Wali Kota Samarinda Masuk Nominasi Peraih Anugerah Kebudayaan PWI

January 2, 2026 by  
Filed under Berita

Wali Kota Samarinda Andi Harun

JAKARTA – Wali Kota Samarinda, Andi Harun masuk nominasi peraih Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat 2026. Penilaian dilakukan berdasarkan komitmen kepala daerah dalam pemajuan kebudayaan melalui kebijakan, program, serta dampaknya bagi masyarakat.

Anggota Dewan Juri Anugerah Kebudayaan PWI Pusat, Yusuf Susilo Hartono, mengatakan penilaian tidak hanya melihat program tertulis, melainkan keberpihakan nyata terhadap ruang hidup kebudayaan.

“Kebudayaan harus hidup dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya, Kamis (1/1/2026).

Dewan Juri menetapkan 10 kepala daerah terbaik nasional. Dari jumlah tersebut, tiga wali kota masuk nominasi yaitu Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Wali Kota Samarinda Andi Harun, dan Wali Kota Mataram Mohan Roliskana.

Sementara tujuh nominasi lainnya berasal dari unsur bupati, yaitu Bupati Lampung Utara Harmartoni Ahadis, Bupati Temanggung Agus Setiawan, Bupati Manggarai Heribertus Geradus Laju Nabit, Bupati Blora Arief Rohman, Bupati Labuhanbatu Maya Hasmita, Bupati Manokwari Hermus Indou, dan Bupati Padang Pariaman John Kenedy.

Tahapan akhir penilaian akan dilakukan melalui presentasi di Gedung Dewan Pers, Jakarta, pada 8–9 Januari 2026. Penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 akan diumumkan pada puncak peringatan Hari Pers Nasional di Banten, 9 Februari 2026.

Penulis: Tri Wahyuni

Editor : Intan

Aktivitas Ekonomi Tinggi Jadi Faktor Penarik Jaringan Narkotika di Kaltim

December 30, 2025 by  
Filed under Berita

SAMARINDA – Tingginya aktivitas ekonomi dan pergerakan masyarakat menjadi faktor utama yang membuat Kalimantan Timur rentan terhadap penyalahgunaan dan peredaran narkotika.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Timur Brigjen Pol Rudi Hartono mengatakan, posisi Kalimantan Timur sebagai salah satu provinsi dengan tingkat pendapatan tertinggi secara nasional justru menjadi faktor penarik bagi jaringan narkotika.

“Dengan PDRB tertinggi kedua setelah DKI Jakarta, daya beli masyarakat dinilai cukup besar,” kata Rudi saat memberikan keterangan kepada wartawan dalam kegiatan Rilis Akhir Tahun 2025 BNNP Kaltim di Samarinda, Senin (29/12/2025).

“Daerah yang ekonominya kuat biasanya menjadi sasaran. Banyak sektor dengan penghasilan tinggi seperti pertambangan, perkebunan, minyak dan gas. Ini meningkatkan kerentanan,” ujarnya.

Selain faktor ekonomi, tingginya mobilitas penduduk juga memperbesar peluang masuknya narkotika. Aktivitas kerja yang menuntut waktu panjang di lapangan dinilai turut memengaruhi pola konsumsi sebagian pekerja.

Penyalahgunaan narkotika kerap menyebar melalui lingkungan pergaulan. Karena itu, pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan penindakan, tetapi juga perlu menyasar komunitas dan lingkungan kerja.

“Penyalahgunaan narkotika itu sering berkembang melalui pergaulan. Maka penguatan pencegahan di tingkat masyarakat sangat penting,” pungkasnya.

Rudi mengungkapkan, jaringan narkotika yang masuk ke Kalimantan Timur berasal dari berbagai wilayah, mulai dari Kalimantan Utara, Sumatra, Jawa, hingga luar negeri.

“Pernah juga kita temukan jaringan dari Malaysia. Ini menunjukkan Kalimantan Timur cenderung dijadikan pasar, bukan sekadar jalur,” jelasnya. (lia)

Andi Wibowo Nahkodai PWI Kukar 2025–2028

December 29, 2025 by  
Filed under Berita

TENGGARONG – Konferensi Kabupaten (Konferkab) Ke-III Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memilih Andi Wibowo sebagai Ketua PWI Kukar periode 2025–2028. Proses pemilihan berlangsung demokratis dan kondusif, menandai babak baru kepemimpinan organisasi profesi wartawan di Kukar.

Sebanyak empat orang calon bersaing pada Konferkab ini. Andi Wibowo meraih 17 suara, disusul Bambang Irawan 12 suara dan Ufqil Mubin 1 suara. Calon lainnya Muhammad Rafi’i tidak mendapat suara.

Ketua PWI Kalimantan Timur, Abdurrahman Amin, menegaskan profesionalisme dan integritas merupakan fondasi utama dalam menjaga kehormatan pers. Ia mengingatkan agar wartawan tetap berpihak pada kepentingan publik dengan menyajikan informasi yang jujur, berimbang, dan bertanggung jawab.

