TIDAR Samarinda Bekali Kader Muda dengan Kepemimpinan dan Komunikasi Politik

July 9, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Pengurus Cabang (PC) Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Samarinda memperkuat proses kaderisasi melalui penyelenggaraan TUNAS (Training Kader) 1 dan 2. Program tersebut menjadi bagian dari upaya organisasi menyiapkan kader muda yang memiliki kapasitas kepemimpinan, kemampuan berorganisasi, serta kepekaan terhadap persoalan masyarakat.

Pelaksanaan hari pertama menghadirkan sejumlah pengurus Partai Gerindra dan Pengurus Pusat (PP) TIDAR sebagai narasumber. Kegiatan itu dihadiri Ketua DPC Partai Gerindra Samarinda Helmi Abdullah, Ketua PD TIDAR Kalimantan Timur Akhmed Reza Fachlevi, dan Ketua PC TIDAR Samarinda Ibnu Wahyudi.

Materi kaderisasi disampaikan Wakil Ketua Bidang OKK PP TIDAR Jhony Situmorang, Wakil Ketua Bidang OKK PP TIDAR Dibyo Gumelar, Ketua Bidang Kesenian dan Kebudayaan PP TIDAR Bagus Septyan Tri Pamungkas, serta Ketua Bidang PPP PP TIDAR Shalimar Anwar Sani.

Ketua PC TIDAR Samarinda, Ibnu Wahyudi, mengatakan TUNAS 1 dan 2 menjadi momentum penting agar membentuk kader yang tidak hanya memahami ideologi organisasi, tetapi juga memiliki kemampuan kepemimpinan dan kepekaan terhadap persoalan masyarakat.

“TUNAS ini bukan sekadar pelatihan biasa. Kami ingin melahirkan kader-kader TIDAR yang memiliki karakter, disiplin, loyal terhadap organisasi, serta siap hadir memberikan solusi bagi masyarakat. Harapan kami, setelah mengikuti pelatihan ini para peserta mampu menjadi motor penggerak di lingkungan masing-masing,” ujar Ibnu, Kamis (9/7/26).

Menurutnya, penguatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci agar organisasi mampu melahirkan kader yang siap berkontribusi, baik di internal organisasi maupun di tengah masyarakat.

Ketua DPC Partai Gerindra Samarinda, Helmi Abdullah, menilai kaderisasi merupakan fondasi penting dalam membangun organisasi kepemudaan yang berkelanjutan. Ia berharap para peserta memanfaatkan pelatihan sebagai ruang untuk meningkatkan kapasitas diri.

“Kaderisasi merupakan investasi jangka panjang bagi organisasi. Saya berharap seluruh peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar, berdiskusi, dan membangun jaringan. Ke depan, TIDAR harus mampu melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang berintegritas dan siap mengawal perjuangan Partai Gerindra,” kata Helmi.

Hal senada disampaikan Ketua PD TIDAR Kalimantan Timur, Akhmed Reza Fachlevi. Ia menegaskan kaderisasi akan terus diperkuat secara berjenjang di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur guna menciptakan organisasi yang semakin solid.

“TUNAS menjadi salah satu instrumen utama dalam mencetak kader yang berkualitas. Kami ingin kader TIDAR memiliki kapasitas intelektual, kemampuan komunikasi, serta semangat pengabdian kepada masyarakat. Dengan kader yang kuat, organisasi juga akan semakin solid dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan,” ungkap Reza.

Sementara itu, Ketua Panitia, M. Fajriansyah, mengungkapkan pelaksanaan hari pertama berlangsung sesuai rencana dengan antusiasme peserta yang tinggi sejak pembukaan hingga penyampaian materi.

“Alhamdulillah, pelaksanaan hari pertama berjalan sesuai rencana. Antusiasme peserta sangat luar biasa, mulai dari sesi pembukaan hingga penyampaian materi. Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan TUNAS 1 dan 2 dapat memberikan manfaat serta menjadi bekal bagi peserta untuk terus berkembang sebagai kader TIDAR yang aktif dan berkualitas,” tutur Fajriansyah.

