PHI Gandeng Pemkot Samarinda dan Kejati Kaltim Selamatkan Potensi Produksi Rp480 Miliar Per Tahun

June 9, 2026 by  
Filed under Nusantara

Direktur Utama PHI, Sunaryanto, menyampaikan rasa terima kasihnya atas pendampingan dan fasilitas diberikan oleh instansi terkait.kepada, Walikota Samarinda, Andi Harun dan Asdatun KEJATI KalTim. (Dok.PHI)

Jakarta – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) secara resmi menggelar pertemuan dan audiensi strategis bersama Walikota Samarinda beserta jajaran Pemerintah Kota Samarinda, Jumat (5/6/2026). Agenda penting tersebut berfokus pada penguatan tata kelola aset lahan tanah hulu migas yang berstatus sebagai Barang Milik Negara (BMN).

Kegiatan yang berlangsung pada Juma lalu. ini menjadi langkah taktis dalam membangun kolaborasi demi menjaga keberlanjutan operasi energi nasional. Manajemen korporasi juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur serta Kantor Pertanahan setempat. Sinergi lintas instansi ini terbukti memberikan kontribusi nyata dalam pengamanan aset negara di wilayah hulu migas Under Muara Mahakam (UMM).

Adapun kawasan operasional strategis tersebut saat ini dikelola secara aktif oleh anak perusahaan PHI, yaitu PT Pertamina EP (PEP) di Kalimantan Timur. Kolaborasi intensif ini mencatatkan pencapaian signifikan berupa penyelamatan aset tanah BMN dengan nilai taksiran mencapai Rp21,5 miliar. Lebih impresif lagi, langkah pengamanan ini turut melindungi nilai investasi sumur serta fasilitas produksi migas yang mencapai Rp1,25 triliun. Upaya hukum dan administratif ini sekaligus sukses mencegah potensi kehilangan produksi energi nasional yang bernilai sekitar Rp480 miliar per tahun.

Senior Manager Legal Counsel PHI, Ardhi Apriyanto, menegaskan bahwa kepastian hukum dan kolaborasi kuat antarlembaga merupakan faktor krusial bagi industri hulu migas. Menurut Ardhi, sinergi yang kokoh akan menjadi jaminan utama dalam mendukung target ketahanan energi nasional yang dicanangkan pemerintah.

Sejalan dengan itu, Kepala Kantor Pertanahan Samarinda, Ceto Subagyo, menilai keberhasilan penyelesaian isu sengketa ini bersumber dari pengelolaan aset yang akuntabel.

Ceto menggarisbawahi bahwa menjaga aset negara bukan sekadar mengamankan tanah, melainkan ikut membangun peradaban kota yang berkelanjutan.

Di sisi lain, Walikota Samarinda, Andi Harun, mengingatkan bahwa roda pembangunan daerah tidak akan pernah bisa dipisahkan dari dinamika isu pertanahan. Andi Harun mendesak pentingnya koordinasi yang intens dan berkelanjutan guna mencegah timbulnya potensi sengketa agraria di masa depan.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Kaltim, Supardi, memastikan bahwa seluruh proses penyelesaian masalah lahan didasarkan pada pertimbangan hukum yang presisi.

Direktur Utama PHI, Sunaryanto, menyampaikan rasa terima kasihnya atas pendampingan dan fasilitas yang diberikan oleh seluruh instansi terkait.

Pria yang akrab disapa Anto ini menekankan, penyelamatan aset negara ini berhasil dituntaskan dengan mengedepankan pendekatan musyawarah dan mufakat.

Pihak manajemen meyakini bahwa hubungan erat antara korporasi, SKK Migas, penegak hukum, dan pemerintah daerah akan memperkuat iklim investasi hulu migas.

Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, PHI terus berkomitmen menjalankan operasi bisnis di Regional 3 Kalimantan dengan patuh pada prinsip ESG.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan yang inovatif, perusahaan siap terus berkontribusi bagi pembangunan masyarakat di Kalimantan dan Indonesia. (*)

Pandji: “Yang Mulia” Gubernur Rudy Mas’ud  

June 9, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

TANGGAL  1 Mei lalu saya ke Samarinda. Langsung meluncur ke Plenary Hall, Samarinda Convention Center, Sempaja. Saya mau nonton stand-up Panji Pragiwaksono Wongsoyudo. Saya kaget. Gedung yang mampu menampung lebih 3000 penonton dan dibangun dengan biaya Rp256 miliar pada tahun 2012 itu tampak sepi. Lho kok ngga ada orang? Apa panitianya menipu?

Saya baru tahu kalau show Panji diundur ke tanggal 13 Juni. Sabtu malam Minggu ini. Wah konsentrasi saya jadi terbagi. Sebab di waktu yang sama, di kompleks yang sama (Gelora Kadrie Oening), tengah digelar juga acara tahunan Wartawan Legend Bedapatan (WLB) yang ke-4.

Arena Plenary Hall Samarinda yang megah

Menyaksikan pertunjukan  Pandji tentu sangat menarik. Tapi menghadiri acara WLB 4 juga sangat penting. Saya harus mengatur waktu agar kedua agenda menarik itu bisa saya hadiri. Apakah separuh jalan di acara Pandji lalu saya bergeser ke acara WLB atau sebaliknya.

Pertunjukan komedi Pandji belakangan ini sangat sensasional. Show terakhirnya yang sangat sukses dan heboh ketika dia menggelar stand-up comedy yang bertajuk “Mens Rea,”  baik yang tayang di Netflix maupun di panggung terbuka Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta.

Gara-gara Mens Rea itu, Pandji dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan pencemaran nama baik, penghasutan dan penodaan agama. Dahsyat tuduhannya dan ngeri hukumannya. Tapi sejumlah pengamat membela dan menilai pertunjukan komedi Pandji sebagai sarana literasi politik dan membangun kesadaran politik.

Sebelumnya Pandji juga sempat terkena sanksi adat masyarakat Toraja terkait materi stand-up comedy “Mesakke Bangsaku.” Materi itu dinilai perwakilan masyarakat Toraja menyinggung adat serta martabat budaya Toraja.

Proses peradilan adat digelar di Tongkonan Layuk Kaero, Sangalla, Tana Toraja, Sulsel 10 Februari 2026 lalu. Dia didenda harus menyerahkan hewan ternak berupa satu ekor babi dan lima ekor ayam.

Komika Pandji Pragiwaksono Wongsoyudo

Aksi panggung Pandji saat ini memang sangat ditunggu-tunggu di Tanah Air. Dia berani menyuarakan berbagai kritik tajam yang dialamatkan ke Pemerintah dan aparat dengan kemasan komedi. Lucu, satir dan juga “menyakitkan” buat tokoh yang ditembaknya.

Pandji lahir di Singapura, 18 Juni 1979. Anak istrinya sekarang tinggal di Amerika. Dia lulusan Fakultas Seni Rupa dan Desain, ITB jurusan desain. Entah kenapa jalan kariernya malah di luar jalur desain. Di awal 2000-an dia menjadi penyiar radio Hard Rock FM Bandung lalu hijrah ke Jakarta. Dari penyiar jadi pembawa acara atau presenter. Kemudian jadi penyanyi rap, penulis dan pemeran film.

Pada tahun 2010 dia memulai karier barunya sebagai pelawak tunggal atau stand-up comedy. Dia manggung tidak saja di Tanah Air, tetapi juga “berani” berkelana di negerinya Donald Trump. Dan sukses. Sudah banyak aksi panggung dia lakukan. Dia berhasil menggiring ribuan penonton untuk menyaksikan pertunjukkan komedinya. Terobosan baru dan unik.

