PHI Monitoring Program CSR UMKM Binaan

June 15, 2026 by  
Filed under Nusantara

Tabalong – Manajemen PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) melakukan kunjungan lapangan langsung untuk meninjau efektivitas program Corporate Social Responsibility (CSR) di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.

Agenda monitoring dan evaluasi berkala yang digelar pada Kamis lalu ini bertujuan memastikan keberlanjutan dampak ekonomi positif yang dirasakan langsung oleh kelompok binaan serta masyarakat sekitar.

Rombongan manajemen menyambangi dua lokasi program unggulan milik PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field, yaitu Program Bank Sampah Masukau (BASMA) Kelompok Madani dan program SEKARA JIRAK.

Kunjungan interaktif ini dimanfaatkan sebagai ruang diskusi strategis antara jajaran manajemen korporasi dengan kelompok pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) binaan setempat.

Manager Communication & CID Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Dony Indrawan, mendorong para pelaku usaha lokal untuk terus melahirkan inovasi produk demi memperluas pangsa pasar kedepannya.

Untuk mendukung peningkatan nilai jual kerajinan tangan warga, manajemen PHI turut menyerahkan bantuan sarana operasional berupa satu unit mesin bordir modern kepada Kelompok Madani.

Tambahan fasilitas baru tersebut menggenapi kepemilikan aset Kelompok Madani di Desa Masukau yang kini telah sukses mengoperasikan lebih dari tujuh unit mesin jahit modern.

Dony memaparkan program Community Involvement and Development (CID) perusahaan sengaja dirancang secara spesifik mengikuti potensi riil serta kearifan lokal di masing-masing wilayah operasi.

Keberhasilan Sekara Jirak Menembus Panggung Penghargaan Global

Salah satu program ikonik yang mencuri perhatian adalah Program SEKARA JIRAK, sebuah inisiatif pemberdayaan perempuan berbasis hilirisasi potensi perikanan lokal di Desa Jirak.

Inovasi sosial ini sukses menyabet predikat Platinum sebagai penghargaan tertinggi kategori Best Empowerment Woman dalam ajang bergengsi The 18th Annual Global CSR & ESG Summit & Awards 2026.

Desa Jirak yang terletak sekitar 30 kilometer dari Ibu Kota Kabupaten Tabalong ini dikenal memiliki kelimpahan sumber daya ikan air tawar, khususnya jenis ikan haruan atau gabus.

Melalui program yang awalnya bernama Kuas Jirak ini, kaum perempuan setempat digandeng untuk mengolah komoditas ikan menjadi produk pangan fungsional bernilai gizi dan ekonomi tinggi.

Beberapa produk makanan yang sukses dipasarkan meliputi abon lele (bonile), abon gabus (boniga), abon nila (bonila), hingga varian camilan seperti basreng dan kerupuk tulang ikan. Kelompok ini juga berhasil memproduksi ekstrak albumin dari sari ikan gabus yang teruji memiliki kandungan protein tinggi berkisar antara 5,0 persen hingga di atas 20 persen.

Ketua Kelompok SEKARA JIRAK, Sri Hartini, menyampaikan apresiasi mendalam atas pendampingan konsisten dan kemitraan sehat yang diberikan oleh pihak Pertamina selama ini.

Berkat kesuksesan tata kelola UMKM tersebut, Sri bersama anggotanya kini terpilih menjadi perwakilan Kabupaten Tabalong untuk mengikuti pelatihan UMKM tingkat nasional di Bali pada 23 Juni 2026.

Inovasi Sirkular Ekonomi Melalui Daur Ulang Seragam Bekas

Selain sektor perikanan, PEP Tanjung Field juga menginisiasi program sirkular ekonomi berbasis kelestarian lingkungan melalui Program BASMA Kelompok Madani di Desa Masukau.

Inisiatif ini lahir sebagai solusi hijau untuk mereduksi volume limbah kain perca serta pakaian kerja lapangan (coverall) karyawan operasional perusahaan yang sudah tidak terpakai secara optimal.

Melalui program Pelatihan Cetak Jahit Sasirangan (CETAR), ibu-ibu rumah tangga setempat dilatih mengolah material sisa tersebut menjadi aneka produk fashion komersial. Kreativitas warga berhasil mengubah seragam bekas menjadi komoditas bernilai jual seperti tas etnik, sarung bantal hias, hingga berbagai produk dekorasi interior rumah.

Sekretaris Desa Masukau, Salatifa, mengakui kehadiran industri kreatif binaan Pertamina ini sangat efektif menjadi katup penyelamat ekonomi keluarga, termasuk saat situasi sulit era pandemi lalu.

Penutupan agenda peninjauan ini mempertegas komitmen penuh PEP Tanjung Field dalam mengimplementasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) demi mendukung target Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). (*)

WLB, Rita dan Pandji

June 15, 2026 by  
Filed under Artikel

Catatan Rizal Effendi

KOMPLEKS GOR Kadrie Oening di Sempaja Samarinda, Sabtu (13/6) malam penuh sesak. Ada dua acara menarik di sana. Ada pertunjukan stand-up Pandji Pragiwaksono Wongsoyudo di Plenary Hall. Satu lagi ada acara Wartawan Legend Bedapatan (WLB) 4 di Claro Hotel. Ini bekas hotel atlet yang sekarang difungsikan lagi dengan manajemen baru.

Syafruddin Pernyata bergaya menunjuk bersama Wali Kota Samarinda Andi Harun dan Deputi OIKN Dr Myrna Safitri.

Sebagai wartawan saya perlu hadir di dua acara tersebut. Itu sebabnya saya harus membagi waktu. Hadir dulu di WLB, lalu bergeser ke Pandji. Saya tak sempat bilang ke teman-teman wartawan, karena langsung menghilang ketika Pandji sudah di atas panggung sekitar pukul 21.30 Wita. Saya jalan kaki dari Claro Hotel ke Plenary. Lumayan sekitar 500 meter.

WLB 4 sangat berarti terutama dengan kehadiran mantan Bupati Kukar, Rita Widyasari yang baru saja menghidup udara bebas setelah cukup lama menjalani hukuman. Saya sempat menyapanya. “Lawas leh kita ndi bedapat yo,” kata saya dengan Bahasa Kutai.

Ketua panitia pelaksana WLB, Charles Siahaan sengaja mengundang Rita. “Pasti teman-teman wartawan senang karena mendapat objek pemberitaan yang menarik,” katanya.

Waktu saya masih Wali Kota Balikpapan, Rita juga masih menjadi Bupati Kukar. Kami sering bertemu. Baik di acara provinsi maupun di acara pusat. Dalam acara Rapat Nasional Kepala Daerah se Indonesia, saya sering lihat Rita menjadi salah satu kepala daerah yang banyak menarik perhatian.

Dalam aksi panggungnya di Plenary Hall, Pandji sempat menyinggung soal kepulangan Rita ke Tenggarong yang disambut luar biasa oleh warga Kutai pada hari Jumat (12/6) lalu. “Saya pikir saya datang disambut seperti Bu Rita, ada arak-arakan keliling,” katanya membuat gerr penonton.

Selain Rita, hadir juga Wali Kota Samarinda Andi Harun dan wakilnya Saefuddin Zuhri. Sayang Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Wagub Seno Aji urung datang. Padahal saya lihat ada spanduk terbentang. Gubernur yang sepenuhnya menjadi sponsor utama acara tersebut. Sambutan Gubernur dibacakan oleh Kadis Kominfo yang memang akrab dengan wartawan yaitu H Muhammad Faisal, S.Sos, M.Si.

Saya juga sempat bertemu Dr Myrna Asnawati Safitri, SH, M.Si, Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN). Dia adalah putri dari wartawan dan politikus terkenal Samarinda, HM Fuad Arieph. Pak Fuad dan Pak Saleh Djaya mendirikan koran harian Suara Kaltim. Pak Fuad juga pernah menjadi anggota DPRD dan Ketua Golkar Samarinda.

