Sultanah Dukung Fun Run PMI Kaltim dengan Voucher Umroh Rp500 Juta

September 16, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA— Palang Merah Indonesia (PMI) Kalimantan Timur mendapat dukungan istimewa dari perusahaan travel PT Sultanah Nafisah Mandiri, yang dikenal dengan brand Umroh Bareng Yuk, dalam penyelenggaraan Fun Run 5K “Aksi Sehat Bersama PMI” di Ibu Kota Nusantara. Dukungan berupa voucher umroh senilai Rp500 juta akan dibagikan kepada peserta kegiatan.

Branch Manager Sultanah Samarinda, Endro S Efendi, mewakili owner Julia Wingantini saat menyerahkan dukungan tersebut kepada Kepala Markas PMI Kaltim, Rusliansyah Abdul Gani, di Markas PMI Kaltim, Samarinda, Selasa (16/9/2025). Voucher itu dialokasikan dalam bentuk 1.000 voucher umroh, masing-masing senilai Rp 500 ribu. Peserta yang mendaftarkan diri lebih awal akan memperoleh voucher tersebut terlebih dahulu.

Fun Run PMI dijadwalkan berlangsung Minggu, 21 September 2025, di kawasan Ibu Kota Nusantara, Penajam Paser Utara. Selain lari sejauh lima kilometer, sejumlah kegiatan pendukung akan digelar. Antara lain donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, panggung hiburan, dan area kuliner.

Endro S Efendi mengatakan, dukungan ini diberikan Sultanah untuk menambah semangat masyarakat mengikuti kegiatan yang menyehatkan sekaligus memberi nilai ibadah. “Kami berharap dukungan ini menjadi motivasi tambahan. Tidak hanya sehat jasmani, tetapi juga ada peluang untuk melaksanakan ibadah umroh,” ujarnya.

Kepala Markas PMI Kaltim, Rusliansyah Abdul Gani, menyampaikan apresiasi atas partisipasi travel Sultanah. “Program seperti ini memperkaya makna kegiatan Fun Run. Selain olahraga dan kesehatan, ada insentif bernilai ibadah. Kami akan memastikan distribusi voucher berlangsung transparan,” katanya.

Fun Run PMI 5K di Ibu Kota Nusantara diharapkan bukan hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga sarana mempererat kepedulian sosial. Melalui kegiatan donor darah dan pemeriksaan kesehatan, PMI Kaltim mengajak masyarakat menjaga gaya hidup sehat sekaligus membantu sesama. Dengan tambahan dukungan voucher umroh dari travel Sultanah, kegiatan ini diproyeksikan semakin meriah dan bermakna, sejalan dengan semangat pembangunan IKN sebagai kota baru yang inklusif dan sehat. (esf)

Bupati Kukar Serahkan Bantuan Sektor Perikanan Bagi Nelayan Anggana

September 16, 2025 by  
Filed under Kutai Kartanegara

TENGGARONG – Sambangi Kecamatan Anggana, Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) serahkan sejumlah bantuan sektor perikanan, dan juga berdialog bersama Persatuan Kepala Dusun, Seluruh Ketua RT Se Kecamatan Anggana dan menghadiri Tablig Akbar Di Masjid Ar-Riyadhah di Desa Sungai Meriam Anggana, Minggu (14/09/2025).

Rangkaian kegiatan tersebut dalam rangka terus membangun dan mensinergikan program program Kukar idaman terbaik lebih tepat sasaran, .

Bupati dalam kunjungannya langsung melakukan peninjauan Tempat Pendaratan Ikan (TPI), Penyerahan Bantuan Perikanan dan Dialog dengan para Nelayan.Anggana mengatakan dirinya bersama Kepala OPD terus komitmen dan berupaya memenuhi semua fasilitas dasar maupun fasilitas yang menjadi kebutuhan masyarakat yang dapat menunjang perekonomian diantaranya pemenuhan fasilitas TPI tersebut.

“Kunjungan ini merupakan upaya dan bentuk perhatian pemerintah daerah untuk langsung mendengarkan masukan dan saran dari masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan terhadap fasilitas umum yang dapat menunjang perekonomian masyarakat, selain itu kami berharap TPI ini dapat di kelola dengan baik dan bantuan yang diberikan visa di manfaatkan dan dioptimalkan dengan baik dalam menunjang perekonomian,” katanya.

