Universitas Pakuan dan Belantara Foundation Angkat Potensi Bioprospeksi untuk Pembangunan Berkelanjutan

May 22, 2026 by  
Filed under Lingkungan Hidup

Vivaborneo.com — Belantara Foundation bekerja sama dengan Program Studi (Prodi) Manajemen Lingkungan Sekolah Pascasarjana, Prodi Biologi FMIPA dan Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Pakuan menyelenggarakan kegiatan Belantara Learning Series Episode 15 (BLS Eps.15) dengan tema “Bioprospeksi untuk Bioekonomi Berkelanjutan di Indonesia: Menjembatani Konservasi, Inovasi dan Keadilan Manfaat”.

Acara yang berlangsung pada ada Rabu, 20 Mei 2026, BLS Eps.15 secara luring dipusatkan di Auditorium Lantai 3 Gedung Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan di Bogor, sedangkan daring melalui aplikasi Zoom dan live streaming Youtube Belantara Foundation. Sebanyak 968 peserta berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang digelar secara hybrid tersebut.

Kegiatan ini juga didukung oleh Teras Mitra, Perkumpulan Pelajar Indonesia Dunia Kawasan Timur Tengah dan Afrika (PPIDK Timtengka) serta menggandeng tujuh perguruan tinggi lainnya sebagai kolaborator yang mengadakan acara “Nonton dan Belajar Bareng” BLS Eps.15 bagi mahasiswa dan dosen di masing-masing universitas.

Tujuh universitas tersebut yaitu Universitas Riau, Universitas Sumatera Utara, Universitas Syiah Kuala, Universitas Negeri Makassar, Universitas Antakusuma, Universitas Tanjungpura dan Universitas Muhammadiyah Kuningan.

Kegiatan BLS Eps.15 secara khusus dilaksanakan dalam menyambut Hari Keanekaragaman Hayati Internasional 2026 yang jatuh pada 22 Mei setiap tahunnya. Tema yang diusung adalah “Acting Locally for Global Impact” atau Bertindak di Tingkat Lokal untuk Dampak Global”, menyoroti pentingnya partisipasi aktif multi pihak dalam menghentikan dan membalikkan laju hilangnya keanekaragaman hayati serta memanfaatkan keanekaragaman hayati secara lestari dan berkelanjutan. Salah satu pemanfaatan keanekaragaman hayati tersebut melalui bioprospeksi.

Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dr. Dolly Priatna, dalam sambutannya menegaskan bioprospeksi harus dilaksanakan dengan prinsip kehati-hatian guna menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus memastikan keadilan bagi masyarakat lokal.

“Bioprospeksi tidak hanya berbicara tentang eksplorasi potensi ekonomi dari kekayaan hayati Indonesia, tetapi juga tentang bagaimana memastikan masyarakat lokal sebagai penjaga utama hutan dan ekosistem memperoleh manfaat yang adil dan berkelanjutan,” ujar Dolly.

Dolly, yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kemitraan Universitas Pakuan, menambahkan Belantara Foundation secara konsisten mendorong penguatan pemahaman dan implementasi praktik bioprospeksi yang berwawasan lingkungan.

Melalui berbagai program edukasi, penelitian, dan konservasi, Belantara Foundation mengajak seluruh pemangku kepentingan—mulai dari akademisi, pemerintah, sektor swasta, hingga generasi muda—untuk bersinergi dalam memanfaatkan keanekaragaman hayati secara bijak dan bertanggung jawab.

“Transformasi menuju bioekonomi berkelanjutan membutuhkan dukungan regulasi yang kuat, tata kelola yang baik, serta riset berbasis ilmu pengetahuan yang komprehensif. Belantara Foundation meyakini bahwa perpaduan antara riset, inovasi, dan kearifan lokal dapat melahirkan solusi bernilai ekonomi tinggi tanpa mengorbankan kelestarian alam. Sudah saatnya kekayaan biodiversitas Indonesia menjadi lokomotif bioekonomi yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang,” tutup Dolly.

Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Leonardo A.A. Teguh Sambodo, dalam keynote speech-nya menegaskan bahwa pemanfaatan keanekaragaman hayati Indonesia harus dikelola secara bertanggung jawab melalui pendekatan yang terintegrasi dari konservasi hingga hilirisasi.

