Nasabah CIMB Niaga Kini Bisa Akses Layanan 24 Jam Bebas Pulsa

May 22, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

JAKARTA – PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga; IDX: BNGA) terus mengoptimalkan pengalaman nasabah dengan melakukan transformasi terhadap Contact Center 14041 menjadi layanan berbasis digital Ask OCTO via OCTO App dan WhatsApp resmi +6281197814041. Dengan inovasi ini, nasabah kini dapat menghubungi CIMB Niaga selama 24 jam setiap hari melalui chat maupun panggilan (OCTO Call dan WhatsApp Call) bebas pulsa dari mana saja, termasuk saat berada di luar negeri.

Kehadiran layanan berbasis digital ini menjadi bagian dari transformasi digital CIMB Niaga untuk memberikan akses yang makin praktis dan fleksibel sesuai dengan preferensi komunikasi nasabah saat ini. Seiring dengan implementasi ini, layanan Contact Center melalui jalur pulsa ke 14041 juga dapat diakses melalui Ask OCTO via OCTO App dan WhatsApp resmi.

“Kami melihat preferensi komunikasi nasabah beralih sepenuhnya ke platform online, oleh karena itu kami pun menyesuaikan akses layanan nasabah melalui Ask OCTO via OCTO App dan WhatsApp. Nasabah kini dapat terhubung dengan CIMB Niaga kapan saja, baik melalui chat maupun panggilan bebas pulsa, tanpa bergantung pada layanan telepon konvensional yang menggunakan pulsa. Transformasi ini sejalan dengan aspirasi kami untuk selalu berinovasi serta menghadirkan layanan yang lebih mudah dan cepat (simpler, better, dan faster),” ujar Head of Digital Banking & Contact Center CIMB Niaga Lusiana Saleh di Jakarta, Jumat (22/05/2026).

Dengan adanya perubahan tersebut, CIMB Niaga menghimbau nasabah untuk mulai menggunakan Ask OCTO via OCTO App dan WhatsApp sebagai kanal utama dalam menghubungi layanan CIMB Niaga, termasuk untuk memperoleh informasi produk, menyampaikan pertanyaan, maupun pengaduan.

Akses Layanan Lebih Praktis Tanpa Pulsa

Pemanfaatan platform berbasis digital yang telah digunakan secara luas ini memungkinkan interaksi yang lebih sederhana dan efisien, sekaligus meningkatkan kenyamanan dalam mengakses layanan perbankan.

Lusi menambahkan, CIMB Niaga ingin memastikan nasabah dapat mengakses layanan dengan cara yang paling praktis. Kehadiran Ask OCTO via OCTO App dan WhatsApp sebagai kanal utama ini membantu mempermudah interaksi sekaligus memberikan alternatif komunikasi yang lebih efisien. Contact Center tetap hadir sebagai bagian penting dari layanan kepada nasabah, namun aksesnya kini dialihkan melalui fitur Ask OCTO via OCTO App dan WhatsApp Resmi CIMB Niaga. Nasabah tidak perlu khawatir, karena perubahan ini bukanlah pengurangan layanan, melainkan peningkatan kualitas akses, di mana kini nasabah dapat terhubung dengan CIMB Niaga tanpa dikenakan biaya pulsa melalui Ask OCTO via OCTO App dan WhatsApp resmi yang tersedia 24 jam.

Hal ini merupakan bentuk dukungan CIMB Niaga untuk membantu nasabah mendapatkan akses layanan yang lebih mudah, cepat, dan sesuai dengan kebutuhan sehari-hari.

Beragam Kanal Layanan untuk Kebutuhan Nasabah

Selain melalui Ask OCTO via OCTO App dan WhatsApp, nasabah tetap dapat memanfaatkan kanal layanan resmi CIMB Niaga lainnya. Seperti melalui akun media sosial resmi CIMB Niaga di Facebook (CIMB Niaga), X (@CIMBNiaga), dan Instagram (@cimb_niaga).

