Jalan Panjang Kemandirian Pers Kita

July 23, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Hendry Ch Bangun

Dalam Gala Dinner HUT Forum Pimred Multimedia Indonesia (FPRMI) ke-3 di kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Yogyakarta, Jumat (18/7) atas fasilitasi Anggota DPD Yoyga Ahmad Syauqi Suratno, anggota Dewan Pers Yogi Hadi Ismanto, menyatakan jika tidak ada aral melintang, dalam amandemen UU Hak Cipta, karya jurnalistik akan menjadi objek hak cipta yang penggunaannya memberi dampak finansial bagi perusahaan media. Sama seperti lagu, yang akan memperoleh royalti sebagaimana sudah berlaku saat ini. Pernyataan itu dia ulang lagi di Penyerahan Anugerah dan Pena Emas ke sejumlah tokoh pemerintahan dan swasta pada Sabtu (18/8) malam di Hotel Alana.

Hendry Ch Bangun

“Dengan demikian akan ada pendapatan baru bagi media, selain dari iklan, kemitraan, dll yang selama ini menjadi sumber pemasukan media,” kata Ketua Komisi Penelitian, Pendataan, dan Ratifikasi Dewan Pers periode 2025-2028 ini.

Dia menengarai, kerjasama dengan pemerintah di provinsi, kabupaten/kota yang kerap menjadi andalan media, telah mengurangi kemandirian pers dalam menjalankan tugas dan fungsi kontrolnya. Buntutnya, media khususnya di daerah semakin kehilangan idealisme, bersikap pragmatis, yang lama-lama mengurangi peran vital pers sebagai pilar keempat dalam negara demokrasi. Sulit untuk kritis dan korektif terhadap kebijakan dari penyelenggara negara yang saat ini banyak bermasalah, koruptif, dan merasa bahwa duit rakyat dari pajak dianggap milik gubernur, bupati, atau walikota sehingga ingin mengatur berita.

Kementerian Hukum sudah menunjukkan keberpihakan untuk mendukung amandemen UU Hak Cipta ini, kemudian Dewan Pers bersama konstituen dan pihak relevan, telah melakukan beberapa kali pertemuan untuk membuat draft final. Ada sedikit perbedaan dari draf yang dibuat Kemenkum dan keinginan masyarakat pers, khususnya terkait pola Kerjasama, agar sesuai dengan kondisi faktual pers kita. Saya sendiri mewakili JMSI sempat ikut dalam diskusi yang diadakan Dewan Pers dan pemangku kepentingan pers. *

Secara sederhana, alurnya kira-kira begini. Pihak manapun khususnya platform digital dan Perusahaan AI yang mengambil karya jurnalistik (dengan tujuan komersial) dan menyebarkan kembali dalam berbagai bentuk, akan dijaring, dan dicatat. Kemudian Lembaga yang menjaring dan mencatat akan melakukan penagihan ke mereka, kemudian uangnya akan diserahkan ke perusahaan media yang berita atau karya jurnalistiknya diambil.

Poin penting di sini ada beberapa. Dimulai dari karya jurnalistik yang diambil, dicuplik, dikutip, dll. Akan dibuat batasannya agar jelas. Di sini banyak pendapat mengatakan, itu haruslah karya jurnalistik berkualitas, sesuai Kode Etik Jurnalistik, yang dihasilkan dengan peliputan lapangan, ada effort, orisinal, atau berciri khas, dll. Bukan hasil jumpa pers, muatan press release, dan sejenisnya.

Kemudian medianya, Dewan Pers agaknya ingin agar Perusahaan pers yang masuk golongan ini adalah mereka yang sudah terverifikasi, yang dianggap memiliki tata kelola baik, dikendalikan oleh wartawan yang kompeten, yang memisahkan redaksi dan bisnis, menerapkan gaji standar, dan memiliki rekam jejak jelas.

Kemudian Lembaga yang menjalankan proses pencatat berita yang diambil, menagih atas nama media, dan memberikan uang ke perusahaan media, semacam Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) dalam hal hak cipta lagu. Lembaga ini harus memiliki sistem yang canggih agar bisa menjaring secara digital, mendata, dan mengkategorikan besaran biaya atas pengambilan dan penyebaran karya jurnalistik. Di tingkat pusat harus dibentuk sebagai Lembaga tunggal yang menjalin perjanjian dengan platform digital, Perusahaan AI, dst sebagai perwakilan dari Lembaga di tingkat daerah yang melakukan kerjasama dengan media. Sebab media yang ingin bergabung harus memenuhi syarat dan ketentuan, dan memahami hak dan kewajiban, antara lain soal kualitas karya jurnalistiknya, kontinuitas media.

Menjadi pertanyaan dalam diskusi waktu itu, apakah perusahaan media tertentu boleh bekerjasama langsung dengan platform digital seperti yang sudah terjadi selama ini? Apakah harus bergabung dengan Lembaga. Di sini masih rancu karena kebanyakan Perusahaan media mainstream tidak akan rela menyerahkan kedaulatannya, tokh selama ini mereka sudah mendapat banyak dari kerjasama langsung. Di sini ada usulan agar Dewan Pers menggelar pertemuan dengan media besar dan menghasilkan semacam Piagam Palembang.

Sebagaimana diketahui, pada tahun 2010 bertepatan dengan Hari Pers Nasional (HPN) di Palembang, hampir seluruh jaringan media besar di Indonesia, memberikan kewenangan kepada Dewan Pers, untuk menerapkan standar kompetensi, uji kompetensi, agar ada standarisasi kompetensi wartawan di Indonesia dan ditaati pelaksanaannya. Dari Piagam Palembang itu maka syarat Sertifkat Wartawan Utama untuk dapat menjadi Pemimpin Redaksi dan Penanggungjawab Redaksi yang diatur dalam Peraturan Dewan Pers, dipatuhi perusahaan pers. Kalau tidak sesuai, makan Dewan Pers tidak akan memberikan Sertifikasi.

Saat ini sebagian besar media yang masih hidup di Indonesia berkelas UMKM, perusahaan kecil dengan modal kecil pula (sesuai aturan Dewan Pers bermodal minimal Rp 50 juta), dan manajemen yang sederhana. Jumlah redaksi pun sedikit (di bawah 10) meski mungkin saja ada wartawan lepas di berbagai provinsi dan kabupaten.

Bagaimana dengan mereka ini? Tentu sulit baagi mereka untuk nego langsung dengan platforum digila media besar. Mengerti teknis dan skema perjanjian bisnis saja mungkin tidak. Di sini ada solusi, mereka diusulkan bergabung, di bawah komando organisasi perusahaan media, seperti AMSI, JMSI, SMSI, lalu masuk ke dalam lembaga tingkat provinsi, yang menginduk ke Lembaga tingkat nasional. Dengan demikian aspirasi mereka tertampung.

Karena berada di daerah pula, maka media UMKM dapat berkomunikasi dengan mudah, dan bisa menyampaikan gagasan, dan bahkan complain, serta mendapat Gambaran umum tentang skema kerjasama dengan platform global.

Nah, pendapatan inilah, yang menurut Dewan Pers, akan menjadi pelipur lara bagi Perusahaan media agar dapat sedikit bernafas. Ada darah segar. Kalau kita lihat tadi, ada beberapa persyaratan yang menurut saya, cukup berat dijalankan media UMKM. Apalagi bagi media yang ketika didirikan tanpa perencanaan bisnis yang baik, dikelola seadanya, dan kurang peduli pada kode etik jurnalisik. *
Tentu saja kepala kita dipenuhi mimpi indah dan berharap setelah kegagalan Komite Tanggungjawab Perusahaan Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas (KTP2JB), yang semula dimaksudkan memberi insentif kepada perusahaan media. Ya, KTP2JB, tidak punya kewenangan hukum sama sekali untuk menekan platform global untuk memberi kontribusi langsung, hanya berupa imbauan. Karena bentukan Dewan Pers maka ujung-ujungnya seperti Peraturan Dewan Pers, yang kalau tidak dipatuhi pun saksinya berupa teguran dll. Sedangkan kalau dilandasi UU Hak Cipta, maka ada daya paksa yang harus dijalankan, dan bagi yang melanggar dapat dikenakan sanksi dan hukuman.

Tetapi perjalanan masih sangat panjang. Kalau Kementeri Hukum sebagai inisiator amandemen UU Hak Cipta aktif melakukan lobi, bisa jadi perubahan dilakukan pada tahun ini. Khususnya juga apabila masyarakat pers gencar menunjukkan dukungan baik dari sisi pemberitaan, maupun lobi ke parlemen. Tetapi kita tahu sendiri, di Indonesia sesuatu yang sudah di depan mata pun dapat hilang sekejap. Diundur ke tahun berikutnya. Perjalanan masih panjang.

