Makin Jadi Referensi, Gaya Racing Look Grand Filano Naik Daun di Dunia Modifikasi

July 2, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

Line up Classy Yamaha telah sukses jadi partner lifestyle yang mendukung mobilitas sekaligus gaya hidup generasi modern serta bertumbuh positif di lini modifikasi. Besarnya ketertarikan pada dunia modifikasi itu direspon Yamaha dengan menyediakan wadah Classy Modifest. Ajang itu dilaksanakan di berbagai wilayah mulai dari Mei hingga Juli 2026.

Saat ini tengah berkembang modifikasi Grand Filano racing look seperti yang muncul di area Bandung dan Makassar. Dari arena Classy Modifest tampil konsep racing look seperti milik Ilham Alpin, jawara kategori Proper Painting Grand Filano di Bandung. Karya modif itu dibuat simpel, minimalis dan tetap elegan berkelas sesuai identitas esensial Grand Filano. Acuannya ke negara tetangga Thai look yang tidak banyak merubah karakter jadi tetap mempertahankan bentuk bawaan motor.

”Identitasnya Grand Filano classy kalcer tapi saya mau buat yang berbeda pakai konsep Elegance Racing Look agar enak dilihat. Untuk basic color merah tapi tidak mau ekstrem kayak air brush atau hand painting, jadi tetap dengan konsep clean sehingga karakter classy tetap berasa. Saya coba eksplor merah yang lebih pekat dengan sentuhan cyralic gold agar kesannya mewah, kalau kena sinar matahari pantulan warnanya keluar. Konsep overall ke arah clean, simpel dan apapun yang diganti tetap dipresisikan sesuai bentuk dari Grand Filano. Modifikasi ini saya bangun bersama dengan teman dan sudah banyak yang tanya-tanya juga sebagai referensi,” ungkap Ilham Alpin.

Ubahan Grand Filano milik Ilham Alpin diantaranya menggunakan velg Fazzio yang di plug n play dengan lebar, lekukan, positioning tetap mengikuti velg bawaan Grand Filano. Knalpot spesial custom standard kirian diameter pipa 26 inch dengan kepresisian knalpot bawaan Grand Filano. Lalu memakai carbon untuk racing look buat tutup filter udara, spakbor belakang, cover tangki, spakbor depan bagian belakang. Baut 95 persen titanium. Jok custom sendiri cuttingan dengan 3 bahan, lis hitam dan jahitan merah.

Di sisi lain, Djulkipli Yanto “Kikie Gmuks” pemenang kategori Racing Look Grand Filano di Bandung, mencoba memilih pendekatan lebih kental DNA balap. ”Saya ambil konsep racing look untuk Grand Filano di acara Classy Modifest Bandung. Motornya di air brush, USD depan Aerox, velg Mio M3. Saat ini Grand Filano racing look sedang bertumbuh. Anak-anak Gen Z yang suka modifikasi dan pilih Grand Filano ingin konsep yang beda. Cocok dengan racing look gantengan, hadir sebagai variasi modifikasi selain kalcer. Grand Filano racing look ini dipakai Gen Z buat sunmori. Banyak yang sudah bertanya tentang modifikasi Grand Filano racing look saya, ke depannya konsep ini akan semakin ramai diminati,” ungkap Djulkipli Yanto “Kikie Gmuks”.

Yamaha menyambut baik pertumbuhan menarik modifikasi Grand Filano yang tampil menonjol dari acara Classy Modifest. ”Classy Modifest event yang digemari dan diikuti banyak penyuka modifikasi. Dari aktivitas tersebut melahirkan preferensi yang unik dan kreatif sesuai passion modifikasi enthusiast. Dari gelaran Classy Modifest, atensi para peserta juga mengarah pada mengadopsi sentuhan gaya balap buat Grand Filano. Daya tarik terkini itu tengah berkembang dengan selera racing look yang tetap mempertahankan identitas tampilan Grand Filano atau pilihan berkarakter balap yang kuat. Dinamika ini jadi opsi menarik buat penghobi modifikasi yang menyukai Grand Filano dan ingin memoles motor stylish itu tampil beda sekaligus atraktif,” papar Rifki Maulana, Manager Public Relations, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Dinsos Kaltim Serahkan Bantuan Kebutuhan Dasar Penyintas Kebakaran

July 2, 2026 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA – Pemprov Kaltim melalui Dinas Sosial menyalurkan bantuan kebutuhan dasar bagi penyintas kebakaran yang menghanguskan 11 rumah dan 1 bangsalan 3 pintu, di Jl. Cipto Mangun Kusumo Gg Ikhlas RT28, Simpang Tiga, Loa Janan Ilir, Samarinda, 27 Juni 2026.

Bantuan yang terdiri 19 paket permakanan, paket sandang, paket barang pengungsian, dan paket barang khusus kelompok rentan tersebut diserahkan Kepala Dinas Sosial Provinsi Kaltim Andi Muhammad Ishak didampingi Kabid Perlindungan Sosial Achmad Rasyidi, Rabu (1/7/2026).

“Ini bentuk kepedulian kita. Dan memang sudah menjadi tanggung jawab hadir memberikan pemenuhan kebutuhan dasar penyintas yang masuk kategori bencana provinsi, yakni dengan jumlah korban 51-100 jiwa,” akunya.

Menurutnya, pemerintah hadir setidaknya untuk meringankan beban mereka yang kurang beruntung menjadi korban bencana. Jangan sampai karena tidak ada perhatian akan semakin terpuruk hingga jatuh miskin.

“Korban bencana ini termasuk kategori rentan. Satu level di atas sedikit kategori miskin. Jika tidak mendapatkan penanganan bisa jatuh miskin. Untuk itu pemerintah harus hadir,” terangnya.

Adapun bantuan permakanan yang diserahkan masing-masing terdiri dari Beras @5kg, Gula Pasir @ 1 kg, Kornet @ 1 kaleng, Sardern@ 1 kaleng, Biskuit @ 1 kaleng, Mie instan @ 1 dos, Minyak goreng @ 1 liter, dan Susu kental manis @ 1 kaleng.

Kemudian paket sandang terdiri dari Sarung, Selimut, Handuk, Seragam Sekolah, Sepatu Sekolah, Pakaian Dalam Pria, Kaos Dalam Pria Dewasa, Kaos Kerah Pria, Pakaian Dalam Wanita (CD & Bra), Pakaian Wanita (Daster), dan Perlengkapan Mandi (Sikat Gigi,Sabun Mandi,Shampo).

Untuk paket barang pengungsian terdiri dari Terpal Plastik, Matras, Bantal, dan Alat Dapur. Serta paket barang khusus kelompok rentan terdiri dari Popok Anak, Popok Dewasa, Pembalut, Perlengkapan Mandi Anak, Susu Ibu Hamil, Susu Lansia, Susu Balita, Bubur Bayi, dan Snack Bayi.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis ke Lurah Simpang Tiga M Yulian Mustofa P didampingi Ketua RT 28 Bukran dan juga ke penyintas bencana kelompok rentan. (AM)

Desa sebagai Lumbung Air dan Pangan, Jangan Diubah Menjadi Kota

July 2, 2026 by  
Filed under Opini

Oleh: Misman *)

Ketahanan air, pangan, dan energi adalah isu penting secara global maupun nasional. Ketiga kebutuhan pokok ini bersumber langsung dari alam. Agar alam dapat menyediakannya secara berkelanjutan, lingkungan di wilayah pedesaan harus tetap dijaga dan dipelihara. Di sanalah letak sumber air dan pangan, sehingga desa seharusnya dikembangkan sebagai lumbung air dan pangan, bukan diubah menjadi kota.

Gunung, bukit, lembah, rawa, sawah, ladang, sungai, dan laut membentuk satu kesatuan ekosistem. Jika salah satu bagiannya beralih fungsi, daya dukung lingkungan akan terganggu dan pasokan air serta pangan pun menurun.

Berbeda dengan kota yang berorientasi pada permukiman, jasa, dan perdagangan, desa memiliki kepadatan penduduk lebih rendah dengan mayoritas warga bekerja di sektor pertanian dan perikanan. Kondisi ini secara alami menjaga kelestarian alam. Desa dan kota saling melengkapi: desa sebagai penyedia, kota sebagai pengguna.

Memang banyak orang lebih memilih tinggal di kota karena fasilitasnya lebih lengkap, sehingga sering dianggap mengubah desa menjadi kota adalah keharusan. Padahal, yang perlu dibangun di desa bukanlah bentuk kotanya, melainkan sarana dan prasarana seperti jalan, sekolah, puskesmas, listrik, dan komunikasi.

Dengan memadukan pembangunan fasilitas dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, desa dapat tetap makmur sekaligus mempertahankan fungsinya sebagai lumbung air dan pangan yang lestari.

*) Misman, penerima Kalpataru Kategori Perintis 2023

Dahlan: “Kok Rizal Tahu?”

July 2, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

NADIEM sudah divonis. Saya meliput langsung sidang pembacaan putusannya yang berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Kelas IA Khusus, Selasa (30/6/2026).

Sidangnya digelar di ruang “Prof Dr HM Hatta Ali, SH, MH.” Dulu vonis Tom Lembong juga di situ.  Saya juga meliput. Tapi pada sidang mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Menristekbud) era Presiden Jokowi itu, saya hampir tak bisa masuk.

Di depan baliho “Doa dan Harapan untuk Keadilan,” yang di pasang di depan Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Banyak sekali wartawan yang meliput. Lebih seratus. Saya tak kebagian Id Card khusus. Syukur saya  berhasil menerobos. Petugas keamanannya tidak melihat. Saya duduk sebaris dengan Riri Riza dan Mira Lesmana, orang film yang ikut mendukung Mas Menteri, panggilan akrab Nadiem ketika jadi menteri. Saya lihat ada juga pengacara terkenal Todung Mulya Lubis dan  OC Kaligis.

Seperti kita ketahui vonis yang dijatuhkan ke Nadiem sangat berat. Meski di bawah sedikit dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Majelis hakim yang diketuai Purwanto S Abdullah menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara. Lalu ada pidana denda Rp1 miliar atau diganti pidana kurungan 190 hari. Masih ada lagi, yaitu kewajiban membayar uang pengganti Rp809 miliar atau tambahan hukuman 5 tahun penjara.

Berkas vonis hakim tebalnya 1.146 halaman. “Tapi yang kami baca hanya pertimbangan hukumnya saja sebanyak 122 halaman,” kata Purwanto. Itu pun menghabiskan waktu lebih 4 jam.

Nadiem menangis menerima mawar kuning dari para anggota Gojek

Baru sekitar 30 sampai 40 halaman dibaca, di Wa Group Wartawan Senior Nasional yang mengikuti jalannya sidang, saya bilang tampaknya Mas Menteri divonis bersalah. Sebab hakim banyak mematahkan dalil yang diajukan Nadiem dan penasihat hukumnya. Lalu ada yang bertanya kira-kira dihukum berapa tahun? Saya bilang 10 tahun. Ternyata benar.

“Kok Rizal tahu?,” tanya Pak Dahlan Iskan yang ternyata juga ikut memantau jalannya sidang. Pak Dahlan sendiri dalam perjalanan dari Amerika ke Kanada untuk menonton Piala Dunia.

Saya bilang saya menghitung mendekati dua pertiga dari tuntutan JPU. Rasanya tidak mungkin dipangkas di bawah separuh apalagi bebas. JPU sebelumnya menuntut 18 tahun penjara, denda Rp1 miliar atau tambahan kurungan 190 hari serta uang pengganti Rp5,67 triliun atau tambahan penjara 9 tahun .

Empat hakim termasuk hakim ketua sepakat Nadiem bersalah. Meski tuduhan primernya tidak terbukti, tapi subsidernya dianggap kena. Nadiem memang tidak terbukti menerima aliran dana, tetapi dia dianggap menyalahgunakan wewenang dalam pengadaan laptop berbasis Chromebook, sehingga negara dirugikan Rp2,1 triliun.

Hebatnya ada satu hakim yang punya pendapat lain atau dalam istilah hukum disebut dissenting opinion. Hakim itu adalah Andi Saputra. Dia hakim ad hoc yang sebelumnya pernah menjadi wartawan. Dia menilai tidak cukup kuat menuding Nadiem bersalah, karena itu dia meminta Nadiem diberikan putusan bebas.

Nadiem mengapresiasi pendapat hakim Andi Saputra. “Saya lihat tidak ada hakim yang berani melihat langsung ke arah mata saya, karena saya yakin saya tidak bersalah,” kata Nadiem di depan kerumunan wartawan.

Selain Nadiem, ada 4 lagi yang jadi tersangka yaitu Jurist Tan, mantan staf khusus yang diduga mengarahkan spesifikasi agar wajib menggunakan produk Google, Sri Wahyuningsih (mantan Direktur SD Kemendikbudristek), Mulyatsyah (mantan Direktur SMP) dan Ibrahim Arief (konsultan teknis). Mereka lebih dulu divonis bersalah dengan hukuman rata-rata 4 tahun penjara, sedang Jurist Tan kabarnya buron dan berada di Australia.

TERIAKAN “TIDAK ADIL”

Setelah membacakan vonisnya, hakim Purwanto langsung menutup sidang. Tim penasihat hukum yang diketuai Ari Yusuf Amir langsung protes. “Yang Mulia, ada acara yang terlewatkan yaitu memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk menyampaikan sikapnya,” kata Ari.

Protes itu ternyata tidak digubris majelis hakim. Mereka tetap saja langsung meninggalkan ruang sidang. “Lho kok terburu-buru, Yang Mulia takut ya? Wah gawat ini, ini kan hak kita untuk menyatakan pendapat,”tandasnya.

Di depan awak media Nadiem menegaskan dia akan terus berjuang. “Demi anak-anak muda, demi profesional yang di luar sana, demi semua orang jujur yang dikriminalisasi, saya tidak akan berhenti. Saya akan melaksanakan banding,” katanya penuh semangat.

Para pendukung Nadiem terutama para anggota Gojek yang berada di luar ruangan dan mengikuti jalannya sidang lewat layar video sempat terkecoh. Mereka sempat tepuk tangan dan mengucap takbir “Allahu Akbar” ketika hakim Andi Saputra menyatakan Nadiem pantas dibebaskan. Tapi mereka jadi histeris dan berteriak marah ketika hakim Purwanto membacakan vonis sesungguhnya. “Ngga adil…ngga adil,” menggema riuh.

Di awal sidang ketika Nadiem memasuki ruang sidang, dia disambut sejumlah anggota Gojek yang memberikan mawar kuning kepada Nadiem. Mantan Mas Menteri ini sempat menangis dan memeluk mereka satu per satu.  Gojek adalah situs web teknologi yang melayani angkutan melalui jasa ojek. Perusahaan ini didirikan Nadiem di tahun 2009 dan sukses.

Secara filosofis, mawar kuning melambangkan persahabatan yang tulus, kegembiraan dan energi positif. “Kami menyayangi Bapak dan ikut berjuang,” ujar seorang anggota Gojek memberi semangat.

Orang tua Nadiem, Dr Nono Anwar Makarim dan sang ibu, Atika Algadri tampak tegar dan langsung memeluk Nadiem. “Nadiem adalah sosok yang jujur, keluarga sangat terpukul,” kata mereka. Nono dikenal sebagai praktisi hukum senior, intelektual dan mantan aktivis Angkatan 66. Sedang Atika dikenal sebagai aktivis sosial. Dia adalah putri dari Hamid Algadri, salah satu pejuang perintis kemerdekaan Indonesia keturunan Arab.

Menjelang sidang pembacaan vonis, Nono dan Atika bersama menantunya, Franka Franklin (istri Nadiem) menggelar Malam Solidaritas dan Doa Bersama di Taman Menteng. Suasana sangat hening. Selain doa, ada pembacaan puisi dan penyalaan lilin. Sejumlah tokoh hadir.  Terlihat Goenawan Mohamad dan Rocky Gerung. Ada juga aktris Happy Salma dan Ariel Tatum. Semua berharap vonis Nadiem bebas.

“Ini harapan kami semua agar Nadiem divonis bebas,” kata Franka, yang juga dapat dukungan moral dari Ciska Wihardja, istri Tom Lembong. Franka dikenal sebagai pebisnis dan salah satu pendiri (co-founder) serta dirut peruahaan perhiasan lokal Tulola Jewelry yang berbasis di Bali.

Nadiem lahir di Singapura, 4 Juli 1984. Pendidikan S1-nya di Brown University dan S2-nya di Harvard Business School. Dalam usia 27 tahun dia merintis perusahaan Gojek dan sukses. Ketika dilantik menjadi Mendikbudristek oleh Presiden Jokowi pada Oktober 2019, dia baru berusia 35 tahun. Nadiem tercatat dalam sejarah sebagai salah satu menteri termuda di pemerintahan Indonesia.

Ketika meninggalkan pengadilan, saya sempat menyapa seorang anggota Gojek. Namanya Parman. Dia bilang malam sebelum vonis dia bermimpi. Kendaraan gojeknya tertusuk paku, padahal di jalan yang lurus. “Saya baru tahu artinya sekarang. Orang yang lurus sekalipun bisa tertusuk paku. Mudah-mudahan Pak Nadiem mendapat hikmah besar yang baik dari Tuhan Yang Maha Kuasa,” ucapnya tenang.(*)

Pemkab Kutai Barat Apresiasi Pengabdian Polri

July 2, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

SENDAWAR – Bupati Kutai Barat Frederick Edwin melalui Wakil Bupati Nanang Adriani menyampaikan apresiasi atas pengabdian Polri yang selama 80 tahun telah menjaga keamanan, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

“Semoga momentum ini semakin memperkuat sinergi dalam mewujudkan Kutai Barat yang semakin sejahtera, aman, adil, merata, dan beradat,” ujarnya saat syukuran usai pelaksanaan Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di panggung utama Taman Budaya Sendawar (TBS), Kecamatan Barong Tongkok, Rabu (1/7/2026).

Bupati menegaskan, Hari Bhayangkara merupakan momentum untuk memperkuat komitmen Polri dalam menghadirkan pelayanan yang profesional, modern, transparan, dan humanis. Di tengah tantangan seperti kejahatan siber, penyebaran hoaks, penyalahgunaan narkoba, hingga perjudian daring, stabilitas keamanan dinilai menjadi modal utama dalam mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Kutai Barat juga berharap Polres Kutai Barat terus meningkatkan kualitas pelayanan serta memperkuat kemitraan dengan masyarakat.

“Saya berharap Polri, khususnya Polres Kutai Barat, semakin dekat dengan masyarakat, semakin dicintai masyarakat, serta terus meningkatkan pelayanan yang cepat, profesional, dan humanis,” lanjutnya.

Selain itu, Bupati mengajak seluruh masyarakat menjaga persatuan, memperkuat toleransi, bijak menggunakan media sosial, serta mendukung upaya pemberantasan narkoba, perjudian daring, dan berbagai bentuk tindak kriminal lainnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Kutai Barat beserta seluruh jajaran atas dedikasi menjaga keamanan di Bumi Tanaa Purai Ngeriman.

Sementara itu, Kapolres Kutai Barat AKBP Boney Wahyu Wicaksono mengatakan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, Forkopimda, TNI, instansi vertikal, lembaga adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia usaha, media massa, dan seluruh masyarakat yang selama ini telah bersinergi menjaga situasi kamtibmas.

“Hari Bhayangkara tahun ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan Polri dibangun oleh kebersamaan, kolaborasi, dan sinergi dari seluruh komponen masyarakat,” kata Kapolres.

Menurutnya, keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, Polres Kutai Barat akan terus memperkuat kerja sama lintas sektor, mendukung program pembangunan daerah, serta meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan Polri yang semakin profesional, modern, terpercaya, dan semakin dekat dengan masyarakat,” tegasnya.

Rangkaian syukuran ditutup dengan pemotongan tumpeng dan kue Hari Bhayangkara ke-80 yang diserahkan secara simbolis kepada personel Polri tertua dan termuda di lingkungan Polres Kutai Barat sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan semangat pengabdian lintas generasi dalam menjaga keamanan serta melayani masyarakat.(arf).

« Previous PageNext Page »

  • vb