Jaga Semangat Guru, SMPN 16 Samarinda Gelar Pelatihan ‘The Heart of Teaching’

July 7, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Menjadi guru bukan hanya soal menguasai materi pelajaran, tetapi juga menjaga semangat, empati, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Berangkat dari semangat itulah, SMP Negeri 16 Samarinda menggelar In House Training bertajuk “The Heart of Teaching” di aula sekolah, Senin (6/7/2026).

Pelatihan yang diikuti seluruh tenaga pendidik tersebut menghadirkan Endro S. Efendi yang juga Master Trainer Semesta Academy, sebagai narasumber. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah membekali guru dengan wawasan baru sekaligus menyegarkan kembali motivasi dalam memberikan pembelajaran kepada peserta didik.

Kepala SMP Negeri 16 Samarinda, Nur Zachrah Sari mengatakan tema yang diangkat sangat relevan dengan tantangan dunia pendidikan saat ini. Menurutnya, guru dituntut tidak hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga mampu terus memperbarui cara mengajar agar sesuai dengan karakter generasi masa kini.

“Seperti pesan Ali bin Abi Thalib, ajarlah anakmu sesuai zamannya, karena mereka hidup bukan di zamanmu. Pesan itu menjadi pengingat bahwa dunia terus berubah dan guru harus terus belajar mengikuti perubahan tersebut,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Ia mengakui perubahan antargenerasi berlangsung sangat cepat sehingga pendidik tidak boleh berhenti mengembangkan diri.

“In House Training ini menjadi kesempatan yang luar biasa untuk me-recharge diri, memperbarui teknik mengajar, sekaligus menyiapkan bekal menghadapi tantangan pendidikan yang semakin dinamis,” katanya.

Nur Zachrah Sari juga mengingatkan bahwa setiap guru memiliki dinamika emosi dan motivasi dalam menjalankan profesinya.

“Hati itu naik turun, begitu juga semangat mengajar. Karena itu, kegiatan seperti ini penting agar semangat kita tetap terjaga dan terus berada pada level terbaik,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak seluruh guru membangun budaya komunikasi yang sehat di lingkungan sekolah. Menurutnya, setiap persoalan akan lebih mudah diselesaikan apabila dikomunikasikan secara terbuka.

“Kalau ada masalah, kemukakan. Pasti ada jalan keluarnya. Jangan dipendam, karena kalau dipendam bisa menjadi bisul dan uban,” ujarnya yang disambut senyum dan tawa para peserta.

Ia menutup sambutannya dengan memberikan motivasi kepada seluruh guru untuk terus menjadi pembelajar sepanjang hayat.

“Guru muda adalah guru hebat. Mari ikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh agar kita semakin siap memberikan pembelajaran terbaik bagi anak-anak kita.”

Dalam sesi materi, Endro S. Efendi mengajak para peserta memahami bahwa kekuatan seorang guru tidak hanya terletak pada kompetensi akademik, tetapi juga pada kemampuan membangun hubungan emosional yang positif dengan peserta didik. Menurutnya, proses belajar akan lebih efektif ketika siswa merasa dihargai, dipahami, dan mendapatkan ruang yang aman untuk berkembang.

Materi yang disampaikan meliputi pentingnya memahami kondisi psikologis peserta didik, teknik membangun koneksi emosional di dalam kelas, serta strategi komunikasi persuasif yang mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Para guru juga diajak mengenali beragam gaya belajar siswa, mengelola emosi diri saat mengajar, serta menciptakan suasana kelas yang nyaman, positif, dan menyenangkan sehingga proses belajar menjadi lebih bermakna.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para guru aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan pengalaman mereka di kelas. Sesi tanya jawab berlangsung dinamis dan interaktif, bahkan waktu tiga jam yang telah dialokasikan terasa belum cukup untuk menampung seluruh diskusi. Panitia pun memperpanjang sesi tersebut agar seluruh peserta memperoleh kesempatan berdialog langsung dengan narasumber.

Melalui pelatihan The Heart of Teaching, SMP Negeri 16 Samarinda berharap seluruh guru semakin siap menghadapi tantangan pendidikan di era modern. Tidak hanya meningkatkan kompetensi mengajar, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat, empati, dan komitmen para pendidik dalam menghadirkan pembelajaran yang inspiratif dan berpusat pada kebutuhan peserta didik. (esf)

KONI Kaltim Siap Buka Babak Baru Pembinaan Olahraga

July 7, 2026 by  
Filed under Olahraga

SAMARINDA – Kabar baik datang untuk dunia keolahragaan Kalimantan Timur. Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, dipastikan akan hadir langsung ke Samarinda untuk melantik kepengurusan baru KONI Provinsi Kalimantan Timur periode 2026–2030, Sabtu (11/7/2026) mendatang.

Kepastian kehadiran orang nomor satu di KONI Pusat itu disampaikan Ketua KONI Kalimantan Timur, H Anderiy Syachrum setelah dirinya bertolak ke Jakarta dan mengantar lsurat undangan resmi ke Sekretariat KONI Pusat di kawasan Senayan, Jakarta, Senin (6/7/2026).

“Beliau akan melantik kami langsung di Samarinda,” ungkap Anderiy Syachrum, dihubungi wartawan, Senin (6/7/2026)

Anderiy tak menampik kehadiran Ketua Umum KONI Pusat memiliki arti penting bagi organisasi yang dipimpinnya. Menurutnya, ini bukan sekadar seremoni pelantikan, melainkan bentuk perhatian pengurus pusat terhadap perkembangan olahraga di daerah, khususnya Kalimantan Timur yang tengah bersiap menyongsong sejumlah agenda besar ke depan.

“Kehadiran Pak Marciano bukan hanya soal seremonial. Ini menunjukkan bahwa KONI Pusat memberi perhatian serius kepada Kaltim, apalagi kita punya banyak agenda besar di depan mata, mulai PON Pantai, PON Bela Diri, hingga Sukan Borneo dan Kaltim menjadi tuan rumah,” tambahnya.

Sesuai rencana, prosesi pelantikan akan digelar di Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Sabtu (11/7/2026). Selain Ketua Umum KONI Pusat, acara ini juga dijadwalkan dihadiri langsung Gubernur Kalimantan Timur Rudi Mas’ud beserta Wakil Gubernur Seno Aji. Kehadiran kepala daerah tersebut sekaligus menegaskan sinergi antara pemerintah provinsi dan KONI dalam mendukung kemajuan olahraga di Benua Etam.

Pelantikan kali ini mengusung tema besar “Babak Baru Pembinaan Olahraga Kalimantan Timur”. Tema tersebut, kata Anderiy, dipilih bukan tanpa alasan. Pihaknya ingin momentum pergantian kepengurusan ini benar-benar menjadi titik balik bagi pembenahan sistem pembinaan atlet di daerah, mulai dari level akar rumput hingga persiapan menuju pentas nasional.

“Kami ingin nama besar tema ini bukan sekadar slogan. Babak baru itu harus benar-benar terasa, dari cara kita membina atlet, mengelola organisasi, sampai mempersiapkan Kaltim di PON 2028 nanti,” tegasnya.

Saat ini, jajaran panitia disebut tengah memantangkan berbagai persiapan, baik dari sisi teknis maupun non-teknis. Tak hanya soal jalannya prosesi, panitia juga menyiapkan rangkaian atraksi dari sejumlah cabang olahraga (cabor) unggulan Kalimantan Timur sebagai bagian dari perayaan sekaligus unjuk kesiapan menuju agenda-agenda besar mendatang.

“Akan ada atraksi dari beberapa cabor unggulan kita. Ini juga jadi ajang unjuk gigi, bahwa atlet-atlet Kaltim siap tampil dan berprestasi,” jelas Anderiy.

Dengan kepengurusan baru ini, KONI Kaltim juga telah menyiapkan sejumlah program kerja strategis, salah satunya bertajuk “Efficiency for Champion”, sebagai payung besar arah pembinaan olahraga di Kalimantan Timur selama empat tahun ke depan. Program ini akan diselaraskan dengan agenda-agenda seperti PON Bela Diri 2026, dan Sukan Borneo, sebelum akhirnya bermuara pada persiapan matang menghadapi PON XXII 2028 di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.

Di ujung perbincangan, Anderiy menitipkan harapan besar agar seluruh rangkaian acara pelantikan berjalan lancar tanpa kendala berarti. Ia juga berharap, momentum ini bisa menjadi energi baru bagi seluruh insan olahraga di Kalimantan Timur untuk bangkit dan berprestasi.

“Kami berharap seluruh rangkaian acara berjalan lancar. Dan yang terpenting, ini menjadi babak baru bagi kebangkitan olahraga Kalimantan Timur, menuju Generasi Emas PON 2028,” pungkas Anderiy Syachrum, mengakhiri perbincangan,”ungkapnya. (*)

DPRD Samarinda Soroti Birokrasi Pencairan Anggaran Diskumi

July 6, 2026 by  
Filed under DPRD Samarinda

SAMARINDA – Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, menyoroti arah program Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perindustrian (Diskumi) yang dinilai belum sepenuhnya menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya pelaku usaha. Ia meminta agar penyusunan program ke depan lebih berorientasi pada kebutuhan riil di lapangan, bukan sekadar mengatasnamakan kepentingan masyarakat.

Menurutnya, setiap program yang dilaksanakan pemerintah daerah harus memiliki manfaat yang jelas dan benar-benar menjawab persoalan yang dihadapi pelaku usaha.

Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi

“Kami berharap ke depan program yang disusun benar-benar berdasarkan kebutuhan masyarakat. Jangan hanya mengatasnamakan kepentingan rakyat, tetapi manfaatnya tidak jelas. Jika program disesuaikan dengan kebutuhan pelaku usaha, hasilnya tentu akan lebih optimal,” ujarnya, Senin (6/7/2026).

Dirinya juga mengungkapkan adanya kendala dalam pencairan anggaran bidang koperasi. Meski telah dialokasikan sekitar Rp400 juta dalam APBD, realisasi anggaran tersebut hingga kini masih tercatat nol persen.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima dari Diskumi, sejumlah kegiatan sebenarnya telah dilaksanakan. Namun, dana kegiatan belum dapat dicairkan karena proses administrasi yang dinilai semakin panjang.

Menurutnya, setiap pengajuan pencairan anggaran kini harus melalui persetujuan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) sebelum diverifikasi oleh Inspektorat Daerah. Mekanisme tersebut dinilai memperlambat proses pembayaran.

“Informasi yang kami terima, beberapa kegiatan sudah berjalan. Namun pencairan anggaran masih tertahan karena harus melewati tahapan administrasi yang lebih panjang. Kami ingin mengetahui apakah memang ada regulasi baru yang mengatur mekanisme tersebut, sebab proses birokrasi yang berbelit justru menghambat pelaksanaan program,” katanya.

Ia mengungkapkan, keterlambatan pencairan anggaran berdampak terhadap pelaksanaan kegiatan di lapangan. Bahkan, menurutnya, terdapat pegawai Diskumi yang terpaksa menggunakan dana pribadi agar mendukung operasional kegiatan sambil menunggu anggaran dicairkan.

“Kondisi seperti ini tentu tidak ideal. Pegawai tidak seharusnya menggunakan dana pribadi untuk menjalankan program pemerintah. Persoalan ini perlu segera mendapat perhatian agar tidak menghambat pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Menindaklanjuti persoalan tersebut, Komisi II DPRD Kota Samarinda berencana memanggil Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) serta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Pemanggilan itu dilakukan guna meminta penjelasan terkait kebijakan efisiensi anggaran maupun mekanisme pencairan dana yang dinilai memperlambat pelaksanaan program pemberdayaan koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurutnya, evaluasi terhadap mekanisme tersebut diperlukan agar program yang telah direncanakan pemerintah dapat berjalan tepat waktu dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di Kota Samarinda. (yud/adv)

DPRD Samarinda Dorong Kemudahan Akses Bantuan RTLH bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

July 6, 2026 by  
Filed under DPRD Samarinda

SAMARINDA – Komisi III DPRD Kota Samarinda mendorong Pemerintah Kota Samarinda agar meninjau kembali persyaratan administrasi dalam program bantuan renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), khususnya terkait kewajiban kepemilikan Sertifikat Hak Milik (SHM). Persyaratan tersebut dinilai masih menjadi hambatan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dalam mengakses bantuan.

Abdul Rohim

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, mengatakan banyak warga yang menempati rumah di atas tanah warisan hanya memiliki dokumen kepemilikan berupa surat segel atau alas hak lainnya. Sementara itu, biaya pengurusan peningkatan status tanah menjadi SHM dinilai cukup tinggi sehingga sulit dijangkau masyarakat berpenghasilan rendah.

Menurutnya, pemerintah perlu memberikan kelonggaran terhadap persyaratan administrasi selama status kepemilikan tanah dapat dibuktikan dan tidak berada dalam sengketa.

“Kami berharap persyaratan ini bisa lebih fleksibel. Yang terpenting kepemilikan tanahnya jelas, bukan tanah sengketa, dan dapat dibuktikan dengan dokumen yang sah meskipun belum berstatus SHM,” ujarnya, Senin (6/7/26).

Ia menilai penerapan syarat SHM secara ketat berpotensi membuat banyak warga yang sebenarnya memenuhi kriteria penerima bantuan justru tidak dapat mengakses program renovasi rumah.

Dirinya mengungkapkan, persoalan persyaratan administrasi dan mekanisme verifikasi penerima bantuan menjadi dua keluhan yang paling sering disampaikan masyarakat saat Komisi III DPRD melakukan evaluasi program RTLH bersama Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Samarinda.

Program bantuan renovasi rumah tidak layak huni sendiri telah berjalan selama beberapa tahun dan rutin dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Samarinda.

Ia juga menyoroti wacana pengintegrasian program RTLH dengan Program Tiga Juta Rumah yang digagas pemerintah pusat. Menurutnya, kedua program tersebut memiliki sasaran penerima yang berbeda sehingga tidak seharusnya disatukan.

Dirinya menjelaskan, program RTLH ditujukan bagi masyarakat yang telah memiliki rumah tetapi kondisinya tidak layak huni, sedangkan Program Tiga Juta Rumah lebih menyasar masyarakat berpenghasilan rendah yang belum memiliki rumah sama sekali.

“Kalau bantuan RTLH dihitung sebagai bagian dari target Program Tiga Juta Rumah, kami khawatir kesempatan masyarakat yang belum memiliki rumah justru berkurang. Menurut kami, kedua program ini sebaiknya tetap berjalan secara terpisah karena segmen penerimanya berbeda,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah pusat maupun Pemerintah Kota Samarinda terus memperkuat dukungan terhadap program RTLH, baik melalui peningkatan anggaran maupun penyempurnaan regulasi, agar semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah dapat memperoleh hunian yang layak.

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan rumah layak huni merupakan bagian dari pemenuhan hak dasar masyarakat, sehingga program tersebut perlu menjadi salah satu prioritas pembangunan di sektor perumahan. (yud/adv)

IPA Tirta Kencana Kuras Bak Sedimentasi

July 6, 2026 by  
Filed under PDAM Samarinda

SAMARINDA – Perusahaan Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Kencana Samarinda menjadwalkan pengurasan bak sedimentasi pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tirta Kencana, Rabu-Kamis 8-9 Juli 2026 mulai pukul 08.00 Wita sampai selesai .

Divisi Humas Perumda Tirta Kencana Samarinda Taufik Taufik menyampaikan, selama pengurasan tersebut berdampak pada proses produksi dan layanan aliran distribusi dari IPA Tirta Kencana kepada pelanggan dihentikan. Pemeliharaan rutin pengurasan bak sedimentasi sudah menjadi agenda rutin di IPA Tirta Kencana.

Saat pengurasan gangguan aliran distribusi jalur IPA Tirta Kencana yang terdampak wilayah Kota, Wilayah Kelurahan Kampung Jawa, Kelurahan Dadi Mulya, Kelurahan Bugis, Kelurahan Bandara, Kelurahan Sidodadi, Kelurahan Pelita, Kelurahan Pasar Pagi, Kelurahan Pelabuhan, Kelurahan Karang Mumus, Kelurahan Sungai Pinang Luar, Kelurahan Sungai Pinang Dalam dan sekitarnya.

“Kami mengimbau kepada masyarakat dan pelanggan di jalur IPA tersebut untuk bisa menampung air sebagai persediaan selama masih mengalir karena selama pengurasan berlangsung aliran distribusi terganggu,” terang Taufik.

Untuk Informasi dan pelaporan hubungi Call Center Hotline 0541 2088100 atau Chat WA 0811553536.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb