Bupati Kubar Tutup Kejuaraan  Bung Karno Cup 1

June 7, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

SENDAWAR – Turnamen sepakbola dan bola volly Bung Karno Cup 1, yang digelar sejak 9 Mei hingga 6 Juli 2026 berjalan sukses. Bupati Kubar Frederick Edwin menutup turnamen  di lapangan Rarakuta, Kelurahan Barong Tongkok, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Sabtu (6/6/2026).

Frederick Edwin, mengatakan ajang kompetisi ini merupakan bentuk nyata dukungan olahraga terhadap pembinaan atlet muda daerah. Turnamen ini merupakan bagian ajang olahraga untuk mencari bibit pemain yang berbakat, dan sekaligus upaya menyediakan ruang kompetisi yang sehat bagi atlet daerah, khususnya cabang sepak bola dan bola voli.

“Selain itu kegiatan ini juga untuk mengembangkan bakat atlet kita agar memiliki wadah kompetisi yang baik dan sportif,”ujarnya.

Ia menambahkan, semangat kompetisi olahraga pada turnamen ini juga menjadi bentuk penghormatan terhadap perjuangan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, serta upaya menanamkan kembali nilai-nilai Pancasila kepada masyarakat.

“Tujuan turnamen ini adalah untuk mengingat perjuangan Bung Karno di era kemerdekaan dan saat memimpin NKRI. Beliau telah menanamkan nilai-nilai Pancasila,” ujarnya.

Menurut Edwin, semangat yang diusung dalam Bung Karno Cup ini tidak hanya berkaitan dengan kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi sarana memperkuat rasa kebangsaan, persatuan, dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Ia mengajak masyarakat memandang Bung Karno sebagai tokoh pemersatu bangsa yang warisan pemikiran dan perjuangannya melampaui batas kelompok maupun kepentingan politik tertentu.

“Bung Karno bukan hanya milik perorangan kelompok, akan tetapi milik seluruh bangsa Indonesia, bahkan dunia,” katanya.

Terkait keberlanjutan kegiatan, Edwin berharap turnamen ini dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang dengan dukungan berbagai pihak.

“Kami meminta dukungan dari seluruh pihak agar Bung Karno Cup II dapat diselenggarakan tahun depan,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kubar, Ridwai, memberikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan Bung Karno Cup I Barong Tongkok yang dinilai mampu meningkatkan semangat generasi muda serta menjunjung tinggi sportivitas.

Menurut politisi yang juga menjabat Bendahara DPC PDI Perjuangan Kubar tersebut, antusiasme masyarakat sangat tinggi sepanjang turnamen berlangsung.

“DPRD sangat mengapresiasi kegiatan ini karena membuat generasi muda kita penuh semangat dan bertanding dengan sportivitas yang tinggi. Pertandingan yang berlangsung hingga penutupan berjalan sangat baik,” ujarnya.

Ridwai berharap turnamen ini dapat terus berlanjut seiring tingginya minat masyarakat terhadap sepak bola dan bola voli di Bumi Tanaa Purai Ngerimaan.

“Harapan kami Bung Karno Cup dua bisa dilanjutkan karena antusiasme masyarakat sangat luar biasa,” katanya.

Pada turnemen ini, juara cabang bola voli putra diraih Simpang Raya Putra berhasil meraih juara I, disusul Raboni Muara Bunyut sebagai juara II dan Putra Jolokng di posisi juara III.

Sementara pada kategori bola voli putri, JIVC Kemang keluar sebagai juara I, diikuti Sembuan Putri sebagai juara II dan Menarung sebagai juara III.

Sedangkan di cabang sepak bola putra, tuan rumah Rarakuta FC sukses menjadi juara, disusul Bojas FC sebagai runner-up dan Most FC di peringkat ketiga.

Penghargaan individu sepak bola putra seluruhnya diraih pemain Rarakuta FC, yakni Georgius Toti sebagai Best Keeper, Sabda sebagai Best Player, dan Irsal sebagai Top Scorer dengan koleksi delapan gol.

Adapun pada kategori sepak bola putri, Royoq Sport berhasil meraih gelar juara I, diikuti Zenit FC sebagai juara II dan Persimusa sebagai juara III.