Dengan berbagai pilihan kanal ini, CIMB Niaga memastikan nasabah tetap memiliki fleksibilitas dalam memilih cara berinteraksi sesuai kebutuhan, dengan Ask OCTO via OCTO App dan WhatsApp +6281197814041 sebagai kanal utama yang semakin mempermudah akses layanan. Butuh bantuan CIMB Niaga? Tinggal Ask OCTO via OCTO App atau WhatsApp, kapanpun tanpa pulsa. Informasi lebih lengkap dapat diakses di www.cimbniaga.co.id.

Yayasan Harum Center Bantu Bedah Rumah Warga

May 22, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA –  Nama Maria Mercedes menjadi nama populer dan menjadi perhatian publik usai viral di media sosial karena ikut dalam aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur.

Perhatian diberikan Organisasi Baladika Mulawarman bersama Ketua PKK Kalimantan Timur, Syarifah Suraidah. Kepedulian diberikan melalui program bedah rumah untuk Maria yang selama ini tinggal di rumah tak layak huni. Hal tersebut dilakukan Syarifah Suraidah saat berkunjung ke rumah Maria di Gang Masjid, Jalan Lambung Mangkurat, Samarinda, Jumat (22/5/2026).

Pada kunjungan tersebur Syarifah melihat kondisi rumah Maria yang dinilai memprihatinkan dan membutuhkan perbaikan. Sebagai bentuk kepedulian, Yayasan Harum Center yang didirikan oleh Syarifah Suraidah memberikan bantuan bedah rumah agar rumahnya menjadi lebih layak huni.

Kehadiran Syarifah disambut hangat oleh Maria dan warga sekitar. Momen tersebut pun ramai dibagikan di media sosial dan menuai beragam respons dari masyarakat. Banyak warga menilai bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian sosial tanpa melihat latar belakang maupun perbedaan pandangan politik.

Bantuan bedah rumah dari Yayasan Harum Center diharapkan dapat membantu meringankan beban Maria sekaligus memperbaiki kualitas tempat tinggalnya agar lebih nyaman dan aman ditempati.

Tak hanya memperbaiki bangunan rumah, bantuan juga mencakup penggantian sejumlah perabot rumah tangga yang sudah rusak dan tidak layak pakai. Kasur, meja, bantal, hingga guling disiapkan untuk menunjang kebutuhan Maria setelah renovasi selesai dilakukan. (*)

The Oracle of Usadha Menjawab Pertanyaan yang Selama Ini Tak Berani Ditanyakan Generasi Muda Bali tentang Tradisi Leluhurnya

May 22, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

DENPASAR — Ada sesuatu yang tidak biasa di Ruang Praja Sabha, Kantor Gubernur Bali, Senin sore itu. Di ruangan yang biasanya diisi rapat-rapat kebijakan dan seremoni pemerintahan, hari itu yang duduk berdampingan adalah seorang rohaniwan senior, dua orang profesor sains, dan seorang dokter muda yang tumbuh besar dengan pertanyaan-pertanyaan yang tidak berani ia tanyakan kepada leluhurnya.

Yang menyatukan mereka adalah sebuah buku. The Oracle of Usadha — karya Dr. dr. I Gusti Ngurah Putra Eka Santosa, M.Fis, yang lebih akrab disapa dokter Ngurah — adalah buku yang lahir dari kegelisahan. Bukan kegelisahan yang melumpuhkan, melainkan kegelisahan yang mendorong seseorang masuk ke laboratorium dan bertanya: apa yang sebenarnya sedang terjadi ketika orang Bali melukat, meditasi, atau menjalani ritual pebayuhan?