Kalaupun bisa dibahas di DPR, maka masyarakat pers harus hati-hati agar isinya betul-betul sesuai dengan aspirasi yang sudah dirumuskan dalam bentuk draft. Jangan sampai pasal-pasal atau ayat yang sudah diperjuangkan, mendadak hilang dalam rumusan final di siding DPR. Kita harus ingat bagaimana hilangnya “ayat tembakau” yang bikin heboh tetapi terjadi dan masyarakat tidak bisa apa-apa. Entah itu nanti tentang Skema Kerjasama, bentuk Lembaga di pusat dan daerah, proses bisnis dengan platform global, dsb.

amandemen UU Hak Cipta yang sesuai harapan masyarakat pers mendapat tantangan baik dari dalam maupun dari luar. Dari dalam adalah kekompakan perusahaan pers agar satu suara demi kepentingan nasional, dari luar adalah lobi tingkat tinggi dari swasta ke unsur pemerintah dan parlemen agar UU nanti tidak merugikan khususnya swasta yang selama ini sudah menggaruk banyak uang dari bumi Indonesia.

Jadi? Marilah kita berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Agar pers kita selamat dan bisa hidup layak untuk menjalankan tugas dan fungsinya, untuk menjadikan Indonesia yang lebih baik. Wallahu a’lam bhisawab.

Ciputat, 23 Juli 2026.

Telkomsel Siap Optimalkan Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz untuk Perkuat Pengalaman Digital Indonesia

July 23, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

JAKARTA – Telkomsel berterima kasih kepada Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Kemkomdigi) atas hasil Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 700 MHz dan 2,6 GHz. Berdasarkan hasil seleksi tersebut, Telkomsel memperoleh total alokasi spektrum terbesar sebanyak 100 MHz, dengan rincian 2×10 MHz pada pita 700 MHz dan 80 MHz pada pita 2,6 GHz.

Perolehan spektrum tersebut akan digunakan secara optimal dan bertahap untuk memperkuat kualitas layanan, memperluas manfaat inklusivitas digital, dan mendukung kebutuhan masyarakat serta industri yang semakin berbasis data. Lebih lanjut, Telkomsel pun berkomitmen terus memperluas cakupan layanan 5G di seluruh Indonesia, selaras dengan pemenuhan komitmen pembangunan pada desa-desa yang telah ditetapkan oleh Kemkomdigi.

Perolehan alokasi spektrum ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Telkomsel untuk menghadirkan pengalaman digital yang semakin andal, inklusif, dan relevan bagi pelanggan di seluruh Indonesia. Dengan karakteristik yang saling melengkapi, pita 700 MHz berpotensi memperkuat jangkauan dan kualitas layanan, termasuk di area yang membutuhkan cakupan lebih luas maupun kualitas sinyal yang lebih baik di dalam ruangan. Sementara itu, pita 2,6 GHz akan mendukung peningkatan kapasitas jaringan untuk menjawab pertumbuhan kebutuhan trafik data sekaligus memperkuat kesiapan pengembangan layanan 5G di masa mendatang.

VP Technology Strategy & Consumer Product Development Telkomsel, Ronald Limoa, berterima kasih kepada Kemkomdigi atas hasil seleksi spektrum yang telah diselenggarakan secara transparan, akuntabel, dan dengan tata kelola yang baik. Bagi Telkomsel, alokasi spektrum ini bukan sekadar tambahan sumber daya jaringan, melainkan amanah untuk terus menghadirkan pengalaman digital yang lebih baik bagi pelanggan dan masyarakat Indonesia.

“Kami akan mengoptimalkan pemanfaatan spektrum tersebut secara bertanggung jawab dan bertahap agar dapat semakin Melayani Sepenuh Hati dan memberikan manfaat nyata, mulai dari konektivitas yang semakin merata, kapasitas layanan yang lebih baik, hingga dukungan terhadap transformasi digital.”

Spektrum merupakan fondasi penting dalam penyelenggaraan layanan telekomunikasi yang dapat membantu operator menghadirkan konektivitas yang lebih berkualitas sekaligus mendukung perkembangan teknologi digital masa depan. Kombinasi pita frekuensi rendah (low-band) 700 MHz dan pita frekuensi menengah (mid-band) 2,6 GHz akan memperkuat keseimbangan antara jangkauan dan kapasitas jaringan sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh pelanggan, baik individu, rumah tangga, pelaku usaha, maupun sektor industri.

Sebagai penyedia layanan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia, Telkomsel akan melanjutkan koordinasi dengan regulator dan pemangku kepentingan terkait untuk memenuhi seluruh tahapan lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku. Optimalisasi spektrum akan dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kebutuhan pelanggan, kesiapan teknis jaringan, serta agenda transformasi digital Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.

“Spektrum adalah sumber daya publik yang sangat strategis. Karena itu, fokus kami bukan hanya pada besarnya alokasi yang diperoleh, melainkan bagaimana mengubah sumber daya tersebut menjadi manfaat nyata yang dirasakan pelanggan melalui pengalaman digital yang semakin mudah, nyaman, dan relevan untuk kebutuhan sehari-hari maupun pertumbuhan ekonomi digital Indonesia,” pungkas Ronald.

Memilih Laptop Kini Menjadi Investasi Jangka Panjang, Axioo Beri Perlindungan Axioo DP XTRA hingga 3 Tahun

July 23, 2026 by  
Filed under Ekonomi & Bisnis

Vivaborneo.com, Jakarta —  Memasuki tahun ajaran baru, banyak keluarga kembali mempersiapkan berbagai kebutuhan pendidikan. Namun tahun ini, tantangannya terasa berbeda. Di tengah kenaikan berbagai biaya hidup, mulai dari kebutuhan sehari-hari, uang sekolah, hingga biaya kuliah, membeli laptop bukan lagi sekadar memenuhi daftar perlengkapan belajar, tetapi menjadi keputusan yang perlu dipertimbangkan secara matang.

Bagi orang tua, laptop diharapkan dapat digunakan selama bertahun-tahun tanpa harus sering diganti. Sementara bagi pelajar dan mahasiswa, laptop telah menjadi perangkat utama untuk mengikuti pembelajaran, mengerjakan tugas, menghadiri kelas online, mencari referensi, hingga mengembangkan berbagai keterampilan digital seperti desain, editing, maupun coding.

Karena itu, memilih laptop kini tidak lagi hanya soal mencari harga paling murah atau spesifikasi paling tinggi. Yang jauh lebih penting adalah menemukan perangkat yang   memberikan nilai jangka panjang: harga yang tetap masuk akal, performa yang sesuai kebutuhan, desain yang nyaman dibawa ke mana saja, daya tahan yang baik, kemudahan upgrade ketika kebutuhan berkembang, jaringan service center yang luas, serta perlindungan purna jual yang membuat pengguna lebih tenang.

Memahami kebutuhan tersebut, Axioo menghadirkan pilihan laptop yang dirancang untuk menemani setiap tahap perjalanan belajar, mulai dari laptop pertama untuk pelajar, laptop produktivitas bagi mahasiswa, hingga laptop berperforma tinggi bagi generasi kreatif.

“Di tengah meningkatnya biaya pendidikan dan kebutuhan hidup, konsumen kini semakin selektif dalam memilih laptop. Mereka tidak hanya mencari spesifikasi yang baik, tetapi juga produk yang mampu memberikan nilai jangka panjang. Karena itu, Axioo menghadirkan kombinasi antara performa, kemudahan upgrade, layanan purna jual yang luas, serta perlindungan Axioo ADP XTRA hingga 3 tahun. Kami ingin memastikan setiap laptop yang dipilih dapat menjadi partner belajar dan produktivitas yang dapat diandalkan selama bertahun-tahun,” kata Timmy Theopelus, Vice President Business Development & Strategic Partnerships PT Tera Data Indonusa Tbk (Axioo), pada Kamis (23/7/2026).

Axioo Hype 2, Laptop Pertama yang Tepat untuk Memulai Perjalanan Belajar

Bagi pelajar maupun keluarga yang sedang mencari laptop pertama, Axioo Hype 2 menjadi pilihan yang tepat. Laptop ini dirancang sebagai perangkat yang mampu memenuhi hampir seluruh kebutuhan belajar sehari-hari tanpa membuat orang tua harus mengeluarkan biaya lebih untuk performa yang sebenarnya belum dibutuhkan.

Dengan bobot hanya sekitar 1,27 kilogram, Axioo Hype 2 nyaman dibawa ke sekolah, perpustakaan, maupun tempat belajar bersama teman. Desainnya yang ringan membuat mobilitas sehari-hari menjadi lebih praktis.

