Night Race Perdana Shell BLU CRU Yamaha Enduro Challenge, Sambangi Kalimantan Barat

June 3, 2026 by  
Filed under Olahraga

Kejuaraan balap Shell BLU CRU Yamaha Enduro Challenge kembali digelar, tahun ini dibuka di wilayah Kalimantan Barat yang rutin masuk kalender ajang tersebut. Pada tahun ke-5 penyelenggaraannya ini, seri pertama diadakan di sirkuit GOR Patih Gumantar, Kabupaten Landak 30-31 Mei 2026. Serunya lagi, ada night race enduro yang akan diadakan pertama kali di gelaran Shell BLU CRU Yamaha Enduro Challenge ini, membuat para pecinta motor trail Yamaha makin betah menyaksikan langsung keseruan acara ini.

Dalam 3 tahun terakhir, Shell BLU CRU Yamaha Enduro Challenge reguler mengambil lokasi di Kalimantan Barat mulai dari area Sanggau (2023), Sintang (2024), Sambas (2025) dan tahun 2026 ini di Kabupaten Landak. PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) bekerjasama dengan Main Dealer Yamaha PT Aneka Makmur Sejahtera mengajak masyarakat untuk menikmati semua aktivitas pada event tersebut.

”Penggemar balap enduro telah menantikan perhelatan Yamaha One Make Race ini yang rutin diadakan. Shell BLU CRU Yamaha Enduro Challenge semakin populer dan kami terus menghadirkan hal-hal baru yang membuat kompetisi dan kegiatan lainnya selalu atraktif. Antusiasme tinggi selalu ditunjukkan sebagai respon terhadap kemeriahan gelaran akbar itu. Kali ini seri perdana di 2026 menyambangi Kalimantan Barat, wilayah yang memiliki banyak pecinta WR155R dan YZ Series serta merupakan basis komunitas motor trail unggulan Yamaha tersebut. Shell BLU CRU Yamaha Enduro Challenge memiliki daya tarik istimewa yang menyedot minat publik Kalimantan Barat buat ambil bagian. Mereka hadir langsung di venue, ingin merasakan atmosfer race dan keramaian agenda hiburan lainnya. Akhir pekan ini pun akan terasa berbeda, menghabiskan waktu fun bersama Yamaha,” ungkap Johannes B.M.Siahaan, Assistant General Manager CS Division PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Shell BLU CRU Yamaha Enduro Challenge melombakan 8 kelas yaitu YEC 1 (WR155R Professional), YEC 2 (WR155R Advance), YEC 3 (WR155R Com A), YEC 4 (WR155R Com B), YEC 5 (WR155R Hobby), YEC 6 (YZ Series Open), YEC 7 (WR155R Women), YEC 8 (WR155R Local). Agenda terbaru tahun ini, khusus untuk tiga kelas YEC 1 (WR155R Professional), YEC 2 (WR155R Advance), YEC 6 (YZ Series Open) dikompetisikan race 1 di hari Sabtu. Juara umum dari tiga kelas itu mendapatkan golden ticket untuk mengikuti seri 2 Shell BLU CRU Yamaha Enduro Challenge di Jawa Timur September nanti.

Inovasi teranyar juga dilakukan dengan menggelar night race enduro dimana kelas YEC 1 (WR155R Professional) dan YEC 6 (YZ Series Open) dilaksanakan di malam hari. Ini akan menjadi suguhan menarik buat fans yang menonton rangkaian gelaran balapan ini.

Exhibition & Promo
Di event Shell BLU CRU Yamaha Enduro Challenge ini, para pengunjung dapat mengunjungi exhibition booth produk dan sponsor, juga diadakan aktivitas entertainment, sunmori, service, doorprize, pensi SMA/SMK, Bazaar UMKM, Zumba party, lomba mewarnai, kontes modifikasi, games tradisional, fun run 5K.
Selain itu, Main Dealer Yamaha PT Aneka Makmur Sejahtera mengadakan promosi menarik. Setiap pembelian motor Yamaha secara kredit mendapatkan diskon angsuran Rp 50.000/bulan untuk periode 24 Mei – 2 Juni 2026, dan spesial saat event Shell BLU CRU Yamaha Enduro Challenge berlangsung mendapatkan tambahan hadiah elektronik.

Penyelenggaraan Shell BLU CRU Yamaha Enduro Challenge didukung para sponsor SHELL, Yamalube, Kayaba, GS Astra, Pirelli, Ulti-X, IRC Tire, Yamaha Genuine Part (Handal Teknisinya Asli Sparepartnya), dan SKY (Service Kunjung Yamaha).

Wajib ditonton, para penggemar juga dapat menyaksikan secara langsung gegap gempita Shell BLU CRU Yamaha Enduro Challenge melalui YouTube Yamaha Racing Indonesia !

Pj. Sekda Pimpin Rapat Evaluasi Mal Pelayanan Publik

June 3, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

SENDAWAR  – Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Barat, Kamius Junaidi, memimpin langsung dan membuka Rapat Evaluasi Pelaksanaan Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Kutai Barat yang dilaksanakan di Mall Pelayanan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, Rabu (3/6/2026) pagi.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pelaksanaan pelayanan publik terpadu sekaligus merumuskan langkah-langkah perbaikan guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Kamius Junaidi menegaskan, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat terus berkomitmen memperkuat sistem pelayanan publik yang cepat, mudah, nyaman, dan terintegrasi. Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah merencanakan pembangunan gedung MPP yang lebih representatif di kawasan sekitar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Namun demikian, sambil menunggu realisasi pembangunan tersebut, pelayanan MPP yang saat ini berjalan harus tetap dioptimalkan.

“Melalui evaluasi ini kita ingin melihat sejauh mana pelaksanaan MPP berjalan sesuai harapan, sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala dan hambatan yang masih dihadapi agar dapat segera dilakukan pembenahan,” ujarnya.

Kamius menjelaskan, keberadaan MPP merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung reformasi birokrasi serta kebijakan pemerintah pusat untuk menghadirkan pelayanan yang lebih efektif dan efisien.

Menurutnya, MPP memiliki peran penting dalam menyatukan berbagai layanan dari perangkat daerah maupun instansi terkait dalam satu lokasi sehingga memudahkan masyarakat dalam mengakses pelayanan.

Ia juga meminta agar dilakukan evaluasi terhadap jenis-jenis layanan yang saat ini tersedia di MPP. Beberapa layanan dinilai perlu ditinjau kembali efektivitas pelaksanaannya, termasuk layanan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang dalam implementasinya memerlukan dukungan tenaga ahli serta pembiayaan yang tidak sedikit setelah beralih dari sistem Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Kita perlu memastikan layanan yang tersedia benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Evaluasi ini penting untuk mengetahui layanan mana yang efektif dan mana yang perlu dilakukan penyesuaian,” katanya.

Kamius menekankan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat agar keberadaan dan manfaat MPP dapat diketahui secara luas. Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap berbagai layanan yang tersedia, diharapkan pemanfaatan MPP juga semakin optimal.

 

Menurutnya, konsep pelayanan terpadu melalui MPP memberikan kemudahan karena masyarakat tidak perlu lagi mendatangi banyak kantor untuk mengurus berbagai kebutuhan administrasi. Seluruh proses dapat dilakukan di satu tempat dengan melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah dan instansi terkait.

Di akhir arahannya, Pj. Sekda mengajak seluruh pihak yang terlibat untuk memberikan masukan dan saran konstruktif demi penyempurnaan pelaksanaan MPP ke depan. Ia berharap hasil evaluasi tersebut dapat menjadi dasar dalam menyusun langkah perbaikan sehingga pelayanan publik di Kabupaten Kutai Barat semakin berkualitas dan mampu memenuhi harapan masyarakat.

Rapat evaluasi tersebut dihadiri oleh sejumlah kepala perangkat daerah, perwakilan instansi terkait, serta unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan Mal Pelayanan Publik Kabupaten Kutai Barat. (adv/diskominfo kubar)

Pemkab Kutai Barat Gelar Sosialisasi Optimalisasi Pengelolaan Barang Milik Daerah

June 3, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menggelar Sosialisasi Optimalisasi Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) Tahun 2026 di Sendawar, Rabu (3/6/2026). Kegiatan yang diselenggarakan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Kutai Barat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kapasitas aparatur pemerintah daerah dalam pengelolaan aset yang tertib, transparan, akuntabel, dan berdaya guna.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Kutai Barat H. Nanang Adriani, Plt. Kepala BKAD Kabupaten Kutai Barat Erik Victory, narasumber dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Kalimantan Timur Fahmi serta kepala perangkat daerah, camat, bendahara pengeluaran, bendahara barang, serta pengelola aset di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat.

Plt. Kepala BKAD Kabupaten Kutai Barat Erik Victory menyampaikan, sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan tertib administrasi pengelolaan aset yang mendukung pelayanan publik serta optimalisasi pemanfaatan aset daerah.

“Penggunaan Barang Milik Daerah yang dikelola dengan baik dapat meningkatkan efisiensi operasional dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Optimalisasi pengelolaan aset merupakan rangkaian kebijakan strategis yang bertujuan memaksimalkan fungsi, nilai guna, dan nilai ekonomis aset daerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengelolaan aset yang optimal dapat menekan biaya pemeliharaan terhadap aset yang tidak produktif serta menciptakan nilai tambah berupa pemasukan bagi kas daerah melalui berbagai skema pemanfaatan yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Erik Victory juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, khususnya narasumber dari BPKAD Provinsi Kalimantan Timur yang hadir untuk memberikan materi dan pendampingan kepada para peserta.

Sementara itu, Wakil Bupati Kutai Barat H. Nanang Adriani menegaskan, pengelolaan Barang Milik Daerah merupakan salah satu aspek penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.

Menurutnya, aset daerah bukan hanya sekadar barang yang tercatat dalam laporan keuangan, melainkan sumber daya yang harus dimanfaatkan secara optimal guna mendukung pelayanan publik, penyelenggaraan pemerintahan, dan pembangunan daerah.

“Melalui sosialisasi ini, seluruh perangkat daerah diharapkan dapat memahami tahapan, prosedur, dan mekanisme pengelolaan aset sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga aset daerah dapat dikelola secara optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” kata Nanang Adriani.

 

Wakil Bupati juga mengingatkan pengelolaan aset daerah saat ini menjadi perhatian serius baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Tuntutan terhadap transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas pengelolaan keuangan daerah semakin tinggi, terutama di tengah perkembangan sistem pemerintahan berbasis elektronik dan digitalisasi tata kelola pemerintahan.

Ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengelolaan aset di Kabupaten Kutai Barat, di antaranya penatausahaan aset yang belum sepenuhnya tertib, pemanfaatan aset yang belum optimal, serta perlunya peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola barang pada setiap perangkat daerah.

“Oleh sebab itu, kegiatan sosialisasi ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sebagai sarana belajar, berdiskusi, dan menyamakan persepsi terkait pengelolaan Barang Milik Daerah,” katanya.

Wabup menjelaskan, pengelolaan aset yang baik akan memberikan berbagai manfaat bagi daerah, mulai dari mendukung penyajian laporan keuangan yang akuntabel, meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran, memperkuat perencanaan pembangunan, hingga mendorong pemanfaatan aset daerah agar memiliki nilai tambah bagi masyarakat.

Sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Kutai Barat yang berorientasi pada tata kelola pemerintahan yang semakin sejahtera, aman, adil, merata, dan beradat, Wakil Bupati mengajak seluruh perangkat daerah untuk meningkatkan komitmen dalam menjaga, mengadministrasikan, memanfaatkan, serta mengamankan seluruh Barang Milik Daerah yang menjadi tanggung jawab masing-masing.

Ia juga berpesan kepada para pejabat dan pengurus barang di setiap perangkat daerah agar senantiasa memperbarui data aset secara berkala, menjaga ketertiban administrasi, serta memastikan setiap aset daerah digunakan sesuai peruntukannya.

Wakil Bupati menyampaikan apresiasi kepada BKAD Kabupaten Kutai Barat selaku penyelenggara kegiatan serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung suksesnya pelaksanaan sosialisasi.

“Kami berharap setelah mengikuti sosialisasi ini, seluruh perangkat daerah semakin memahami tata cara dan mekanisme optimalisasi Barang Milik Daerah sehingga pengelolaan aset di Kabupaten Kutai Barat menjadi semakin tertib, transparan, akuntabel, dan berdaya guna,” tuturnya.(adv/kominfo)

Festival Lou Bentian Jadi Kalender Tahunan Dinas Pariwisata

June 3, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

SENDAWAR – Kegiatan festival yang digelar setiap tahun di Lou Bentian memperkuat tradisi dan budaya dalam menghadapi kamajuan jaman di era globalisasi, dengan menyajikan perlombaan tradisional seperti menyumpit, behempas, begasing dan belogo serta bermacam kuliner khas Bentian Besar, dan ini akan di kemas di kalender tahunan dinas pariwisata Kubar.

Hal ini dilakukan agar kearifan lokal tetap terjaga dan lestari di Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama semua pihak, terutama dukungan perusahaan TCM, BEK, TIS dan ITM group.

Wakil Bupati Kubar H. Nanang Adriani sangat mengapresiasi terhadap PT TCM dan BEK, dalam menyelenggarakan kegiatan festival Lou Bentian ini sangat luar biasa, artinya banyak gagasan yang ditunjang perusahaan. Dengan bantuan perusahaan ini sangat bersyukur pelaksanaan festival ini terlaksana dengan baik.

Diharapkan festival ini berjalan setiap tahun kedepannya, kenapa karena ini adalah ajang mempersatukan silaturahim antara masyarakat Bentian Besar dan masyarakat lainnya yang ada diluar dari Kecamatan Bentian Besar ini. Kegiatan ini bisa memantik atau memunculkan ide ide kreatif mulai dari kuliner maupun olahraga tradisional yang tadinya hampir hilang atau musnah ditelan oleh jaman.

“Dengan adanya festival ini menjadi bangkit kembali olahraga tradisional maupun kuliner yang warisan turun temurun, dan pastinya menjadi nilai ekonomi masyarakat setempat,”ujarnya, Selasa (2/6/2026).

Ia menyebut, selain UMKM, warga bisa ikut berkolaborasi, dan ini menjadi cara baru untuk bisa memperbaiki perekonomian masyarakat, terutama masyarakat Bentian Besar ini. Sehingga nanti bisa di jadikan agenda resmi wisata setiap tahun, dan mungkin nanti kepala dinas pariwisata yang bisa mengemas barang ini supaya lebih baik lagi kedepannya.

Kepala Dinas Pariwisata Kubar Sumardi menyampaikan terimakasih kepada bapak wakil Bupati dan juga ITM group ini yang sudah sama sama hadir di acara festival ini, kalau tidak salah ini sudah yang kedua kalinya dilaksanakan. Dari Dinas Pariwisata sudah berkoordinasi dengan Pak wakil, nanti acara festival Lou Bentian ini akan di masukkan di kalender of even tahunan, sehingga gaungnya menjadi luas lagi.

“Kita dari dinas pariwisata itu sudah memprogramkan sesuai arahan Pak Bupati dan Wakil Bupati bahwa dari semua kecamatan di dua belas kecamatan punya masing masing festival unggulan,”ujarnya.

Ia berharap, festival Lou Bentian yang digagas oleh ITM group dan masyarakat Bentian Besar ini menjadi festival unggulan dan akan diadakan penilaian festival di enak belas kecamatan se-Kubar, dan akan diikutkan di kalender festival pariwisata nasional.

 

“Ini yang menjadi harapan kita, yang bisa didorong dari dinas pariwisata binaan dari perusahaan, dan ini labih kepada kelompok budaya dan tradisi,”ungkapnya.

Diharapkan nanti kepada kelompok ini bisa dibawa anjangsana seperti ke Bali atau kemana saja yang sudah maju untuk melakukan studi belajar, dan kembalinya dari studi belajar mereka ada motivasi.

Ia menuturkan terkait dengan sampah, di desa yang sudah maju seperti Penglipuran, disana orang memaknai sampah ini hidup menjadi bersih dan hidup membawa keberkatan, maka keberkatan mereka yaitu banyak didatangi wisatawan.

“Tidak menutup kemungkinan ditempat kita juga bisa, maka dari itu kita dorong pariwisata ini budaya, tradisi, kuliner dan wisata alamnya itu menyatu dengan dengan konsep berbudaya hidup bersih,”bebernya.

Manajemen perusahaan ITM group, PT Trubaindo Coal Mining (TCM) Hirung menyampaikan terimakasih kepada Pemkab Kubar yang sudah berkolaborasi dengan perusahaan untuk membuka acara festival Lou Bentian ini. Sehingga acara ini berjalan dengan baik. Ia berharap dengan adanya festival ini kreativitas kreativitas yang baru akan muncul, terutama wisata kuliner nya yang ada disini.

“Saya berharap selain kuliner yang sudah ada, diharapkan ada kuliner kuliner baru yang muncul di festival ini,”ujarnya, (adv/kominfo).

Festival Lou Bentian Perkuat Tradisi Kearifan Lokal

June 3, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

SENDAWAR – Kegiatan festival yang digelar setiap tahun di Lou Bentian memperkuat tradisi dan budaya dalam menghadapi kamajuan jaman di era globalisasi, dengan menyajikan perlombaan tradisional seperti menyumpit, behempas, begasing dan belogo serta bermacam kuliner khas Bentian Besar. Hal ini dilakukan agar kearifan lokal tetap terjaga dan lestari di Kabupaten Kutai Barat (Kubar).

Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama semua pihak, terutama dukungan perusahaan TCM, BEK, TIS dan ITM group.

Manajemen perusahaan ITM group, PT Trubaindo Coal Mining (TCM) Hirung menyampaikan terimakasih kepada Pemkab Kubar yang sudah berkolaborasi dengan perusahaan untuk membuka acara festival Lou Bentian ini. Ia berharap dengan adanya festival ini kreativitas kreativitas yang baru akan muncul, terutama wisata kuliner nya yang ada disini.

“Saya berharap ada kuliner kuliner baru yang muncul di festival ini,”ujarnya, Selasa (2/6/2026).

Ia mengharapkan muncul kreasi kreasi baru disini. Kuliner yang sudah disini seperti singkong, bisa menjadi makanan yang diolah menjadi masakan yang bervariatif, tidak hanya direbus atau digoreng saja. Jadikanlah singkong maupun pucuk singkong ini jadi masakan apa  saja yang bisa punya rasa lain.

“Itu yang kami maksud dengan kreasi yang bisa dinikmati oleh orang banyak dan bisa meningkatkan nilai ekonomis nya,”ungkapnya.

Akhirnya nanti pemerintah daerah bisa mempatenkan kreasi putra putri daerah yang yang berasal dari Bentian Besar, yang sifatnya memenuhi standar yang ada, dan mungkin nanti dari teman teman dinas pariwisata yang bisa membantu dan mendorong agenda pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan ekonominya.

Sementara Wakil Bupati Kubar H. Nanang Adriani sangat mengapresiasi terhadap PT TCM dan BEK, dalam menyelenggarakan kegiatan festival Lou Bentian ini sangat luar biasa, artinya banyak gagasan yang ditunjang oleh perusahaan. Dengan bantuan perusahaan ini sangat bersyukur pelaksanaan festival ini terlaksana dengan baik.

Diharapkan festival ini berjalan setiap tahun kedepannya, kenapa karena ini adalah ajang mempersatukan silaturahim antara masyarakat Bentian Besar dan masyarakat lainnya yang ada diluar dari Kecamatan Bentian Besar ini. Dan juga kegiatan ini bisa memantik atau memunculkan ide ide kreatif mulai dari kuliner maupun olahraga tradisional yang tadinya hampir hilang atau musnah di telan oleh jaman.

“Dengan adanya festival ini menjadi bangkit kembali olahraga tradisional maupun kuliner yang ditinggali oleh kakek nenek turun temurun, dan pastinya menjadi nilai ekonomi masyarakat setempat,”ujarnya.

Ia menyebut, disamping itu UMKM serta warga bisa ikut berkolaborasi, dan ini menjadi cara baru untuk bisa memperbaiki perekonomian masyarakat, terutama masyarakat Bentian Besar ini. Sehingga nanti bisa di jadikan agenda resmi wisata setiap tahun, dan mungkin nanti kepala dinas pariwisata yang bisa mengemas barang ini supaya lebih baik lagi kedepannya.

Kepala Dinas Pariwisata Kubar Sumardi menyampaikan terimakasih kepada bapak wakil Bupati dan juga ITM group ini yang sudah sama sama hadir di acara festival ini, kalau tidak salah ini sudah yang kedua kalinya dilaksanakan. Dari dinas pariwisata sudah berkoordinasi dengan Pak wakil, nanti acara festival Lou Bentian ini akan di masukkan di kalender of even tahunan, sehingga gaungnya menjadi luas lagi.

Ia berharap, festival Lou Bentian yang digagas oleh ITM group dan masyarakat Bentian Besar ini menjadi festival unggulan dan akan diadakan penilaian festival di enak belas kecamatan se-Kubar, dan akan diikutkan di kalender festival pariwisata nasional.

“Ini yang menjadi harapan kita, yang bisa didorong dari dinas pariwisata binaan dari perusahaan, dan ini labih kepada kelompok budaya dan tradisi,”ungkapnya.

Diharapkan nanti kepada kelompok ini bisa dibawa anjangsana seperti ke Bali atau kemana saja yang sudah maju untuk melakukan studi belajar, dan kembalinya dari studi belajar mereka ada motivasi.

Ia menuturkan terkait dengan sampah, di desa yang sudah maju seperti Penglipuran, disana orang memaknai sampah ini hidup menjadi bersih dan hidup membawa keberkatan, maka keberkatan mereka yaitu banyak didatangi wisatawan.

“Tidak menutup kemungkinan di tempat kita juga bisa, maka dari itu kita dorong pariwisata ini budaya, tradisi, kuliner dan wisata alamnya itu menyatu dengan dengan konsep berbudaya hidup bersih,”bebernya.(arf).

« Previous PageNext Page »

  • vb