Performa GEAR ULTIMA Tetap Ganas Walau Disiksa Dengan RPM Maksimal

April 20, 2026 by  
Filed under Olahraga

Sulawesi Selatan – Yamaha GEAR ULTIMA terus menjadi magnet perhatian masyarakat karena keunggulan dan ketangguhan yang dimilikinya, mulai dari beragam fitur utilitas yang sangat fungsional, kenyamanan berkendara, hingga kemampuan mesin Blue Core Hybrid 125cc yang tangguh. Untuk memperkuat bukti kemampuan GEAR ULTIMA, Yamaha Indonesia menggelar aktivitas GEAR ULTIMA Endurance Race yang diselenggarakan bersamaan dengan Seri Perdana Yamaha Cup Race di daerah Sidrap, Sulawesi Selatan pada hari Minggu pagi (19/4/2026).

Ajang yang digelar di Sirkuit Puncak Mario, Yamaha GEAR ULTIMA berhasil mencatatkan pencapaian durabilitas yang fenomenal dengan digeber habis-habisan selama satu jam penuh tanpa henti. Di sirkuit yang terkenal dengan trek lurus panjang sejauh 400 meter dan 250 meter ini, mesin Blue Core Hybrid 125cc bekerja dengan maksimal karena RPM tertingginya mencapai 6.600 RPM sehingga melampaui batas tenaga puncak normalnya di 6.500 RPM, sekaligus jauh di atas rata-rata penggunaan harian di perkotaan. Keberhasilan motor ini mempertahankan performanya tetap stabil tanpa gejala penurunan tenaga di bawah tekanan RPM tinggi selama 43 lap.

“GEAR ULTIMA Endurance Race ini merupakan salah satu bentuk komitmen kami untuk terus membuktikan bahwa skutik Yamaha merupakan skutik yang berkualitas, mulai dari rangkanya yang terjamin lewat touring ribuan kilometer dari Jakarta hingga Bali dan kini kualitas mesinnya pun terbukti kuat dan tetap responsif walaupun diajak gaspol dengan RPM lebih dari batas maksimal selama 1 jam non-stop di sirkuit yang pastinya punya banyak tikungan tajam sehingga dapat membuktikan keunggulan lainnya, seperti stabilitas dan handlingnya yang tidak kalah unggul,” ujar Rifki Maulana, Manager Public Relation, YRA & Community, PT Yamaha Indonesia Motor Mfg.

Hasil memukau tersebut tidak hanya dilakukan oleh 1 atau 2 orang saja, tetapi terdapat 20 rider lokal yang ikut berpartisipasi pada kelas ini. Total terdapat 10 unit GEAR ULTIMA dengan varian dan warna terbaru yang diterjunkan dan setiap motor masih tetap dalam kondisi standar sehingga tidak ada modifikasi bagian mesin ataupun bagian lainnya.

Stabilitas dan handling dari GEAR ULTIMA juga sukses memberikan kesan positif bagi para peserta karena mengingat ini merupakan skutik harian tapi stabilitas handlingnya tetap terjaga saat melibas tikungan walaupun dengan kecepatan tinggi karena didukung dengan ban bertapak lebar yang memberikan grip optimal. Jok yang lega, dek kaki yang luas, serta posisi berkendara ergonomis juga mendukung kelincahan para peserta di tengah kontur track sirkuit yang menanjak dan tikungan menurun.

“Ini merupakan balapan perdana saya dan tidak nyangka ternyata GEAR ULTIMA terbaru ini kuat banget buat diajak balapan soalnya tenaganya tetap stabil sampai akhir walaupun digeber abis abisan dan ternyata enteng dan lincah banget serta terasa kualitas rangkanya itu kokoh sehingga saat tikungan tajam itu jadi lebih percaya diri, jadi asli kuat dan mantap,” ungkap Fadli, salah satu peserta sekaligus juara 1 GEAR ULTIMA Endurance Race.

Melalui kegiatan ini, Yamaha kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kendaraan yang mampu menjawab kebutuhan konsumen Indonesia, tidak hanya melalui inovasi teknologi, tetapi juga melalui kualitas produk yang telah teruji secara nyata. GEAR ULTIMA hadir sebagai pilihan tepat bagi masyarakat yang membutuhkan skutik harian tangguh, nyaman, multifungsi, dan siap diandalkan dalam berbagai aktivitas.

GEAR ULTIMA HYBRID
Yamaha GEAR ULTIMA Hybrid hadir sebagai skutik multiguna terbaru untuk mendukung mobilitas masyarakat yang aktif dan praktis melalui varian Hybrid, Hybrid Solid, dan Hybrid Smart yang kini tampil dengan ragam pilihan warna menarik. Dibekali mesin Blue Core Hybrid 125 cc, motor ini menawarkan performa bertenaga sekaligus efisien, serta didukung fitur modern seperti Smart Key System pada varian Hybrid Smart dan Y-Connect untuk konektivitas smartphone. Kepraktisannya semakin lengkap dengan handle belakang multiguna, bagasi luas 18,6 liter, serta area dek kaki dan jok lega yang nyaman untuk penggunaan harian. (*)

Wartawan 60 Tahun ke Atas

April 20, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SAYA nekad terbang ke Jakarta, Kamis (16/4). Padahal tiket susah terutama pulangnya. Saya menghadiri Deklarasi Serikat Wartawan Senior Indonesia (SWSI) atau SW60+, yang berlangsung di LSPR Communication & Business Institute Kampus Sudirman Park, Jumat (17/4) sore.

SW60+ itu nama lain dari SWSI. Maksudnya wartawan yang berusia 60 tahun ke atas. Itu semacam syarat kalau mau bergabung menjadi anggota SWSI. “Saya masih 13 tahun lagi baru bisa bergabung,” kata Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), yang hadir di acara tersebut.

Meutya dulu wartawan Metro TV.  Dia terkenal gara-gara disandera kelompok bersenjata di Irak ketika bertugas di sana Februari tahun 2005. Belakangan dia menjadi anggota DPR RI dari Fraksi Golkar. Sebelum diangkat menjadi Menteri, dia adalah Ketua Komisi I yang membidangi masalah komunikasi. “Kita siap bekerjasama dengan SWSI,” ujar Meutya memberi tawaran.

Di Kaltim, ada beberapa wartawan berusia 60+. Selain saya, ada Pak Alwy AS, Ibrahim Konong, Ibrahimsyah Rahman, Syafruddin Pernyata, Maman S  Putra, Sjarifuddin HS, Syafril Teha Noer, Eddy Alioeddin, Haris Samtah, Rusdiansyah Aras, Asran dan beberapa nama lagi.

Undangan untuk saya dikirim Bang Heddy Lugito, salah seorang pendiri SWSI lewat Mas Alfian, wartawan Balikpapan. Saya senang sekali. Soalnya bisa bertemu sejumlah wartawan senior yang hebat-hebat pengalamannya. Ketika datang saya barengan dengan Panda Nababan, wartawan Sinar Harapan dan Media Indonesia yang berusia 82 tahun. Dia peraih Penghargaan Jurnalistik Adinegoro di tahun 1976, yang kini aktif di Partai PDI Perjuangan.

Sayang bos saya, Pak Dahlan Iskan (DI) tidak datang. Dia berusia 74 tahun. Suhunya Majalah Tempo, Goenawan Mohamad (84) juga tak kelihatan. Keduanya punya pengalaman jurnalistik segudang dan sampai sekarang masih aktif menulis.

Sebelum berangkat saya ditugasi DI mewakili dia pada RUPS Kaltim Post Group di Balikpapan. Sekalian bernostalgia dengan teman-teman setelah puluhan tahun saya tak lagi di sana. Saya meninggalkan Kaltim Post setelah terpilih menjadi Wakil Wali Kota Balikpapan tahun 2006.