Forum bedah buku yang dihadiri akademisi, pejabat Dinas Kesehatan, dekan-dekan Fakultas Kedokteran, dan para direktur rumah sakit se-Bali itu terasa lebih seperti reuni intelektual antargenerasi. Di kursi-kursi yang melingkar rapi, hadir pula tokoh-tokoh: Ida Dalem Semaraputra dari Puri Klungkung, A.A. Bagus Djelantik dari Puri Ageng Karangasem, dr. Anak Agung Martha Sp.OG dari Puri Nyalian, tokoh nasional Dr. I Gede Subawa, M.Kes., AAK — mantan Direktur Askes sekaligus Komisaris RS Wisma Prasanti Tabanan — serta dr. Wayan Mustika sebagai Komisaris Independen PT Varash Sadan Nusantara. Wajah-wajah yang selama ini memimpin kebijakan dan pelayanan kesehatan Bali, kini duduk sebagai pendengar yang penasaran.

Pembedah pertama, Ida Shri Bhagawan Putra Natha Nawa Wangsa Pemayun, membuka diskusi bukan dengan teori — melainkan dengan pengakuan.

“Dalam berbagai teks Usadha, kemampuan menyembuhkan diri sendiri itu memang ada,” katanya, suaranya tenang dan berwibawa. “Saya sendiri pernah membuktikannya. Saat jatuh dari ketinggian tujuh meter, tulang servikal saya patah dan saya lumpuh. Saya masih menggunakan aksara sebagai media penyembuhan.”

Ruangan hening sesaat. Bukan hening yang canggung — melainkan hening yang penuh.
Inilah yang membuat forum ini berbeda dari seminar akademis biasa: ia tidak dimulai dari data, tetapi dari pengalaman. Pengalaman seorang tokoh spiritual yang telah menghabiskan hidupnya menekuni teks-teks Usadha, dan yang kini berdiri di depan para dokter dan profesor untuk berkata: ini bukan sekadar ritual, ini bekerja.

“Kita Tidak Mau Menerima ‘Nak Mula Keto'”

Dokter Ngurah, penulis buku sekaligus akademisi dari Fakultas Kedokteran Universitas Mahasaraswati Denpasar, menjelaskan dari mana buku ini berasal.

“Kita sebagai milenial tidak mau menerima budaya nak mula keto,” ujarnya usai acara, dengan nada yang campuran antara humor dan kesungguhan. “Jadi kami mencoba mencari dasar ilmiah dari apa yang sudah dilakukan leluhur kita.”

Akademisi sekaligus praktisi ini menggambarkan perjalanan intelektualnya bukan sebagai penolakan terhadap tradisi, melainkan sebagai bentuk penghormatan yang lebih dalam. Jika leluhur sudah tahu sesuatu bekerja, maka generasi ini bertugas menjelaskan mengapa ia bekerja.
Dan penjelasan itu, kata dokter Ngurah, kini mulai tersedia.

“Dengan majunya penelitian di bidang biomedik, kita menemukan titik temunya. Usadha Bali dengan kedokteran bertemu pada regenerative medicine,” jelasnya. Meditasi yang menurunkan kadar stres oksidatif. Proses melukat yang bekerja melalui modulasi sistem saraf otonom. Ritual pebayuhan yang menyentuh jalur epigenetik. Semua, katanya, kini mulai dapat buktikan secara kuantitatif di laboratorium.

Dua pembedah berikutnya membawa substansi buku ke dalam percakapan saintifik yang lebih dalam.
Prof. Dr. dr. I Made Jawi, M.Kes, menilai buku ini berhasil melakukan sesuatu yang jarang berhasil dilakukan: meletakkan fondasi yang solid bagi integrasi Usadha ke dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat. Bukan sebagai lampiran anekdotal pada protokol medis, melainkan sebagai kontributor utama dengan mekanisme yang dapat diverifikasi.

Prof. apt. Dr. rer. nat. I Made Agus Gelgel Wirasuta, M.Si, membawa perspektif yang lebih luas. Bagi Prof Gelgel, The Oracle of Usadha memberikan sesuatu yang selama ini absen dalam diskusi integrasi pengobatan tradisional dan modern: peta aksiologi. Sebuah kerangka nilai yang dapat dijadikan acuan oleh para praktisi ketika mereka harus membuat keputusan di persimpangan antara Usadha dan kedokteran berbasis bukti dalam lanskap layanan medical wellness masa depan.

I.B. Ketut Kiana, tokoh masyarakat asal Sanur yang hadir sebagai peserta, merangkumnya dengan cara yang paling sederhana dan paling mengena.

“Yang dulunya hanya berdasarkan warisan dan keyakinan, sekarang dijelaskan dan dibuktikan secara ilmiah,” katanya. “Saya melihat keberanian anak muda dalam buku ini untuk mengangkat dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dari dulu tersimpan mengenai kearifan lokal Bali.”

Itulah mungkin kalimat yang paling tepat untuk menggambarkan apa yang terjadi di Ruang Praja Sabha hari itu. Bukan revolusi. Bukan pertentangan antara tradisi dan modernitas. Melainkan sebuah rekonsiliasi yang telah lama ditunggu — antara apa yang leluhur sudah rasakan benar, dan apa yang sains kini mulai mampu buktikan.

Dokter Ngurah menutup hari itu dengan harapan yang sederhana namun berat maknanya: “Kita berharap buku ini menjadi pemantik diskusi antargenerasi, sehingga kita sebagai orang Bali lebih mencintai Bali — dan melaksanakan budaya Bali tidak sebagai formalitas, namun lebih dalam memaknainya.”

Di luar jendela, sore Bali turun perlahan. Di dalam, diskusi masih berlanjut — sebagaimana seharusnya percakapan yang benar-benar penting: tidak mudah selesai, tidak ingin berhenti. (esf)

Aplikasi Y-ON Yamaha Bikin Perjalanan Jarak Jauh Jadi Makin Berkesan & Seru

May 22, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

JAKARTA – Perkembangan teknologi yang semakin cepat mendorong PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing untuk terus menghadirkan inovasi digital yang mampu mempermudah pengalaman berkendara para konsumennya. Salah satu inovasi terbaru tersebut hadir melalui Yamaha Motor On (Y-ON) yang kini menjadi “Digital Hub” terbaru Yamaha untuk mengintegrasikan berbagai layanan digital dalam satu aplikasi. Melalui aplikasi ini, pengendara skutik Yamaha dapat mengakses berbagai informasi penting mengenai kendaraan secara lebih praktis hanya melalui smartphone.

Bukan menjadi sekedar aplikasi biasa, Y-ON memberikan pengalaman berkendara menjadi semakin praktis dan modern seperti dapat memanfaatkan berbagai fitur unggulan mulai dari reminder servis berkala, notifikasi penggantian oli, monitoring konsumsi bahan bakar, lokasi parkir terakhir, hingga fitur terbaru Share Riding Log yang mampu merekam seluruh aktivitas perjalanan harian secara lengkap. Mulai dari rute serta jarak tempuh selama 1 hari penuh dan dapat langsung dibagikan ke media sosial melalui smartphone dengan mudah dan format yang tersedia. Kehadiran fitur tersebut membuat setiap perjalanan terasa lebih memorable karena seluruh aktivitas berkendara dapat tersimpan secara digital.

Hal tersebut dibuktikan Zainal Abidin, salah satu pengendara NMAX “TURBO” yang sudah menggunakan aplikasi Y-ON dan kali ini dibuktikan lewat aktivitas MAXi Tour Boemi Nusantara Etape 3, Jakarta – Lampung (8-11/5). Menurutnya, fitur Share Riding Log menjadi salah satu fitur favorit yang tersedia di aplikasi Y-ON.

“Aplikasi Y-ON ini benar-benar worth it untuk pemilik motor Yamaha karena semua informasi penting tentang motor ada di sini, seperti reminder servis dan jadwal penggantian oli itu penting serta fitur terbaru Share Riding Log juga jadi favorit saya karena seluruh perjalanan langsung otomatis terekam lengkap mulai dari rute sampai jarak tempuh, jadi pengalaman riding terasa lebih spesial dan bisa langsung dibagikan ke media sosial,” ungkap Zainal Abidin, anggota Journalist Max Community (JMC)

Selain fitur Share Riding Log yang menjadi favorit, aplikasi Y-ON juga menghadirkan fitur terbaru berupa informasi maintenance kendaraan yang memungkinkan pengguna mengetahui kondisi motor sekaligus mengatur pengingat servis maupun penggantian oli berdasarkan waktu dan jarak tempuh tertentu. Kehadiran fitur tersebut tentunya sangat membantu para pengguna skutik Yamaha, khususnya sebelum melakukan perjalanan jarak jauh karena kondisi kendaraan dapat dipantau secara cepat lewat aplikasi Y-ON. Hal tersebut juga dirasakan langsung oleh Zainal yang mendapatkan notifikasi penggantian oli motornya sudah memasuki batas kilometer penggunaan saat sebelum berangkat perjalanan jarak jauh.

“Seminggu sebelum berangkat touring, saya dapat notifikasi untuk melakukan servis berkala dan ganti oli karena kilometernya memang sudah mendekati batas dan untuk NMAX “TURBO” kesayangan saya selalu pakai Yamalube “TURBO” Matic karena performanya memang bagus banget untuk harian atau perjalanan jauh seperti Jakarta – Lampung – Jakarta kemarin dan sampai sekarang motor masih terasa ringan, tarikan bawahnya masih enak, bahkan mesin tetap stabil meski dipakai full gaspol di jalur lintas kota selama 4 hari,” tambah Zainal Abidin

Hadir sebagai oli dengan kualitas tertinggi untuk lini skutik MAXi Yamaha, Yamalube “TURBO” Matic memang dikembangkan khusus untuk mendukung performa mesin skutik MAXi Yamaha agar tetap optimal dalam berbagai kondisi berkendara, termasuk perjalanan jarak jauh dengan durasi penggunaan yang panjang. Melalui pengembangan teknologi digital seperti aplikasi Y-ON hingga inovasi produk pendukung kendaraan seperti Yamalube Turbo Matic, Yamaha terus berupaya menghadirkan pengalaman berkendara yang semakin praktis, nyaman, dan relevan dengan kebutuhan para pengendara skutik Yamaha masa kini.

“Melalui kehadiran aplikasi Y-ON, kami ingin menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih modern dan berkesan bagi seluruh pengguna Yamaha, khususnya para pengguna skutik MAXi Yamaha yang memiliki mobilitas tinggi dan hobi melakukan perjalanan jarak jauh dan Yamaha akan terus berkomitmen menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan konsumen, tidak hanya melalui produk sepeda motor tetapi juga layanan digital dan produk pendukung berkualitas yang mampu menunjang aktivitas berkendara sehari-hari seperti Yamalube Turbo Matic,” ujar Rifki Maulana, Manager Public Relations, YRA, & Community, PT Yamaha Indonesia Motor Mfg. (*)

Bahlil Bela, APMK Desak Rudy Ikhlas Mundur

May 22, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SEHARI setelah dibela Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, yang juga Ketua Umum DPP Golkar, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud kembali didesak mundur oleh Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim (APMK).

“Permintaan kami hanya dua dan harus ditandatangani dalam Pakta Integritas. Pertama, Gubernur Rudy Mas’ud mengikhlaskan dirinya mundur dari jabatannya dan kedua, Pak Gubernur selaku Ketua DPD Golkar Kaltim mengintruksikan Fraksi Golkar di DPRD Kaltim untuk menyetujui digulirkannya Hak Angket,” kata Erly Sopiansyah, Koordinator Lapangan APMK.

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud didampingi Wagub Seno Aji dan Sekdaprov Sri Wahyuni menghadapi 30 perwakilan Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim (APMK)

Secara khusus Erly menyampaikan hal itu ketika akhirnya Gubernur Rudy Mas’ud mau menerima 30 perwakilan APMK di ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur, Kamis (21/5) sore sekitar pukul 17.00 WITA setelah aksi demo yang berlangsung di depan kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim di Samarinda Seberang dan di halaman Kantor Gubernur, Jl Jend Sudirman.

