Camping FEB di “Kamboja”

July 21, 2026 by  
Filed under Opini

Share this news

Catatan Rizal Effendi

SEJUMLAH alumni Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Mulawarman (FEB UNMUL) Samarinda melepas rindu. Mereka menggelar camping selama 2 hari, 18-19 Juli lalu. Lokasinya cukup eksotis. Di Gantangan Wisata Pemancingan Tirtonadi Samboja. Bukan Kamboja, meskipun agak mirip namanya.

Kebetulan Tirtonadi milik Muhammad Samsun, SE, M.Si, alumnus FEB Angkatan 95 yang sekarang duduk sebagai anggota DPRD Kaltim dapil Kutai Kartanegara (Kukar) dari PDI Perjuangan. Samsun juga yang menjadi salah seorang penggagas camping. “Biar kita bisa bertemu dan bernostalgia,” katanya bersemangat.

Sebagian peserta Camping FEB Unmul yang diikuti ratusan alumni

Karena itu tema camping sangat menarik dan menggugah. “Menyambung Kembali  Rantai yang Telah Lama Putus.” Maklum sudah lama para alumni FEB tidak berkumpul. Sudah cukup lama juga tersekat komunikasinya atau terputus mata rantainya baik dengan sesam alumni maupun dengan Fakultas dan adik-adik mahasiswa FEB.

Menurut Bang Ery Panca Setyawan, angkatan 93 yang jadi moderator dialog, alumni FEB Unmul jumlahnya ribuan. Kekuatan yang luar biasa. Ada di antaranya menjadi pemimpin daerah dan tokoh politik.  Gubernur Kaltim sekarang Rudy Mas’ud dan Ketua DPRD Hasanuddin Mas’ud juga alumni FEB Unmul. Karena itu jargon FEB Unmul adalah “Ekonomi The Best.”

Ada 10 angkatan yang terlibat di acara camping. “Ini tidak sekadar temu kangen, tetapi juga diharapkan menjadi awal terbentuknya kolaborasi yang lebih erat antara alumni, adik-adik mahasiswa, kampus dan fakultas,” kata Mis Heldy Zahri, yang mewakili panitia pelaksana.

Saya sempat datang di hari pertama camping. Selaku Ketua Ikatan Alumni FEB saya mengapresiasi teman-teman penggagas. Apalagi Samboja boleh dibilang kampung halaman saya, meski saya lahir di Balikpapan.

Penyerahan SK Pengukuhan Koperasi Alumni FEB Unmul kepada ketua terpilih, Muhammad Samsun (kedua dari kanan) didampingi sekretaris Suparmin.

Di tahun 60-an saya tinggal di sana. Ayah saya guru SD di Gunung Malang. Lalu jadi kepala sekolah di Sungai Merdeka. Samboja dikenal sebagai ladang minyak, yang sudah disedot BPM, perusahaan minyak Belanda sejak tahun 50-an. Sekarang lebih 80 sumur minyak yang ada di Samboja dikelola oleh PT Pertamina Hulu Sangasanga (PHSS) di bawah pengawasan SKK Migas.

Kecamatan seluas 1.045,9 kilometer persegi ini dikenal sebagai kawasan pertanian. Di sana ada Waduk Samboja yang sudah dibangun sejak tahun 50-an. Ada juga ribuan transmigran yang sudah beranak pinak. Mereka bertani. Menghasilkan ratusan ribu ton beras, nenas, pisang dan sayur-sayuran.

Belakangan Samboja juga dapat sorotan. Karena di sini marak terjadi penambangan batu bara liar atau yang dikenal dengan istilah batu bara karungan atau batu bara koridor. Banyak yang terlibat. Banyak juga yang jadi OKB. Orang Kaya Baru. “Tapi sekarang sudah ditertibkan,” kata Camat Samboja Barat, Burhanuddin, S.Ag, M.Si.

Samboja semakin strategis karena masuk dalam kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) atau Pusat Kawasan Negara (PKN). “Hampir semua, bahkan seluruh wilayah Kecamatan Samboja itu sudah masuk delineasi IKN,” kata Camat Samboja, Damsik seperti diberitakan KaltimTalk.com.

Samboja saat ini sudah dimekarkan. Ada Kecamatan Samboja induk, ada juga Samboja Barat. Penduduk di Kecamatan Samboja berjumlah 66 ribu jiwa lebih, sedang di Samboja Barat sekitar 31,5 ribu jiwa.

Menurut Samsun, masuknya Samboja ke kawasan IKN tentu memberikan prospek kemajuan di masa depan. Bakal berkembang perekonomiannya termasuk industri pariwisatanya. Karena Samboja ada pantainya. “Tapi juga warga mulai resah berkaitan masalah pertanahan,” jelasnya.

