Pokja Bunda PAUD Diharapkan Dapat Cetak Generasi Kukar Kuat dan Berkarakter

September 15, 2025 by  
Filed under Kutai Kartanegara

TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) dr Aulia Rahman Basri melantik Kelompok Kerja (Pokja) Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kukar di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Senin (15/9/2025). Adapun yang dilantik sebagai Ketua Pokja Bunda PAUD Kukar yaitu Hj Maria Ester.

Aulia Rahman berharap Pokja Bunda PAUD dapat mencetak genarasi Kukar yang kuat dan berkarakter. Bunda PAUD dapat melaksanakan proses advokasi, sosialisasi, dan pengawalan terhadap PAUD. Menurutnya ada tiga komponen PAUD, yakni anak sebagai subjek, orang tua sebagai penanggung jawabnya, dan pihak sekolah, untuk itu Ia berharap Bunda PAUD beserta Pokjanya bisa menjadi katalisator tiga komponen itu.

Selanjutnya , jika berbicara kecerdasan di era kecerdasan buatan (AI) saat ini yang ditekankan adalah bukan mencari jawaban, tapi cara bertanya dengan baik. Dengan mengetahui cara bertanya yang baik maka akan mendapatkan jawaban bagus ini karena ada Chat GPT dan sejenisnya.

Menurut Aulia, hal ini menjadi tantangan tersendiri. Karenanya, Bunda PAUD serta Pokjanya bisa memberikan anak-anak memiliki pondasi yang kuat dan berkarakter. Misalnya dengan gerakan 0-6 tahun tanpa gadget.

“Kami harap Bunda PAUD dan Pokjanya bia melakukan proses advokasi,sosialisasi terhadap kegiatan PAUD di wilayah masing-masing,” pintanya.

Sementara, Maria Ester usai dilantik mengucapkan terimakasih kepada Disdik yang telah menyelenggarakan acara ini, dan khusus Kepada Bupati dan Bunda PAUD Kukar iya juga mengucapkan terimakasih atas amanat yang diberikan kepada seluruh Pengurus Pokja Bunda PAUD Kukar 2025.

Disebutkannya, berdasarkan pedoman Bunda PAUD dari Direktorat PAUD Dikdasmen 2025, bahwa Bunda PAUD adalah salah pemangku kepentingan yang memiliki peran strategis mendorong menciptakan PAUD bermutu untuk semua dalam kerangka pengembangan anak usia dini. Bunda PAUD membentuk kelompok kerja yang disebut Pokja Bunda PAUD sebagai struktur kelengkapan. Berfungsi sebagai pelaksana teknis operasional merealisasikan program kerja untuk mencapai kinerja Bunda PAUD yang telah ditetapkan.

“Kami berkomitmen untuk menjalankan Amanah ini dengan baik dan bertanggung jawab untuk meningkatkan mutu PAUD di Kukar,” ujaranya.

Pemkab Kukar berkomitmen pada program Wajib Belajar 13 Tahun, diawali dengan PAUD minimal satu tahun sebagai fondasi melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, yakni SD, SMP dan SMA sederajat. PAUD sangat krusial karena merupakan masa emas yang menentukan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di masa depan. Selain itu, untuk mengatasi tantangan putus sekolah, peran Bunda PAUD dan Pokja di semua tingkatan sangat diharapkan untuk menggerakkan masyarakat, mendata, dan mencari solusi agar semua anak dapat kembali bersekolah dan mendapatkan hak pendidikan.Pemkab Kukar terus berupaya meningkatkan layanan PAUD melalui perbaikan sarana dan peningkatan kompetensi pendidik. (kk04)

Berharap Samarinda Bebas Tambang

September 15, 2025 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Komitmen Walikota Samarinda Andi Harun agar mewujudkan kota bebas tambang 2026 kembali menjadi sorotan. Pasalnya, data terbaru Minerba One Map Indonesia (MOMI) milik Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim per Agustus 2025 menunjukkan masih ada puluhan izin usaha pertambangan (IUP) aktif di Kota Tepian, bahkan hingga tahun 2036.

