Desa Rapak Lambur Optimis Jadi Lumbung Pangan Kukar

May 8, 2024 by  
Filed under Kutai Kartanegara

TENGGARONG – Pemerintah Desa (Pemdes) Rapak Lambur, Kecamatan Tenggarong meyakini potensi wilayahnya bisa menjadi lumbung pangan bagi Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Kepala Desa (Kades) Rapak Lambur, Muhammad Yusuf menyampaikan, desanya memiliki luasan lahan persawahan mencapai 800 Hektare (Ha). Menurutnya, potensi tersebut dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Rencana Desa Rapak Lambur menjadi lumbung pangan Kukar pun sudah disampaikan Yusuf kepada Bupati Kukar Edi Damansyah.

Menurutnya, keinginan itu sudah disambut baik oleh Bupati Kukar dan mendapat persetujuan.

“Di Rapak Lambur, mayoritas petani 80 persen yang terbagi atas pertanian sayuran di kebun dan petani gabah di sawah,” kata Yusuf, Selasa (7/5/2024).

Dari 800 Ha lahan pertanian di Rapak Lambur, hanya 500 Ha saja yang saat ini terbilang produktif dan 300 Ha masih belum produktif.

Untuk 500 Ha lahan yang produktif tersebar di tiga wilayah, yakni Dusun Durian, Dusun Kejawi dan Dusun Caruban.

Rencana yang sudah mendapatkan persetujuan dari bupati ini memperoleh keuntungan alat penunjang dari Pemerintah Kabupaten Kukar.

Pada akhir 2023 lalu, Desa Rapak Lambur mendapat bantuan pipanisasi dan pelebaran parit irigasi.

Selain pertanian, pihaknya juga bakal menyembangkan sektor peternakan. Rencana ini sudah dimulai secara perlahan sejak 2023.
Program peternakan dimulai dari RT 9 yang menjadi awal pengembangan peternakan kambing.

“Kita mulai pengembangan di tahun lalu, sudah kita bagikan 10 ekor kambing betina dan satu ekor pejantan. Kambing itu nantinya akan dikembangkan dulu dan hasil anakannya akan dibagi lagi ke warga yang lain,” ucapnya.

Sebelum membagikan kambing, ia sudah mengadakan pembekalan untuk masyarakat yang nantinya ingin menjadi peternak kambing.

Berkaitan dengan ini, Pemdes Rapak Lambur bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar.

“Masyarakat diberikan pelatihan cara mengatur makanan, mengolah makanan, mengetahui kesehatan kambing. Ada juga kami hadirkan pemateri peternak yang sudah profesional berkompeten di bidang peternakan kambing,” jelasnya.

Kemudian di 2024 ini, pihaknya akan kembali mengadakan bibit kambing untuk diserahkan kepada warga di RT 2. Yusuf menargetkan,  15 RT di Rapak Lambur mendapat bantuan bibit kambing agar bisa dikembangkan.

“Nanti kami ingin dikenal dengan desa penghasil kambing dari peternakan-peternakan warga, kalau masyarakat sudah siap dari segi cara pengolahan pakan dan lain-lain, desa juga siap menghadirkan bantuan pengadaan bibit,” tutupnya. (ADV/Diskominfo Kukar) 

Pembangunan TPI Desa Sungai Meriam Capai 90 Persen

May 8, 2024 by  
Filed under Kutai Kartanegara

ANGGANA – Kepala Desa (Kades) Sungai Meriam, Norjali menyatakan bahwa pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di desanya telah mencapai 90 persen. Bahkan, ditargetkan rampung tahun ini.

Jika rampung, maka TPI akan dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat bersama dengan BUMDes.

“Nanti akan kita coba maksimalkan BUMDesnya, agar ada juga pendapatan yang masuk ke desa,” ucapnya, Selasa (7/5/2024).

TPI ini dihadirkan untuk memfasilitasi para nelayan di Desa Sungai Meriam. Penuntasan TPI sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan infrastruktur di wilayah ini, sekaligus menunjang kesejahteraan masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan.

“Tahun-tahun kemarin kami fokus memperbaiki jalan dan jembatan. Tahun ini masih sama, ditambah merampungkan tempat pelelangan ikan,” sebutnya.