Kegiatan TUNAS 1 dan 2 dijadwalkan berlangsung dalam beberapa sesi dengan materi yang mencakup penguatan organisasi, kepemimpinan, komunikasi politik, wawasan kebangsaan, serta kewirausahaan. Melalui program tersebut, PC TIDAR Samarinda menargetkan lahirnya kader muda yang siap berkontribusi bagi organisasi, masyarakat, dan pembangunan daerah. (yud)

CIMB Niaga Tingkatkan Pengalaman Nasabah di Bandung melalui Digital Branch Pasirkaliki

July 9, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

CIMB Niaga meresmikan Digital Branch Pasirkaliki-Bandung

BANDUNG – PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) meresmikan Digital Branch Pasirkaliki Bandung sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk meningkatkan pengalaman nasabah sekaligus memperluas layanan perbankan digital di Bandung. Berlokasi di Jalan Pasir Kaliki No. 64, Cicendo, Bandung, Digital Branch ini menghadirkan konsep hybrid banking yang memadukan kemudahan teknologi digital dengan layanan personal dari tim CIMB Niaga.

Head of Region Jabar & Jateng CIMB Niaga Andiko Manik menyatakan, kehadiran Digital Branch Pasirkaliki Bandung diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat Bandung dan sekitarnya. Hal ini juga sejalan dengan porpose CIMB Niaga Advancing Customers & Society untuk terus menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan nasabah yang terus berkembang.

“Bandung merupakan salah satu kota dengan aktivitas ekonomi dan adopsi digital yang terus berkembang. Kami memilih Pasirkaliki karena lokasinya yang strategis dan berada di kawasan yang dinamis, sehingga relevan untuk menghadirkan layanan perbankan yang lebih cepat, mudah, dan praktis untuk semua segmen nasabah, termasuk anak muda. Inisiatif ini sejalan dengan semangat Work from Heart yang mengutamakan kenyamanan nasabah dalam setiap layanan,” kata Andiko pada Grand Opening Digital Branch Pasirkaliki Bandung, Selasa (7/7/2026).

Berbeda dari kantor cabang konvensional, Digital Branch CIMB Niaga Pasirkaliki Bandung dilengkapi berbagai fasilitas digital yang memungkinkan nasabah melakukan transaksi secara mandiri dengan lebih efisien. Fasilitas tersebut antara lain Self Service Banking (SSB) melalui tablet dan Kiosk digital untuk pembukaan rekening tabungan yang lebih cepat, Cash Recycle Machine (CRM) yang memungkinkan penyetoran dan penarikan uang tunai dalam satu mesin, Digital Hub by Super CS, Digital Kurs real-time, serta OCTO Vending.

Untuk memberikan kenyamanan nasabah CIMB Preferred, CIMB Private Wealth, dan CIMB Private Banking, kantor cabang ini juga dilengkapi area CIMB Preferred Lounge. Dengan dukungan teknologi yang terintegrasi, nasabah dapat memperoleh berbagai layanan perbankan secara lebih praktis tanpa mengurangi kualitas interaksi dan konsultasi dengan petugas bank.

“Dengan konsep kantor cabang yang baru ini, nasabah bisa memilih cara bertransaksi yang paling sesuai dengan kebutuhannya, baik melalui layanan digital mandiri maupun bantuan langsung dari staf CIMB Niaga. Kehadiran cabang ini juga mendukung gaya hidup masyarakat yang semakin mengutamakan kecepatan, fleksibilitas, dan kemudahan dalam mengakses layanan keuangan,” ujar Andiko. (*)

MAXi Tour Boemi Nusantara Padukan Pembuktian Performa MAXimal Hingga Pelestarian Orang Utan

July 9, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

Pangkalan Bun – Setelah sukses menjelajahi berbagai destinasi ikonik di Pulau Sumatera, Jawa, Bali, dan Lombok, rangkaian MAXi Tour Boemi Nusantara (MTBN) 2026 kini memasuki etape ke-8 di Pulau Kalimantan, tepatnya di wilayah Kalimantan Tengah. Pada etape kali ini, Yamaha mengajak awak media bersama komunitas pengguna XMAX untuk menyusuri pesona Jantung Borneo melalui perjalanan dari Sampit menuju Pangkalan Bun sejauh kurang lebih 235 kilometer.