Pandji bersama Raditya Dika menjadi pencetus lahirnya gagasan kompetisi Stand-Up Comedy Indonesia (SUCI) di Kompas TV. Berkat SUCI, stand-up berkembang di mana-mana dan banyak lahir komika baru dari berbagai daerah.

Selain berkarier di dunia hiburan, Pandji juga berkecimpung di bidang kemanusiaan. Bersama teman-temannya dia menggagas pembentukan  sebuah komunitas kepedulian untuk anak penderita kanker yang diberi nama Community for Children with Cancer (C3) pada 2006. Tahun berikutnya, mereka resmi mendirikan Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia.

AKAN ROASTING GUBERNUR

Pandji melalui video yang beredar di media sosial menyatakan sudah siap tampil di Samarinda. “Halo, ini Pandji  Pragiwaksono, kita akan bertemu di Samarinda dalam ‘Kaltim Paradoks.Gua akan stand-up di situ,” katanya memberitahu.

Dia mengatakan,  mata Indonesia saat ini sedang mengarah ke Kaltim khususnya kepada Gubernur  Rudy Mas’ud.  “Gua akan ngomongin tentu Yang Mulia Rudy Mas’ud, kemudian gua juga akan omongin politik Indonesia,” katanya sambil tersenyum.

Pandji janji akan membuat penonton Kaltim khususnya Samarinda tertawa. “Gua akan membuat lu melepaskan stres, kepenatan, dan lepas dari frustrasi dengan kondisi yang ada. Dijamin aman karena ada Gamayel, polisi di panggung,” katanya agak bercanda.

Gamayel adalah komika dari Polresta Balikpapan yang pernah menjadi juara ketiga dalam ajang pencarian bakat Stand-Up Comdey Indonesia (SUCI) 6. Dia juga ikut membintangi salah satu film terlaris di Indonesia yang berjudul “Agak Laen.”

Nanti, sebelum Pandji naik ke atas panggung, Gamayel akan tampil sebagai pembuka. Komika berpangkat Brigadir Polisi Kepala (Bripka) ini biasanya suka memelesetkan beberapa tugas kepolisian agar polisi sadar dia disorot masyarakat.

Sementara itu, Sudarno, anggota Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP) Kaltim Bidang Komunikasi menyambut baik pertunjukan stand-up comedy Pandji di Samarinda, yang nantinya banyak menyorot kebijakan Gubernur Rudy Mas’ud. Bisa jadi dia akan menyinggung soal mobil dinas Rp8,5 M, dinasti politik, Hak Angket, kursi pijat sampai soal laundry pakaian dalam atas biasa APBD.

“Selamat datang Kang Pandji. Aku termasuk penggemarmu. Silahkan kritisi apa yang terjadi di Kaltim. Supaya kami sebagai orang Kaltim bisa berbenah diri, kemudian bisa mengubah sesuatu yang tidak berkenan di mata publik Indonesia maupun publik Kaltim,” kata Sudarno sangat pede.

Dia juga mengajak warga Kaltim untuk membawa keluarga menonton Pandji. “Untuk teman-teman yang berminat menonton, silahkan hadir di Plenary Hall, tanggal 13 Juni, malam minggu jam 8 malam. Bawa keluarga terdekat, aku juga nonton. Aku sudah pesan tiket bersama anak istriku, supaya ada pencerahan,” katanya.

Sudarno berharap Pandji tetap kritis kepada pemerintah, terutama pemerintah yang tidak pro dengan rakyat dan dengan publik. “Aku sangat setuju dan tidak boleh mulut kita dibungkam atas kebenaran yang kita yakini. Selamat datang di bumi Kaltim Kang Pandji, dan aku sedang meng-endorse Gubernur Kaltim Pak Rudy Mas’ud. Mudah-mudahan beliau bisa hadir dan berkenan untuk Kang Pandji roasting,” katanya.

