PT PAMA Kubar Gelar Bazar Murah di Kecamatan Damai

March 2, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

SENDAWAR – Pada bulan Suci Ramadan, bulan yang penuh berkah dan ampunan, PT Pamapersada Nusantara distrik Bharinto Ekatama (BEK), berkolaborasi dengan PT Pamapersada Trubaindo Coal Mining (TCM) bersama customer BEK dan TCM melaksanakan kegiatan bazar murah untuk meringankan beban masyarakat yang berada di daerah binaannya.

PT PAMA melaksanakan kegiatan dengan menjual sebanyak seratus paket sembako murah kepada warga  di halaman depan Masjid Jamik Al-Amin, Kampung Damai Kota, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Sabtu (28/2/2026).  Hasil penjualan sembako tersebut diserahkan seluruhnya ke Masjid Al-Amin untuk bantuan operasional mesjid.

Manajemen PT PAMA BEK, Toni Kristiawan HCGS Dept Head mengatakan, kegiatan bazar sembako murah di bulan suci ramadhan yaitu untuk berbagi dengan sesama di bulan suci ramadhan, terutama dengan masyarakat sekitar tambang, di ring satunya perusahaan.

Ia mengerti dengan keadaan warga saat ini, masyarakat sekitar perusahaan tentunya membutuhkan uluran tangan dari semua pihak terutama perusahaan.

“Kami berharap ini bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar, terutama ring satunya perusahaan,”ujarnya.

Ia menuturkan, setiap tahun di bulan suci ramadhan secara rutin perusahaan memberikan santunan dan juga bingkisan Ramadan, serta bulan baik lainnya. Seperti hari raya idul Adha PAMA BEK secara rutin selalu berkurban juga di masjid Al-Amin ini, serta santunan kepada kaum duafa dan juga anak yatim selalu di lakukan.

“Terimakasih kepada seluruh warga Damai dan juga pengurus masjid Al-Amin yang selalu menerima kami disini,”ungkapnya.

Dijelaskannya, bantuan sembako dan juga bingkisan Ramadan ini jika dilihat memang nilainya tidak seberapa, namun yang perlu di lihat kepedulian perusahaan terhadap warga sekitar.

“Mudah mudahan ini bermanfaat bagi warga sekitar, dan nama kami bisa membekas di hati masyarakat,”ungkapnya.

Ia berharap, program ini terus berlanjut selama perusahaan masih disini. “Kami hanya mengharap doanya kepada semua masyarakat Damai Kota ini, agar perusahaan lancar dalam beroperasi, dan manajemen serta karyawan di berikan kesehatan dan keselamatan, agar selalu bisa berbagi dengan warga sekitar,” tandasnya.

Ketua Masjid Al-Amin, Baharudin Bo’oy menyampaikan terimakasih kepada PT PAMA dan BEK maupun TCM, yang selalu berbagi dengan warga di Kampung Damai Kota ini, yang mana setiap tahun perusahaan ini selalu berbagi dengan warga Kampung Damai ini, baik di bulan suci Ramadan maupun hari raya Iduladha.

“Kami atas nama pengurus masjid dan seluruh warga Kampung Damai Kota ini hanya bisa membalas dengan doa, agar manajemen dan juga karyawan selamat dalam bekerja dan produksinya semakin lancar, agar selalu bisa berbagi dengan kami, kami hanya bisa berdoa, semoga Allah SWT yang membalasnya,” ungkapnya.

Camat Damai, Iman Setiadi yang diwakili Plt.Kasi Pelayanan Umum, Ohira Hardianto menyampaikan, pihak kecamatan sangat mengapresiasi terhadap PT PAMA dan BEK ataupun TCM yang selalu rutin berbagi dengan warga Kampung Damai Kota. Melalui bazar murah ini dapat meringankan beban masyarakat, apalagi dalam kondisi saat ini yang sangat perlu uluran tangan dari semua pihak, terutama perusahaan.

“Semoga apa yang sudah dilakukan oleh perusahaan ini bisa mendatangkan berkah bagi kita semua di bulan suci ramadhan ini,” ujarnya.

Ia berharap, semoga perusahaan tidak bosan bosan membantu masyarakat Damai ini, kedepannya kegiatan terus berlanjut secara rutin dan semoga bisa lebih besar daripada saat ini.