Menurutnya, transformasi dari sekadar bioresources (sumber daya hayati) menuju bioeconomy (ekonomi berbasis hayati) memerlukan kolaborasi lintas sektor yang kuat antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat lokal dan adat, serta media sebagai bagian dari pendekatan pentahelix.

“Pengembangan bioekonomi bukan hanya transformasi ekonomi, tetapi juga transformasi sosial yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama sekaligus penerima manfaat. Karena itu, pengembangan bioprospeksi harus dilakukan secara terintegrasi,” jelas Deputi Teguh.

Lebih lanjut, Deputi Teguh menyampaikan pemerintah juga tengah mendorong pengembangan bioprospeksi sektoral melalui inisiatif seperti Peta Jalan Blue Economy Indonesia 2025–2045, Peta Jalan Hilirisasi Rempah 2025–2045, dan penguatan industri bioteknologi berbasis sumber daya hayati.

Rektor Universitas Pakuan, Prof. Dr. rer.pol. Ir. Didik Notosudjono, M.Sc., IPU, ASEAN Eng., dalam paparannya menegaskan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam pengembangan bioprospeksi untuk mendukung bioekonomi berkelanjutan di Indonesia melalui riset-riset berbasis biodiversitas lokal yang menghasilkan inovasi aplikatif dan bermanfaat bagi masyarakat serta dunia industri.

Sementara itu, pada waktu yang sama, Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, Prof. Dr. Ir. Hadi Sukadi Alikodra, MS., menjelaskan bioprospeksi adalah penelusuran, klasifikasi, dan investigasi secara sistematik produk yang berguna seperti senyawa kimia baru, bahan aktif, gen, protein, serta informasi genetik lain untuk tujuan komersil dengan nilai ekonomi aktual dan potensial yang ditemukan dalam keragaman hayati.

“Melalui komersialisasi bioprospeksi diharapkan dapat memperkuat ekonomi nasional secara berkelanjutan, karena kegiatannya dilakukan berdasarkan prinsip kehati-hatian dengan tetap menjaga kelestarian keanekaragaman hayati. Dari sistem royalti yang dihasilkannya, bioprospeksi dapat menjadi dukungan finansial bagi kegiatan perlindungan dan pelestarian hutan, termasuk perlindungan masyarakat hukum adat,”, ujar Prof. Hadi S. Alikodra.

Dalam opening speech-nya, Dekan Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, Prof. Dr. Sri Setyaningsih, M.Si., berharap bahwa seminar/webinar nasional yang dikemas melalui BLS Eps.15 ini dapat menjadi wadah bagi semua pihak untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, serta gagasan baru, tentang bioprospeksi untuk bioekonomi berkelanjutan di Indonesia.

Turut hadir sebagai narasumber yang memiliki pengalaman dalam bioprospeksi di Indonesia secara berturut-turut yaitu Ketua LPPM Universitas Pakuan, Dr. apt., Lusi Agus Setiani, M.Farm.; Heads Corporate Advance Research and Evaluation Centre Martha Tilaar Group, Maily, S.Si., M.Biomed.; dan  Marketing Manager PT. Alam Siak Lestari, Fahmi Afdhi Zaky,  Acara BLS Eps.15 ini dipandu oleh Pemimpin Redaksi Majalah Trubus (2020-2023), Sardi Duryatmo.(vb/yul)

 

 

Ekspor Pupuk ke Australia Tembus Rp7 Triliun

May 20, 2026 by  
Filed under Berita

BONTANG — Indonesia mencatat tonggak baru transformasi industri pupuk nasional melalui ekspor pupuk urea ke Australia dengan nilai mencapai sekitar Rp7 triliun. Di saat yang sama, pemerintah juga berhasil menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen serta menambah volume pupuk untuk petani nasional, menandai penguatan sektor pupuk dari hulu hingga hilir.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat menghadiri dan meninjau pelepasan ekspor perdana produk urea PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui PT Pupuk Kalimantan Timur ke Australia di Pelabuhan Bontang, Kalimantan Timur, Rabu (14/5/2026). Pelepasan tersebut menjadi tonggak baru penguatan kerja sama sektor pupuk melalui skema government-to-government (G2G) antara Indonesia dan Australia.

Mentan Amran menjelaskan ekspor perdana yang dilepas hari ini mencapai 47.250 ton pupuk urea senilai sekitar Rp600 miliar. Ekspor tersebut merupakan tahap awal dari komitmen kerja sama sebesar 250.000 ton dan akan terus ditingkatkan hingga mencapai 500.000 ton dengan total nilai sekitar Rp7 triliun.

