Kejati Kaltim Selidiki Dugaan Korupsi Tambang Batubara

August 20, 2025 by  
Filed under Berita

Kantor Kejaksaan Tinggi Kaltim Jalan Bung Tomo Samarinda Seberang

SAMARINDA – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Timur di bawah komando Kepala Kejati Kaltim, Assoc. Prof. Dr. Supardi, SH, MH, tengah melakukan penyelidikan awal terkait dugaan tindak pidana korupsi di sejumlah perusahaan tambang batubara yang beroperasi di wilayah Kaltim.

Dari pantauan media di kantor Kejati Kaltim, Jalan Bung Tomo, Samarinda Seberang, tim Kejaksaan telah memanggil dan meminta keterangan dari pihak terkait sektor pertambangan batubara. Langkah ini dilakukan guna mencari dan menemukan ada atau tidaknya praktik korupsi yang merugikan keuangan negara maupun daerah.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Kaltim, Toni Yuswanto, membenarkan adanya penyelidikan tersebut. “Benar, saat ini Kejaksaan Tinggi Kaltim sedang melakukan penyelidikan terkait adanya dugaan tindak pidana korupsi di sektor pertambangan batu bara Kaltim,” ujarnya, Selasa (19/8/2025).

Proses penyelidikan masih berfokus pada pengumpulan bukti awal berupa keterangan para pihak terkait dan bukti-bukti lain. Upaya ini sekaligus menegaskan keseriusan Kajati Kaltim Supardi yang sejak awal bertugas di Kaltim berkomitmen menindaklanjuti dugaan korupsi di sektor pertambangan batubara yang berpotensi merugikan keuangan serta perekonomian negara dan daerah.

“Untuk perkembangan selanjutnya, kami nantinya akan menyampaikan hasil penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya. (*)

Kemenag Kaltim Tegaskan Pengawasan Internal Ponpes Harus Ketat

August 20, 2025 by  
Filed under Kalimantan Timur

Kepala Kanwil Kemenag Kaltim, H. Abdul Khaliq

SAMARINDA – Kasus pelecehan yang terjadi di salah satu pondok pesantren (ponpes) di Kalimantan Timur manjadi perhatian  Kementerian Agama (Kemenag) Kaltim. Kepala Kanwil Kemenag Kaltim, H. Abdul Khaliq, menegaskan perlunya pengawasan internal yang lebih ketat di setiap pesantren agar peristiwa serupa tidak terulang.

Menurut Khaliq, tanggung jawab utama berada di tangan pimpinan pesantren, ustaz, dan kiai. Mereka diminta tegas menindak setiap pelanggaran yang terjadi, serta tidak menutupi kasus yang muncul.

“Kalau ada kejadian, jangan ditutupi. Harus segera ditangani agar tidak merugikan para santri maupun nama baik pesantren,” tegas Khaliq saat ditemui di Kantor Kemenag Kaltim, Jalan Basuki Rahmat, Samarinda, Selasa (19/8/2025).

Sebagai tindak lanjut, Kemenag Kaltim telah menurunkan tim dari bidang pendidikan madrasah dan pesantren untuk melakukan koordinasi dengan pengurus ponpes. Tim ini juga bertugas memastikan sistem pembinaan dan pengawasan diinternal pesantren diperkuat.

Khaliq menyadari, kasus di pesantren kerap menimbulkan desakan dari masyarakat agar lembaga ditutup. Namun, ia menegaskan penutupan bukan solusi yang tepat. Pesantren, katanya, tetap merupakan lembaga penting yang telah mendidik ribuan santri.

“Kalau ada pelanggaran, yang harus ditindak adalah oknum pelaku, bukan lembaganya,” tegasnya.

Kepada orang tua, Khaliq juga berpesan agar lebih selektif dalam memilih lembaga pendidikan untuk anak. Ia menyarankan masyarakat memastikan pesantren yang dipilih memiliki izin resmi dan rekam jejak yang baik, sehingga lebih mudah diawasi dan dipercaya.

Kemenag Kaltim berkomitmen terus memperkuat pembinaan dan pengawasan di seluruh pesantren di daerah ini.

“Kami ingin pesantren tetap menjadi tempat pendidikan agama dan moral yang aman, nyaman, serta dipercaya masyarakat,” pungkas Khaliq. (lia/rini damayanti)

Doktor “Dokter” Rendi Ismail

August 20, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

PULANG dari mengikuti peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Indonesia di IKN, Minggu, 17 Agustus 2025, saya dan Pak Zaenal Abidin langsung singgah ke Rumah Ampiek di Kompleks Balikpapan Permai (BP). Pesan istri saya, Bunda Arita ada undangan syukuran di sana.