SWSI diketuai Wahyu Muryadi, mantan Pimred Majalah Tempo. Pernah menjadi Ketua Forum Pemred se Indonesia.  Di luar dunia wartawan, dia pernah jadi Komisaris PT Hutama Karya dan Kepala Protokol Instana Kepresidenan era Gus Dur. Wahyu juga populer ketika membawakan acara e-Talkshow di stasiun televisi  berita tvOne.

Sedang Sekum SWSI didaulat Budiman Tanurejo, mantan Pimred Kompas.  Sebagai Ketua Badan Pendiri adalah Suryopratomo, mantan Pimred Kompas dan Metro TV yang sempat menjadi Duta Besar Indonesia di Singapura.

Para pendiri lainnya di antaranya Karni Ilyas, Marah Sakti Siregar, Don Bosco Salamun, Ilham Bintang, Abdullah Alamudi, Banjar Chairuddin, Husein Abdullah, Kemal Gani, Rahmi Hidayat, Marthen Selamet dan Toto Irianto.

Saya duduk satu meja dengan sejumlah wartawan senior. Di antaranya Ilham Bintang, mantan Pimred Jawa Pos Arif Affandi, yang sempat menjadi Wakil Wali Kota Surabaya. Ada juga Erros Djarot, mantan Pimred Majalah Detik yang juga sutradara film serta Linda Jalil, mantan wartawati Tempo yang bertugas di Istana, Made Suarjana (mantan wartawan Tempo/Gatra) dan Abdul Aziz dari Majalah Detik.

Pada saat deklarasi, datang juga sejumlah sahabat dan pimpinan organisasi wartawan. Di antaranya Anies Baswedan, Susi Pudjiastuti (mantan Menteri Kelautan dan Perikanan), Saleh Husin (mantan Menteri Perindustrian), budayawan Sujiwo Tejo,  Bambang Soesatyo (Bamsoet), mantan Pimred Majalah Ekonomi Info Bisnis yang sekarang jadi anggota DPR serta Ahmad Kurnia, anggota DPR dari Fraksi Golkar.

Ada juga Ketua Dewan Pers Prof Komaruddin Hidayat, Ketua PWI Pusat Akhmad Munir, Wakil Ketua Umum MUI KH Marsudi Syuhud, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) M Qodari, dan beberapa tokoh lainnya.

TIDAK PERNAH MATI

Suryopratomo mengungkapkan mengapa SWSI lahir? Dia mengatakan, organisasi ini lahir dari keresahan wartawan senior yang merasa tidak lagi memiliki ruang untuk berkarya dan menyampaikan gagasan. Dari pertemuan kongkow-kongkow di Cikini, sampai akhirnya dideklarasikan.

“Hanya seminggu kita mengajukan permohonan ke Dirjen AHU Kementerian Hukum, langsung keluar izin badan hukumnya,” kata Wahyu Muryadi.

Cak Lontong yang diundang menghibur para wartawan senior memberikan tanggapan kocak. “Izinnya cepat keluar bukan apa-apa, tapi takut orang yang mengajukan sudah tiada,” katanya membuat gerr yang hadir.

Menurut Suryopratomo, SWSI adalah bagian dari panggilan hidup wartawan yang tidak pernah berhenti untuk berkarya. Itu sebabnya tagline yang diusung SWSI adalah “Never Sleep, Never Die.” Bahwa wartawan itu tidak pernah tidur dan tidak pernah mati dalam membuat karya jurnalistik.

Dia juga menegaskan bahwa SWSI tidak dibentuk sebagai oposisi pemerintah, melainkan sebagai mitra kritis yang konstruktif. “Kehadiran wartawan senior penting untuk menjaga akal sehat publik, terutama menuju visi Indonesia Emas 2045,” tandasnya.

Menteri Meutya Hafid menilai para wartawan senior sangat penting dalam menjaga kualitas informasi di tengah derasnya arus informasi digital. “SWSI juga dapat menjadi jembatan antar generasi wartawan,” tambahnya.