“Rencana kita akan ekspor 250 ribu ton ke Australia dan kemudian ditingkatkan hingga 500 ribu ton,” ujarnya.

Di saat yang sama, Mentan Amran mengatakan pemerintah juga mencatat kemajuan besar di sektor pupuk dalam negeri melalui kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen tanpa tambahan beban APBN. Kebijakan tersebut juga disertai penambahan volume pupuk bersubsidi sebanyak 700 ribu ton untuk memperluas akses petani.

“Disaat geopolitik dunia memanas, Indonesia alhamdulillah harga pupuknya turun 20 persen. Pupuk subsidi untuk petani Indonesia. Kemudian volume pupuk bertambah. Inilah kebahagiaan 160 juta petani Indonesia dan 115 juta petani padi,” ujar Mentan Amran.

Mentan Amran mengatakan keberhasilan tersebut menunjukkan daya saing industri pupuk nasional semakin kuat dan membuka peluang pasar baru di berbagai negara.

“Kami sekali lagi atas nama pemerintah mengucapkan terima kasih kepada Pupuk Indonesia atas kerja kerasnya dan capaiannya,” ujar Mentan Amran.

Menurut Mentan Amran, sejumlah negara lain juga mulai menunjukkan minat terhadap pupuk Indonesia.

“Selain itu Dubes India sudah menghubungi saya langsung meminta 500.000 ton dan beberapa negara lain juga berminat yaitu Filipina, Brazil, Bangladesh dan ada beberapa negara lagi. Tadi kami menerima laporan negara yang berminat pupuk urea dari Indonesia. Ini yang kita syukuri dan banggakan,” ungkapnya.

Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin antara Indonesia dan Australia.

“Atas nama Pemerintah Australia saya ingin menyampaikan terima kasih sedalam-dalamnya kepada Mentan Amran. Australia menghargai hubungan dengan Indonesia. Kerja sama ini mencerminkan persahabatan dan kemitraan yang kuat antara Australia dan Indonesia, bukan hanya dengan PT Pupuk Indonesia,” ujar Gita Kamath.

Ia menambahkan kerja sama tersebut juga memiliki manfaat langsung terhadap penguatan ketahanan pangan kedua negara.

“Australia juga bangga dapat mendukung ketahanan pangan dan nilai tambah di Indonesia. Pupuk ini akan membantu petani Australia memproduksi komoditas seperti gandum yang digunakan di Indonesia untuk membuat berbagai produk pangan. Ini contoh nyata kerja sama Indonesia dan Australia yang menghasilkan manfaat bersama,” katanya.

Keberhasilan tersebut, lanjut Mentan Amran, tidak terlepas dari berbagai kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto dalam membenahi tata kelola pupuk nasional dari hulu hingga hilir.

Pada awal pemerintahan, Presiden Prabowo mengambil langkah besar dengan mengembalikan alokasi pupuk bersubsidi dari sebelumnya sekitar 4,55 juta ton menjadi 9,55 juta ton guna mendukung percepatan swasembada pangan nasional. Kebijakan tersebut memperluas jangkauan penerima manfaat hingga sekitar 160 juta orang yang terkait langsung dengan sektor pertanian.

Pemerintah juga melakukan deregulasi total 145 aturan lintas kementerian dan lembaga untuk mempercepat distribusi pupuk. Sistem penyaluran dipangkas menjadi lebih sederhana melalui pola langsung Kementan–PIHC–Gapoktan/Koperasi–Petani agar pupuk lebih cepat diterima petani.

Selain itu, pemerintah melakukan reformasi mekanisme subsidi pupuk nasional dengan menghapus berbagai komponen inefisiensi seperti keuntungan bahan baku, beban bunga bank, dan PPN berganda. Reformasi tersebut diproyeksikan mampu menghemat hingga Rp14 triliun sekaligus menurunkan biaya produksi pupuk nasional.

Selain pembenahan tata kelola, pemerintah mendorong revitalisasi besar-besaran industri pupuk nasional melalui tujuh proyek strategis dengan total investasi mencapai Rp72,84 triliun, melibatkan PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Petrokimia Gresik, dan PT Pupuk Kujang.

 

Modernisasi dilakukan melalui penggantian pabrik lama yang boros energi menjadi fasilitas baru yang lebih efisien. Efisiensi biaya produksi pupuk baru tercatat mencapai 26 persen lebih rendah dibanding pabrik lama.