Royoq Sport juga mendominasi penghargaan individu melalui Delpi sebagai Best Keeper, Melati sebagai Best Player, serta Meriza sebagai Top Scorer dengan torehan lima gol.(adv/kominfo).

Mantan Bupati Kukar Berharap Proses Hukum Adil

June 6, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

JAKARTA – Mantan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari berharap proses hukum yang masih berjalan terhadap dirinya dapat melihat seluruh fakta secara utuh, termasuk riwayat kepemilikan sejumlah perusahaan yang menurutnya telah berdiri jauh sebelum dirinya menjabat sebagai kepala daerah.

Menurut Rita, sejumlah perusahaan yang kini masuk dalam pengembangan perkara telah berdiri sejak tahun 2006, atau sebelum dirinya terpilih menjadi Bupati Kutai Kartanegara. Perusahaan-perusahaan tersebut antara lain PT Sinar Kumala Naga (SKN), PT Alamjaya Barapratama (ABP), dan PT Bara Kumala Sakti (BKS).

Ia menilai latar belakang berdirinya perusahaan-perusahaan tersebut menjadi bagian penting yang perlu dipahami dalam melihat perkara yang sedang berkembang.

“Perusahaan tersebut sudah berdiri dan memiliki struktur kepemilikan yang jelas jauh sebelum saya menjabat sebagai bupati. Itu yang saya harapkan dapat dilihat secara utuh dalam proses ini,” kata Rita.

Menurut Rita, keberadaan SKN, ABP, dan BKS tidak dapat dilepaskan dari sejarah usaha keluarga yang telah berjalan sebelum dirinya memasuki dunia politik. Karena itu, ia berharap latar belakang pendirian dan kepemilikan perusahaan-perusahaan tersebut menjadi bagian dari pertimbangan dalam melihat perkara yang saat ini masih berkembang.

Rita menjelaskan, SKN merupakan perusahaan yang sejak awal mencantumkan namanya dalam struktur kepemilikan. Sementara itu, ABP dan BKS merupakan perusahaan yang dimiliki anggota keluarganya.

“SKN merupakan perusahaan yang memang sejak awal mencantumkan nama saya dalam struktur kepemilikannya. Seluruh dokumen terkait perusahaan tersebut tersedia dan dapat ditelusuri,” ujarnya.

Rita menegaskan, dirinya tidak pernah mencampuri pengelolaan perusahaan keluarga selama menjalankan tugas sebagai kepala daerah. Menurutnya, masing-masing perusahaan memiliki pengelola dan tanggung jawab operasional yang berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Alam Jaya merupakan perusahaan yang dimiliki keluarga saya. Saya juga tidak pernah menerima apa pun dari perusahaan tersebut. Begitu pula dengan BKS, sehingga saya merasa penting untuk menjelaskan posisi saya secara utuh,” katanya.

Rita juga menyampaikan, selama menjabat sebagai Bupati Kutai Kartanegara, dirinya berupaya menjaga pemisahan antara kepentingan pemerintahan dan kepentingan usaha keluarga. Ia menilai prinsip tersebut menjadi bagian penting dalam menjalankan amanah sebagai pejabat publik.

“Selama menjabat, saya berupaya memisahkan urusan pemerintahan dengan kepentingan usaha keluarga. Prinsip itu yang selalu saya pegang dalam menjalankan tugas sebagai kepala daerah,” tegasnya.

Menurut Rita, seluruh dokumen perusahaan, mulai dari akta pendirian, struktur kepemilikan hingga laporan keuangan, dapat menunjukkan perjalanan usaha yang telah berlangsung sebelum dirinya menduduki jabatan publik.

Karena itu, ia berharap seluruh fakta yang berkaitan dengan perusahaan-perusahaan tersebut dapat dilihat secara menyeluruh dan tidak terlepas dari konteks sejarah pendiriannya.

“Saya berharap seluruh fakta yang berkaitan dengan kepemilikan perusahaan dan aktivitas usaha dapat dilihat berdasarkan dokumen serta kronologi yang sebenarnya,” tutur Rita.

Meski masih menghadapi pengembangan perkara, Rita menegaskan dirinya tetap menghormati seluruh proses hukum yang berlangsung. Ia mengaku akan tetap kooperatif dan memberikan keterangan yang diperlukan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Saya menghormati seluruh proses hukum yang berjalan. Yang saya harapkan hanyalah agar semua fakta dapat dipertimbangkan secara menyeluruh dan objektif,” lanjutnya.

Rita juga berharap masyarakat dapat memperoleh informasi yang lengkap mengenai perkara yang sedang dihadapinya sehingga tidak muncul kesalahpahaman terhadap posisi maupun keterlibatannya dalam berbagai persoalan yang sedang berkembang.

“Saya hanya meminta keadilan. Saya berharap persoalan ini dapat dilihat secara utuh sehingga masyarakat juga memperoleh pemahaman yang lengkap mengenai situasi yang saya hadapi,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Rita Widyasari telah menyelesaikan masa pidananya dan bebas pada Agustus 2025. Meski demikian, KPK masih melakukan pengembangan terhadap sejumlah perkara yang berkaitan dengan kasus yang sebelumnya menjerat mantan Bupati Kutai Kartanegara tersebut. (*)

Wangi Surga Cokelat Berau di Pasar Dunia

June 6, 2026 by  
Filed under Berau

TANJUNG REDEB – Nama Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, mendadak harum di panggung kuliner internasional. Bukan karena destinasi wisata pesisirnya, melainkan berkat biji kakaonya. Cita rasa kakao Berau sukses menembus rating tertinggi nasional dan kini menjadi incaran utama industri cokelat premium dunia. Namun, di balik sorotan lampu panggung global itu, tersimpan sebuah fakta pahit: para petani lokal tertatih-tatih memenuhi membludaknya pesanan.

Bagi Bupati Berau, Sri Juniarsih, fenomena ini adalah peluang emas yang harus dikejar. Sinyal itu bukan sekadar hisapan jempol. Sejak awal tahun 2026, geliat ekspor sudah terasa nyata. Sebanyak 10 ton kakao Berau sukses melenggang ke Prancis, mendarat di dapur Valrhona salah satu produsen cokelat mewah paling prestisius di dunia.

Momentum emas ini menggelinding bak bola salju hingga ke Amsterdam, Belanda. Lewat sebuah kesepakatan pameran di sana, keran ekspor baru terbuka sebesar 50 ton per tahun. Tak butuh waktu lama, Jepang dan Swiss pun ikut mengantre di garis depan. Negeri Sakura menyatakan siap menyerap 500 ton per tahun, disusul Swiss dengan permintaan 50 ton per tahun.

“Ini peluang besar untuk kita, karena cokelat Berau masih berada di rating tertinggi,” tegas Sri Juniarsih, Jumat (5/6/2026).

Jika ditotal, ada 610 ton permintaan global yang mengalir setiap tahunnya. Sebuah angka yang fantastis, sekaligus mencemaskan. Data dari Dinas Perkebunan Berau mencatat luas lahan kebun kakao di wilayah ini baru menyentuh 1.037 hektare. Hasil panen saat ini sudah habis tak bersisa hanya untuk memenuhi kontrak-kontrak yang berjalan. Ketika pesanan baru terus berdatangan, Berau kehabisan ‘bensin’.

Kepala Dinas Perkebunan Berau, Lita Handini, dengan jujur mengakui bahwa pekerjaan rumah (PR) pemerintah masih menumpuk di tingkat akar rumput, pertama standarisasi fermentasi, proses fermentasi biji kakao antarnilai petani belum seragam, kemudian teknologi tradisional, teknik pengeringan mayoritas masih mengandalkan cara tradisional yang rentan terhadap cuaca dan kualitas SDM, Kapasitas dan pengetahuan petani perlu di-upgrade besar-besaran.

“Penambahan lahan kami fokuskan pada petani yang serius, disertai bantuan alat fermentasi dan pelatihan,” ungkap Lita.