“Atas nama pemerintah kecamatan, dan warga Kecamatan Damai, kami hanya bisa membalas dengan doa, semoga perusahaan terus lancar beroperasi, serta manajemen dan juga karyawan selamat dalam bekerja,” tandasnya. (arf).

Gubernur Kaltim Kembalikan Mobil Dinas Baru

March 2, 2026 by  
Filed under Berita

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud

SAMARINDA – Menyikapi aspirasi masyarakat yang berkembang serta memperhatikan imbauan dan arahan dari pemerintah pusat, Gubernur Kalimantan Timur, H. Rudy Mas’ud memutuskan mengembalikan mobil dinas baru hasil pengadaan pada APBD Perubahan 2025.

Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan masukan dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), serta tokoh masyarakat dan tokoh agama di Kalimantan Timur.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim Muhammad Faisal menjelaskan, mobil tersebut belum pernah digunakan untuk operasional Pemerintah Provinsi Kaltim.

“Mumpung mobil baru tersebut belum pernah digunakan operasional Pemprov Kaltim, kemudian memperhatikan aspirasi masyarakat serta imbauan dari pemerintah pusat dan para tokoh masyarakat, Gubernur mengucapkan terima kasih atas kritik dan saran yang disampaikan selama ini dan memerintahkan kepada PPK dan KPA untuk mengembalikan mobil tersebut,” ujar Faisal di Samarinda, Minggu (1/3/2026).

Pengadaan mobil dinas Gubernur Kaltim menjadi perbincangan publik sejak dianggarkan dalam APBD Perubahan 2025. Melalui Biro Umum Sekretariat Daerah, Pemprov Kaltim mengadakan satu unit kendaraan roda empat untuk operasional pimpinan senilai Rp8,49 miliar yang disediakan oleh CV Afisera Samarinda.

Unit yang dimaksud adalah Range Rover 3.0 LWB Autobiography PHEV P460e warna putih telah dilakukan serah terima pada 20 November 2025. Namun demikian, kendaraan tersebut hingga kini masih berada di Jakarta, tepatnya di Kantor Badan Penghubung Kaltim.

“Walaupun sudah diserahterimakan, unit mobil ini masih berada di Jakarta. Sesuai arahan Gubernur, KPA dan PPK telah melakukan koordinasi dengan penyedia. Alhamdulillah pihak penyedia sangat memaklumi dan bersedia menerima pengembalian tersebut. Surat resmi juga telah dikirimkan pada hari Jumat kemarin,” jelas Faisal.

Selanjutnya, penyedia akan memberikan balasan surat. Setelah surat diterima, proses serah terima kembali kendaraan akan segera dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku.

“Empat belas hari setelah menerima kembali mobil tersebut, penyedia berkewajiban menyetorkan kembali dana yang telah diterima sesuai harga mobil ke kas daerah,” tambahnya.

Pemprov Kaltim berharap langkah ini dapat mengakhiri polemik yang berkembang di tengah masyarakat. Untuk sementara waktu, operasional Gubernur menggunakan mobil yang ada saja walaupun sudah tidak optimal lagi karena sudah lama.

Keputusan ini disebut sebagai bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam menjaga kepercayaan publik serta memastikan setiap kebijakan tetap selaras dengan aspirasi masyarakat dan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik. (MF/KRV)

Tidak Hanya Permakanan, Tim Juga Penuhi Kebutuhan Layanan Dukungan Psikososial

March 2, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

PASER — Tim gabungan yang terdiri dari Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur, Dinas Sosial Kabupaten Paser, BPBD Kabupaten Paser, dan relawan Tagana disebut tidak hanya memberikan pemenuhan kebutuhan permakanan, melainkan juga pemenuhan kebutuhan Layanan Dukungan Psikosial (LDP) penyintas bencana kebakaran di pengungsian.

“Kegiatan hari ini masak sekaligus kegiatan LDP, ” ungkap Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur Andi Muhammad Ishak melalui Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Achmad Rasyidi, Minggu (1/3/2025).

Menurutnya, LDP merupakan salah satu aspek paling krusial dalam penanganan pascabencana. Melalui kegiatan LDP diharapkan bisa memberikan pertolongan pertama psikologis.

Sesaat setelah bencana, korban biasanya berada dalam kondisi syok, panik, atau mati rasa secara emosional.

“LDP berfungsi membantu korban setidaknya merasa lebih aman dan terkendali, memberi ruang bagi korban untuk menyadari bahwa reaksi emosional mereka (menangis, marah, takut) adalah hal yang wajar dalam situasi yang tidak wajar,” jelasnya.

Terpenting, LDP diharap dapat mencegah dampak psikologis jangka panjang. Tanpa penanganan yang tepat, trauma ringan bisa berkembang menjadi gangguan yang lebih serius.

Kegiatan penanganan bencana tersebut dilakukan mulai 27 Februari 2026 atau sehari setelah kebakaran hebat yang menghanguskan  45 rumah, 58 KK dan 173 jiwa di Desa Muara Adang, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser, 26 Februari 2026. (AM)

LPTQ Gelar Khatam Qur’an dan Berbagi Takzil Semarakan Ramadan

March 2, 2026 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA — Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Kalimantan Timur menggelar Buka Puasa Bersama yang diisi dengan rangkaian khataman Al Qur’an, pembagian takzil, serta tausiah, dan pembacaan manaqib Sayidah Hadijah Al Kubro dan Manaqib Sayidah Fathimah Az-Zahra.

“Tujuan utamanya tidak lain menyemarakkan Ramadhan dengan kegiatan positif. Sesuai peran sebagai lembaga pengembangan Tilawatil Qur’an, maka kita mengajak seluruh pengurus khataman Al Quran bersama binaan LPTQ,” ujar Ketua LPTQ Kalimantan Timur Sri Wahyuni saat Khatam Qur’an dan Buka Puasa Bersama Keluarga Besar LPTQ Provinsi Kalimantan Timur, Minggu (1/3/2026).

Sebelumnya, seluruh pengurus membaca Al-Qur’an masing-masing sesuai pembagian juz ditetapkan. Dan pada hari H kegiatan hanya dilanjut prosesi khataman bersama keluarga besar pengurus dan anak-anak binaan LPTQ.

Dia berharap kegiatan serupa terus dilanjutkan tidak sebatas bulan Ramadan. Ini sesuai saran Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji pada buka puasa bersama tahun lalu yang meminta agar Sekretariat LPTQ harus aktif diisi kegiatan pengembangan Tilawatil Qur’an.

Selama Ramadan anak binaan LPTQ Kaltim juga diminta memakmurkan Masjid Negara IKN dan masjid-masjid besar lainnya di dalam dan luar daerah Kaltim. (am)

Minta Maaflah Pak Gub

March 1, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

HEBOH mobil mahal Gubernur Kaltim H Rudy Mas’ud (HARUM) sudah meluas. Boleh dibilang sudah menjadi kehebohan nasional. Isinya semua mencela. Kebijakan itu benar-benar jauh dari aroma harum yang sebenarnya. Pak Gub dihujat di mana-mana. Sedih juga. Dulu HARUM sempat bilang Kang Dedi Mulyadi (KDM) sebagai gubernur konten. Sekarang giliran Pak Gub punya cap begitu. Sayang capnya agak hitam.

Mas Darno menjelaskan kebijakan mobil mahal Gubernur Rudy Mas’ud di KompasTV

Malah belakangan sorotan orang makin meluas. Soal penampilan istrinya, Hj Sarifah Suraidah disebut bak “Noni Belanda,” soal ada anggaran penulisan naskah pidato, soal anggaran dapur rumah dinas gubernur sampai berbagai hal yang dilakukan dinasti Mas’ud.

Menurut saya tidak ada jalan lain, Gubernur HARUM sebaiknya secara ksatria meminta maaf atas kehilafan ini. Yakinlah apa yang dicibir orang bukan ghibah dan apa yang dimaksud dengan marwah atau muru’ah itu, bukan seperti persepsi yang disampaikan Pak Gub.

Selain meminta maaf, Gubernur harus berani secara langsung menyampaikan klarifikasi atas kesimpangsiuran sekitar pengadaan mobil tersebut.

Pertama, perlu ketegasan apakah mobil tersebut sudah dibeli apa belum? Kalau sudah dibeli, apa jenis mobilnya dan berapa harganya. Tampilkan fotonya. Apa alasan membeli mobil dengan harga yang tinggi? Bukankah ada jenis-jenis mobil dengan spek yang sama, yang harganya tidak semahal yang ada. Pak Gub tidak bisa berkilah bahwa urusan harga dia tidak mengikuti. Ada informasi mengutip KALPOSTONLINE.COM, pengadaan mobil itu lewat CV A dengan nilai kontrak Rp8.499.936.000. Spesifikasinya mobil SUV hybrid 2996 cc 434 HP. Apa benar?

Kedua, sesungguhnya mobil tersebut mau digunakan dan ditempatkan di mana? Di lihat dari penjelasan Pak Gub sebelumnya, terkesan mobil ada di Jakarta. Sementara dua staf Pak Gub termasuk Sekdaprov memberikan penjelasan yang berbeda. Disebutkan mobil itu untuk menyambut tamu IKN dan dipergunakan di medan Kaltim yang berat. Lalu yang benar yang mana?

Ketiga, Pak Gub sebaiknya berkonsultasi dengan Mendagri dan BPK. Saya yakin kalau mobil itu belum dibeli, sarannya dibatalkan saja. Tapi kalau terlanjur sudah dibeli, apa boleh dijual atau dilelang atau dikembalikan ke agennya? Kalau ada risiko kerugian, maka ditanggung secara pribadi oleh Pak Gub. Mobil itu jika dipakai Pak Gub, sepanjang masa akan menjadi bahan celaan orang atas “marwah” Pak Gub yang tidak berpihak ke masyarakat. Belum ada mobil pejabat semahal itu. Presiden Prabowo saja hanya pakai Maung Rp1,2 miliar. Atau Wapres Gibran tak jarang menggunakan Avanza. Jadi kata-kata Pak Gub di depan mahasiswa: “Masa Gubernur pakai Kijang” harusnya dimaknai hal biasa, bukan ketidakwajaran atau merusak marwah.

Keempat, Pak Gub bilang sampai saat ini Pemprov Kaltim belum menyediakan mobil dinas untuk dia di Kaltim. Pertanyaannya, kenapa belum dianggarkan? Apakah ada rencana kalau sukses mobil yang di Jakarta, baru menyusul pengadaan mobil untuk yang di Kaltim dengan kelas yang tak kalah wah-nya? Kata Pak Gub, selama ini dia menggunakan mobil pribadi sampai hancur. Itu sangat kita hargai berkorban untuk negara dan rakyat. Kita salut. Pasti tidak seberapa dilihat dari kekayaan Pak Gub yang mencapai ratusan miliar. Tapi ada wartawan menulis, ke mana mobil Lexus LX 570 yang dipakai gubernur sebelumnya? Katanya hanya dipakai petugas pengawalan, apa benar dan pantas?

Kelima, Pak Gub harus memperbaiki public speaking-nya. Pak Gub harus memahami cara berpikir orang banyak atau masyarakat yang sebagian besar hidup penuh keterbatasan. Ada netizen bilang, apa yang dipahami Pak Gub itu sebagai fenomena cacat berpikir. Sebagai orang kaya, apa yang dikenakan Pak Gub seperti jam tangan yang miliaran rupiah biasa-biasa saja. Tapi sebagai pemimpin masyarakat dan pejabat negara, maka gaya flexing seorang pemimpin sangat melukai perasaan masyarakat. Kolumnis Supriyanto Martosuwito mengatakan, kekuasaan punya efek psikologis yang halus. Fasilitas yang mewah berubah menjadi kewajaran.

Keenam, Pak Gub juga harus mengajak abang kandungnya, Hasanuddin Mas’ud (HAMAS) berpikir yang pantas. Dalam situasi yang peka ini, HAMAS sebagai Ketua DPRD Kaltim seenaknya bilang kalau dia jadi gubernur dia malah beli helikopter.  Kesannya dia lagi menantang rakyat. Walau tujuan beli heli bagus, tapi dia harus sadar bahwa hati masyarakat lagi terluka. HAMAS juga harus menjelaskan betulkah DPRD juga mengambil anggaran APBD 2026 sebesar Rp6,8 miliar untuk kendaraan dinas Dewan. Kalau benar, sebaiknya dibatalkan atau direvisi disesuaikan dengan kondisi. Bukankah APBD Kaltim sangat berat dampak dari pemangkasan atau efisiensi.

ADA MAS DARNO LAGI

Saya lama tak berkomunikasi dengan Sudarno, mantan juru bicara tim kampanye Rudy Mas’ud-Seno Aji. Dia sempat ngambek dan lewat podcast,  Mas Darno – begitu saya panggil – sempat mengkritisi berbagai kebijakan Gubernur HARUM.

Mas Darno sempat menyoroti Hijrah Mas’ud, adik kandung gubernur yang ikut cawe-cawe di Kantor Gubernur. Dia juga sangat keras menentang kehadiran dua dosen Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar yaitu Dr Syahrir A Pasinringi, MS (Prof Cali) dan Dr Fridawaty Rivai, SKM, M.Kes jadi dewan pengawas RSUD milik Pemprov Kaltim. Dia sebut itu pelecehan SDM lokal dan bernuansa capital fligt atau pelarian dana ke luar.

Setelah menghilang  beberapa waktu terakhir, kemarin nama Mas Darno muncul lagi sebagai salah satu anggota Tim Tenaga Ahli Gubernur. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana komunikasinya, karena di situ juga ada nama Hijrah Mas’ud dan Prof Cali yang jadi sorotan Mas Darno.

Beberapa hari lalu Mas Darno diwawancarai Kompastv. Dia tampil penuh semangat sebagai “juru bicara” Tim yang menjelaskan soal pembelian mobil gubernur yang menghebohkan itu.

Presenter KompasTV: Sebenarnya mobil itu mau dipakai untuk apa?

Darno: Fungsinya ada dua. Fungsi operasional untuk jelajah Kaltim yang luasnya 127 ribu km yang medannya sangat berat dan kedua yang berkaitan dengan tamu-tamu. Tapi intinya Pak Gubernur bukan minta mobil apapun. Yang penting dipenuhi speknya. Publik harus tahu ini sudah efisiensi. Karena awalnya pada APBD yang disusun pemerintah sebelumnya, ada sewa helikopter Rp2 miliar per bulan kali 12, jadi Rp24 miliar dalam rangka untuk mobilisasi memantau se Kaltim. Tapi Rudy Mas’ud nggak mau.  Makanya menyerahkan TPAD, Sekda dan teman-teman, untuk mengatur. Yang penting beliau bisa jelajah Kaltim, melihat langsung masyarakat Kaltim.

Bukankah banyak mobil yang speknya sama dengan harga yang tidak fantastis sampai Rp8,5 miliar?.

Darno : Pak Gubernur kita tidak mengatur harganya. Yang penting speknya sesuai Permendagri 2006, silahkan. Yang penting double garden. Yang penting untuk tamu bisa. Untuk mobilasasi se Kaltim bisa. Yang pasti hari ini Pak Gubernur sudah setahun pakai mobil pribadi.

Jadi yang ngusulin akhirnya menjadi mobil seharga Rp8,5 miliar siapa?

Darno : Ya itu kan ada sistem. Pak Gubernur saya itu tidak ngurusi. Dia berbasis pada kebutuhan. Mau mobil harga satu miliar atau 2 miliar silahkan. Yang penting itu mobil untuk lapangan dan kemungkinan tamu-tamu. Kemudian gubernur menyerahkan teman-teman  TPAD, Sekdaprov dan teman-teman di DPRD.

Tapi kenapa kemudian mobilnya ini kata Pak Gub ada di Jakarta?

Darno: Masih ada di Jakarta. Tapi kan bisa ditarik ke Kaltim. Itu urusan teknis saja. Yang penting peruntukannya untuk lapangan dan sebagainya. Dan publik mesti tahu bahwa ini tidak kemudian Pak gubernur minta spek ini dan sebagainya. Ngga ada cerita itu.

Terima kasih atas penjelasannya Mas Darno. Selamat bergabung kembali di lingkaran Pak Gub. Jangan ngambek lagi ya.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1459409
    Users Today : 1015
    Users Yesterday : 5300
    This Year : 395919
    Total Users : 1459409
    Total views : 12854699
    Who's Online : 68
    Your IP Address : 216.73.216.84
    Server Time : 2026-03-11