Acara WLB 4 cukup semarak. Ada monolog menarik tentang wartawan legend alm Hiefnie Effendy, pemilik koran Mingguan Meranti Samarinda yang pernah menjadi Ketua PWI Kaltim selama 15 tahun. Dia dikenal sebagai wartawan yang berani dalam menyampaikan kritik. Karena itu dia pernah masuk penjara dan dipukul kepalanya dengan kayu ulin.

Sejumlah wartawan legend hadir. Ada Pak Ibrahim Konong atau Iko yang hampir bersuai 86 tahun. Ada Syafruddin Pernyata, Abdul Rahim Hasibuan, Eddy Aliuddin, Syafril Teha Noer, “Jenderal” Shs, Haris Syamtah, Intoniswan, Sa’adillah Hasbullah, Silaban, Rusdiansyah Aras, Hamdani, Maturidi dan lainnya.

Sayang Pak Alwy AS tak bisa datang karena kondisinya. Usia Pak Alwy juga di atas 80 tahun. Dulu dia pemilik koran mingguan Mimbar Masyarakat. Di koran itu ada Suhaimi Zakaria, Pak Dahlan Iskan, Ibrahimsyah Rahman, Aan Reamur Gustam dan lainnya. Istri beliau Prof Suwinnah Alwy adalah dosen saya. Malah saya pernah dipercaya beliau jadi asistennya.

WLB 4 juga diwarnai acara Konvensi Media Siber. Ada 4 pembicara penting. Yaitu Ketua Komisi Hukum dan Perundang-Undangan Dewan Pers Abdul Manan, Direktur Hak Cipta dan Desain Industri Kemenkumham RI Dr Agung Darmasasongko, CEO KGI Network sekaligus Wakil Ketua Umum AMSI Upi Asmaradhana dan Kadis Kominfo Kaltim HM Faisal.

Malamnya ada juga bincang bersama Wali Kota Andi Harun dan Dr Myrna Safitri. Yang memandu Bung Syafruddin Pernyata. Myrna mengungkapkan anting-antingnya pernah dipinjam untuk dijual sang ayah. Ternyata anting-anting itu dijual Pak Fuad untuk membiayai penerbitan Suara Kaltim yang lagi oleng.

SUDARNO JADI BINTANG

Ketika saya masuk ke Plenary Hall, Pandji sudah di atas panggung. Dia baru saja bilang cukup melelahkan diperiksa di Polda Metro Jaya gara-gara pertunjukan “Mens Rea”. “Sayang saya tak punya kursi pijat seperti dimiliki Gubernur Rudy Mas’ud,” katanya menyindir dan membuat penonton tertawa.

Kursi pijat di rumah dinas Gubernur Rudy Mas’ud sempat disorot warga. Karena dibeli dengan dana APBD sekitar Rp125 juta. Belakangan diklarifikasi. Katanya hanya Rp47 juta. Karena terus disorot, Gubernur sempat ingin mengganti dengan uang pribadi.

Show Pandji di Samarinda berjudul “Kaltim Paradoks.” “Selain soal politik Indonesia, gua akan ngomongin Yang Mulia Gubernur Rudy Mas’ud,” katanya di video sebelum pertunjukan.

Sayangnya dalam penampilannya dia tak begitu banyak bicara soal Rudy Mas’ud. Kabarnya dia harus menyampaikan materi yang akan dibawanya ke pihak berwajib. Jadi  agak hati-hati untuk menjaga kondusivitas Kaltim.

Rudy Mas’ud sendiri tak kelihatan datang menonton. Yang ada di tengah-tengah penonton adalah Sudarno, anggota Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP). Nama Sudarno disebut-sebut di atas panggung. Dia tokoh dipuji sekaligus dimaki-maki netizen, karena dianggap bermain di dua kaki. Dulu sempat habis-habisan mengkritik Gubernur Rudy Mas’ud, tapi belakangan sekarang berani pasang badan demi sang gubernur. “Kalau saya ketemu Darno, saya mau sumpal mulutnya dengan sendal saya,” kata seorang warga mengumpat.

