Telkomsel Area Pamasuka Siaga Melayani Sepenuh Hati Selama Ramadan dan Idulfitri 2026

February 27, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

Makassar– Menyambut Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026, Telkomsel Area Pamasuka (Papua Maluku Sulawesi Kalimatan) menegaskan komitmen “Melayani Sepenuh Hati” agar pelanggan bisa Jalani Ramadan Sepenuh Hati. Lebih tenang dengan layanan pelanggan Telkomsel yang tersedia 24/7, lebih berkesan dengan ragam penawaran spesial khusus RAFI dari Telkomsel, serta lebih aman dengan konektivitas terdepan dan terluas Telkomsel di setiap momen penting ibadah, silaturahmi, hingga perjalanan mudik.

Vice President Consumer Business Telkomsel Area Pamasuka, Muharlis, menyatakan, Ramadan tahun ini, fokus Telkomsel hadir melayani sepenuh hati di setiap langkah pelanggan.

“Kami sudah siapkan layanan pelanggan yang siaga kapan pun pelanggan butuh, hadirkan ragam penawaran yang istimewa, sampai tingkatkan keandalan jaringan agar setiap pelanggan dapat beribadah dengan khusyuk, bersilaturahmi dengan lancar, dan menikmati momen Ramadan yang lebih bermakna,” kata Muharlis.

Dikatakan Muharlis, Telkomsel memastikan kemudahan akses bantuan dan layanan, Telkomsel Area Pamasuka mengoperasikan 33 Posko Telkomsel Siaga (6 Posko Flagship dan 27 Posko Reguler) selama 10 Feb – 28 Maret 2026. Pelanggan dapat melakukan aktivasi dan isi ulang berbagai produk Telkomsel, mengakses layanan migrasi kartu SIM/eSIM, memperoleh bantuan layanan MyTelkomsel, sampai menukarkan Telkomsel POIN.

Operasional Posko Telkomsel Siaga melengkapi ragam titik layanan pelanggan tersedia melalui aplikasi MyTelkomsel, website www.telkomsel.com, media sosial @telkomsel, Call Center 188, ratusan GraPARI Siaga, serta puluhan ribu mitra Outlet Siaga di seluruh Indonesia. Kanal digital juga diperkuat melalui Posko RAFI Digital di TikTok melalui Program Cyber4rmy , AI Travel Assistant di MyTelkomsel sebagai panduan mudik, serta Paket Bundling Norton Mobile Security untuk ketenangan berkomunikasi.

Supaya Ramadan jadi lebih berkesan di hati pelanggan, Telkomsel juga telah menyiapkan pilihan paket spesial bagi pelanggan SIMPATI (Seru Sahur, Seru Ngabuburit, Seru Mudik, Seru Nonton, Surprise Deal), bagi pelanggan Halo (Halo Meaningful Deals, RoaMAX Umroh), dan bagi pelanggan by.U (Paket SOTR – Sahur On The Road, Paket Gas Pushrank, Ucoin Ramadan).

Untuk konektivitas rumah/keluarga, ada promo IndiHome (Promo Installation Fee, Promo Higher Speed), paket Orbit (Orbit Promo Ramadan, Paket Sahur & Ngabuburit), serta penawaran EZnet (Promo Installation Fee). Pelanggan juga bisa membantu mereka yang membutuhkan untuk mudik ke kampung halaman dengan mendonasikan sejumlah Telkomsel Poin melalui program loyalty Mudik Hepi.

“Apa pun kebutuhannya, baik jadi teman sahur dan ngabuburit, kumpul bersama keluarga, berbagi kebaikan, berangkat mudik, sampai rayakan kemenangan, Telkomsel siap mendampingi,” kata Muharlis.

Informasi detail, masa berlaku, dan ketersediaan masing‑masing program mengacu pada syarat dan ketentuan layanan yang berlaku. Selengkapnya, kunjungi www.telkomsel.com/siaga.