Usai meninjau dan berdialog bersama masyarakat Bupati Kukar Aulia Rahman Basri beserta jajarannya melanjutkan bersilaturahmi bersama Seluruh Ketua RT Se-Kecamatan Anggana dalam rangka Evaluasi Pelaksanaan Program Pembangunan

Berbasis RT Bantuan Keuangan RP. 50Jt /RT Bertempat di BPU Desa Anggana, Kecamatan Anggana.

Dalam momen tersebut Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menekankan pentingnya program pembangunan, dan mengoptimalkan peran fungsi RT dalam masyarakat, tentu dengan harapan dapat mendorong sinergi dan kesuksesan program-program Kukar Idaman Terbaik. Selain itu selain menyerap aspirasi masyarakat dukungan dan optimalisasi kinerja RT, diharapkan dapat memberikan dampak positif pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan lingkungan secara keseluruhan.

Selanjutnya Bupati Kukar Aulia Rahman Basri beserta jajarannya melanjutkan kegiatan bersilaturahmi dengan Persatuan Kepala Dusun Kecamatan Anggana di Kediaman H. Muhammad Ruslan Kecamatan Anggana. Usai berdialog Bupati Kukar melanjutkan kegiatan dengan menghadiri Tabligh Akbar dalam Rangka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H / 2025 M Bertempat di Ar-Riyadhah, Desa Sungai Meriam Kecamatan Anggana.

 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Asisten I Pemerintahan dan Kesra Setiab Kukar Ahmad Taufik Hidayat, Anggota DPRD Kukar Daeng Tiger, Kepala DPMD Kukar Arianto, Kepala Dinas Perikanan Dan Kelautan Kukar Muslik, Kadis Perkebunan Taufik dan stakeholder terkait lainnya (kk09)

BKPSDM Kutai Timur Klarifikasi Polemik Absensi Sekda dan Dokter

September 16, 2025 by  
Filed under Kutai Timur

Kepala BKPSDM Kutim Misliansyah

SANGATTA – Polemik absensi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kutai Timur (Kutim) mencuat setelah unggahan di media sosial pada 11 September 2025 memicu kontroversi. Sebuah judul menohok berbunyi “Sekda Kutim Rizali Hadi Bikin Aturan Baru, Dirinya Tak Wajib Absen”, dengan cepat menyulut perbincangan publik. Sejumlah komentar menuding adanya keistimewaan, sementara yang lain mempertanyakan keadilan di tubuh birokrasi.

Kepala BKPSDM Kutim Misliansyah menegaskan, pengecualian absensi bagi Sekda bukan aturan baru yang lahir dari kehendak pribadi. Menurutnya, beban kerja jabatan sekretaris kabupaten atau sekda, justru melampaui jam kerja reguler. Rizali Hadi tidak hanya hadir di kantor, melainkan juga turun ke lapangan hingga larut malam.

“Seperti menghadiri kegiatan masyarakat, mendampingi bupati atau menuntaskan perintah mendesak. Beban itu semakin besar dengan posisinya sebagai ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), ketua Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat), serta pelaksana berbagai fungsi koordinasi pemerintahan,” tutur Ancah.

Dijelaskannya, pada format aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi atau SRIKANDI.

“Apabila surat edaran ditandatangani Sekda, maka pengguna kedinasannya memakai Kop Bupati Kutai Timur. Jadi atas nama Bupati Kutai Timur, bukan inisiatif pribadi,” ujarnya didampingi Kabid Penilaian Evaluasi Kinerja, di Kantor BKPSDM Kutim.

Pria yang disapa Ancah itu membeberkan, Surat Edaran Sekda tanggal 29 Agustus 2025 hanyalah tindak lanjut Peraturan Bupati Nomor 18 Tahun 2025 tentang pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) berbasis disiplin dan produktivitas ASN. Beleid ini mengecualikan absensi bagi Sekda berlandaskan regulasi yang mengakui beban kerja pejabat tinggi tidak dapat diukur dengan pola presensi reguler.

Mengutip Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah menegaskan kedudukan strategis Sekda. Sebagai pejabat yang membantu bupati, Sekda memimpin Sekretariat Daerah dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang luas, antara lain, membantu kepala daerah dalam menyusun kebijakan daerah. Mengoordinasikan pelaksanaan tugas dinas daerah dan lembaga teknis, menyelenggarakan pelayanan administratif bagi perangkat daerah. Mengelola tata laksana pemerintahan serta penataan organisasi, menyelenggarakan urusan keprotokolan dan komunikasi pimpinan. Merumuskan kebijakan bidang pemerintahan umum, hukum, dan kesejahteraan rakyat. Mengevaluasi serta melaporkan pelaksanaan tugas di lingkungan sekretariat. Serta membina, memotivasi, serta mengembangkan karier pegawai.

