Subuh Tanpa Bu Mei

April 10, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SUBUH tadi saya kirim pesan ke WA Bu Mei. Saya bilang waktu subuh sudah masuk. Saya lupa Bu Mei sudah tiada. Biasanya sekitar pukul 03.00 dinihari dia yang kirim pesan ke saya. “Selamat melaksanakan salat tahajud dan subuh,” begitu bunyi pesannya di HP saya setiap hari.

Semua orang tak percaya Bu Mei (Dr Hj Meiliana, SE, MM) meninggal dunia. Soalnya tak ada tanda-tanda. Sakit pun tidak. Dia ditemukan putrinya meninggal dalam posisi tidur sekitar pukul 18.00 Wita, Selasa (7/4). Beberapa saat kemudian kabar duka itu menyebar melalui media sosial dengan berbagai ucapan belasungkawa.

Wagub Seno Aji dan istri, serta Hadi Mulyadi melepas jenazah almh Bu Mei dari rumah duka menuju pemakaman

Pemakaman jenazah Bu Mei dilaksanakan di Nurussalam Memorial Park Tanah Merah Lempake, Rabu sore setelah putri sulungnya, Tya datang dari Kalteng. Tya lagi mengambil spesialis kandungan di Fakultas Kedokteran Unlam dan lagi bertugas di Palangkaraya.

Pelepasan jenazah dari rumah duka di Kompleks Karpotek, Sungai Kunjang, dilakukan oleh Wakil Gubernur Seno Aji. Hadir juga Wagub sebelumnya, Hadi Mulyadi. “Kita semua berduka atas kepergian Bunda Mei, dia telah berkarya banyak untuk Kaltim,” kata Seno.

Pertemuan Wagub terakhir dengan Bu Mei ketika mereka menghadiri pernikahan Karo Kesra Kantor Gubernur, Bu Dasmiah dengan Wakil Ketua DPRD Berau, pekan lalu. “Kami gawi pengantinnya dengan Pak Seno,” kata Bu Mei me-WA saya.

Hadi Mulyadi juga mengaku sangat kehilangan. Dia berteman baik. Sama-sama suka nyanyi. Uniknya, tanggal kelahiran Bu Mei dan Hadi sama. Yaitu 9 Mei. Hanya beda tahun. “Jadi kami saling mengucapkan,” kata Hadi mengenang.

Bu Mei meninggal dalam usia 66 tahun. Suaminya, Gusti Sahadsyah lebih dulu. Mereka meninggalkan dua putri, yaitu dr Restya Meisya dan dr Lydea Syahna. Restya atau Tya lagi mengambil spesialis kandungan di FK Unlam, Banjarmasin. Sedang adiknya mengambil spesialis kecantikan.

“Alhamdulillah setahun lagi Tya selesai spesialisnya zal. Mohon doanya lah,” kata Bu Mei kepada saya. Jika mereka sudah selesai semua, kata Bu Mei lagi, dia akan membuka klinik sendiri. “Ada rumah kosongku di Jl Berantas,” jelasnya.

Saya datang melayat ke rumah duka bersama Pak Zaenal dan Pak Unding dari Balikpapan. Kalau ke Samarinda kami sering dijamu makan di rumahnya. “Ayo makan di sini, aku yang masak. Ngga ada orang,” kata Bu Mei ramah.

Makanan yang dimasak Bu Mei enak-enak terutama sambal goreng ikan asinnya. Kadang dia kirim juga ke Pak Isran. Dia mengaku sejak dulu suka memasak. Padahal tugasnya di luar rumah sangat banyak. Bu Mei selain memimpin sejumlah organisasi, dia berkarier lebih 30 tahun di pemerintahan. Pernah di protokol, Bappeda, asisten sampai Pj Sekdaprov, Plt Wali Kota Samarinda sampai Plh Gubernur Kaltim.

Saya bilang kita kehilangan rumah singgah kalau ke Samarinda. Rumah Bu Mei di Karpotek dekat dengan Jembatan Mahakam dan Big Mall. Sangat strategis kalau kita dari Balikpapan.

AKMAL: DIA ORANG BAIK

Ketika datang ke rumah duka, saya bareng dengan tokoh senior Kaltim, H Harbiansyah Hanafiah dan mantan Wakil Wali Kota Samarinda, Rusmadi Wongso, yang sekarang duduk sebagai anggota Dewan Penasihat Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP) Kaltim.

Rusmadi juga pernah menjadi Sekdaprov. Dia tak menyangka Bu Mei secepat ini berpulang. Masih sempat bertemu dalam acara halal bihalal yang dilaksanakakan Ketua Bappeda Kaltim, Muhaimin pekan lalu. “Tak ada tanda-tanda apa-apa,” katanya.

Harbian punya kenangan tersendiri di akhir hayat Bu Mei. Minggu lalu dia menghadiri pernikahan anak alm Dadang di Hotel Senyiur Samarinda. Tiba-tiba Bu Mei datang menghampiri dan minta foto bersama. Harbian bilang, fotonya kirim ke Ibram, merina Bu Mei. “Beritahu saya masih hidup,” ucapnya.

Tokoh pendiri klub sepakbola Putra Samarinda (Pusam) dan anggota MPR Utusan Daerah (1999-2004) ini mengaku kaget membaca tulisan saya: ”Bu Mei, Saya Menangis.” Dia tak mengira justru Bu Mei yang dipanggil Allah SWT lebih dulu. “Aku benar-benar tak menyangka,” ucapnya.

Berita Bu Mei meninggal saya kirim juga ke mantan Gubernur Isran Noor, Suwarna AF dan Akmal Malik. Ketiga orang itu menurut Bu Mei sangat memperhatikan dirinya. Dia lama bersama Suwarna dan Isran, yang banyak memberikan kesempatan kepada dirinya. “Saya bersaksi Bu Mei orang baik,” kata Akmal lewat WA.

Ratusan pelayat datang ke rumah duka. Sebagian para pejabat Pemprov Kaltim, sebagian lagi para alumni Fakultas Ekonomi & Bisnis (FEB) Unmul. Bu Mei pernah menjadi Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) FEB Unmul. Saat ini juga masih menjadi Wakil Ketua IKA Unmul mendampingi Pak Isran. “Bu Mei teman yang hebat,” kata Isran mengenang.

Dari jagad media sosial ada kiriman duka cita dari Gusti Maya Firanti Noor, mantan istri Ari Sigit. “Innalillahi Wa’innailaihi rojiun. Selamat jalan Kak Mei…semoga almarhumah Kak Mei husnul khatimah dan mendapatkan tempat terindah di sisi Allah SWT. Aamiin YRA,” ucapnya begitu.

Di antara ratusan karangan bunga duka cita yang dikirim ke rumah duka, ada satu karangan bunga cukup menarik. Datangnya dari Duta Besar Seychelles, Nico Barito. Itu sahabat Bu Mei. Dalam rangka percepatan pengembangan Maratua sebagai objek wisata dunia, Pemprov Kaltim bekerjasama dengan Seychelles, negara kepulauan di Samudera Hindia yang mengembangkan program Ekonomi Biru (Blue Economy).

Pak Isran dan Bu Mei sempat datang ke kota Seychelles. Pak Dubes juga sempat berkunjung ke Maratua. Mereka optimis Maratua bisa dikembangkan menjadi objek wisata laut dunia yang juga ikut mengembangkan program Ekonomi Biru.

Bu Mei dikenal sebagai orang yang ramah dan periang. Suka bercanda juga. Ada joke terakhir yang dikirimnya lewat WA ke saya. Cerita ibu berusia 53 tahun yang dilarikan ke rumah sakit karena mendapat serangan jantung.

