KONI Kaltim Cek Kondisi Venue di Komplek Stadion Palaran

July 22, 2026 by  
Filed under Olahraga

SAMARINDA – Ketua Umum KONI Kaltim, H. Anderiy Syachrum, kembali turun langsung mengecek kondisi sejumlah venue di kompleks Stadion Palaran, Selasa (21/7/2026) sore. Rombongan pengurus KONI didampingi Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Rasman Rading.

Titik pertama yang disambangi adalah venue akuatik. Di sana, Anderiy melihat langsung tiga fasilitas kolam renang, mulai dari kolam lintasan, kolam lompat indah, hingga kolam pemanasan. Sayangnya, dari ketiganya, hanya kolam lintasan yang benar-benar aktif digunakan itu pun terbatas untuk atlet Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) di bawah naungan Pemprov Kaltim.

“Dari tiga kolam ini, sementara yang bisa digunakan hanya kolam lintasan oleh atlet,” ujar Rasman.

Ia berharap KONI Kaltim bisa membantu mencarikan solusi, salah satunya dengan menggandeng pihak ketiga. Menurutnya, kolam ini punya potensi lebih dari sekadar tempat latihan atlet.

“Sebenarnya kalau ada swasta yang mau terlibat untuk ikut membantu kolam ini sangat bagus, siapa tahu pihak swasta mau menambah fasilitas bermain seperti water boom biar tambah ramai. Enggak masalah kalau mau dikomersialkan, jadi kolam ini bisa untuk latihan atlet, bisa juga jadi arena bermain warga. Jadi manfaatnya dobel,” ungkapnya.

Rombongan lalu bergeser ke venue tenis. Kondisinya jauh lebih oke fasilitas sudah cukup memadai, hanya butuh tambahan penerangan untuk sesi latihan malam. Berbeda dari kolam renang, lapangan tenis ini justru lebih terbuka untuk umum, mengingat atlet SKOI memang tidak ada yang menekuni cabor ini.

“Khusus ini pihak UPT lagi coba memasarkan ke pihak umum, daripada terbengkalai. Jadi silakan yang ingin menggunakan lapangan ini, masih gratis,” kata Rasman.

Masih di kompleks yang sama, rombongan melanjutkan peninjauan ke trek sepatu roda dan atletik. Di sinilah kondisi paling memprihatinkan ditemukan lapisan aspal halus dan semen beton berlapis khusus di trek sudah kian menipis. Para atlet pun mengeluhkan kondisi tersebut dan meminta perbaikan segera agar latihan tetap aman.

“Untuk menjaga ritme latihan para atlet, kami juga latihan di Stadion Sempaja menggunakan lintasan di sana, karena aspalnya boleh dibilang masih layak untuk atlet-atlet berlatih,” ungkap Garda Hiramada, pelatih sepatu roda SKOI.

Usai keliling venue, Anderiy menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan memetakan skala prioritas perbaikan fasilitas. “Jadi kami harus memetakan terlebih dahulu mana venue cabor yang menjadi skala prioritas untuk segera kita tindak lanjuti. Hasil tinjauan di lapangan memang sebagian memprihatinkan,” tuturnya, didampingi Ketua Harian KONI Samarinda, Nidya Listiyono.

Ia mengakui, keterbatasan fiskal APBD membuat KONI perlu menggandeng mitra strategis untuk membantu perbaikan fasilitas termasuk usulan swastanisasi kolam renang yang sempat disampaikan Rasman.

“Sebenarnya ini ide yang bagus, sambil kami cari jalan keluarnya untuk merangkul pihak swasta. Begitu pun dengan lintasan sepatu roda yang memerlukan dana Rp350 juta untuk perbaikan, kami juga coba akomodasi,” jelasnya.

Di akhir kunjungan, Anderiy berpesan agar para pelatih dan atlet tetap bersabar sembari KONI terus mencari solusi.

“Saya minta untuk para atlet, dengan kondisi fasilitas yang ada saat ini, jangan sampai mengendurkan semangat untuk berlatih,” pungkasnya. “Kami di KONI juga berusaha semaksimal mungkin untuk mengakomodir semua keluh kesah atlet sambil mencari jalan keluar terbaik.” (*)

Air Panas Pemapak Berau ke Panggung Wisata Dunia

July 21, 2026 by  
Filed under Wisata

‎‎Tanjung Redeb – Keindahan alam saja dinilai belum cukup untuk membuat sebuah destinasi wisata mampu bertahan dan dikenal luas. Di balik panorama yang ditawarkan, wisatawan kini mencari pengalaman, cerita, hingga interaksi dengan kehidupan masyarakat setempat.

‎‎Potensi tersebut terlihat di kawasan wisata Air Panas Pemapak, Kampung Biatan Bapinang, Kecamatan Biatan. Destinasi ini menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian dalam kunjungan Utusan Presiden Seychelles untuk ASEAN, Nico Barito, bersama Wakil Bupati Berau, Gamalis, Senin (20/7/2026).

‎‎Dalam kunjungan tersebut, Air Panas Pemapak tidak hanya dilihat sebagai objek wisata alam, tetapi sebagai kawasan yang masih memiliki ruang besar untuk dikembangkan menjadi destinasi dengan daya tarik yang lebih kuat. Salah satu yang dinilai penting adalah bagaimana kekayaan lokal diterjemahkan menjadi pengalaman yang bisa dirasakan wisatawan.

‎‎Nico menilai, identitas masyarakat dan kearifan lokal seharusnya tidak dipisahkan dari pengembangan pariwisata.

‎‎“Cerita yang lahir dari sejarah, budaya, tradisi, hingga kehidupan warga bisa menjadi nilai tambah yang membuat sebuah destinasi memiliki karakter dan tidak mudah tergantikan,” ucapnya.

‎‎Pengembangan juga dinilai perlu diarahkan pada konsep wisata berbasis pengalaman. Wisatawan tidak hanya datang untuk melihat dan berfoto, tetapi dapat mengikuti aktivitas masyarakat, menikmati atraksi budaya, serta merasakan langsung keunikan kawasan.

‎‎Dengan cara itu, kunjungan wisata diharapkan tidak bersifat sesaat dan mampu mendorong wisatawan untuk datang kembali.

‎‎Wakil Bupati Berau, Gamalis, melihat peluang tersebut sejalan dengan arah pengembangan pariwisata daerah. Menurutnya, Berau masih memiliki banyak potensi destinasi yang dapat dikembangkan sekaligus membuka ruang investasi dan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

‎‎“Potensi investasi di Berau masih sangat terbuka, khususnya di sektor pariwisata. Kami berharap semakin banyak kolaborasi yang terjalin agar pengembangan destinasi wisata bisa berjalan lebih optimal,” kata Gamalis.

‎‎Ia berharap perhatian terhadap Air Panas Pemapak dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan lebih luas potensi wisata Berau, termasuk ke jaringan internasional.

‎‎Dengan kolaborasi pemerintah, masyarakat dan pelaku usaha, destinasi tersebut diharapkan tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menghadirkan pengalaman khas yang menjadi alasan wisatawan untuk datang dan kembali lagi. (Dy/Ok)

Seleksi Terbuka JPT di PPU, Posisi Kadis Dinkes Minim Pelamar

July 21, 2026 by  
Filed under PPU

Penajam – Proses Seleksi Terbuka (Open Bidding) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPT) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tidak berjalan optimal. Dari lima posisi yang dilelang, jabatan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) terancam batal karena minim pelamar.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) PPU, Khairudin mengungkapkan, hingga batas akhir pendaftaran awal, jumlah pelamar untuk Dinkes baru dua orang. Angka itu belum memenuhi ketentuan minimal empat pelamar sebagaimana diatur dalam Permenpan RB Nomor 15 Tahun 2019.

Kepala BKPSDM PPU, Khairudin.

“Secara umum proses berjalan baik, tetapi untuk Dinkes memang belum memenuhi kuota. Baru dua pelamar yang mendaftar,” ujar Khairudin, Selasa (21/7/2026).

Sementara itu, empat jabatan lainnya telah memenuhi syarat minimal pelamar. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menjadi formasi paling diminati dengan 12 pelamar, disusul Disdikpora delapan pelamar, PUPR lima pelamar dan Bapelitbang empat pelamar.