Dalam dunia komedi, roasting adalah tindakan melontarkan lelucon, ejekan atau sindiran kepada seseorang, biasanya tokoh publik, yang atas tindakan dan kebijakannya menjadi sorotan masyarakat atau publik.

“Sekali lagi selamat datang di bumi Kaltim Kang Pandji. Sekali minum air Mahakam, akan terus kembali ke bumi Kaltim,” kata Sudarno mengutip pribahasa orang Samarinda.

Tadi malam saya bermimpi tentang kedatangan Kang Pandji di Samarinda. Turun dari Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto dia disambut mobil Ranger Putih. “Selamat datang Kang Pandji. Sengaja kita siapkan mobil Ranger putih untuk menjaga mensrea, eh marwahnya Kang Pandji selama di Kaltim,” kata sang sopir sambil tersenyum. Pandji agak kaget. Belum sempat menjawab, saya keburu terbangun. Jadi mimpinya ya sampai di situ saja. Selamat menonton Pandji. Jangan lupa jalan-jalan ke Kampung Panji Tenggarong, Kang Pandji.(*)

Selama Sepekan, Festival Lou Bentian Meriah

June 9, 2026 by  
Filed under Wisata

SENDAWAR – Kegiatan Festival Lou Bentian yang digelar selama sepekan, sejak tanggal 2-8 Juni 2026 berakhir. Serangkaian kegiatan lomba olahraga tradisional dan tarian dan menyanyi khas Bentian Besar ikut memeriahkan festival. Pejabat (PJ) Sekretaris Daerah Kutai Barat Kamius Junaidi menutup di Lamin Lou Bentian, Jalan Trans Kaltim, Senin (8/6/2026).

Bupati Kutai Barat (Kubar), Frederick Edwin, melalui sambutan tertulis yang dibaca Sekda mengucapkan apresiasi dan penghargaan yang setinggi tingginya kepada seluruh panitia dan masyarakat adat Bentian Besar. Para pelaku UMKM, kelompok Pokdarwis, para sponsor dan semua pihak yang sudah mensukseskan kegiatan ini Festival Lou Bentian tahun 2026 ini.

“Festival  adalah penanda yang sangat penting dalam membangun dan mengembangkan Lou Bentian sebagai pusat aktivitas budaya, adat istiadat, pariwisata dan ekonomi masyarakat,”ujarnya.

Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif terhadap pelestarian budaya dan tradisi masyarakat Bentian Besar. Sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan UMKM dan sektor pariwisata yang melibatkan seluruh masyarakat Sembilan kampung yang ada di Kecamatan Bentian Besar, sebagai pusat aktivitas dan kegiatan bersama.

Diharapkan Lou Bentian ini bukan hanya menjadi kegiatan budaya semata, tetapi juga menjadi wadah berbagai aktivitas kebudayaan. Selain itu juga menjadi etalase kebudayaan yang menampilkan kekayaan budaya, adat istiadat, kekayaan alam serta seluruh potensi unggulan yang dimiliki.

Ia menyebut, pemerintah Kabupaten Kutai Barat akan menjadikan Lou Bentian agenda tahunan yang masuk dalam kalender kegiatan daerah. Sehingga keberadaan nya terus berkelanjutan dan menjadi salah satu daya tarik budaya dan pariwisata unggulan Kabupaten Kutai Barat.

“Pada kesempatan ini saya mengucapkan apresiasi kepada ITM group, melalui TCM, BEK dan TIS yang telah berperan sebagai inisiator dan pendukung kegiatan,”tandasnya.

Sementara Kepala Tekhnik Tambang (KTT) PT BEK Iman Mandiri mengucapkan, atas nama manajemen ITM group, menyampaikan apresiasi dan terimakasih yang sebesar besarnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan mensukseskan acara ini. Mulai dari pemerintah, tokoh adat, panitia pelaksana, pelaku seni, serta UMKM lokal, sehingga seluruh masyarakat yang telah hadir serta berpartisipasi aktif.

Ia menyebut, Festival Lou Bentian bukan hanya rangkaian budaya semata, melainkan wujud nyata semangat bersama menjaga identitas, mempererat persatuan, membangun masa depan masyarakat dan menjaga kearifan lokal. Berbagai pertunjukan seni permainan tradisional, kuliner khas Bentian Besar, Kutai Barat, sehingga keterlibatan UMKM lokal yang telah menunjukkan bahwa budaya hanya sebagian warisan yang harus dijaga, tetapi juga memiliki potensi yang dapat menjadi penggerak kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap keberadaan festival Lou Bentian ini terus menjadi sarana bagi masyarakat untuk pelestarian budaya Bentian, ruang pembelajaran bagi generasi muda sekaligus menjadi pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis budaya lokal,”ungkapnya.

Ia mengatakan, Indo Tambang Megah (ITM) group, yang di wakili Trubanido Coal Mining (TCM), Bharinto Ekatama (BEK) dan Tepian Indah Sukses (TIS), berkomitmen dan tumbuh bersama masyarakat melalui berbagai inisiatif yang mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Kami menyakini berkolaborasi bersama masyarakat, pemerintah dan semua pihak menjadi pondasi penting dalam menciptakan masa depan yang lebih baik untuk kita semua,”bebernya.

Sementara ketua panitia Suryadarma melalui ketua Pokdarwis Lorensius Ballak menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam mensukseskan Festival Lou Bentian, sehingga berjalan dengan lancar dan sukses.

Kehadiran semua pihak adalah bukti kecintaan kepada  pelestarian budaya dan adat istiadat leluhur.

Ia menyebut, Festival ini menjadi wadah pelestarian budaya masyarakat Bentian, mulai dari seni tari, musik tradisional dan juga olahraga tradisional, kerajinan tangan, dan makanan tradisional atau kuliner, sebagai nilai kearifan lokal, yang menjadi identitas kebanggan bersama.

“Kami dari panitia menyampaikan kegiatan yang dilaksanakan, diantaranya tari tarian lokal atau berijok, olahraga tradisional, begasing, belogo, menyumpit, dan behempas kosong tidak ada yang mendaftar,”ungkapnya.(arf/adv diskominfo).

Audisi Paduan Suara Orkes Symphony Gita Kumala Nusantara 2026, Wadah Pembinaan Generasi Muda

June 8, 2026 by  
Filed under Kutai Kartanegara

TENGGARONG – Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Akhmad Taufik Hidayat, membuka Audisi Paduan Suara Orkes Symphony Gita Kumala Nusantara Tahun 2026 di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Senin (8/6). Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 200 peserta yang berasal dari kalangan pelajar dari berbagai wilayah di Kukar.

Akhmad Taufik Hidayat saat membacakan sambutan Bupati Kukar dr Aulia Rahman Basri yang menegaskan audisi paduan suara dan orkes simfoni merupakan media strategis untuk mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan estetika, disiplin, semangat kolaborasi, dan kebanggaan terhadap identitas budaya daerah.

Bupati juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kukar dalam mendukung pengembangan seni dan budaya melalui berbagai program yang sejalan dengan visi Kukar Idaman Terbaik, di antaranya Program Seniman dan Budayawan Kukar Berkarya, Program Ekonomi Kreatif Kukar Terbaik, Program Pendidikan Idaman Terbaik, serta Kukar Beasiswa Terbaik.

Seluruh peserta diharapkan menjadikan audisi ini sebagai ruang belajar, berkolaborasi, serta mengembangkan potensi diri sehingga mampu menjadi insan seni yang berprestasi sekaligus duta budaya daerah yang adaptif dan berdaya saing.

Ketua Gita Kumala Nusantara Kukar, Markus Wijaya, mengatakan keberadaan Gita Kumala Nusantara selama beberapa tahun terakhir telah memberikan kontribusi nyata dalam kegiatan seni budaya daerah, salah satunya dengan rutin mengisi Aubade Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia setiap 17 Agustus di Kukar.

Menurut Markus, Gita Kumala Nusantara bukan hanya menjadi wadah pengembangan bakat seni musik dan paduan suara bagi generasi muda, tetapi juga berperan dalam menjaga dan melestarikan budaya daerah, khususnya melalui pembawaan lagu-lagu daerah.

“Anggota Gita Kumala Nusantara sebagian besar merupakan pelajar Kukar. Selain mengumpulkan anak-anak muda dalam kegiatan seni yang positif, kami juga berupaya menjaga dan melestarikan budaya daerah melalui lagu-lagu yang kami tampilkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengembangan potensi generasi muda di bidang seni memerlukan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah, dunia pendidikan, maupun masyarakat. Menurutnya, Gita Kumala Nusantara dapat menjadi sarana pembinaan karakter dan kreativitas generasi muda agar terhindar dari kegiatan negatif.

“Saya yakin melalui Gita Kumala Nusantara kita mampu menggiring anak-anak muda kepada hal-hal positif dan menjadikan mereka duta-duta pemuda yang mampu membawa nama baik daerah,” katanya. (kk04)

Gempa Berpotensi Tsunami, Warga Talisayan Panik

June 8, 2026 by  
Filed under Berita

TALISAYAN – Warga Berau khususnya di wilayah pesisir seperti Talisayan, Batu Putih dan Biduk-Biduk Senin (8/6/2026) pagi sempat panik. Ini setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan informasi adanya gempa bumi dengan kekuatan 7,7 M melanda selatan Filipina jam 06.37 WIB, berpotensi tsunami.

‎Kepanikan warga Talisayan bahkan warga Kecamatan Batu Putih dan Biduk-Biduk itupun semakin menjadi,  setelah melihat kondisi air laut di pantai tidak seperti biasanya. Tiba-tiba air surut setelah itu  dengan cepat air laut mendadak pasang. ‎Bahkan beberapa warga yang rumahnya tepat di bibir pantai pun memilih mengamankan diri ke tempat lebih tinggi.

‎”Ini kali pertama terjadi, air laut cepat surut dan mendadak pasang. Warga sangat panik,” kata Fery Istiawan(38), warga Kampung Talisayan.

‎Bahkan lanjut Fery lagi, suasana pasang surut air laut masih terjadi hingga pukul 11.00 Wita siang.

‎Kendati sekitar pukul 10.15 Wita BMKG menyatakan peringatan tsunami pasca gempa bumi di Filipina telah berakhir. Seperti diketahui Senin (8/6/2016) pukul 07. 00 WIB, monitoring BMKG mencatat telah terjadi 1 aktivitas gempa bumi susulan yang cukup kuat dengan skala 6,7 magnitudo. BMKG meminta  supaya masyarakat di wilayah berstatus waspada, diimbau untuk menjauhi pantai dan tidak melakukan aktivitas apa pun di sepanjang pinggir pantai maupun tepian sungai.

‎Dampak gempa bumi juga terasa hingga ke wilayah Indonesia seperti di wilayah ‎yang masuk dalam level Status Waspada tsunami di antaranya Sulawesi Utara, Gorontalo, Kota Tidore, Bulungan, Nunukan, Halmahera, Kota Tarakan, Halmahera Utara, Kutai Timur, Kota Bontang, serta Kabupaten Berau.

‎Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan, gempa bumi ini terjadi pada koordinat 1,25° LU; 126,27° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 244 km barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, pada kedalaman 47 km.

Berdasarkan lokasi episenter dan kedalamannya, gempa ini berjenis dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng dengan mekanisme pergerakan naik. Gempa itu menyebabkan kerusakan hebat di kota Grand Santos Filipina. (yoi)

« Previous PageNext Page »

  • vb