BENTUK KOPERASI

Hampir 200-an alumni datang ke Tirtonadi. Yang banyak alumni Angkatan 90-an. Rasanya saya sendiri yang mewakili Angkatan 80-an. Kuliahnya masih di Kampus Flores. Sedang Angkatan 90-an ke atas sudah di kampus baru Gunung Kelua.

Sayang Dekan FEB Dr Zainal Abidin, SE, MM tak bisa hadir. Kebetulan dia ada acara di IKN. Tapi ada  dosen FEB mewakili Fakultas yang sempat datang. Dia adalah Yusuf Kuleh (95) dan Hairul Anwar (Cody) Angkatan 92. Selain itu ada Purwadi Purwoharsojo, yang dikenal sebagai pengamat ekonomi.

Di luar alumni, ada satu mahasiswa yang “berani” datang. Dia adalah Purna Irawan, wakil ketua BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa ) Angkatan 2024. Purna mengaku senang bisa hadir di tengah-tengah kakak-kakaknya. Dia juga mengakui suasana mahasiswa sekarang agak beda lantaran dipacu waktu kelulusan. Jadi kepekaan sosial dan daya kritisnya tidak sekuat para alumni.

Acara camping juga dimeriahkan dengan lomba mancing. Ada ratusan ikan Nila digelontorkan ke kolam. Sebagai juara 1, 2 dan 3 adalah Murjani (98), Rika Ivan (98) dan Yuliani (93).  Yuliani sekarang menjadi Lurah Sempaja Timur, Samarinda Utara.

Acara camping juga membuahkan hasil positif. Salah satu hasil konkritnya adalah pembentukan Koperasi Alumni FEB Unmul. Tentu bukan untuk menyaingi Koperasi  Merah Putih yang digagas Presiden Prabowo. Tapi niat dan tujuannya sama. Mensejahterakan anggota dan masyarakat serta memajukan perekonomian.

Terpilih sebagai ketua adalah Muhammad Samsun dan sekretaris, Suparmin. Mereka langsung dikukuhkan. “Pengukuhan ini menandai dimulainya kepengurusan koperasi Alumni FEB, yang diharapkan mampu menjadi motor penggerak kegiatan ekonomi sekaligus memperkuat jejaring profesional antaralumni,” kata sang ketua.

Tentu saja pimpinan fakultas menyambut baik pembentukan Koperasi Alumni FEB. Selain mempererat hubungan alumni dan almamater, juga diharapkan mampu melahirkan berbagai program produktif yang berdampak positif bagi anggota maupun masyarakat.

“Kita akan memulai dengan pendataan anggota. Mudah-mudahan banyak alumni yang mau berpartisipasi dan mensukseskan program ini,” kata Suparmin menambahkan.

Para alumni sepakat acara camping digelar tiap tahun. Namanya RAT. Selain Rapat Anggota Tahunan untuk Koperasi Alumni FEB, juga dimasudkan sebagai Reuni Alumni Tahunan. “Tempatnya mau di sini lagi silahkan, atau ada tempat lain juga oke,” kata Samsun.

Belum ada usulan yang muncul. Menurut saya baik juga kalau bisa dilaksanakan di IKN. Kalau Ketua Otorita IKN Pak Basuki Hadimuljono mengizinkan, kita bisa camping di lokasi glamping yang pernah dilakukan Presiden Jokowi. Tempatnya sangat menarik di atas bukit. Bisa lihat kawasan IKN dari atas dan sangat eksotik di malam hari. Di situ juga ada ruang pertemuan.

Saya bilang kepada Mas Purwadi. Acara camping bagus juga kalau diwarnai dengan seminar atau diskusi ekonomi Kaltim termasuk dampak ekonomi IKN. “Ya semacam outlook ekonomi,” kata dia. Kita mengevaluasi ekonomi Kaltim di akhir tahun berjalan dan memberi masukan berkaitan proyeksi atau perkiraan arah perkembangan kondisi ekonomi di tahun mendatang.

Di WA Grup IKA FEB Unmul, ada yang bilang Angkatan 97 sudah mewakafkan Bang Dody  menjadi ketua camping setiap tahun. Lalu Bang Poppeye sebagai sekretaris dan Bang Gernaldy sebagai bendahara. “Sudah diketuk palu di tenda diskusi Tirtonadi,” ujar @Bijak Repih Saujana. “Pas sudah tinggal nambah anggota: Guk,” kata @Rika ivhan.

Asyik juga camping di Tirtonadi. Saya sempat melahap ikan lele. Sedap sekali. Ada yang digoreng dan ada yang dimasukkan ke sayur santan.  Selain itu ada kopi dan kue cucur. Penganan yang dibuat dari tepung beras dan gula merah.  Kue ini juga ada di Malaysia, Thailand dan Brunei. Saya bilang kue ini juga bisa untuk mengusir jin atau setan yang mengganggu camping. He..he…, ada juga yang percaya.(*)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

  • vb