Alsyus Nakhodai KONI Kubar

May 11, 2026 by  
Filed under Olahraga

SENDAWAR – Pergantian pucuk pimpinan di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kutai Barat (Kubar)berpindah tangan dari sebelumnya Agus Herawan kepada Alsyus. Perpindahan ditandai dengan Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub),  yang dihadiri Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras beserta rombongan, di Hotel Sidodadi, Kelurahan Simpang Raya, Kecamatan Barong Tongkok, Senin (11/5/2026).

Ketua KONI Provinsi Rusdiansyah Aras sangat mengapresiasi terhadap PLT KONI Kubar Lidwina dengan waktu yang singkat bisa menyelesaikan mandat yang sudah bebankan kepada nya.

“Kami dari KONI Kaltim berpikir, apa bisa selesai dalam waktu singkat ini, ternyata dengan seijin Tuhan yang Maha Kuasa akhirnya Musorkablub ini berjalan lancar,”ujarnya.

Ia mengucapkan selamat bekerja kepada Alsyus. Dikatakan, sekitar lima bulan akan menghadapi Porprov di Kabupaten Paser. Sebagai ketua terpilih harus mampu untuk membawa atlet Kubar dari peringkat 9 naik menjadi peringkat dan berkolaborasi dengan Kabupaten Kota lainnya.

“Saya hanya bisa menyampaikan Ketua KONI yang baru harus bekerja extra bersama Dispora untuk menciptakan atlet atlet terbaiknya menuju Porprov Paser 2026 mendatang, kerja keras tidak akan menghianati hasil,” jelasnya.

Saat ini KONI Kubar masih berada di posisi ke-9 dari 10 tingkat di Kalimantan Timur. Kondisi tersebut menjadi tantangan besar bagi kepengurusan baru KONI Kubar di bawah kepemimpinan Alsyus untuk mendongkrak prestasi olahraga daerah.

Alsiyus resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum KONI Kubar masa bakti 2025-2029 dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) 2026. Alsiyus menegaskan pembenahan prestasi olahraga menjadi fokus utama kepengurusannya. Ia menyebut posisi Kubar yang masih berada di urutan ke-9 Kaltim menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi bersama.

“Data terakhir yang saya terima dari Provinsi, Kutai Barat masih berada di peringkat sembilan. Ini tentu menjadi tantangan bagi kita semua,” katanya.

Menurutnya, peningkatan prestasi olahraga tidak bisa hanya dibebankan kepada atlet dan pengurus cabang olahraga semata. Dibutuhkan dukungan serius dari pemerintah daerah, DPRD, hingga perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kutai Barat.

“Kalau ingin olahraga maju, harus ada dukungan anggaran, pembinaan yang berkelanjutan, dan perhatian nyata kepada atlet,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, KONI Kubar berencana melakukan hearing dengan DPRD Kutai Barat guna menyampaikan berbagai kebutuhan dan persoalan cabang olahraga menjelang agenda olahraga tingkat Provinsi yaitu Porprov di Paser.

Selain pembinaan, Alsiyus juga menyoroti pentingnya bonus bagi atlet berprestasi. Menurutnya, bonus merupakan bentuk penghargaan atas perjuangan atlet yang membawa nama daerah.

“Atlet kita berjuang membawa nama Kutai Barat. Jadi mereka harus mendapatkan penghargaan yang layak,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat meningkatkan besaran bonus atlet agar mampu memotivasi atlet meraih prestasi lebih baik.

“Jangan sampai bonus atlet kita kalah dari daerah lain. Ini juga menyangkut semangat dan harga diri daerah,” ucapnya.

Dalam kepemimpinannya, Alsiyus memastikan pembinaan olahraga akan berbasis prestasi. Cabang olahraga yang mampu menyumbang medali akan mendapat perhatian dan dukungan lebih besar.

Meski demikian, ia menegaskan seluruh cabang olahraga tetap akan dievaluasi untuk mengetahui kendala yang selama ini dihadapi.