Dengan beban kerja yang demikian, lanjut Ancah, wajar bila pola presensi reguler tidak relevan. Jadi, bukan hanya mengerjakan banyak tugas dari kantor saja tapi Sekda sering kali justru beraktivitas di luar mengurusi hal-hal strategis sebagaimana uraian sederet tupoksi tadi.

“Prinsipnya, pengecualian ini demi efektivitas, bukan untuk menghindari kewajiban,” tegas Misliansyah.

Selain itu, polemik absensi turut menyeret tenaga medis di RSUD Kudungga. Direktur RSUD, dr Muhammad Yusuf, menegaskan bahwa dokter spesialis tidak lalai dalam kewajiban.

“Terkait teknis absensi tenaga medis, khususnya dokter spesialis, kami luruskan sesuai aturan rumah sakit. Dokter tidak salah,” katanya.

Lebih jauh dr Yusuf mengatakan, dokter spesialis memiliki tupoksi berbeda dengan ASN pada umumnya. Mereka bertanggung jawab melakukan diagnosis, tindakan medis, prosedur khusus, hingga edukasi kepada pasien. Karena sifat pekerjaannya, kehadiran dokter spesialis tidak bisa dipatok hanya pada jam kerja reguler 08.00-16.30 Wita.

“Mereka bisa dipanggil kapan saja. Untuk melakukan operasi darurat di malam hari, visitasi pasien rawat inap pada hari libur, atau merespons panggilan mendesak dari IGD,” bebernya.

Frasa “tidak harus absen” bagi dokter spesialis bukan berarti bebas dari kewajiban, akan tetapi, menutur dr Yusuf, meenyesuaikan terhadap pola kerja fleksibel yang mendukung layanan kesehatan.

“Hal ini sejalan dengan Peraturan Menteri PANRB Nomor 4 Tahun 2025 tentang fleksibilitas kerja ASN. Lihat saja Pasal 24 Ayat (2) menegaskan bahwa tugas yang tidak terikat jam kerja instansi dapat dijalankan secara dinamis sepanjang tetap memenuhi ketentuan hari kerja dan jam kerja ASN,” jelasnya.

RSUD Kudungga juga telah menerbitkan surat edaran internal yang mengatur jam pelayanan poliklinik rawat jalan dan visitasi pasien rawat inap. Kebijakan itu dilengkapi dengan pengawasan dan sanksi sesuai UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN dan PP Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS.

Dengan rangkaian klarifikasi tersebut, Pemkab Kutim menutup ruang spekulasi liar. Misliansyah mengingatkan, kritik ASN sebaiknya disampaikan secara bijak.

“Sampaikanlah dengan baik dan tepat sasaran. Bukan melalui media online yang dapat menimbulkan kegaduhan,” pungkasnya. (*)

Hotel Maxone Makin “One”

September 16, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

HOTEL Maxone Balikpapan berulang tahun ke-7, Senin (15/9) kemarin. Acaranya berlangsung sederhana, tapi tetap menarik walau bersahaja. “Kami masih dalam suasana berduka, jadi perayaan kami lakukan terbatas. Yang penting bisa mengundang semua relasi,” kata Chingta Dewi Stanley mewakili owner.

Ayah Chingta, pengusaha Ludy  Stanley meninggal dunia dalam perjalanan wisata ke Tibet, 27 Juli 2025 lalu. Jenazahnya kemudian diterbangkan ke Balikpapan. Saya dan istri, Bunda Arita sempat datang ke rumah duka di kompleks perumahan Balikpapan Baru (BB) sebelum dimakamkan di pemakaman Km 16, Balikpapan Utara.

Saya datang ke  Nusantara Grand Ballroom Hotel Maxone, tempat acara HUT sengaja mengenakan kemeja berlogo Manchester United (MU), klub sepakbola Inggris kebanggaan saya. Meski malam sebelumya MU dibantai tim sekota, Manchester City 0-3.

Pemain legendaris MU seperti Eric Cantona, David Beckham dan Cristiano Ronaldo selalu mengenakan jersi bernomor punggung 7. Angka 7 itu kata orang adalah angka kesempurnaan dan keberuntungan. Karena itu saya doakan Maxone yang berulang tahun ke-7 selalu mendapat keberuntungan.

Saya punya hubungan emosional dengan Maxone. Soalnya yang meresmikan hotel bintang 3 dengan 115 kamar itu adalah saya ketika masih menjadi Wali Kota Balikpapan, 15 September 2018. “Ya sampai sekarang prasastinya masih ada,” kata GM Hotel Maxone, Fernando Hutapea.

Foto kenangan ketika saya sebagai Wali Kota Balikpapan meresmikam Hotel Maxone

Hotel Maxone Balikpapan yang masuk dalam Milestone Pasific Hotel Group (MPHG) punya ciri khas yang membedakan dengan hotel lain. Hotel ini tidak sekadar menyediakan gedung dan kamar saja, tetapi juga mengedepankan human emotional, value, characteristic dan personality.

Human emitional itu dituangkan ke dalam tipe kamar. Ada yang disebut happiness, max happiness, warm, max warm dan love. “Kebahagiaan, kehangatan dan kasih sayang,” kata sang GM.

Pada waktu peresmian, saya bersama Pak Ludy Stanley dan istri, Cindy Goutama melakukan pengguntingan pita. Pak Ludy tampak bahagia karena cita-citanya memiliki bisnis hotel terwujud. Saya masih bertemu Pak Ludy dalam perayaan Imlek, 29 Januari 2025 lalu.

Istri saya, Bunda Arita juga kenal Pak Ludy. Dia menjadi salah satu nasabah premium BCA Balikpapan. Kebetulan saat itu istri saya menjadi Kepala Cabang (Kacab). Bisnis utama keluarga Ludy Stanley adalah pemasaran oli dengan bendera Oli 76.

Kepala Disparpora Balikpapan CI Ratih Kusuma, owner Chingta Dewi Stanley, Ketua Iwapi Kaltim Ernawaty Gafar dan tamu lainnya berfoto bersama

Menurut Chingta, semasa hidup ayahnya berpesan agar dia bersama 84 karyawan yang ada sekarang menjaga dan terus mengembangkan hotel. “Jaga hotel ini baik-baik,” begitu pesan Pak Ludy dengan penuh kebapakan.

Pada tanggal 13 September lalu tepat 49 hari kepergian Pak Ludy. Tim manajemen dan karyawan sempat melakukan ziarah ke pemakaman Km 16. “Sambil tabur bunga kita mendoakan beliau dan mengenang jasa-jasanya,” kata Chingta.

ADA DONOR DARAH

Saya lihat sejumlah relasi dan pejabat Pemerintah Kota Balikpapan datang memberikan ucapan selamat ultah kepada  manajemen Hotel Maxone. “Selamat dan sukses buat Maxone,” kata Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga  (Kadisparpora) Balikpapan, drg CI Ratih Kusuma W.

Hal yang sama juga disampaikan oleh tamu yang lain. Saya sempat bertemu Kepala Imigrasi Balikpapan Fachruddin Romi Noviar Saputra, SH, MH dan Direktur Hotel Platinum Soegianto, yang juga ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Balikpapan. Datang juga Ketua Iwapi Kaltim Hj Ernawaty Gafar, SE dan wanita pengusaha  lainnya.

Fachruddin yang sebelumnya pernah bertugas di Aceh, Medan dan Surabaya mengaku kagum atas kemajuan Balikpapan. Tugasnya di Imigrasi di kota ini juga cukup berat karena harus melayani tidak saja mereka yang tinggal di Balikpapan, juga Penajam Paser Utara dan Kabupaten Paser. “Karena itu kita lagi berjuang agar Kantor Imigrasi Balikpapan bisa naik kelas,” jelasnya.

Soegianto memuji kemajuan yang dicapai Maxone. Tapi dia mengakui bisnis perhotelan di Indonesia termasuk di Balikpapan masih harus berjuang karena adanya kebijakan efisiensi di pemerintahan yang berimbas kepada okupansi hotel.

Menurut Fernando Hutapea, tema HUT ke-7 Maxone tahun ini adalah “Years of Joyful.” Tahun penuh kegembiraan dan menyenangkan. Bagaimana mereka bisa melayani semua tamu dengan semangat seperti itu.

Sejumlah kegiatan diadakan meski tidak terlalu banyak. Ada kegiatan donor darah yang diikuti masyarakat umum, jasa online, organisasi dan karyawan Maxone. “Kita menyadari setetes darah sangat berarti untuk menyelamatkan saudara kita,” kata Fernando.

Lalu ada Fun Coloring untuk anak-anak TK. Lebih 150 anak yang mengikuti kegiatan ini penuh kegembiraan. Termasuk orang tuanya yang begitu antusias.

Selain mengadakan open house dengan mengundang rekan bisnis, stakeholder, pemerintah, wartawan, dan sesama manajemen perhotelan dan restoran,  Maxone juga menggelar staff gathering malam tadi dengan mengadakan pemilihan The Best Employee, persembahan talenta dan berbagi doorprize.

Saya sempat berfoto dengan Chingta dan tim manajemen Maxone lainnya. Saya bilang selamat ulang tahun buat Maxone. Sukses dan maju terus. Ada yang bilang dengan segala fasilitas yang ada termasuk Nusantara Grand Ballroom dengan kepasitas lebih seribu orang, membuat Maxone makin “one” di Kota Balikpapan.(*)

BKKBN Kaltim Gandeng Semesta Academy Tingkatkan Profesionalisme ASN lewat Workshop Public Speaking

September 16, 2025 by  
Filed under Gaya Hidup

SAMARINDA – Semesta Academy bersama BKKBN Provinsi Kalimantan Timur menggelar Workshop Public Speaking untuk meningkatkan kompetensi komunikasi aparatur sipil negara (ASN). Kegiatan ini berlangsung dalam dua gelombang, pada 8 dan 15 September 2025, di Ruang Pelatihan & Pengembangan BKKBN Kaltim.

Mengusung tema “Public Speaking Sebagai Upaya Peningkatan Profesionalisme ASN pada Pelayanan Publik”, workshop diikuti masing-masing 25 peserta dari unsur ASN, penyuluh, hingga jajaran pelayanan masyarakat.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kaltim, dr. Nurizky Permanajati, MH, menegaskan pentingnya kemampuan komunikasi yang mumpuni bagi aparatur. “Melalui workshop ini, para ASN, penyuluh, dan bagian pelayanan masyarakat diharapkan mampu menerapkan teknik komunikasi yang sesuai dan berdampak positif pada kejelasan informasi. Mereka juga dituntut menjadi agen Behavior Change Communication untuk mencapai sasaran yang diharapkan,” ujarnya saat menutup kegiatan.

Konsep Behavior Change Communication sendiri merupakan pendekatan strategis untuk memengaruhi pengetahuan, sikap, dan tindakan individu maupun komunitas agar terwujud perubahan positif dan berkelanjutan.

Workshop menghadirkan dua pemateri utama. Gelombang pertama dipandu oleh Coach I Made Kertayasa, sedangkan gelombang kedua diisi oleh Coach Endro S Efendi. Keduanya mengusung metode praktik intensif dan experiential learning, mendorong peserta langsung tampil di depan publik. Materi meliputi teknik vokal, verbal, dan visual, hingga cara mengatasi rasa gugup, cemas, maupun blank saat berbicara.

Coach Made mengapresiasi inisiatif BKKBN Kaltim dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. “Workshop ini menjadi refleksi diri akan pentingnya komunikasi. Manfaatnya bukan hanya untuk peserta, tetapi juga organisasi, agar mampu berkomunikasi lugas, menarik, dan efektif,” katanya.

Sementara itu, Coach Endro membuka sesi dengan mengajarkan teknik khusus untuk membantu peserta meluruskan mindset dan mengatasi problema diri. Setelah itu, seluruh peserta diberi kesempatan praktik langsung. “Harapannya, insan BKKBN semakin mampu menyampaikan pesan kepada masyarakat dan memasyarakatkan program dengan komunikasi yang informatif serta solutif,” jelasnya.

Di penghujung kegiatan, para peserta menyampaikan komitmen profesional, baik kepada organisasi maupun masyarakat. Komitmen ini diharapkan melahirkan ASN yang berintegritas, berakhlak, jujur, dan bertanggung jawab.

Manfaat kegiatan turut dirasakan peserta. Deasy, penyuluh KB, menyebut workshop ini sangat dibutuhkan. “Materinya relevan dan disampaikan dengan cara yang menarik, sehingga mudah diterima,” katanya. Hal senada disampaikan Novi, peserta lain, yang menilai kegiatan ini sangat bermanfaat bagi tugas dan fungsi ASN.

Dengan terselenggaranya workshop ini, BKKBN Kaltim berharap kompetensi komunikasi ASN semakin meningkat, sehingga pelayanan publik dapat dilakukan secara profesional, persuasif, dan mampu membangun kedekatan dengan masyarakat. (esf)

« Previous PageNext Page »

  • vb