Tercatat sebanyak 26 perusahaan tambang batu bara yang masih mengantongi izin operasi produksi di Samarinda dan sekitarnya. Masa izin mereka bervariasi, bahkan ada yang berlaku hingga 2036. Ijin terlama dikantongi PT Internasional Prima Coal yang izinnya baru berakhir pada 30 November 2036 sedangkan yang paling cepat PT Putra Mahakam Mandiri yang akan berakhir 14 Desember 2025.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius jika Samarinda ingin bebas tambang pada 2026. Sementara secara legal operasi tambang masih diperbolehkan bertahun-tahun setelah target yang ditetapkan.

Plt Kabid Penataan Ruang Dinas PUPR Samarinda, Nurvina Hayuni menjelaskan, pernyataan Wali Kota perlu dipahami secara spesifik. Wali Kota saat itu menyebutkan salah satu IUP yang memang minta perpanjangan yang kebetulan berakhirnya di 2026. Hak izin yang berakhir tersebut tidak bisa diperpanjang lagi.

“Jadi tidak secara keseluruhan. Kalau memang ternyata berakhirnya di 2028, maka tetap berjalan,” jelasnya, Senin (15/9/25).

Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto, menegaskan kebijakan bebas tambang di Samarinda harus dipahami dalam konteks yang lebih luas. Samarinda bebas tambang bukan hanya di Samarinda. Ia mencontohkan di Balikpapan dan Kota Bontang tidak ada tambang batu bara.

“Kota-kota itu kan butuh ruang terbuka hijau dan memang kita apresiasi apabila tidak ada tambang. Sesuai dengan kesepakatan Pak Walikota, artinya yang tambang-tambang eksisting itu tidak akan diperpanjang,” ungkapnya.

Samarinda selama ini dikenal sebagai kota yang menghadapi masalah serius akibat tambang. Lubang bekas galian kerap menelan korban jiwa, sementara banjir tak kunjung usai akibat rusaknya tata ruang dan hilangnya daerah resapan air.

Kini, publik menanti kepastian. Apakah janji politik bebas tambang 2026 benar-benar dapat diwujudkan, atau sekadar slogan yang sulit terealisasi di tengah kenyataan masih kuatnya izin pertambangan.

 

Berikut sebagian daftar perusahaan tambang yang masih aktif berdasarkan data ESDM Kaltim:

  • Anugerah Bara Insan (27/7/2030)
  • Atap Tri Utama (27/5/2028)
  • Bara Energi Kaltim (6/8/2028)
  • Berkat Nanda (30/10/2027)
  • Bismillah Res Kaltim (1/4/2028)
  • Cahaya Energi Mandiri (19/4/2028)
  • Dunis Usaha Maju (15/12/2026)
  • Energi Cahaya Industritama (23/7/2028)
  • Gelinggang Mandiri (27/12/2026)
  • Indo Pasir Mutiara (30/9/2028)
  • Insani Baraperkasa (16/1/3036)
  • Internasional Prima Coal (30/11/2036)
  • Krida Makmur Bersama (7/9/2028)
  • Lanna Harita Indonesia (28/9/2031)
  • Limbuh (16/12/2026)
  • Mahakam Sumber Jaya (10/9/2034)
  • Makari Tutu Abadi (18/5/2031)
  • Mampala Jaya (30/1/2029)
  • Mutiara Etam Coal (14/8/2028)
  • Nuansacipta Coal Investment (28/8/2027)
  • Pertambangan Bara Sumber Makmur (21/10/2028)
  • Putra Mahakam Mandiri (14/12/2025)
  • Regent Kaltim Anugerah (24/10/2028)
  • Rinda Kaltim Anugerah(18/11/2029)
  • Sungai Berlian jaya (20/1/2027)
  • Tiara Bara Borneo (22/10/2028)

 

 

(yud)

Sambut Perjalanan Dua Dekade PT Pertamina EP, Grup PT Pertamina Hulu Indonesia Gelar Rangkaian Aksi Sosial di Wilayah Kalimantan