Total terdapat 31 ASN yang ikut bersaing memperebutkan lima kursi kepala dinas. Mayoritas berasal dari internal Pemkab PPU, dengan satu pelamar dari luar daerah untuk posisi Diskominfo.

Untuk mengatasi kekurangan pelamar di Dinkes, panitia seleksi akan memperpanjang masa pendaftaran selama tujuh hari, mulai 22 hingga 29 Juli 2026.

“Jika sampai perpanjangan tetap tidak terpenuhi, maka seleksi Dinkes bisa dibatalkan dan akan diisi oleh pelaksana tugas,” tegasnya.

Akibat perpanjangan ini, seluruh tahapan seleksi ikut bergeser. Seleksi administrasi yang semula dijadwalkan 22–24 Juli ditunda hingga akhir masa perpanjangan, dengan target assessment berlangsung pertengahan Agustus.

BKPSDM PPU pun mendorong ASN yang memenuhi syarat, termasuk pejabat fungsional madya dan tenaga medis, untuk ikut mendaftar agar kekosongan tidak terjadi. (Wahyudi)

Camping FEB di “Kamboja”

July 21, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SEJUMLAH alumni Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Mulawarman (FEB UNMUL) Samarinda melepas rindu. Mereka menggelar camping selama 2 hari, 18-19 Juli lalu. Lokasinya cukup eksotis. Di Gantangan Wisata Pemancingan Tirtonadi Samboja. Bukan Kamboja, meskipun agak mirip namanya.

Kebetulan Tirtonadi milik Muhammad Samsun, SE, M.Si, alumnus FEB Angkatan 95 yang sekarang duduk sebagai anggota DPRD Kaltim dapil Kutai Kartanegara (Kukar) dari PDI Perjuangan. Samsun juga yang menjadi salah seorang penggagas camping. “Biar kita bisa bertemu dan bernostalgia,” katanya bersemangat.

Sebagian peserta Camping FEB Unmul yang diikuti ratusan alumni

Karena itu tema camping sangat menarik dan menggugah. “Menyambung Kembali  Rantai yang Telah Lama Putus.” Maklum sudah lama para alumni FEB tidak berkumpul. Sudah cukup lama juga tersekat komunikasinya atau terputus mata rantainya baik dengan sesam alumni maupun dengan Fakultas dan adik-adik mahasiswa FEB.

Menurut Bang Ery Panca Setyawan, angkatan 93 yang jadi moderator dialog, alumni FEB Unmul jumlahnya ribuan. Kekuatan yang luar biasa. Ada di antaranya menjadi pemimpin daerah dan tokoh politik.  Gubernur Kaltim sekarang Rudy Mas’ud dan Ketua DPRD Hasanuddin Mas’ud juga alumni FEB Unmul. Karena itu jargon FEB Unmul adalah “Ekonomi The Best.”

Ada 10 angkatan yang terlibat di acara camping. “Ini tidak sekadar temu kangen, tetapi juga diharapkan menjadi awal terbentuknya kolaborasi yang lebih erat antara alumni, adik-adik mahasiswa, kampus dan fakultas,” kata Mis Heldy Zahri, yang mewakili panitia pelaksana.

Saya sempat datang di hari pertama camping. Selaku Ketua Ikatan Alumni FEB saya mengapresiasi teman-teman penggagas. Apalagi Samboja boleh dibilang kampung halaman saya, meski saya lahir di Balikpapan.

Penyerahan SK Pengukuhan Koperasi Alumni FEB Unmul kepada ketua terpilih, Muhammad Samsun (kedua dari kanan) didampingi sekretaris Suparmin.

Di tahun 60-an saya tinggal di sana. Ayah saya guru SD di Gunung Malang. Lalu jadi kepala sekolah di Sungai Merdeka. Samboja dikenal sebagai ladang minyak, yang sudah disedot BPM, perusahaan minyak Belanda sejak tahun 50-an. Sekarang lebih 80 sumur minyak yang ada di Samboja dikelola oleh PT Pertamina Hulu Sangasanga (PHSS) di bawah pengawasan SKK Migas.

