Punya 5 Varian Tipe, Budget 32 Jutaan Bisa Bawa Pulang NMAX Generasi Terbaru

July 18, 2024 by  
Filed under Gaya Hidup

Jakarta –Sejak diluncurkan pada 12 Juni lalu, kehadiran NMAX “TURBO” memang mendapatkan respon yang sangat luar biasa dari masyarakat Indonesia. Pasalnya, skutik tersebutmemilikibanyaksekali pembaruan, baik dari segi desain, fitur, dan juga performa mesin yang membuatnya menjadi motor paling canggih di segmen skutik premium 150cc saat ini.

Maka tidak heran jika banyak orang yang menginginkan motor ini untuk dimiliki. Terbukti, saat awal diluncurkan, NMAX “TURBO”& NEOseries sukses terjual 1.000 unit dalam hituangan kurang dari satu jam melalui program indent online. Selain itu, di ajang Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2024 pun skutik anyar ini juga menjadi primadona yang bayak dicari oleh pengunjung disana dan berhasil terjual lebih dari 2 ribu unit selama event PRJ berlangsung.

Selain sentuhan pembaruan, ada hal menarik lain dari kehadiran NMAX “TURBO” yang membuat motor ini begitu laris manis di pasaran. Usut punya usut, ternyata varian tipe yang banyak sukses menjawab berbagai macam kebutuhan berkendara konsumen. Bukan tanpa alasan, Yamaha sendiri merilis NMAX “TURBO” dalam 5 varian tipe karena sebagai bentuk apresiasi kepada konsumen Indonesia, dalam rangka merayakan hari jadinya yang ke-50 tahun. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Dyonisius Beti, President Director & CEO PT Yamaha Indonesia Motor Mfg. (YIMM)

“Sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan setia Yamaha, dalam rangka ulang tahun YIMM ke-50, kami mempersembahkan produk baru yang spesial kepada konsumen, yaitu NMAX “TURBO” dengan varian yang sangat beragam. Hal ini tentunya akan lebih mempermudah konsumen untuk memiliki NMAX baru, yang sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, dan juga karakter berkendara mereka,” ujarnya saat peluncuran NMAX “TURBO” di Double Tree Hotel, Kemayoran, Jakarta beberapa waktu lalu.

Lantas apa saja varian yang terdapat pada NMAX generasi terbaru dan apa perbedaan diantara varian-varian tersebut, simak penjelasannya di bawah ini :

 

Ramah di Kantong

Banyaknya varian yang dimiliki NMAX generasi teranyar, tentunya membuat harga motor tersebut menjadi lebih beragam. Bahkan untuk varian NMAX Neo bisa ditebus oleh konsumen dengan budget diangka 32 jutaan untuk yang Standard, dan 33 jutaan untuk tipe S Version. Kendati belum dlengkapi dengan teknologi YECVT, namun NMAX Neo tetap menawarkan berbagai fitur unggulan yang dapat mendukung aktivitas berkendara penggunanya menjadi lebih berkualitas dan nyaman. Adapun beberapa keunggulan yang dimiliki oleh NMAX Neo adalah sebagai berikut :

  1. Desain anyar yang semakin Mewah, Premium dan Sporty, sama seperti varian NMAX “TURBO” lainnya.
  2. Dilengkapi dengan mesin Blue Core 155cc VVA generasi terbaru yang lebih bertenaga dan minim gesekan.
  3. Sistem penerangan lampu Full LED dengan tambahan Dual Projector Lamp di bagian depan yang mebuat cahaya menjadi lebih fokus.
  4. Fitur Y-Connect yang dapat menghubungkan motor dengan smartphone pengendara untuk mencari berbagai informasi terkait data berkendara dan kondisi sepeda motor.
  5. Sub Tank Suspension di bagian belakang untuk meredam vibrasi pada motor saat melintas dipermukaan jalan yang tidak rata.
  6. Electric Power Socket untuk menjaga daya smartphone pengendara tetap terisi saat di perjalanan.
  7. Smart Key System yang merupakan sistem kunci tanpa anak kunci untuk meningkatkan keamanan pada motor. Dilengkpai juga dengan answer back system yang memudahkan pengendara mencari lokasi parkir motor dengan menggunakan remot.
  8. Memiliki 4 pilihan warna menarik, yaitu Black, Red, White dan juga Dull Blue.