“Pers tidak boleh menjadi alat untuk menyenangkan pihak tertentu. Tugas utama wartawan adalah menyampaikan fakta apa adanya kepada masyarakat,” tegasnya.

Rahman menambahkan, jabatan dalam organisasi bersifat sementara dan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Jabatan itu ada masanya. Namun, cara kita memperlakukan sesama pengurus dan anggota akan dikenang sepanjang hidup,” katanya.

Ia mengingatkan agar kepengurusan baru tidak hanya fokus pada pemilihan ketua, tetapi juga pada penyusunan program kerja yang realistis dan dapat direalisasikan. Menurutnya, banyaknya program tidak menjadi tolok ukur keberhasilan, melainkan sejauh mana program tersebut benar-benar dijalankan.

Rahman menegaskan tantangan utama organisasi profesi wartawan terletak pada kompetensi dan kesejahteraan. Namun, ia menekankan bahwa peningkatan kompetensi harus menjadi prioritas utama.

“Jika kompetensi wartawan baik, kesejahteraan akan datang dengan sendirinya. Jangan dibalik. Kompetensi harus dibangun terlebih dahulu,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PWI Kukar terpilih Andi Wibowo menyatakan komitmennya untuk membawa PWI Kukar menjadi organisasi yang lebih profesional, solid, dan berintegritas, sekaligus terus memperjuangkan kesejahteraan wartawan.

“Kondisi hari ini berlangsung kondusif. Kemenangan ini bukan kemenangan pribadi saya, melainkan kemenangan seluruh tim. Ini adalah kemenangan bersama untuk membangun PWI ke depan agar lebih baik,” katanya.

Ia berharap seluruh anggota PWI Kukar dapat semakin solid dan melangkah bersama dalam satu arah perjuangan. Terkait susunan kepengurusan, Andi menyebut akan segera menyusunnya bersama tim formatur sebelum diserahkan kepada PWI Provinsi Kalimantan Timur untuk diproses lebih lanjut. (intan)

LPTQ Kaltim Evaluasi Program dan Prestasi

December 28, 2025 by  
Filed under Berita

BALIKPAPAN – Menjelang tutup tahun 2025, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kaltim melakukan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Hotel Jatra, Balikpapan (27/12).

Rakerda menitikberatkan pada evaluasi atau refleksi tentang program yang sudah dilakukan serta capaian yang diperoleh.

Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni sekaligus sebagai Ketua LPTQ Kaltim, mengingatkan tentang semakin beratnya amanah yang diemban Pengurus LPTQ Kaltim. Saat Kaltim meraih juara umum MTQ Tingkat Nasional ke-30 di Samarinda Tahun 2024, publik masih menganggap wajar, karena sebagai tuan rumah MTQ.

“Tapi, ketika Kaltim juga meraih juara umum pada Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadist Tingkat Nasional pada Bulan Oktober 2025 yang lalu, di Kendari, maka bisa dikatakan, Kaltim sebagai juara umum pada MTQ Tingkat Nasional tahun lalu, bukan karena sebagai tuan rumah, tapi memang karena prestasi,” kata Sri Wahyuni.

Sri Wahyuni menekankan tentang pentingnya melakukan konsolidasi organisasi untuk menjaga marwah LPTQ Kaltim yang telah meraih dua kali juara umum berturut-turut, baik MTQ maupun STQH Tingkat Nasional, serta beberapa kejuaraan tingkat Internasional.

Sri Wahyuni lebih menfokuskan pada strategi keberlanjutan prestasi dan modernisasi sistem pembinaan. Karena Kaltim sudah mampu berbicara di tingkat nasional maupun internasional.

Ia menekankan tentang pola pembinaan jangka panjang, meliputi Training Center Intensif dengan durasi waktu antara 20 – 45 hari. Kedua mendatangkan pelatih nasional dan internasional, dan ketiga memberikan beasiswa dan kursus di Luar Negeri bagi para juara.

Menurut Sri Wahyuni, pentingnya proses rekrutmen dan talent scouting, misalnya melalui penjaringan santri pondok pesantren yang berprestasi, dari para mahasiswa maupun pembinaan usia dini sebagai bagian dari pengkaderan peserta dalam berbagai cabang dan kelompok. Selain itu, ia memandang perlu  digitalisasi administrasi yang meliputi e-MTQ dan e-Scoring, transparansi seleksi dan tersedianya database terintegrasi.

LPTQ Kaltim juga perlu penguatan kelembagaan. Meliputi raker terprogram, sinergi dengan LPTQ Kabupaten/Kota serta kolaborasi dengan berbagai pihak.

 

 

 

 

Sementara itu, Kepala Biro Kesra Setda Prov. Kaltim, Dasmiah, yang juga sebagai Wakil Ketua II LPTQ dan Ketua Panitia Rakerda menyampaikan, saat ini banyak pengurus LPTQ dari tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota yang melakukan studi tiru ke LPTQ Kaltim.

“Ini menunjukkan eksistensi LPTQ Kaltim, mulai diperhitungkan oleh para pengurus LPTQ dari daerah lain,” tambah Dasmiah.

Dr. H. Rijal Ahmad Rangkuti, M.Pd.I., Kepala Sub Direktorat MTQ Kementerian Agama, yang juga sebagai Sekretaris IV LPTQ Nasional yang tampil sebagai narasumber menyampaikan secara online mengenai materi tentang “Kebijakan Penyelanggaraan MTQ dan Pengembangan Program MTQ”.

Ia menekankan empat hal berkaitan dengan Transformasi LPTQ. Keempat hal tersebut meliputi digitalisi dalam penyelenggaraan MTQ/STQH, penguatan SDM Penyelenggara MTQ/STQH, penguatan Program Baca Tulis Al-Qur’an serta pemberdayaan Juara MTQ / Manajemen Talenta.

Sementara narasumber lainnya Dr. Hajarul Akbar, selaku koordinator pelatih, menyampaikan tentang pentingnya menjaga semangat, menjaga komunikasi serta membuat halaqah-halaqah yang sifatnya bukan individual, tetapi dikelola   secara manajerial dengan bendera LPTQ.

“LPTQ Kaltim perlu belajar kepada LPTQ Jawa Barat, terkait dengan pembentukan halaqah”, pungkas Ustadz Hajarul Akbar. (MJE)

Pelakor dan Daya Tarik Hubungan Terlarang

December 27, 2025 by  
Filed under Berita

SAMARINDA — Belakangan ini media sosial dipenuhi dengan berita perceraian selebritas dan kisah rumah tangga yang kandas karena perselingkuhan. Tidak sekadar menjadi konten viral, fenomena ini menjadi cerminan konflik relasi lebih luas dalam masyarakat Indonesia terutama meningkatnya kasus perselingkuhan yang kemudian memicu perceraian.

Fenomena pelakor, istilah populer di Indonesia yang merujuk pada orang ketiga dalam hubungan yang sudah berkomitmen kian menjamur.

Berdasarkan survei aplikasi kencan JustDating, Indonesia menempati posisi kedua di Asia dengan angka perselingkuhan hingga sekitar 40 persen dari responden yang mengaku pernah berselingkuh. Angka ini hanya kalah dari Thailand yang mencapai sekitar 50 persen. Survei juga mencatat perselingkuhan paling banyak terjadi di usia dewasa muda, yakni kelompok 30–39 tahun (32%), disusul 19–29 tahun (28%), dan 40–49 tahun (24%).

Temuan lain dalam survei itu juga menunjukkan perempuan di Indonesia mengakui perselingkuhan lebih tinggi dibanding laki-laki, yang menunjukkan dinamika sosial dan budaya yang berubah dalam hubungan intim.

Meskipun sering dipandang sekadar masalah perilaku moral, riset psikologis menunjukkan perselingkuhan merupakan fenomena yang dipengaruhi banyak faktor, termasuk kepuasan hubungan, komunikasi, dan dinamika emosional pasangan.

Menurut studi akademis, adanya hubungan antara tingkat kepuasan dalam hubungan dengan kecenderungan perselingkuhan. Ketidakpuasan emosional atau seksual menjadi salah satu faktor risiko yang signifikan.

Namun, penting untuk dicatat, pelaku perselingkuhan bukan sekadar “orang dengan gangguan kepribadian seperti NPD (narcissistic personality disorder) atau psikopat” secara otomatis. Hubungan antara kepribadian patologis dan infidelity memang pernah diteliti di beberapa studi psikologi, yang menunjukkan narsisisme dapat dikaitkan dengan sikap yang lebih permisif terhadap perselingkuhan, tetapi bukan berarti setiap pelakor adalah psikopat.

Di sebuah video YouTube populer dari kanal Satu Persen, disebutkan dalam sebuah survei, banyak peserta terutama perempuan menilai pria yang sudah punya pasangan terasa lebih menarik dibanding yang masih single.

Logika responden adalah, “pria yang sudah punya pasangan terlihat lebih stabil, mapan, dan punya ‘track record’ hubungan yang jelas daripada pria single yang ‘belum jelas perilakunya’.” Ungkapan ini mencerminkan fenomena sosial di mana daya tarik itu terkait dengan status hubungan seseorang, bukan hanya pada kualitas pribadi semata.

“Mereka yang sudah berkomitmen tampak punya daya tarik emosional yang lebih dalam,” kata salah satu partisipan dalam diskusi kanal tersebut. “Sementara pria yang masih sendiri sering dipandang belum teruji dalam menjaga komitmen.”

Dampak perselingkuhan sangat luas, bukan hanya rumah tangga yang hancur, tetapi gangguan emosional, kecemasan, kepercayaan diri yang merosot, hingga trauma interpersonal bagi pasangan yang menjadi korban. (intan)

Next Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1075552
    Users Today : 3947
    Users Yesterday : 4022
    This Year : 12062
    Total Users : 1075552
    Total views : 10587944
    Who's Online : 52
    Your IP Address : 216.73.216.188
    Server Time : 2026-01-03