September 15, 2025 by  
Filed under Nusantara

Balikpapan – Tahun 2025 ini, Grup PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) di lingkungan  Subholding Usptream Zona 9 menyambut perjalanan dua dekade PT Pertamina EP (PEP) dalam menghasilkan energi, berupa minyak dan gas bumi, bagi Indonesia. Kali ini grup PHI Zona 9, yakni PEP Sangatta Field, Sangasanga Field, dan Tanjung Field menggelar serangkaian kegiatan sosial sebagai wujud rasa syukur dan komitmen untuk terus memberikan energi kebaikan bagi seluruh pemangku kepentingan, terutama masyarakat di sekitar wilayah operasi di Kalimantan. Kegiatan sosial ini dilaksanakan di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan pada 29 Agustus hingga 4 September 2025.

Kegiatan sosial yang digelar antara lain berupa pemberian santunan kepada anak yatim piatu, khitanan massal, dan penyerahan donasi. Dengan mengusung tema “Energy for Generations”, Perusahaan menegaskan komitmennya untuk tumbuh bersama masyarakat dan menjaga keberlanjutan generasi mendatang.

PEP Sangatta Field menggelar kegiatan “Pertamina EP Berbagi” di Pondok Pesantren Al Munawwir, Sangatta Selatan, pada 29 Agustus. Sebanyak 41 paket pendidikan kepada santri yatim piatu dari berbagai pondok pesantren di Kutai Timur, termasuk Pondok Pesantren Hubbul Wathon, Muhammadiyah Boarding School (Istiqomah), Darus Sholah, Al Munawwir, dan Daarus Ikhlas (Raudlatul Jannah).

Penyerahan paket pendidikan dilakukan langsung oleh Field Manager PEP Sangatta Field, Cahyo Nugroho, bersama tim manajemen, dengan dukungan Lembaga Amil Zakat Dana Peduli Umat (LAZ DPU) Wilayah Sangatta. Paket pendidikan yang diserahkan berupa tas, buku, dan alat tulis. “Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian PEP Sangatta Field dalam menyambut HUT ke-20 PEP. Semoga membawa keberkahan dan memberi manfaat luas, khususnya bagi dunia pendidikan,” ujar Cahyo Nugroho.

Cahyo juga menyampaikan, Perusahaan meyakini pendidikan sebagai salah satu fondasi utama untuk membangun masyarakat yang mandiri dan berwawasan luas, serta masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang. Di lain pihak, para santri menyampaikan rasa terima kasihnya, seraya mendoakan agar Pertamina senantiasa diberi kelancaran operasional dan keberkahan dalam menebarkan energi kebaikan.

Di lokasi lain, PEP Sangasanga Field mendukung Aksi Sosial Khitanan Massal yang digelar serentak di tiga lokasi, yakni Wisma Ria Pertamina EP Sangasanga, Klinik Kantor Anggana, dan Gedung Kantor Samboja, pada 4 September 2025. Sebanyak 55 anak yang berasal dari sekitar lokasi Perusahaan berpartisipasi dalam kegiatan ini. Selain layanan khitan gratis, para peserta juga menerima suvenir sebagai bentuk apresiasi.

Pjs Senior Field Manager PEP Sangasanga Field, Ivan Oriza Sativa, menyampaikan bahwa Perusahaan senantiasa berupaya hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi warga yang membutuhkan. “Melalui khitanan massal ini, kami ingin berbagi kebahagiaan sekaligus membantu anak-anak dalam menjalankan salah satu syariat Islam,” tutur Ivan.

Abu, salah satu orang tua peserta, menyampaikan rasa syukurnya atas kegiatan ini.  “Alhamdulillah, kegiatan khitan massal ini sangat bermanfaat. Anak-anak bisa menjalankan syariat Islam, dan bagi kami orang tua tentu sangat terbantu,” imbuhnya.

Tidak hanya PEP Sangatta dan PEP Sangasanga, semangat berbagi juga hadir di Kalimantan Selatan ketika PEP Tanjung Field menyerahkan donasi sebesar Rp 20 juta kepada 100 anak dari tiga Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), yaitu LKSA Amal Shaleh, Kasih Ibu, dan Mufakat, pada 29 Agustus – 2 September 2025.

