Teman Hebat Records Rilis 15 Lagu Penyanyi Berkebutuhan Khusus

June 29, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

Vivaborneo.com, Jakarta – Teman Hebat Records kembali menghadirkan langkah besar bagi dunia musik Indonesia dengan merilis 15 lagu terbaru yang dibawakan oleh anak-anak dan remaja berkebutuhan khusus.

Seluruh karya tersebut resmi tersedia di berbagai platform musik digital mulai Jumat, 26 Juni 2026, sekaligus menjadi tonggak lahirnya penyanyi-penyanyi muda yang memiliki karya orisinal dan identitas musikal masing-masing.

Peluncuran tersebut menjadi bagian dari misi besar Teman Hebat Records sebagai rumah kreatif bagi anak dan remaja berkebutuhan khusus, meliputi Down Syndrome, Autism, ADHD, Dyslexia, Slow Learner, hingga penyandang disabilitas. Bersama Senada Studio’s, Teman Hebat Records membuktikan bahwa dunia musik mampu menjadi ruang yang inklusif bagi siapa saja yang ingin berkarya.

Founder Teman Hebat Records, Rulli Aryanto kepada awak media pada Sabtu (27/6/2026) mengatakan antusiasme masyarakat saat proses open talent semakin menguatkan alasan berdirinya label musik tersebut. Menurutnya, banyak talenta luar biasa yang selama bertahun-tahun belum memperoleh ruang untuk berkembang.

“Semakin memperjelas arah dan tujuan didirikannya Teman Hebat Records sebagai rumah bagi anak-anak dan remaja berkebutuhan khusus yang ingin berkarya dan punya lagu sendiri. Waktu kami membuka talent, ternyata animonya sangat besar. Artinya masih banyak potensi yang bisa digali, terutama dalam bidang menyanyi,” ujar Rulli Aryanto.

 

Sebanyak 15 lagu yang diluncurkan masing-masing dibawakan oleh Kinanthi Ulfidiyanaa melalui Wujudkan Impian, Evi Lugvianty Craib (Tak Harus Sama), Junior Noya (Kuat Dengan Cara Kita), Shafaminata (Aku Tak Sendiri), Vanessa Adelynn (Kisah Kita), Azka Farzana (Indah Dibalik Semua), Velovelyn Gwen (Semoga), Aisha Natasya (Aku Hebat Aku Bisa).

Sedangkan Kenzie Rachel Andrea (Genggam Harapan), Ben Hite (Jangan Ragukan Dirimu), Azalea Dzahin (Pasti Bisa), Alika Ashadewi (Lebih Dari Segalanya), Vanesa Audrey (Hebat & Juara), Jihan Nicklany (Kita Semua Teman), serta Vanita Hiadah Rizky Aryo Putri melalui Caraku Sendiri.

Seluruh karya dipersembahkan oleh Teman Hebat Records bersama PasarLagu. Produksi musik dikerjakan oleh Rulli Aryanto, Tixxy (Tety Widiastuti), Senada Studio’s, Kenneth Trevi, Denny Boy, Ivan Daniel, Andrea, serta didukung NPSCorp, Utut Utama Agung, BikinKlip, dan Kunamkane sebagai bagian dari gerakan yang menghadirkan ruang berkarya bagi setiap anak Indonesia tanpa memandang keterbatasan.

Teman Hebat Records bersama Senada Studio’s juga membawa visi yang jauh lebih luas daripada sekadar memproduksi musik. Seluruh program dirancang agar setiap anak memperoleh kesempatan belajar, berkarya, hingga menjadikan bakat sebagai profesi yang dikelola secara profesional.

Rulli mengaku banyak momen emosional selama proses rekaman berlangsung. Salah satu pengalaman paling membekas hadir saat melihat perjuangan setiap anak memberikan kemampuan terbaik sesuai versi mereka masing-masing.

“Mereka mengajarkan bahwa menjadi bagus merupakan proses. Seseorang harus terus bergerak, tidak berhenti, tidak menyerah, dan terus belajar,” tutur Rulli.

Pelajaran lain yang paling membekas baginya adalah bagaimana setiap anak mampu mensyukuri setiap langkah kehidupan meski menghadapi tantangan yang tidak ringan. Semangat tersebut menjadi pengingat bahwa perjuangan sering kali melahirkan rasa syukur yang lebih besar.

Founder Teman Hebat Records, Yuly Twins, memandang perjalanan seluruh penyanyi jauh lebih bernilai dibanding hasil akhir rekaman. Sebagai ibu yang juga memiliki anak berkebutuhan khusus, ia memahami bahwa perjuangan sesungguhnya telah berlangsung jauh sebelum mereka memasuki studio.

Menurut Yuly Twins, setiap anak melewati tantangan yang berbeda. Sebagian masih belajar membaca, sebagian lain menghafal lirik melalui pendengaran, bahkan ada yang dibantu orang tua dengan gerakan visual agar lebih mudah memahami setiap bait lagu.

Pendampingan keluarga menjadi fondasi utama dalam membangun rasa percaya diri anak. Selama bertemu dengan 15 keluarga penyanyi, Yuly Twins melihat satu kesamaan yang sangat kuat, yakni keyakinan orang tua selalu menjadi sumber keberanian anak.

“Kepercayaan diri anak tumbuh dari keyakinan orang tuanya terlebih dahulu. Orang tua yang terus percaya akan memberi kesempatan lebih besar bagi anak untuk percaya kepada dirinya sendiri,” jelasnya.

Momen paling berkesan baginya hadir ketika para penyanyi pertama kali mengenakan headset dan mendengar suara mereka melalui perangkat rekaman profesional. Ekspresi bahagia, bangga, dan takjub menjadi pemandangan yang sulit dilupakan.

Yuly Twins juga mengajak seluruh orang tua agar tidak pernah berhenti memberi kesempatan kepada anak untuk mencoba. Konsistensi latihan, pengulangan, serta dukungan tanpa menghakimi diyakini mampu membuka potensi yang selama ini belum terlihat.

Bagi Teman Hebat Records, bernyanyi hanyalah media untuk membangun sesuatu yang jauh lebih besar. Seluruh perjalanan tersebut diarahkan agar setiap anak memiliki keberanian, pengalaman berhasil, rasa diterima, dan keyakinan bahwa mereka mampu meraih kesempatan yang sama seperti siapa pun.

“Lagu hanya menjadi kendaraan. Tujuan terbesar kami adalah membangun keberanian, kepercayaan diri, pengalaman berhasil, rasa diterima, dihargai, dipercaya, dan keyakinan bahwa mereka mampu meraih kesempatan yang sama,” tutup Yuly Twins.

Lima belas lagu dari 15 penyanyi berkebutuhan khusus yang dirilis Teman Hebat Records tersebut bisa didengarkan melalui tautan playlist YouTube berikut ini: https://youtube.com/playlist?list=PLJUTfoaqTYqNnHUAkPv7EhawYFuIXYxos&si=qQ6-y5RMQztraDmN. (Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli)

Balikpapan Juara Umum, PORDA PERPAMSI Kaltim Dorong Sportivitas dan UMKM

June 28, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

SENDAWAR – Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) keluar sebagai juara umum Pekan Olahraga Daerah (PORDA) VII PD PERPAMSI Kaltim 2026. PTMB mengoleksi 14 medali dan menjadi kontingen terbaik pada ajang yang digelar di Kabupaten Kutai Barat (Kubar).

Ketua PD PERPAMSI Kaltim, Suparno, mengatakan pelaksanaan PORDA bukan hanya menjadi ajang kompetisi antarkaryawan Perumda Air Minum, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Selama penyelenggaraan, aktivitas UMKM turut menggeliat sehingga memberikan manfaat bagi pelaku usaha lokal.

“PORDA ini tidak hanya tentang olahraga, tetapi juga bagaimana kegiatan ini mampu menghidupkan UMKM sehingga perekonomian masyarakat ikut merasakan dampak positif,”ujar Suparno, pada penutupan PORDA VII PD PERPAMSI Kaltim, di Taman Budaya Sendawar (TBS), Kecamatan Barong Tongkok, Sabtu (27/6/2026).

Ia bersyukur seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib dan penuh semangat sportivitas. Menurutnya, kebersamaan dan persaudaraan antarsesama insan Perumda Air Minum se-Kaltim menjadi nilai utama yang ingin dibangun melalui kegiatan tersebut.

Suparno mengingatkan bahwa kemenangan bukanlah tujuan akhir. Ia mengapresiasi kontingen yang berhasil meraih prestasi, sekaligus mendorong peserta yang belum berhasil untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan.

Sementara itu, Direktur Perumda Tirta Sendawar sekaligus Ketua Panitia PORDA VII PD PERPAMSI Kaltim, Untung Surapati, menyampaikan permohonan maaf apabila selama penyelenggaraan masih terdapat kekurangan yang dirasakan para kontingen.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Kubar beserta seluruh jajaran yang telah memberikan dukungan penuh, mulai dari penyediaan venue di TBS hingga berbagai fasilitas pendukung lainnya.

“Dukungan pemerintah daerah menjadi salah satu kunci suksesnya pelaksanaan PORDA tahun ini. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga kegiatan berjalan lancar dan sukses,”katanya. (yan/adv/diskominfo)

Semangat PORDA sebagai Energi Baru Melayani Masyarakat

June 28, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

SENDAWAR – Pekan Olahraga Daerah (PORDA) ke-VII PD PERPAMSI Kaltim 2026 resmi ditutup di Taman Budaya Sendawar, Kecamatan Barong Tongkok, Sabtu (27/6/2026).

Momentum penutupan itu dimanfaatkan Pemkab Kutai Barat (Kubar) untuk mengajak seluruh peserta menjadikan semangat olahraga sebagai energi baru dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Kubar Frederick Edwin melalui sambutan yang dibacakan Pelaksana Harian (Plh) Sekkab Yuli Permata Mora. Ia mengapresiasi seluruh atlet dan kontingen yang telah berpartisipasi serta memberikan selamat kepada para juara.

“Kepada atlet dan kontingen yang berhasil meraih prestasi, saya ucapkan selamat dan sukses. Jadikan kemenangan ini sebagai motivasi untuk terus berlatih dan mempertahankan performa terbaik,”ujarnya.

Bagi kontingen yang belum berhasil meraih prestasi, Bupati mengingatkan agar tidak berkecil hati. Menurutnya, esensi PORDA bukan semata-mata mengejar kemenangan, melainkan membangun sportivitas, kebersamaan serta semangat pantang menyerah.

Ia menegaskan, ajang PORDA ke-VII telah membuktikan bahwa olahraga mampu mempererat solidaritas antarkaryawan BUMD Air Minum se-Kaltim. Semangat juang, disiplin, dan kekompakan yang terbangun selama pertandingan diharapkan dapat diterapkan di lingkungan kerja masing-masing.

“Transformasikan energi positif dari lapangan olahraga menjadi semangat baru untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan mengoptimalkan pelayanan air bersih yang prima bagi seluruh masyarakat Kaltim,”pesannya.

Pemkab juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjadi tuan rumah masih terdapat kekurangan dalam pelayanan maupun fasilitas yang diberikan kepada seluruh kontingen.

Bupati menyampaikan terima kasih atas partisipasi seluruh peserta dari kabupaten dan kota se-Kaltim. Ia berharap kebersamaan yang terjalin selama pelaksanaan PORDA menjadi kenangan indah sekaligus memperkuat sinergi antardaerah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (yan/adv/diskominfo)

Bupati Kutai Kartanegara Ajak IDI Perkuat Kolaborasi Pembangunan Bidang Kesehatan

June 28, 2026 by  
Filed under Kutai Kartanegara

TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) dr. Aulia Rahman Basri menghadiri Pelantikan Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kutai Kartanegara Masa Bakti 2025–2028 yang dirangkai dengan bakti sosial layanan kesehatan gratis di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Minggu (28/6/2026).

Pengurus IDI Cabang Kutai Kartanegara Masa Bakti 2025–2028 yang diketuai dr. Arif Risdianto, Sp.KK, M.Kes., FINSDV dilantik Ketua IDI Wilayah Kalimantan Timur dr. Mansyah HM, Sp.OG., M.Kes (MARS). Prosesi pelantikan diawali pembacaan Surat Keputusan PB IDI, pembacaan naskah pelantikan, pengucapan sumpah/janji pengurus, pengalungan kalung IDI, serta foto bersama seluruh pengurus yang baru dilantik.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris IDI Wilayah Kaltim dr. Ronny Setiawati, MKM, Direktur rumah sakit se-Kabupaten Kutai Kartanegara, para Kepala Puskesmas se-Kukar, unsur Forkopimda, jajaran perangkat daerah, serta keluarga besar IDI Kutai Kartanegara.

Dalam sambutannya, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyampaikan ucapan selamat kepada Ketua dan seluruh jajaran pengurus IDI Kukar yang baru dilantik. Ia berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh integritas, profesionalisme, serta menjadi teladan bagi profesi kedokteran dan masyarakat.

“Bagi saya pribadi, IDI ini adalah rumah untuk kembali pulang. Seorang dokter sejatinya merupakan ahli manajemen yang handal. Seorang dokter tidak mungkin melakukan tindakan sebelum menegakkan diagnosis, dan tidak akan menegakkan diagnosis tanpa melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Dokter juga selalu mendengarkan keluhan pasien sebelum memberikan penanganan,” ujarnya.

Menurut Aulia, nilai-nilai yang dipelajarinya sebagai seorang dokter sangat bermanfaat ketika mengemban amanah sebagai Bupati Kutai Kartanegara. Ia menegaskan bahwa prinsip mendengarkan masyarakat sebelum mengambil keputusan menjadi pedoman dalam menjalankan pemerintahan.

“Ilmu itu yang saya terapkan saat mendapat amanah menjadi Bupati, yaitu mendengarkan masyarakat terlebih dahulu, kemudian menangani persoalan yang mereka hadapi. Karena itu kita harus menjaga profesi dokter agar selalu menjadi profesi yang dibanggakan masyarakat,” katanya.

Bupati juga mengajak IDI menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dalam mewujudkan visi Kukar Idaman Terbaik, khususnya di bidang kesehatan. Ia berharap IDI dapat bersinergi dengan pemerintah daerah untuk menciptakan lingkungan kerja yang membuat para dokter merasa nyaman dan betah mengabdi di Kukar.

 

Menurutnya, upaya tersebut harus didukung dengan kepastian jenjang karier, kejelasan posisi, dan peningkatan kesejahteraan tenaga medis.

“Mari kita rumuskan bersama solusi terkait jenjang karier dokter. Kami ingin dokter-dokter yang bertugas di Kukar merasa nyaman sehingga memilih terus mengabdi di daerah ini,” ungkapnya.

Aulia juga menjelaskan bahwa Pemkab Kukar telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi guna memberikan kesempatan bagi dokter melanjutkan pendidikan spesialis melalui Program Beasiswa Tematik Pemkab Kukar.

“Program beasiswa tematik ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Kami juga berharap dokter yang telah menyelesaikan pendidikan spesialis dapat kembali dan mengabdi di Kutai Kartanegara,” katanya.

Ia menambahkan, saat ini masih terdapat dua puskesmas yang mengalami kekosongan dokter akibat pensiun. Karena itu, pemerintah daerah bersama IDI diharapkan dapat segera mencari solusi agar kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat tetap terpenuhi.

Bupati mengajak seluruh jajaran IDI untuk terus menyinergikan berbagai program organisasi dengan program Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara sehingga kolaborasi dalam pengabdian kepada masyarakat semakin kuat.

“Kami mendukung upaya IDI menempatkan organisasi profesi ini sesuai dengan perannya. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara juga akan terus mendorong agar profesi dokter mendapatkan ketenangan, kenyamanan, serta ruang yang baik untuk mengembangkan kompetensi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

Bupati menegaskan pembangunan kesehatan merupakan salah satu prioritas Pemkab Kukar melalui penguatan fasilitas kesehatan, peningkatan kualitas SDM kesehatan, pemerataan dokter dan dokter spesialis, serta penguatan kemitraan strategis dengan IDI guna menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas dan merata bagi masyarakat Kutai Kartanegara.

Acara ditutup dengan penyerahan cendera mata, foto bersama, doa, dan pelaksanaan bakti sosial layanan kesehatan bagi masyarakat. (kk04)

Musibah Air, Debu dan Listrik

June 28, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

BALIKPAPAN lagi dapat cobaan. Secara beruntun terjadi masalah mulai soal kebutuhan dasar sampai persoalan kesehatan. Ada kelangkaan air bersih di beberapa titik, pemadam listrik bergilir sampai gangguan debu. Selain juga antri BBM yang tak pernah selesai.

Puncak gangguan air terjadi di kawasan BDS 2 Kampung Buton. Ibu-ibu di sana melaksanakan aksi demo, Selasa (23/6) lalu. Maklum sudah 10 hari air PDAM tak menetes. Jalan ditutup, lalu mereka menuntut agar Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) segera mengalirkan airnya.

Suasana kilang dan pemukiman warga Balikpapan yang dihujani debu pada 23 Juni lalu

Manajer Distribusi PTMB, Indra Gunawan mengakui distribusi air ke wilayah Kampung Buton, Gunung Bakaran macet lebih seminggu. Awalnya cuma karena terjadi kebocoran pada pipa air baku. Setelah dilakukan perbaikan ternyata belum lancar juga. Belakangan baru diketahui ada lagi kebocoran lain pada pipa distribusi berdiameter 200 milimeter.

“Saya minta maaf sebelumnya. Biasanya kalau penormalan lokal itu cepat, tetapi kali ini tidak normal-normal. Setelah kami telusuri ternyata ada kebocoran pada pipa 200 milimeter bagian atas, makanya waktu perbaikan jadi lama,” kata Indra.

Ibu-ibu sudah kesal. Mereka ramai-ramai memukul panci lalu memblok jalan. “Soalnya kita ngga bisa masak, ngga bisa mandi, ngga bisa cebok,” kata mereka setengah berteriak. “Ya ibu-ibu sudah kesal, jadi mereka memblok jalan,” ujar Aminudien, Ketua RT 23 Kampung Buton.

Cerobong kilang Pertamina Balikpapan dilihat dari Teluk Balikpapan

Soal kecukupan air bersih, sudah lama membuat Balikpapan harus berjuang. Maklum air bakunya masih terbatas. Malah ada kabar baru yang tidak enak dari Waduk Manggar yang menjadi sumber utama air baku.

Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Balikpapan, Rita, akibat sedimentasi tampungan air di Waduk Manggar yang semula 16,28 juta meter kubik, kini menyusut menjadi 15,24 juta meter kubik. Jadi menurun sekitar satu juta meter kubik. Menurunnya kapasitas tampungan pasti berpengaruh terhadap suplai air baku ke kilang pengolahan air bersih PDAM.

Bersamaan dengan demo air, juga terjadi “hujan” debu di Balikpapan.  Debu hampir menyelimputi seluruh kawasan, terutama di wilayah Balikpapan Tengah dan Utara. Hasil investigasi, debu yang berterbangan itu bersumber dari aktivitas kilang Pertamina Balikpapan.

“Memang ada indikasi dari aktivitas operasi awal kilang baru,” kata  VP Legal & Relation PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB), Asep Sulaeman seperti diberitakan Kompas.com.

Cuma anehnya pihak Pertamina menyebut material halus yang berterbangan tersebut masih kategori aman. “Dapat kami sampaikan bahwa karekterisitik material tersebut masih berada dalam batas yang tergolong aman bagi kesehatan dan tidak menunjukkan risiko yang signifikan,” kata Asep.

Bagaimana mungkin? Padahal debu jenis apapun pasti bermasalah bagi kesehatan manusia. Belum lagi kerugian lain seperti kotornya pakaian dan berdebunya berbagai peralatan rumah tangga dan kendaraan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati mengatakan, pihaknya melalui semua Puskesmas melakukan pemantauan. “Nanti kita lihat dari angka kesakitan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) apakah meningkat atau tidak setelah adanya fenomena debu,” jelasnya.

Selain itu, DKK juga telah mengirim sampel debu ke laboratorium Sucofindo Jakarta untuk mengetahui kandungan materialnya,” kata Alwiati.

Akun Instagram DKK Balikpapan sempat mengeluarkan peringatan, meskipun belakangan dilakukan take down. “Peringatan kesehatan, jangan anggap sepele. Debu pagi ini berbahaya. Kamu tidak bisa melihatnya. PM 2.5 partikel berbahaya,” begitu bunyi narasi yang kemudian dihapus.

Gabungan organisasi masyarakat sipil yang terdiri dari JATAM Kaltim, NUGAL Institute, LBH Samarinda dan Trend Asia meminta Pertamina membuka seluruh informasi terkait insiden yang terjadi pada 23-24 Juni 2026 lalu.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan, Sudirman Djayaleksana memerintahkan 4 hal kepada Pertamina. Wajib menyerahkan laporan tanggap darurat kepada Kementerian LH, wajib melakukan pengujian kualitas udara, merespon keluhan warga dan evaluasi menyeluruh terhadap SOP.

MATI DI LUMBUNG BATU BARA

Kesusahan warga Balikpapan makin lengkap menyusul terjadi pemadaman listrik secara bergiliran pekan ini. “Musibah” ini terjadi tidak saja di Kota Beriman, tetapi juga di kota-kota lain di seluruh Kaltim termasuk di Samarinda, Kutai Kartanegara, Tanah Grogot, Bontang dan Sangatta.

Informasi yang diterima, pemadaman terjadi akibat gangguan pada unit pembangkit besar dan defisit pasokan daya pada sistem interkoneksi Kalimantan.

PLN sebagai penyedia listrik seperti terkena “wabah” penyakit menular. Soalnya pemadaman listrik sebelumnya terjadi di Pulau Jawa dan Sumatera. Bahkan di Sumatera Utara sempat terjadi pemadaman total atau blackout yang merugikan masyarakat dan dunia usaha.

“Miris terjadi pemadaman listrik bergilir di Kaltim, tetapi batu bara terus berlayar tanpa henti di Teluk Balikpapan,” kata seorang netizen dengan meng-apload foto iring-iringan ponton pembawa batu bara di Teluk Balikpapan.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh netizen lainnya di Samarinda. Dia juga membuat video iring-iringan ponton bermuatan batu bara yang melewati jembatan Mahakam. “Kita kaya seperti ini, kok ada pemadaman listrik bergilir, aneh bin ajaib. Kita mati di lumbung batu bara,” tukasnya bernada protes.

Agaknya warga Kaltim menganggap pemadaman listrik bergilir itu terjadi karena pasokan batu bara. Sebab hal itu terjadi Pulau Jawa. Kabarnya di Jawa ada dua penyebab. Selain gangguan dari pembangkit besar, tetapi juga karena menurunnya pasokan batu bara. Hal ini yang memaksa PT PLN (Persero) melakukan manajemen beban secara terbatas.

Plh Manajer Komunikasi dan TJSL PLN, Annisa Nabiha menjelaskan, gangguan operasional pada unit Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) yang menyebabkan pasokan Listrik ke sistem kelistrikan Kalimantan tidak berkaitan dengan ketersediaan energi primer maupun pasukan batu bara.

“Sistem kelistrikan Kalimantan saat ini terkendali dengan baik. Kalaulah padam di beberapa lokasi kota merupakan langkah manajemen beban secara terbatas dan terukur untuk menjaga keandalan sistem,” kata Biha seperti diberitakan TribunKaltim.co.

Saat ini, katanya, PLN terus mempercepat proses pemulihan dengan mengoptimalkan pasokan dari pembangkit lain serta melakukan pengaturan operasi sistem agar keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik tetap terjaga.

“Sebagai pemakai, ya kita tidak bisa apa-apa. Pasrah bongkok,” kata Ibu Lina di Balikpapan Baru. Hanya, tambahnya, kepala dia tambah pusing. Ya soal air, debu, listrik, antri BBM dan ditambah lagi susahnya memasukkan anak ke sekolah. “Suer ini bukan omon-omon,” katanya sembari memegang kepalanya yang nyut-nyutan.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb