Pertengahan Musim Positif, Aldi Satya Mahendra Terpacu Tampil Lebih Optimal

June 4, 2026 by  
Filed under Olahraga

Konsistensi Aldi Satya Mahendra meraih poin di separuh musim ajang World Supersport 2026 tetap terjaga. Rider binaan Yamaha Racing Indonesia itu berhasil mencapai target lagi pada seri 6 yang berlangsung di sirkuit Aragon Spanyol, 29-31 Mei 2026. Dia sekaligus membuktikan selalu tampil mengesankan saat bertarung di negeri Matador.

Akhir pekan lalu di Aragon, El’ Dablek finish ke-6 race 1 terpaut dekat 0,053 detik dengan Jaume Masia urutan 5. Lalu performa meyakinkan ditunjukkannya pada race 2, sempat memimpin balapan sampai akhirnya menempati peringkat 5. Perolehan tersebut memenuhi pencapaian yang diharapkan untuk menembus 5 besar. Hasil positif ini semakin menyemangatinya agar konsisten mengumpulkan poin pada 6 seri tersisa.

”Setengah musim balap sudah dijalani dengan podium bersejarah kemudian mampu mengatasi challenge hingga bangkit kembali, ini menjadi momen yang memuaskan. Berada di 5 besar race pada dua seri terakhir di Autodrom Most dan Aragon membuat saya kian percaya diri untuk mempertahankan hasil ini. Saya juga akan berupaya semaksimal mungkin meningkatkan result pada seri-seri selanjutnya,” ungkap Aldi Satya Mahendra.

Meraup 21 poin pada putaran 6 di Aragon, rider AS BLU CRU Racing Team itu total mengumpulkan 75 poin yang membawanya tetap ada di posisi 12 klasemen sementara. Masih terbuka peluang memperbaiki peringkat sampai akhir musim nanti pada bulan Oktober.

”Pertengahan musim World Supersport tahun ini berjalan cukup positif buat Aldi Satya Mahendra menuai poin pada 5 seri dari 6 seri yang telah berlangsung. Ini modal menjanjikan untuk balapan hingga musim ini berakhir. Kami optimis dia memiliki kemampuan menyelesaikan race sampai Oktober nanti dengan mendapatkan hasil lebih optimal lagi,” tutur Wahyu Rusmayadi, Manager Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

UMKM Kutai Barat Dapat Pembekalan Hadapi Persaingan Global

June 4, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

SENDAWAR – Pelaku usaha di Kabupaten Kutai Barat mendapat pembekalan untuk meningkatkan kemampuan dalam menembus pasar ekspor melalui Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pelaku Usaha dalam Akses Pasar Internasional yang berlangsung di Auditorium Aji Tulur Jejangkat (ATJ), Kecamatan Barong Tongkok, Rabu (3/6/2026).

Kegiatan yang difasilitasi Bidang Perdagangan Kabupaten Kutai Barat tersebut menjadi wadah bagi para pelaku usaha untuk memperdalam pemahaman mengenai peluang dan tantangan perdagangan global. Peserta berasal dari berbagai sektor usaha yang selama ini menjadi bagian dari penggerak ekonomi daerah.

Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Barat, Ali Sadikin, yang hadir mewakili Bupati Kutai Barat saat membuka pembekalan menyampaikan peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat daya saing produk daerah.

Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Barat, Ali Sadikin

Menurutnya, perkembangan teknologi dan keterbukaan pasar telah membuka peluang yang lebih luas bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk unggulan Kutai Barat ke tingkat nasional maupun internasional.

“Potensi daerah yang kita miliki sangat besar. Namun, agar mampu diterima di pasar yang lebih luas, kualitas produk, kemasan, pemasaran, hingga kemampuan membaca kebutuhan konsumen harus terus ditingkatkan,” kata Ali Sadikin saat membacakan sambutan Bupati Kutai Barat.

Ia menambahkan, pemerintah daerah terus mendorong tumbuhnya pelaku usaha yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan mampu memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana memperluas jaringan pemasaran.

Selain membahas strategi akses pasar internasional, pelatihan juga menghadirkan materi mengenai pengembangan produk, pemenuhan standar pasar, serta pemanfaatan platform digital untuk promosi dan pemasaran.

