Pemkab Kubar Serahkan Nota Penjelasan Raperda Pertanggungjawaban APBD

June 16, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

KUTAI BARAT – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menegaskan komitmennya terhadap tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel melalui penyampaian Nota Penjelasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna III Masa Sidang II Tahun 2026 DPRD Kabupaten Kutai Barat, Senin (15/6/2026).

Rapat yang berlangsung di Ruang Sidang Utama DPRD Kabupaten Kutai Barat tersebut dipimpin Ketua DPRD Ridwai dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPRD, jajaran perangkat daerah, instansi vertikal, serta tamu undangan lainnya.

Mewakili Bupati Kutai Barat, Wakil Bupati Kutai Barat (Kubar) H. Nanang Adriani menyampaikan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD merupakan amanat peraturan perundang-undangan sekaligus bentuk pertanggungjawaban pemerintah daerah atas pelaksanaan anggaran dan program pembangunan selama tahun 2025.

Menurutnya, dokumen yang disampaikan kepada DPRD telah dilengkapi dengan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 yang telah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Laporan tersebut memuat berbagai informasi mengenai pengelolaan keuangan daerah, pelaksanaan program pembangunan, hingga capaian kinerja pemerintah daerah selama satu tahun anggaran.

“Penyampaian pertanggungjawaban pelaksanaan APBD ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Nanang Adriani.

Ia menjelaskan penyusunan laporan keuangan daerah bukan hanya untuk memenuhi kewajiban administratif, tetapi juga sebagai bentuk pertanggungjawaban pemerintah kepada masyarakat atas penggunaan anggaran dan sumber daya daerah yang telah dipercayakan untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.

“Laporan keuangan pemerintah daerah disusun untuk memberikan informasi yang relevan mengenai posisi keuangan serta seluruh transaksi yang dilakukan selama satu periode pelaporan. Dengan demikian, laporan ini dapat menjadi dasar evaluasi dan pengambilan kebijakan yang lebih baik pada masa mendatang,” jelasnya.

Nanang juga menekankan pentingnya peran DPRD dalam proses pembahasan Raperda tersebut. Menurutnya, sinergi antara eksekutif dan legislatif menjadi faktor penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Melalui pembahasan yang akan dilakukan bersama DPRD, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat berharap Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai pelaksanaan keuangan daerah sekaligus menjadi pijakan dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan pada tahun-tahun berikutnya. (adv diskominfo)

Duta Budaya Kutai Barat Cetak Generasi Muda Berkarakter dan Cinta Budaya Daerah

June 16, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

KUTAI BARAT – Semangat pelestarian budaya terus digaungkan di kalangan generasi muda melalui Grand Final Pemilihan Kanda Dinda Duta Budaya Kabupaten Kutai Barat Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Aji Tullur Jejangkat (ATJ), Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, Senin (15/6/2026).

Kegiatan yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Barat tersebut menjadi ajang untuk menjaring putra-putri terbaik daerah yang nantinya akan mengemban tugas sebagai Duta Budaya sekaligus mewakili Kutai Barat pada tingkat Provinsi Kalimantan Timur.

Grand final dibuka Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Barat, Ali Sadikin, yang mewakili Bupati Kutai Barat. Ia menegaskan keberadaan Duta Budaya memiliki peran penting dalam menjaga eksistensi budaya lokal di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis.

“Pemilihan Duta Budaya bukan sekadar mencari pemenang, tetapi menyiapkan generasi muda yang mampu menjadi wajah budaya Kutai Barat, memiliki wawasan yang baik, serta mampu memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas,” ujarnya.

Menurutnya, perkembangan teknologi saat ini harus dipandang sebagai peluang untuk mempromosikan budaya daerah. Generasi muda diharapkan mampu memanfaatkan berbagai platform digital untuk mengenalkan adat, seni, bahasa, dan tradisi yang dimiliki Kutai Barat kepada khalayak yang lebih luas.

“Budaya kita memiliki nilai yang sangat besar. Karena itu, anak-anak muda harus menjadi pelopor dalam menjaga dan memperkenalkannya. Manfaatkan teknologi sebagai sarana promosi, bukan justru membuat kita melupakan identitas budaya yang kita miliki,” katanya.

Ia juga mengingatkan para finalis agar menjadikan seluruh proses yang telah dilalui sebagai pengalaman berharga dalam membentuk karakter, meningkatkan kemampuan diri, dan memperluas pengetahuan tentang budaya daerah.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana yang juga Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Barat, Nanzy Paskadalius menyampaikan bahwa pelaksanaan Duta Budaya merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam membina generasi muda yang peduli terhadap pelestarian budaya.

Ia mengungkapkan bahwa jumlah peserta tahun ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Sebanyak 44 peserta berhasil lolos administrasi dan mengikuti proses seleksi, jauh lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya.

“Antusiasme peserta tahun ini sangat menggembirakan. Ini menunjukkan bahwa kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga budaya daerah terus tumbuh dan berkembang,” ungkapnya.

Dari seluruh peserta yang mengikuti seleksi, panitia menetapkan 12 finalis terbaik yang berhak tampil pada malam grand final. Mereka merupakan hasil seleksi yang ketat berdasarkan kemampuan, wawasan budaya, serta potensi untuk menjadi representasi daerah di tingkat provinsi.

Nanzy juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan, termasuk para sponsor dan mitra kerja yang turut berkontribusi dalam menyukseskan acara tersebut.

“Kami berharap para finalis tidak hanya berhenti pada ajang kompetisi ini. Siapa pun yang terpilih nantinya harus mampu menjadi agen pelestarian budaya dan terus mengajak generasi muda lainnya untuk mencintai budaya daerah,” tuturnya.

Melalui ajang ini, diharapkan lahir Duta Budaya yang tidak hanya memiliki kemampuan dan prestasi, tetapi juga komitmen kuat untuk menjaga, melestarikan, dan mempromosikan kekayaan budaya Kabupaten Kutai Barat hingga ke tingkat yang lebih luas. (Ibn/adv diskominfo).

Apresiasi hingga Pola Asuh Jadi Materi Seminar Kesehatan Mental

June 16, 2026 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

TENGGARONG SEBERANG – Seminar dan Sosialisasi Kesehatan Mental di SMA Negeri 2 Tenggarong Seberang tidak hanya menghadirkan penyampaian materi, tetapi juga menjadi ruang dialog antara peserta dan narasumber.

Suasana hangat dan penuh antusiasme terlihat saat para siswa aktif mengajukan pertanyaan terkait persoalan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu pertanyaan disampaikan oleh Robiatul Adawiyah, siswi kelas XI, yang mengaku sering menjadi tempat curhat teman-temannya. Namun, niat baik yang ia berikan melalui nasihat kerap mendapat respons yang tidak sesuai harapan.

“Saya sering menjadi tempat curhat, dan ketika saya memberikan nasihat justru saya mendapatkan respons sebaliknya. Padahal saya ingin membantu, dan teman saya playing victim,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Praktisi Hipnoterapi, Endro S. Efendi menjelaskan, perilaku tersebut dapat dipengaruhi pengalaman masa lalu, termasuk minimnya apresiasi yang diterima seseorang saat tumbuh dan berkembang.

“Bisa jadi sejak kecil ia jarang mendapatkan apresiasi. Perilaku itu terkadang menjadi cara untuk mencari perhatian dan pengakuan dari lingkungan sekitar,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Husnul Khatimah mempertanyakan alasan kegiatan kesehatan mental lebih banyak menyasar kalangan pelajar dibandingkan orang tua.

“Kenapa kegiatan ini menyasar kepada siswa, bukan orang tua? Karena saya sebagai anak sudah berulang kali mengajak orang tua beribadah, tetapi tidak berhasil,” katanya.

Menjawab pertanyaan tersebut, Ria Atia Dewi menjelaskan, pendekatan kepada generasi muda merupakan salah satu upaya membangun perubahan jangka panjang.

“Pola asuh generasi terdahulu berbeda. Karena itu, edukasi kepada generasi muda diharapkan dapat memutus rantai pola asuh yang kurang tepat dan melahirkan agen perubahan di masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, Endro menambahkan tidak sedikit orang tua tumbuh dalam lingkungan yang minim edukasi mengenai kesehatan mental. Berbagai tuntutan hidup yang mereka hadapi membuat perhatian lebih banyak tercurah pada pemenuhan kebutuhan ekonomi dibandingkan pemahaman terhadap kondisi psikologis keluarga.

Menurutnya, kondisi tersebut bukan untuk disalahkan, melainkan dipahami sebagai bagian dari tantangan yang perlu diperbaiki bersama melalui edukasi yang berkelanjutan. (rad)

PT HPU Dukung Edukasi Kesehatan Mental Siswa di Tenggarong Seberang

June 16, 2026 by  
Filed under Kutai Kartanegara

TENGGARONG SEBERANG – Upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya kesehatan mental terus dilakukan. Hal itu diwujudkan melalui Seminar dan Sosialisasi Kesehatan Mental yang digelar di SMA Negeri 2 Tenggarong Seberang, Senin (15/6/2026).

Kegiatan yang mengangkat tema “Kenali Diri, Kelola Emosi, Raih Masa Depan yang Lebih Sehat” ini merupakan hasil kolaborasi antara Komunitas Emak Peduli Anak Kalimantan Timur bersama PT Harmoni Panca Utama (HPU) dan sejumlah pihak terkait.

Kepala SMA Negeri 2 Tenggarong Seberang, Siti Koribah, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi kesehatan mental penting diberikan kepada siswa sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan di lingkungan pendidikan maupun kehidupan sehari-hari.

Pada kesempatan itu, Adar Darajat selaku External Relation PT HPU menyampaikan, perusahaan mendukung berbagai program yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk kesehatan mental generasi muda.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menambah pemahaman siswa tentang pentingnya menjaga kesehatan mental sejak dini,” ujarnya.

Selain penyampaian materi, peserta juga diajak mengikuti sejumlah permainan interaktif yang bertujuan memberikan pemahaman mengenai dampak perundungan (bullying). Melalui pendekatan tersebut, siswa diajak merasakan pentingnya sikap saling menghargai, empati, dan dukungan terhadap sesama.

Kegiatan ditutup dengan ajakan kepada para pelajar untuk menjadi agen perubahan demi menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan positif. Semangat itu diwujudkan melalui deklarasi bersama yang diucapkan para peserta.

“Aku siap, aku semangat, aku bisa karena aku berharga,” seru para siswa. (*)

Samarinda U21 Raih Runner-up Nasional di BBOT 2026

June 15, 2026 by  
Filed under Olahraga

im bridge Samarinda U21 (baju biru) usai menerima medali dan penghargaan yang diserahkan Harry Sekretaris Jenderal Gabsi Pusat pada Kejuaraan Internasional BBOT 2026 di hotel Jatra Balikpapan.

SAMARINDA – Tim bridge Samarinda U21 berhasil mengharumkan nama Kalimantan Timur setelah meraih posisi runner-up nasional pada nomor Junior U-21 Team dalam ajang Balikpapan Bridge Open Tournament (BBOT) 2026. Capaian tersebut menjadi bukti perkembangan positif pembinaan atlet muda cabang olahraga bridge di Kota Tepian.

Kategori Junior U-21 diikuti oleh 12 tim dari berbagai daerah di Indonesia dan berlangsung dalam persaingan yang ketat. Setelah melewati serangkaian pertandingan, tim Isradi Youthcamp U21 keluar sebagai juara dengan perolehan 108,21 Victory Point (VP).

Tim juara diperkuat oleh M. Gathan Khairy, Duncan D. Dumanauw, Jonathan Wahyu, Jaedon Kairupan, M. Rafi Putra Iswara, dan Rachel Abiyu S.

Sementara itu, Samarinda U21 yang diperkuat Adzlian Tri Pranata, Diva Rizki Natasya, Jasmine Syabilla Khairunissa, dan Refly Vidi Zelany berhasil mengamankan posisi kedua dengan raihan 96,28 VP. Mereka unggul tipis atas Kabupaten Pasuruan U21 yang menempati peringkat ketiga dengan 96,12 VP.

Posisi selanjutnya ditempati oleh Paser Balikpapan Junior U21, Tanah Laut U21, dan PPU Junior U18.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap para atlet muda, panitia BBOT 2026 menyediakan hadiah pembinaan. Tim juara pertama menerima Rp5 juta, sedangkan peringkat kedua dan ketiga masing-masing memperoleh Rp4 juta. Adapun tim di posisi berikutnya mendapatkan hadiah pembinaan sebesar Rp3 juta dan Rp2 juta.

Ketua GABSI Samarinda, Prihananto, menyampaikan apresiasi atas pencapaian para atlet muda tersebut. Menurutnya, hasil yang diraih Samarinda U21 menjadi modal penting untuk meningkatkan prestasi bridge Kota Samarinda di tingkat nasional.

“Kami sangat bangga atas perjuangan dan semangat juang tim Samarinda U21 yang berhasil menjadi juara kedua nasional di BBOT 2026. Prestasi ini menunjukkan bahwa pembinaan atlet muda di Samarinda berjalan ke arah yang positif,” ujarnya.

Ia menegaskan, GABSI Samarinda akan terus memperkuat program pembinaan guna meningkatkan kemampuan atlet agar mampu bersaing di level yang lebih tinggi.

“Ke depan, kami akan terus memperkuat program pembinaan agar mereka mampu bersaing dan meraih prestasi yang lebih tinggi, termasuk menjadi juara di ajang-ajang nasional maupun internasional,” tambahnya.

Prihananto berharap keberhasilan Samarinda U21 dapat menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk menekuni olahraga bridge serta mendorong lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu membawa nama Samarinda dan Kalimantan Timur di kancah nasional. (*)

« Previous PageNext Page »

  • vb