Penyerahan dilakukan secara langsung oleh Field Manajer PEP Tanjung Field, Charlie P. Nainggolan dan manajemen. “Sebagai perusahaan energi, tugas kami tidak berhenti pada pencapaian target produksi, melainkan juga memastikan bahwa kehadiran PEP Tanjung Field terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi,” ungkap Charlie.

Ia menambahkan, Perusahaan percaya bahwa hubungan yang harmonis dengan masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasi Perusahaan akan mendukung keberlanjutan produksi migas. “Rangkaian kegiatan sosial ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari langkah Perusahaan untuk terus mendukung ketahanan energi nasional, sekaligus pengembangan kehidupan masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan generasi penerus bangsa,” pungkasnya. (*)

Bupati Kutai Kartanegara Hadiri Pekan Raya Budaya di Muara Kaman

September 15, 2025 by  
Filed under Kutai Kartanegara

KUKAR – Pada kunjungan ke Kecamatan Muara Kaman, Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri menyempatkan waktu menghadiri Pekan Raya Budaya Cerau Kampong Tuha Kelampak Desa Menamang Kanan, Kecamatan Muara Kaman, di Lapangan Kelumpang, desa setempat, Kamis (11/9/2025).

Pekan Raya Budaya Cerau berlangsung selama 7 hari, dimulai tanggal 9 September dan akan berakhir pada Sabtu, 13 September 2025.

Bupati Kukar Aulia RB Saat menghadiri Pekan Raya Budaya Cerau Kampong Tuha Menamang Kanan

Berbagai kegiatan dilaksanakan dalam pekan Raya budaya tersebut, antara lain : penampilan seni budaya dan olah raga tradisional sebagai upaya menjaga dan melestarikan warisan budaya asli masyarakat suku Kutai.

Kades Menamang Kanan Amri, mengatakan pekan Raya budaya Cerau bukan hanya sebagai tradisi tetapi merupakan cerminan nilai-nilai luhur masyarakat tentang kebersamaan, rasa syukur hubungan antara manusia, alam dan penciptanya.

Disebutkannya melalui acara Cerau nilai – nilai adat dan kearifan lokal bisa dikenal luas dan terus diwariskan kepada generasi muda, untuk itu Ia berharap Pekan Raya Budaya Cerau bisa dimasukkan agenda Pemkab Kukar dan bisa dilaksanakan setiap tahun.

Bupati Aulia Rahman Basri mengapresiasi dilaksanakannya kegiatan Pekan Raya Budaya Cerau di Desa Menamang Kanan ini sebagai upaya melestarikan adat budaya nenek moyang.

Aulia juga menyampaikan ucapan selamat, terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para tetua yang merupakan Pemangku Adat di Desa Menamang Kanan ini, dan juga seluruh Pengurus Lembaga Adat Desa Menamang Kanan, serta segenap masyarakat Desa Menamang Kanan kecamatan Muara Kaman, atas terselenggaranya acara Cerau Desa Menamang Kanan ini.

“Semoga acara yang penuh dengan berbagai upacara adat dan budaya yang sakral ini dapat berjalan dengan baik dan lancar dari awal hingga akhir nanti,” ujarnya.

Disebutkannya Penyelenggaraan Cerau ini adalah bukti konkret dari sifat dan karakteristik yang dimaknai sebagai aktivitas atau kegiatan rame-rame dari segenap masyarakat yang ada di tempat ini, menggambarkan kuatnya kekerabatan, toleransi dan spirit kebersamaan itu. Tanpa itu semua, tidaklah mungkin kegiatan Cerau ini dapat terlaksana.

Sesuai permintaan Kades Menamang Kanan, bupati Aulia akan memasukkan kegiatan pekan Raya budaya Cerau menjadi agenda rutin Pemkab Kukar dan akan dilaksanakan setiap tahun

Aulia berharap kegiatan yang juga menampilkan berbagai kegiatan seni dan budaya bahkan olahraga tradisional khas Kutai Menamang dapat memacu kreativitas para seniman dan budayawan, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tentunya tokoh-tokoh pemuda di sini, untuk dapat meningkatkan apreasiasi terhadap keanekaragaman seni budaya daerah ini.