Untuk informasi lebih lanjut terkait produk NMAX “TURBO” dan Neo, silahkan kunjungi website resmi Yamaha Indonesia di link berikut ini https://www.yamaha-motor.co.id/

DPMPTSP Gelar FGD Standar Pelayanan Perizinan

July 18, 2024 by  
Filed under Samarinda

SAMARINDA – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Samarinda Jusmaramdhana Alus menyampaikan, pelayanan publik tidak lagi sekadar mengikuti tren global tetapi telah mengarah pada tata pemerintahan yang baik.

“Penyusunan dokumen standar pelayanan publik  bertujuan sebagai pedoman bagi instansi DMPTSP Kota Samarinda sesuai dengan tugas dan fungsinya,” kata Jusmaramdhana Alus pada acara Focus Group Discussin (FGD) Standar Pelayanan (SP) Perizinan pada DPMPTSP Kota Samarinda di Hotel Puri Senyiur Samarinda, Kamis 18 Juli 2024.

Standar pelayanan ini harapkan dapat memberikan kepastian, meningkatkan kualitas dan kinerja pelayanan yang memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dikatakan, FGD bermaksud  meningkatkan peran serta stakeholder dalam optimalisasi standar pelayanan perizinan dan non perizinan. Melalui FGD ini nantinya dapat menyelaraskan kebijakan dan kondisi penyelenggara pelayanan publik sesuai ekspektasi masyarakat.

FGD dihadiri sebanyak 75 peserta yang terdiri Organisasi Perangkat Daerah, stakeholder pelayanan publik, praktisi dari Universitas Mulawarman serta asosiasi serta pelaku usaha. (**)

Nyoman Nuarta di Uniba

July 18, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SAYA beruntung bisa bertemu dengan pematung dan seniman besar Dr (Hc) I Nyoman Nuarta. Baru pertama kali. Dia datang ke kampus “orange” Universitas Balikpapan (Uniba) di Jl Pupuk Raya, Jumat (12/7) lalu. Acaranya: “Bincang-bincang IKN & Bedah Buku dan Bazar Buku.”

Nyoman datang bersama Alimuddin, deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN). Alimuddin sebelumnya adalah kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Nyoman figur yang bersahaja. Cepat akrab. Dia tampil dengan ciri khasnya berseragam hitam dan topi bowler hitam. “Saya sudah beberapa lama di IKN menyelesaikan tugas saya merampungkan desain Istana Garuda,” katanya.

Foto bersama I Nyoman Nuarta, Alimuddin, Rektor, dan Ketua Yayasan Uniba

Buku yang dibedah adalah karya Rektor Uniba Dr Isradi Zainal. Judulnya: “IKN Nusantara, Dari Pakunagara untuk Indonesia dan Dunia.” Itu hasil kunjungan dan peninjauan serta pengamatannya di IKN, yang dimuat di media massa sejak IKN ditetapkan, mulai dibangun sampai kondisi saat ini.

Saya tanya mahasiswa Uniba tahu tidak dengan istilah Pakunagara? Mirip bahasa Sansekerta.  Ternyata itu akronim yang dibuat Rektor Isradi. “Pa” itu adalah Penajam Paser Utara, sedang “kunagara” adalah Kutai Kartanegara. Soalnya lokasi IKN berada di wilayah kedua kabupaten tersebut.

Mahasiswa juga kaget saya tanya ruangan pertemuan, tempat bedah buku yang bernama Ballroom Aji Putri Karang Melenu. Itu nama istri pertama atau permaisuri  Maharaja Kutai Aji Batara Agung Dewa Sakti.

Isradi sudah menyerahkan bukunya kepada Presiden Jokowi, para menteri, pejabat Otorita IKN dan berbagai pihak. “Buku ini mewakili wewenang kesuksesan terkait pembangunan IKN, baik untuk dibaca sebagai referensi,” komentar Prof Bambang Susantono ketika masih menjabat kepala Otorita IKN.

Dalam acara bedah buku itu, dilakukan penandatanganan kerjasama Perpustakaan Uniba dengan Perpustakaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI. Buku Isradi menjadi koleksi, sementara Ketua Dewan Pembina Yapenti DWK Rendi Ismail menerima hadiah terjemahan Alquran dalam bahasa Dayak dari Plt Litbang dan Diklat Kemenag Nani Sutiati. “Kalau bisa ada terjemahan Quran dalam Bahasa Kutai,” usul saya.

Uniba dan Isradi memang rajin mengkaji pembangunan IKN. Sebelumnya dia mengundang Rocky Gerung. Isradi dan Gerung sempat terlibat debat seru soal IKN. Yang satu membela dan mengungkap fakta di lapangan, yang satu lagi bertutur dari sisi penolakan.

Saya jadi teringat ucapan Isran Noor ketika masih menjadi gubernur Kaltim. “Hati-hati bagi yang menolak IKN, bisa tidak berumur panjang,” katanya setengah bercanda. Maklum IKN adalah harga mati bagi rakyat Kaltim.

Isran tadinya juga diharapkan tampil di acara Bincang-bincang IKN. Tapi dia masih berada di Jakarta urusan Pilgub. Jadinya batal. Padahal dia sangat serius jika bicara masalah IKN. Isran tidak bisa dipisahkan dalam sejarah penetapan lokasi IKN di Sepaku, PPU. Dia berhasil meyakinkan Presiden Jokowi bahwa Kaltim yang paling tepat dengan segala kelebihannya.

“Buku yang saya tulis ini sebagai jawaban atas isu-isu dan keraguan terkait pembangunan IKN di Kalimantan Timur. Siapa saja yang mempunyai pertanyaan soal IKN bisa merujuk pada buku ini,” kata Isradi.

Menurut Rendi Ismail, bedah buku IKN karya Isradi sangat penting. Biar masyarakat mengetahui secara jelas apa yang terjadi di IKN. “Ini juga momentum sejarah yang selalu diingat,” kata Dr Firman sebagai ketua panitia pelaksana.

Alimuddin mendorong mahasiswa Uniba terlibat dalam pembangunan IKN. Bahkan dia berharap banyak anak-anak Kaltim termasuk lulusan Uniba yang berkarier di Otorita IKN atau lembaga lainnya. “Biar tidak menjadi penonton,” ucapnya.

AGAK BERUBAH

Nyoman Nuarta memuji Uniba juga punya program studi arsitektur. Meski dia seorang pematung lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB),  dia juga menguasai ilmu arsitektur. “Sejak tahun 1975 saya sudah mendirikan biro arsitek bukan biro patung,” katanya.

Menurut Nyoman, sebenarnya dia diminta untuk mendesain seluruh kompleks Istana Kepresidenan seluas 55 hektare. Tapi apa yang dirancangnya banyak mengalami perubahan ketika diwujudkan dalam  bentuk konstruksi bangunan.

“Saya lihat hanya kepala Garuda dan istananya saja yang tidak berubah. Itu karena dikontrol langsung oleh Presiden,” ucapnya.

Soal posisi kepala Garuda itu menarik juga. Ketika dia berbincang dengan Presiden Jokowi di perkemahan glamping IKN, Jokowi meminta posisi kepala Garuda tidak menengok ke kiri atau ke kanan. Atas pertimbangan itu, ia putuskan posisi kepala Garuda di Istana IKN menghadap ke depan. “Sebagai jalan tengah supaya filosofinya berkeadilan,” jelasnya.

Desain Garuda di Istana IKN menggunakan bahan baja lokal atau produksi dalam negeri seberat 3.000 ton. “Karena harus menggunakan bahan lokal, saya harus cepat-cepat menghubungi PT Krakatau Steel,” kata Nyoman. Apalagi bahannya harus anti-korosi dan tahan terhadap cuaca, yang sering berubah-ubah.

Kerepotan lain soal pemilihan pekerja. Maklum konstruksi istana kepresidenan IKN mencapai ketinggian 120 meter dari permukaan laut (DPL). “Jadi hanya boleh dilakukan oleh pekerja dengan usia maksimum 36 tahun,” jelasnya.

Menurut Nyoman, kontrak pembangunan Garuda di Istana IKN berlangsung selama 11 bulan. “harusnya selesai bulan Juni lalu, tapi ini molor sampai Juli,” jelasnya.

I Nyoman Nuarta lahir di Tabanan, Bali. Usianya sekarang 72 tahun. Tapi tetap fit dan terus berkarya. “Waktu Covid, 6 patung saya masih laku dijual ke luar negeri,” katanya.

Di antara mahakaryanya, adalah Patung Fatmawati Soekarno, Monumen Jalesveva Jayamahe (Surabaya), Monumen Proklamasi dan patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Badung, Bali.

GWK ternyata bukan milik pemerintah. Malah pada waktu pembangunannya sempat diprotes warga Bali termasuk Bupati Badung. Sekarang dikelola oleh Yayasan GWK dengan mengundang ribuan wisatawan tiap hari.

Di lokasi IKN, Nyoman tidak saja mendesain Istana Garuda, tetapi juga masjid negara dengan kapasitas 61 ribu jamaah. Desainnya juga unik. Kubahnya menyerupai sorban dan dikeliling air dan embung.

“Saya ingin masjid yang  dibangun di IKN ini menjadi contoh  masjid-masjid negara di dunia dan menampilkan kekhasan Indonesia, menampilkan kekhasan Ibu Kota Nusantara,” kata Jokowi pada  peletakan batu pertamanya, awal April 2024 lalu.(*)

Warga Intu Lingau Bantah Hutan Adat Disebut Kawasan Hutan Lindung

July 18, 2024 by  
Filed under Berita

SENDAWAR –Masyarakat adat di Kampung Intu Lingau Kecamatan Nyuatan Kabupaten Kutai Barat membantah status kawasan hutan adat disebut sebagai kawasan hutan lindung. Adapun areal yang dimaksud yaitu hutan Tinuq, Perguleng, Greh, Merame Sorau, Winau dan Batu Apoy.

Sinar, tokoh masyarakat Kampung Intu Lingau kepada media ini meluruskan pemberitaan mengenai aktifitas penambangan diduga ilegal yang berada di kawasan hutan adat.

“Kami tidak pernah mendengar hutan atau lahan kami merupakan lahan hutan lindung,” jelasnya.

Pernyataan Sinar itu seolah menjawab tudingan pemberitaan yang tengah ramai disorot media nasional. Media nasional dalam beritanya mengangkat maraknya tambang batubara liad=r serta perusakan lahan warga, hutan lindung hingga situs sejarah. Sontak berita inipun mendapat reaksi langsung oleh warga setempat.

Tidak hanya Sinar, warga lainnya juga turut bersuara dan mengklaim kawasan yang disoal adalah hutan adat masyarakat setempat. Ariyatonius, pria berusia 61 tahun menjelaskan hutan lindung yang dimaksud sebenarnya hutan milik masyarakat.  Di dalam lahan itu banyak terdapat hasil tanam milik warga.

“Sebelumnya ada juga perusahaan kayu yang beroperasi disitu dan kami tidak pernah mendengar kawasan itu sebagai hutan lindung,” jelasnya.

Ia mengklaim, sejumlah lahan dikawasan tersebut juga kerap dipergunakan warga untuk bertani dan merupakan warisan secara turun temurun.

Sinar bersama ratusan masyarakat adat Intu Lingau kepada media ini menjelaskan, sejak mereka membuka hutan hingga sekarang pemerintah tidak pernah datang atau memberi tahu kalau hutan itu adalah hutan lindung. Bahkan terdapat sejarah pertanian yangn ditanam oleh leluhur mereka. Seperti durian, mangga dan buah buahan lainnya.

“Kami setiap tahun berladang di lokasi itu. Selama ini kami merambah hutan tersebut tidak apa apa. Jadi kami tegaskan tidak ada hutan lindung disini,” jelasnya.

Secara terpisah, Kepala Seksi Perlindungan KSDAE dan Pemberdayaan Masyarakat UPTD KPHP Damai Kabupaten Kubar, Rudi Eravani dalam keterangannya membenarkan status kawasan yang dimaksud adalah hutan desa yang memiliki izin sejak 2018. Masyarakat memang memiliki kewajiban untuk melindungi kawasan hutan tersebut dari gangguan, baik dari luar maupun dari dalam.

“Masyarakat memang ada kewajiban untuk melindungi kawasan hutan yang sudah memiliki izin sebagai hutan desa untuk menjaga gangguan, baik dari ilegal logging maupun ilegal mining,” tegasnya.

 

Pernyataan Rudi pun kembali meyakini masyarakat serta tokoh adat Kampung Intu Lingau bahwa kawasan yang disoal memang benar berstatus hutan adat, bukan hutan lindung. (*/arf)

Desa Sekerat Kini Nikmati Listrik 24 Jam PLN

July 18, 2024 by  
Filed under Kutai Timur

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menekan tombol tanda simbolis peresmian listrik 24 jam Desa Sekerat. Foto: Irfan

BENGALON – Warga desa Sekerat Kecamatan Bengalon Kabupaten Kutai Timur Provinsi Kalimantan Timur saat ini telah dapat menikmati listrik PLN selama 24 jam. Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman didampingi Manajer PLN UP3 Bontang Dody Suhendra sisela-sela pembukaan Festival Sekerat Nusantara (FSN) III meresmikan listrik 24 jam PLN, Selasa (16/7/2024) malam.

Ardiansyah Sulaiman  menyambut baik atas jerih payah PLN sudah bisa mewujudkan listrik 24 jam di Desa Sekerat. Masih ada 40 desa belum teraliri di antaranya di Kecamatan Sandaran dan Long Mesangat.

“Pemkab Kutim terus berkomitmen dalam memperhatikan kesejahteraan infrastruktur dasar dalam hal ini listrik untuk masyarakat,” tegasnya.

Bupati juga mengingatkan agar untuk berhati-hati instalasi lama jangan sampai kabel yang tidak safety bisa membuat kebakaran.

Sementara itu, Kepala Desa Sekerat Sunan Dhika mengutarakan adanya listrik 24 jam PLN di desanya tentunya dapat membangkitkan Desa Sekerat menjadi desa luar biasa.

“Ada potensi yang banyak membangkitkan ekonomi kerakyatan tentunya. Kita siap memajukan daerah dengan pembangunan di segala bidang,” urainya.

Senada, Manajer PLN UP3 Bontang Dody Suhendra turut mengucapkan selamat akhirnya masyarakat Desa Sekerat menikmati listrik 24 jam setelah menunggu 79 tahun baru merdeka dimana baru ada listrik.

“Tentunya pembangunan listrik ini kami PLN menjalankan penugasan pemerintah melistriki desa-desa. Jadi membuktikan PLN mampu menjalankan penugasan tersebut dan kami harap seluruh desa segera menyala sesuai semangat Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dalam mendorong kami melistriki desa semua yang ada di Kutim bisa terang benderang,” paparnya.

Selanjutnya, hal yang berubah listrik desa pertama pastinya yakni suara desa menjadi hening biasanya jenset nyaring bertarung. Adanya listrik 24 jam ini tentunya tidak lagi ada suara bising menjadi hilang. Listriknya menyala 24 jam jauh lebih murah dan hemat udara sekitar menjadi bersih. Kemudian listrik Sekerat memberikan dampak besar bisa dibangun sentra ekonomi karena kami membangun 7 kilometer jaringan dengan besar kekuatan 700 kilo volt amphere( Kva).

“Kita masih mengaliri 120 di Desa Sekerat,  masih ada 500 lagi yang belum. Tentunya ini bertahap,” tutupnya. (fj)

« Previous PageNext Page »

  • vb