Kecamatan seluas 1.045,9 kilometer persegi ini dikenal sebagai kawasan pertanian. Di sana ada Waduk Samboja yang sudah dibangun sejak tahun 50-an. Ada juga ribuan transmigran yang sudah beranak pinak. Mereka bertani. Menghasilkan ratusan ribu ton beras, nenas, pisang dan sayur-sayuran.

Belakangan Samboja juga dapat sorotan. Karena di sini marak terjadi penambangan batu bara liar atau yang dikenal dengan istilah batu bara karungan atau batu bara koridor. Banyak yang terlibat. Banyak juga yang jadi OKB. Orang Kaya Baru. “Tapi sekarang sudah ditertibkan,” kata Camat Samboja Barat, Burhanuddin, S.Ag, M.Si.

Samboja semakin strategis karena masuk dalam kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) atau Pusat Kawasan Negara (PKN). “Hampir semua, bahkan seluruh wilayah Kecamatan Samboja itu sudah masuk delineasi IKN,” kata Camat Samboja, Damsik seperti diberitakan KaltimTalk.com.

Samboja saat ini sudah dimekarkan. Ada Kecamatan Samboja induk, ada juga Samboja Barat. Penduduk di Kecamatan Samboja berjumlah 66 ribu jiwa lebih, sedang di Samboja Barat sekitar 31,5 ribu jiwa.

Menurut Samsun, masuknya Samboja ke kawasan IKN tentu memberikan prospek kemajuan di masa depan. Bakal berkembang perekonomiannya termasuk industri pariwisatanya. Karena Samboja ada pantainya. “Tapi juga warga mulai resah berkaitan masalah pertanahan,” jelasnya.

BENTUK KOPERASI

Hampir 200-an alumni datang ke Tirtonadi. Yang banyak alumni Angkatan 90-an. Rasanya saya sendiri yang mewakili Angkatan 80-an. Kuliahnya masih di Kampus Flores. Sedang Angkatan 90-an ke atas sudah di kampus baru Gunung Kelua.

Sayang Dekan FEB Dr Zainal Abidin, SE, MM tak bisa hadir. Kebetulan dia ada acara di IKN. Tapi ada  dosen FEB mewakili Fakultas yang sempat datang. Dia adalah Yusuf Kuleh (95) dan Hairul Anwar (Cody) Angkatan 92. Selain itu ada Purwadi Purwoharsojo, yang dikenal sebagai pengamat ekonomi.

Di luar alumni, ada satu mahasiswa yang “berani” datang. Dia adalah Purna Irawan, wakil ketua BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa ) Angkatan 2024. Purna mengaku senang bisa hadir di tengah-tengah kakak-kakaknya. Dia juga mengakui suasana mahasiswa sekarang agak beda lantaran dipacu waktu kelulusan. Jadi kepekaan sosial dan daya kritisnya tidak sekuat para alumni.

Acara camping juga dimeriahkan dengan lomba mancing. Ada ratusan ikan Nila digelontorkan ke kolam. Sebagai juara 1, 2 dan 3 adalah Murjani (98), Rika Ivan (98) dan Yuliani (93).  Yuliani sekarang menjadi Lurah Sempaja Timur, Samarinda Utara.

Acara camping juga membuahkan hasil positif. Salah satu hasil konkritnya adalah pembentukan Koperasi Alumni FEB Unmul. Tentu bukan untuk menyaingi Koperasi  Merah Putih yang digagas Presiden Prabowo. Tapi niat dan tujuannya sama. Mensejahterakan anggota dan masyarakat serta memajukan perekonomian.

Terpilih sebagai ketua adalah Muhammad Samsun dan sekretaris, Suparmin. Mereka langsung dikukuhkan. “Pengukuhan ini menandai dimulainya kepengurusan koperasi Alumni FEB, yang diharapkan mampu menjadi motor penggerak kegiatan ekonomi sekaligus memperkuat jejaring profesional antaralumni,” kata sang ketua.

Tentu saja pimpinan fakultas menyambut baik pembentukan Koperasi Alumni FEB. Selain mempererat hubungan alumni dan almamater, juga diharapkan mampu melahirkan berbagai program produktif yang berdampak positif bagi anggota maupun masyarakat.

“Kita akan memulai dengan pendataan anggota. Mudah-mudahan banyak alumni yang mau berpartisipasi dan mensukseskan program ini,” kata Suparmin menambahkan.