Sang ibu kaget mlihat ada malikat yang datang. Lalu dia bertanya: Wahai Malaikat, apakah hidup saya sampai di sini? Malaikat menjawab: Anda masih punya waktu hidup 30 tahun, 3 bulan dan 21 hari lagi.”

Si ibu sangat gembira. Setelah membaik, di rumah sakit yang sama dia melakukan operasi wajah, suntik bibir, implant buah dada, pinggul, juga implant gigi dan rambut di semir hitam agar penampilan lebih muda, cantik dan menarik.

Keluar dari rumah sakit dia menyeberang jalan. Tak disangka muncul mobil berlari kencang yang menabraknya. Dia seketika mati. Tak lama datang malaikat yang sama. Si ibu protes: Wahai malaikat, kau bilang umurkan masih panjang kenapa tiba-tiba aku mati ditabrak? Sang malaikat sambil terbata-bata menjawab: Mohon maaf ibu, saya pangling karena wajah dan penampilan ibu sudah berubah.

Jadi pesan moralnya kata Bu Mei: “Kalau sudah tua jangan macam-macam. Malaikat saja jadi pangling alias tidak kenal.” Terima kasih Bu Mei atas segala pengabdianmu yang luar biasa. Kita semua mengenang dan selalu berdoa. “Insyaallah husnul khatimah dan diterima semua amal ibadahnya,” kata Prof Dr Hj Syarifah Hudayah, M.Si,  mantan Dekan FEB Unmul.(*)

Pemprov Kaltim Beri Penjelasan Alokasi Anggaran Renovasi Rumah Dinas Gubernur

April 10, 2026 by  
Filed under Kalimantan Timur

Muhammad Faisal

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal memberikan penjelasan terkait sorotan publik atas anggaran renovasi rumah dinas gubernur yang disebut mencapai sekitar Rp 25 miliar.

“Anggaran tersebut tidak hanya digunakan untuk renovasi rumah jabatan gubernur. Namun juga mencakup penataan ruang kerja di kantor gubernur serta renovasi rumah jabatan wakil gubernur,” kata Faisal di Samarinda, Kamis (9/4/2026).

Dari sisi sumber pembiayaan, anggaran tersebut berasal dari beberapa tahun dan skema. Yaitu APBD Tahun Anggaran 2024, APBD 2025, APBD Perubahan 2025 atau Anggaran Belanja Tambahan (ABT) serta ada pergeseran anggaran. Dengan demikian, total anggaran tersebut merupakan akumulasi dari berbagai tahap, bukan dialokasikan sekaligus dalam satu waktu.

“Ini sudah disiapkan sebelum gubernur dan wakil gubernur yang baru menjabat, sekaligus penyesuaian kondisi bangunan yang sekian tahun tidak ditempati,” jelas Faisal.

Ia menambahkan, penggunaan anggaran juga terbagi dalam beberapa jenis kegiatan. Mulai dari jasa perencanaan, konsultan, dan pengawasan sebagai panduan pekerjaan, rehabilitasi untuk memperbaiki bagian yang rusak sekaligus memperindah interior, pemeliharaan rutin tahunan, hingga pengadaan peralatan untuk mengganti fasilitas lama atau menyesuaikan kebutuhan baru.

Berdasarkan data Inaproc Kaltim, total anggaran tersebut terbagi dalam sedikitnya 57 item belanja. Untuk rumah jabatan gubernur, terdapat sekitar 35 item kegiatan dengan nilai kurang lebih Rp12 miliar, meliputi rehabilitasi bangunan, pemeliharaan, pengadaan meubeler, peralatan dapur, hingga alat pemadam kebakaran.

Sementara itu, sisa anggaran dialokasikan untuk rumah jabatan wakil gubernur sebanyak 17 item senilai Rp 4,9 miliar serta penataan ruang kerja di kantor gubernur sebanyak 5 item dengan nilai Rp 8,2 miliar.

Dengan rincian tersebut, Faisal berharap masyarakat dapat memahami bahwa angka Rp 25 miliar merupakan gabungan dari berbagai kebutuhan dan tahapan penganggaran. Sehingga tidak seluruhnya digunakan hanya untuk renovasi rumah dinas gubernur. (KRV)

PLN Indonesia Power UBP Mahakam Dukung Generasi Muda Kalimantan Timur Tampil di Ajang Nasional Duta Potensi Pemuda Indonesia

April 10, 2026 by  
Filed under Nusantara

JAKARTA — PLN Indonesia Power UBP Mahakam kembali menunjukkan peran aktif dalam mendukung pengembangan potensi generasi muda melalui partisipasi delegasi Kalimantan Timur dalam Pemilihan Duta Potensi Pemuda Indonesia tingkat nasional yang diselenggarakan di Gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI), Jakarta. Dalam ajang tersebut, Saudari Nurul Fatihah hadir sebagai delegasi resmi Provinsi Kalimantan Timur yang membawa semangat serta potensi daerah untuk berkompetisi di tingkat nasional.

Penampilan Nurul Fatihah di panggung nasional mencerminkan semangat pemuda Kalimantan Timur. Sebagai bagian dari Pokdarwis Pesona Pengempang Kabupaten Kutai Kartanegara, keikutsertaannya menunjukkan potensi di tingkat nasional.

Keikutsertaan Nurul Fatihah menjadi momentum penting bagi generasi muda daerah untuk menunjukkan kapasitas, kreativitas, dan jiwa kepemimpinan. Sebagai bagian dari Pokdarwis Pesona Pengempang Kabupaten Kutai Kartanegara, dukungan PLN UBP Mahakam merupakan wujud nyata kepedulian perusahaan dalam membuka ruang bagi talenta muda untuk berkembang, sekaligus mendorong terciptanya generasi penerus yang adaptif dan inovatif.

Selama mengikuti rangkaian kegiatan di Jakarta, Nurul Fatihah menjalani seluruh tahapan seleksi secara intensif, mulai dari pembekalan wawasan kebangsaan, uji kompetensi kepemimpinan, hingga presentasi program inovasi tingkat nasional. Ia menampilkan program inovasi bertajuk “PELITA LIMAU” sebagai gagasan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.

Selain proses seleksi, Para delegasi juga menampilkan kekayaan budaya daerah melalui bahasa dan pertunjukan tradisional, serta mengikuti talkshow inspiratif bersama narasumber nasional di bidang kepemudaan untuk menambah wawasan dan motivasi.

Manager PLN Indonesia Power UBP Mahakam, Firman Ramdan, menyampaikan bahwa dukungan terhadap generasi muda merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mengembangkan SDM berkualitas. “PLN Indonesia Power UBP Mahakam berkomitmen untuk terus mendukung generasi muda yang memiliki semangat dan potensi untuk berkembang. Kami percaya generasi muda memiliki peran strategis dalam membawa kemajuan bagi daerah dan bangsa di masa depan,” ujarnya.

Nurul Fatihah menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas dukungan yang diberikan PLN Indonesia Power UBP Mahakam. “Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan penuh sehingga saya dapat menghadiri kegiatan awarding di Jakarta dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan maksimal. Pengalaman ini menjadi bekal berharga untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi positif bagi daerah,” ungkapnya.

PLN UBP Mahakam menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai mitra strategis dalam mencetak generasi muda Kalimantan Timur yang unggul dan berdaya saing, sehingga mampu melahirkan talenta inspiratif yang berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan bangsa. (*)

Kafilah Kaltim  Mulai TC Tahap IV Menuju MTQN XXXI Jawa Tengah

April 8, 2026 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Kafilah Kaltim memulai Training Center (TC) Tahap IV  sebagai persiapan menghadapi rencana perhelatan Musabaqoh Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) XXXI Jawa Tengah tahun 2026.

TC dilaksanakan 8-11 April ini dibuka Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kaltim Sri Wahyuni diwakili Wakil Ketua II Dasmiah, di Hotel Puri Senyiur Samarinda, 8 April 2026.

Dalam arahannya Ketua LPTQ Kaltim berharap peserta terus meningkatkan semangat dalam berlatih untuk mencapai hasil terbaik.

“Kami tidak ada kepentingan cuma ingin Kafilah Kaltim jadi yang terbaik. Bersyukur kita dapat dukungan luar biasa dari Pak Gubernur. Karena sudah didukung luar biasa, peserta juga harus lebih semangat latihannya,” ujarnya.

Menurutnya, pelatihan jangan dijadikan beban, melainkan menjadi semangat pengabdian bagi Pemprov Kaltim, orang tua, dan utamanya kepada Allah SWT.

” Semoga dengan rangkaian panjang program TC kembali bisa antarkan kita jadi juara,” harapnya penuh semangat.

Sementara Koordinator Pelatih Peserta Kafilah Kaltim Hajarul Akbar menekankan kunci utama sukses adalah disiplin. “Disiplin memang tidak enak, tapi itu jalan menuju sukses,” tegasnya.

Ia mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan semua pihak terkait. Sebab keberhasilan Kaltim menjadi Juara Umum pada MTQN XXX 2024 maupun STQN Kendari 2025 tidak lain buah kekompakan semua unsur.

“Pemerintah daerah, Kanwil Kemenag, pelatih, peserta, dan tentunya doa seluruh masyarakat Kaltim. Kita berprestasi tidak bisa sendiri. Tapi berkat semua elemen,” sebutnya. (AM)

Jamintel Reda Manthovani Minta Perketat Pengawasan Program MBG

April 8, 2026 by  
Filed under Nasional

Reda Manthovani (baju putih) perketat pengawasan Program MBG demi generasi emas Indonesia. (Dok. Istimewa)

Vivaborneo.com, Jakarta — Jaksa Muda Intelijen Kejaksaan Agung, Reda Manthovani, pada Rabu (8/4/2026) di Jakarta menegaskan komitmen institusinya dalam mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Langkah tersebut diarahkan untuk memastikan manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya anak-anak sebagai penerima utama.

Reda menyambut sinergi lintas lembaga yang melibatkan Kejaksaan Agung dalam pengawasan program strategis nasional. Ia menilai pendampingan hukum berperan penting dalam menjamin setiap kebijakan di lapangan memiliki kepastian hukum yang jelas serta dapat dijalankan tanpa keraguan.

“Kejaksaan tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga menghadirkan rasa aman bagi pelaksana program di daerah. Pendampingan tersebut memungkinkan petugas bekerja lebih tenang dan fokus tanpa dibayangi kekhawatiran terhadap kesalahan administrative,” ujarnya.

Ia menekankan setiap anggaran negara harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia juga mengingatkan seluruh pihak agar menutup celah penyimpangan, baik dalam proses distribusi maupun pelaksanaan program di lapangan.

“Kita ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan oleh negara benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak kita,” ujar Reda.

Program Makan Bergizi Gratis menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Reda menegaskan bahwa cita-cita membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan unggul hanya dapat dicapai melalui pelaksanaan program yang berintegritas tinggi dan pengawasan yang konsisten.

“Dengan adanya pengawalan dari Kejaksaan, para petugas di daerah dapat bekerja dengan tenang, fokus, dan profesional,” tegas Reda.

Sekretaris Jenderal ABPEDNAS, Adhitya Yusma Perdana, turut menyampaikan dukungan terhadap penguatan pengawasan program tersebut. Ia menilai kolaborasi antar lembaga akan menjadi faktor penentu keberhasilan implementasi di lapangan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik.

“Pengawasan yang kuat akan memastikan pelaksanaan program berjalan efektif dan tepat sasaran,” ujar Adhitya. Ia menambahkan bahwa sinergi antar pemangku kepentingan perlu terus diperkuat agar manfaat program dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.(vb/Muhammad Fadhli)

« Previous PageNext Page »

  • vb