Untuk aktivitas belajar, laptop ini mampu menjalankan berbagai kebutuhan dengan lancar, mulai dari mengerjakan tugas menggunakan Microsoft Office, mengikuti kelas online, mencari referensi di internet, hingga menikmati video pembelajaran. Penggunaan SSD membuat proses booting dan membuka aplikasi terasa lebih cepat sehingga waktu belajar menjadi lebih efisien.

Dengan harga di kelas Rp4 jutaan, Axioo Hype 2 menjadi solusi ekonomis bagi keluarga yang menginginkan laptop berkualitas dengan fungsi yang benar-benar sesuai kebutuhan pelajar.

Axioo Hype P, Best Value to Performance untuk Mahasiswa dan First Jobber

Naik satu tingkat di kelas kisaran harga Rp5 jutaan, Axioo menghadirkan Axioo Hype P dengan konsep best value to performance. Laptop ini dirancang khusus untuk mendukung produktivitas harian mahasiswa serta profesional muda yang baru menapaki dunia kerja (first jobber).

Didukung oleh prosesor Intel® Pentium® Gold 6405U, RAM 8GB LPDDR3, serta Intel® UHD Graphics, Axioo Hype P mampu memberikan performa yang handal untuk menjalankan berbagai aktivitas komputasi harian. Pengguna dapat menjalankan beberapa aplikasi secara bersamaan untuk mengerjakan dokumen presentasi, melakukan browsing dengan banyak tab, mengikuti video conference, hingga mengedit konten visual ringan menggunakan aplikasi seperti Canva maupun software desain dasar lainnya.

Untuk menunjang mobilitas tinggi, Axioo Hype P hadir dengan desain yang sangat ringan dengan bobot sekitar 1,2 kilogram saja. Laptop ini dibekali layar 14 inci Full HD IPS yang menghadirkan tampilan tajam dan nyaman untuk membaca dokumen maupun menikmati hiburan.

Fitur pendukung seperti engsel 180 derajat, kamera 2MP yang dilengkapi privacy shutter, serta konektivitas USB Type-C semakin melengkapi kenyamanan penggunaan sehari-hari.

Dengan harga mulai dari Rp5 jutaan, Axioo Hype P menawarkan kombinasi spesifikasi, kenyamanan multitasking, dan mobilitas tinggi yang menjadikannya pilihan ideal untuk memulai perjalanan produktivitas.

Axioo Hype AMD X1, Saat Aktivitas Belajar Mulai Naik Kelas

Seiring bertambahnya jenjang pendidikan, kebutuhan laptop pun ikut berkembang. Mahasiswa mulai mengerjakan lebih banyak proyek, membuka banyak aplikasi sekaligus, mengikuti kelas hybrid, hingga membuat presentasi yang lebih kompleks.

Untuk kebutuhan tersebut, Axioo Hype AMD X1 hadir sebagai pilihan yang siap mendukung produktivitas yang terus meningkat.

Laptop ini memberikan ruang kerja yang lebih nyaman untuk multitasking sehingga pengguna dapat tetap fokus menyelesaikan berbagai tugas tanpa khawatir performa menurun.

Layar Full HD IPS menghadirkan tampilan yang nyaman untuk membaca materi pelajaran maupun bekerja dalam waktu lama. Untuk mendukung aktivitas hybrid, tersedia kamera dengan privacy shutter sehingga pengguna merasa lebih aman saat kamera tidak digunakan.

Berbagai fitur modern seperti backlit keyboard, engsel 180 derajat, serta konektivitas USB Type-C turut memberikan pengalaman penggunaan yang lebih fleksibel.

Dengan harga mulai Rp5 jutaan, Axioo Hype AMD X1 menjadi pilihan ideal bagi pelajar maupun mahasiswa yang membutuhkan laptop dengan performa lebih baik untuk mendukung produktivitas selama beberapa tahun ke depan.

Axioo Hype 5 AMD X5-2, Untuk Mahasiswa dengan Aktivitas yang Semakin Beragam 

Memasuki dunia perkuliahan, kebutuhan perangkat juga semakin beragam. Tidak sedikit mahasiswa yang mulai membutuhkan laptop dengan performa lebih tinggi untuk mengerjakan proyek, multitasking, hingga menjalankan aplikasi kreatif. Namun, tetap dengan harga yang masih masuk akal.

Di kelas laptop Rp7 jutaan, Axioo Hype 5 AMD X5-2 hadir sebagai pilihan yang menawarkan keseimbangan antara performa, fleksibilitas, dan desain modern.

Ditenagai prosesor AMD Ryzen™ 5 7430U dengan AMD Radeon™ Graphics, laptop ini mampu menangani berbagai kebutuhan komputasi harian, mulai dari mengerjakan laporan, melakukan riset, video conference, hingga menjalankan aplikasi seperti Canva, Adobe Photoshop, maupun AutoCAD untuk kebutuhan dasar.

Layar IPS Full HD berukuran 14 inci memberikan tampilan yang jernih dan nyaman di mata sehingga ideal digunakan untuk membaca e-book, mengikuti kuliah daring, maupun mengerjakan presentasi dalam waktu lama.

Keunggulan lain yang membuat laptop ini menarik adalah fleksibilitas untuk berkembang bersama kebutuhan penggunanya. Hype 5 AMD X5-2 mendukung upgrade RAM DDR4 dual channel hingga 64GB serta menggunakan penyimpanan M.2 NVMe PCIe Gen 3×4 yang menawarkan kecepatan tinggi untuk mempercepat booting maupun membuka aplikasi.

Dari sisi desain, Axioo juga menghadirkan pilihan yang sesuai dengan karakter generasi muda. Tersedia varian Reguler dengan pilihan warna Blue dan Grey untuk tampilan profesional, serta Lollipop Edition dengan warna Pink Sakura, Royal Purple, dan Celestial Blue bagi pengguna yang ingin tampil lebih ekspresif. Khusus pembelian Lollipop Edition, pengguna juga akan mendapatkan merchandise eksklusif JKT48 berupa decorative sticker, random photo card, dan greeting card.

Axioo Pongo 535, Partner Berkarya untuk Mahasiswa dengan Kebutuhan Komputasi Tinggi

Memasuki dunia perkuliahan, kebutuhan setiap mahasiswa tentu berbeda. Mahasiswa jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV), Informatika, Teknik, maupun Arsitektur umumnya membutuhkan laptop dengan performa yang lebih tinggi untuk menjalankan berbagai software pendukung selama proses belajar.

Untuk kebutuhan tersebut, Axioo menghadirkan Pongo 535.

Laptop ini dirancang untuk mendukung berbagai aktivitas komputasi yang lebih intensif, mulai dari mengolah desain grafis, editing video, rendering, pemrograman, hingga menjalankan aplikasi teknik yang membutuhkan performa tinggi.

Kemampuan tersebut juga menjadikannya pilihan menarik bagi content creator maupun gamer yang membutuhkan perangkat bertenaga untuk mendukung produktivitas sekaligus hiburan.

Layarnya yang responsif menghadirkan pengalaman visual yang lebih mulus, sementara dukungan upgrade memori dan penyimpanan memberikan fleksibilitas agar laptop tetap mampu mengikuti kebutuhan pengguna yang terus berkembang di masa depan.

Dengan harga mulai Rp 14.999.000, Axioo Pongo 535 menjadi investasi jangka panjang bagi mahasiswa maupun profesional muda yang membutuhkan laptop dengan performa tinggi tanpa harus khawatir perangkat cepat tertinggal oleh perkembangan kebutuhan.

Belajar Lebih Tenang dengan Perlindungan Axioo ADP XTRA

Bagi banyak orang, membeli laptop baru bukan lagi keputusan yang mudah. Di tengah meningkatnya biaya pendidikan dan kebutuhan sehari-hari, setiap pembelian menjadi investasi yang diharapkan dapat digunakan selama mungkin.

Karena itu, muncul kekhawatiran lain: bagaimana jika laptop mengalami kerusakan di tengah masa kuliah? Atau bahkan hilang saat dibawa beraktivitas?

Biaya perbaikan maupun penggantian perangkat tentu dapat menjadi beban tambahan yang tidak sedikit. Inilah alasan mengapa perlindungan setelah pembelian kini menjadi salah satu pertimbangan penting ketika memilih laptop.

Sebagai bentuk komitmen memberikan rasa aman kepada pengguna, Axioo menghadirkan Axioo Accidental Damage Protection (ADP) XTRA. Program perlindungan ini mencakup berbagai risiko yang tidak disengaja, mulai dari benturan, kerusakan akibat cairan, korsleting listrik, kebakaran, bencana alam, hingga kehilangan akibat pencurian maupun perampokan. Manfaat perlindungan ini juga diperbarui setiap tahun sesuai ketentuan yang berlaku sehingga pengguna tetap memperoleh perlindungan yang optimal selama masa kepemilikan perangkat.