Melalui reformasi skema subsidi dan revitalisasi industri, pemerintah memproyeksikan penghematan subsidi pupuk hingga Rp112 triliun sampai tahun 2035 sekaligus menekan potensi pemborosan Rp14,4 triliun per tahun.

Mentan Amran menegaskan seluruh pembenahan sektor pupuk diarahkan untuk memperkuat swasembada pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, mengurangi impor, serta membangun kemandirian industri pupuk nasional.

“Pupuk bukan hanya soal produksi dan distribusi. Pupuk adalah instrumen strategis menuju kedaulatan pangan nasional,” tegas Mentan Amran. (*)

Waspada Karhutla, PT BIM-PPS Gelar Simulasi di Tengah Ancaman Cuaca Ekstrem

May 18, 2026 by  
Filed under Berita

Paser – Ancaman kekeringan panjang akibat fenomena “Godzilla El Nino” mulai meningkatkan kewaspadaan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Paser Belengkong, Kalimantan Timur. Kondisi cuaca ekstrem yang diperkirakan menurunkan curah hujan dan meningkatkan suhu dinilai dapat memperbesar potensi munculnya titik api di wilayah operasional perkebunan.

Mengantisipasi kondisi tersebut, PT Borneo Indah Marjaya (BIM) dan PT Palma Plantasindo (PPS) berkolaborasi dengan TNI-Polri serta Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) menggelar apel siaga dan simulasi penanganan karhutla di lapangan futsal PT BIM-PPS, Selasa (12/5/2026).

Manajemen PT BIM-PPS Joko Widodo, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan lintas pihak dalam menghadapi risiko kebakaran yang meningkat saat musim kemarau.

“Apel dan simulasi ini untuk memperkuat sinergi dalam pencegahan dan penanganan kebakaran di wilayah operasional,” ujarnya.

Kegiatan tidak berhenti pada apel. Personel gabungan langsung melakukan pengecekan peralatan pemadaman, kesiapan tim, serta simulasi pemadaman kebakaran di lapangan. Fire brigade perusahaan, TNI-Polri, dan KTPA dilibatkan dalam skenario penanganan titik api secara cepat dan terkoordinasi.

Usai simulasi, dilakukan juga pengecekan Posko Tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat (TKTD) PT BIM-PPS untuk memastikan kesiapan respons jika terjadi kebakaran di wilayah kerja perusahaan.
Kapolsek Paser Belengkong sekaligus pembina apel, Iptu Widodo, mengingatkan El Nino tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga meningkatkan risiko gangguan sosial dan keamanan apabila karhutla terjadi secara meluas.

“Fenomena ini berdampak pada kesehatan, ekonomi, pendidikan, transportasi, hingga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, penanganan karhutla tidak bisa dilakukan secara parsial. Menurutnya, seluruh unsur harus terlibat dalam sistem pencegahan sejak dini, mulai dari patroli terpadu, deteksi titik api, hingga edukasi larangan pembakaran lahan.

“Penegakan hukum tetap harus tegas, tetapi pencegahan dan pendekatan humanis harus berjalan seiring,” kata Widodo.

Sementara itu, Asisten Sustainability PT BIM-PPS Anggy Setiawan, menyebut keterlibatan perusahaan, aparat, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menekan potensi kebakaran di wilayah tersebut.

“Kolaborasi ini penting untuk menurunkan potensi kebakaran di wilayah operasional,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan tersebut turut diisi dengan penandatanganan komitmen Zero Fire oleh manajemen PT BIM-PPS, perwakilan KTPA, dan serikat pekerja yang disaksikan TNI-Polri. Penandatanganan ini menjadi simbol penguatan komitmen seluruh pihak dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan di wilayah operasional maupun sekitar perusahaan.

Upaya tersebut merupakan bagian dari implementasi prinsip-prinsip terbaik yang dijalankan pemegang saham utama dalam membangun sistem pencegahan kebakaran yang kuat, terintegrasi, dan berkelanjutan. Langkah ini juga sejalan dengan semangat sinergi bumi dan manusia untuk satu Indonesia.

Dalam penguatan mitigasi karhutla, Astra Agro menegaskan komitmennya terhadap target zero fire sebagai bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan. Komitmen ini diwujudkan melalui penerapan Zero Burn Policy, yakni larangan penggunaan api dalam seluruh tahapan operasional untuk meminimalisasi risiko kebakaran di wilayah kerja maupun lingkungan sekitar.

Perusahaan juga menerapkan Sistem Pencegahan Kebakaran Lahan (Fire Prevention System) yang mengacu pada regulasi serta praktik terbaik pengendalian karhutla. Upaya mitigasi dilakukan sepanjang tahun sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang memiliki risiko kebakaran lebih tinggi.

Dari sisi operasional, perusahaan memastikan kesiapan sarana dan prasarana pemadaman, termasuk pembentukan serta pelatihan Tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat (TKTD). Sistem ini diperkuat dengan mekanisme Fire Quick Response untuk memastikan penanganan cepat saat titik api terdeteksi di lapangan.

Kesiapsiagaan tersebut juga diperkuat melalui pelatihan dan simulasi rutin guna meningkatkan kemampuan personel dalam menghadapi situasi darurat secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Selain di internal perusahaan, upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla juga diperkuat melalui kolaborasi dengan TNI-Polri, pemerintah daerah, serta kelompok masyarakat peduli api dan KTPA. Sinergi ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan personel, fasilitas pendukung, serta koordinasi lintas pihak agar penanganan kebakaran dapat dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.

Melalui apel dan simulasi bersama ini, perusahaan berharap budaya siaga kebakaran dapat semakin mengakar di seluruh lini operasional maupun masyarakat sekitar. Upaya ini diharapkan mampu mempercepat respons terhadap potensi titik api sekaligus meminimalkan risiko kebakaran hutan dan lahan yang dapat mengancam lingkungan, kesehatan masyarakat, dan aktivitas sosial ekonomi di wilayah Paser Belengkong. (*)

KalaFest 2026 Fasilitasi Pembiayaan UMKM oleh Lembaga Keuangan Syariah Senilai Rp3,27 Miliar

May 11, 2026 by  
Filed under Berita

SAMARINDA – Rangkaian Kaltim Halal Festival (KalaFest) 2026 yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur sebagai bagian dari Road to Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (FeSyar KTI), menjadi wujud nyata sinergi dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Kalimantan Timur.

Selama pelaksanaannya, KalaFest 2026 berhasil mencatat total kunjungan sebanyak 24.815 orang melalui berbagai rangkaian kegiatan, antara lain tabligh akbar, seminar, talkshow, edukasi syariah, bazar syariah, dan sharia expo. Kegiatan ini juga menghadirkan 7 syariah competition, 160 tenant sharia expo dengan total penjualan Rp1,29 miliar serta memfasilitasi business matching pembiayaan UMKM oleh lembaga keuangan syariah senilai Rp3,27 miliar kepada 20 pelaku usaha syariah.

Closing Ceremony KalaFest 2026 yang dilaksanakan di Islamic Center Samarinda dihadiri Wakil Ketua Dekranasda Kalimantan Timur, Hj. Wahyu Seno Aji, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Dra. Sri Wahyuni, MPP, Plh. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Bayuadi Hardiyanto, Minggu (10/5/2026).

”Bank Indonesia berkomitmen untuk terus mendorong inovasi, inklusi, dan penguatan ekosistem ekonomi syariah di Kalimantan Timur melalui penyelenggaraan KalaFest 2026,” kata Bayuadi Hardiyanto.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah, KDEKS, BPD Kaltim Kaltara Syariah, Kanwil Kementerian Agama, MUI, Badan Wakaf Indonesia, BAZNAS, LP3H, LPPOM MUI, Hebitren, lembaga keuangan syariah, pelaku UMKM, akademisi, pondok pesantren, serta seluruh mitra strategis yang telah mendukung keberhasilan KalaFest 2026.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, menyampaikan apresiasi atas konsistensi Bank Indonesia dalam menyelenggarakan KalaFest sejak tahun 2024. Menurutnya, KalaFest tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga ruang kolaborasi yang memberikan dampak nyata, mulai dari peningkatan literasi ekonomi syariah, penguatan kapasitas UMKM halal, perluasan akses pembiayaan syariah, hingga percepatan integrasi ekosistem halal di Kalimantan Timur.

Selain itu, KalaFest 2026 turut mencatat transaksi wakaf dari 1.962  wakif dengan total dana wakaf sebesar Rp53,42 juta untuk tiga proyek wakaf produktif di Samarinda, melibatkan 1.211 peserta literasi dan edukasi ekonomi syariah, serta menjangkau lebih dari 702.483 masyarakat melalui siaran langsung dan konten digital yang tersebar di berbagai platform media sosial dan kanal komunikasi Bank Indonesia.

KalaFest 2026 juga menghadirkan berbagai program strategis, antara lain launching Website KDEKS sebagai pusat informasi halal di Kalimantan Timur, Program Unggulan Wakaf Produktif, Gerakan Pangan Murah Serentak se-Kaltim sebagai pengendalian inflasi menjelang HBKN Idul Adha, penyerahan dan penandatanganan Kesepakatan Bersama Wakaf Goes to Kampus, penyaluran sarana dan prasarana untuk pondok pesantren, fasilitasi penguatan dan pengembangan LP3H, serta serah terima fasilitasi Rumah Potong Unggas Halal dan pelaku usaha syariah. Salah satu agenda utama yang turut menarik antusiasme masyarakat adalah Tabligh Akbar bertema “Wakaf Produktif sebagai Salah Satu Keuangan Sosial Syariah” bersama Ustadz Maulana, serta penampilan sholawat bersama Hadad Alwi yang menjadi bagian dari rangkaian penutupan.

Penyelenggaraan KalaFest 2026 menjadi bukti konkret sinergi antara Bank Indonesia, Pemerintah Daerah, dan mitra strategis dalam mendorong penguatan ekosistem halal yang inklusif dan berkelanjutan di Kalimantan Timur. Ke depan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur akan terus memperkuat kolaborasi bersama Pemerintah Daerah dan mitra strategis dalam pengembangan halal value chain, peningkatan literasi masyarakat, perluasan akses keuangan syariah, serta pemanfaatan transformasi digital untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. (*)

Perusahaan di Kaltim Raih Penghargaan P2 HIV/AIDS dari Kemenaker

May 7, 2026 by  
Filed under Berita

SAMARINDA – Sejumlah perusahaan di Kalimantan Timur berhasil meraih penghargaan Program Pencegahan dan Penanggulangan (P2) HIV/AIDS di tempat kerja tahun 2025 dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.

Penghargaan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2026 tentang Perusahaan Penerima Penghargaan Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS di Tempat Kerja Tahun 2025.

“Sebanyak 488 perusahaan di Indonesia menerima penghargaan tersebut dengan berbagai kategori pencapaian. Perusahaan asal Kalimantan Timur turut masuk dalam daftar penerima penghargaan, dengan rincian 31 perusahaan meraih kategori Platinum, 54 perusahaan kategori Gold, dan 10 perusahaan kategori Silver,” Kepala Seksi Norma K3 Bidang Pembinaan dan Pengawasan Ketenagakerjaan Disnakertrans Kaltim, Dedy Nugroho, Kamis (7/5/2026)

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap perusahaan yang konsisten menerapkan program edukasi, pencegahan, serta penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Selain itu, terdapat pula perusahaan sektor energi, perkebunan, dan jasa lainnya yang dinilai aktif menjalankan edukasi, sosialisasi, serta perlindungan kesehatan pekerja terkait HIV/AIDS.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada perusahaan yang berhasil menjalankan program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS sebagai bagian dari aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Program tersebut dinilai penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, bebas diskriminasi, serta meningkatkan kesadaran pekerja terhadap pencegahan HIV/AIDS.

Penghargaan P2 HIV/AIDS sendiri menjadi salah satu indikator kepedulian perusahaan terhadap kesehatan tenaga kerja sekaligus bentuk dukungan terhadap program kesehatan nasional di lingkungan industri dan dunia usaha.

Dedy Nugroho mengatakan penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman bagi pekerja.

“Program P2 HIV/AIDS ini merupakan bagian dari penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di perusahaan. Kami berharap perusahaan terus meningkatkan edukasi dan pencegahan agar tercipta lingkungan kerja yang bebas diskriminasi serta peduli terhadap kesehatan pekerja,” ujarnya.

Dedy menambahkan pihaknya berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi perusahaan lain di Kalimantan Timur untuk terus memperkuat penerapan program kesehatan kerja, khususnya dalam pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di lingkungan perusahaan.

“Dengan adanya penghargaan ini diharapkan semakin banyak perusahaan yang peduli terhadap kesehatan pekerja serta aktif menjalankan program pencegahan HIV/AIDS secara berkelanjutan,” tutupnya. (*)

« Previous PageNext Page »

  • vb