Festival Lou Bentian Jadi Kalender Tahunan Dinas Pariwisata

June 3, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

SENDAWAR – Kegiatan festival yang digelar setiap tahun di Lou Bentian memperkuat tradisi dan budaya dalam menghadapi kamajuan jaman di era globalisasi, dengan menyajikan perlombaan tradisional seperti menyumpit, behempas, begasing dan belogo serta bermacam kuliner khas Bentian Besar, dan ini akan di kemas di kalender tahunan dinas pariwisata Kubar.

Hal ini dilakukan agar kearifan lokal tetap terjaga dan lestari di Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama semua pihak, terutama dukungan perusahaan TCM, BEK, TIS dan ITM group.

Wakil Bupati Kubar H. Nanang Adriani sangat mengapresiasi terhadap PT TCM dan BEK, dalam menyelenggarakan kegiatan festival Lou Bentian ini sangat luar biasa, artinya banyak gagasan yang ditunjang perusahaan. Dengan bantuan perusahaan ini sangat bersyukur pelaksanaan festival ini terlaksana dengan baik.

Diharapkan festival ini berjalan setiap tahun kedepannya, kenapa karena ini adalah ajang mempersatukan silaturahim antara masyarakat Bentian Besar dan masyarakat lainnya yang ada diluar dari Kecamatan Bentian Besar ini. Kegiatan ini bisa memantik atau memunculkan ide ide kreatif mulai dari kuliner maupun olahraga tradisional yang tadinya hampir hilang atau musnah ditelan oleh jaman.

“Dengan adanya festival ini menjadi bangkit kembali olahraga tradisional maupun kuliner yang warisan turun temurun, dan pastinya menjadi nilai ekonomi masyarakat setempat,”ujarnya, Selasa (2/6/2026).

Ia menyebut, selain UMKM, warga bisa ikut berkolaborasi, dan ini menjadi cara baru untuk bisa memperbaiki perekonomian masyarakat, terutama masyarakat Bentian Besar ini. Sehingga nanti bisa di jadikan agenda resmi wisata setiap tahun, dan mungkin nanti kepala dinas pariwisata yang bisa mengemas barang ini supaya lebih baik lagi kedepannya.

Kepala Dinas Pariwisata Kubar Sumardi menyampaikan terimakasih kepada bapak wakil Bupati dan juga ITM group ini yang sudah sama sama hadir di acara festival ini, kalau tidak salah ini sudah yang kedua kalinya dilaksanakan. Dari Dinas Pariwisata sudah berkoordinasi dengan Pak wakil, nanti acara festival Lou Bentian ini akan di masukkan di kalender of even tahunan, sehingga gaungnya menjadi luas lagi.

“Kita dari dinas pariwisata itu sudah memprogramkan sesuai arahan Pak Bupati dan Wakil Bupati bahwa dari semua kecamatan di dua belas kecamatan punya masing masing festival unggulan,”ujarnya.

Ia berharap, festival Lou Bentian yang digagas oleh ITM group dan masyarakat Bentian Besar ini menjadi festival unggulan dan akan diadakan penilaian festival di enak belas kecamatan se-Kubar, dan akan diikutkan di kalender festival pariwisata nasional.

 

“Ini yang menjadi harapan kita, yang bisa didorong dari dinas pariwisata binaan dari perusahaan, dan ini labih kepada kelompok budaya dan tradisi,”ungkapnya.

Diharapkan nanti kepada kelompok ini bisa dibawa anjangsana seperti ke Bali atau kemana saja yang sudah maju untuk melakukan studi belajar, dan kembalinya dari studi belajar mereka ada motivasi.

Ia menuturkan terkait dengan sampah, di desa yang sudah maju seperti Penglipuran, disana orang memaknai sampah ini hidup menjadi bersih dan hidup membawa keberkatan, maka keberkatan mereka yaitu banyak didatangi wisatawan.

“Tidak menutup kemungkinan ditempat kita juga bisa, maka dari itu kita dorong pariwisata ini budaya, tradisi, kuliner dan wisata alamnya itu menyatu dengan dengan konsep berbudaya hidup bersih,”bebernya.