“Kita ingin olahraga Kutai Barat bisa bangkit dan prestasinya meningkat di Kalimantan Timur,” tandasnya.  (arf).

Wakil Bupati Berau Minta Pemuda Bangun Daerah

May 11, 2026 by  
Filed under Berau

TANJUNG REDEB – Tiga Organisasi Kepemudaan (OKP) di Kabupaten Berau dilantik untuk masa bakti 2026–2029 dalam kegiatan yang digelar di Ruang Rapat Sangalaki, Minggu (10/5/2026).

Ketiga organisasi tersebut yakni Purna Prakarya Muda Indonesia (PPMI) Kabupaten Berau, Forum Kewirausahaan Pemuda (FKP) Kabupaten Berau, dan Pemuda Relawan Indonesia (PRI) Kabupaten Berau.

Wakil Bupati Berau, Gamalis menyampaikan harapan besar Pemerintah Kabupaten Berau terhadap peran generasi muda dalam pembangunan daerah. Ia meminta agar organisasi kepemudaan tidak hanya menjadi simbol, tetapi mampu melahirkan program kerja nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kami juga mendorong agar segera bergerak merumuskan program-program kerja,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan pembangunan daerah saat ini membutuhkan keterlibatan aktif pemuda, terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mendorong pengembangan potensi ekonomi masyarakat.

“Kita tidak boleh lagi terlena, kita harus segera berdampak untuk SDM dan sumber daya lainnya. Perubahan dari pemuda sangat dibutuhkan oleh daerah. Hal itu diiringi dengan semangat perjuangan, daya juang, dan pemikiran,” katanya.

Gamalis menyoroti kondisi ekonomi Berau yang selama ini masih bergantung pada sektor pertambangan. Ia menilai daerah harus mulai melakukan pergeseran ekonomi ke sektor lain yang lebih berkelanjutan, salah satunya melalui penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Berau begitu terlena dengan PDRB sebanyak 62 persen untuk sektor tambang. Namun ketika melemah kita harus segera bergeser, salah satunya ke UMKM yang ada di Kabupaten Berau,” jelasnya.

Selain itu, ia juga memaparkan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Berau yang terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

“Apalagi 76,81 untuk tahun 2023 Indeks Pembangunan Manusia (IPM), kemudian hingga tahun 2025 IPM telah menuju poin 77,67 berdasarkan data BPS. Sehingga ini menjadi tren positif, serta menjadikan Berau urutan keempat di Kaltim untuk IPM,” ungkapnya.

Gamalis menegaskan, capaian tersebut tidak terlepas dari kontribusi generasi muda dalam berbagai sektor pembangunan. Karena itu, keberadaan organisasi kepemudaan dinilai sangat strategis dalam mendukung kemajuan daerah ke depan.

“Hal ini tidak bisa diraih tanpa adanya pemuda yang hadir seperti yang saat ini sedang dilantik. Para pengurus tiga organisasi ini akan menjadi salah satu garda terdepan dalam pembangunan Kabupaten Berau,” kuncinya. (*)

Bupati Paser Lakukan Koordinasi Bahas Pendirian Perguruan Tinggi

May 11, 2026 by  
Filed under Paser

TANA PASER – Bupati Paser dr Fahmi Fadli bertemu dengan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XI Muhammad Akbar membahas pendirian perguruan tinggi di Kabupaten Paser.

Pertemuan tersebut berlangsung di kantor LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan, di Jalan Adhyaksa, Nomor 1, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Senin (11/5/2026).

Pada pertemuan tersebut, Fahmi Fadli didampingi Asisten Pemkes Romif Erwinadi, Kabag Prokopim Abdul Kadir Sambolangi, dan Kabag Umum Muhamamd Yatiman. Kehadiran mereka di kantor Satuan Kerja (Satker) di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) di Kalimantan tersebut, untuk mendirikan perguruan tinggi.

“Pemkab Paser ingin mendirikan perguruan tinggi menggunakan pola Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU),” kata Fahmi.

Hasil pertemuan tersebut, Muhammad Akbar menyebut dalam mendirikan perguruan tinggi, PSDKU, maupun Program Studi (Prodi) harus dengan universitas terakreditasi minimal unggul. Dengan begitu, LLDIKTI Wilayah XI merekomendasikan Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, menjadi kampus untuk menjalankan pendirian perguruan tinggi dengan pola PSDKU.

Seperti Kabupaten Balangan, Kotabaru, dan Hulu Sungai Tengah di Kalsel, telah melakukan kerjasama dengan Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) melalui pola PSDKU.

Langkah selanjutnya, Pemkab Paser mesti berkoordinasi dengan Unmul. Apabila memang tidak bisa, LLDIKTI Wilayah XI akan membantu fasilitasi untuk berkoordinasi dengan Unlam.

Pada kesempatan itu juga, Fahmi menginstruksikan secara langsung kepada Romif Erwinadi untuk segera berkoordinasi dengan Unmul untuk menindaklanjuti hasil pertemuan tersebut.

“Saya minta Asisten Pemkes untuk segera menindaklanjuti hasil dari pertemuan ini,” tandas Fahmi. (adv)

Cegah Risiko Fatalitas Kecelakaan, Jasa Raharja Gelar Pelatihan PPGD di Samboja

May 11, 2026 by  
Filed under Artikel

KUTAI KARTANEGARA – PT Jasa Raharja Kalimantan Cabang Samarinda Perwakilan Kutai Kartanegara melaksanakan kegiatan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) di kantor kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin (11/5/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, terkait penanganan awal pada situasi kegawatdaruratan akibat kecelakaan lalu lintas maupun kondisi darurat lainnya.

Melalui program PPGD, peserta diberikan edukasi mengenai pentingnya tindakan pertolongan pertama sebelum korban mendapatkan penanganan medis lanjutan. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan langkah awal dalam menghadapi situasi darurat, cara memberikan bantuan pertama kepada korban kecelakaan, serta pentingnya respons cepat dan tepat guna meminimalisir risiko cedera yang lebih serius.

Petugas Jasa Raharja Elly Noor Alfiansyah juga mengajak peserta untuk meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan serta memahami peran penting masyarakat dalam memberikan bantuan awal pada kondisi darurat di lingkungan sekitar. Edukasi ini diharapkan mampu membangun kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi situasi yang membutuhkan penanganan cepat.

Elly Noor Alfiansyah, menyampaikan pemahaman mengenai pertolongan pertama menjadi keterampilan dasar yang penting untuk dimiliki masyarakat. “Melalui kegiatan PPGD ini, kami berharap peserta dapat memahami langkah-langkah dasar dalam memberikan bantuan awal kepada korban pada situasi darurat sehingga dapat membantu mengurangi risiko fatalitas sebelum mendapatkan penanganan medis,” ujarnya.

Selain menjadi sarana edukasi keselamatan, kegiatan ini juga merupakan bentuk komitmen Jasa Raharja dalam mendukung peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.

Melalui kegiatan ini, Jasa Raharja Kalimantan Timur terus berkomitmen untuk menghadirkan program edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat sebagai langkah preventif dalam mendukung keselamatan dan mengurangi risiko fatalitas akibat kecelakaan lalu lintas. (*)

 

KalaFest 2026 Fasilitasi Pembiayaan UMKM oleh Lembaga Keuangan Syariah Senilai Rp3,27 Miliar

May 11, 2026 by  
Filed under Berita

SAMARINDA – Rangkaian Kaltim Halal Festival (KalaFest) 2026 yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur sebagai bagian dari Road to Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (FeSyar KTI), menjadi wujud nyata sinergi dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Kalimantan Timur.

Selama pelaksanaannya, KalaFest 2026 berhasil mencatat total kunjungan sebanyak 24.815 orang melalui berbagai rangkaian kegiatan, antara lain tabligh akbar, seminar, talkshow, edukasi syariah, bazar syariah, dan sharia expo. Kegiatan ini juga menghadirkan 7 syariah competition, 160 tenant sharia expo dengan total penjualan Rp1,29 miliar serta memfasilitasi business matching pembiayaan UMKM oleh lembaga keuangan syariah senilai Rp3,27 miliar kepada 20 pelaku usaha syariah.

Closing Ceremony KalaFest 2026 yang dilaksanakan di Islamic Center Samarinda dihadiri Wakil Ketua Dekranasda Kalimantan Timur, Hj. Wahyu Seno Aji, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Dra. Sri Wahyuni, MPP, Plh. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Bayuadi Hardiyanto, Minggu (10/5/2026).

”Bank Indonesia berkomitmen untuk terus mendorong inovasi, inklusi, dan penguatan ekosistem ekonomi syariah di Kalimantan Timur melalui penyelenggaraan KalaFest 2026,” kata Bayuadi Hardiyanto.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah, KDEKS, BPD Kaltim Kaltara Syariah, Kanwil Kementerian Agama, MUI, Badan Wakaf Indonesia, BAZNAS, LP3H, LPPOM MUI, Hebitren, lembaga keuangan syariah, pelaku UMKM, akademisi, pondok pesantren, serta seluruh mitra strategis yang telah mendukung keberhasilan KalaFest 2026.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, menyampaikan apresiasi atas konsistensi Bank Indonesia dalam menyelenggarakan KalaFest sejak tahun 2024. Menurutnya, KalaFest tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga ruang kolaborasi yang memberikan dampak nyata, mulai dari peningkatan literasi ekonomi syariah, penguatan kapasitas UMKM halal, perluasan akses pembiayaan syariah, hingga percepatan integrasi ekosistem halal di Kalimantan Timur.

Selain itu, KalaFest 2026 turut mencatat transaksi wakaf dari 1.962  wakif dengan total dana wakaf sebesar Rp53,42 juta untuk tiga proyek wakaf produktif di Samarinda, melibatkan 1.211 peserta literasi dan edukasi ekonomi syariah, serta menjangkau lebih dari 702.483 masyarakat melalui siaran langsung dan konten digital yang tersebar di berbagai platform media sosial dan kanal komunikasi Bank Indonesia.

KalaFest 2026 juga menghadirkan berbagai program strategis, antara lain launching Website KDEKS sebagai pusat informasi halal di Kalimantan Timur, Program Unggulan Wakaf Produktif, Gerakan Pangan Murah Serentak se-Kaltim sebagai pengendalian inflasi menjelang HBKN Idul Adha, penyerahan dan penandatanganan Kesepakatan Bersama Wakaf Goes to Kampus, penyaluran sarana dan prasarana untuk pondok pesantren, fasilitasi penguatan dan pengembangan LP3H, serta serah terima fasilitasi Rumah Potong Unggas Halal dan pelaku usaha syariah. Salah satu agenda utama yang turut menarik antusiasme masyarakat adalah Tabligh Akbar bertema “Wakaf Produktif sebagai Salah Satu Keuangan Sosial Syariah” bersama Ustadz Maulana, serta penampilan sholawat bersama Hadad Alwi yang menjadi bagian dari rangkaian penutupan.

Penyelenggaraan KalaFest 2026 menjadi bukti konkret sinergi antara Bank Indonesia, Pemerintah Daerah, dan mitra strategis dalam mendorong penguatan ekosistem halal yang inklusif dan berkelanjutan di Kalimantan Timur. Ke depan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur akan terus memperkuat kolaborasi bersama Pemerintah Daerah dan mitra strategis dalam pengembangan halal value chain, peningkatan literasi masyarakat, perluasan akses keuangan syariah, serta pemanfaatan transformasi digital untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. (*)

« Previous PageNext Page »

  • vb