MAXI Yamaha Day 2026 Sambangi Sumatera! Catat Rekor Kehadiran Lebih dari 3.000 Orang di Berastagi

July 24, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

BERASTAGI – Semarak rangkaian MAXI Yamaha Day 2026 masih terus berlanjut. Setelah sebelumnya sukses digelar di Kota Bone (Sulawesi Selatan), Tawangmangu (Jawa Tengah), dan Bali yang dihadiri lebih dari 5.500 orang, kini event tahunan terbesar bagi para pengguna skutik premium MAXI Yamaha resmi memasuki Pulau Sumatera. awasan at ema “More Than Ride”, ajang ini kembali menjadi wadah bagi ribuan pengguna MAXI Yamaha untuk berkumpul, berbagi pengalaman, sekaligus menikmati berbagai aktivitas seru bersama keluarga.

Berlokasi di Taman Wisata Mejuah-juah, Berastagi, Sumatera Utara pada Minggu (19/7), MAXI Yamaha Day 2026 sukses mendapatkan sambutan luar biasa dari awasan at Sumatera Utara dan sekitarnya. Antusiasme tinggi tersebut tercermin dari jumlah partisipan dan pengunjung yang menembus lebih dari 3.000 orang, menjadikannya sebagai rekor penyelenggaraan MAXI Yamaha Day 2026 dengan jumlah peserta terbanyak dibandingkan kota-kota sebelumnya.

Gelaran MAXI Yamaha Day 2026 area Medan juga terasa semakin awasan karena selain menjadi magnet yang menyedot antusiasme ribuan pecinta MAXI Yamaha, acara ini sekaligus menjadi momentum untuk merayakan hari jadi Yamaha Global yang ke-71 yang diperingati setiap 1 Juli, serta menyambut Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli. Berbagai aktivitas pun dirancang agar tidak hanya memberikan pengalaman berkendara yang menyenangkan bagi para pengguna MAXI Yamaha, tetapi juga menghadirkan hiburan yang dapat dinikmati seluruh anggota keluarga.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas antusiasme luar biasa awasan at Sumatera Utara dan sekitarnya terhadap penyelenggaraan MAXI Yamaha Day 2026. Event ini memang selalu menjadi momen yang paling dinantikan oleh para pecinta MAXI Yamaha di Pulau Sumatera. Bahkan, ada komunitas yang rela melakukan perjalanan selama dua hari dari Pekanbaru menuju Berastagi demi bisa menjadi bagian dari kemeriahan acara ini. Bertepatan dengan bulan perayaan ulang tahun Yamaha Global dan menyambut Hari Anak Nasional, kami sengaja menghadirkan konsep yang lebih inklusif agar kebahagiaan dapat dirasakan oleh lebih banyak orang. Karena itu, selain menghadirkan aktivitas touring dan gathering komunitas, kami juga melibatkan ratusan pelaku UMKM, menyediakan berbagai hiburan, hingga menghadirkan area bermain yang ramah anak sehingga seluruh keluarga dapat menikmati pengalaman yang benar-benar lebih dari sekadar riding,” ungkap Joni Lie, General Manager PT Alfa Scorpii, Main Dealer Yamaha Area Sumatera Utara, Aceh, Riau dan Kep. Riau

Selain touring bersama dan gathering komunitas yang menjadi agenda utama, MAXI Yamaha Day 2026 area Sumatera Utara juga menghadirkan kontes modifikasi yang diikuti oleh 50 motor MAXI Yamaha dari berbagai daerah. Atmosfer modifikasi semakin semarak dengan hadirnya King of MAXI 2025 asal Medan yang turut memamerkan dua unit XMAX modifikasi bernilai ratusan juta rupiah dan menjadi salah satu pusat perhatian para pengunjung sepanjang acara.

Melalui event ini Yamaha juga kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai salah satu penggerak perekonomian nasional. Dukungan tersebut diwujudkan dengan melibatkan lebih dari seratus pelaku UMKM yang menjajakan beragam produk kuliner, fesyen, hingga kerajinan lokal di area MAXI Yamaha Day. Sebagai bentuk kepedulian sosial, Yamaha bersama Main Dealer PT Alfa Scorpii juga menyerahkan bantuan paket sembako kepada para pelaku UMKM yang membutuhkan.