Manajemen perusahaan ITM group, PT Trubaindo Coal Mining (TCM) Hirung menyampaikan terimakasih kepada Pemkab Kubar yang sudah berkolaborasi dengan perusahaan untuk membuka acara festival Lou Bentian ini. Sehingga acara ini berjalan dengan baik. Ia berharap dengan adanya festival ini kreativitas kreativitas yang baru akan muncul, terutama wisata kuliner nya yang ada disini.

“Saya berharap selain kuliner yang sudah ada, diharapkan ada kuliner kuliner baru yang muncul di festival ini,”ujarnya, (adv/kominfo).

Festival Lou Bentian Perkuat Tradisi Kearifan Lokal

June 3, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

SENDAWAR – Kegiatan festival yang digelar setiap tahun di Lou Bentian memperkuat tradisi dan budaya dalam menghadapi kamajuan jaman di era globalisasi, dengan menyajikan perlombaan tradisional seperti menyumpit, behempas, begasing dan belogo serta bermacam kuliner khas Bentian Besar. Hal ini dilakukan agar kearifan lokal tetap terjaga dan lestari di Kabupaten Kutai Barat (Kubar).

Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama semua pihak, terutama dukungan perusahaan TCM, BEK, TIS dan ITM group.

Manajemen perusahaan ITM group, PT Trubaindo Coal Mining (TCM) Hirung menyampaikan terimakasih kepada Pemkab Kubar yang sudah berkolaborasi dengan perusahaan untuk membuka acara festival Lou Bentian ini. Ia berharap dengan adanya festival ini kreativitas kreativitas yang baru akan muncul, terutama wisata kuliner nya yang ada disini.

“Saya berharap ada kuliner kuliner baru yang muncul di festival ini,”ujarnya, Selasa (2/6/2026).

Ia mengharapkan muncul kreasi kreasi baru disini. Kuliner yang sudah disini seperti singkong, bisa menjadi makanan yang diolah menjadi masakan yang bervariatif, tidak hanya direbus atau digoreng saja. Jadikanlah singkong maupun pucuk singkong ini jadi masakan apa  saja yang bisa punya rasa lain.

“Itu yang kami maksud dengan kreasi yang bisa dinikmati oleh orang banyak dan bisa meningkatkan nilai ekonomis nya,”ungkapnya.

Akhirnya nanti pemerintah daerah bisa mempatenkan kreasi putra putri daerah yang yang berasal dari Bentian Besar, yang sifatnya memenuhi standar yang ada, dan mungkin nanti dari teman teman dinas pariwisata yang bisa membantu dan mendorong agenda pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan ekonominya.

Sementara Wakil Bupati Kubar H. Nanang Adriani sangat mengapresiasi terhadap PT TCM dan BEK, dalam menyelenggarakan kegiatan festival Lou Bentian ini sangat luar biasa, artinya banyak gagasan yang ditunjang oleh perusahaan. Dengan bantuan perusahaan ini sangat bersyukur pelaksanaan festival ini terlaksana dengan baik.

Diharapkan festival ini berjalan setiap tahun kedepannya, kenapa karena ini adalah ajang mempersatukan silaturahim antara masyarakat Bentian Besar dan masyarakat lainnya yang ada diluar dari Kecamatan Bentian Besar ini. Dan juga kegiatan ini bisa memantik atau memunculkan ide ide kreatif mulai dari kuliner maupun olahraga tradisional yang tadinya hampir hilang atau musnah di telan oleh jaman.

“Dengan adanya festival ini menjadi bangkit kembali olahraga tradisional maupun kuliner yang ditinggali oleh kakek nenek turun temurun, dan pastinya menjadi nilai ekonomi masyarakat setempat,”ujarnya.

Ia menyebut, disamping itu UMKM serta warga bisa ikut berkolaborasi, dan ini menjadi cara baru untuk bisa memperbaiki perekonomian masyarakat, terutama masyarakat Bentian Besar ini. Sehingga nanti bisa di jadikan agenda resmi wisata setiap tahun, dan mungkin nanti kepala dinas pariwisata yang bisa mengemas barang ini supaya lebih baik lagi kedepannya.

Kepala Dinas Pariwisata Kubar Sumardi menyampaikan terimakasih kepada bapak wakil Bupati dan juga ITM group ini yang sudah sama sama hadir di acara festival ini, kalau tidak salah ini sudah yang kedua kalinya dilaksanakan. Dari dinas pariwisata sudah berkoordinasi dengan Pak wakil, nanti acara festival Lou Bentian ini akan di masukkan di kalender of even tahunan, sehingga gaungnya menjadi luas lagi.

Ia berharap, festival Lou Bentian yang digagas oleh ITM group dan masyarakat Bentian Besar ini menjadi festival unggulan dan akan diadakan penilaian festival di enak belas kecamatan se-Kubar, dan akan diikutkan di kalender festival pariwisata nasional.

“Ini yang menjadi harapan kita, yang bisa didorong dari dinas pariwisata binaan dari perusahaan, dan ini labih kepada kelompok budaya dan tradisi,”ungkapnya.

Diharapkan nanti kepada kelompok ini bisa dibawa anjangsana seperti ke Bali atau kemana saja yang sudah maju untuk melakukan studi belajar, dan kembalinya dari studi belajar mereka ada motivasi.

Ia menuturkan terkait dengan sampah, di desa yang sudah maju seperti Penglipuran, disana orang memaknai sampah ini hidup menjadi bersih dan hidup membawa keberkatan, maka keberkatan mereka yaitu banyak didatangi wisatawan.

“Tidak menutup kemungkinan di tempat kita juga bisa, maka dari itu kita dorong pariwisata ini budaya, tradisi, kuliner dan wisata alamnya itu menyatu dengan dengan konsep berbudaya hidup bersih,”bebernya.(arf).

Langkah Tegap Beatrice Menuju Panggung Paskibraka Nasional

June 3, 2026 by  
Filed under Berau

TANJUNG REDEB – Jalur menuju halaman Istana Negara tidak pernah didesain mudah. Diperlukan kedisiplinan baja, fisik prima, dan mental sekukuh karang. Bagi Beatrice Geraldine Limbong, remaja 16 tahun asal SMAN 2 Berau, impian besar itu kini tinggal selangkah lagi menjadi nyata.

Gadis yang baru menduduki bangku kelas X ini terpilih mewakili Provinsi Kalimantan Timur untuk mengikuti seleksi akhir Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional di Jakarta.

Perjalanan Beatrice adalah potret dari sebuah perjuangan yang panjang. Ia bukan sekadar beruntung. Ia memulai langkah dari seleksi super ketat di tingkat Kabupaten Berau. Beatrice terus melaju menyisihkan ratusan kompetitor, hingga akhirnya berdiri tegak sebagai satu-satunya siswi dari Bumi Batiwakkal yang lolos di tingkat provinsi.

Pertengahan Juni 2026 ini, Cibubur, Jakarta, akan menjadi saksi babak penentuan dalam hidupnya. Bagi mereka yang mengenal Beatrice, urusan ketahanan fisik dan ketangkasan baris-berbaris dari gadis ini sudah tidak perlu diragukan lagi. Namun, seleksi tingkat nasional menuntut profil yang utuh. Tidak hanya tangguh di lapangan, tapi juga tajam di ruang ujian.

Sadar akan hal itu, Beatrice kini sedang gencar-gencarnya memperdalam wawasan umum. Di sela-sela latihan fisik yang menguras keringat, jemarinya sibuk membuka literatur tentang kekayaan daerah asalnya, Kalimantan Timur.

“Fisik Beatrice sebenarnya sudah sangat siap,” ujar Ketua Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Berau, Desmus Ersya.

“Fokus kami sekarang adalah menjaga kondisi tubuh dan memperkuat mentalnya. Kami ingin Beatrice tampil dengan kepercayaan diri penuh saat berhadapan dengan putra-putri terbaik dari seluruh penjuru Indonesia,” terang Desmus Ersya lagi

Dukungan mengalir deras untuk Beatrice. Salah satunya datang dari Wakil Bupati Berau, Gamalis. Saat menyempatkan diri mengunjungi sekolah Beatrice, Gamalis memberikan wejangan yang membakar semangat sang siswi agar tidak gentar membawa nama daerah di panggung nasional.

“Ini adalah prestasi yang sangat besar bagi Berau. Pesan saya untuk Beatrice, jaga kesehatan dan tetap tenang. Tunjukkan kepada mereka di pusat bahwa anak-anak dari daerah kita punya kualitas yang tidak kalah hebat dari anak-anak kota besar,” tegas Gamalis penuh rasa bangga saat ditemui media ini,  Selasa (02/06/2026)

Di Jakarta, Beatrice akan diuji secara menyeluruh selama lima hari penuh. Mulai dari tes kesehatan mendalam, uji kebugaran fisik yang ekstrem, hingga psikotes untuk mengukur kesiapan mentalnya di bawah tekanan.

Tujuan akhirnya sudah jelas: sebuah posisi terhormat dalam formasi pengibaran Sang Merah Putih di Istana Negara pada Hari Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2026 mendatang.

Berdasarkan jadwal, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) baru akan mengumumkan hasil akhir seleksi nasional ini secara daring pada awal Juli 2026.

Kini, di tengah persiapan terakhirnya sebelum bertolak ke ibu kota, Beatrice menaruh harapan besar di pundaknya. Lewat untaian doa yang ia rapalkan, remaja tangguh ini memohon restu dan dukungan dari seluruh masyarakat Berau agar ia bisa memberikan pembuktian terbaik bagi Kalimantan Timur. (Dy/OK/ADV)

Wakil Bupati Kubar Buka Acara Festival Lou Bentian

June 3, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

SENDAWAR – Kegiatan festival tahunan yang di selenggarakan di Lou Bentian, yang di kemas dengan berbagai lomba tradisional menyumpit, begasing, belogo, behempas, serta lomba tari begantar, berijik atau bedongki, lomba fashion show khas Bentian Besar, serta lomba memasak kuliner khas Bentian Besar. Kegiatan ini di mulai dari tanggal (2 – 8 Juni 2026), berlangsung di Lou Bentian, Jalan Trans Kaltim, Kecamatan Bentian Besar, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Selasa (2/6/2026).

Bupati Kubar Frederick Edwin dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Bupati (Wabup) H. Adriani mengatakan, sektor yang bisa mendongkrak ekonomi daerah adalah sektor pariwisata, nah salah satunya adalah kearifan lokal. Pemerintah Kabupaten Kutai Barat mengucapkan apresiasi yang setinggi tingginya atas inisiasi yang telah mempersiapkan acara ini dengan baik, kolaborasi antara masyarakat Bentian Besar Lou Bentian dan perusahaan PT TCM dan BEK  group.

Ia menyebut, tema kali ini yaitu merajut persatuan membangun Bentian maju dan bermartabat, ini adalah tema yang sangat baik dan luar biasa, suatu pesan yang sangat mendalam dan relevan.

“Kita ketahui bersama bahwa Lou Bentian bukan sekedar mempunyai fisik yang panjang limapuluh meter, dengan tiga ratus lebih pilar ulin, dan mempunyai sembilan kamar untuk keterwakilan sembilan kampung yang ada di Bentian Besar ini serta menjadi simbol jati diri masyarakat Bentian Besar,”ujannya, sekaligus membuka acara tersebut.

Melalui festival yang dilaksanakan selama tujuh hari penuh ini bukan hanya menampilkan hiburan semata, melainkan melakukan investasi kebudayaan dan berbagai perlombaan tradisional seperti menyumpit, behempas, belogo dan begasing, juga tarian khas Bentian Besar dan lainnya.

“Ini semua adalah warisan leluhur yang harus kita lestarikan dan jangan sampai hilang tergerus oleh kemajuan jaman,”ungkapnya.

Ia menyarankan, guna melestarikan kearifan lokal, di harapkan warung warung yang di pinggir jalan jangan hanya menjual jajanan yang berkemasan siap saji saja, akan tetapi warung warung itu juga bisa menjual produk jajanan lokal. Jadi apabila ada wisatawan dari luar ingin menikmati jajanan lokal semua warung tersedia, agar Kecamatan Bentian Besar ini mempunyai ciri khas sendiri.

“Itu semua perlu kerjasama semua pihak, dan juga perlu kerja nyata dari masyarakat serta kreatifitas individu masing masing warga yang menyediakan masakan lokal,”bebernya.

Sementara itu manajemen perusahaan Hirung menyampaikan, kegiatan festival ini adalah simbul kearifan lokal yang di tampilkan oleh masyarakat Bentian Besar, ini harus di ketahui oleh masyarakat yang ada di luar Bentian. Lumayan lama pembangunan Lou Bentian ini, kurang lebih empat tahun Lou Bentian inj berdiri dengan sempurna atas kerjasama dan kolaborasi TCM, BEK, TIS, ITM group ini dalam menyelesaikannya.

Ia berharap, dengan di laksanakan festival ini banyak kearifan lokal yang di tampilkan, terutama festival kuliner yang ada di Bentian ini,  suatu kearifan lokal yang harus di tampilkan, dengan adanya Lou ini nanti di harapkan bisa di manfaatkan sebaik mungkin, mumpung perusahaan TCM, BEK dan TIS ini masih beroperasi disini, dan masih mampu membantu kegiatan ini.

“Kalau nanti perusahaan sudah tidak beroperasi dan batu baranya sudah habis, perusahaan mungkin tidak bisa lagi membiayai kegiatan ini lagi,”ungkapnya.

Ia menyebut, dalam acara tersebut hadir subkontraktor juga seperti PT. PAMA, Runa dan yang lainnya. (adv/diskominfo).

 

Festival Sempekat Harmoni Budaya Jadi Agenda Pariwisata Unggulan

June 3, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

SENDAWAR – Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Barat, FX Sumardi menyampaikan, pelaksanaan Festival Sempekat Harmoni Budaya Kutai Barat 2026 sengaja digelar pada bulan Juni yang dikenal sebagai Bulan Bung Karno. Hal tersebut disampaikan dalam laporan panitia pada pembukaan Festival Sempekat Harmoni Budaya di Taman Budaya Sendawar (TBS), Selasa (2/6/2026) malam.

Menurut Sumardi, pemilihan bulan Juni memiliki makna tersendiri karena bertepatan dengan bulan kelahiran Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, yang lahir pada 1 Juni 1901. Selain itu, nilai-nilai Trisakti yang diwariskan Bung Karno dinilai selaras dengan semangat festival yang mengangkat budaya sebagai identitas daerah.

“Bung Karno dikenal dengan Trisakti, yakni berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Semoga Festival Sempekat Harmoni Budaya ini dapat menjadi agenda tetap yang terus mendapat dukungan dan berkembang dari tahun ke tahun,” ujarnya.

Ia menjelaskan, festival tersebut memiliki sejumlah tujuan strategis, di antaranya melestarikan nilai-nilai budaya dan tradisi daerah sebagai warisan leluhur, meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap seni budaya lokal, mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, memberikan ruang ekspresi bagi seniman dan pelaku budaya, serta meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Kutai Barat.

Sumardi mengatakan, Festival Sempekat Harmoni Budaya juga diharapkan menjadi penghubung menuju Festival Dahau yang selama ini menjadi agenda budaya terbesar di Kutai Barat.

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari Calendar of Event Kabupaten Kutai Barat Tahun 2026 yang telah diluncurkan Dinas Pariwisata pada Februari lalu.

“Harapan kami, seluruh event yang masuk dalam kalender pariwisata ini dapat memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi para pelaku UMKM di Kutai Barat,” katanya.

Sumardi menegaskan, pelaksanaan festival ini juga merupakan bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat terhadap perkembangan sanggar-sanggar seni yang semakin banyak tumbuh di berbagai kampung.

“Kami ingin memberikan ruang bagi sanggar seni untuk menunjukkan kreativitas dan bakat mereka. Festival ini menjadi wadah bagi para pelaku seni budaya untuk tampil dan berkembang,” jelasnya.

Pelaksanaan Festival Sempekat Harmoni Budaya 2026 didukung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Pariwisata, serta mendapat dukungan dari berbagai sponsor, perbankan, perusahaan, komunitas seni budaya, dan aparat keamanan.

Di akhir laporannya, Sumardi berharap Festival Sempekat Harmoni Budaya dapat berkembang menjadi agenda pariwisata budaya unggulan Kabupaten Kutai Barat yang mampu memperkuat identitas daerah, meningkatkan kunjungan wisatawan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya pengembangan wisata budaya di berbagai destinasi wisata daerah. Keberhasilan Kampung Tanjung Isuy yang meraih predikat Desa Budaya Terbaik III Nasional pada 2025 diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain di Kutai Barat.

“Ke depan, wisatawan yang datang tidak hanya menikmati wisata alam, tetapi juga dapat menyaksikan atraksi budaya yang menjadi ciri khas daerah. Inilah yang ingin terus kita dorong agar budaya menjadi lokomotif peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kutai Barat,” pungkasnya.(adv/kominfo)

« Previous PageNext Page »

  • vb