Kejurprov Slalom Hadirkan Kelas Komunitas dan Pembalap Terbaik Kaltim

July 23, 2026 by  
Filed under Olahraga

SAMARINDA – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Slalom KALTIMKHANA 2026 siap digelar di Apron Eks Bandara Temindung, Samarinda, pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Ajang yang akan berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WITA tersebut diproyeksikan menjadi salah satu pesta otomotif terbesar di Kalimantan Timur tahun ini.

Kejuaraan ini diselenggarakan Astha Motorsport bekerja sama dengan 368 Motorsport sebagai upaya mendorong perkembangan olahraga otomotif, khususnya nomor slalom, sekaligus menjadi wadah kompetisi bagi para pembalap daerah.

Nama KALTIMKHANA diambil dari semangat kompetisi slalom nasional yang dikenal melalui ajang Autokhana, dengan harapan mampu melahirkan pembalap-pembalap potensial dari Kalimantan Timur.

Dukungan 368 Motorsport tidak terlepas dari kiprah pemiliknya, Sandi Wijaya atau yang akrab disapa Asang, yang selama ini aktif mengikuti berbagai kejuaraan nasional, mulai dari Rally, Sprint Rally hingga Slalom bersama dua pembalap andalannya, Fadil Wijaya dan Tommy Widjaja.

Pada KALTIMKHANA 2026, panitia membuka enam kelas lomba, yakni A1, A2, A3, A4, B, dan F. Selain itu, sejumlah kategori kejuaraan juga diperebutkan, meliputi Kejuaraan Umum Group A, Kejuaraan Umum Group F, Kejuaraan Kelas, Kejuaraan Team, serta Kejuaraan Wanita.

Salah satu inovasi pada penyelenggaraan tahun ini adalah hadirnya Kejuaraan Komunitas, yang diperuntukkan bagi komunitas otomotif roda empat di Kalimantan Timur, khususnya dari Samarinda. Melalui kategori ini, setiap komunitas dapat mengirimkan wakilnya untuk berkompetisi tanpa dikenakan biaya pendaftaran.

Meski mengikuti jalur undangan, seluruh peserta tetap wajib memenuhi ketentuan teknis yang berlaku, termasuk menggunakan ban produksi dalam negeri GT Radial sesuai regulasi penyelenggara.

Untuk peserta umum, biaya pendaftaran ditetapkan sebesar Rp500 ribu per kelas. Sebagai bentuk apresiasi, setiap peserta akan memperoleh voucher GT Radial senilai Rp100 ribu yang dapat dikumpulkan untuk pembelian ban GT Radial.

Panitia berharap KALTIMKHANA 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mampu mempererat silaturahmi antarpembalap, komunitas otomotif, serta menjadi momentum pengembangan prestasi olahraga otomotif di Kalimantan Timur.

Informasi mengenai pendaftaran dan perkembangan pelaksanaan kejuaraan dapat diikuti melalui akun Instagram resmi @Asthamotorsport. (*)

Agusriansyah Ridwan Pimpin IBCA MMA Kaltim

July 23, 2026 by  
Filed under Olahraga

SAMARINDA – Indonesia Beladiri Campuran Amatir Mixed Martial Art (IBCA MMA) Kalimantan Timur menggelar Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub). Dalam forum tersebut, Agusriansyah Ridwan tampil sebagai calon tunggal dan dipercaya memimpin IBCA MMA Kaltim dengan membawa komitmen memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan pembinaan atlet menuju level nasional hingga internasional.

Agusriansyah mengatakan langkah pertama yang akan dilakukan setelah menerima surat keputusan kepengurusan adalah melakukan konsolidasi organisasi hingga ke tingkat kabupaten dan kota.

“Kita akan mencoba melakukan konsolidasi dengan seluruh pengurus cabang, termasuk melengkapi struktur kepengurusan di Provinsi Kalimantan Timur. Setelah SK dari pusat keluar, kami akan segera bergerak agar amanat dan arahan dari pengurus pusat bisa direalisasikan,” katanya, Rabu (22/7/2026).

Menurut Agusriansyah, pembenahan organisasi menjadi fondasi penting agar IBCA MMA Kaltim mampu mengejar berbagai agenda kejuaraan yang telah menanti, baik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional.

Selain penguatan organisasi, ia juga menaruh perhatian besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama melalui penyediaan wasit dan perangkat pertandingan yang memiliki sertifikasi resmi.

“Kita ingin memiliki wasit-wasit yang profesional dan bersertifikasi. Dengan begitu, setiap event maupun turnamen yang kita selenggarakan akan memiliki kualitas yang lebih baik,” ujarnya.

Di sisi lain, pembinaan atlet juga menjadi prioritas utama. Agusriansyah menyebut proses pencarian bibit atlet akan dilakukan lebih masif melalui berbagai jalur, mulai dari komunitas olahraga hingga sekolah-sekolah.

“IBCA MMA merupakan gabungan dari berbagai disiplin bela diri. Karena itu kita tidak cukup hanya memiliki atlet yang menguasai satu cabang saja, tetapi harus mampu mengombinasikan berbagai teknik bela diri sehingga mampu bersaing di level yang lebih tinggi,” jelasnya.

Ia juga menilai kebutuhan sarana dan prasarana latihan menjadi bagian penting yang harus dipenuhi. Untuk itu, pihaknya akan membangun komunikasi yang intensif dengan KONI Kaltim, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya guna mendukung pembinaan atlet secara berkelanjutan.

“Kita ingin semua pihak terlibat agar cita-cita melahirkan atlet-atlet berprestasi bisa diwujudkan bersama,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua II KONI Kalimantan Timur Dandri Dauri mengapresiasi terselenggaranya Musprovlub yang dinilai telah melalui mekanisme organisasi sesuai ketentuan.

“Kami melihat seluruh tahapan sudah dilalui dengan baik. Mudah-mudahan melalui Musprovlub ini lahir kepengurusan yang mampu membawa prestasi besar bagi IBCA MMA Kalimantan Timur,” ujarnya.

Menurut Dandri, kepengurusan baru tidak memiliki banyak waktu karena dalam waktu dekat sudah dihadapkan pada agenda besar, yakni Pekan Olahraga Bela Diri yang akan digelar di Manado.

“Pengurus yang baru tentu harus bergerak cepat melakukan penyesuaian. Ada momentum besar di depan mata yang harus disambut dengan persiapan maksimal,” katanya.

Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat IBCA MMA, Maraden Lumbantoruan, menilai perkembangan IBCA MMA di Kalimantan Timur menunjukkan tren yang sangat positif. Menurutnya, Musprovlub kali ini pada dasarnya merupakan momentum pergantian kepemimpinan untuk membawa organisasi bergerak lebih cepat.

“Organisasinya sudah berjalan, sudah menjadi anggota KONI, tinggal bagaimana ketua yang baru membawa IBCA MMA Kalimantan Timur menjadi lebih maju lagi,” ujarnya.

Maraden juga memastikan pengurus pusat siap memberikan dukungan terhadap pembinaan di Kalimantan Timur, termasuk melalui penguatan sumber daya manusia di bidang kepelatihan.

Ia optimistis, dengan pembinaan yang terarah dan dukungan semua pihak, atlet-atlet Kalimantan Timur memiliki peluang untuk bersaing tidak hanya pada level nasional, tetapi juga di kejuaraan Asia hingga dunia.

“Kami dari pusat akan membantu pembinaan, termasuk mengirimkan SDM pelatih ke Kalimantan Timur. Kami melihat semangat pengurus baru sangat besar untuk memajukan MMA di daerah ini,” tutupnya. (ain)

Gubernur Kaltim Benahi Jembatan Mahulu

July 23, 2026 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Keluhan masyarakat terkait kondisi Jembatan Mahulu langsung mendapat respons dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud meninjau jembatan tersebut untuk memastikan sejumlah titik yang dinilai membahayakan pengguna jalan segera ditangani.

Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah sambungan jalan yang bergelombang. Saat peninjauan pada Selasa (21/7/2026), kondisi itu sudah mulai diperbaiki setelah Dinas PUPR bergerak melakukan penambalan.

“Terima kasih atas masukan masyarakat. Kami datang langsung melihat kondisinya dan tadi malam sudah langsung ditangani oleh Dinas PU,” kata Rudy Mas’ud.

Selain permukaan jalan, gubernur juga meminta Dinas Perhubungan segera menghidupkan kembali lampu penerangan yang padam serta mengganti lampu yang hilang akibat pencurian. Menurutnya, penerangan menjadi faktor penting untuk menjamin keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari.

Tak hanya di badan jembatan, Rudy juga menginstruksikan pemasangan lampu di bagian bawah jembatan agar kapal maupun ponton yang melintas dapat melihat posisi pilar dengan jelas. Langkah itu diharapkan dapat mencegah insiden tabrakan terhadap tiang jembatan.

“Semua lampu yang mati harus segera dinyalakan kembali. Yang kurang terang dibuat lebih terang. Bagian bawah jembatan juga harus diberi penerangan,” tegasnya.

Jembatan Mahulu memiliki peran strategis sebagai jalur utama kendaraan bertonase besar, termasuk distribusi logistik, BBM, dan gas di Kota Samarinda. Karena itu, gubernur juga meminta pemasangan kamera pengawas (CCTV) untuk mengantisipasi pencurian kabel, lampu, maupun perangkat kelistrikan lainnya yang selama ini menjadi penyebab penerangan tidak berfungsi.

Dalam peninjauan tersebut, Ketua Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) Kelurahan Loa Buah, Sabil Husain, menyampaikan apresiasi atas respons cepat pemerintah. Ia mengaku bersyukur karena laporan masyarakat langsung ditindaklanjuti.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur yang bergerak cepat menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kondisi Jembatan Mahulu,” ujarnya.

Peninjauan turut dihadiri Wakil Gubernur Seno Aji, Sekretaris Daerah Sri Wahyuni, Plt Kepala Dinas PUPR Ilhamsyah, Kepala Diskominfo, Plt Karo Adpim Ririn Sari Dewi, serta sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemprov Kaltim. (*)

Kolaborasi BPVP dan Roda Seni Anthaqa Cetak Penjahit UMKM Berdaya Saing

July 22, 2026 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus dilakukan melalui pelatihan keterampilan menjahit yang digelar Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) bersama Roda Seni Anthaqa di Temindung Creative Hub, Samarinda. Rabu (21/7/26)

Program yang berlangsung selama 10 hari itu membekali 16 peserta dari berbagai daerah di Kalimantan Timur dengan kemampuan menjahit berstandar kompetensi nasional.

Founder Roda Seni Anthaqa, Emelda Andayani, mengatakan pelatihan tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan BPVP yang difokuskan agar meningkatkan kemampuan para penjahit, baik dari sisi teknik maupun kualitas produk.

“Pelatihan ini berlangsung selama 10 hari dengan 16 peserta yang mayoritas merupakan pelaku UMKM. Tujuannya agar meningkatkan keterampilan mereka, khususnya dalam membuat rompi atau vest dengan teknik jahit yang lebih rapi menggunakan metode clean sewing tanpa obras,” ujarnya.

Peserta berasal dari sejumlah daerah, di antaranya Samarinda, Anggana, Handil, hingga Tenggarong. Setelah menyelesaikan pelatihan, mereka akan mengikuti uji kompetensi yang diselenggarakan BPVP selama dua hari sebelum memperoleh sertifikat profesi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

“Sertifikat BNSP ini menjadi pengakuan kompetensi secara nasional. Jadi, peserta tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga memiliki bukti profesional bahwa mereka memiliki kemampuan di bidang menjahit,” jelas Emelda.

Ia mengungkapkan, program tersebut merupakan pelatihan ketiga yang dilaksanakan Roda Seni Anthaqa bersama BPVP. Pelatihan serupa dijadwalkan kembali berlangsung pada Agustus mendatang dengan sasaran peserta pemula yang ingin belajar menjahit dari dasar.

Menurutnya, setiap pelatihan memiliki materi yang berbeda sesuai tingkat kemampuan peserta. Pada kelas mahir, peserta diajarkan membuat produk fesyen dengan teknik yang lebih kompleks, sedangkan kelas pemula difokuskan pada pengenalan mesin jahit hingga teknik dasar menjahit.

“Untuk kelas pemula, kami mengajarkan mulai dari cara mengoperasikan mesin jahit, menjahit lurus, hingga membuat produk sederhana. Sementara kelas mahir lebih menitikberatkan pada peningkatan kualitas hasil jahitan agar memiliki nilai jual lebih tinggi,” katanya.

Ia berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat menjadi bekal agar meningkatkan kualitas usaha sekaligus memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.

“Harapan kami, keterampilan yang mereka dapatkan bisa diterapkan dalam usaha masing-masing sehingga mampu meningkatkan pendapatan. Selain itu, pelatihan ini juga melatih kedisiplinan karena seluruh peserta harus mengikuti kegiatan secara serius dan tepat waktu,” tambahnya.

Salah seorang peserta asal Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, Sari Liana, mengaku mengikuti pelatihan setelah mendapat informasi dari penyelenggara. Meski sebelumnya tidak memiliki latar belakang di bidang tata busana, ia tertarik mengembangkan keterampilan menjahit yang selama ini hanya dijadikan kegiatan mengisi waktu luang.

“Awalnya saya justru memiliki latar belakang di bidang kecantikan. Saya diajak ikut pelatihan menjahit dan ternyata saya menikmati prosesnya. Sekarang saya ingin terus belajar supaya kemampuan menjahit saya semakin berkembang,” katanya.

Sari mengaku saat ini telah menerima jasa permak pakaian dan pemasangan atribut seragam sekolah di rumah. Namun, melalui pelatihan tersebut ia berharap mampu meningkatkan kemampuan hingga dapat menerima pesanan pembuatan pakaian secara utuh.

“Selama ini saya baru menerima jasa permak dan pemasangan atribut baju sekolah. Harapan saya setelah mengikuti pelatihan ini, saya bisa membuat pakaian untuk pelanggan dan usaha jahit yang saya jalankan semakin dikenal masyarakat,” ujarnya.

Melalui pelatihan tersebut, BPVP bersama Roda Seni Anthaqa berharap semakin banyak pelaku UMKM di Kalimantan Timur yang memiliki keterampilan bersertifikat sehingga mampu menghasilkan produk fesyen berkualitas serta lebih siap bersaing di pasar yang semakin kompetitif. (yud)

IPPRISIA Kaltim Edukasi Lansia Jaga Kesehatan Mental

July 22, 2026 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Kesehatan mental menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan kualitas hidup lansia. Berangkat dari kepedulian tersebut, DPD Ikatan Penata Persona Indonesia (IPPRISIA) Kalimantan Timur memberikan edukasi kepada peserta Sekolah Lansia di Day Care Lansia Husnul Khotimah, Majelis Kesejahteraan Sosial DPW ’Aisyiyah Kalimantan Timur, Rabu (22/7/2026).

Materi bertajuk “Menjadi Lansia dengan Hati Riang, Bahagia, dan Sehat Mental” disampaikan oleh praktisi hipnoterapi klinis Endro S. Efendi, M.Sos., yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua II DPD IPPRISIA Kalimantan Timur. Dalam kesempatan tersebut, Endro hadir mewakili Ketua DPD IPPRISIA Kalimantan Timur, Marliana Wahyuningrum. Kegiatan dipandu oleh Mira Farenola Hasril sebagai moderator.

Kegiatan turut dihadiri Erminawati, M.Pd. dan Kalia selaku pengurus Day Care Lansia Husnul Khotimah, bersama puluhan peserta Sekolah Lansia yang mengikuti kegiatan dengan antusias.

Dalam pemaparannya, Endro menyampaikan bahwa menjadi lansia bukan sekadar tentang bertambahnya usia, tetapi bagaimana seseorang mampu menikmati setiap fase kehidupan dengan hati yang tenang, pikiran yang sehat, dan hubungan yang harmonis dengan keluarga.

“Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Ketika hati dipenuhi rasa syukur dan pikiran tetap positif, seseorang akan lebih mudah menikmati hidup, meski usia terus bertambah,” ujarnya.

Menurut Endro, salah satu persoalan yang kerap tersimpan di usia lanjut adalah endapan emosi yang belum terselesaikan dalam hubungan keluarga. Karena itu, ia mengajak para peserta untuk berani berdamai dengan masa lalu, termasuk tidak ragu meminta maaf kepada anak apabila pernah melakukan kesalahan.

“Meminta maaf kepada anak bukan berarti orang tua kehilangan wibawa. Justru itu adalah bentuk kebesaran hati yang dapat menyembuhkan luka batin, memperbaiki hubungan dalam keluarga, sekaligus memutus mata rantai luka emosional yang bisa diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya,” katanya.

Selain penyampaian materi, peserta juga diajak mempraktikkan teknik sederhana untuk melepaskan energi negatif sebagai cara membantu melepaskan beban emosi yang selama ini dipendam. Teknik tersebut diharapkan dapat membantu para lansia menjalani kehidupan dengan hati yang lebih lapang, tenang, dan bahagia.

Antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan. Waktu penyampaian materi yang semula dijadwalkan selama satu jam ternyata tidak mencukupi karena banyaknya pertanyaan yang diajukan peserta. Sesi diskusi pun berlangsung melebihi jadwal agar seluruh pertanyaan dapat terjawab.

Bahkan setelah acara resmi ditutup, sejumlah lansia masih mendatangi narasumber untuk berkonsultasi secara langsung mengenai persoalan yang mereka alami. Salah seorang peserta berharap materi serupa dapat kembali diberikan karena dinilai sangat bermanfaat dan memberikan perspektif baru dalam menjalani kehidupan di usia senja.

Secara terpisah, Ketua Day Care Lansia Husnul Khotimah, Dr. Hj. Nunung Herlina, S.Kep., M.Pd., menyampaikan apresiasinya kepada DPD IPPRISIA Kalimantan Timur atas terselenggaranya edukasi tersebut. Menurutnya, kesehatan mental merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup lansia.

“Kami menyambut baik kegiatan ini karena memberikan wawasan baru bagi para peserta Sekolah Lansia. Materi yang disampaikan sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari dan diharapkan dapat membantu para lansia menjalani masa tua dengan lebih bahagia, sehat secara mental, serta memiliki hubungan keluarga yang semakin harmonis. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut di masa mendatang,” ujar Nunung.

Melalui kegiatan tersebut, DPD IPPRISIA Kalimantan Timur berharap edukasi mengenai kesehatan mental bagi lansia dapat terus diperluas. Dengan kesehatan mental yang terjaga, emosi yang terkelola, serta hubungan keluarga yang harmonis, para lansia diharapkan dapat menikmati masa tua dengan lebih sehat, bermartabat, dan penuh kebahagiaan. (esf)

« Previous PageNext Page »

  • vb