Wawan Irawan dari Aliansi Rakyat Kaltim (ARK) sempat bertemu Pandji. Dia minta pandangan Pandji karena sudah berjuang mati-matian lewat aksi demo meminta Hak Angket tapi belum dikabulkan DPRD Kaltim. “Berhenti  mengasihani diri, ada salah lu juga dulu memilih dia karena ada amplopnya Rp250 ribu. Ke depan jangan pilih lagi yang ada nama belakangnya ‘Mas’ud.’ Galang kekuatan, terus buat konten yang mendidik,” begitu pesan Pandji.

Ikut mewarnai penampilan Pandji, tampil dua komika dari Kaltim. Yaitu Gamayel dari Polresta Balikpapan dan Damlie dari Paser Penajam Utara (PPU). Ada ucapan Pandji yang menohok Gubernur Rudy Mas’ud di awal penampilan. “Katanya mau jaga marwah Kaltim, tapi kok malah bikin marah,” katanya langsung disambar aplaus panjang dari penonton.(*)

HPU Dukung Penguatan SDM Kaltim Melalui Edukasi Kesehatan Mental

June 15, 2026 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA – Masa depan sebuah daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kualitas manusia yang tumbuh di dalamnya. Dari rumah-rumah sederhana, dari pelukan seorang ibu, dan dari keluarga yang sehat secara mental, lahirlah generasi yang kelak menjadi penentu arah bangsa.

Berangkat dari semangat tersebut, Harmoni Panca Utama (HPU) berkolaborasi dengan Komunitas Emak Peduli Anak Kalimantan Timur melalui program sosialisasi kesehatan mental sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kalimantan Timur.

Adar Darajat

Kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi masyarakat, khususnya para orang tua, untuk memahami pentingnya kesehatan mental dalam membangun keluarga yang harmonis dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Perwakilan HPU, Adar Darajat selaku External Relations menyampaikan, investasi terbaik bagi masa depan tidak selalu berbentuk bangunan atau infrastruktur, tetapi juga perhatian terhadap kualitas manusia sejak dari lingkungan keluarga.

“SDM yang berkualitas lahir dari keluarga yang sehat dan kuat,” ujarnya. Minggu (14/6/2026).

Menurutnya, perempuan memiliki peran yang sangat penting sebagai madrasah pertama bagi anak-anak. Dari sosok ibu, anak belajar mengenal kasih sayang, nilai kehidupan, cara menghadapi masalah, hingga membangun rasa percaya diri yang akan menjadi bekal mereka di masa depan.

Sementara itu, Ria Atia Dewi, Founder dari Komunitas Emak Peduli Anak Kalimantan Timur menilai, kesehatan mental merupakan fondasi yang tidak dapat dipisahkan dari proses tumbuh kembang generasi muda.

“Menjaga kesehatan mental anak berarti menjaga masa depan bangsa,” katanya.

Kegiatan ini turut didukung oleh sejumlah tenaga profesional dan tokoh yang berkompeten di bidangnya, mulai dari praktisi hipnoterapi, psikolog, tokoh keagamaan, hingga figur masyarakat yang memberikan perspektif dan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental sebagai bagian dari upaya membangun kualitas SDM Kalimantan Timur.

Melalui kolaborasi ini, HPU dan Komunitas Emak Peduli Anak Kalimantan Timur berharap semakin banyak keluarga yang menyadari, kesehatan mental bukan sekadar isu individu, melainkan bagian penting dalam membangun generasi penerus yang berkualitas. (*)

Yamaha Sapu Bersih Tujuh Penghargaan di Event Otomotif Award 2026

June 15, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

JAKARTA – Yamaha Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan di ajang penghargaan otomotif bergengsi tahunan, yakni Otomotif Award 2026, yang diselenggarakan pada Kamis (4/6/2026) di HW Ambyar Superclub, Senayan, Jakarta. Pada penyelenggaraan tahun ini, Yamaha berhasil memboyong total 7 penghargaan dari berbagai kategori, sekaligus menegaskan dominasinya sebagai brand sepeda motor yang senantiasa memperoleh award terbanyak di event tersebut beberapa tahun terkahir.

Raihan penghargaan tersebut menjadi bukti nyata bahwa berbagai produk Yamaha tidak hanya unggul dari sisi teknologi, performa, dan juga desain, tetapi lebih dari itu, inovasi yang dihadirkan Perusahaan juga mampu memberikan solusi dalam menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia yang terus berkembang dari masa ke masa.

“Terima kasih kepada media OTOMOTIF atas apresiasi dan penghargaan yang diberikan kepada produk-produk Yamaha pada ajang Otomotif Award 2026. Tujuh penghargaan yang kami raih tahun ini menjadi motivasi bagi Yamaha untuk terus menghadirkan inovasi terbaik yang mampu menjawab berbagai kebutuhan mobilitas dan gaya hidup konsumen Indonesia. Pengakuan ini sekaligus membuktikan bahwa teknologi, desain, dan fitur yang kami hadirkan selalu relevan serta mampu menciptakan standar baru di market sepeda motor nasional,” ungkap Takaaki Hirama, Deputy Director Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Mfg.

Setelah melalui serangkaian proses penilaian dan pengujian yang dilakukan oleh tim dewan juri Otomotif Award, sebanyak tujuh produk Yamaha berhasil keluar sebagai yang terbaik di kelasnya masing-masing. Pada kategori skutik, AEROX ALPHA “TURBO” sukses meraih penghargaan Best Medium Skutik 150-160cc berkat kombinasi desain Super Sport Scooter yang agresif, teknologi YECVT yang inovatif, serta berbagai fitur modern yang menjadikannya sebagai salah satu trend setter baru di kalangan generasi muda.

Dominasi Yamaha di kategori skutik juga diperkuat oleh XMAX Connected yang kembali meraih penghargaan Best High Skutik 250-300cc. Sebagai salah satu flagship produk di lini MAXI Yamaha, XMAX Connected menawarkan perpaduan performa mesin Blue Core 250cc yang bertenaga, kenyamanan premium, serta teknologi canggih yang menjadikannya pilihan ideal bagi para pecinta skutik besar.

Sementara itu di segmen skutik stylish, Grand Filano Hybrid Connected berhasil menyabet penghargaan Best Medium Retro Skutik 110-125cc, berkat desain premium yang ikonik serta teknologi Blue Core Hybrid yang efisien. Jajaran skutik Yamaha lain yang turut mendapat penghargaan adalah GEAR ULTIMA 125 Hybrid, yang dinobatkan sebagai Best Low Skutik 110-125cc berkat keunggulan fitur utilitas yang lengkap untuk membawa barang banyak, mesin Blue Core Hybrid 125cc yang irit dan tangguh, serta kemampuannya dalam mendukung berbagai kebutuhan mobilitas harian keluarga Indonesia.

Tidak hanya mendominasi kategori skutik, Yamaha juga menunjukkan kekuatannya di segmen sport melalui tiga produk unggulan yang berhasil meraih penghargaan di kelas masing-masing. XSR 155 kembali membuktikan daya tariknya sebagai motor sport retro modern dengan meraih penghargaan Best Sport Retro 150-175cc. Sementara itu, WR 155 R sukses mempertahankan reputasinya sebagai motor dual purpose terbaik dengan meraih gelar Best Low Dual Purpose. Melengkapi kemenangan tersebut, MT-25 berhasil meraih penghargaan Best Sport Naked 250cc berkat karakter Hyper Naked yang agresif, performa mesin bertenaga, serta handling yang lincah.

Keberhasilan Yamaha memborong tujuh penghargaan pada Otomotif Award 2026 semakin memperkuat posisi Yamaha sebagai brand otomotif global yang konsisten menghadirkan produk-produk berkualitas tinggi di berbagai segmen. Dengan semangat inovasi yang terus berkelanjutan, Yamaha berkomitmen untuk terus menghadirkan kendaraan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan mobilitas, tetapi juga mampu mendukung gaya hidup dan passion berkendara para konsumen di Indonesia.