“Saya yakin kita semua bersepakat budaya daerah adalah salah satu aset dalam rangka meningkatkan budaya nasional. Apabila budaya daerah tidak digali, dikelola dan dikembangkan dengan serius, kemungkinan besar budaya daerah tersebut akan hilang tergerus oleh kemajuan dan perubahan zaman. Untuk itu, mari terus kita jaga, lindungi dan lestarikan seni dan budaya daerah kita,” harapnya. (kk01).

Nikah Bertabur Sayur dan Buah

September 15, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

RESEPSI pernikahan bertabur buah dan sayur. Itu dilakukan pasangan Doris Eko Rian Desyanto, SE dengan Rahmatia, SM, MM. Mereka menggelar pernikahan dan resepsi di Balikpapan Sport and Convention Center (Dome) Balikpapan, Sabtu (18/9).

Saya datang bersama rekan Zaenal Abidin, juga bareng mantan ketua DPRD Balikpapan Andi Burhanuddin Solong (ABS) dan mantan anggota DPRD Kaltim Ir Adam Sinte, yang juga ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Balikpapan. Kebetulan mempelai wanita, Tia berdarah Bugis.  Dia putri kedua dari H Muhammad Sulhan (H Rahim) dan Hj Appe. Sedang mempelai pria, Doris berdarah Jawa Madura, putra pertama keluarga Iskandar (alm) dan Ibu Riati Tunggal Dewi.

Berfoto bersama sang pengantin. Ada ABS dan Adam Sinte

Yang menarik kedua pasangan ini sama-sama anggota DPRD Balikpapan. Doris anggota Dewan dari Partai Golkar. Sedang Tia anggota Dewan dari Partai Gerindra. “Ini yang namanya koalisi permanen,” kata rekan-rekannya, yang datang bersama ketua Dewan, Alwi Al Qadri setengah bercanda.

Tidak saja anggota DPRD Balikpapan yang datang, juga sejumlah anggota DPRD Kaltim. Di antaranya mantan ketua DPRD Balikpapan Abdulloh, yang sekarang menjadi ketua Komisi III DPRD Kaltim. Abdulloh  datang bersama istrinya, Hj Yuliati Endah Sari. Saya pulang duluan jadi tak sempat melihat pejabat dan tokoh lain yang hadir. Apalagi undangan sangat banyak sekali.

Ketika memasuki gedung, kedua mempelai disambut tarian paduppa. Ini memang tarian tradisional dari masyarakat Bugis-Makassar yang dipersembahkan sebagai tarian selamat datang untuk menyambut tamu kehormatan.  Sang mempelai yang mengenakan baju khas Bugis itu tampak serasi melangkah perlahan sampai melambaikan tangan kepada undangan yang berdiri di sisi kiri dan kanan.

Pemandu acaranya Riri, yang saat ini sudah bermukim di Bali. Dia duet bersama Reval, protokol dari Pemkot Balikpapan. Dalam acara sebelumnya pranikah, MC Dani juga ikut memandu penuh ceria.

Setelah memberikan ucapan selamat, saya diajak Pak Adam menikmati salah satu sajian khas masyarakat Bugis yaitu sokko mandoti dan nasu likku. Saya sangat bersemangat.

Sokko Mandoti atau lengkapnya Sokko Pulu Mandoti adalah makanan tradisional khas masyarakat Massenrempulu, khususnya dari Enrekang yang terbuat dari beras ketan wangi lokal bernama Pulu Mandoti. Sedang Nasu Likku adalah ayam kampung yang dimasak dengan berbagai rempah-rempah khas, serta parutan lengkuas muda.

Pak Adam dan saya sama-sama suka ketan. Baik ketan putih maupun ketan merah.  “Pulu Mandoti adalah jenis beras ketan wangi yang hanya bisa tumbuh di daerah pegunungan Enrekang, khususnya di Desa Salukanan dan Kendenan,” kata  Ketua KKSS Balikpapan itu.

Wah saya lahap sekali menikmati sokko mandoti dengan nasu likku. Kalau tidak malu, pinginnya mau menambah. Apalagi minumnya kita diberi jus buah naga.