Selain TPI, Pemdes Sungai Meriam juga akan kembali melanjutkan pekerjaan untuk pembangunan jalan desa. Totalnya ada 30 jalan dalam desa atau gang yang sudah diukur dan akan diperbaiki.

Ia mengatakan, program pembangunan infrastruktur itu berdasarkan usulan dari sebagian besar masyarakat di Desa Sungai Meriam yang berprofesi sebagai nelayan dan pedagang.

“Sepanjangan sungai itu masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan semua, ada beberapa bantuan juga dari pemerintah daerah, seperti mesin diesel dan juga mesin buat perahu-perahu nelayan,” ujarnya.

Ia berharap rencana pembangunan infrastruktur nantinya berjalan dengan lancar dan akan dimanfaatkan dengan baik oleh warga Desa Sungai Meriam.

“Semoga tidak ada hambatan agar bisa dimanfaatkan untuk menaikan taraf ekonomi masyarakat,”harapnya.(ADV/Diskominfo Kukar)

Parade Gender Kartini

May 8, 2024 by  
Filed under Kalimantan Timur

Catatan Rizal Effendi

RUANG Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (5/7) lalu penuh warna warni. Maklum disesaki kaum perempuan yang dibalut busana penuh warna dan eksotik. Mereka menggelar acara Parade Gender sekaligus Pameran Perekat Mama.

Semangat Tokoh Wanita Kaltim dipimpin Sekdaprov Sri Wahyuni.

Ada  talkshow juga yang menarik perhatian. Temanya: “Peluang dan Tantangan Perempuan Kaltim dalam Transisi Lingkungan dan Transformasi Ekonomi.” Sangat aktual dan bermanfaat. Sebagai pembicara utama, Staf Ahli Menteri Pemberdayaan Perempuan.

Selain itu ada pemberian Gender Champion untuk sektor pendidikan dan teknologi digital, kesehatan, ekonomi, lingkungan hidup, pertanian dan kehutanan, sosial budaya politik dan hukum serta Award Gender Kaltim bagi perangkat daerah dan ASN.

Kegiatan ini masih  dalam rangkaian peringatan Hari Kartini Tahun 2024. Yang membuka Sekdaprov Kaltim. Kebetulan seorang wanita. Dia adalah Dra Sri Wahyuni, M.PP, sekda wanita definif pertama di Kaltim. Hadir juga Dr Hj Meiliana, yang pernah menjadi Pj Sekdaprov Kaltim pada era Gubernur Awang Faroek Ishak tahun 2018.

Di Kaltim cukup banyak kaum perempuan menjadi pemimpin. Ada Hj Sri Juniarsih Mas, M.Pd sebagai bupati Berau.  Hj Nazirah, SE dan Syarifah Masitah Assegaf, SH sebagai wakil wali kota Bontang dan wakil bupati Paser. Belum lagi yang duduk sebagai pejabat di Kantor Gubernur dan lembaga legislatif.

Pemberian penghargaan untuk Gender Champion.

Hari kelahiran Pahlawan Nasional Raden Ajeng Kartini memang diperingati setiap tahun. Berbagai acara dan kegiatan digelar. Kartini adalah pahlawan  kaum perempuan Indonesia. Wanita kelahiran Jepara, Jateng, 21 April 1879 itu terkenal dengan surat-suratnya, yang menuntut pendidikan untuk kaumnya. Surat-suratnya itu dihimpun dalam buku “Habis Gelap Terbitlah Terang.” Dalam bahasa Belanda diberi judul “Door Duisternis tot Licht.”

Salah satu surat Kartini ditujukan kepada Prof Anton dan Nyonya ditulis 4 Oktober 1901. Isinya sangat menarik dan menyentuh. Soal tuntutan pendidikan untuk anak-anak wanita. Dimaksudkan bukan untuk menyaingi laki-laki.

Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak-anak wanita, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak wanita itu menjadi saingan laki-laki dalam hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya yang diserahkan alam (sunnatullah) sendiri ke dalam tangannya: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama.”

Pendidikan kaum perempuan sekarang sudah sama dengan kaum laki-laki. Sangat maju dan tidak ada diskriminatif.  Di berbagai kampus banyak guru besar wanita. Salah satunya Prof Sukartiningsih, M.Sc, Ph.D, IPU, wakil rektor Unmul bidang  sumber daya manusia, yang hadir pada acara Parade Gender tersebut. “Perjuangan Kartini memang memberi semangat kepada kaum perempuan Indonesia untuk maju dan berkarya,” tegasnya.

Dr Meiliana mengakui semangat Kartini membuat kaum perempuan Indonesia termasuk di Kaltim bisa berperan di mana-mana. “Saya bangga Pemprov Kaltim memberi ruang yang lebar bagi kaum perempuan berprestasi,” katanya. Meski sudah menjalani masa pensiun, Bu Mei masih dipercayai menjadi ketua Percepatan Pembangunan Pulau Maratua di Kabupaten Berau.

Hal yang sama juga diutarakan Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Kaltim, drg Suryani Astuti. “Baik di era Pak Isran sampai Pak Akmal, antara laki-laki dan perempuan di level pejabat sudah setara. Tidak seperti dulu, ASN perempuan sangat sulit hanya untuk naik ke eselon III,” katanya.

SUDAH YANG KE-3

Menurut Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim, Hj Noryani Sorayalita, SE, MMT, Parade Gender 2024 adalah yang ke-3 sejak dimulakan pada tahun 2022. “Ini sudah menjadi kegiatan tahunan sekaligus sebagai bagian dari peringatan Hari Kartini,” tambahnya.

Parade Gender merupakan hasil kerja sama dengan berbagai mitra pembangunan, termasuk dengan DKP3A di kabupaten/kota serta berbagai organisasi wanita. Di situ juga ada Pameran Perekat Mama, yang diisi hasil karya kaum perempuan di sektor industri kreatif.

Berkaitan dengan tema, dia menjelaskan memang dipilih isu yang sangat aktual. Kalimantan Timur memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, yang patut disyukuri dan dimanfaatkan secara maksimal. Tapi di sisi lain  kita mulai menghadapi ancaman seperti perubahan iklim dan degradasi lingkungan, sehingga memerlukan perhatian serius termasuk dari kaum perempuan.

Adanya Perda No 5 Tahun 2004 yang kemudian menjadi Perda No 2 Tahun 2016 tentang Pengarusutamaan Gender Dalam  Pembangunan Daerah menjadi landasan bagi upaya meningkatkan daya saing perempuan melalui transformasi ekonomi, termasuk kelompok perempuan kepala keluarga dan kelompok tani serta aspek sosial ekonomi.

Sekdaprov Kaltim Sri Wahyuni menunjukkan banyaknya kaum perempuan Indonesia yang terlibat dalam berbagai kegiatan dan isu pembangunan. “Di luar sana banyak sekali tokoh perempuan yang inspiratif  dalam berbagai bidang pembangunan yang tidak lagi didominasi kaum laki-laki,” jelasnya.

Ini juga didukung dari rilis BPS, di mana indeks ketimpangan gender di Kaltim menunjukkan pertumbuhan yang positif dan bagus.

Menurut Sri Wahyuni, Parade Gender dan Pameran Perekat Mama sebagai bukti bahwa Pemprov Kaltim mempunyai tekad yang kuat untuk memajukan perempuan di Kaltim untuk berkreativitas termasuk dalam menciptakan lapangan kerja.

Dia juga mempersiapkan penulisan buku berisi 35 tokoh perempuan Kaltim yang sangat inspiratif. Tujuannya, untuk memberikan pengakuan atas dedikasi mereka sebagai pejuang di berbagai sektor dan di lingkungannya masing-masing.

Membaca surat-surat Kartini, ada yang baik direnungkan bagi kaum wanita. Surat itu dia tujukan kepada Nyonya Abendanon pada Agustus 1900. “Kita dapat menjadi manusia sepenuhnya, tanpa berhenti menjadi wanita sepenuhnya.”(*)

Warga Desa Perjiwa Mandiri Melalui Budidaya Ikan

May 8, 2024 by  
Filed under Kutai Kartanegara

TENGGARONG – Warga Desa Perjiwa di Kecamatan Tenggarong Seberang secara ekonomi sudah dapat mandiri dengan berbagai usaha yang ditekuni.

Kepala Desa (Kades) Perjiwa, Erik Nur Wahyudi mengungkapkan, warga Desa tinggal di pinggiran Sungai Mahakam menekuni usaha budidaya ikan. Bahkan, mereka memiliki keramba pribadi.

“Kita banyak kelompok peternak ikan, rata-rata warga kita ini banyak yang tinggal di pinggir sungai, jadi mereka memiliki keramba masing-masing,” ucapnya, Rabu (8/5/2024).

Erik menyebut, pihaknya memberikan perhatian kepada para pembudidaya ikan di Perjiwa untuk meningkatkan produktivitas perikanan.

Dukungan yang kerap diberikan merupakan hasil usulan proposal yang telah diajukan kepada DKP Kukar. Bantuan yang disalurkan biasanya berupa bibit ikan nila, pakan, dan pembuatan keramba. 

“Berdasarkan kebutuhan dari masyarakat kita mengusulkan, kita bikin proposal ke DKP, baru mereka memberikan bantuan,” jelasnya. 

Disampaikan Erik, setiap tahunnya selalu ada bantuan yang disalurkan untuk satu kelompok pembudidaya ikan. Bantuan-bantuan tersebut akan disalurkan secara bergantian oleh pemerintah daerah, sehingga penyalurannya merata. 

Menurut dia, budi daya ikan di Desa Perjiwa bisa membantu meningkatkan perekonomian warganya.

Dalam satu kali panen saja, satu kelompok pembudi daya ikan bisa menghasilkan hingga 300 kilogram (kg) ikan. Tak hanya dijual di wilayah Kukar saja, hasil panen ini biasanya dijual hingga Samarinda dan Bontang

“Dalam satu kali panen, satu kelompok budi daya di sini bisa menghasilkan ikan sebanyak tiga puluh kantong. Satu kantong berisi 10 kg, dari keramba milik satu kelompok saja,”kuncinya. (ADV/Diskominfo Kukar) 

Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Pimpin Serah Terima Jabatan Asintel Kasdivif 2 Kostrad

May 8, 2024 by  
Filed under Nusantara

MALANG – Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad, Mayjen TNI Anton Yuliantoro, memimpin jalannya acara lepas sambut Asintel Kasdivif 2 Kostrad dan tradisi laporan Korps Pamen Divif 2 Kostrad berlangsung di Hall bawah Madivif 2 Kostrad, Singosari, Kabupaten Malang. Pada hari Selasa (07/05/2024).

Dalam amanatnya, Mayjen TNI Anton Yuliantoro mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Kolonel Inf Erwin Agung T.W.A., S.T., M.Tr.(Han) dan Letkol Inf Septivan Adrianto, S.Hub.Int., beserta istri atas dedikasi dan pengabdian mereka selama bertugas di Divisi Infanteri 2 Kostrad.

Mayjen TNI Anton Yuliantoro juga mengucapkan selamat bertugas kepada mereka di tempat pengabdian yang baru, sembari berharap agar pengalaman yang didapat selama bertugas dapat menjadi bekal untuk meraih keberhasilan di masa mendatang.

“Saya juga ingin menyambut Letkol Inf Setyo Budiyono, S.H., M.Tr.(Han).beserta istri, yang baru saja dipercayakan untuk menjabat di Divisi Infanteri 2 Kostrad. Pengangkatan jabatan ini merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Saya berharap agar beliau dapat menggunakan seluruh tenaga dan kemampuannya untuk kemajuan Divisi Infanteri 2 Kostrad dengan penuh tanggung jawab,” ujar Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad.

Serah terima jabatan di lingkungan TNI AD, khususnya di Divisi Infanteri 2 Kostrad, dianggap sebagai proses alamiah dalam manajemen organisasi. Hal ini bertujuan untuk mendorong semangat pembaruan dan penyegaran pola pikir guna meningkatkan kualitas kinerja dan produktivitas organisasi, serta pengembangan karier bagi para perwira yang bersangkutan.

Acara serah terima jabatan tersebut turut dihadiri oleh Irdivif 2 Kostrad, Asren Divif 2 Kostrad, para asisten Kasdivif 2 Kostrad, para Irut Itdivif 2 Kostrad, para Dansatjar Divif 2 Kostrad, Perwira Staf Divif 2 Kostrad, serta Ketua Persit KCK Koorcab Divif 2 PG Kostrad beserta pengurus lainnya. (Buang Supeno)

« Previous PageNext Page »

  • vb