“Keseruan MAXi Tour Boemi Nusantara Kalimantan ini tentu saja memberikan pengalaman baru yang spesial dari etape sebelumnya karena mulai dari segi rutenya yang sangat menguji durabilitas sehingga kami ingin menunjukkan sekaligus membuktikan bahwa lini skutik MAXi Yamaha punya performa, fitur, hingga desain yang mampu menjawab kebutuhan berkendara masyarakat Indonesia khususnya di Kalimantan dan aktivitas ini juga untuk memperkenalkan warisan budaya, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap pentingnya menjaga kelestarian salah satu satwa endemik kebanggaan Indonesia yaitu orang utan,” ujar Khusnul Faris, Chief Yamaha Area Kalimantan, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Perjalanan membelah jantung Borneo ini memberikan panorama khas Kalimantan berupa hamparan perkebunan sawit yang membelah kawasan hutan tropis sehingga dengan karakter jalan yang cukup ganas dan di bawah terik matahari menjadi momen yang tepat untuk peserta menguji kenyamanan serta performa lini skutik MAXi Yamaha secara optimal mulai dari XMAX, NMAX “TURBO”, AEROX ALPHA, dan LEXi.

Setibanya di Pangkalan Bun, peserta diajak mengunjungi Istana Mangkubumi, salah satu bangunan bersejarah peninggalan Kesultanan Kutaringin yang hingga kini masih berdiri sebagai simbol perjalanan sejarah Kabupaten Kotawaringin Barat. Dalam kesempatan tersebut, Yamaha juga menyerahkan bantuan sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian cagar budaya masyarakat setempat.

Perjalanan berlanjut menuju tepian Sungai Arut yang mendapat sambutan meriah dengan tarian adat dayak Butawawih sambil menikmati matahari terbenam. Rekan-rekan komunitas lokal MAXi Yamaha, yaitu XMAX Mentaya juga ikut menghangatkan suasana keakraban dan solidaritas antar pengendara MAXi Yamaha.

Aktivitas MTBN Kalimantan ini menjadi lebih spesial karena para peserta berkesempatan emas untuk bertemu langsung dengan satwa endemik orang utan di habitat aslinya, yaitu di Taman Nasional Tanjung Puting pada hari kedua. Perjalanan menuju destinasi tersebut juga tidak kalah menarik karena para peserta perlu menuju daerah Pelabuhan Kumai dan melanjutkan perjalanan dengan menggunakan Kelotok (perahu tradisional khas Kalimantan) untuk menyusuri aliran Sungai Sekonyer yang membelah lebat hutan hujan tropis.

Selama dua hari perjalanan, peserta melewati berbagai karakter jalan mulai dari jalur antarkota, lintasan panjang yang membelah kawasan hutan dan perkebunan, hingga jalan perkotaan di Pangkalan Bun. Namun, didukung posisi berkendara, performa mesin, serta fitur-fitur modern khas MAXi Yamaha, seluruh perjalanan dapat dinikmati dengan nyaman saat mengeksplorasi setiap destinasi yang dikunjungi.

“Lini skutik MAXi Yamaha memang selalu jadi skutik yang cocok banget buat riding jarak jauh kaya MTBN Kalimantan ini terutama NMAX “TURBO” karena dari segi performa, motor ini pakai teknologi YECVT yang bikin akselerasi dan deselerasi instan jadi waktu mau nyalip kendaraan lain dan nikung itu tanpa ragu sedikitpun dan berkat mesin 155 cc dan teknologi VVA bikin motor ini tetap responsif di RPM tinggi sehingga untuk capai kecepatan maksimal jadi lebih mudah apalagi di track khas Kalimantan yang lurus dan panjang serta fitur ABS dan suspensinya yang sangat membantu untuk libas jalur ini,” ujar Fadli, pengendara NMAX “TURBO” Tech Max pada MTBN Kalimantan.

Berakhirnya etape Kalimantan kembali menegaskan bahwa MAXi Tour Boemi Nusantara bukan sekadar perjalanan touring jarak jauh, tetapi sebuah pengalaman untuk menikmati Indonesia dari sudut pandang yang berbeda. Melalui setiap kilometer perjalanan, Yamaha terus mengajak para pengguna skutik premium MAXi Yamaha mengeksplorasi keindahan alam, mengenal kekayaan sejarah dan budaya, serta menumbuhkan ke pedulian terhadap kelestarian lingkungan yang menjadi bagian dari pesona Boemi Nusantara. (*)

Kok Suka dari Luar Pak Gub?

July 9, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

MUTASI dan rotasi pejabat Pemprov Kaltim yang dilakukan Gubernur Rudy Mas’ud masih menyisakan persoalan. Banyak pihak menilai kebijakan Gubernur dalam urusan penataan manajemen birokrasi di Pemrov Kaltim tidak mencerminkan sikap profesionalisme dan kinerja yang baik dan objektif.

Bayangkan sudah satu setengah tahun memimpin, Gubernur belum bisa menuntaskan pengisian sejumlah jabatan terutama di Eselon 2 untuk kepala dinas dan jabatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya.

Gubernur Rudy Mas’ud didampingi Sekdaprov Sri Wahyuni menjelaskan soal mutasi jabatan strategis di Pemprov Kaltim kepada wartawan.

Akhir Juni lalu Gubernur ada melantik 9 pejabat pimpinan tinggi pratama. Mereka adalah Aji Muhammad Fitra Firnanda sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Puguh Harjanto sebagai Staf Ahli Bidang III, Syarifah Alawiyah sebagai Kepala Dinas (Kadis) Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arief Murdiyanto sebagai Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan, Muhammad Faisal sebagai Kepala Dinas Pariwisata, Ririn Sari Dewi sebagai Kadis Komunikasi dan Informatika, Siti Sugiyanto sebagai Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa serta drg Ahmad Jais sebagai Direktur RSUD Kanujoso Djatiwibowo dan dr Mazniati sebagai Wakil Direktur Penunjang RSUD Kanojoso Djatiwibowo.

Sebelumnya pada minggu ketiga Desember 2025, Gubernur juga melantik 7 kepala dinas dan badan serta 84 pejabat Eselon 3 dan 4. Ke-7 pejabat itu adalah Muhaimin sebagai Kepala Bappeda, Fahmi Himawan sebagai Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura, Buyung Dodi Gunawan sebagai Kepala Pelaksana BPBD, Joko Istianto sebagai Kadis Lingkungan Hidup, Yusliando sebagai Kadis Perhubungan, Siti Farisyah Yana sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang II serta Lisa Hasliana sebagai Kadis Perpustakaan dan Kearsipan.

Apakah sudah selesai? Ternyata belum. Karena masih ada belasan jabatan Eselon 2 lain yang saat ini belum diisi pejabat definitif. Itu artinya orang yang duduk di jabatan tersebut pada saat ini adalah pelaksana tugas atau Plt.

Jabatan yang belum diisi pejabat definitif itu di antaranya Asisten 3 Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Kadis Pemuda dan Olahraga, Kadis Perkebunan, Kadis Kehutanan, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa, Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Sekretariat DPRD Kaltim, Badan Penghubung, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik dan Direktur RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda.

Plt adalah pejabat yang ditunjuk sementara untuk menjalankan tugas rutin dari pejabat definitif yang berhalangan tetap. Mengacu pada praktik BKN dan PermenPAN-RB, masa tugas Plt maksimal 3 bulan dan bisa diperpanjang 1 kali. Jadi total maksimal 6 bulan.

Dalam prakteknya, banyak kepala daerah yang melanggar. Termasuk Gubernur Kaltim. Soalnya ada pejabat OPD yang menyandang status Plt lebih dari 6 bulan.

Lalu apa motif Plt dibiarkan berlama-lama? Biasanya yang sangat kuat berkaitan dengan motif politik. Di samping alasan birokrasi atau administrasi. Tapi ada juga yang bermotif ekonomi alias jual beli jabatan. Sengaja diperlambat karena menunggu pihak yang berani menawar lebih tinggi. Itu terjadi di beberapa daerah yang terkena OTT KPK.

Biasanya Plt lebih patuh karena jabatannya sangat bergantung kepada kepala daerah. Gampang diarahkan dan sangat loyal. Maklum berharap nantinya “dihadiahi” jabatan definitif. Atau kepala daerah sengaja mengulur-ngulur waktu karena masih mencari calon pejabat definitif, terutama dari orang lingkarannya. Bisa keluarga, tim sukses atau orang lain termasuk orang luar yang bisa “dinego” alias diatur.

UTAMAKAN ORANG DAERAH

Ketika dicegat awak media, Gubernur Rudy Mas’ud mengakui masih ada rencana mutasi dan rotasi berikutnya. “Mungkin bulan depan kita juga masih melaksanakan  pelantikan lagi beberapa pejabat eselon 2, 3 dan 4,” katanya begitu.

Dia menyebut bulan Juli dan Agustus ini adalah “bulan emas.” Tak jelas apa maksudnya. Tapi “emasnya” apa bisa diraih kalau masih banyak jabatan dipegang “Plt.”

Berkaitan dengan itu, ada pernyataan baru Gubernur yang memantik polemik. Dia terkesan membuka kesempatan tenaga dari luar atau ASN dari daerah lain ikut mengisi jabatan strategis di Pemprov Kaltim. Itu dilakukan melalui lelang terbuka (open bidding) atau dengan menerapkan manajemen talenta di mana Kaltim jadi percontohan.

Anggota DPRD Kaltim Agus Suwandy langsung wanti-wanti. “Kaltim punya banyak ASN berkompeten. Jadi utamakan putra daerah dong,” tegas Wakil Ketua Komisi I dari Fraksi Gerindra.

Dia berpendapat, meski penerapan manajemen talenta membuka peluang bagi ASN dari luar daerah masuk, akan tetapi ASN lokal tetap harus diperioritaskan. “ASN lokal sudah banyak yang bagus-bagus, jadi harus diprioritaskan,” tandasnya.

Secara aturan, merekrut orang dari luar tidak salah. Malah memberi dampak positif. Misalnya membawa angin segar dan semangat pembaharuan serta bisa bertindak lebih objektif dalam mengambil kebijakan atau keputusan.

Tapi ada juga dampak buruknya. Misalnya meruntuhkan semangat  dan potensi orang daerah. Selain itu pejabat dari luar juga membutuhkan adaptasi yang lebih lama. Dia harus mengenal lingkungannya, budaya kerja dan membangun relasi dari nol. Bahkan berdampak ekonomi. Sebagian penghasilannya dikirim ke daerah asalnya atau keluarganya. Jadi ada kecendrungan terjadi capital flight atau pelarian penghasilan keluar daerah.

Kenapa Gubernur Rudy Mas’ud terkesan suka mendatangkan orang luar? Kalau saja motifnya untuk perubahan dan kemajuan tentu baik juga. Tapi melihat rekam jejak Pak Gub dan Bani Mas’ud dalam urusan penempatan jabatan, orang tak begitu percaya penuh. Seperti kata pepatah: “Ada udang di balik batu.”

Pengamat Kebijakan Publik Unmul, Saipul Bachtiar mencurigai kemungkinan adanya unsur kesengajaan dan ketidakpahaman lambatnya pengisian jabatan definitif di Pemprov Kaltim. “Supaya unsur kontrol politiknya bisa lebih dominan,” katanya seperti dirilis dalam video Selasar.

Bani Mas’ud dikenal sangat kental mengembangkan manajemen nepotisme. Mereka semaksimal mungkin memasukkan keluarga dan lingkaran terdekatnya termasuk orang dari daerah tertentu ke lingkaran kekuasaannya.

Kehadiran Hijrah Mas’ud, adik Rudy di Kantor Gubernur tak lepas dari sikap itu. Malah dia sempat ditempatkan sebagai Wakil Ketua Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP), meski kompetensinya diragukan. TAGUPP yang masih dipersoalkan itu, sebagian juga diisi orang luar.

Kebijakan Gubernur memasukkan dua dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unhas ke Dewan Pengawasan RSUD milik Pemprov jelas bukan pertimbangan kompetensi semata. Sebab dosen FKM Unmul juga mampu duduk di situ. Malah lebih mengenal daerah. Juga lebih efisien. Karena itu, Sudarno yang sekarang menjadi anggota bidang komunikasi TAGUPP sempat mengkritik keras kebijakan tersebut.

Gubernur juga rela mematahkan tradisi orang daerah atau orang dalam di kepemimpinan Bankaltimtara. Belum lama ini dia mengangkat Romy Wijayanto, mantan Direktur Keuangan & Strategi Bank DKI Jakarta menggantikan M Yamin sebagai direktur utama dan Achmad Syamsuddin, mantan Dirut BPD Sumatera Selatan dan Bangka Belitung menjadi Komisaris Utama (Komut) Bankaltimtara.

M Yamin orang daerah dan lulusan FEB Unmul. Dia diganti sebelum habis masa jabatannya yang kedua. Sebelumnya Dirut Bankaltimtara juga orang daerah di antaranya Zainuddin Fanani dan Aminuddin. Demikian juga Komut-nya. Komut terakhir adalah Zainuddin Fanani, tapi Gubernur tak mau memperpanjang. Sebelumnya ada Prof Suhartono, juga orang daerah yang sekarang jadi Rektor STIE Balikpapan.

Gubernur Rudy Mas’ud kelahiran Balikpapan meski darah orang tunya berasal dari Sulawesi Barat. Dia juga meraih kesarjanaannya mulai S1 sampai S3 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unmul Samarinda.  Jadi agak aneh juga kalau dia tidak pro dengan orang lokal atau orang daerah.(*)

Pengelolaan Sampah Jadi Perhatian Pemkab Berau 

July 9, 2026 by  
Filed under Berau

Tanjung Redeb – Persoalan sampah di Kabupaten Berau kini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Berau. Tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah yang buruk juga dinilai berpengaruh terhadap kualitas kesehatan masyarakat, termasuk meningkatkan risiko stunting pada anak.

Sekretaris Daerah Berau, Muhammad Said, menegaskan, masih banyak masyarakat yang belum memiliki kesadaran dalam mengelola sampah dengan baik. Kebiasaan membuang sampah sembarangan dan rendahnya perhatian terhadap sanitasi dinilai menjadi tantangan yang harus segera dibenahi.

Sekretaris Daerah Berau, Muhammad Said

Menurutnya, lingkungan yang kotor dapat menjadi sumber berbagai penyakit yang berdampak pada tumbuh kembang anak. Karena itu, upaya memperbaiki sistem pengelolaan sampah harus berjalan seiring dengan peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Selama ini masyarakat lebih banyak mengaitkan stunting dengan persoalan gizi. Padahal, lingkungan yang bersih dan sanitasi yang baik juga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan anak,” ujarnya. Rabu (08/07/2026)

Muhammad Said mengatakan edukasi mengenai pengelolaan sampah berbasis masyarakat perlu diperkuat hingga ke tingkat kecamatan dan kampung. Warga didorong membiasakan diri memilah, mengelola, dan membuang sampah pada tempatnya agar tercipta lingkungan yang lebih sehat.

Ia juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah tidak bekerja secara sektoral, tetapi berkolaborasi membangun budaya peduli lingkungan. Pemerintah kampung diharapkan menjadi ujung tombak dalam menggerakkan masyarakat untuk menerapkan pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya akan menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

“Kalau lingkungan semakin bersih dan sanitasi semakin baik, kualitas kesehatan masyarakat juga akan meningkat. Ini menjadi langkah penting dalam menciptakan generasi yang lebih sehat,” tutupnya. (Dy/Ok/Adv)

« Previous PageNext Page »

  • vb