Penjual Besi Tua Jadi Korban Pembunuhan di Bongan

March 4, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

SENDAWAR – Akibat terlilit hutang, seorang pemuda asal Kecamatan Bongan, Kabupaten Kutai Barat (Kubar) rela menghabisi nyawa R (38). seorang pembeli besi tua. Pelaku berinisial B (34) menghabisi nyawa dan membawa uang sebesar Rp4,6 juta, dan sebuah sepeda motor butut milik korban di pinggir jalan Trans Kaltim, Kamis (26/2/2026)

Kasat Reskrim Polres Kubar, AKP. Khairul  Umam didampingi Kanit Tipidter Iptu. Agus saat dikonfirmasi menyampaikan, peristiwa pelaporan berawal adanya orang hilang yang diterima Polsek Bongan melalui laporan AR (31) pemilik usaha besi tua.

Kasat Reskrim Polres Kubar, AKP. Khairul Umam

Dijelaskan, Jumat malam (27/2), petugas berhasil mengamankan terduga pelaku.  Berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengembangan, terduga pelaku setelah dilakukan interogasi mengakui telah melakukan pembunuhan terhadap korban dan menunjukkan lokasi tempat jenazah disembunyikan.

Anggota Polsek Bongan menemukan tempat korban dibunuh di Jalan Poros Trans Kaltim, Gunung Pidi, Kampung Muara Siram, Kecamatan Bongan, Kubar, Sabtu, (28/2/2026).

Khairul Umam menceritakan kronologis peristiwa berawal dari tersangka yang terlilit utang di sebuah Tempat Hiburan Malam (THM). Tersangka kemudian mempunyai inisiatif untuk menjual tembaga yang sebenarnya barang tersebut tidak ada. Dijanjikan kepada seorang pembeli besi tua untuk mengambilnya di pinggir jalan Trans Kaltim yang dia sembunyikan di dalam kebun kelapa sawit.

“Sebenarnya ini hanya siasat pelaku saja, padahal barangnya tidak ada,” kata Khairul  Umam.

“Barang bukti yang diamankan antara lain satu balok kayu ulin, sandal, tas, jaket, dan satu unit telepon genggam termasuk sepeda motor milik korban.

Terduga pelaku telah ditetapkan sebagai Tersangka dan dipersangkakan melanggar Pasal 458 ayat (1) dan (3) subsider Pasal 459 KUHP atau Pasal 466 ayat (3) KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun, dan untuk pasal yang lebih berat dapat dikenakan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun sesuai ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Saat ini tersangka beserta barang bukti telah diamankan untuk proses penyidikan lebih lanjut. (arf).

Steal The Show! Warna Special Edition Fazzio Hybrid Starry Night Siap Jadi Spotlight Utama Anak Muda Skena

March 4, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

JAKARTA – Di tengah geliat kultur urban yang semakin ekspresif, kendaraan bukan lagi sekadar alat mobilitas. Bagi generasi muda, terutama anak skena yang aktif di ruang-ruang kreatif kota, sepeda motor khususnya skutik sudah menjadi bagian dari identitas, gaya, bahkan personal statement. Untuk merespon semangat tersebut yang begitu besar, Yamaha menghadirkan warna Special Edition untuk Fazzio Hybrid, yaitu Starry Night yang disuguhkan pada tipe Lux dan dirancang untuk seluruh anak muda skena yang ingin semakin tampil ikonik dan berani mencuri perhatian lewat gayanya masing-masing sehingga siap menjadi spotlight utama atau artinya ”Steal The Show”.

Sebagai bagian dari lini Classy Yamaha, Fazzio Hybrid dikenal dengan desain retro-modern yang fashionable. Melalui Starry Night Special Edition, karakter tersebut dibuat lebih bold dan standout. Warna dasar silver mengkilap memberikan kesan clean sekaligus futuristik, dipadukan dengan matte blue pada bagian dek kaki, menciptakan konsep dual tone yang kontras namun harmonis. Perpaduan warna ini bukan hanya soal estetika, tetapi juga terasa relevan dengan gaya hidup anak muda masa kini yang punya gaya hidup dinamis dan beragam seperti hangout bareng teman sejawat.

“Melalui Fazzio Starry Night Special Edition, kami ingin menghadirkan warna yang tidak hanya stylish dan bold, tetapi juga tetap fungsional untuk mobilitas harian sekaligus menjadi medium ekspresi diri bagi generasi muda yang ingin tampil berbeda. Model ini diproduksi dalam jumlah terbatas, sehingga memberikan nilai eksklusivitas tersendiri bagi konsumen yang ingin tampil lebih ikonik dan percaya diri,” ungkap Rifki Maulana, Manager Public Relation, YRA, & Community PT Yamaha Indonesia.

Starry Graphic

Daya tarik utamanya hadir lewat Starry Graphic di bagian samping bodi. Logo Fazzio berwarna biru muda dipadukan dengan tulisan “Special Edition” berwarna pink, serta latar tulisan Fazzio berbentuk dot-dot kecil dengan efek iridescent. Efek ini membuat warna grafis berubah mengikuti sudut pandang dan pantulan Cahaya dari tone biru saat dilihat dari sisi kiri hingga pink keunguan saat dilihat dari sisi kanan. Hasilnya adalah tampilan dinamis dan atraktif yang selalu hidup di berbagai kondisi pencahayaan.

Starry Fazzio Emblem

Sentuhan eksklusif semakin terasa melalui Starry Emblem “F” Fazzio dalam bentuk emblem timbul dengan finishing 3D resin. Bukan sekadar logo 2D, emblem ini memberikan kedalaman visual dan identitas premium yang membedakan Special Edition ini dari varian lainnya.

Starry Parts

Tidak hanya grafis, sejumlah Starry Parts juga memperkuat karakter standout-nya. Cover spion mengikuti warna bodi sehingga tampil lebih seamless, berbeda dari varian lain yang menggunakan warna hitam. Side panel dihiasi garnish chrome yang memperkaya tampilan reflektifnya. Pada sektor depan, spakbor mendapat grafis gradasi pink bold dengan susunan dot serta tulisan Fazzio. Sementara pada bagian samping, decal gradasi silver menuju pink pada side cover matte blue dan gradasi ungu dengan teknik dot pattern presisi memberikan dimensi visual yang unik pada bodi utama semakin mempertegas nuansa modern dan artsy.

Semua detail tersebut dirancang presisi untuk menciptakan visual yang berani namun tetap stylish. Karakter ini selaras dengan semangat anak skena masa kini yang ingin tampil percaya diri, ekspresif, dan ikonik di setiap momen. Sebagai skutik anak muda urban, warna Special Edition ini tentu saja dibekali teknologi Blue Core Hybrid 125cc yang irit dan responsif, sehingga tetap nyaman untuk berbagai kebutuhan mobilitas harian generasi muda.

Sebagai bagian dari perayaan hadirnya Fazzio Hybrid Special Edition, Yamaha Indonesia menghadirkan kesempatan spesial bagi masyarakat Indonesia khususnya anak muda yang ingin tampil outstanding tapi effortless untuk mendapatkan 1 unit Fazzio Hybrid Starry Night secara cuma-cuma lewat program Giveaway yang akan dimulai tanggal 4 hingga 27 Maret 2026. Syarat untuk memenangkannya juga sangat mudah, cukup follow akun Instagram @yamahaindonesia & @yamaha.classy, lalu sebutkan 11 warna Fazzio Hybrid dan tag 3 teman di kolom komentar postingan pengumuman giveaway. Tidak lupa juga, para peserta diwajiibkan untuk repost konten tersebut ke Instagram Story dan dipastikan akun tidak dalam kondisi private**.

Yamaha Fazzio Hybrid Special Edition Color warna Starry Night yang ikonik ini akan dipasarkan dengan harga Rp 25.250.000*. Sedangkan 3 varian Fazzio Hybrid lainnya juga tetap siap menjadi teman berkendara anak muda skena jaman now, yaitu varian Fazzio Hybrid yang tersedia dalam pilihan warna Blue White, Black Red, Grayceful Pink, dan Yolo Black dengan harga Rp 22.270.000*. Selanjutnya, varian Fazzio Hybrid Neo ditawarkan dalam warna Go Purple, Pink Mauve, White, dan Green dengan harga Rp 24.055.000*. Dan pada varian Fazzio Hybrid Lux hadir dengna warna Greenish Gray dan Titan yang dibanderol dengan harga Rp 24.745.000*. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan mengunjungi website resmi Yamaha Indonesia https://www.yamaha-motor.co.id/.

*Harga On The Road Jakarta

**Syarat & Ketentuan Berlaku

Tim Ahli Gubernur Kaltim

March 4, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SAYA  hormat dan salut atas kesediaan Gubernur Haji Rudy Mas’ud (HARUM) meminta maaf atas kehebohan kasus pengadaan mobil dinasnya. Selain itu dia juga ikhlas mengembalikan atau membatalkan pembelian mobil mahal bernilai Rp8,5 miliar itu kepada penyedianya.

Penyedianya adalah CV Afisera Samarinda. “Itu mobil termahal yang pernah kami jual,” kata Subhan, sang direktur. Dia mengaku perusahaannya dipercaya ATMP Indomobil untuk memasarkan jenis mobil tersebut.

Subhan tak keberatan mobil yang sudah dibayar lunas Pemprov Kaltim itu dikembalikan. “Dana pembelian mobil itu harus dikembalikan  ke kas daerah dalam waktu 14 hari,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Muhammad Faisal dalam jumpa pers di Kantor Gubernur, Senin (2/3).

Subhan terkesan  tidak menuntut ganti rugi. Menurut Faisal, mobilnya berada  di Kantor Perwakilan Kaltim di Jakarta. Belum pernah dipakai dan masih ada bungkus plastiknya. Tapi ada awak media yang menelusuri ke sana tidak menemukan mobil mahal tersebut.

Sejumlah wartawan sempat bingung, ketika Gubernur HARUM menghadiri pelantikan Putri Amanda Nurramadhani (23) jadi Ketua KADIN Kaltim di IKN mengendarai Range Rover putih KT 1. Wartawan sempat bertanya. “Oh bukan,  itu punya Pak Gub pribadi tapi beda jenis,” kata Faisal.

Pelantikan Putri oleh Ketua KADIN Pusat  Anindya Novyan Bakrie berlangsung ketat. Ada sejumlah keamanan bertugas. Acara pelantikan yang tadinya direncanakan di Samarinda mendadak dipindahkan ke IKN. Aneh juga.

Ketua KADIN Kaltim yang baru, Putri Amanda Nurrahmandhani (kiri) bersama Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, Ketua Umum KADIN Pusat Anindya Novyan Bakrie dan Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono.

Putri memang disorot. Baru berusia 23 tahun dan belum memenuhi syarat tapi tetap dipilih jadi ketua. Soalnya dia adalah keponakan gubernur. Putri kabarnya adalah putrinya Hj Syahariah Mas’ud, anggota DPRD Kaltim yang juga saudara kandung gubernur. Syahariah sendiri disebut-sebut calon kuat Ketua KONI Kaltim.

Di luar soal masalah mobil dan KADIN, kita juga perlu mencermati  pembentukan Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP) Kaltim yang diketuai mantan Gubernur Kaltara Dr Ir H Irianto Lambrie, MM. Irianto pada Pilkada sebelumnya adalah Ketua Tim Pemenangan Rudy Mas’ud-Seno Aji.

TAGUPP berkekuatan 47 orang. Ada nama besar seperti Bambang  Widjojanto dan Irfan Wahid di sana. Bambang Widjojanto sekarang berstatus sebagai pengacara. Dia dikenal sebagai aktivis anti korupsi dan pernah menjadi anggota KPK. Sedang Irfan Wahid yang akrab disapa Gus Ipang Wahid dikenal sebagai praktisi komunikasi politik yang ikut mensukseskan kemenangan Rudy Mas’ud-Seno Aji. Mereka duduk sebagai Dewan Penasehat bersama 6 nama lainnya.

Juga ada nama Hijrah Mas’ud, adik kandung gubernur sebagai Wakil Ketua I, yang selalu jadi omongan. Juga ada dosen Unhas, Dr Syahrir A Pasinringi, MS (Prof Cali), yang beberapa waktu lalu diangkat sebagai Ketua Dewas RSUD A Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda. Dalam struktur TAGUPP, Prof Cali dipercaya sebagai Ketua Bidang Sumber Daya Manusia dan Kesejahteraan Rakyat.

Suasana rapat pertama TAGUPP Kaltim bersama Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud

Hijrah dan Prof Cali sempat disorot Sudarno, mantan juru bicara Tim Kemenangan Rudy Mas’ud-Seno Aji. Sudarno sendiri ternyata juga masuk dalam TAGUPP. Namanya tercantum sebagai anggota Bidang Komunikasi Politik dan Komunikasi Publik. Makanya langsung ikut cuap-cuap soal urusan mobil dinas gubernur. Yang agak menarik Sudarno juga ikut meluruskan masalah penampilan istri gub. Padahal dia sendiri yang menyebut itu masalah pribadi.

Berdasarkan SK Gubernur Kaltim No 100.3.3.1/K.9/2026, TAGUPP berada di bawah koordinasi Biro Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kaltim sebagai penyedia honorarium bulanan bagi para anggota TAGUPP.

Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Mulawarman, Saipul Bachtiar mengusulkan tim tersebut sebaiknya diberi nama Tim Sukses atau Tim Penasihat Gubernur. Ia menilai tim yang ada tidak mencerminkan esensi sebuah tim ahli, karena anggotanya didominasi tim sukses.

Dia juga menyorot masuknya sejumlah nama dari luar karena dianggap kurang memahami akar rumput permasalahan Kaltim. “Jangan sampai mereka mereka justru yang ingin mengatur Kaltim,” kata Saipul.

Dia juga mengkritisi beban finansial yang muncul akibat besarnya jumlah anggota tim. “Kalau uang pribadi gubernur ngga masalah, tapi ini kan uang rakyat, uang dari pajak. Jadi jangan sampai terbuang percuma,” katanya seperti diberitakan PROKAL.co.

Kemarin, Selasar.co merilis daftar honorium TAGUPP. Untuk jabatan ketua Rp40 juta per bulan. Wakil ketua Rp35 juta per bulan, koordinator bidang/divisi Rp30 juta per bulan, anggota bidang/divisi Rp20 juta per bulan  serta dewan penasihat Rp45 juta per bulan. Apakah angkanya memang sebesar  seperti itu? Saya belum membaca ada penjelasan resmi.

APA BOLEH DIBENTUK?

Menjelang pelantikan serentak 505 kepala daerah se Indonesia, 20 Februari 2025, saya sempat menulis tentang masalah pengangkatan staf khusus (Stafsus) dan tenaga ahli kepala daerah.

Saya mengutip ucapan Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN), yang saat itu dijabat Prof Zudan Arif Fakhrullah. Dia menegaskan, semua kepala daerah yang baru dilantik dilarang mengangkat tenaga honorer baru, staf khusus dan tenaga ahli.

“Anggaran yang ada kita fokuskan untuk pengangkatan P3K, jadi jangan ada pengangkatan tenaga honor baru termasuk staf khusus  dan tenaga ahli baik yang nempel di kepala daerah maupun yang ditempelkan di OPD-OPD,” tegas Zudan kepada awak media di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Rabu (12/2/2025).

Berdasarkan pengalaman, pos staf khusus dan tenaga ahli itu diada-adakan oleh kepala daerah untuk mengakomodasi sejumlah anggota tim sukses Pilkada, yang dianggap berjasa memenangkan sang kepala daerah.

Menurut Prof Zudan, jika ada kepala daerah yang tetap melanggar aturan yang telah disampaikan, maka akan dikenakan sanksi berat oleh pemerintah pusat. “Banyak yang bilang anggaran daerah terbatas, tapi kok masih angkat staf khusus dan tenaga ahli. Ini kan jelas-jelas tidak masuk akal,” tandasnya.

Saya tidak tahu persis apakah ada aturan baru sehingga Gubernur HARUM bisa membentuk TAGUPP. Tapi seorang pejabat Kemendagri yang saya hubungi tetap menyatakan bahwa pengangkatan staf khusus atau tenaga ahli tidak dibenarkan.

“Tidak ada dasar hukumnya. Bukankah di struktur pemerintahan sudah ada staf ahli. Jadi pengangkatan tim ahli berisiko jadi temuan BPK. Tidak tertutup kemungkinan kelak kalau mereka terima honor dari APBD akan diminta untuk dikembalikan,” ujarnya.

Menurut pejabat Kemendagri itu, kepala daerah boleh saja merekrut tim ahli sebanyak mungkin. Tapi harus di luar struktur pemerintahan daerah. “Dan yang terpenting semua pembiayaan termasuk honornya ditanggung secara pribadi oleh kepala daerah,” jelasnya.

Ketua TAGUPP Kaltim Irianto Lambrie menyatakan, tim mereka akan bekerja melalui kolaborasi intensif dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), DPRD  serta pemerintah kabupaten/kota.

“Tugas kami adalah memberikan masukan secara objektif, ilmiah dan profesional demi kepentingan daerah dan masyarakat Kalimantan Timur,” jelasnya.

Menurut Irianto, pembentukan tim ahli bukanlah hal baru. Saat dia memimpin Kaltara, dia juga membentuk tim serupa meski dengan jumlah terbatas, hanya 11 orang dari kalangan akademisi, praktisi hukum dan tokoh daerah.

Irianto juga mengatakan, mereka mendapat mandat khusus dari gubernur untuk mencari strategi agar Kaltim tidak bergantung pada pusat. Pihaknya memastikan Provinsi Kaltim mampu memaksimalkan potensi PAD untuk menggerakkan pembangunan di daerah.

Saya tidak bermaksud menggunjing eksistensi  TAGUPP Kaltim. Apalagi sebagian saya juga kenal dan tahu kapasitas mereka. Cukup mumpuni. Tapi menurut saya, Gubernur HARUM harus memastikan pembentukan TAGUPP itu tidak menabrak aturan kalau biayanya mengambil dari kantong APBD. Jangan sampai ada lagi kebijakan yang merusak “marwah” gubernur. Kan repot kalau minta maaf lagi.(*)

Sahur dalam Tabuhan Tradisi

March 4, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA — Bulan Ramadan bukan sekadar soal ibadah puasa, tetapi juga dipenuhi tradisi-tradisi unik yang diwariskan secara turun-temurun. Di Indonesia, salah satu tradisi yang paling dikenal menjelang waktu sahur adalah tradisi beduk sahur, sebuah kebiasaan komunitas muslim yang membangunkan warga untuk makan sahur dengan cara menabuh beduk atau alat pukul lain sambil berteriak “Sahur! Sahur!”. Tradisi ini tidak hanya menjadi penanda waktu, tetapi juga bagian dari kebersamaan muslim di berbagai daerah.

Di berbagai kampung, suara beduk, kentongan, hingga ember plastik yang dipukul bertalu-talu menjadi alarm tradisional sebelum azan Subuh berkumandang. Anak-anak hingga pemuda biasanya berkeliling lingkungan sambil menabuh alat seadanya. Tak jarang, kegiatan ini berubah menjadi arak-arakan kecil yang penuh semangat.

“Kalau di Indonesia itu biasanya ramai sekali,” ujar Afif Luthfi Murtadho, Mahasiswa asal Indonesia yang pernah menempuh pendidikan di Turki saat diwawancarai, Selasa (3/3/2026).

Menurutnya, tradisi ini tumbuh dari kultur komunal masyarakat Indonesia yang menjadikan Ramadan sebagai momentum kebersamaan, bukan hanya ibadah personal.

Menariknya, tradisi membangunkan sahur dengan tabuhan alat pukul juga ditemukan di Turki. Sejak era Kesultanan Ottoman, masyarakat di sana mengenal penabuh drum sahur yang disebut davulcu. Mereka berjalan kaki menyusuri permukiman pada dini hari sambil menabuh davul (drum tradisional) untuk mengingatkan warga agar bangun sahur.

Tradisi ini masih bertahan hingga kini, termasuk di kota besar seperti Istanbul. Para penabuh drum biasanya mengenakan pakaian khas dan memainkan ritme tertentu yang sudah dikenal warga setempat.

“Tradisi beduk sahur di Turki juga ada, cuma yang membedakan disini tidak seramai di Indonesia, beberapa pemuda menabuh drum seperti drum band. Tidak ada arak-arakan besar atau teriakan keras seperti di kampung-kampung Indonesia,” terangnya.

Meski atmosfernya berbeda, esensi keduanya tetap sama, membangunkan umat Muslim agar tidak melewatkan sahur sebelum fajar.

Di Indonesia, beduk sahur identik dengan riuh dan kebersamaan lintas usia. Sementara di Turki, tabuhan davul menjadi simbol warisan budaya yang dijaga sejak berabad-abad lalu. (intan)

Polres Kutai Barat Panen Raya Jagung di Siluq Ngurai

March 4, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

KUTAI BARAT – Polres Kutai Barat melaksanakan kegiatan Panen Raya Jagung serentak triwulan I Tahun 2026 di lahan industri pertanian Kampung Muhur, Kecamatan Siluq Ngurai, Kabupaten Kutai Barat, Selasa (3/3/2026).

Panen raya jagung dilaksanakan di lahan seluas kurang lebih 4,5 hektare dengan capaian hasil panen sekitar 2,3 ton jagung. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama antara Polri, TNI, dan masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan serta pemanfaatan lahan produktif di wilayah Kabupaten Kutai Barat.

Kegiatan panen raya dihadiri Kabag Ops Polres Kutai Barat Kompol Teguh, Kabag SDM Polres Kutai Barat AKP Ahmad Said, Kapolsek Jempang Iptu Andi Ahmad, Kapolsek Siluq Ngurai Ipda Ginanjar Wahyu Utomo, Kasat Samapta Polres Kutai Barat Iptu Nurman, serta perwakilan dari unsur TNI di antaranya Kapten Edi dari Brigif TP 85/BTC, Letda Czi David Nikkolas Gurusinga, dari Yon TP 827/MCY, dan Serma Subadilah dari Koramil Muara Pahu.

Turut hadir Ketua Kelompok Tani Juata Muhur, Nasir, perwakilan BPP Kecamatan Siluq Ngurai Fatnurrahman Fitrah Anuar, serta personel Polsek Siluq Ngurai dan Polsek Jempang yang ikut mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. (arf)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1456453
    Users Today : 3359
    Users Yesterday : 5108
    This Year : 392963
    Total Users : 1456453
    Total views : 12831238
    Who's Online : 60
    Your IP Address : 216.73.216.180
    Server Time : 2026-03-10