Aksi  massa APMK di Kejati diterima langsung oleh Kajati Kaltim Supardi.  “Saya menyambut baik apa yang dilakukan teman-teman. Dokumen ini segera kami pelajari dan telaah,” katanya lebih lanjut.

Sementara itu, pertemuan di ruang Ruhui Rahayu berlangsung cukup panas. Mulai masuknya sangat ketat, hingga sejumlah wartawan harus ngotot dulu dengan petugas Satpol PP sampai menjelang masuknya Gubernur Rudy Mas’ud ke ruang pertemuan. Ada petugas bernama Tommy, diduga orang lingkaran Gubernur yang ikut menghalangi awak media.

Plt Kepala Kesbangpol AFF Sembiring sempat meminta agar perwakilan APMK berdiri dan memberi tepuk tangan jika Gubernur memasuki ruangan. Tapi ajakan ini ditentang mereka dan menganggap ajakan itu sebagai sikap yang tidak perlu dilakukan dan terkesan ABS (Asal Bapak Senang). Malah ada yang menentang Sembiring berkelahi.

Gubernur tadinya menerima wakil aksi unjuk rasa hanya ditemani Sekdaprov Sri Wahyuni dan petugas keamanan. Belakangan ikut bergabung Wakil Gubernur Seno Aji. Tapi Seno tak ikut berbicara termasuk kepada wartawan yang mencegatnya.

Dalam acara bersama pelaku industri Migas di ICE BSD Tangerang, Jabar, Rabu (20/5), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang juga Ketua Umum DPP Golkar sempat mengenalkan Gubernur Rudy Mas’ud karena di wilayah Kaltim banyak ditemukan sumur minyak dan gas. “Berdiri Pak Gubernur,” kata Bahlil. Ketika Gubernur berdiri, Bahlil berujar: “Nah ini dia Gubernur Rudy Mas’ud yang lagi viral.”

Dari video yang beredar, di belakang Rudy tampaknya hadir juga Ketua Kadin Kaltim, Putri Amanda Nurrahmadhani, yang tak lain keponakan gubernur sendiri. Putri sempat viral, dia menjadi Ketua Kadin Kaltim termuda (23 tahun) dan terpilih meski belum memenuhi syarat.

“Pak Rudy, kalau kita jadi pejabat, ngga viral itu ngga top. Karena kita viral maka kita top. Plus minus itu biasa. Tinggal bagaimana cara kita memitigasi dan menyiasati. Dengan kata lain, harus kita olah-olah sedikit. Kira-kira begitu. Ngga papa, kau Ketua Golkar. Ngga papa. Ngga ada itu mundur-mundur,” kata Bahlil menyemangati Rudy sambil tersenyum.

Bersamaan acara itu, di Samarinda dilakukan aksi geruduk kantor atau sekretariat DPD 7 fraksi DPRD Kaltim yang dilakukan Aliansi Rakyat Kaltim (ARAK) bersama BEM Mahasiswa dan organisasi mahasiswa ekstra kampus.

Humas ARAK, Bella Monica menjelaskan, aksi itu membawa 4 tuntutan. Di antaranya menuntut segera fraksi DPRD menggelar rapat menyetujui Hak Angket, rapatnya dilakukan terbuka, harus quorum dan memenuhi syarat formil, serta memberi waktu 14 hari kepada DPRD Kaltim untuk merespon tuntutan mereka.

Peserta aksi sempat kecewa karena di kantor DPD PPP dan Demokrat tidak ada satu orang pun pengurus. Meluapkan kekesalannya, mereka membakar ban bekas di depan kedua kantor partai tersebut. Suasana panas juga terjadi ketika mereka berada di Sekretariat DPD Golkar Kaltim di Jalan Mulawarman. Sejumlah massa dan mahasiswa sempat memanjat pagar. Mereka juga menuntut agar Fraksi Golkar yang menolak Hak Angket ikut menyetujui.

APMK KECEWA BERAT

Setelah Erly menyampaikan dua tuntutan APMK, Gubernur Rudy Mas’ud yang mengenakan baju dinas putih dan berkopiah hitam langsung memberikan tanggapan.