Kepala Bidang Perdagangan Kabupaten Kutai Barat menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam memperkuat kemampuan pelaku usaha menghadapi persaingan yang semakin ketat.

“Pelaku usaha perlu memahami berbagai aspek perdagangan global, mulai dari standar produk hingga strategi komunikasi bisnis. Dengan begitu, mereka akan lebih siap memasuki pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap pelaku usaha Kutai Barat semakin percaya diri mengembangkan usahanya dan mampu memanfaatkan peluang perdagangan internasional untuk meningkatkan nilai ekonomi produk lokal. (adv/kominfo).

Mat Milad Pak Gub          

June 4, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SAYA sempat bingung dengan data kelahiran Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud. Soalnya, persis 1 Juni 2026 kemarin, ada sejumlah bunga papan (standing flower) di Kantor Gubernur yang mengucapkan Selamat Ulang Tahun ke-46 kepada Gubernur. Itu berarti dia lahir pada 1 Juni 1980.

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud ketika menerima penghargaan pendidikan dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti.

Sementara data di Wikipedia,Google menyebutkan Rudy Mas’ud lahir di Balikpapan, 7 Desember 1981. Data ini sudah lama tersimpan di sana. “Yang benar yang 1 Juni,” kata Sudarno, anggota Bidang Komunikasi Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP) Kaltim ketika saya hubungi kemarin.

Sudarno sendiri membuat konten khusus untuk bosnya itu. Dia tampak gagah mengenakan kaos bergambar Che Guevara. Ini adalah tokoh utama dalam revolusi Kuba yang berhaluan Marxis. Wajahnya  telah menjadi simbol perlawanan dalam gerakan kontra-kebudayaan dan dalam budaya populer.

Dia mengawali kontennya dengan mengajak Gubernur Rudy Mas’ud minum kopi. “Pak Gubernur jangan lupa ngopi, supaya hidup kita makin ceria,” katanya sambil menyeruput secangkir kopi tanpa merokok.  Sudarno benar. Ada kata bijak yang bilang: Kopi membuatmu selalu tertawa.

Lalu dia berucap soal hari ulang tahun sang gubernur. “1 Juni 1980. Hari ini 1 Juni 2026, selamat milad buat Doktor Haji Rudy Mas’ud bin Mas’ud bin Puang Kalimuda Muhammad Husen, umur 46 tahun, anak 13 dan istri 1.  Izin dengan sisa umur, layani rakyat Kaltim dengan baik, yang miskin kemudian diperhatikan, disapa dirangkul, sedang lawan-lawan politik  ayo kita sama-sama ajak ngopi,  untuk bagaimana membangun Kaltim,” kata Sudarno dengan gaya menggugah.

Dia juga menegaskan bahwa kesuksesan itu tidak ada yang diraih sendiri, tapi selalu dicapai atas usaha berjamaah. “Hari ini orang-orang yang masih terpinggirkan, yang  belum mendapatkan akses pelayanan kesehatan dan pendidikan, sebenarnya sudah Pak Gubernur lakukan, tinggal terus ditingkatkan dan kita jaga bersama,” tambahnya.

Di akhir kontennya, Sudarno berucap: “Panjang umur  Pak Gubernur, sehat selalu dan tetap semangat. Kalau ada rakyat kita yang mengkritik  Pak kita ……………………” Sayang kalimatnya di video yang beredar terputus.

Sudarno sendiri kerap menjadi sorotan netizen. Dia dianggap tokoh yang bermain dua kaki. Pernah menyerang dan mengkritisi Gubernur, tapi belakangan berbalik arah dan pasang badan membela Gubernur setelah masuk menjadi anggota TAGUPP Kaltim.  Malah dia disebut-sebut berambisi menjadi Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi Publik menggantikan Dr Supriansa, yang mengundurkan diri.

TAK BERADA DI TEMPAT

Hari ultah Rudy Mas’ud persis pada peringatan Hari Lahir Pancasila. Tapi pada upacara yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur, bertindak sebagai Irup bukan gubernur, melainkan Wakil Gubernur Seno Aji.

“Aku dengar beliau ke Maluku, tapi lebih jauh aku ngga paham juga. Tapi barusan beliau WA aku, padahal aku ngga nanya,” ucap Sudarno memberi penjelasan.

Meski Rudy tidak ada di tempat, tetap hadir Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud, yang tak lain adalah kakak kandung Rudy Mas’ud. Hasanuddin juga disorot karena DPRD dianggap tidak efektif dalam menjalankan tugas pengawasan.

Sementara itu postingan dari akun Pemprov Kaltim menyebutkan, Gubernur bersama istrinya, Sarifah Suraidah baru tiba di Maluku, Rabu (3/6) kemarin dalam rangka menghadiri Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI).

Kebetulan APPSI diketuai Gubernur Rudy Mas’ud. Ketika tiba di Ambon, Rudy langsung disambut Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan istri. Selain dikalungi sal, dia juga mendapat sambutan tarian khas Maluku.

Gubernur Rudy menjelaskan, FGD di Kota Ambon itu membahas berbagai potensi ekonomi daerah melalui konsep orange economy, yang mengintegrasikan ekonomi hijau (green economy) dan ekonomi biru (blue economy) sebagai strategi memperkuat pertumbuhan ekonomi di seluruh provinsi.

“Kita undang sejumlah pakar dan praktisi untuk memberi masukan dan pandangan, sehingga ekonomi oranye yang menggabungkan ekonomi hijau dan ekonomi biru bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di seluruh provinsi,” tambahnya.

Rudy bersama wakilnya Seno Aji dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim oleh Presiden Prabowo Subianto dalam acara pelantikan serentak kepala daerah di Jakarta, 20 Februari 2025. Sebelumnya dia pengusaha, yang kemudian jadi anggota DPR RI. Dia juga menduduki jabatan sebagai Ketua DPD Golkar Kaltim.

Beberapa penghargaan pernah diraih Gubernur. Penghargaan terakhir yang diterimanya adalah penghargaan Apresiasi Pemerintah Daerah atas kolaborasi dengan sekolah swasta dalam sistem penerimaan murid baru. Penghargaan itu diserahkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti dalam acara Malam Tasyakuran Hardiknas, Senin (25/5).

Beberapa hari lagi, tepatnya 10 Juni nanti, DPRD Kaltim akan menggelar rapat paripurna dengan agenda pembahasan Hak Angket, yang menjadi aspirasi masyarakat Kaltim melalui serangkaian aksi demo. Jika Hak Angket ini lolos, maka Gubernur akan menjalani pemeriksaan dan penyelidikan berkaitan dengan berbagai kebijakan yang diduga melanggar undang-undang dan tidak sesuai dengan hati nurani rakyat.

Kalau dugaan itu terbukti, maka terbuka jalan bagi DPRD untuk mengajukan pemakzulan (impeachment) melalui Mahkamah Agung, sehingga Presiden bisa memberhentikan Gubernur Rudy Mas’ud.

Berkaitan HUT ke-46 Gubernur yang akrab dipanggil HARUM, banyak OPD di Pemprov Kaltim membuat konten. Saya sempat lihat video yang dibuat Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, usaha Kecil dan Menengah (DPPKUKM) Kaltim. Salah seorang staf DPPKUKM mengirim pantun. Ini pantunnya: “Minum kopi pakai gula aren, ditemani pisang goreng wijen, selamat ulang tahun Pak Gubernur keren, semoga sukses jadi idaman netizen.” Apakah benar-benar keren dan jadi idaman netizen, kita lihat hasil di Karang Paci (kantor DPRD) nanti. Kata orang, Karang Paci itu artinya karang yang banyak pecahan kaca atau pepaci.(*)

Pemerhati Olahraga Kritik PSSI Sumut

June 3, 2026 by  
Filed under Olahraga

Amiruddin

MEDAN — Polemik pembiayaan akomodasi peserta ASEAN U-19 Boys’ Championship 2026 menuai sorotan dari tokoh masyarakat sekaligus pengamat sepak bola, Amiruddin. Ia menilai persoalan tersebut seharusnya menjadi momentum evaluasi profesionalisme penyelenggaraan turnamen internasional, bukan malah dijadikan ajang saling menyalahkan.

Menurut Amiruddin, berkembangnya narasi yang menyudutkan Pemerintah Kota Medan dan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas sebagai pihak yang tidak berkomitmen dalam mendukung turnamen merupakan hal yang keliru dan berpotensi menyesatkan opini publik.

“Narasi itu bukan hanya keliru, tetapi juga berbahaya. Publik diarahkan untuk percaya bahwa biaya hotel peserta merupakan tanggung jawab Pemko Medan, padahal hingga saat ini tidak pernah ditunjukkan dasar resmi yang menyatakan hal tersebut,” ujar Amiruddin, Rabu (3/6/2026).

Ia mempertanyakan dasar hukum maupun administrasi yang digunakan PSSI Sumut dan panitia lokal jika memang menganggap biaya akomodasi peserta menjadi kewajiban pemerintah daerah.

“Sampai hari ini publik tidak pernah diperlihatkan dokumen yang menunjukkan adanya komitmen resmi Pemko Medan untuk membiayai hotel seluruh peserta. Tidak ada keputusan anggaran, tidak ada nota kesepahaman yang dipublikasikan, dan tidak ada surat pernyataan resmi yang menyebutkan hal itu,” katanya.

Amiruddin menegaskan, dalam logika yang sehat seseorang tidak dapat dituding ingkar janji terhadap komitmen yang tidak pernah dibuat.

Karena itu, ia menilai tudingan terhadap Wali Kota Medan tidak memiliki dasar yang kuat apabila memang tidak pernah ada kesepakatan resmi terkait pembiayaan akomodasi peserta.

Lebih lanjut, Amiruddin menyoroti munculnya narasi yang menggambarkan seolah-olah PSSI Sumut dan panitia lokal menjadi pihak yang “menyelamatkan” turnamen akibat Pemko Medan tidak bersedia menanggung biaya hotel peserta.

Menurutnya, narasi tersebut justru berpotensi mengalihkan perhatian publik dari persoalan utama, yakni perencanaan dan penganggaran penyelenggaraan turnamen.

“Jika akomodasi peserta merupakan kebutuhan mendasar dalam sebuah turnamen internasional, mengapa persoalan itu baru menjadi polemik menjelang atau saat pelaksanaan? Bukankah aspek tersebut seharusnya menjadi salah satu komponen pertama yang dipastikan oleh penyelenggara?” ujarnya.

Ia menilai jika kebutuhan dasar peserta tidak dapat dipastikan sejak awal, maka yang patut dievaluasi adalah kapasitas perencanaan penyelenggara, bukan komitmen pemerintah daerah yang sejak awal tidak pernah ditetapkan sebagai penanggung jawab biaya tersebut.
Amiruddin juga mengingatkan bahwa dukungan pemerintah daerah tidak dapat diartikan sebagai pengalihan seluruh tanggung jawab penyelenggaraan kepada pemerintah daerah.

“Dukungan bukan berarti pengalihan kewajiban. Membantu bukan berarti wajib membayar. Menjadi tuan rumah bukan berarti harus menanggung seluruh biaya kegiatan yang dimiliki dan dikelola organisasi lain,” tegas Ketua DPRD Medan periode 2009-2014.

Ia menilai tudingan terhadap Rico Waas semakin tidak tepat mengingat Pemko Medan telah memberikan berbagai bentuk dukungan untuk menyukseskan turnamen tersebut.

Mulai dari persiapan Stadion Teladan sebagai venue pertandingan, pembenahan fasilitas pendukung, koordinasi lintas instansi hingga pengerahan berbagai sumber daya pemerintah daerah.

“Alih-alih mengapresiasi dukungan tersebut, justru muncul tudingan ketika terjadi persoalan yang semestinya menjadi bagian dari tanggung jawab penyelenggara. Sikap seperti ini tidak sehat bagi perkembangan sepak bola nasional,” katanya.

Amiruddin meminta PSSI Sumut dan panitia lokal menjadikan polemik tersebut sebagai bahan introspeksi dan evaluasi menyeluruh, bukan sebagai panggung untuk membangun opini yang menyudutkan pihak lain.

Ia menekankan pentingnya transparansi kepada publik, terutama terkait pembagian tanggung jawab, mekanisme pengambilan keputusan, hingga skema pembiayaan dalam penyelenggaraan turnamen internasional.

“Jika ada kekurangan dalam perencanaan akomodasi, akui dan perbaiki. Jika terjadi miskomunikasi, jelaskan secara terbuka. Jika ada perbedaan persepsi mengenai pembiayaan, buka seluruh dokumen dan kesepakatan kepada publik. Transparansi jauh lebih terhormat daripada membangun opini,” ujarnya.

Menurut Amiruddin, momentum ASEAN U-19 Boys’ Championship 2026 seharusnya dimanfaatkan untuk membangun tradisi tata kelola sepak bola yang lebih profesional di Sumatera Utara, mulai dari perencanaan anggaran, manajemen risiko, komunikasi publik hingga akuntabilitas organisasi.

“Kemajuan sepak bola tidak pernah lahir dari budaya saling menyalahkan. Yang dibutuhkan adalah keberanian mengakui kekurangan dan kesungguhan untuk memperbaikinya,” pungkasnya. *

Bupati Kukar Serahkan Alsintan,  Dorong Peningkatan Produksi Pertanian

June 3, 2026 by  
Filed under Kutai Kartanegara

TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada Brigade Pangan Kecamatan Marangkayu dalam rangka mendukung peningkatan produktivitas sektor pertanian serta memperkuat ketahanan pangan daerah. Kegiatan tersebut berlangsung di Komplek Pertanian Areal Kelompok Hidup Baru 2, Rt 03, Desa Semangko, Kecamatan Marangkayu, Selasa (2/6/2026).

Bantuan yang diberikan berasal dari Kementarian Pertanian Republik Indonesia melalui Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar berupa enam buah Handtraktor Glebek Quick Seva G 3000 yang diserahkan kepada Ketua Brigade Pangan Santan Behuma Desa Santan Ulu yang diterima Susanto, BP Petani Sukses Desa Sebuntal (Jusram Basri), BP Sipatokkong Desa Sebuntal Muhammad Ruswan, BP Bina Kary Desa Semangko (Basri K), BP Bangkit Bersama Desa Semangko (Agus Salim) 2 unit, serta satu unit Combine Harvester Ishoku Lovol DW 105 kepada Brigade Pangan Bangkit Bersama Desa Semangko yang diterima Agus Salim,

Dalam sambutannya, Bupati Kukar mengatakan bantuan alsintan tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Kukar dalam mendukung kemajuan sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat.

“Bantuan alsintan ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh Brigade Pangan dan kelompok tani untuk meningkatkan efisiensi kerja, mempercepat proses pengolahan lahan, serta meningkatkan hasil produksi pertanian,” ujarnya.

Bupati menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus berupaya memberikan dukungan melalui berbagai program, mulai dari bantuan sarana dan prasarana, pendampingan, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian.

“Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara akan terus hadir dan memberikan perhatian kepada para petani. Kami ingin memastikan bahwa petani memiliki fasilitas yang memadai untuk mendukung aktivitas pertaniannya,” katanya.

Usai penyerahan alsintan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi dialog dan tanya jawab antara Bupati dan para petani yang berlangsung di Pondok Pertemuan. Pada kesempatan tersebut, para petani menyampaikan berbagai aspirasi dan masukan, mulai dari kebutuhan irigasi, akses pupuk, pengembangan lahan pertanian, hingga peningkatan bantuan alat pertanian.

Menanggapi berbagai pertanyaan dan aspirasi yang disampaikan, Bupati menyatakan bahwa seluruh masukan akan menjadi perhatian pemerintah daerah dan akan ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangan serta kemampuan anggaran yang tersedia.

“Kami sangat mengapresiasi masukan dari para petani. Dialog seperti ini penting agar pemerintah mengetahui secara langsung kondisi dan kebutuhan di lapangan. Dengan komunikasi yang baik, program pembangunan pertanian dapat berjalan lebih tepat sasaran,” ungkapnya.

 

Bupati juga mengajak seluruh anggota Brigade Pangan dan kelompok tani untuk menjaga keamanan dan kondisifitas, menjaga keamanan dan ketertiban, serta merawat alsintan yang telah diberikan agar dapat digunakan dalam jangka panjang dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.

Acara berlangsung penuh keakraban dan antusiasme. Para petani memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi langsung dengan Bupati terkait berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan. Diharapkan, bantuan alsintan yang diserahkan dapat semakin meningkatkan produktivitas pertanian di Kecamatan Marangkayu sekaligus mendukung terwujudnya Kutai Kartanegara sebagai daerah yang mandiri dan berdaya saing di sektor pangan. (kk 03).

« Previous PageNext Page »

  • vb