan BKC illegal. Maka dari itu, selain upaya penegakan hukum, pihaknya senantiasa melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang ketentuan dibidang cukai khususnya rokok ilegal. Sehingga peredaran BKC ilegal dapat terus ditekan dan penerimaan Negara dari sektor cukai semakin optimal demi “Indonesia Maju”.

“Dalam rangka mempertahankan keberlangsungan ‘Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani’, kami kantor Bea dan Cukai Sangatta berkomitmen untuk menjaga integritas dan profesionalisme dalam memberikan layanan kepada stakeholder,” tutupnya.(ktm03)

KPPBC TMP C Sangatta Musnahkan BKC Ilegal

March 5, 2024 by  
Filed under Kutai Timur

SANGATTA– Kantor Pengawasan dan Pelayanan bea Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) C Sangatta melakukan pemusnahan barang milik negara hasil penindakan tahun 2023. Momen pemusnahan barang-barang ilegal tersebut dipimpin Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Kalimantan Bagian Timur Kusuma Santi Wahyuningsih, Selasa (5/3/2024) pagi.

Kusuma Santi Wahyuningsih menjelaskan barang kena cukai (BKC) yang dimusnahkan meliputi rokok dan minuman beralkohol. Khususnya BKC namun tidak dilekati pita cukai, dilekati pita cukai bekas dan BKC ilegal.

“Implementasi dari tugas dan fungsi Bea Cukai sebagai industrial assistance dan community protector. Bukan penindakan saja, tapi juga tindakan preventif, agar masyarakat terhindar dari bahaya BKC illegal,” kata Santi yang juga menjelaskan empat tugas dan fungsi Bea Cukai secara rinci.

Dia pun lantas mengapresiasi KPPBC TMP C Sangatta yang terus membuahkan prestasi dimaksud. Tentunya hal tersebut menurut dia adalah hasil sinergi antara Bea Cukai dengan semua pihak, termasuk Pemkab Kutim. Tujuan pemusnahan dan penindakan kali ini adalah untuk menumbuhkan efek jera bagi para pelakunya. Seluruh lapiran masyarakat jadi semakin tahu bahwa BKC diawasi peredarannya dan masyarakat pun wajib ikut mengawasi serta memerangi BKC ilegal.

Asisten Pemkesra Seskab Kutim Poniso Suryo Renggono turut mengapresiasi kinerja KPPBC TMP C Sangatta dan jajaran Bea Cukai secara umum. Pemusnahan BKC ilegal ini menurutnya adalah sebuah prestasi.

“Pemkab Kutim pasti akan selalu mendukung terkait penindakan barang illegal. Karena akan bisa memberikan efek jera. Memberikan kenyamanan dan kepastian hukum bagi masyarakat,” tegas Poniso.

Tindakan yang sudah dilakukan oleh KPPBC TMP C Sangatta dan jajaran Bea Cukai akan memberikan kontribusi positif pada kemajuan dan pengembangan usaha di Kutim, khususnya perindustrian dan perdagangan. Agar upaya yang dilakukan jajaran Bea Cukai semakin maksimal, Poniso berharap jajaran Disperindag Kutim selaku leading sector Perindag, bisa berkolaborasi dengan jajaran Bea Cukai untuk melindungi masyarakat dari BKC ilegal. Sehingga semakin meningkatkan kualitas perindag demi kesejahteraan masyarakat.

“Kasihan masyarakat yang punya usaha legal, omzet berkurang karena barang-barang ilegal,” sebut Poniso lagi. “Terima kasih kepada semua pihak karena sinergi berjalan baik, sehingga penindakan barang ilegal berjalan lancar,” tambahnya.

Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bontang Harist Syafiuddin menambahkan, pihaknya telah mengeluarkan izin pemusnahan yang dilakukan KPPBC TMP C Sangatta. Dia menyebut ada lebih dari 1,1 juta batang rokok atau sekitar 100 ribu bungkus rokok yang dimusnahkan. Berikutnya 221 botol minuman keras atau sekitar 100 liter.

“Terima kasih kepada Bea Cukai Sangatta yang telah melaksnakan kinerja penindakan barang ilegal atau tanda izin edar. Kegiatan ini membantu perekonomian masyarakat, mencegah hal negatif dan membantu pertumbuhan ekonomi nasional,” tutupnya. (ktm03)

IAI Kaltim Gelar Seminar Kefarmasian

March 5, 2024 by  
Filed under Kesehatan

dr R.R. Ignatia Sinta Murti, Sp.Pd-KGEH

SAMARINDA – Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) Kalimantan Timur menggelar kegiatan Seminar Kefarmasian dalam rangka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Swissbell Hotel Samarinda, Minggu (3/3/2024).

Ketua panitia apt. Nuficho Nor Rachman, S.Farm. menyampaikan, acara ini diselenggarakan Himpunan Seminat, Perhimpunan, dan Pengurus Daerah IAI Kalimantan Timur dengan tujuan untuk melaksanakan salah satu amanat AD/ART IAI.

“Seminar ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk meningkatkan pengetahuan, meng-upgrade keilmuan dan kompetensi seorang apoteker yang hadir dalam melayani seluruh lapisan masyarakat,” ujar Nuficho.

Dikatakan, jumlah peserta yang mengikuti acara pada hari ini cukup banyak yakni berjumlah sekitar 600 orang, baik yang mengikuti secara daring maupun luring. Peserta merupakan sejawat apoteker yang berpraktik di berbagai sektor kefarmasian bahkan  juga ada mahasiswa apoteker yang sedang menempuh studi.

Ketua PD IAI Kalimantan Timur Dr. apt. Arsyik Ibrahim mengajak seluruh apoteker Kaltim agar rajin mengupgrade ilmu pengetahuan kefarmasian yang merupakan salah satu jiwa yang harus dimiliki oleh seorang apoteker yakni “Long life learner” atau pembelajar seumur hidup. Tak hanya itu, orang nomor satu di PD IAI Kalimantan Timur ini juga menekankan agar apoteker dapat berdaptasi dengan peraturan terbaru semenjak terbitnya Undang-Undang No 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan khususnya yang terkait dengan pekerjaan kefarmasian.

apt. Audrey Clarissa, S.Si.

‘’Saya mengajak semua apoteker Kalimantan Timur untuk bersatu dalam menghadapi berbagai tantangan, berkontribusi aktif dalam organisasi IAI,juga bagi masyarakat khususnya  di bidang kesehatan sehingga peran apoteker semakin dirasakan kehadiran dan perannya ’’ ajak Dosen Farmasi Universitas Mulawarman tersebut

Arsyik juga mendorong apoteker agar berani menjadi seorang  pharmapreneur, yakni terjun menjadi wirausaha di bidang kefarmasian untuk menciptakan kemandirian serta membantu menyejahterakan masyarakat.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum II PP IAI apt. M. Nasruddin mengingatkan pentingnya organisasi untuk fokus pada pembinaan anggota supaya menjaga dan meningkatkan kompetensi termasuk advokasi anggota. Apoteker yang akrab dipanggil Oding ini menyoroti perubahan UU no. 17 tahun 2023 tentang kesehatan yang mengambil alih kembali kewenangan yang sebelumnya diserahkan oleh pemerintah kepada Organisasi Profesi, salah satunya IAI.

Saat ini, kesadaran masyarakat akan pencegahan penyakit menjadi lebih penting dibandingkan dengan pengobatan. Pergeseran paradigma pelayanan kefarmasian menjadi tantangan baru bagi apoteker untuk dapat memberikan pelayanan yang baik kepada pasien.

“Kemajuan teknologi akan mempercepat penelitian di bidang kesehatan. Semua kemajuan dan inovasi ini akan melengkapi interaksi manusia dan juga meningkatkan kebutuhan akan perubahan dalam hal ilmu pengetahuan maupun kesehatan termasuk praktik kefarmasian,” ujar apoteker RSUD AW Sjahranie tersebut.

Seminar Kefarmasian ini menghadirkan 2 narasumber yang masing-masing pakar di bidangnya, yaitu dr. R.R Ignatia Sinta Murti, Sp.Pd-KGEH yang merupakan satu satunya dokter internist atau dokter spesialis penyakit dalam Gastroenterologi-Hepatologi di Kalimantan Timur. Narasumber kedua, apt. Audrey Clarissa, S.Si. yang merupakan owner sekaligus Managing Director PT. Imedco Djaja. Apoteker yang sering disapa Audrey ini merupakan figur dan inspirator bagi apoteker karena di usia yang masih muda, namun telah berhasil menjadi pharmapreneur sukses bahkan sudah wara-wiri hingga kancah internasional.

Sesi pertama membahas topik “Terapi Penyakit Gastritis dan Problematikanya” yang dibawakan oleh dr. R.R Ignatia Sinta Murti, Sp.Pd-KGEH dan dipandu oleh apt. Heri Wijaya, M.Si., Ph.D. sebagai moderator.

Dalam presentasinya, dokter yang mendalami penyakit terkait sistem pencernaan ini menerangkan bahwa gastritis merupakan peradangan pada mukosa lambung dan memiliki gejala bervariasi yang bisa berupa gejala akut hingga kronis. Di Indonesia, angka kejadian gastritis cukup tinggi yakni sekitar 40,8 % dan di Kalimantan Timur sendiri mencapai angka 14 % yang penyebabnya multi faktor namun mayoritas disebabkan oleh infeksi bakteri H. Pylori.

“Penyebab lain adalah karena konsumsi obat-obatan golongan NSAID inhibitor non-selektif, konsumsi alkohol berlebihan, merokok dan pola diet yang tidak baik” ujar dr. Sinta. Di akhir sesi, dokter internist yang terkenal sederhana dan ramah ini mengajak seluruh apoteker untuk aware dengan gelaja atau symptom gastritis sehingga dapat memilihkan obat yang tepat saat pasien datang ke apotek.

Pada sesi kedua, membahas topik “Peluang Kewirausahaan dalam Bisnis Kefarmasian:Strategi Untuk Kesuksesan Bisnis”. Topik ini dibawakan oleh apt. Audrey Clarissa, S.Si. dan dipandu oleh apt. Trianti T. Lamba;, S.Farm. sebagai moderator.

Mengawali presentasinya, Founder Indonesian Young Pharmacists Group (IYPG) ini mengatakan bahwa pertumbuhan pasar farmasi global dari tahun ke tahun terus mengalami kenaikan, hal ini mengindikasikan bahwa potensi pasar farmasi masih terbuka lebar.

“Apoteker yang memiliki keilmuan di bidang farmasi memiliki peluang yang sangat besar untuk berkarir menjadi “Pharmapreneur” atau usaha yang terkait dengan kefarmasian seperti membuka apotek, klinik, distributor obat bahkan menciptakan komoditas tersendiri.” Tutur Audrey.

“Hal-hal yang dibutuhkan untuk menjadi pharmapreneur yakni pengetahuan tentang kefarmasian, visi dan passion, rencana kerja dan tentunya beberapa soft skill di antaranya yaitu kemampuan berkomunikasi, kemampuan memimpin, kemampuan mengambil keputusan dan memecahkan masalah, kemampuan berbicara di depan umum, tim kerja dan kemampuan mengelola stress” ujar Apoteker yang pernah menjabat sebagai Presiden Asean Young Pharmacists Group (AYPG).

Tak hanya berbagi teori dan tips, namun apoteker yang telah sukses menjadi pharmapreneur ini juga berbagi pengalaman tentang perjuangannya merintis sebuah bisnis farmasi yang kini telah sukses meramaikan pasar farmasi dengan menghasilkan produk-produk berkualitas dan berbeda dari lainnya.

Dalam berbisnis, kita perlu mempunyai sebuah strategi salah satunya “Blue Ocean Strategy” sebuah strategi bisnis yang mencari konsumen dengan segmen tertentu untuk menghindari persaingan competitor atau sederhananya menciptakan ruang pasar tanpa pesaing. Tak hanya strategi, namun hal lain yang dibutuhkan untuk menjadi pebisnis sukses adalah pengetahuan tentang regulasi dan mental yang kuat yakni punya passion dan tidak mudah menyerah.

“Kesuksesan bukanlah keajaiban dalam satu malam, tapi proses yang terjadi melalui perjuangan dan bertahap”, ucap Managing Director PT Imedco Djaja ini menutup presentasinya.. (Eka Siswanto Syamsul, Ovhan Trianti/PD IAI Kaltim).

« Previous PageNext Page »

  • vb