Para alumni sepakat acara camping digelar tiap tahun. Namanya RAT. Selain Rapat Anggota Tahunan untuk Koperasi Alumni FEB, juga dimasudkan sebagai Reuni Alumni Tahunan. “Tempatnya mau di sini lagi silahkan, atau ada tempat lain juga oke,” kata Samsun.

Belum ada usulan yang muncul. Menurut saya baik juga kalau bisa dilaksanakan di IKN. Kalau Ketua Otorita IKN Pak Basuki Hadimuljono mengizinkan, kita bisa camping di lokasi glamping yang pernah dilakukan Presiden Jokowi. Tempatnya sangat menarik di atas bukit. Bisa lihat kawasan IKN dari atas dan sangat eksotik di malam hari. Di situ juga ada ruang pertemuan.

Saya bilang kepada Mas Purwadi. Acara camping bagus juga kalau diwarnai dengan seminar atau diskusi ekonomi Kaltim termasuk dampak ekonomi IKN. “Ya semacam outlook ekonomi,” kata dia. Kita mengevaluasi ekonomi Kaltim di akhir tahun berjalan dan memberi masukan berkaitan proyeksi atau perkiraan arah perkembangan kondisi ekonomi di tahun mendatang.

Di WA Grup IKA FEB Unmul, ada yang bilang Angkatan 97 sudah mewakafkan Bang Dody  menjadi ketua camping setiap tahun. Lalu Bang Poppeye sebagai sekretaris dan Bang Gernaldy sebagai bendahara. “Sudah diketuk palu di tenda diskusi Tirtonadi,” ujar @Bijak Repih Saujana. “Pas sudah tinggal nambah anggota: Guk,” kata @Rika ivhan.

Asyik juga camping di Tirtonadi. Saya sempat melahap ikan lele. Sedap sekali. Ada yang digoreng dan ada yang dimasukkan ke sayur santan.  Selain itu ada kopi dan kue cucur. Penganan yang dibuat dari tepung beras dan gula merah.  Kue ini juga ada di Malaysia, Thailand dan Brunei. Saya bilang kue ini juga bisa untuk mengusir jin atau setan yang mengganggu camping. He..he…, ada juga yang percaya.(*)

Skutik Premium Ikut Balapan! MAXI Race Jadi Daya Tarik Baru Pada Gelaran Yamaha Sunday Race 2026

July 21, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

LOMBOK – Gelaran Yamaha Sunday Race (YSR) 2026 yang telah memasuki perjalanan satu dekade berlangsung semakin istimewa di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat pada 17–19 Juli 2026. Selain kembali menghadirkan persaingan sengit para pembalap profesional dan komunitas pengguna Yamaha R-Series di lintasan balap, momen spesial 10 tahun Yamaha Sunday Race juga semakin semarak dengan hadirnya MAXI Race, sebuah kelas yang secara khusus memberikan kesempatan kepada para pengguna skutik premium MAXI Yamaha untuk merasakan langsung sensasi menguji performa motornya di sirkuit secara fun namun tetap kompetitif.

Kehadiran MAXI Race menjadi wujud komitmen Yamaha dalam menghadirkan pengalaman berkendara yang berbeda bagi konsumennya. Para peserta tidak hanya diajak menikmati atmosfer balap kelas nasional, tetapi juga dapat mengeksplorasi performa mesin Blue Core generasi terbaru yang kini digunakan pada jajaran skutik premium MAXI Yamaha. Mesin tersebut hadir dengan karakter yang semakin bertenaga, responsif, dan efisien, bahkan pada model NMAX “TURBO” dan AEROX ALPHA “TURBO” telah dibekali teknologi YECVT (Yamaha Electric Continuously Variable Transmission) yang mampu memberikan sensasi akselerasi lebih optimal layaknya motor bertransmisi manual.

Antusiasme peserta terhadap penyelenggaraan MAXI Race perdana di Sirkuit Mandalika pun terlihat sangat tinggi. Total 77 starter dari berbagai daerah di Indonesia turut ambil bagian dan menjadikan kelas ini sebagai salah satu magnet baru dalam rangkaian perayaan satu dekade Yamaha Sunday Race.

