Yamaha Sapu Bersih Tujuh Penghargaan di Event Otomotif Award 2026

June 15, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

JAKARTA – Yamaha Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan di ajang penghargaan otomotif bergengsi tahunan, yakni Otomotif Award 2026, yang diselenggarakan pada Kamis (4/6/2026) di HW Ambyar Superclub, Senayan, Jakarta. Pada penyelenggaraan tahun ini, Yamaha berhasil memboyong total 7 penghargaan dari berbagai kategori, sekaligus menegaskan dominasinya sebagai brand sepeda motor yang senantiasa memperoleh award terbanyak di event tersebut beberapa tahun terkahir.

Raihan penghargaan tersebut menjadi bukti nyata bahwa berbagai produk Yamaha tidak hanya unggul dari sisi teknologi, performa, dan juga desain, tetapi lebih dari itu, inovasi yang dihadirkan Perusahaan juga mampu memberikan solusi dalam menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia yang terus berkembang dari masa ke masa.

“Terima kasih kepada media OTOMOTIF atas apresiasi dan penghargaan yang diberikan kepada produk-produk Yamaha pada ajang Otomotif Award 2026. Tujuh penghargaan yang kami raih tahun ini menjadi motivasi bagi Yamaha untuk terus menghadirkan inovasi terbaik yang mampu menjawab berbagai kebutuhan mobilitas dan gaya hidup konsumen Indonesia. Pengakuan ini sekaligus membuktikan bahwa teknologi, desain, dan fitur yang kami hadirkan selalu relevan serta mampu menciptakan standar baru di market sepeda motor nasional,” ungkap Takaaki Hirama, Deputy Director Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Mfg.

Setelah melalui serangkaian proses penilaian dan pengujian yang dilakukan oleh tim dewan juri Otomotif Award, sebanyak tujuh produk Yamaha berhasil keluar sebagai yang terbaik di kelasnya masing-masing. Pada kategori skutik, AEROX ALPHA “TURBO” sukses meraih penghargaan Best Medium Skutik 150-160cc berkat kombinasi desain Super Sport Scooter yang agresif, teknologi YECVT yang inovatif, serta berbagai fitur modern yang menjadikannya sebagai salah satu trend setter baru di kalangan generasi muda.

Dominasi Yamaha di kategori skutik juga diperkuat oleh XMAX Connected yang kembali meraih penghargaan Best High Skutik 250-300cc. Sebagai salah satu flagship produk di lini MAXI Yamaha, XMAX Connected menawarkan perpaduan performa mesin Blue Core 250cc yang bertenaga, kenyamanan premium, serta teknologi canggih yang menjadikannya pilihan ideal bagi para pecinta skutik besar.

Sementara itu di segmen skutik stylish, Grand Filano Hybrid Connected berhasil menyabet penghargaan Best Medium Retro Skutik 110-125cc, berkat desain premium yang ikonik serta teknologi Blue Core Hybrid yang efisien. Jajaran skutik Yamaha lain yang turut mendapat penghargaan adalah GEAR ULTIMA 125 Hybrid, yang dinobatkan sebagai Best Low Skutik 110-125cc berkat keunggulan fitur utilitas yang lengkap untuk membawa barang banyak, mesin Blue Core Hybrid 125cc yang irit dan tangguh, serta kemampuannya dalam mendukung berbagai kebutuhan mobilitas harian keluarga Indonesia.

Tidak hanya mendominasi kategori skutik, Yamaha juga menunjukkan kekuatannya di segmen sport melalui tiga produk unggulan yang berhasil meraih penghargaan di kelas masing-masing. XSR 155 kembali membuktikan daya tariknya sebagai motor sport retro modern dengan meraih penghargaan Best Sport Retro 150-175cc. Sementara itu, WR 155 R sukses mempertahankan reputasinya sebagai motor dual purpose terbaik dengan meraih gelar Best Low Dual Purpose. Melengkapi kemenangan tersebut, MT-25 berhasil meraih penghargaan Best Sport Naked 250cc berkat karakter Hyper Naked yang agresif, performa mesin bertenaga, serta handling yang lincah.

Keberhasilan Yamaha memborong tujuh penghargaan pada Otomotif Award 2026 semakin memperkuat posisi Yamaha sebagai brand otomotif global yang konsisten menghadirkan produk-produk berkualitas tinggi di berbagai segmen. Dengan semangat inovasi yang terus berkelanjutan, Yamaha berkomitmen untuk terus menghadirkan kendaraan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan mobilitas, tetapi juga mampu mendukung gaya hidup dan passion berkendara para konsumen di Indonesia.

Sebagai rangkuman, berikut adalah daftar penghargaan Yamaha di Otomotif Award 2026
1. Best Medium Skutik 150-160cc – Yamaha AEROX ALPHA “TURBO”
2. Best High Skutik 250-300cc – Yamaha XMAX Connected
3. Best Medium Retro Skutik 110-125cc – Yamaha Grand Filano Hybrid Connected
4. Best Low Skutik 110-125cc – Yamaha GEAR ULTIMA 125 Hybrid
5. Best Sport Retro 150-175cc – Yamaha XSR 155
6. Best Low Dual Purpose – Yamaha WR 155 R
7. Best Sport Naked 250cc – Yamaha MT-25

Untuk informasi lebih lanjut terkait produk Yamaha, silakan kunjungi website resmi Yamaha Indonesia di https://www.yamaha-motor.co.id.

Belantara Foundation Edukasi Generasi Muda Pentingnya Hidup Harmonis Dengan Satwa Liar di Habitatnya

October 7, 2024 by  
Filed under Lingkungan Hidup

Vivaborneo.com, Jakarta — Belantara Foundation menyelenggarakan kegiatan bertajuk Pameran Muda Mudi Konservasi 2.0: Kolaborasi Kunci Keberhasilan Konservasi Biodiversitas Indonesia pada 5-6 Oktober 2024 di Mall Sarinah, Jakarta.

Pameran ini merupakan puncak acara dari rangkaian kegiatan Muda Mudi Konservasi, yang meliputi Belantara Learning Series Episode 11 dengan tema Ekowisata Satwa Liar Berkelanjutan: Pembelajaran Dari Asia pada 11 September 2024. Seminar International hybrid yang melibatkan pembicara dari berbagai negara di Asia ini diadakan di Universitas Pakuan, Bogor, serta melalui aplikasi zoom dan live streaming di akun Youtube Belantara Foundation.

Selain itu, juga terdapat Kampanye Digital berupa komik reels di Instagram dengan tema “Hidup Harmonis Manusia-Satwa Liar di Habitatnya” dan lomba fotografi bertajuk Belantara Snapshot bertemakan “Pesona Alam Indonesia” pada 24 September – 2 Oktober 2024 di Instagram.

Selain itu juga “Belantara Goes To School” yang mengangkat tema “Peningkatan Literasi Keanekaragaman Hayati Indonesia melalui Quiz Game dan Media Sosial”. Serial berbagai kegiatan yang merupakan kolaborasi antara Belantara Foundation dengan Universitas Pakuan ini akan dimulai pada 23 Oktober 2024 mendatang di SMA Negeri 1 Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Pameran selama 2 hari yang diawali dengan Lomba Cerdas Cermat antar SMA se-Jabodetabek dan diselingi Talk Show ini terselenggara atas kolaborasi dengan IUCN – Indonesia Species Specialist Group (IdSSG), Forum HarimauKita (FHK), Forum Konservasi Gajah Indonesia (FKGI).

Forum Konservasi Orangutan Indonesia (FORINA), APP Group, Student Care, Eat & Run, Biologeek, serta didukung oleh The Body Shop Indonesia, SiDU, dan Pristine 8.6+. Turut mendukung sebagai media partner yaitu Tempo.co, Trubus, Klik Hijau, Ruangkota.com, Greeners.co dan BeritaLingkungan.com.

Kegiatan Talk Show yang digelar dalam dua sesi mengangkat tema besar “Kolaborasi Multipihak dalam Pelestarian Satwa Liar di Indonesia”. Sesi pertama Talk Show di hari ke-1 pada 5 Oktober 2024 mengusung subtema “Mewujudkan Harmonisasi Manusia – Satwa Liar di Habitatnya”, sedangkan hari ke-2 Talk Show pada 6 Oktober 2024 mendikusikan subtema “Bersama Lestarikan Alam Nusantara”.

Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dr. Dolly Priatna dalam sambutannya di acara pembukaan mengatakan acara Pameran Muda Mudi Konservasi merupakan sebuah gerakan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadartahuan (awareness) publik, khususnya generasi muda, akan pentingnya melestarikan keanekaragaman hayati di Indonesia.

“Oleh karenanya, Pameran Muda Mudi Konservasi kali ini difokuskan pada upaya menyampaikan pemahaman tentang pentingnya hidup harmonis antara manusia dengan satwa liar di habitatnya di Indonesia,” ujarnya.

Dolly yang juga pengajar di Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, yang menjadi salah satu narasumber Talkshow menjelaskan bahwa kehilangan keanekaragaman hayati, termasuk satwa liar, menjadi salah satu bagian dari triple planetary crisis (tiga krisis planet) yang dapat mengancam keberhasilan pencapaian pembangunan berkelanjutan.

Secara global, yang menjadi faktor penyebab hilangnya keanekaragaman hayati antara lain alih fungsi lahan, eksploitasi yang berlebihan (over exploitation), perubahan iklim, polusi, hama dan penyakit, jenis asing invasif, serta konflik satwa liar dengan manusia di habitatnya.

“Konflik manusia dengan satwa liar yang intensitasnya cenderung meningkat dari waktu ke waktu dipicu oleh banyak faktor, yang antara lain alih fungsi lahan yang berdampak pada hilangnya habitat, fragmentasi habitat, serta penurunan kualitas habitat.

Meningkatnya aktivitas manusia di areal-areal yang merupakan habitat satwa liar juga dapat memicu terjadinya konflik. Konflik manusia-satwa liar juga kerap terjadi di areal konsesi kehutanan, di HGU Perkebunan sawit, atau bahkan di ladang masyarakat.

“Harmonisasi manusia dan satwa liar di habitatnya merupakan sebuah win win solution bagi pembangunan berkelanjutan dan upaya konservasi,” tegas Dolly yang juga anggota Commission on Ecosystem Management IUCN.

Senada dengan Dolly, pada waktu dan tempat yang sama, Co-Chair IUCN-IdSSG, Sunarto, Ph.D., mengatakan  diskusi dan edukasi tentang pentingnya untuk dapat berbagi ruang dan hidup berdampingan antara satwa dan manusia perlu terus menerus dilakukan. Selain berbagai manfaat yang didapat, memang ada resiko konflik yang perlu diminimalisir atau dimitigasi dan dikelola dengan baik secara terus menerus.

Sunarto menjelaskan beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya konflik manusia dan satwa liar di habitatnya yaitu masalah dari individu satwa liar itu sendiri. Misal satwa liar yang sakit cenderung mengalami kesulitan berburu seperti biasa dan individu jantan muda yang mencari wilayah jelajah baru juga cenderung mengalami konflik dengan manusia.

Selain itu, terdapat juga faktor habitat yang bersinggungan dengan daerah aktivitas manusia seperti pemukiman atau perkebunan. Terlebih, seiring dengan pertambahan penduduk dan peningkatan kebutuhannya, tekanan terhadap habitat alami satwa liar juga semakin kuat.

“Pemahaman yang baik oleh semua pihak menjadi kunci utama untuk berbagi ruang dan hidup berdampingan secara harmonis”, ujar Sunarto.

Di tempat terpisah, Ketua Dewan Pengurus Belantara Foundation, Dr. Irsyal Yasman mengatakan bahwa gerakan Muda Mudi Konservasi ini sangat relevan dengan salah satu pilar program Belantara yaitu pelestarian satwa liar beserta habitatnya.

“Kami akan terus mengajak dan terus menggalakkan upaya kolaborasi multipihak untuk mendukung gerakan penyadartahuan atau awareness serta edukasi kepada masyarakat khususnya generasi muda akan pentingnya berpartisipasi aktif dalam menjaga dan melestarikan biodiversitas di Indonesia”, ujar Irsyal.

Turut hadir narasumber dari penggiat konservasi satwa liar yang berasal dari organisasi lingkungan dan sektor swasta yang memiliki pengalaman dalam mewujudkan harmonisasi manusia-satwa liar di habitatnya serta tokoh publik yang fokus dengan isu gaya hidup berkelanjutan. Secara berturut-turut yaitu Sunarto, Ph,D., Co-Chair IUCN-IdSSG; Donny Gunaryadi, M.Sc., Ketua Forum Konservasi Gajah Indonesia; Jasmine N.P. Doloksaribu, Head of Landscape Conservation & Environment APP Group; Valerie dan Veronica Twins, Model dan Pendiri ‘Sustainbabes’ dan Medina Kamil, Outdoor Enthusiast. Talk show ini dimoderatori oleh Alfian Rahardjo, News Anchor CNN Indonesia.(vb/*)

 

 

  • vb