Soal wadah untuk wartawan senior, sebenarnya lebih dulu dirintis di Kaltim. Sudah dua tahun ini diadakan pertemuan bertema “Wartawan Legend.” Pertemuan pertama digelar di Balikpapan, menyusul kemudian di Bontang. Hanya forumnya bersifat silaturahmi tidak diformalkan seperti SWSI.

Selesai menghadiri deklarasi SWSI, saya langsung ke Bandara Soekarno-Hatta. Pesawat Lion yang saya tumpangi berangkat jam 01.00 dinihari. Itupun harus transit 8 jam di Bandara Sultan Hasanuddin, Makasar. Sekitar pukul 15.00 Wita saya baru mendarat di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan. Kali ini saya benar-benar menjadi wartawan yang tidak pernah tidur sehari semalam.(*)

Gen Matic x Shopee Dorong Generasi Melek Digital dan UMKM di Nusantara

April 20, 2026 by  
Filed under Ekonomi & Bisnis

Vivaborneo.com, NUSANTARA — Kegiatan Gen Matic x Shopee yang digelar di Multifunction Hall Kantor Bersama 1, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Jumat (17/04/2026).

Acara ini menarik kehadiran para peserta dari berbagai daerah sejak pagi hari. Antusiasme terlihat melalui aktivitas peserta yang tidak hanya menjajakan berbagai produk, tetapi juga aktif berpartisipasi dalam sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif sepanjang kegiatan.

Kegiatan Generasi Melek Teknologi (Gen Matic) ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Ekonomi Kreatif bersama Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN). Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai penjual (seller) di platform Shopee serta sebagai affiliate yang memanfaatkan konten digital untuk mendorong penjualan. Materi disertai dengan praktik langsung, mulai dari pengelolaan toko hingga pembuatan konten yang menarik dan relevan untuk meningkatkan performa di platform digital.

Membuka kegiatan tersebut, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif, Muhammad Neil El Himam, menyampaikan bahwa program ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas generasi muda, khususnya dalam penguatan keterampilan kewirausahaan di sektor digital.

“Melalui pelaksanaan kegiatan di Ibu Kota Nusantara ini, kami ingin mendorong agar masyarakat lokal memiliki akses yang sama untuk berkembang dan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi digital nasional,” ujar Neil.

Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, turut menyampaikan kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi masyarakat Nusantara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, sekaligus upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menghadirkan narasumber langsung dari Kampus UMKM Shopee Team, Mohamad Caesar Elfauza, peserta didorong untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, khususnya dalam memperluas jangkauan pasar melalui platform digital.

“Kalau kita tidak menyesuaikan diri, kita akan kalah. Jika kita ingin mendapatkan tambahan penghasilan, kita harus beradaptasi dengan memanfaatkan media sosial sebagai platform bisnis digital. Itulah yang dimaksud dengan e-commerce,” jelas Caesar dalam paparannya.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital tidak hanya membuka peluang usaha baru, tetapi juga memperkuat kapasitas pelaku UMKM dalam bersaing di pasar yang lebih luas. Melalui kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta, diharapkan masyarakat di Nusantara semakin siap menghadapi perkembangan ekonomi digital yang terus tumbuh.(VB/iokn)

 

 

PT Mahakarya Abadi Konsultan Komitmen Profesionalisme di Tengah Isu Negatif

April 20, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

Vivaborneo.com, Gorontalo – Di tengah dinamika industri jasa konsultansi yang semakin kompetitif, PT Mahakarya Abadi Konsultan menegaskan komitmennya untuk tetap memberikan pelayanan profesional dan berkualitas tinggi kepada seluruh klien. Perusahaan tersebut menilai berbagai isu negatif yang beredar belakangan tidak mencerminkan kondisi dan kinerja sebenarnya di lapangan.

Direktur Utama PT Mahakarya Abadi Konsultan, Bambang Taidi kepada awak media pada Sabtu (18/4/2026) mengatakan, manajemen perusahaan menyampaikan bahwa sejak awal berdiri, PT Mahakarya Abadi Konsultan telah mengedepankan prinsip integritas, transparansi, dan akuntabilitas dalam setiap proyek yang ditangani. Hal tersebut tercermin dari rekam jejak penyelesaian pekerjaan yang tepat waktu serta kepuasan klien dari berbagai sektor, baik pemerintah maupun swasta.