Setiap pembelian Pongo telah dilengkapi Smart Protection for Every Risk, yang mencakup garansi servis dan suku cadang selama tiga tahun serta Axioo ADP XTRA selama tiga tahun. Sementara itu, pembelian laptop seri Hype juga telah mendapatkan perlindungan Axioo ADP XTRA sesuai program yang berlaku.

Didukung lebih dari 183 service center yang tersebar di seluruh Indonesia, Axioo memastikan pengguna dapat memperoleh layanan purna jual dengan mudah ketika dibutuhkan.

Di tengah kondisi ekonomi yang membuat setiap keputusan pembelian perlu dipertimbangkan lebih matang, memilih laptop bukan hanya soal spesifikasi. Yang tak kalah penting adalah memastikan perangkat tersebut mampu menemani proses belajar dalam jangka panjang, memiliki perlindungan ketika risiko tak terduga terjadi, serta didukung layanan purna jual yang mudah dijangkau.

Melalui berbagai pilihan laptop dan perlindungan Axioo ADP XTRA, Axioo ingin membantu lebih banyak pelajar, mahasiswa, dan orang tua menjalani tahun ajaran baru dengan lebih tenang. Karena investasi pendidikan seharusnya menghadirkan rasa percaya diri untuk terus belajar dan berkembang, bukan menambah kekhawatiran. (vb/*/adv)

Berprestasi di R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship Mandalika, Yamaha Racing Indonesia Buktikan Talenta Masa Depan

July 23, 2026 by  
Filed under Olahraga

Kualitas rider muda belia Yamaha Racing Indonesia teruji positif mampu merebut podium home race seri 3 R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship yang diadakan di sirkuit internasional Mandalika 17-19 Juli 2026. Kejuaraan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian perayaan 1 dekade Yamaha Sunday Race. Tiga pembalap Sabian Fathul Ilmi, Reynaldi Junior dan M. Abid Ashar Musyafa menunjukkan kinerja unggulan saat race weekend R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship.

Beradu kecepatan dengan rival-rival dari negara lain, mereka tampil dengan spirit tinggi kendati M. Abid Ashar Musyafa mengalami trouble yang menghambat lajunya di trek. Sesi kualifikasi Sabtu dikuasai M. Abid Ashar Musyafa yang mengambil pole position. Awal yang bagus itu tidak berlanjut karena terhambat DNF race 1, lalu kondisi tubuh tidak fit sehingga urung mengikuti race 2.

Dua rekannya berhasil naik podium bergantian, pencapaian membanggakan di hadapan supporter Indonesia. Reynaldi Junior yang start dari grid 7 sukses finish ke-2 race 1 dan ada di urutan 6 race 2. Sabian Fathul Ilmi yang tampil semusim penuh di R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship, mampu memperbaiki performanya setelah memulai balapan dari grid 10. Dia menyabet podium 3 race 2 setelah sebelumnya menyentuh garis finish ke-4 race 1. Hasil ini mengatrol posisinya ke peringkat 5 klasemen sementara mengumpulkan 58 poin.

”Keikutsertaan di R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship menjadi bagian dari pembinaan berjenjang kami untuk masa depan para pembalap muda. Hasil di Mandalika yang menuai podium merupakan pembuktian skill dan potensi berkelas internasional. Pengalaman ini sangat berharga untuk jadi pembelajaran agar terus maju mengejar prestasi,” ungkap Wahyu Rusmayadi, Manager Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Tiga pembalap mengungkapkan kesan tak terlupakan ada di barisan starter R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship yang memberikan experience berbeda.

Sabian Fathul Ilmi
Saya menikmati race di R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship Mandalika, bisa naik podium di Indonesia. Terimakasih atas dukungan dari supporter Indonesia. Saya akan berjuang pada 3 seri berikutnya di Motegi dan Buriram untuk meraih hasil lebih baik lagi.

Reynaldi Junior
Senang sekali bisa merasakan balapan di R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship. Ini sangat berarti bagi saya buat tambah pengalaman di kejuaraan Asia. Mendapatkan podium sudah mewujudkan target saya, ini prestasi tak terlupakan.

M. Abid Ashar Musyafa
Start sudah bagus, tapi selanjutnya berjalan kurang baik bagi saya. Saya mengambil hasil ini dengan positif. Juga jadi pelajaran untuk tetap semangat dan optimis ke depannya.

PP IBCA MMA Optimistis Kaltim Jadi Kekuatan Nasional

July 23, 2026 by  
Filed under Olahraga

SAMARINDA – Pengurus Pusat Indonesia Beladiri Campuran Amatir Mixed Martial Art (IBCA MMA) menilai Kalimantan Timur memiliki potensi besar menjadi salah satu kekuatan nasional cabang olahraga mixed martial arts (MMA). Penilaian itu didasarkan pada kualitas atlet bela diri yang dimiliki daerah ini serta besarnya ekosistem combat sport yang terus berkembang.

Maraden Lumbantoruan

Sekretaris Jenderal PP IBCA MMA, Maraden Lumbantoruan mengatakan, perkembangan IBCA MMA di Kalimantan Timur menunjukkan tren yang sangat positif. Menurutnya, kehadiran kepengurusan baru menjadi momentum untuk mempercepat pembinaan atlet secara lebih terstruktur.

“Saya melihat perkembangan MMA untuk IBCA di Kalimantan Timur sangat luar biasa. Organisasinya sudah berjalan, sudah menjadi anggota KONI, tinggal bagaimana kepengurusan yang baru membawa organisasi ini semakin maju,” kata Maraden, Rabu (22/7/2026).

Sebagai bentuk dukungan, PP IBCA MMA siap membantu peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk menghadirkan pelatih-pelatih yang dibutuhkan untuk memperkuat pembinaan atlet di Kalimantan Timur.

“Kami dari pusat juga akan membantu, termasuk terkait SDM pelatih yang akan kami kirimkan ke Kalimantan Timur. Untuk kualitas atlet bertarungnya saya tidak meragukan karena memang basic-nya sudah ada di sini,” ujarnya.

Maraden optimistis pembinaan yang baik akan membuka peluang bagi atlet-atlet Kalimantan Timur tampil di berbagai ajang bergengsi, mulai dari Pekan Olahraga Bela Diri, Asian Championship hingga World Championship.

Ia juga menilai target tinggi yang dipasang KONI Kaltim untuk menjadi juara umum pada PON Bela Diri bukan sesuatu yang berlebihan. Menurutnya, Kalimantan Timur selama ini dikenal sebagai salah satu daerah dengan kekuatan olahraga bela diri yang cukup dominan.

“Kalimantan Timur ini bisa dikatakan pabriknya combat sport. Potensinya besar. Tinggal bagaimana pengurus yang baru mampu merangkul semua potensi itu dan memperkuat pembinaan secara lebih intensif,” katanya.

Maraden mengakui sejumlah provinsi lain juga menunjukkan perkembangan yang pesat. Namun ia tetap meyakini Kalimantan Timur memiliki peluang besar untuk bersaing di papan atas.

“Daerah lain juga berkembang, tetapi saya percaya Kalimantan Timur memiliki kesempatan untuk menjadi yang terbaik apabila pembinaannya dilakukan secara serius,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua II KONI Kaltim Dandri Dauri menyambut optimisme yang disampaikan pengurus pusat. Menurutnya, dukungan PP IBCA MMA menjadi modal penting bagi Kalimantan Timur dalam menyiapkan atlet menghadapi berbagai agenda nasional.

“KONI tentu menyambut baik dukungan dari pengurus pusat. Sinergi seperti ini yang dibutuhkan agar pembinaan atlet berjalan lebih terarah dan target prestasi bisa tercapai,” kata Dandri.

Ia menegaskan KONI Kaltim akan terus mengawal proses pembinaan, termasuk mengarahkan cabang olahraga agar fokus pada nomor-nomor yang memiliki peluang besar menyumbangkan medali.

Di sisi lain, Ketua IBCA MMA Kaltim Agusriansyah Ridwan memastikan kepengurusan baru akan memanfaatkan dukungan dari pengurus pusat untuk mempercepat peningkatan kualitas atlet dan perangkat pendukung.

Ia berharap sinergi antara pengurus daerah, KONI Kaltim, pemerintah daerah dan PP IBCA MMA mampu melahirkan atlet-atlet yang tidak hanya berprestasi di tingkat nasional, tetapi juga mengharumkan nama Indonesia di level internasional.

“Kami tentu sangat terbantu dengan komitmen pengurus pusat. Ke depan kami akan memperkuat organisasi, meningkatkan kualitas pelatih, wasit, dan atlet agar mampu bersaing di setiap kejuaraan yang diikuti,” ujar Agusriansyah.

« Previous PageNext Page »

  • vb