Soal tuntutan mundur dia tidak merespon secara khusus, sedang soal Hak Angket dia sempat mengatakan menyetujui tapi keputusannya ada di DPRD. “Jangan dengan saya, DPRD dong,” katanya begitu.

Dia menjelaskan bahwa di Dewan ada proses dan ada mekanisme. “Jangan orang sakit sesak nafas, jantungnya yang dibedah, jangan orangnya sekolah SD langsung SMA. Pakai proses dong,  ada tata negara dan ada aturan mainnya,” kata Rudy.

Ketika disela perwakilan APMK, Gubernur kembali menegaskan bahwa dia dukung hak angket. Cuma sesuai Pasal 20 UUD 1945, tugas DPRD ada tiga. Satu legislasi, dua adalah hak budgeting dan yang ketiga adalah bentuk kontrol pengawasan.  Di dalamnya baru ada hak istimewanya. Satu menyatakan pendapat, dua interpleasi dan tiga hak angket.  “Ngga ada orang sesak nafas, langsung bedah jantung. Anda tahu Hak Angket itu?” tanya Gubernur.

Rudy menolak ketika diminta menandatangani dua Pakta Integritas yang berisi pengunduran dirinya dan persetujuan Hak Angket. Dia langsung meninggalkan pertemuan, di susul Wagub dan Sekdaprov.

Erly bersama perwakilan lainnya menyatakan kecewa berat atas sikap Gubernur Rudy Mas’ud. “Mulai cara bicaranya, duduk dan sikapnya terkesan sombong dan tidak menghargai adab,” katanya didukung anggota perwakilan lainnya.

Malah ada anggota perwakilan APMK yang menyerang Gubernur sangat keras. Tak lama beredar di media sosial pernyataan Sudarno, anggota Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP) Bidang Komunikasi yang mengonter pernyataan tersebut.

“Saya sudah tracking, itu Lukman yang pernah jadi ojol, Grab atau Ojol,” kata Sudarno dalam videonya. Lalu dia mengingatkan Lukman. “Eh Bung Lukman dari Aliansi. Itu Gubernur Doktor Rudy Mas’ud, ibunya Hajjah Syarifah Rufaidah. Kemudian istrinya Syarifah Syuraidah. Itu cucu dari Kanjeng Nabi Muhammad. Kamu enak aja laknat orang.  Itu yang namanya Rudy Masud  kalau subuh, zuhur, ashar, magrib dan isya, kalau dengar azan langsung ke masjid bukan salat di rumah. Kita belum tentu, apalagi saya. Kamu juga Lukman dengan azan mungkin ambil rokok, jadi ngga usah melaknat-laknat orang. Aku sih malas bicara tentang agama. Jangan berlaku seperti Arab Badui. Tahu nggak, yang mengatakan gubernur gila. Itu wahai rakyat Kaltim, yang  kamu puja-puji di medsos,” kata Sudarno kencang.

Sementara itu ada kabar menarik dari Jakarta. Hasil konsultasi pimpinan DPRD Kaltim ke Kemendagri memberi sinyal positif. “Secara garis besar seluruh tahapan dan mekanisme yang telah berjalan di tingkat internal Dewan sudah sesuai dengan jalur regulasi yang berlaku. Jadi usulan fraksi sudah bisa dibawa ke rapat Banmus untuk penjadwalan paripurna khusus,” kata Ananda Emira Moeis, Wakil Ketua DPRD Kaltim dari Fraksi PDI Perjuangan seperti diberitakan TribunKaltim.

Subuh tadi saya beli nasi kuning di persimpangan Terminal Batu Ampar Balikpapan. Sang ibu penjualnya mengeluh sulitnya membeli gas 3 Kg. Dia mengangap pemimpin di daerah ini tidak berhasil membangun kesejahteraan warganya. “Mudah-mudahan aksi demo yang terjadi akhir-akhir ini berhasil ya,” katanya dengan wajah kecut.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb