Lahan Eks Tambang Diarahkan Jadi Sentra Pangan Kaltim

November 26, 2025 by  
Filed under Kalimantan Timur

Share this news

Pemanfaatan lahan bekas tambang

SAMARINDA – Upaya diversifikasi ekonomi Kalimantan Timur semakin mengarah ke sektor pertanian, salah satunya melalui pemanfaatan lahan pasca tambang. Pemerintah Provinsi Kaltim menilai area bekas tambang tidak harus berhenti sebagai lahan tak produktif, melainkan dapat direhabilitasi menjadi area pertanian apabila melalui proses pemulihan yang tepat.

Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim, Dyah Adiaty Yahya, menyampaikan, sejumlah perusahaan telah membuktikan keberhasilan pemulihan lahan pasca tambang menjadi lahan tanam, termasuk KITADIN dan BBE yang telah membuka hamparan sawah di wilayah operasional mereka.

“Kalau petani mau menggarap, sebenarnya sangat memungkinkan. Hanya saja perbaikannya tidak bisa instan karena kondisi tanah awalnya miskin unsur hara,” ujarnya, Kamis (27/11/25).

Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim, Dyah Adiaty Yahya

Ia menegaskan, transformasi lahan bekas tambang membutuhkan proses bertahap, mulai dari memperbaiki fisik tanah, memulihkan unsur hara, hingga menentukan tanaman yang sesuai. Ia menilai keterbatasan data lokasi eks tambang yang layak digarap menjadi salah satu hambatan utama.

“Selama ini kami masih kesulitan mencari titik lahan yang benar-benar bisa ditindaklanjuti. Datanya belum lengkap,” tambahnya.

Untuk tahap awal, ia merekomendasikan sorgum sebagai tanaman perintis yang paling ideal. Ia menjelaskan, tanaman tersebut mampu menyerap logam berat sekaligus memperbaiki kualitas tanah berkat sistem perakaran dan unsur legum yang dimilikinya.

“Sorgum itu seperti pembersih alami tanah. Tapi tetap perlu biaya besar dan waktu panjang untuk memulihkan tanah agar siap ditanami komoditas lain,” jelasnya.

Kebijakan pemanfaatan lahan pasca tambang menuju sektor pertanian selaras dengan arah pembangunan Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, yang menempatkan hilirisasi perkebunan, energi terbarukan, serta industri bernilai tambah sebagai pilar ekonomi baru Kaltim.

Menurut Rudy, masa depan Kaltim tidak boleh lagi bergantung pada komoditas tambang.

“Transformasi ekonomi harus memberi nilai jangka panjang bagi masyarakat. Pemanfaatan lahan pasca tambang adalah bagian dari langkah itu,” tuturnya.

Dengan dorongan pemerintah dan percepatan pemetaan lahan eks tambang, program ini diproyeksikan membuka ruang baru bagi ketahanan pangan daerah, industri hilir pertanian, sekaligus menambah peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitar wilayah tambang (adv/diskominfokaltim/yud).


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

  • vb

  • Pengunjung

    1420971
    Users Today : 7149
    Users Yesterday : 4812
    This Year : 357481
    Total Users : 1420971
    Total views : 12624840
    Who's Online : 26
    Your IP Address : 216.73.216.136
    Server Time : 2026-03-03