Masuk ke ceruk pasar premium berarti siap bermain dengan aturan yang super ketat. Valrhona dan para pembeli global lainnya tidak hanya membeli rasa, tetapi juga membeli cerita di balik sebutir biji kakao. Mereka mewajibkan, budidaya ramah lingkungan yang berkelanjutan, bebas deforestasi (tidak merusak hutan, dan minim bahan kimia buatan.

Artinya, mengejar kuantitas dengan cara instan adalah haram hukumnya. kualitas, jejak lingkungan, dan keberlanjutan telah menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar.

Merespons tantangan ini, Pemerintah Kabupaten Berau bergerak cepat dengan menerapkan Strategi 3 Arah demi mendongkrak ekosistem kakao dari hulu ke hilir. Tak hanya fokus pada perkebunan, Berau kini tengah bersiap mengembangkan konsep Agrowisata Kakao.

Lewat konsep ini, pelancong nantinya bisa menikmati pengalaman from tree to bar—melihat langsung dari pohonnya hingga menjadi batang cokelat siap saji.

“Konsep ini diharapkan mampu menarik wisatawan untuk melihat langsung proses budidaya hingga pengolahan cokelat, sekaligus memperkuat promosi produk lokal,” pungkas Lita.

Kini, Berau berada di persimpangan jalan. Dengan permintaan global yang terus meroket, pilihannya hanya dua: cepat beradaptasi membenahi hulu, atau kehilangan momentum emas ini selamanya(Dy/Ok/ADV)

Yamaha Dorong Pengembangan Ekonomi Kreatif Generasi Muda

June 6, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

TENGGARONG – PT Surya Timur Sakti Jatim (STSJ) selaku Main Dealer Yamaha wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara terus mendorong pengembangan ekonomi kreatif di kalangan generasi muda. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pelatihan merangkai bunga dan menghias kue yang digelar di SMKN 1 tenggarong, Jalan KH. Ahmad Dahlan, Baru, Tenggarong.

Wakil Kepala Bidang Humas SMKN 1 Tenggarong, Kiki mengucapkan terima kasih kepada Yamaha yang telah hadir dan memberikan pelatihan kepada siswa. Kegiatan yang diberikan sangat menarik, mulai dari merangkai bunga segar hingga dekorasi kue yang hasilnya sangat cantik.
Kegiatan ini sangat seru karena membuat siswa antusias untuk belajar mendekorasi kue dan merangkai bunga.

“Untuk siswa jurusan kuliner mungkin sudah cukup familiar, tetapi bagi siswa dari jurusan lain, ini merupakan pengalaman dan ilmu baru yang menarik,” katanya.

Meskipun pelatihan ini berlangsung singkat, Kiki melihat dampak positif yang cukup besar bagi siswa-siswi kami. Mereka mendapatkan pengetahuan yang mungkin tidak diperoleh dalam pembelajaran sehari-hari di sekolah. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat kembali dilaksanakan di masa mendatang dengan durasi yang lebih panjang dan jumlah peserta yang lebih banyak karena minat siswa cukup tinggi.

Dhea, Siswa SMKN 1 Tenggarong mengaku belum pernah mengikuti kegiatan seperti ini sebelumnya. Ini benar-benar pengalaman pertama. Apalagi orang tua juga tidak memiliki latar belakang di bidang pembuatan kue, sehingga belum pernah mencoba kegiatan seperti ini sebelumnya.

“Menurut saya kegiatan ini sangat seru. Jika diadakan lagi di sekolah-sekolah lain, tentu akan sangat bagus karena bisa menambah wawasan dan pengetahuan baru bagi para siswa. Pokoknya keren sekali dan semoga terus sukses,” ujar Dhea/

Hal yang sama disampaikan rekannya, Dita. Menurutnya kegiatan ini sangat seru. Ia mendapatkan pengalaman baru karena baru pertama kali merangkai bunga.

“Saya juga sudah mengetahui program FOMO (Fear of Missing Out) dari Yamaha melalui Instagram, sehingga cukup familiar dengan kegiatan yang mereka adakan,” katanya.

Sedangkan siswa SMKN 1 Tenggarong lainnya, Ninis menyampaikan kegiatan ini sangat seru karena melatih kreativitas siswa untuk menuangkan ide-ide dalam menghias kue. Ia bendoakan Yamaha Motor semakin maju dan berjaya.

“Untuk tingkat pelajar, membuat dekorasi kue seperti ini sebenarnya cukup mudah dilakukan karena hasilnya sangat bergantung pada kreativitas masing-masing orang,” ucapnya.

siswa lainnyam Risa, mengaku kegiatan menambah wawasan baru. Ia mengaku baru pertama kali mengikuti dekorasi kue seperti ini. “Semoga kegiatan seperti ini terus berjalan dan semakin berkembang,” harapnya.

Senada disampaikan Salwa. Kegiatan ini sangat seru dan memberikan pengalaman baru.  Ia belajar membuat buket bunga mawar dan itu merupakan pengalaman pertama. Menurut Salwa, banyak hal positif yang ia dapatkan.

“Di sekolah kami juga belum pernah ada kegiatan seperti ini sebelumnya, sehingga pengalaman ini menjadi sesuatu yang sangat berkesan,” katanya.

Asisten Manajer Promosi/Area PT Surya Timur Sakti Jatim (STSJ) Main Dealer Yamaha Kaltim, Efendy Ariadi menyampaikan, melalui kegiatan pelatihan merangkai bunga dan dekorasi kue ini, Yamaha ingin memberikan ruang bagi para pelajar untuk mengembangkan kreativitas serta keterampilan yang dapat mendukung ekonomi kreatif di masa depan.

“Kami melihat bahwa generasi muda memiliki potensi besar untuk terus berkarya apabila diberikan kesempatan dan wadah yang tepat,” katanya.

Program ini juga menjadi bagian dari komitmen Yamaha untuk hadir lebih dekat dengan kalangan pelajar melalui kegiatan yang edukatif dan bermanfaat. Tidak hanya memperkenalkan produk Yamaha, ia juga ingin memberikan pengalaman baru yang dapat menambah wawasan serta keterampilan siswa di luar kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Antusiasme para siswa SMKN 1 Tenggarong dalam mengikuti pelatihan ini sangat luar biasa. Hal ini menunjukkan kegiatan berbasis kreativitas seperti merangkai bunga dan menghias kue memiliki daya tarik tersendiri bagi generasi muda.

“Kami berharap ilmu yang diperoleh hari ini dapat menjadi bekal yang bermanfaat dan bahkan dapat dikembangkan menjadi peluang usaha di kemudian hari,” harapnya.

Ke depan, Yamaha akan terus menghadirkan program-program positif yang mendukung pengembangan potensi generasi muda sekaligus memperkuat hubungan baik dengan dunia pendidikan di Kalimantan Timur. (*)

Memelihara Harapan

June 6, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Hendry Ch Bangun 

Bagaimana tingkat optimisme dalam diri Anda hari ini?
Semangat saya sendiri kadang naik, tetapi lebih sering turun. Sebagai wartawan yang banyak bersentuhan langsung dengan masyarakat, memantau media sosial, melihat karya jurnalistik khususnya media siber, terus terang kegelisahan saya sangat tinggi.

Hendry Ch. Bangun

Kalau kehidupan pers secara umum, semakin berkurangnya daya tahan perusahaan media, makin rawannya upaya mencegah kebangkrutan, semua orang sudah tahu. Sudah terjadi bertahun-tahun, tanpa terlihat ada perbaikan.

Masyarakat pers berusaha mencari jalan keluar melalui usulan kepada pemerintah yang berakhir dengan lahirnya KTP2JB (Komite Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas). Lembaga di bawah Dewan Pers yang tujuannya dimaksudkan agar pers Indonesia bisa mendapat “sedikit” rezeki dari platform global, malah akhirnya seperti menemui tembok batu ketika Presiden Prabowo dan Donald Trump menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) bulan Februari 2026, hanya seminggu setelah Hari Pers Nasional. Betapa ironis. Sudah KTP2JB dianggap too little too late, eh dicuekin pula oleh pemerintah.

Ada inisiatif lain agar produk jurnalistik yang didapatkan dengan modal besar, yakni effort tenaga kerja professional yang digaji, kesulitan di lapangan, hambatan langsung dan tak langsung, ancaman kekerasan, upaya menjaga standar kode etik, yakni dengan penghargaan atas hak cipta bila karya itu diambil platform global. Tetapi sudah bisa diduga, meski dibantu Kementerian Hukum, tetap saja, rezeki yang menetes ke perusahaan pers kita akan amat sangat kecil, selain sulit diperoleh. Sulit menopang kerja organisasi yang melahirkan produk bermutu.

Yang menyedihkan, dalam kondisi seperti itu, tidak ada upaya sungguh-sungguh pemerintah untuk memelihara pers yang berperan sebagai pelita dalam kegelapan hati masyarakat. Tidak ada upaya melihat bahwa kondisi sekarang telah masuk ke tahap gawat darurat.

Yang ada hanya tuntutan-tuntutan kepada pers, yang nir subsidi. Harus membela kepentingan bangsa dan negara. Harus mendukung program pemerintah. Harus berisi pesan positif. Harus memahami kerja keras penyelenggara negara yang ingin menciptakan kemakmuran bagi rakyat.

Saya berpikir, yang berbicara ini ngerti nggak duduk persoalan? Tidak memberi tetapi meminta terus. Sudah dibatasi, dituntut pula untuk menyokong tanpa reserve. Sudah dikerjai dengan kekerasan dalam berbagai bentuk, eh diharapkan selalu melihat dengan kacamata positif. Apakah dunia mereka sudah segila itu?

Cuci muka dulu deh, kalau mau meminta pers membantu. Pandang cermin baik-baik. Pikirkan bagaimana kehidupan pekerja pers yang sekarang ini sudah seperti kata pepatah. Bagai kerakap tumbuh di batu, hidup segan mati tak mau.

Masih mencoba bekerja dengan sungguh-sungguh karena menilai profesi wartawan yang disandangnya adalah mulia dan karena itu harus dipertahankan meski kepala pusing akibat gaji yang kurang dan sensor diri dan pembatasan dari pimpinan.

Mereka yang putus asa, dan itu banyak, akhirnya terjerumus pada kondisi mental yang pasrah. Daripada melawan dan mendapat kesulitan, ya nikmati saja fasilitas yang disediakan. Tidak usah dipikirkan apa dan bagaimana ke depan.

Padahal ini ancaman nyata bagi bangsa Indonesia. Kalau para professional sudah pragmatis dan kehilangan idealisme, maka inisiatif, dan keinginan untuk menjadi pers yang kritis dan meluruskan yang bengkok, mengingatkan penyelenggara yang lupa dan seenaknya, akan mati. Dan setelah itu tidak perlu lagi bicara soal pers sebagai pilar keempat demokrasi. *

Pesimisme di tengah masyarakat juga sangat tinggi. Silakan pantau media sosial, itu akan tercermin dengan sendirinya. Ada banyak hal yang menimbulkan kesan bahwa pemerintah berjalan sendiri ke arah yang tidak sesuai dengan harapan masyarakat, apparat pemerintah bekerja semaunya dan tidak peduli kepekaan sosial. Penuh berita negative.

Contohnya, vonis ringan yang dijatuhkan kepada Anggota TNI yang membunuh seorang kepala cabang bank pemerintah, begitu pula tuntutan terhadap Anggota TNI yang menyiram air keras ke tubuh Andry Yunus, dan mahkamah militer di Medan yang hanya memvonis 10 bulan Sertu Riza Pahlevi yang membunuh pelajar. Ini kok seperti kembali ke zaman Orde Barunya Soeharto padahal kita telah menjalankan Reformasi?

Yang juga ramai tentu penangkapan Kepala BGN Dadan Hindayana dan dua wakilnya Irjen Purnawirawan Sonny Sanjaya dan Letjen TNI Purnawirawan Lodewiyk Pusung, yang sudah lama dikritik masyarakat karena banyaknya kejanggalan program MBG. Terbongkar betapa bobroknya orang BGN dan negara sudah mengalami kerugian puluhan trilyun rupiah. Kok begitu lama dibiarkan?
Begitu pula dengan ditangkapnya Wakil Menteri Imnipas Silmy Karim karena korupsinya saat menjabat Dirjen Imigrasi, yang ternyata bersama anak buahnya mendapat uang haram secara bersama-sama mencapai ratusan milyar.

Belum lagi berita vonis beberapa tahun atas Wakil Menteri Tenaga Kerja Imanuel Ebenezer yang terkesan petantang petenteng meski jelas korupsi, seperti tidak merasa bersalah, atau karena dia merasa orang dekat kekuasaan? Mau muntah kita melihat sikapnya.

Silakan cek ke pasar-pasar, warung sembako, tempat makan rakyat seperti warteg. Terjadi kemerosotan daya beli yang konkret. Ditambah lagi dengan kurs rupiah yang makin depresiasi, terjadi pelambatan ekonomi.

Menteri Keuangan Purbaya yang asal bunyi, mengatakan warteg yang kekurangan pembeli itu yang kalah bersaing, jadi kurang laku. Silakan keliling, ambil contoh di 5 daerah ibukota, khususnya yang dekat dengan kegiatan masyarakat seperti pasar, atau pangkalan ojek, sekolah, biar Anda tahu kebenarannya.

Kalau pejabat asal ngomong, makan kredibilitas Anda akan jatuh. Tipe pejabat seperti ini juga membuat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah ikut turun. Pilih kosa kata yang baik dan juga cek fakta. Termasuk mereka yang mencari berbagai dalih untuk “membenarkan” pembelian daging kurban Presiden yang menggunakan ABPN, dengan argumentasi masing-masing. *

Apakah lalu kita putus asa?
Kepada beberapa teman saya kerap mengatakan, dalam kondisi seperti itu, kita harus tetap memelihara harapan, mempertahankan optimism.

Para pekerja pers, anggap saja apa yang dilakukan saat ini meskipun dalam kondisi buruk dan seperti menggarami air laut, perlu untuk menenangkan hati sendiri. Bekerja tulus untuk nama baik dan kehormatan keluarga, dan institusi kita bekerja, seburuh apapun keadaannya. Ada baiknya kita mengenang jalan terjal dan penuh duri yang dialami tokoh pers seperti HOS Tjokro Aminoto, Burhanudin M Diah, Tirto Adhi Suryo, dll yang mempertaruhkan nyawa demi menyebarkan berita bagi rakyat.

Menghadapi kondisi sosial masyarakat yang tidak kondusif karena hanya ingin mendapatkan berita gratis dari media sosial dan platform global, kita harus yakin bahwa produk jurnalistik yang setia pada etika, menjunjung tinggi norma-norma, akurat dan tidak berprasangka, akan tetap menjadi acuan ketika jutaan informasi berlimpah hanya membuat bingung.

Tentu kita berharap masyarakat sipil semakin tergerak untuk menghidup-hidupi (memakai istilah pendiri Muhammadyah, KH Ahmad Dahlan) pers yang masih sekarat. Berharap kepada pemerintah dan parlemen, ya boleh saja, tetapi anggap itu sebagai keajaiban yang bisa datang dan bisa juga tidak. Banyak tantangan tetapi juga masih ada banyak harapan kalau semua yakin bahwa pers adalah betul-betul pilar sebuah negara demokrasi.

Rasa optimisma penting untuk memelihara kesehatan jiwa wartawan dan pekerja pers terkait. Hanya dengan demikian kita akan melihat kehidupan akan berakhir dengan baik meskipun waktu akan berhenti pada saatnya. Dan hanya dengan demikian agar harapan masyarakat bahwa pers ada untuk mengawal, membantu, menyuarakan aspirasi mereka masih bisa kita lakukan.

Saya ingat salah satu kalimat yang disampaikan Khatib ketika salat Jumat di kantor PBB di New York, di sela meliput turnamen grandslam AS Terbuka tahun bulan Agustus tahun 1991. “Tanamlah pohon meski besok akan kiamat,” katanya mengutip habis Nabi Muhammad SAW, yang menunjukkan optimisme apapun yang akan terjadi.

Wallahu a’lam bhisawab.
Ciputat, 5 Juni 2026.

« Previous PageNext Page »

  • vb