“Sebagai perusahaan yang mengusung semangat KANDO Creating Company, Yamaha selalu berupaya menghadirkan excitement feeling kepada seluruh konsumen melalui berbagai pengalaman yang berkesan. Kehadiran MAXI Race pada perayaan satu dekade Yamaha Sunday Race menjadi salah satu bentuk nyata komitmen tersebut. Tidak hanya memberikan kesempatan bagi para pengguna skutik premium MAXI Yamaha untuk merasakan langsung performa terbaik motornya di lintasan balap, tetapi juga semakin mempertegas kuatnya DNA Racing yang telah menjadi bagian dari identitas Yamaha selama puluhan tahun. Kami berharap pengalaman ini dapat memberikan kebanggaan sekaligus mempererat ikatan antara konsumen dengan brand Yamaha,” ungkap Rifki Maulana, Manager Public Relations, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Sebelum digelar di Sirkuit Mandalika, MAXI Race juga telah sukses hadir dalam rangkaian Yamaha Cup Race (YCR) Sidrap pada April lalu serta Motoprix Region B Putaran 1 Surabaya pada Mei 2026. Khusus pada seri Mandalika, Yamaha membuka lima kelas yang terdiri dari MAXI 250cc FFA (Free For All), MAXI 250cc Semi Pro, MAXI 155cc Semi Pro, MAXI 155cc Community, dan kelas yang paling spesial yaitu MAXI 155cc Media, yang memberikan kesempatan bagi para jurnalis otomotif untuk merasakan langsung sensasi balap menggunakan skutik premium MAXI Yamaha.

Kesempatan tersebut pun mendapat sambutan positif dari para awak media yang untuk pertama kalinya turun langsung di lintasan balap Mandalika menggunakan skutik MAXI Yamaha. Selain menghadirkan pengalaman baru, kelas ini juga menjadi wadah bagi media untuk merasakan secara langsung kemampuan handling, akselerasi, hingga kestabilan motor ketika digunakan dalam karakter berkendara yang jauh lebih ekstrem dibanding penggunaan harian.

“Buat saya pribadi ini sebauh pengalaman baru yang unik, karena biasanya kalo turun di sirkuit itu kita pakai motor sport, tapi hari ini Yamaha justru ngajak kita untuk ikut balapan menggunakan line up skutik MAXI 155cc. Alhamdulilah di MAXI Race kelas media, saya juga bisa meraih posisi satu. Awalnya cukup pesimis, karena saat drawing dapatnya LEXI LX 155, tetapi justru ternyata karena bobotnya yang ringan dan mesinnya sudah Blue Core generasi terbaru yang lebih akseleratif dan minim gesekan, motor ini justru lebih gacor di lintasan. Terbukti posisi dua juga diisi sama Media yang pakai LEXI LX 155 juga,” ungkap Eka Budhiansyah, jurnalis peraih podium satu di kelas MAXI 155cc Media

Selain menjadi ajang pembuktian performa motor, MAXI Race juga sekaligus membuktikan kualitas Yamalube TURBO Matic dalam menjaga performa mesin skutik premium Yamaha tetap optimal ketika digunakan di lintasan balap. Seluruh unit yang digunakan pada kelas MAXI 155cc Community maupun MAXI 155cc Media menggunakan oli Yamalube TURBO Matic sebagai pelumas resmi selama kompetisi berlangsung. Hal tersebut membuktikan bahwa secara formulasi, Yamalube TURBO Matic tidak hanya dirancang untuk penggunaan harian, tetapi juga mampu mendukung kebutuhan performa tinggi di lintasan.

Melalui penyelenggaraan MAXI Race, Yamaha kembali menunjukkan komitmennya untuk terus menghadirkan pengalaman berkendara yang semakin beragam bagi para konsumen sekaligus memperkuat budaya motorsport di Indonesia. Dengan memadukan teknologi, performa produk, serta semangat DNA Racing, Yamaha berharap MAXI Race dapat terus berkembang menjadi wadah bagi para pengguna skutik premium Yamaha untuk menikmati sensasi balap yang aman, menyenangkan, sekaligus semakin memperkuat kebersamaan di antara keluarga besar Yamaha Indonesia.

« Previous PageNext Page »

  • vb