Semangat menyambut Hari Anak Nasional juga terasa kuat di sepanjang penyelenggaraan event. Area MAXI Yamaha Day Sumatera Utara didesain semakin kids friendly melalui kehadiran playground serta berbagai awasa permainan anak yang dihadirkan oleh tenant-tenant UMKM, mulai dari berkuda, delman, permainan remote control, hingga beragam aktivitas rekreasi keluarga lainnya. Konsep tersebut membuat banyak peserta datang bersama pasangan dan anak-anak mereka untuk menikmati akhir pekan di Berastagi, sehingga MAXI Yamaha Day benar-benar menjadi festival keluarga yang dapat dinikmati oleh semua kalangan.

“Saya sudah beberapa kali ikut MAXI Yamaha Day, tetapi menurut saya tahun ini yang paling seru. Suasananya ramai, aktivitasnya lengkap, dan yang paling saya suka adalah konsepnya benar-benar ramah keluarga. Anak saya bisa bermain sepuasnya di area playground sementara saya tetap bisa menikmati acara komunitas dan melihat kontes modifikasi. Jadi bukan hanya riding, tetapi benar-benar menjadi momen quality time bersama keluarga,” ujar Trofa Sihombing, peserta MAXI Yamaha Day asal Medan.

Keseruan rangkaian MAXI Yamaha Day 2026 pun masih akan terus berlanjut. Setelah sukses menggelar kemeriahan di Sulawesi, Jawa, Bali, dan kini Sumatera, akhir pekan mendatang event akbar para pengguna skutik premium MAXI Yamaha akan kembali menyapa para konsumen di wilayah Jawa Barat, tepatnya di kawasan kaki Gunung Ciremai, dengan membawa lebih banyak pengalaman “More Than Ride” bagi seluruh pecinta MAXI Yamaha. (*)

Rudy vs Andi Harun

July 23, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

HUBUNGAN  Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dengan Wali Kota Samarinda Andi Harun sepertinya tidak baik-baik saja. Ini sudah lama diketahui publik. Perseteruan mereka sepertinya berbau persaingan. Tampaknya persaingan yang bermuara ke  Pilgub Kaltim 2029 mendatang.

Soalnya orang mempridiksi Andi Harun akan melangkah ke sana. Dia sudah menjadi wali kota dua periode, maka tak mungkin lagi ikut Pilwali. Jika ingin meneruskan karier politiknya, maka hanya ada 2 pilihan bagi Harun. Kembali ke legislatif (DPRD Provinsi atau ke DPR RI) atau ikut Pilgub. Orang menduga kuat dia bakal terjun ke gelanggang Pilgub, meski Andi Harun pernah berkata belum memikirkan soal tersebut.

Gubernur Rudy Mas’ud dan Wali Kota Samarinda Andi Harun dalam satu kegiatan bersama

Gara-gara ada perseteruan  itu, maka komunikasi mereka tidak begitu lancar dan harmonis. Ada beberapa kebijakan, program atau kegiatan pemerintahan dan pembangunan yang terkadang jadi tersendat atau berujung polemik.

Akhir Maret lalu, Andi Harun pernah menggeruduk Kantor Gubernur. Itu gara-gara surat rekomendasi atau persetujuan Gubernur terhadap calon Sekda definitif Pemkot Samarinda atas nama  Neneng Chamelia Shanti tidak turun-turun. Padahal sudah sebulan dikirim.

Menurut Andi Harun, keterlambatan surat rekomendasi itu mengganggu kelancaran administrasi di Pemkot Samarinda. Gaji pegawai tak bisa dibayar termasuk pembayaran kepada pihak ketiga. Jadi membuat keresahan dan gangguan.

Setelah dia datang langsung ke Kantor Gubernur, akhirnya surat rekomendasi gubernur turun. Tiga hari kemudian, Neneng dilantik secara resmi.

Dalam acara Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HGK) PKK ke-54 Tingkat Provinsi Kaltim, Minggu (28/6), Gubernur Rudy Mas’ud tidak hadir. Termasuk istrinya, Sarifah Suraidah. Padahal Suraidah adalah Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Kaltim. Soalnya Samarinda menjadi tuan rumah.