Rumah Ampiek adalah toko batik milik Ibu Hj Syarifah Emi Alaydrus, istri Dr H Rendi Susilo Ismail, SE, SH, MH, ketua Yayasan Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Tinggi Dharwa Wirawan, yang mengelola dan membawahkan Universitas Balikpapan (Uniba).

Saya pikir acara syukuran HUT Kemerdekaan. Saya sengaja pakai kaus merah bertuliskan “Merdeka 80.” Ternyata bukan. Ini syukuran hari ulang tahun atau milad ke-62 Pak Rendi, yang persis jatuh di Hari Kemerdekaan. “Ya hari kelahiran saya persis di tanggal 17 Agustus,” katanya dengan wajah ceria.

Saya, Eddy Tarmo dan istri ikut mengucapkan selamat milad ke Rendi Ismail.

Rendi dilahirkan di Desa Gunung Rejo – Giri Mukti Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), 17 Agustus 1963. Dia anak pertama dari 3 bersaudara, buah pernikahan pasangan Ismail dan Kastiah Sucarmo. Sang ayah dari Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (Kalsel), sedang ibunya warga transmigran asal Pemalang, Jawa Tengah.

Jadi dia ini orang “Jabar.”  Perpaduan darah Jawa dengan orang Banjar. Makanya Rendi terkadang berada di Kerukunan Orang Banjar, tetapi akrab juga di komunitas warga Jawa. Tak heran kalau terkadang dia menggelar wayangan atau kuda lumping.

Saya didaulat memberikan ucapan selamat. Saya bilang selamat milad, semoga sukses, murah rezeki dan berumur panjang. Tak lupa saya kutip kata bijak yang menarik dari penyanyi legendaris The Beatles, John Lennon. Dia bilang: “Hitunglah umurmu dengan teman bukan tahun, hitunglah hidupmu dengan senyum bukan air mata.”

Milad Rendi dirayakan oleh rektor dan para dosen di kampus Uniba

Selain itu ada doa politik dari saya. Semoga tahun 2030 nanti Rendi kembali ikut mencalonkan diri di Pilwali Balikpapan. Pada Pilwali 2024 lalu, Rendi berpasangan dengan Eddy Tarmo dari PDIP menjadi salah satu paslon. Sayang mereka belum berhasil.

Eddy dan istrinya, Hj Lia juga datang ke Rumah Ampiek. Dia mengucapkan selamat kepada Rendi. Mereka tetap kompak dan bersahabat. Tidak saja waktu Pilkada, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Eddy sebelumnya anggota DPRD Kaltim dua periode.

Sebelum ke Rumah Ampiek, Rendi berada di kampus Uniba. Di sana juga dirayakan miladnya. Ada pemotongan kue dan ucapan selamat dari Rektor Uniba Dr Isradi Zainal, para dekan dan dosen serta mahasiswa. Suasana berlangsung meriah di tengah merayakan Hari Kemerdekaan.

Di Rumah Ampiek, Rendi disambut ibu-ibu. Sebagian besar dari komunitas UMKM Batik Mangrove, binaan istrinya. Batik Mangrove dan Batik Beruang Madu, dua dari 35 motif batik ciptaan Emy Alaydrus yang akrab dipanggil Umi Emi. Dulu dikembangkan bersama istri saya ketika menjadi Ketua Dekranasda Balikpapan.

Bersama Eddy, saya diajak Rendi menikmati tumpeng udang galah air tawar. Ini pertama kali saya melihat nasi tumpeng yang topping-nya udang galah. Menarik dan nyaman sekali. Saya sempat melahap tiga ekor. Udang galah  (Macrobrachium rosenbergii) adalah udang besar air tawar. Biasanya banyak dari pedalaman Mahakam terutama dari Danau Semayang dan sekitarnya. Daging udang galah semakin enak kalau dalam musim bertelur.

KADO FAKULTAS KEDOKTERAN

Mengenakan baju ala Bung Karno, Rendi tampak sangat bahagia. Salah satu kado bahagia yang dia dapat di hari ulang tahunnya adalah keberhasilan Uniba diizinkan membuka Fakultas Kedokteran. Itu memang perjuangan dia berdarah-darah. “Saya mengucapkan syukur kepada Allah, akhirnya Uniba bisa  membuka Fakultas Kedokteran,” katanya berbunga-bunga.

Rasanya perjuangan itu Rendi rintis sejak saya masih menjadi Wali Kota Balikpapan. Dia sudah melakukan berbagai persiapan dan meminta surat dukungan dari berbagai pihak. Padahal waktu itu ada moratorium di mana pemerintah menyetop sementara pembukaan Fakultas Kedokteran di berbagai perguruan tinggi.

Menurut Rendi, ada berbagai pihak yang jasanya luar biasa membantu Uniba sehingga akhirnya Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) memberi izin. Salah satunya Ketua Komisi X DPR RI Dr Hetifah Syaefudian, wakil rakyat dapil Kaltim dari Golkar. “Berkat dukungan Bu Hetifah, akhirnya Mendiktisaintek menandatangani SK pembukaan Fakultas Kedokteran Uniba,” jelasnya.

Selain itu rektor Unmul, terutama dekan Fakultas Kedokteran. “Mereka juga men-support habis-habisan kepada Uniba, sehingga kita dibimbing dan dikawal dalam melakukan persiapan dan pemenuhan persyaratan,” kata Rendi.

Sekarang Fakultas Kedokteran Uniba resmi membuka pendaftaran untuk mahasiswa baru. Kuotanya di tahun perdana ini hanya 50 orang. Pada pendaftaran tahap pertama sudah lebih separuh yang mendaftar. Sebagian besar putra-putri daerah. “Ini kita buka pendaftaran tahap kedua,” kata Rendi.

Dalam waktu bersamaan Uniba juga tengah mempersiapkan para pengajarnya. Dia berburu ke berbagai universitas dan rumah sakit. Alhamdulillah bisa terpenuhi. Uniba juga bermitra dengan RS Inche Abdoel Moeis Samarinda sebagai rumah sakit pendidikan. “Kelak kita akan membangun rumah sakit sendiri,” kata Rendi.

Ketika dia sekolah di SMA Muhammadiyah, Rendi juga mendaftar di Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) Balikpapan. Barangkali itu yang menginspirasi dia sehingga punya cita-cita yang kuat mendirikan Fakultas Kedokteran ketika berada di Uniba.

Bagi orang Balikpapan, kiprah Rendi sudah lama dikenal. Di zaman Wali Kota Balikpapan Syarifuddin Yoes di tahun 1980-an, dia sudah menjadi ketua KNPI. Saya masih menjadi wartawan. Dia aktivis di berbagai organisasi. Kalau tidak salah, ada 24 organisasi dilakoninya.

Pernah menjadi ketua HMI, ketua Kadin, ketua ASPEKINDO, ketua Pencak Silat, ketua Pickleball, ketua KPU, Wakil Ketua DPD Golkar sampai Ketua Kosgoro Kaltim. Dan masih banyak lagi jabatan ketuanya.

Pengalaman hidupnya memang penuh warna. Dia merintis usaha mulai dari bawah.  Pernah jualan es kelapa, PKL sampai loper koran. Lalu menjadi direktur dan komisaris dari berbagai perusahaan. Di waktu yang sama dia juga dosen dan pengacara.

Dia sarjana ekonomi dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kosgoro Situbondo dan sarjana hukum dari Universitas Abdurachman Saleh, Jember. Lalu magister hukum (S2) di Universitas Brawijaya Malang. Di kampus yang sama dia berhasil meraih gelar doktor (S3) ilmu hukum.

Melihat pengalaman dan kapasitasnya, banyak orang mendukung dia menjadi wakil rakyat atau pemimpin daerah. Rendi sudah cukup banyak berbuat. Selamat ulang tahun Pak Rendi! Perkenankan saya memanggilnya “Bapak Doktor ‘dokter’ Rendi Ismail.”(*)

IPA Kalhol Dikuras, Distribusi Ke Pelanggan Terganggu

August 19, 2025 by  
Filed under PDAM Samarinda

SAMARINDA – Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda menjadwalkan pengurasan bak sedimentasi di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kalhol, Rabu (20/8/2025).

Asisten Manajer Humas & Kesekretariatan Perumdam Tirta Kencana Samarinda Khaidir Fadly  menyampaikan, Perumdam akan melakukan pengerjaan pengurasan untuk meningkatkan produksi dan kualitas air bersih bagi pelanggan.

Kegiatan ini akan dilakukan pada pukul 08.00 Wita hingga selesai dan berdampak terhadap kegiatan produksi serta aliran distribusi air bersih dari IPA Kalhol.

Khaidir Fadly mengingatkan seluruh pelanggan Perumdam Tirta Kencana yang aliran air di rumahnya berasal dari IPA Kalhol untuk menyediakan tampungan air, dikarenakan aliran distribusi akan mengalami gangguan selama proses pengerjaan pembersihan.

Beberapa kawasan yang terdampak dari pengurasan bak di IPA Kalhol diantaranya sebagian wilayah Palaran, Simpang Pasir dan sekitarnya, sebagian jalan HM Rifaddin, daerah Stadion Palaran, sebagian Jalan Adi Sucipto, serta Handil Bakti dan  sekitarnya.

Seluruh pelanggan di jalur tersebut diimbau bisa terlebih dahulu menampung air selagi masih mengalir sebagai persediaan, karena selama perbaikan berlangsung aliran air akan alami gangguan.

“Kami memohon maaf atas terganggunya layanan ini, petugas dilapangan sedang lakukan perbaikan semoga lancar dan selesai secepatnya agar aliran distribusi bisa lancar kembali,” ucap Khaidir Fadly .

Jika terdapat kendala atas saluran air yang telah perpasang di masyarakat. Para pelanggan dapat melakukan pelaporan dan konsultasi melalui call center Perumdam Tirta Kencana hotline 0541-2088100 atau Chat WA  0811553536 (*)

Sekda Buka Rakernis Penyuluhan Pertanian Se-Kukar

August 19, 2025 by  
Filed under Kutai Kartanegara

TENGGARONG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) H Sunggono membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) penyuluhan pertanian se-Kukar tahun 2025 ditandai dengan pemukulan gong di Hotel Grand Elty Singgasana Tenggarong, Selasa (19/8/2025).

‎‎Kegiatan bertemakan “Optimalisasi Peran Penyuluh Pertanian Dalam Mendukung Program Swasembada Pangan”, dilaksanakan dari tanggal 19 sampai 21 Agustus 2025 dengan menghadirkan narasumber dari Kementerian Pertanian RI. Dimana turut hadir pada kesempatan itu diantaranya Kadis Pertanian dan Peternakan Kukar H Muhammad Taufik, Plt Kepala Dinas Perkim Kukar, M. Aidil.

‎‎H Muhammad Taufik dalam laporannya mengatakan forum tersebut dilaksanakan  guna memantapkan program penyuluhan yang ada di Kabupaten Kukar, yang awalnya dimulai dari tingkat desa/kelurahan, kemudian ditingkat kecamatan, dan pada tingkat kabupaten.

‎‎Ditambahkannya, kegiatan itu juga sebagai sarana dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan wawasan para PPL khususnya dalam mengembangkan dan melakukan pendampingan bagi para petani yang ada.

‎‎”Kegiatan ini diikuti sebanyak 128 penyuluh pertanian yang ada di Kukar, mulai tingkat Madia, muda dan seterusnya,” ujar Taufik.

‎‎Sementara itu, Sunggono saat membaca sambutan Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri mengatakan atas nama Pemerintah Kabupaten Kukar menyambut baik, dan mengapresiasi atas terselenggaranya rapat kerja teknis penyuluhan yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kukar.

‎‎Menurutnya, forum tersebut tentunya memiliki fungsi dan peran yang sangat penting dan strategis khususnya dalam pemantapan dan integrasi sistem penyuluhan secara komprehensif, terpadu dan berkelanjutan. Terlebih melalui forum itu dapat menghadirkan narasumber yang memiliki pengetahuan, konsep dan pengalaman dalam sistem penyuluhan di Indonesia.

‎‎Komitmen Pemerintah Kabupaten Kukar terhadap pembangunan pertanian dalam arti luas sangat besar, dan menjadi salah satu program prioritas utama dalam kebijakan pembangunan daerah.

‎Menurutnya, kebijakan itu merupakan salah satu strategi  transformasi ekonomi Kabupaten Kukar dari ekonomi yang bertumpu atau bergantung pada sumber daya alam yang tidak terbarukan khususnya dari sektor pertambangan minyak bumi, gas dan batubara ke ekonomi yang terbarukan, melalui pembangunan pertanian dalam arti luas, pariwisata dan ekonomi kreatif.

‎”Melalui program Kukar Idaman Terbaik, diharapkan sektor pertanian dalam arti luas tetap dapat menjadi salah satu sektor andalan, khususnya dalam mempertahankan Kukar swasembada pangan dan menjadi penyanggah utama pangan bagi Provinsi Kalimantan Timur dan IKN, ” pungkasnya. (kk07).

« Previous PageNext Page »

  • vb