Selain itu, Ramadan Corner juga hadir di MyTelkomsel untuk menemani pelanggan Jalani Ramadan Sepenuh Hati. Mulai dari sedekah hingga jadwal ibadah, Ramadan Corner juga dilengkapi fitur Kirim Parsel dan Peta Mudik yang terhubung dengan Posko Siaga Telkomsel.

Jaringan Optimal Bikin Lebih Aman Hadapi Lonjakan Trafik

Telkomsel Aera Pamasuka memproyeksikan puncak payload nasional sekitar 17,81 PB atau meningkat sekitar 11,1% dibanding hari normal pada periode RAFI tahun ini, seiring aktivitas digital pelanggan di berbagai kategori aplikasi (video streaming, komunikasi, games, belanja online, dan media sosial). Kenaikan jumlah pelanggan tertinggi diprediksi ada di Regional Sulawesi, sekitar 110 ribu pelanggan atau naik +0,9%.

Agar pelanggan nyaman mengakses layanan digital – untuk ibadah, komunikasi keluarga, hingga hiburan dan produktivitas – dari kapan pun dan di mana pun selama Ramadan hingga Idulfitri, Telkomsel Area Pamasuka telah:

  • Mengoptimalkan jaringan di 71 titik prioritas (Points of Interest/POI) lintas kategori (area khusus/keramaian, transportasi, rute mudik, residensial, dan tempat ibadah).
  • Menerapkan Autonomous Network berbasis AI untuk pemantauan end-to-end 24/7 (deteksi dini, diagnosis, hingga perbaikan otomatis), 21 Posko Siaga Network untuk menjaga kualitas layanan.
  • Menyiagakan 4 unit COMBAT (Compact Mobile BTS) di lokasi dengan potensi kepadatan tinggi, guna memastikan kapasitas dan kualitas sinyal tetap prima.
  • Melaksanakan drive test sepanjang ±426 km (termasuk ±109 km jalan tol Balikpapan dan Samarinda ) guna memastikan cakupan dan kualitas layanan suara dan data aman memadai.

Vice President Area Network Operations Telkomsel Area Pamasuka,  Anky Arief Priyagung pun menegaskan kembali bahwa memastikan koneksi pelanggan dan keluarga tetap stabil, di rumah atau pun di luar rumah, juga merupakan bagian dari komitmen Telkomsel melayani sepenuh hati, supaya setiap pelanggan Telkomsel bisa jalani Ramadan sepenuh hati.

Selama Ramadan dan Idulfitri, berbagai pengalaman digital pelanggan turut didukung performa jaringan terdepan Telkomsel yang telah resmi diakui memiliki kecepatan internet tertinggi dan kualitas yang konsisten. Laporan analisis pengalaman pengguna Opensignal Mobile Network Experience Report edisi Desember 2025, resmi menempatkan Telkomsel sebagai pemimpin 11 dari 16 metrik jaringan, termasuk 5G Video Experience, 5G Games Experience, 5G Download Speed, 5G Upload Speed, 5G Coverage Experience, dan 5G Availability di Indonesia[1]. Jalani Ramadan sepenuh hati bersama jaringan Telkomsel yang berikan pengalaman nyata di berbagai momen kebersamaan masyarakat. (*)

 

Buka Puasa Bersama dan Ragam Pilihan Anak Muda

February 27, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Setiap Ramadan, tradisi buka bersama atau bukber selalu menjadi agenda yang nyaris tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Undangan demi undangan biasanya mulai berdatangan sejak awal bulan puasa, dari lingkar pertemanan masa sekolah dasar, SMP, SMA, kuliah, hingga rekan kerja.

Tak jarang, momen ini menjelma menjadi ajang temu kangen dan mempererat kembali silaturahmi yang sempat renggang oleh waktu.

Fenomena bukber bukan sekadar makan bersama saat azan Magrib berkumandang. Lebih dari itu, ia menjadi ruang sosial tempat cerita lama dihidupkan kembali, canda masa lalu diulang, dan relasi yang nyaris redup kembali disulut hangatnya kebersamaan.

Namun, respons setiap orang terhadap tradisi ini ternyata beragam.

Nur (23), seorang perantau di Samarinda, mengaku hingga kini belum menerima ajakan bukber. Ia menduga statusnya sebagai pendatang membuat lingkar pertemanannya belum seramai di kampung halaman.

“Sejauh ini belum ada yang ngajak bukber sih, mungkin aku juga di sini perantau. Belum kali yaa, biasanya nanti di akhir-akhir puasa,” ujarnya saat ditemui, Kamis (26/2/2026).

Meski demikian, Nur menegaskan dirinya termasuk tipe yang terbuka dengan undangan buka bersama.

“Kapan pun ada undangan, selagi ada kesempatan, jadwal kosong, dan dompet lagi aman aja, aku ikut aja,” tambahnya sambil tersenyum.

Berbeda dengan Nur, Inah (24) mengaku lebih selektif. Baginya, keputusan menghadiri bukber sangat bergantung pada suasana hati dan situasi. Saat ada ajakan bukber biasanya ia akan melihat situasi dulu.

Sementara itu, Katan (24) justru memiliki pandangan yang kontras. Ia menyebut dirinya hampir tak pernah menghadiri acara bukber bersama teman-teman sejak lulus sekolah.

“Aku tidak pernah ikut bukber, kecuali terpaksa,” katanya.

Ia menegaskan, keputusannya bukan karena enggan bersilaturahmi. Katan mengaku memiliki kepribadian introvert dan merasa lebih nyaman menghabiskan waktu berbuka bersama keluarga inti di rumah.

“Bukan karena nggak mau silaturahmi, tapi aku terlalu introvert. Jadi lebih pilih bukber sama keluarga di rumah saja,” jelasnya.

 

Perbedaan sikap ini menunjukkan, meskipun bukber telah menjadi tradisi tahunan yang kuat di bulan Ramadan, setiap individu tetap memiliki preferensi dan kenyamanan masing-masing dalam memaknainya. Ada yang menjadikannya momentum memperluas relasi, ada yang menimbang berdasarkan suasana hati, dan ada pula yang memilih kehangatan rumah sebagai tempat terbaik menikmati hidangan berbuka.‎​ (intan)

Ojek Online Berburu Rezeki di Bulan Ramadan

February 27, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA — Bulan Ramadan membawa suasana berbeda bagi para pengemudi ojek online. Di tengah lalu lintas yang kian padat menjelang berbuka dan terik siang yang menyengat, mereka tetap menyalakan mesin, menjemput orderan, sekaligus menjemput berkah.

Arif (40), salah seorang pengemudi ojek online di Samarinda, mengakui Ramadan menghadirkan dinamika tersendiri dalam pekerjaannya. Sore hari menjadi waktu yang paling ramai sekaligus paling menantang.

“Seru sih, apalagi kalau ambil orderan sore bisa sekalian ngabuburit. Tapi tetap saja pasti ada nggak enaknya,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).

Menurut Arif, kepadatan lalu lintas menjelang waktu berbuka menjadi hambatan utama. Masyarakat yang keluar rumah untuk berburu takjil membuat sejumlah ruas jalan tersendat.

“Kalau sore semua orang keluar di momen itu, jadinya macet. Orang-orang pada nyari takjil,” terangnya.

Tak hanya sore, tantangan juga hadir sejak siang hari. Cuaca panas yang menyengat kerap menguras tenaga, terutama saat harus menempuh perjalanan cukup jauh. Meski demikian, Arif memilih untuk tetap bersyukur.

“Kalau siang kadang panas banget, itu jadi tantangan tersendiri. Tapi alhamdulillah saya bersyukur,” katanya.

Lonjakan pesanan makanan saat menjelang berbuka turut memengaruhi waktu tempuh. Arif menuturkan, estimasi pengantaran yang biasanya 30 menit bisa melampaui waktu tersebut karena kemacetan dan antrean di restoran.

“Kalau sore misalnya dapat orderan makanan, yang biasanya estimasi 30 menit bisa lebih dari itu. Selain jalanan macet, pasti harus antre juga,” jelasnya.

Pada malam hari, ritme pekerjaan belum sepenuhnya mereda. Arif masih menerima pesanan, termasuk permintaan makanan untuk sahur yang kerap datang saat waktu imsak sudah mendekat. Situasi itu menuntut ketepatan waktu sekaligus komunikasi yang baik dengan pelanggan.

“Kalau malam kadang ada yang order untuk sahur pas imsak sudah mepet, itu juga tantangan. Biasanya juga dapatnya yang jauh-jauh. Makanya saya selalu komunikasi sama pelanggan, kira-kira keburu atau tidak,” pungkasnya.‎ (intan)

KONI Kaltim Ekspose Anggaran Hibah 2026 di Kejati

February 27, 2026 by  
Filed under Olahraga

‎​SAMARINDA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kalimantan Timur melakukan ekspose terkait rencana penggunaan anggaran hibah tahun 2026 di hadapan Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara (Asdatun) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim, Kamis (26/2/2026). Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen terhadap tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.

‎‎​Ketua Umum KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras, memimpin paparan tersebut di Ruang Rapat Asdatun Kejati Kaltim. Ia didampingi oleh Sekretaris Umum Akhmad Albert, Bendahara Umum Fadliansyah, serta Wakabid Data Ronny Rachman.

‎‎​‎​Dalam ekspose tersebut, Rusdiansyah merincikan penggunaan anggaran hibah tahun 2026 yang telah disetujui sebesar Rp16,5 miliar. Angka ini tergolong minimalis jika dibandingkan dengan usulan awal pada APBD Murni 2026 sebesar Rp67,626 miliar.

‎‎​Menanggapi hal tersebut, Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara (Asdatun) Kejati Kaltim, Arief Indra Kusuma Adhiyang didampingi Riyan Permana, dan Rudi Iskonjaya memberikan apresiasinya. Sebagai mitra pendampingan hukum (Legal Assistance), pihak Kejati merasa perlu mengetahui secara mendetail setiap pos belanja agar sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.

‎‎​”Kami mengapresiasi ekspose yang disampaikan KONI Kaltim. Meskipun anggaran yang direalisasikan sebesar Rp 16,5 miliar ini jauh dari usulan awal, namun perencanaan yang matang sangat diperlukan agar tetap tepat sasaran,” ujar Arief Indra.

‎‎​Salah satu poin yang mendapat sorotan positif dari pihak Kejati adalah langkah strategis KONI Kaltim yang melibatkan pihak eksternal dalam pengawasan keuangan. KONI Kaltim diketahui menggandeng akuntan publik dan konsultan pajak dalam mengelola dana hibah tersebut.

‎‎​”Ini menunjukkan keseriusan KONI Kaltim dalam hal transparansi dan akuntabilitas. Pelibatan akuntan publik dan konsultan pajak adalah langkah profesional untuk memastikan tata kelola keuangan yang bersih,” tambah Asdatun.

‎‎​Pertemuan ditutup dengan diskusi mengenai penguatan sinergi antara KONI Kaltim dan Kejati Kaltim dalam hal pendampingan hukum sepanjang tahun anggaran 2026. Sebagai bentuk apresiasi atas dukungan hukum yang diberikan, Ketua Umum KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras, menyerahkan plakat penghargaan kepada Asdatun Kejati Kaltim. (Rd)

Hari Peduli Sampah Nasional 2026: Butuh Strategi Terpadu dalam Pengelolaan Sampah

February 26, 2026 by  
Filed under Lingkungan Hidup

Vivaborneo.com, Pada peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), Pemerintah mengusung tema Kolaborasi Aksi untuk Gerakan Nasional Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya pengelolaan sampah yang terintegrasi, mulai dari memilah sampah hingga daur ulang, serta mendorong komitmen semua pihak untuk mengatasi masalah sampah.

Berdasarkan Global Waste Management Outlook 2024, sampah global yang tidak terkelola dengan baik sebanyak 38%, sehingga memberikan kontribusi negatif terhadap Triple Planetary Crisis, yaitu perubahan iklim (climate change), kehilangan keanekaragaman hayati (biodiversity loss), dan polusi (pollution) atau timbulan sampah.

Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) 2025, timbulan sampah nasional di Indonesia sebanyak 24,8 juta ton/tahun dengan capaian pengelolaan sampah nasional tahun 2025 adalah sebesar 34,55 persen atau 8,5 juta ton/tahun terkelola dengan baik dan sebesar 65,45 persen atau 16,3 juta ton/tahun tidak terkelola.

Selain itu, sampah yang masuk Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sanitary landfill atau controlled landfill sebanyak 36,24% sedangkan 63,76 persen diantaranya masih menerapkan open dumping (penimbunan terbuka).

Masih berdasarkan SIPSN 2025, tercatat penyumbang sampah terbesar di Indonesia dengan persentase mencapai 56,7% atau 7,2 juta ton/tahun adalah sektor rumah tangga. Sumber lain meliputi perniagaan menyumbang 7,58% atau 972,2 ribu ton/tahun, pasar sebesar 1,7 juta ton/tahun, sementara fasilitas publik sebesar 7,03% atau 899,7 ribu ton/tahun dan kawasan sebesar 4,68% atau 598,6 ribu ton/tahun. Kategori lainnya tercatat sebesar 6,13% atau 785,1 ribu. Sektor perkantoran menjadi penyumbang paling kecil dengan persentase 4,22% atau 541,8 ribu dari total timbulan sampah nasional.

Merespon hal tersebut, Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dr. Dolly Priatna mengatakan dibutuhkan strategi terpadu dalam pengelolaan sampah untuk mendukung mitigasi perubahan iklim dan  meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Kombinasi strategi yang perlu dijalankan mencakup reformasi kebijakan, inovasi teknologi, kampanye kesadaran dan edukasi publik serta partisipasi aktif dari masyarakat luas,” ujarnya.

Reformasi kebijakan menjadi fondasi utama dengan menghadirkan regulasi yang tegas, insentif bagi praktik ramah lingkungan, serta sistem pengawasan yang konsisten agar pengelolaan sampah berjalan secara efektif. Di sisi lain, inovasi teknologi seperti pengolahan sampah berbasis daur ulang, pemanfaatan limbah menjadi energi, dan digitalisasi sistem pengumpulan sampah dapat meningkatkan efisiensi serta mengurangi dampak pencemaran lingkungan.

Kampanye kesadaran dan edukasi publik berperan penting dalam membentuk pola pikir dan perilaku masyarakat agar lebih peduli terhadap pengurangan, pemilahan, dan pengolahan sampah sejak dari sumbernya. Seluruh upaya tersebut akan berjalan optimal apabila didukung oleh partisipasi aktif masyarakat, baik dalam skala rumah tangga, komunitas, maupun sektor industri, sehingga tercipta kolaborasi yang kuat menuju sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

“Ketika masyarakat diberdayakan untuk mengelola sampah secara bertanggung jawab, mereka tidak hanya berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan tetapi juga membuka peluang ekonomi, yang mengarah pada masyarakat yang tangguh dan berkelanjutan”, imbuh Dolly.

Dolly menegaskan pengelolaan sampah berkelanjutan bukan sekadar kewajiban lingkungan, tetapi juga merupakan langkah strategis menuju masa depan yang tangguh dan rendah karbon yang dapat menguntungkan semua pihak baik di tingkat lokal maupun global.

Oleh karena itu, peringatan HPSN ini dapat menjadi momentum penting untuk bekerja sama, berbagi pengetahuan, dan menerapkan solusi inovatif dalam membangun ekonomi sirkular, untuk merawat Bumi kita, serta sekaligus membantu membuka peluang untuk kesejahteraan masyarakat.(vb/yul)

 

 

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1462164
    Users Today : 3770
    Users Yesterday : 5300
    This Year : 398674
    Total Users : 1462164
    Total views : 12871443
    Who's Online : 73
    Your IP Address : 216.73.216.56
    Server Time : 2026-03-11