Andi Harun tampak kecewa. Istrinya juga. Padahal dia sudah menunda keberangkatan ke Makassar untuk menengok keluarga yang sakit. “Saya menunda keberangkatan karena Gubernur dikabarkan akan hadir,” katanya. Ternyata tidak. Anehnya juga tidak digantikan oleh Wakil Gubernur Seno Aji. Sambutan Ketua TP PKK Kaltim diwakili Wahyu Hernaningsih Seno Aji.

Ketika Andi Harun menyinggung ketidakhadiran Gubernur dan istrinya, sejumlah ibu-ibu pengurus PKK dari berbagai daerah yang hadir kompak melontarkan ucapan: “Kecewa…..kecewa.” Tapi dalam acara Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tingkat Provinsi di Kabupaten Berau, 23 Juli, Gubernur dan Sarifah Suraidah berkenan datang.

Sebelumnya Gubernur juga tidak jadi datang dalam acara Wartawan Legend Bedapatan ke-4 di Hotel Claro Pandurata Kompleks GOR Kadrie Oening Samarinda, Sabtu (13/6). Padahal dia menjadi sponsor utama acara tersebut. Ada spanduknya terbentang. Info yang beredar dia urung datang karena juga hadir Andi Harun.

Dalam acara RUPS Bankaltimtara, Kamis, 23 April lalu, Wali Kota Andi Harun menentang kebijakan Gubernur Rudy Mas’ud yang mengganti M Yamin selaku direktur utama (Dirut). Karena masa jabatan Yamin masih dua tahun lagi. “Apa dasar objektif dan terukur yang menjadi alasan penggantian itu,” tanyanya tegas.

Sebagai wakil pemegang saham minoritas, pertanyaan Andi Harun tidak mendapatkan respon positif. Gubernur tetap memberhentikan Yamin dan mengangkat Romy Wijayanto, mantan Direktur Keuangan Bank DKI Jaya sebagai penggantinya.

Belakangan ini Andi Harun mengusulkan mantan Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang menjadi anggota Dewan Komisaris Bankaltimtara. Ada yang memperkirakan usulan itu tak gampang diterima Rudy Mas’ud. “Saya menyerahkan sepenuhnya kepada panitia seleksi dan uji kelayakan (fit and proper test) yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” kata Gubernur berdalih.

“PERANG” SEGI TIGA

Andi Harun awal Maret lalu, pernah geram gara-gara kebijakan Gubernur Rudy Mas’ud yang menghentikan bantuan iuran BPJS Kesehatan bagi 49.742 warga Samarinda. “Ini sangat menyakitkan, apalagi dihentikan di tengah tahun berjalan bagaimana kita bisa membayar,” katanya dengan kesal.

Pada Aksi Damai 215 ada isu beredar bahwa Andi Harun berada di balik aksi tersebut. “Ada orang secara sadar dan sengaja mengadu domba.  Padahal hubungan saya dengan Gubernur dalam pelaksanaan pemerintaha tetap saling menghormati dan tetap saling menghargai,” katanya.

Tapi pekan lalu, Gubernur Rudy Mas’ud mengungkapkan soal matinya lampu di Jembatan Mahkota 2. “Jembatan Mahkota 2 itu lampunya dimatikan oleh wali kota,” ucapnya lantang.

“Karena apa?” tanya wartawan.

“Karena tak ada anggaran,” kata Gubernur sambil menunjukkan ibu jarinya bergesekan dengan jari telunjuk, yang mengisyaratkan tak ada uang.

Andi Harun tak terima dituding seperti itu. “Itu kesalahan besar, kalau benar statement-nya begitu. Pak Gub jangan hoaks. Matinya lampu di Jembatan Ahmad Amin bukan karena kekurangan anggaran, tapi utilitasnya dicuri dan baru bisa kita anggarkan di APBD akan datang. Kalau Pak Gubernur mau membantu, ya kita senang saja, silahkan” katanya menjelaskan.

Perseteruan Rudy dengan Andi Harun sepertinya melebar. Masuk juga Wakil Gubernur Seno Aji, yang sekarang juga menjabat Ketua Gerindra Kaltim menggantikan Andi Harun. Jadi seperti “perang segi tiga.”

Gerindra termasuk fraksi yang gigih untuk menggolkan Hak Angket terhadap Gubernur.  Itu semacam isyarat bahwa hubungan Rudy-Seno tidak sejalan. Sementara hubungan Seno dan Andi Harun juga hampir sama, meski mereka sama-sama dari partainya Presiden Prabowo.

Belum lama ini Andi Harun mengeluarkan pernyataan bahwa dirinya tidak pernah diundang dalam acara Gerindra. Menanggapi hal itu, Seno Aji menjelaskan. “Ya kalau rapat partai memang hanya pengurus saja yang diundang. Tapi kalau rapat besar, ada pertemuan Gerindra bersama anggota, ya pasti kita undang,” katanya menjelaskan.

Sepertinya jika Andi Harun jadi maju ke Pilgub, tidak gampang dia mendapatkan tiket Gerindra. Bisa jadi dia harus mencari perahu lain. Karena di sana ada Seno, yang kemungkinan bertahan sebagai wagub atau didongkrak menjadi calon gubernur.

Ada yang bilang salah satu perahu yang memungkinkan dilamar Andi Harun adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Sebab PKB Kaltim beberapa waku lalu mengeluarkan pernyataan tidak akan mendukung Rudy dan Seno lagi di Pilgub 2029.

Pertempuran di Pilgub Kaltim 2029 bakal seru lagi kalau Isran Noor tiba-tiba bertekad “comeback.” Dia masih punya pendukung yang kuat. Isran dinilai masih tangguh. Selain itu, ada juga yang mendorong-dorong mantan Bupati Kukar, Rita Widyasari. Belakangan Rita mulai beredar lagi terutama di media sosial setelah selesai menjalani masa hukuman. “Siapa takut,” itu ucapannya terbaru yang jadi viral.(*)

Perekrutan Anggota Kedepankan Kompetensi dan Penegakan Etik

July 23, 2026 by  
Filed under Berita

SAMARINDA – PWI Kaltim menegaskan rekrutmen anggota tidak dibatasi dalam momentum tertentu. Wartawan yang telah memenuhi syarat keanggotaan, termasuk memiliki atau sedang mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW), dapat bergabung kapan saja.

Komitmen tersebut dibarengi tiga program prioritas organisasi, yakni membangun organisasi yang lebih inklusif, mencetak wartawan spesialis di berbagai bidang liputan, serta meningkatkan kapasitas anggota melalui pelatihan berkelanjutan.

Seluruh program itu diposisikan untuk memperkuat kualitas produk jurnalistik dan menjaga profesionalisme insan pers di Kaltim.

Ketua PWI Kaltim Abdurrahman Amin menjelaskan, kegiatan orientasi dan rekrutmen yang digelar bukan berarti pembukaan anggota hanya dilakukan pada hari pelaksanaan acara. Agenda tersebut lebih ditujukan sebagai sosialisasi mekanisme keanggotaan sekaligus memperkenalkan arah baru organisasi.

“Rekrutmen PWI Kaltim berlaku secara kontinu. Wartawan yang memenuhi syarat bisa menjadi anggota, bukan hanya saat kegiatan seperti ini,” beber Rahman, sapaan akrabnya, di Ruang Rapat PWI Kaltim, Kamis (23/7/2026).

Dikatakan, kepengurusan PWI Kaltim periode ini ingin membangun organisasi yang lebih terbuka. Salah satu langkah yang telah dilakukan ialah menghadirkan situs resmi yang memuat daftar anggota sehingga masyarakat dapat melihat keanggotaan secara transparan.

Ia menyebut perubahan itu juga menjadi bagian dari program prioritas pertama PWI Kaltim, yakni membangun organisasi yang inklusif.

“Kami ingin menghilangkan kesan bahwa PWI hanya untuk wartawan senior. Semua wartawan yang sudah UKW atau sedang berproses mengikuti UKW bisa menjadi anggota. Ketika menjadi anggota organisasi profesi, hak dan kewajibannya juga melekat,” tegasnya.

Program berikutnya adalah membangun wartawan spesialis. PWI ingin anggotanya memiliki keahlian pada bidang liputan tertentu sehingga informasi yang disajikan kepada masyarakat lebih mendalam dan memiliki nilai edukasi.

“Kami berharap wartawan dapat dikelompokkan sesuai kemampuan dan bidangnya masing-masing. Dengan begitu, berita yang dihasilkan lebih mendalam dan benar-benar memberi pemahaman kepada masyarakat,” katanya.

Prioritas ketiga difokuskan pada peningkatan kapasitas anggota. Pelatihan akan digelar secara berkala dengan materi yang disesuaikan kebutuhan lapangan, mulai dari pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), teknik investigasi, analisis data, hingga penguatan keterampilan menulis dan produksi konten multimedia.

Abdurrahman Amin menilai profesi wartawan harus ditopang tiga modal utama, yakni kesadaran profesi (awareness), pengetahuan (knowledge), dan keterampilan (skill).

“Awareness membuat wartawan memahami tanggung jawab sosial dan moralnya. Knowledge menjadi bekal intelektual sebelum menyampaikan informasi kepada publik. Skill menentukan kualitas karya jurnalistik yang dihasilkan. Tiga hal ini yang terus kami bangun,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Kehormatan PWI Kaltim Intoniswan mengingatkan peningkatan kompetensi harus berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Ia menegaskan kode etik bukan dibuat untuk membatasi kerja wartawan, melainkan menjadi perlindungan ketika menjalankan profesi.

“Kode Etik Jurnalistik dibuat bukan untuk membatasi kerja wartawan, tetapi melindungi wartawan. Tujuannya melindungi diri sendiri dan melindungi orang lain,” tegasnya.

Ia menjelaskan KEJ hanya terdiri atas 11 pasal sehingga seluruh wartawan semestinya mampu memahami dan menerapkannya dalam setiap aktivitas jurnalistik.

Kepatuhan terhadap kode etik, kata dia, menjadi benteng agar wartawan terhindar dari persoalan hukum, tuduhan pencemaran nama baik, hingga tindakan main hakim sendiri.

“Hampir semua profesi memiliki kode etik. Wartawan juga wajib menjadikannya pedoman dalam setiap kegiatan jurnalistik. Kalau kode etik dipahami dan dijalankan, profesionalisme terjaga dan perlindungan terhadap wartawan juga semakin kuat,” pungkasnya. (*)

Bintang dan Bulan Buktikan Potensi Anak Indonesia Mendunia

July 23, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Tema Hari Anak Nasional (HAN) 2026, “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan,” mengingatkan bahwa setiap anak berhak memperoleh kasih sayang, perlindungan, pendidikan yang berkualitas, serta kesempatan untuk mengembangkan seluruh potensi yang dimilikinya. Ketika keluarga, sekolah, dan lingkungan berjalan beriringan, anak-anak Indonesia mampu tumbuh menjadi generasi berkarakter yang siap bersaing di tingkat global.

Semangat itulah yang tercermin dari perjalanan kakak beradik asal Samarinda, Muhammad Bintang Prabu Adinata dan Maharatu Bulan Adinata, yang berhasil mengharumkan nama Indonesia pada Llangollen International Musical Eisteddfod 2026 di Wales, Britania Raya.

Festival yang berlangsung pada 7–12 Juli 2026 di Royal International Pavilion, Llangollen, North Wales, tersebut merupakan salah satu festival musik dan tari internasional paling bergengsi di dunia. Diselenggarakan sejak 1947, ajang yang diikuti peserta dari sekitar 50 negara itu telah menjadi simbol persahabatan antarbangsa melalui seni dan budaya, sekaligus menjadi panggung bagi ribuan seniman dunia untuk memperkenalkan identitas budaya masing-masing.

Bersama Yayasan Kiny Kultura, Bintang dan Bulan menjadi bagian dari 26 anggota Delegasi Indonesia. Dari seluruh peserta, keduanya merupakan satu-satunya delegasi asal Samarinda yang mewakili Kalimantan Timur.

Delegasi Indonesia tampil membawakan kekayaan budaya Nusantara melalui tarian tradisional, musik, serta busana adat yang memikat perhatian penonton internasional. Penampilan tersebut membuahkan hasil membanggakan dengan meraih Juara I Folk Dance Group Category dan Juara III Children Folk Dance Category. Selain membawa pulang piala dan sertifikat, delegasi Indonesia juga menerima penghargaan berupa uang pembinaan dan sponsorship dari penyelenggara.

Selama festival, Bintang dan Bulan turut memperkenalkan budaya Indonesia melalui busana adat Dayak Kalimantan yang dikenakan dalam berbagai penampilan dan kegiatan budaya. Keikutsertaan mereka bukan sekadar mengikuti kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari diplomasi budaya Indonesia, memperkenalkan keberagaman tradisi Nusantara sekaligus membangun persahabatan dengan peserta dari berbagai negara.

Sebagai bagian dari delegasi Indonesia, keduanya tidak hanya tampil pada sesi kompetisi, tetapi juga mengikuti parade budaya, pertunjukan persahabatan, dan berbagai kegiatan pertukaran budaya bersama peserta dari berbagai belahan dunia. Pengalaman tersebut menjadi ruang belajar yang memperkaya wawasan internasional sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya bangsa.

Di balik keberhasilan tersebut tersimpan perjuangan yang tidak ringan. Seluruh biaya perjalanan ke Britania Raya, mulai dari tiket pesawat, akomodasi, konsumsi, hingga kebutuhan selama mengikuti festival, ditanggung secara mandiri oleh keluarga tanpa dukungan pendanaan dari instansi maupun lembaga pemerintah. Meski demikian, keterbatasan itu tidak menyurutkan langkah mereka untuk membawa Merah Putih berkibar di panggung dunia.

Keberhasilan itu juga tidak diraih secara instan. Selama berbulan-bulan, seluruh anggota delegasi menjalani latihan intensif untuk menyempurnakan teknik tari, kekompakan tim, ekspresi, hingga penguasaan panggung. Disiplin, kerja keras, konsistensi, dan semangat belajar menjadi fondasi yang mengantarkan mereka meraih prestasi di tingkat internasional.

Bagi keluarga, pencapaian tersebut merupakan buah dari proses pembinaan yang dilakukan sejak usia dini. Sang ibu, Nia Nuswantari, secara konsisten mendampingi kedua anaknya mengembangkan bakat di berbagai bidang, mulai dari seni, olahraga, akademik, teknologi, komunikasi, hingga keterampilan hidup. Baginya, tujuan utama bukan sekadar mengejar gelar juara, melainkan membentuk karakter anak yang disiplin, mandiri, kreatif, serta berani menghadapi tantangan.

“Kami tidak pernah menargetkan anak-anak harus menjadi juara. Yang kami tanamkan adalah keberanian untuk mencoba, disiplin menjalani proses, dan terus belajar. Prestasi hanyalah bonus dari usaha dan doa,” ujar Nia.

Perjalanan Muhammad Bintang Prabu Adinata, yang lahir di Samarinda pada 13 Januari 2014, menunjukkan bagaimana pembinaan yang konsisten mampu melahirkan prestasi di berbagai bidang. Kini ia menempuh pendidikan di Thursina Islamic International Boarding School, Malang.

Sebelum mengharumkan nama Indonesia di Wales, Bintang telah menjadi Delegasi UNESCO Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) di Kuala Lumpur, Malaysia, sekaligus meraih penghargaan Best Dress berkat busana adat Dayak Kenyah Kalimantan Timur yang dikenakannya dalam forum internasional tersebut.

Ia juga mengikuti berbagai program pengembangan kepemimpinan dan teknologi di Jepang melalui Schoters by Ruangguru, antara lain di Keio University, Waseda University, dan The Institute of Science Tokyo, dengan materi kepemimpinan, quantum computing, coding, kecerdasan buatan (artificial intelligence), dan machine learning. Di bidang olahraga, Bintang pernah mengikuti pembinaan di Real Madrid Foundation, Cruzeiro FC Brazil Soccer Academy, dan Barça Academy Camps, selain aktif dalam sepak bola, basket, renang, catur, bela diri, serta berbagai cabang olahraga lainnya.

Ketertarikannya juga berkembang pada seni tari, permainan alat musik sape dan drum, penguasaan Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang, public speaking melalui Model United Nations, debat, dan pidato. Di luar itu, ia membekali diri dengan berbagai keterampilan hidup seperti fotografi, memasak, baking, barista, pertanian, pertukangan, pelatihan pertolongan pertama (first aid), serta kemampuan di bidang web development, coding, programming, dan desain digital.

Sementara itu, Maharatu Bulan Adinata, yang lahir di Samarinda pada 27 November 2016, saat ini bersekolah di SD Islamic Center Samarinda. Meski usianya masih belia, Bulan telah mengoleksi berbagai prestasi di tingkat daerah, nasional, hingga internasional. Ia pernah menjadi finalis Olimpiade Omni Sains Indonesia (OSI) tingkat kota dan Provinsi Kalimantan Timur, meraih berbagai penghargaan pada kompetisi fashion show, menjadi Juara II Public Speaking Championship, Juara III English News Reading Competition, serta Juara Harapan I Lomba Dongeng Cerita Rakyat Kalimantan Timur tingkat provinsi.

Di bidang seni tari, Bulan juga meraih Bronze Prize pada World Dance Festival Indonesia 2026 sebelum akhirnya mengantarkan Indonesia meraih prestasi di Wales. Kemampuannya terus berkembang melalui seni tari, menyanyi, memainkan drum dan alat musik sape, membatik, serta aktif sebagai master of ceremony (MC), pendongeng, news presenter cilik, dan voice over talent. Selain itu, ia juga mengembangkan keterampilan di bidang fashion design, fotografi, baking, memasak, pottery, merajut, makrame, meronce, bertani, serta mulai diperkenalkan pada coding, desain digital, dan pengembangan web.

Prestasi mereka di Britania Raya tidak berhenti pada kompetisi seni. Selama berada di Inggris, Bintang dan Bulan juga mengikuti Meta Artificial Intelligence Program 2026 yang diselenggarakan oleh Meta untuk memperkenalkan perkembangan teknologi kecerdasan buatan kepada generasi muda. Keduanya juga mengikuti Leadership Program yang diselenggarakan oleh CIE Oxford di Oxford, Inggris, yang membekali peserta dengan wawasan kepemimpinan, komunikasi, kolaborasi, dan perspektif global.

Perjalanan Bintang dan Bulan menunjukkan bahwa pengembangan potensi anak tidak perlu dibatasi hanya pada satu bidang. Keduanya dibimbing untuk bertumbuh secara seimbang melalui seni, akademik, olahraga, teknologi, bahasa asing, kepemimpinan, komunikasi, serta berbagai keterampilan hidup. Pendekatan tersebut tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga membentuk karakter anak yang mandiri, kreatif, adaptif, dan memiliki kepedulian terhadap budaya serta masyarakat.

Dalam membangun kemampuan komunikasi, Bintang dan Bulan juga mengikuti pelatihan private public speaking di Semesta Academy Samarinda. Direktur sekaligus Co-Founder Semesta Academy, Endro S. Efendi, mengatakan keberhasilan kedua anak tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan lingkungan pengembangan karakter mampu melahirkan generasi yang siap bersaing di tingkat internasional.

“Tema Hari Anak Nasional tahun ini mengingatkan bahwa bentuk kasih sayang terbaik kepada anak bukan hanya memenuhi kebutuhan mereka, tetapi juga memberikan ruang untuk belajar, berlatih, membangun karakter, dan mengembangkan potensinya. Prestasi Bintang dan Bulan membuktikan bahwa ketika keluarga, sekolah, dan lembaga pengembangan karakter berjalan beriringan, anak-anak Indonesia mampu tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, berkarakter, serta siap menjadi warga dunia tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia,” ujar Endro.

Kisah Muhammad Bintang Prabu Adinata dan Maharatu Bulan Adinata membuktikan bahwa prestasi anak tidak lahir secara instan. Di balik setiap penghargaan terdapat keluarga yang terus mendampingi, guru yang membimbing, lingkungan yang mendukung, serta kesempatan yang diberikan kepada anak untuk belajar, berlatih, dan berkarya.

Semangat itulah yang sejalan dengan tema Hari Anak Nasional 2026, “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan.” Ketika anak diberi ruang untuk bermimpi, mengembangkan potensi, dan mengekspresikan kemampuannya, mereka tidak hanya mampu mengharumkan nama daerah dan bangsa, tetapi juga menjadi duta budaya Indonesia yang membawa pesan persahabatan, kolaborasi, dan harapan di panggung dunia. (*)

KONI Kaltim Minta Nomor Tanding Cabor Porprov Dirampingkan

July 23, 2026 by  
Filed under Olahraga

SAMARINDA-Duduk satu meja secara virtual, KONI Kaltim, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, dan Panitia Besar (PB) Porprov VIII Paser membahas satu isu krusial jelang pesta olahraga empat tahunan, Kamis (23/7/2026).

Berapa banyak cabang olahraga (cabor) dan nomor pertandingan yang realistis diusulkan untuk dipertandingkan. Hasilnya, ketiga pihak sepakat satu suara komunikasi jalan terus, solusi dicari bersama, tanpa memberatkan kantong tuan rumah.

Plt Kepala Dispora Kaltim, Rasman menegaskan Pemerintah Provinsi menghormati penuh keputusan PB Porprov yang mematok 50 cabor untuk Porprov VIII. Menurutnya, angka itu bukan keputusan asal-asalan, melainkan hasil pertimbangan matang di tengah keterbatasan anggaran yang dirasakan semua pihak.

“Pada prinsipnya kita semua berharap seluruh cabang olahraga bisa dipertandingkan. Namun kita juga harus realistis karena kondisi anggaran saat ini memang menjadi tantangan bersama,” ujar Rasman.

Meski begitu, pintu diskusi belum ditutup. Rasman membuka ruang bila ada efisiensi nomor pertandingan atau skema pembiayaan lain yang memungkinkan lebih banyak cabor ikut ambil bagian.

Ketua Harian KONI Kaltim Nidya Listiyono menyampaikan sikap organisasi. Ia buru-buru meluruskan, KONI sama sekali tidak mempersoalkan keputusan 50 cabor tersebut. Sorotan justru banyaknya nomor pertandingan di sejumlah cabor, yang menurutnya masih bisa dikaji ulang.

“Kami menghormati keputusan PB Porprov. Yang kami usulkan adalah melihat kembali nomor pertandingan yang mungkin terlalu banyak. Kalau ada efisiensi, anggarannya bisa dialihkan untuk mengakomodasi cabang olahraga lain yang belum masuk,” katanya.

Tio begitu ia disapa juga berharap PB Porprov segera merilis daftar resmi cabor beserta nomor pertandingannya, agar KONI punya pijakan jelas untuk pembinaan dan pengawasan.

Dari kubu tuan rumah, Kepala Bidang Olahraga Disporapar Paser sekaligus perwakilan PB Porprov VIII, Abdi Permana, menjelaskan duduk perkara di balik angka 50 cabor. Menurutnya, Pemkab Paser harus memutar otak menyeimbangkan kemampuan anggaran dengan jaminan pelayanan terbaik untuk seluruh kontingen yang datang.

“Kami tidak punya ambisi menjadi juara umum. Tanggung jawab kami adalah memastikan seluruh peserta mendapatkan pelayanan terbaik selama Porprov berlangsung,” tegasnya.

Ia pun membeberkan fakta menarik, angka sekitar 910 nomor pertandingan sejatinya masih mengacu pada usulan awal KONI sendiri. Perubahan yang dilakukan PB Porprov, katanya, hanya menyentuh beberapa cabor saja. Abdi juga mengusulkan agar Pemprov memfasilitasi rapat bersama seluruh pemerintah kabupaten/kota, untuk memastikan setiap daerah benar-benar siap turun di Porprov VIII.

Di penghujung rapat, Ketua Umum KONI Kaltim H Anderiy menegaskan posisi organisasinya, tidak ada niat mengintervensi kewenangan PB Porprov.

“Kami tegaskan sekali lagi, kami tidak dalam rangka mengintervensi PB Porprov. Keputusan 50 cabang olahraga kami hormati,” tegasnya.

Namun, KONI Kaltim tetap akan menyodorkan usulan resmi ke PB Porprov, dengan satu prioritas utama, mendahulukan cabor-cabor yang juga dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional (PON).

Rasionalisasi nomor pertandingan pada cabor yang dinilai “gemuk” pun akan dikaji, agar hasil efisiensinya bisa dialihkan untuk mendongkrak cabor-cabor prioritas menuju PON.

“Kami akan mengecek kembali cabang olahraga yang dipertandingkan di PON tetapi belum masuk dalam daftar Porprov. Kalau ada nomor pertandingan yang bisa dirasionalisasi tanpa menambah anggaran, tentu itu bisa menjadi ruang untuk mengakomodasi cabang olahraga prioritas,” jelas Anderiy.

Ke depan, koordinasi teknis antara KONI Kaltim dan PB Porprov akan digeber lebih intensif, agar pembahasan tuntas lebih cepat dan menghasilkan solusi yang adil bagi seluruh cabor yang berlaga di Porprov VIII Paser. (ain)

« Previous PageNext Page »

  • vb