Sebagai rangkuman, berikut adalah daftar penghargaan Yamaha di Otomotif Award 2026
1. Best Medium Skutik 150-160cc – Yamaha AEROX ALPHA “TURBO”
2. Best High Skutik 250-300cc – Yamaha XMAX Connected
3. Best Medium Retro Skutik 110-125cc – Yamaha Grand Filano Hybrid Connected
4. Best Low Skutik 110-125cc – Yamaha GEAR ULTIMA 125 Hybrid
5. Best Sport Retro 150-175cc – Yamaha XSR 155
6. Best Low Dual Purpose – Yamaha WR 155 R
7. Best Sport Naked 250cc – Yamaha MT-25

Untuk informasi lebih lanjut terkait produk Yamaha, silakan kunjungi website resmi Yamaha Indonesia di https://www.yamaha-motor.co.id.

Sensus Ekonomi Jadi Dasar Perencanaan Pembangunan Kubar

June 14, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

SENDAWAR – Pemkab Kutai Barat (Kubar) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 sebagai upaya memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dunia usaha di daerah.

“Data yang dihasilkan diharapkan menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi yang tepat sasaran,” kata Bupati Kubar Frederick Edwin saat Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Auditorium Aji Tulur Jejangkat, Kantor Bupati Kubar, Jumat (12/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Kubar Nanang Adriani, Ketua DPRD Ridwai, Asisten 2  Ali Sadikin, unsur Forkopimda, serta kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Kubar.

Bupati menegaskan, data yang akurat merupakan modal utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan. Menurutnya, pemerintah membutuhkan data yang valid untuk mengetahui perkembangan sektor usaha, daya tahan UMKM, persebaran aktivitas ekonomi masyarakat, hingga peluang investasi dan penciptaan lapangan kerja.

“Pembangunan yang baik harus dibangun di atas data yang benar. Tanpa data yang akurat, kebijakan dapat meleset dari kebutuhan masyarakat. Tanpa statistik yang berkualitas, pembangunan bisa kehilangan arah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, data statistik bukan sekadar angka, melainkan cerminan kehidupan masyarakat dan aktivitas ekonomi yang berlangsung di lapangan. Karena itu, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 memiliki arti penting dalam mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Menurutnya, data yang lengkap dan berkualitas akan membantu pemerintah menyusun program pemberdayaan UMKM secara tepat sasaran, meningkatkan iklim investasi daerah, membuka peluang kerja baru, serta memperkuat daya saing ekonomi lokal.

“Setiap usaha yang tercatat adalah harapan. Setiap data yang dihimpun adalah pijakan pembangunan. Dan setiap partisipasi masyarakat merupakan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa,” katanya.

Bupati juga mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 yang mengusung tema Mencatat Ekonomi Indonesia untuk Masa Depan yang Lebih Baik. Menurutnya, budaya sadar data harus terus dibangun karena kebijakan yang tepat lahir dari data yang baik.

Melalui Sensus Ekonomi 2026, pemerintah berharap dapat memperoleh gambaran ekonomi daerah yang lebih lengkap dan relevan dengan perkembangan zaman sehingga mampu menjadi dasar perencanaan pembangunan yang lebih efektif demi kemajuan Kubar di masa mendatang.

Sementara itu, Kepala BPS Kubar, Lutfi Muta’ali, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan amanat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus dan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.

Ia menyebutkan sensus ekonomi dilaksanakan setiap 10 tahun sekali dan menjadi salah satu dari tiga sensus nasional bersama sensus penduduk dan sensus pertanian. Tahun 2026 menjadi pelaksanaan sensus ekonomi kelima sejak pertama kali digelar pada 1986.

“Tujuan sensus ekonomi adalah menyediakan data dasar yang terpercaya untuk seluruh kegiatan ekonomi sebagai landasan penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan nasional,” jelasnya.

Lutfi menambahkan, pencanangan tersebut menjadi langkah awal dimulainya pendataan seluruh kegiatan usaha di Kubar secara komprehensif. Selain menandai dimulainya sensus secara resmi, kegiatan itu juga bertujuan meningkatkan partisipasi pelaku usaha, memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya data ekonomi yang akurat, serta mempererat kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam penyediaan data ekonomi nasional. (yan/adv/diskominfo)

« Previous PageNext Page »

  • vb