“Kami memahami dalam perjalanan bisnis, dinamika dan tantangan pasti ada, termasuk munculnya informasi yang kurang tepat. Namun kami tetap fokus pada fakta dan kinerja nyata di lapangan,” ujar Bambang Taidi.

Perusahaan juga menegaskan seluruh proses kerja dilakukan sesuai dengan standar operasional dan regulasi yang berlaku. Setiap tenaga ahli yang terlibat telah memiliki kompetensi dan pengalaman di bidangnya, sehingga kualitas hasil pekerjaan tetap terjaga.

Menanggapi isu yang berkembang, pihak perusahaan mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk lebih bijak dalam menerima informasi. PT Mahakarya Abadi Konsultan memastikan bahwa setiap tuduhan atau informasi yang tidak berdasar akan ditindaklanjuti secara proporsional sesuai mekanisme yang berlaku.

Di sisi lain, sejumlah klien yang pernah bekerja sama dengan PT Mahakarya Abadi Konsultan tetap memberikan penilaian positif terhadap kinerja dan profesionalisme tim. Hal tersebut menjadi indikator bahwa kualitas layanan yang diberikan tetap konsisten dan dapat dipercaya.

Ke depan, PT Mahakarya Abadi Konsultan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat sistem manajemen internal, serta menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh klien. Perusahaan juga membuka ruang komunikasi yang transparan guna memastikan setiap pihak mendapatkan informasi yang akurat dan berimbang.

“Dengan langkah tersebut, PT. Mahakarya Abadi Konsultan optimistis dapat terus berkembang dan mempertahankan reputasinya sebagai perusahaan jasa konsultansi yang profesional, kredibel, dan berorientasi pada hasil. Aktivitasnya dapat diikuti melalui akun Instagram: @mahakarya.abadi, dan TikTok: @mahakarya.abadi,” pungkas Bambang Taidi.(Muhammad Fadhli/adv)

Bambang Bela Gubernur Kaltim

April 19, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

AGUS, warga Telok Lerong bilang, kalau yang ngomong Sudarno dia mafhum saja. Tapi dia jadi heran dan hampir tak percaya karena ucapan itu keluar dari mulut Bambang Widjojanto (BW). Pegiat antikorupsi dan mantan Wakil Ketua KPK ini sekarang duduk sebagai anggota Dewan Penasihat Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP) Kaltim dengan upah dari APBD sebesar Rp45 juta per bulan.

Bambang Wijojanto ketika memberikan pernyataan tentang Aksi 21 April.

Ucapan Bambang yang mengherankan itu berkaitan dengan rencana aksi demo 21 April yang dilakukan berbagai komponen masyarakat kepada Gubernur Kaltim Haji Rudy Mas’ud. Bambang memastikan mobilisasi massa yang dilaksanakan itu memang secara sengaja dikemas seola-olah aspirasi dari suara rakyat, padahal tidak.

Dia menyebut itu residu politik dari kontestasi 2024 yang belum selesai. Itu sebabnya dimunculkan isu-isu yang berkaitan dengan anggaran hingga fasilitas pejabat publik yang dijadikan tema untuk diangkat terus menerus oleh kelompok-kelompok yang secara sengaja ingin melakukan keonaran.

“Ini semua pola klasik ketika kalah di bilik suara maka pertarungan dipindahkan ke jalanan. Kebijakan dikritik tanpa henti tanpa melihat apa sesungguhnya yang secara substansif sedang terjadi, itu sebabnya masyarakat harus kritis siapa yang sesungguhnya diuntungkan dalam proses ini,” kata Bambang lagi.

Agus mempertanyakan apakah Bambang yang dikenal sebagai pejuang antikorupsi itu sudah berubah. Justru komentarnya itu yang dianggap klasik. Kalau ada seorang pejabat dikritisi lalu dituding ada lawannya yang tidak senang. Padahal sang pejabat sendiri yang berbuat olah, yang menyakiti hati nurani rakyat.

Ada komentar menarik dari Dosen Fakultas Hukum Universitas Mulawarman (Unmul), Herdiansyah  Hamzah yang dirilis kaltimtoday.co. Herdi mengkritik  sikap Tim Ahli Gubernur yang dinilai lebih sibuk menyerang metode aksi 21 April daripada menjawab substansi kritik publiknya.

Herdi yang akrab disapa Castro itu berpendapat, seharusnya Tim Ahli yang dibayar dari uang rakyat itu, memberikan kontra narasi berbasis data dan keahlian profesional, bukan justru bertindak sekadar sebagai corong pembelaan yang mengabaikan persoalan mendasar yang dikeluhkan masyarakat.

Ia juga menyayangkan narasi “gagal move on” dari Pilgub 2024 yang digunakan untuk mendeskreditkan Gerakan Aksi 21. Dalam demokrasi, kata Castro, siapapun termasuk pihak yang kalah dalam Pemilu, memiliki hak konstitusional  untuk menjadi oposisi guna mengawal jalannya pemerintahan berjalan baik dan efektif.

Banyak di media sosial menyerang pernyataan BW. Salah satunya dari akun @biedh. “Bambang Widjojanto Anda mantan petinggi KPK dan juga tergabung di dalam Tim Ahli Gubernur Kaltim. Kebodohan apalagi yang Anda pertontonkan saat ini. Anda digaji dari pajak kami masyarakat Kaltim, bukan untuk memancing opini publik dan membuat suasan semakin panas. Anda orangtua atau balita? Tim Ahli jangan berasumsi tapi berikan edukasi,” begitu pesannya.

SUDAH TERLALU HEBOH

Sementara itu, suasana di Pemprov Kaltim makin tidak baik-baik saja. Malah cenderung semakin penuh kehebohan. Sang gubernur,  HARUM makin “harum” namanya di jagad media sosial (medsos) se Indonesia.

Ulah dan kebijakannya atas nama “marwah” Kaltim menjadi boomerang yang memukul dirinya. Mulai soal mobil mewah Rp8,5 miliar, renovasi rumah jabatan Rp25 miliar, percepatan penggantian Dirut Bankaltimtara, gaya busana sang istri, makan di HARUM Resort sampai masalah nepotisme yang terkesan main seruduk.

Soal mobil, kata HARUM sudah selesai karena sudah dikembalikan kepada penjualnya. Tapi berbagai pihak bilang tak ada mekanisme seperti itu. Jadi ada kemungkinan tetap bermasalah. Lagi pula apa sudah Rp8,5  miliar yang masuk ke kas daerah. Soalnya ada pembayaran pajak sekitar Rp1 miliar yang lagi dilakukan restitusi.

Soal renovasi rumah, juga seru. Penjelasan Gubernur dan Sekdaprov Sri Wahyuni tak sinkron. Malah cenderung dua-duanya tidak benar terutama soal masa kosongnya rumah jabatan gubernur yang disebut Lamin Etam itu.

Menurut Gubernur, Lamin Etam tidak ditempati berpuluh tahun. Artinya di atas 10 tahun. Tak jelas dari mana menghitungnya. Tapi menurut Sri, lima tahun semasa Gubernur Isran Noor. Isran memang memilih tinggal di rumah pribadi.

Yang saya heran kok dua-duanya tidak menyinggung keberadaan Penjabat (Pj) Gubernur Akmal Malik.  Begitu masa bhakti Isran berakhir September 2023, Akmal yang dari Kemendagri datang dan langsung menempati rumah dinas gubernur setahun lebih. Tak mungkin tak ada perbaikan-perbaikan saat itu.

Jadi penjelasan Gubernur atau Sekda agak berlebihan. Dia bilang, lantainya bocor, toilet yang mampet, AC yang tidak menyala, tempat tidur yang sudah usang sampai sopa yang sobek.

Pengalaman saya ketika pindah ke rumah dinas wawali dan wali kota, memang Bagian Umum dan Rumah Tangga menanyakan kepada saya dan istri beberapa hal berkaitan dengan perabot rumah. Yang agak peka memang tempat tidur dan kamar mandi.  Umumnya minta diganti. Tapi waktu itu saya pilih kualitas biasa-biasa saja.

Soal tidak sinkronnya penjelasan Gubernur dan Sekdaprov bukan sekali. Soal mobil juga begitu. Sekda bilang Gubernur perlu mobil andal karena medan yang ditempuh di berbagai pelosok Kaltim sangat berat. Eh Gubernur HARUM bilang, mobilnya ditempatkan di Jakarta.

Saat ini Sri bukan penguasa utama di Kantor Gubernur. Karena di sana bercokol, Hijrah Mas’ud adik kandung gubernur. Apalagi dia sekarang memangku jabatan Wakil Ketua TAGUPP. Hijrah seperti pernah diucapkan Sudarno, sangat berkuasa di sana. Cawe-cawenya luar biasa.

Meski Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud (HAMAS) adalah kakak kandung HARUM, tapi saat ini hubungan Gubernur dengan Dewan tidak baik-baik saja. Hal ini dipicu dengan kebijakan Gubernur yang tidak mengakomodir sepenuhnya program Pokir yang diajukan anggota Dewan.

Undangan rapat kerja yang dialihkan Gubernur ke Jakarta tidak direspon sepenuhnya dari anggota Dewan. Banyak yang tidak mau hadir. Pertama, kecewa karena Pokir-nya tidak disetujui. Kedua, menghindari sorotan masyarakat. Di saat kemampuan APBD masih seret, kok tetap nekad rapat di luar daerah.

Hubungan tidak nyaman seperti bakal meluas. Ada kebijakan baru Gubernur yang bisa membuat pemerintah kabupaten/kota uring-uringan. Gubernur tahun ini kabarnya tidak memberikan bantuan keuangan (Bankeu). Jelas itu berdampak kepada kekuatan APBD kabupaten/kota.

Gubernur juga berseteru dengan Wali Kota Samarinda Andi Harun berkaitan dengan pengalihan 49 ribu lebih BPJS Gratis warga Samarinda. Yang membuat Andi Harun berang, pengalihan itu dilakukan di saat APBD sudah ditetapkan, sehingga bagaimungkin bisa mengakomodir kebijakan pengalihan itu.

Andi Harun makin kesal karena ada 2 orang di lingkaran Gubernur ikut berkomentar. Padahal dinilainya tidak mengerti apa yang dia risaukan. Yaitu komentar Sudarno dan Dirut RS Beriman Balikpapan, dr Ifransyah Fuadi, yang juga suami dari Hijrah Mas’ud. “Apaan mereka itu, ngga ngerti masalah ngomong. Mendingan diam,” kata Wali Kota.

Baru-baru ini ada kekegiatan yang dilaksanakan Kesbangpol Pemprov Kaltim. Kepalanya baru masih berstatus Pelaksana Tugas (Plt). Yaitu AFF Sembiring. Dia mengundang sejumlah ormas. Ada yang mencurigai itu pendekatan dengan maksud tertentu.

Yang lucu surat Sembiring ke Sekda bocor. Bahkan beredar di medsos.  Isinya minta snack dan dana transport untuk peserta. Snack-nya dipenuhi tapi uang transportasinya sebesar Rp100 ribu per orang gagal. Peserta kecewa, selain Gubernur tak hadir, juga kecele tak jadi dapat uang. Sembiring minta maaf dan mengaku masih belajar karena pejabat baru. Kasihan.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1742563
    Users Today : 1696
    Users Yesterday : 3914
    This Year : 679073
    Total Users : 1742563
    Total views : 14703755
    Who's Online : 50
    Your IP Address : 216.73.216.36
    Server Time : 2026-05-03