Sekarang ini saya dan Pak Adam sering makan sokko di Warjogz, tempat kami bermain domino atau guplah di Balikpapan Baru (BB). Terkadang juga melahap kue Taripang yang manis dan lezat. Taripang adalah kue tradisional dari Bugis yang terbuat dari adonan tepung beras ketan dan kelapa parut, kemudian digoreng dan dilapisi dengan cairan gula merah.

GUNUNGAN SAYUR DAN BUAH

Yang membuat saya senang dan takjub, suasana Dome dikemas Doris dan Tia penuh hiasan aneka sayur dan buah. Maklum orang tua Tia dikenal sebagai juragan sayur dan buah di Pasar Klandasan. Sampai ada yang bilang: “Wah, hari ini stok sayur dan buah di Pasar Klandasan bisa habis kalau melihat dekorasi di sini,” kata sejumlah undangan yang datang ke Dome tersenyum.

Di bagian pintu depan Dome, undangan disambut dengan gunungan sayur dan buah yang cukup tinggi. Saya lihat jenis sayur dan buahnya beragam. Ada lombok merah, kacang panjang, terong, wortel, pare, timun, pisang, jeruk, kentang, jagung, kol, labu merah dan putih, tomat, buah naga sampai nenas.  Semuanya segar-segar.

Gunungan  biasanya kita lihat dalam acara Grebeg Keraton Yogyakarta, yang dinarasikan sebagai simbol dari kemakmuran. Dalam satu tahun biasanya Keraton Yogyakarta menggelar tiga kali upacara grebeg yaitu Grebeg Maulud, Grebeg Syawal, dan Grebeg Besar.

Di akhir acara gunungan itu diperebutkan warga. Yang mendapatkan sayur atau buah itu pertanda mendapat berkah. Makanya dalam perebutan semuanya penuh keceriaan, tak ada yang marah meski tergencet dan berdesak-desakan. Makin banyak dapat buah dan sayur, makin banyak berkahnya.

Di depan panggung mempelai, juga semua dihiasi dengan sayur dan buah-buahan dari jenis yang sama. Sangat meriah dan penuh warna. Sebagian undangan mengaku takjub karena biasanya dekor pengantin penuh dengan aroma bunga bukan sayur dan buah.

Di atas meja undangan kehormatan (VIP) juga ada hiasan buah dan sayur. Ada kacang panjangnya dan terong. Dan ketika undangan pulang, cenderamatanya juga sekeranjang buah dan sayur. Semuanya yang datang sangat bahagia dan merasa dapat hadiah yang surprised.

Hanya satu jenih buah yang saya lihat tidak ada. Yaitu buah pepaya mini khas Balikpapan, yang di era saya jadi wali kota, saya patenkan sebagai “Pepaya Miba” yaitu pepaya mini Balikpapan.

Pepaya Miba sudah dikenal secara nasional bahkan mancanegara. Dikenal lebih manis dari berbagai jenis pepaya. Dulu setiap tamu yang datang, sengaja saya beri hadiah sekeranjang buah pepaya Miba. Bahkan upacara HUT Kota Balikpapan pernah bertema pepaya Miba. Buah ini juga masuk dalam daftar menu di Istana Negara Jakarta.

Salah satu petani pepaya Miba yang saya kenal adalah Pak Agus Basuki, yang tinggal di Km 12, Balikpapan Utara. Tak jauh dari Kawasan Waduk Manggar. Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik sempat datang ke Kebun Agus. Dia melihat prospeknya sangat bagus jika terus dikembangkan.

Terlepas soal papaya Miba, sekali lagi saya senang datang ke perkawinan Doris dan Tia bertema sayur dan buah. Sangat baik ditradisikan. Waktu putri saya Febi menikah, salah satu mas kawinnya pohon mangga. Jika mangganya berbuah, itu tandanya cinta kasih mereka juga berbuah kebahagiaan. Selamat berbahagia  Doris dan Tia. Pasti sekarang “reses” untuk berbulan madu. Jangan lupa makan sayur dan buah. Biar tambah kuat, eh fresh, he..he.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb